P. 1
Sistem Pelumasan

Sistem Pelumasan

|Views: 61|Likes:

More info:

Published by: Grace Violeta Nainggolan Sibatuara on Jun 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2013

pdf

text

original

SISTEM PELUMASAN

Fenomena komponen mesin. 1.Komponen motor Diesel sebagai pembangkit tenaga begitu banyak dan saling berhubungan satu dgn yang lainnya. 2.Hungungan komponen ada yang tersambung mati, namun ada banyak yang tersambung bebas. 3.Komponen yang tersambung mati tidak begitu masalah, 4.Namun yang tersambung bebas seperti poros engkol, piston dengan batang piston dan sebagainya memerlukan pengelolaan yang tersendiri. 5.Sebab kontak langsung antar komponen yang bergerak bebas dapat menimbulkan keausan, yang selanjutnya muncul kelonggaran. Klassifikasi Minyak Pelumas Pada umumnya pelumas dibagi menjadi empat macam jenis yang berdasarkan dari material pelumas tersebut.
1. Pelumas Cair (Liquid Lubricant)

Pelumas yang mencair pada suatu suhu ruangan dengan kandungan-kandungan yang dimiliki didalamnya berupa zat cair, pelumas tersebut bisa dituangkan dari satu wadah ke wadah lain.Pelumas ini tidak mempunyai bentuk melainkan akan mengisi bentuk wadahnya, contoh, semua jenis oli adalah pelumas cair.
2. Pelumas yang semi padat (Semi solid Lubricant)

Pelumas semi padat ciri khasnya adalah, akan menjadi cair manakala suhu naik, dan sebaliknya akan menjadi kental jika temperatur turun. Contohnya, Gemuk (Grease).
3. Pelumas Padat (Solid Lubricant)

Pelumas padat seringkali berbentuk bubuk atau butiran-butiran.Umumnya pelumas ini digunakan pada daerah yang sangat dingin dimana oli akan membeku, dan pada tempat yang panas dimana oli akan terbakar.
4. Pelumas Gas (Gases)

Kedengarannya jenis pelumas ini asing bagi kita bahwa sebuah gas bisa digunakan berfungsi sebagai pelumas, ingat bahwa tujuan utama pelumas adalah untuk memisahkan dua buah benda yang berhadapan dan bergerak, contoh yang sering kita lihat adalah pada kunci impact, disamping gas sebagai pengatur tenaga sebenarnya gas sebagai pemisah gigi didalam kunci impact tersebut. Bentuk fisik dari pelumas. Fungsi : Sistem pelumasan mempunyai lima tugas yang harus dilaksanakan yaitu: 1.Untuk mengatasi terjadinya gesekan, maka minyak pelumas harus mampu membuat lapisan diantara dua permukaan yang berbeda geraknya.

Tekanan minyak pelumas diperoleh dari pompa oli. Singgungan antar komponen dalam mesin mengakibatkan munculnya bram. Untuk itu diperlukan adanya filter oli. Seperti kelonggaran ring piston terhadap silinder liner.Menyerap panas komponen. Penyerapan hentakan pada sepasang gear. Tujuan utama dari pelumas adalah untuk me-nurunkan gesekan.Dengan kata lain. Minyak pelumas menjadi komponen pendingin dari piston.Untuk itu maka syarat minyak pelumas adalah viscositas/kekentalan dan tekanan. Pembuat Motor Diesel biasa-nya merekomendasikan dasar pelumasannya dengan kekentalan oli. pin piston. Sistem pelumasan bertekanan dengan pendinginan oli. yang lebih tebal dari air.Cairan “tipis” seperti air disebut sebagai yang memiliki kekentalan rendah.Metoda standard telah dikembangkan untuk menguji sifat-sifat tersebut. minyak pelumas juga men-dinginkan panas akibat gesekan.Membersihkan kotoran. Minyak pelumas juga berfungsi untuk me-rapatkan kelonggaran. 5. Kotoran ini perlu disingkirkan dari permukaan komponen yang bersinggungan. berarti lebih tipisnya cairan. Istilah kekentalan mengacu pada ketebalan cairan. memiliki kekentalan yang tinggi. dan lainnya dari panas pembakaran Di samping itu. pelumasan itu sendiri berarti memisahkan dua permukaan yang bergerak dengan memberikan selaput pelumas diantara dua permukaan tersebut. silinder liner. Permukaan kering yang bersentuhan Pelumasan memisahkan permukaan dengan oil film.Molasses. Kekentalan (Viscosity) Sifat tunggal yang terpenting dari oli pelumas secara pisik adalah Kekentalan. Panas yang terjadi ada dua sumber yaitu panas karena pem-bakaran dan gesekan. 3. 4. 2.Merapatkan kelonggaran. lebih rendah kekentalan.Meredam getaran dan kejutan pada sambung-an karena gerakan tenaga yang selalu berubah Seperti yang terjadi pada bantalan jalan dan duduk. dan untuk mencegah tekanan yang berlebihan setiap sistem dilengkapi dengan relief valve. Panas yang diserap akan mengakibatkan turun nya viscositas minyak pelumas. Sifat-sifat oli pelumas Semua oli memiliki sifat-sifattertentu yang me-netukan fungsi dan kegunaannya dalam pemakaian. . dan bushing poros nok.

