P. 1
Hama Dan Penyakit Pada

Hama Dan Penyakit Pada

|Views: 175|Likes:
Published by Ravika Mahera Nz

More info:

Published by: Ravika Mahera Nz on Jun 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2015

pdf

text

original

Hama dan Penyakit pada tumbuhan

5 04 2009

Hama dan Penyakit pada tumbuhan
Tumbuhan tidak selamanya bisa hidup tanpa gangguan. Kadang tumbuhan mengalami gangguan oleh binatang atau organisme kecil (virus, bakteri, atau jamur). Hewan dapat disebut hama karena mereka mengganggu tumbuhan dengan memakannya. Belalang, kumbang, ulat, wereng, tikus, walang sangit merupakan beberapa contoh binatang yang sering menjadi hama tanaman. Gangguan terhadap tumbuhan yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur disebut penyakit. Tidak seperti hama, penyakit tidak memakan tumbuhan, tetapi mereka merusak tumbuhan dengan mengganggu proses – proses dalam tubuh tumbuhan sehingga mematikan tumbuhan. Oleh karena itu, tumbuhan yang terserang penyakit, umumnya, bagian tubuhnya utuh. Akan tetapi, aktivitas hidupnya terganggu dan dapat menyebabkan kematian. Untuk membasmi hama dan penyakit, sering kali manusia menggunakan oat – obatan anti hama. Pestisida yang digunakan untuk membasmi serangga disebut insektisida. Adapun pestisida yang digunakan untuk membasmi jamur disebut fungsida. Pembasmi hama dan penyakit menggunakan pestisida dan obat harus secara hati – hati dan tepat guna. Pengunaan pertisida yang berlebihan dan tidak tepat justru dapat menimbulkan bahaya yang lebih besat. Hal itu

disebabkan karena pestisida dapat menimbulkan kekebalan pada hama dan penyakit. Oleh karena itu pengguna obat – obatan anti hama dan penyakit hendaknya diusahakan seminimal dan sebijak mungkin. Secara alamiah, sesungguhnya hama mempunyai musuh yang dapat mengendalikannya. Namun, karena ulah manusia, sering kali musuh alamiah hama hilang. Akibat hama tersebut merajalela. Salah satu contoh kasus yang sering terjadi adalah hama tikus. Sesungguhnya, secara ilmiah, tikus mempunyai musuh yang memamngsanya. Musuh alami tikus ini dapat mengendalikan jumlah populasi tikus. Musuhnya tikus itu ialah Ular, Burung hantu, dan elang. Sayangnya binatang – binatang tersebut ditangkapi oleh manusia sehingga tikus tidak lagi memiliki pemangsa alami. Akibatnya, jumlah tikus menjadi sangat banyak dan menjadi hama pertanian.

A. Hama
Hama tumbuhan adalah organisme yang menyerang tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkemabanganya terganggu. Hama yang menyerang tumbuhan antara lain tikus, walang sangit, wereng, tungau, dan ulat. 1. Tikus Tikus merupakan hama yang sering kali membuat pusing para petani. Hal ini diesbabkan tikus sulit dikendalikan karena memiliki daya adaptasi, mobilitas, dan kemampuan untuk berkembang biak yang sangat tinggi. Masa reproduksi yang relative singkat menyebabkan tikus cepat bertambah banyak. Potensi perkembangbiakan tikus sangat tergantung dari makanan yang tersedia. Tikus sangat aktif di malam hari.

dapat dilakukan cara – cara sebagai berikut : a. yaitu dengan melakukan penanaman secara serentak maupun dengan pergiliran tanaman. c. Pengaturan pola tanam. Apabila keadaan sawah itu rusak maka berarti sawah tersebut diserang tikus. Untuk mengatasi serangan hama tikus.Tikus menyerang berbagai tumbuhan. Bagian tumbuhan yang disarang tidak hanya biji – bijian tetapi juga batang tumbuhan muda. Pergiliran tanaman . yaitu irisan ubi jalar atau singkong yang telah direndam sebelumnya dengan fosforus. b. d. Menggunakan rodentisida (pembasmi tikus) atau dengan memasang umpan beracun. Membongkar dan menutup lubang tempat bersembunyi para tikus dan menangkap tikusnya. Tikus membuat lubang – lubang pada pematang sawah dan sering berlindung di semak – semak. sehingga tikus mudah untuk memakan biji – bijian. 2. yaitu ular. Selain itu penggunaan racun harus hati – hati karena juga berbahaya bagi hewan ternak dan manusia. Menggunakan musuh alami tikus. kemudian kering. Wereng Wereng adalah sejenis kepik yang menyebabkan daun dan batang tumbuhan berlubang – lubang. Hama wereng ini dapat dikendalikan dengan cara – cara sebagai betikut : a. Peracunan ini sebaiknya dilakukna sebelum tanaman padi berbunga dan berbiji. Yang membuat para tikus kuat memakan biji – bijian sehingga merugikan para petani adalah gigi serinya yang kuat dan tajam. dan pada akhirnya mati. Menanam tanaman secara bersamaan agar dapat menuai dalam waktu yang bersamaan pula sehingga tidak ada kesempatan bigi tikus untuk mendapatkan makanan setelah tanaman dipanen.

b. b. Hewan ini jika diganggu. Ophinea nigrofasciata. misalnya laba – laba predator Lycosa Pseudoannulata. Penanaman tidak serentak Pengendalian terhadap hama walang sangit dapat dilakukan sebagai berikut. a. yaitu dengan menggunakan insektisida. Walang Sangit Walang sangit (Leptocorisa acuta) merupakansalah satu hama yang juga meresahkan petani. efisien. Biji yang sudah diisap akan menjadi hampa.dilakukan untuk memutus siklus hidup wereng dengan cara menanam tanaman palawija atau tanah dibiarkan selama 1 – 2 bulan. agak hampa. c. Kulit biji iu akan berwarna kehitam – hitaman. Serangga ini berwarnahijau kemerah. kepik Microvelia douglasi dan Cyrtorhinuss lividipenis. Populasi gulma di sekitar sawah cukup tinggi. Faktor – faktor yang mendukung yang mendukung populasi walang sangit antara lain sebagai berikut. . Pengandalian kimia. dan aman bagi lingkungan. akan meloncat dan terbang sambil mengeluarkan bau. yaitu dengan menggunakan musuh alami wereng. Sawah sangat dekat dengat perhutanan. Menanam tanaman secara serentak. atau liat. dilakukan apabila cara lain tidak mungkin untuk dilakukan. a. dan Synarmonia octomaculata. Walang sangit menghisab butir – butir padi yang masih cair.merahan. Pengandalian hayati. b. 3. kumbang Paederuss fuscipes. c. Penggunaan insektisida diusahakan sedemikan rupa sehingga efektif. Membersihkan sawah dari segala macam rumput yang tumbuh di sekitar sawah agar tidak menjadi tempat berkembang biak bagi walang sangit.

Menangkap walang sangit pada pagi hari dengan menggunakan jala penangkap. Ulat Kupu – kupu merupakan serangga yang memiliki sayap yang indah dan benareka ragam. Walang sangit muda (nimfa) lebih aktif dibandingkan dewasanya (imago). ketam sawah. terutama pada malam hari. yaitu dengan menggunakan insektisida. Melakukan pengendalian kimia. Membuang telur – telur kupu – kupu yang melekat pada bagian bawah daun. e. Menggenangi tempat persemaian dengan air dalam jumlah banyak sehingga ulat akan bergerak ke atas sehingga mudah untuk dikumpulkan dan dibasmi. . Kupu – kupu meletakkan telurnya dibawah daun dan jika menetas menjadi larva. ulat aktif memakan dedaunan bahkan pangkal batang. Walang sangit dewasa juga dapat memakan biji – biji yang sudah mengeras. atau dengan alga. tetapi hewan dewasa dapat merusak lebih hebat karenya hidupnya lebih lama. d.c. Daun yang dimakan oleh ulat hanya tersisa rangka atau tulang daunya saja. Upaya pemberantasan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. b. Pada fase ini. f. Melakukan pengendalian hayati dengan cara melepaskan predator alami beruba laba – laba dan menanam jamur yang dapat menginfeksi walang sangit. yaitu dengan mengeluarkan enzim yang dapat mencerna karbohidrat. Kita bisa sebut larva kupu – kupu sebagai ulat. Penangkapan menggunakan unmpan bangkai kodok. 4. a.