Untuk mengoperasikan viscometer. W-30” atau “SAE 20”. Dalam kenyataannya.Dan anda merubahnya menjadi oli yang lebih ringan dalam musim dingin.Salah satu yang paling umum adalah dengan menggunakan kinematic pipittes. Jika mencapai 50 detik suatu oli tertentu untuk meng-alir keluar dari wadah dan mengisi flask atau botol. Kekentalan juga dijelaskan sebagai “resistansi cairan untuk mengalir”.Ia dibenamkan kedalam cairan yang diuji yang diatur seperti dalam temperatur yang disebutkan sebelumnya. pemakaian pada temperatur tinggi. . anda membutuhkan oli yang kekental-an rendah pada musin dingin (5-W atau 10-W) dan kekentalan yang tinggi pada musim panas (20-W atau 40-W). dan kekentalan menurun jika temperatur naik. Arti keduanya sebenarnya sama.Ini adalah tabung gelas kapillary dengan ukuran yang khusus. Pada gambar berikut menunjukan Peralatan ukur yang disebut Saybolt universal viscometer atau viscosi-meter. saat anda membuat daftar pelumas yang dibutuhkan untuk suatu pemakaian. di samping menggunakan standard viscosimeter. kekentalan menunjukkan kemampuan oli melakukan dukungan pelapisan pada komponen yang bergerak.Biasanya pengujian kekentalan dilakukan pada temperatur 100° F (38° C).Standard ini dipublikasikan oleh American Society for Testing and Materials (ASTM). jika lebih dari 1000 detik yang diperlukan untuk meng-kosongkan wadah.Anda menggunakan oli yang lebih berat pada musin panas karena temperatur lebih tinggi dan panas akan menipiskan kekentalan oli.Kekentalan sangat tergantung pada temperatur.Ia terdiri dari wadah khusus untuk menahan cairan yang akan diuji.Sebagai aturan umum. lalu temperatur oli ditingkatkan menjadi 120° F (99° C).Jika anda memakai oli mesin tingkat satu pada mobil anda. atau sebagai “pengukur tingkat di mana cairan akan mengalir pada sebuah pemberian temperatur”Ini sangat penting untuk diingat bahwa tingkat kekentalan selalu diberikan pada suatu temperatur biasa .Anda mungkin pernah melihat kaleng oli yang bertuliskan “ SAE W-10. pemakaian pada temperatur rendah.Automotive dan pelumasan gear memiliki tingkatan SAE. Label ini memberitahu kita bahwa kekentalan oli telah diukur dengan sistim SAE.kekentalan akan meningkat jika temperatur turun.Sebuah stopwatch di-gunakan untuk mengetahui berapa lama waktu yang digunakan pada pemberian volume oli untuk lewat melalui tabung. (SAE singkatan dari Society of Automotive Engineers).Namun. atau SUS pada temperatur saat pengetesan.Anda mungkin pernah melihat “SSU” tetapi yang terbaru. Sebuah Saybolt universal viscosimeter. dan berapa lama waktu yang dibutuhkan cairan untuk mengisi flask atau botol tersebut sampai mencapai tanda etcheed pada leher flask atau botol. anda harus mengisi wadah dengan cairan. Oli yang berat (heavy oil) yang dipilih untuk low speed. Ada beberapa cara lain untuk mengukur kekentalan. dan sebuah flask bertanda atau sebuah botol. kekentalan merupakan dan/atau termasuk sifat utama. Kekentalan bukan sebuah pengukuran dalam semua kualitas oli. Sistem tingkatan lain yang dipakai pada industri pelumas yang digunakan di Amerika Serikat adalah Saybolt Universal Seconds (SUS). sebagai contoh. karena cuaca dingin menebalkan oli (kekentalan meningkat). menarik plugnya pada bagian bawah wadah.Namun. Sebagian besar pelumas memiliki tingkat kekentalan yang dinyatakan dengan dua cara. sebagai notasi adalah SUS. oli yang ringan (light oil) digunakan untuk high speed. maka oli akan disebut dengan tingkat kekentalan 50 Saybolt Universal Second.