Penyakit Tumbuhan Jenis – jenis penyakit yang menyerang tumbuhan sangat banyak jumlahnya. hingga buahnya. 1. Apabila kedua cara diatas tidak berhasil. bakteri. serangga. Penyebaran jenis penyakit ini dapat disebabkan oleh angin. Penyakit tumbuhan juga dapat disebabkan oleh virus. batang. Tungau Tungau (kutu kecil) bisaanya terdapat di sebuah bawah daun untuk mengisap daun tersebut. Pada daun yang terserang kutu akan timbul bercak – bercak kecil kemudian daun akan menjadi kuning lalu gugur. misalnya buah. misalnya jamur. akan menjadi busuk. Hama ini dapat diatasi dengan cara mengumpulkan daun – daun yang terserang hama pada suatu tempat dan dibakar. . mulai dari akar. Hama ini banyak terdapat pada musim kemarau. akan menyebabkan bercak – bercak kecokelatan. daun. Penyakit ini menyebabkan bagian tumbuhan yang terserang. Jamur Jamur adalah salah satu organisme penyebab penyakit yang menyerang hampir semua bagian tumbuhan. Dari bercak – bercak tersebut akan keluar jamur berwarna putih atau oranye yang dapat meluas ke seluruh permukaan ranting atau daun sehingga pada akhirnya kering dan rontok. bunga. 5. Penyakit yang menyerang tumbuhan banyak disebabkan oleh mikroorganisme. atau sentuhan tangan. B. maka dapat dilakukan penyemprotan dengan menggunakan pertisida.c. air. ranting. dan alga. Jika menyerang bagian ranting dan permukaan daun.

Jamur ini kadang – kadang menyerang biji yang sedang berkecambah sehingga biji menjadi keropos dan akhirnya mati. Batang yang terserang umumnya akan membusuk. Bagian tumbuh tumbuhan yang diserang bakteri akan mengeluarkan lendir keruh. dan lengket jika disentuh. terdapat pula penyakit yang menyebabkan daun pedi menguning. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Peronospora parasitica. Setelah membusuk. dan kemudian membusukkan jaringan kayu. mula – mula dari arah kulit kemudian menjalar ke dalam. Penyakit pada ruas batang dan butir padi disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzea. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Magnaporthegrisea. Ruas – ruas batang menjadi mudah patah dan tanaman padi akhirnya mati. Jamur ini kadang – kadang menyerang daun pertama pada kecambah sehingga tumbuhan menjadi kerdil. a) Penyakit pada padi. Contoh penyakit yang disebabkan oleh jamur adalah sebagai berikut. dan akar tumbuhan. Tumbuhan kerdil dapat tumbuh terus tapi pada daun – daunnya terdapat kercak – bercak hitam. Bakteri Bakteri dapat membusukkan daun. Jika kondisi ini dibiarkan. batang. Untuk memberantas jamur ini dilakukan pengendalian secara kimia. Selain itu. baunya sangat menusuk. kemudian seluruh dahan yang ada di atasnya akan layu dan mati.Jika jamur ini mengganggu proses fotosintesis karena menutupi permukaan daun. yaitu dengan pemberian fungsida pada tanaman yang terserang jamur. lama . Jaringan yang terserang akan mengeluarkan getah atau cairan. jaringan kayu akan membusuk. 2. b) Penyakit embun tepung.

Virus Selain bakteri dan jamur. dalam kondisi yang sehat. Tumbuhan yang sudah terlanjur diserang sulit untuk disembuhkan. Penyakit yang disebabkan oleh virus cukup berbahaya karena dapat menular dan menyebar ke seluruh tumbuhan dengan cepat. Gejalanya adalah kuncup daun menjadi kecil dan berwarna kuning. buah menjadi kuning. 4. sehingga lama – kelamaan akan mati. CVPD disebabken oleh bakteri Serratia marcescens. Tumbuhan yang biasanya diserang antara lain jeruk.– kelamaan tumbuhan akan mati. kemudian pada permukaannya tumbuh rambut berwarnya cokelat kemerahan. yang merupakan sejenis antibiotik. Alga (Ganggang) Keberadaan alga juga perlu diaspadai karena dapat menyebabkan bercak karat merah pada daun tumbuhan. Penularan melalui perantara serangga. Tumbuhan yang diserang bakteri dapat diatasi dengan menggunakan bakterisida. Contoh penyakit yang disebabkan oleh bakteri adalah penyakit yang menyerang pembuluh tapis batang jeruk (citrus vein phloem degeneration atau CVPD). Contoh penyakit yang disebabkan oleh virus antara lain penyakit daun tembakau yang berbercak – bercak putis. ditandai adanya bercak berwarna kelabu kehijauan pada daun. jambu biji. Virus juga dapat menyerang jeruk. dan rambutan. tumbuhan dapat terserang oleh virus. 3. Penyakit CVPD yang belum parang dapat disembuhkan dengan terramycin. Penyakit ini disebabkan oleh virus TMV (tabacco mosaic virus) yang menyerang permukaan atas daun tembakau. Meskipun ukurannya kecil. Bagian tumbuhan yang diserang oleh alga biasanya bagian daun. bercak yang timbul sangat banyak sehingga cukup merugikan .

b) Jangan membiarkan tumbuhan terlalu rimbun. buah. kemudian dibakar agar tidak menular ke bagian atau tumbuhan yang lainnya. populasi. a) Usahakan tumbuhan selalu dalam kondisi prima atau sehat dengan cara tercukupi segala kebutuhan zat haranya. Pemantauan juga bermanfaat agar penyemprotan tidak terlambat dengan menggunakan dosis dan waktu yang tepat sehingga pengendalian hama dan penyakit dapat berhasil. f) Jika terdapat gejala – gejala yang tampak. g) Penggunaan pertisida sebagai alternative terakhir untuk pengobatan hama dan penyakit pada tumbuhan.Langkah – langkah yang harus dilakukan agar tumbuhan tidak tersenang penyakit antara lain sebagai berikut. pangkaslah bagian tumbuhan (daun. pangkaslah sehingga selaruh bagian tumbuhan mendapatkan sinar matahari yang cukup. e) Perhatikan tumbuhan sesering mungkun sehingga penyakit dapat terdeteksi sedini mungkin. d) Usahakan lingkungan selalu bersih. Pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida harus memperhatikan jenis hama dan penyakit yang ada. dan menentukan jenis pestisida yang sesuai sasaran. atau hewan yang lain yang serung membawa bakteri atau jamur. tungau. baik mengenai pilihan pestisida yang aman maupun petunjuk pemakaiannya. ranting) yang terserang. Hasil pemantauan rutin dapat digunakan untuk mengetahui Janis hama dan penyakit yang menyerang. c) Jangan biarkan tumbuhan terserang kutu. serta tahap pengembangan . “Penggunaan Pestisida untuk Memberantas Hama dan Penyakit” Penggunaan pestisida sintetis membutuhkan kecermatan.