yang pada akhirnya akan menimbulkan keausan.Tingkat perubahan kekentalan (viscosity) karena suhu sangat bervariasi dan tidak sama untuk masing-masing jenis minyak pelumas. kekentalannya akan mengalami perubahan yang besar.Dari perubahan viscosity terbesar sampai paling kecil tergantung perubahan suhu. Pour Point Titik tumpah adalah perkiraan indikasi temperatur terendah dimana minyak mulai dapat mengalir dengan sendirinya (gravitasi) tanpa dorongan apapun.Ini menggambarkan kemampuan pelumas. Minyak dengan viscosity index yang tinggi akan mem-punyai perubahan kekentalan yang kecil walaupun suhu berubah-ubah. memungkinkan pelumas untuk tetap bertahan daya lumasnya yang dikarenakan proses oksidasi. dan menipis/encer pada waktu temperatur naik.Skala viscosity index dipilih secara arbiter (acak) bervariasi dari 0 sampai 100. Contoh. dan yang lain viscosity indexnya diatas 150.Pada temperatur ini.Sebaliknya pelumas dengan visco-sity index yang rendah.Nilai yang tidak berdimensi ini disebut Viscosity index viscosity index menunjukkan tingkat perubahan kekentalan berkaitan dengan variasi suhu.Namun tidak akan cukup panas ini untuk memungkinkan api berkelanjutan Fire Point dari pelumas adalah sebuh temperatur yang lebih tinggi.Proses oksidasi sering-kali terpacu oleh frekwensi suhu pengoperasian yang tinggi atau kontak langsung antar pelumas dengan udara luar/oksigen. 50 sampai 90 sedang.Penggunaan viscosity index improver (additive yang telah ditingkatkan) saat ini telah bisa meningkat-kan tingkat viscosity index.Proses penyulingan minyak itu sendiri dapat menghasilkan pelumas dengan stabilitas yang baik.Jika pelumas mempunyai titik tumpah yang rendah biasanya akan memudahkan penyalaan mesin. Flash point dan FirePoint Flash Point atau titik nyala dari pelumas adalah temperatur dimana pelumas harus terpanasi sebelum ia dapat menyala. Zat anti oksidasi akan sangat membantu dalam menjaga deposit minyak serta akan mencegah karatan komponen-komponen mesin tertentu yang diakibatkan oleh oksidasi.Tetapi dapat berarti jika pelumas dikhusus-kan untuk pemakaian dalam temperatur tinggi. Ini adalah temperatur yang menyebabkan uap oli yang terbentuk dalam pelumas untuk betul-betul terbakar. panas hanya cukup untuk membakar uap yang terbentuk pada permukaan pelumas pada saat itu.Viscosity Index Minyak mengental pada waktu temperatur turun. dan di atas 90 adalah tinggi.Sebagaimana dalam prakteknya.Perhitungan secara kasar jika minyak mempunyai viscosity index dibawah 50 adalah rendah. selain bisa mengalir dengan cepat dari tangki menuju inlet pump. tidak ada dari keduanya baik flash point maupun fire point yang mempunyai arti dalam sebagain besar pemakaian pelumas. sebuah pelumas hanya mempunyai sebuah viscosity index dibawah nol. Resistansi Oksidasi (Oxidation Resistance) Unsur anti oksidasi pada pelumas. .

dan juga bisa mengganggu pembentukan selaput pelumas yang diperlukan oleh komponen yang memerlukannya.Kebanyakan minyak detergen .Proses terjadinya emulsion ini disebut emulsifikasi (emulsification) Untuk sebagian besar pemakaian pelumas.Emulsion ter-bentuk saat air memasuki sistim dan mendapat ke-sempatan teraduk dengan oli. Dalam emulsion yang sebenarnya. bisa mengakibatkan kerusak-an mekanis secara berlebihan. Emulsifikasi (Emulsification) Sebuah emulsion adalah penstabil suspensi suatu oli didalam air.Materialmaterial ini dapat me-miliki pengaruh abrasive yang tinggi pada bearing dan komponen lainnya di dalam sistem. Pembentukan segala jenis foam/busa ini harus dihindari.Dispersancy Ditergen . yang menyebabkan kerusakan. walaupun di-biarkan diam untuk beberapa waktu.dipersan minyak berfungsi mempertahankan kebersihan minyak dengan cara menurunkan serta mencegah terjadinya deposit. oli dan air tidak terpisah secara keseluruhan. sebab karena menyebabkan rendahnya mutu pelumasan dan ia menahan pertikel kotoran dan zat-zat asing lainnya. Anti Busa (Anti Foam) Pelumas yang membentuk busa dalam mesin serta didalam tangki minyak itu sendiri bisa mengakibatkan kerusakann berupa kebocoran serta oksidasi pada minyak. . Total Base Number (TBN) Zat alkali bisa menjadikan minyak mampu untuk me-netralkan zat asam dan memperbesar perlindungan terhadap keausan komponen mesin serta mencegah terjadinya pengumpulan deposit. tetapi se-benarnya terdapat perbedaan tergantung pada sifat serta bahan tambahan (additive) yang digunakan.Ini sangat penting terutama pada komponen-komponen yang bergerak cepat Teori Pelumasan Teori pelumasan dibagi menjadi tiga (3) istilah : Pelumasan Mixed Film. emulsi tidak menyenangkan. Jenis additive anti wear bisa menurunkan keausan secara efektif dan menjaga kontak langsung antar metal. dengan adanya keausan. hal ini bisa dengan bantuan bahan tambahan (additive) anti foam. Anti Aus (Anti Wear) Desain atau faktor-faktor pengoperasian yang meng-hambat selaput pelumas.Deposit pada minyak akan sangat merugikan karena bisa mengikat bahan tambah-an (additive) lainnya.Ditergen mencegah ter-jadinya zat-zat yang ditimbulkan oleh temperatur yang tinggi.Pada saat ini sudah banyak dipakai bahan tambahan (additive) anti oksidasi yang bisa menurunkan proses terjadinya oksidasi dengan cepat.Dispersan mencegah terjadinya endapan karena temperatur yang rendah.depersan memiliki ciri-ciri ini. Ditergency .

Tekanan internal fluida mengangkat dan memisahkan kedua permukaan yang bergerak.Gesekan menyebabkan shaft “merambat” naik di atas dinding bearing hingga posisi yang ditunjukkan dalam gambar. Penampang lintang Mikroskopik Pelumasan Mixed Film (LapisanCampuran).Shaft mulai berputar pelan.Perhatikan adanya kontak antar logam diantara titik-titik tertinggi kedua permuka-an. oksida logam. ketebalan lapisan tersebut hanya beberapa molekul.Ketika shaft mulai berputar dalam plain journal bearing. Hal ini bisa dilihat dalam Gambar berikut. Penampang Lintang Mikroskopik Pelumasan Full Film. full film hidrostatik. Keadaan diam.Pada tahap ini terjadi pelumasan batas (boundary lubrication). tekanan fluida mengangkat shaft hingga menjauhi dasar bearing. dan gas dari udara.Tekanan ini berasal dari hambatan pelumas terhadap gerakan dan kompresi. yang jelas. Pelumasan Batas (Boundary Lubrication) Pelumasan jenis ini lebih umum digunakan dari pada pelumasan Mixed Film. Posisi Start-up.Pelumasan ini sering terjadi ketika mesin dihidupkan dan terus berlanjut hingga menjelang mesin mencapai kecepatan operasionalnya.Lapisan ini bahkan tidak terbentuk dari oli pelumas. (jarang ditemui dalam peralatan industri). kedua permukaan hanya bersentuhan dengan lapisan pelumas yang memisahkan titiktitk tertinggi dari keduanya. .Jenis kedua. melainkan berupa kotoran. Jenis pertama yang juga merupakan kategori paling umum adalah pelumasan full film hidrodinamik. Pelumasan full film yang juga disebut pelumasan full fluid atau fluida penuh dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis atau kategori. terjadi timbun-an tekanan dalam pelumas akibat gerakan mesin.Kondisi ini ditunjukkan dalam Gambar. Efek yang serupa dengan pelumasan full film dapat terjadi dan dapat diberikan oleh pelumas padat dan pelumas cair yang diberi bahan tambahan (additives) berpartikel padat. Penampang Lintang Mikroskopik Pelumasan Batas (Boundary Lubrication) Pelumasan lapisan Film Penuh Pelumasan full film atau pelumasan lapisan penuh merupakan kondisi ideal dimana dua permukaan yang bergerak benar-benar terpisah seperti yang ditunjuk-kan dalam Gambar berikut ini.Pelumasan mixed film (lapisan campuran) juga disebut pelumasan partial film (lapisan sebagian).Seperti yang dapat kita lihat.Lapisan yang terbentuk dalam pelumasan jenis ini sangat rumit untuk dijelaskan .Kontak antar logam. Jenis kedua Pelumasan full film hidrostatik hanya terdapat pada bagian mesin yang perlu memperoleh dukungan bantalan zat cair atau gas meskipun dalam keadaan tidak bekerja sama sekali.Sebagian beban diambil alih oleh pelumas tetapi titik-titik tertinggi mengambil sebagian besar beban.Shaft bertumpu pada bagian bearing yang terendah. Dalam pelumasan full film hidrodinamik.

Kecepatan tetap. Shaft berputar cukup cepat sehingga menggerakkan pelumas searah dengan putaran. .Gesekan dan adesi antara pelumas dan shaft yang berputar menyebabkan pelumas tertarik dan terdesak kedalam hambatan paling ketat dan membentuk lapis-an fluida.Lapisan fluida memisahkan shaft dari dinding bearing.Terjadi pelumasan full film.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->