yaitu teki. Misalnya untuk hama yang masuk ke dalam bunga kurang cocok jika digunakan penyemprotan. . Pada fase dewasa. b) Pestisida harus selektif. dan gulma daun lebar. Gulma Selain hama dan penyakit yang menyerang tumbuhan dan merugikan petani. Pestisida sistemik akan lebih efektif karena larva yang baru menetas dan makan daun akan meti karena bahan aktif yanga ada dalam tumbuhan akan meracuni hama tersebut. a) Pestisida biologi disesuaikan dengan jenis hama yang menyerang. gulma dibedakan menjadi 3 kelompok. Gulma dapat menjadi tempat persembunyian hama. d) Pestisida sistemik (masuk ke jaringan tumbuhan) atau kontak bersentuhan dengan hama. Pembersihan gulma sangat penting untuk menekan perkembangan hama yang dapat menyerang tumbuhan. Gulma – gulma ini akan berkompetisi dengan tanaman utama dalam mendapatkan unsur hara yang diperlukan pertumbuhannya. disesuaikan dengan tahap perkembangan hama. C. Berdasarkan karaktristik yang dimiliki.hama tersebut. rumput. yaitu untuk hama atau penyakit yang menyerang jenis tanaman tertentu. c) Formulasi pertisida harus sesuai. Penggunaan pestisida dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan hal -– hal berikut. namun lebig efektif jika berbentuk kabut sehingga lebih mudak untuk masuk ke dalam bunga. kutu putih mungkin sulit dikendalikan dengan perstisida kontak karena tubuhnya memiliki lapisan luar yang dapat melindunginya dari semprotan langsung. Pada petani kadang kurang memperhatikan gulma sehingga dalam kurun waktu tertentu populasi gulma sudah melebihi batas. gulma juga perlu mendapat perhatian khusus.

Teki Kelompok teki – tekian memiliki daya tahan luar biasa terhadap pengendalian mekanis. 2. Meskipun demikian. kita perlu hati – hati dalam memilih dan . 3. Contoh dari gulma berdaun lebar ini adalah daun sendok. Gulma daun lebar Berbagai macam gulma dari ordo Dicotyledoneae termasuk dalam kelompok ini. Rumput Gulma dalam kelompok ini berdaun sempit seperti teki tetapi menghasilkan stolon.1. Contohnya adalah alang – alang (Imperata cylindrica). Gulma ini biasanya tumbuh pada akhir masa budi daya. “Pengendalian Gulma” Pengendalian gulma memerlukan strategi yang khas untuk setiap kasus. Stolon ini di dalam tanah berbentuk jaringan rumit yang sulit diatasi secara mekanik. karena memiliki umbu batang di dalam tanah yang mampu bertahan berbulan – bulan. Kompetisi terhadap tanaman utama berupa kompetisi cahaya. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan pengendalian gulma antara lain sebagai berikut : a) Jenis gulma dominan b) Tanaman budi daya utama c) Alternatif pengendalian yang tersedia d) Dampak ekonomi dan ekologi Saat ini cukup banyak hebisida (pembasmi gulma) yang tersedia di toko pertanian. Contohnya adalah teki ladang (Cyperus rotundus).

Selain itu juga karena gulma merupakan inang alternetif dan tempat persembunyian hama penyakit. anti cacing. menurunkan kolesterol dalam darah.).wordpress. anti bakteri. demam. kami mendapatkan ini dari satu media Internet yang membahas tentang hama dan penyakit tumbuhan. anti septik. antara lain mengatasi batuk. Padahal pengertian dari gulma itu sendiri yaitu tanaman pengganggu yang menekan pertumbuhan hama dan penyakit. dilihat dari sisi manfaat tanaman rosela banyak sekali. http://rhee7. dan banyak sekali hewan – hewan hama hinggap di daun / batangnya. lesu. asam urat. Setelah mempelajari tentang gulma yang selalu merugikan manusia. Tujuan pembersihan gulma antara lain untuk mengurangi tumbuhan pengganggu yang akan menjadi pesaing tanaman utama. Memperhatikan cara pemakaian herbisida dengan benar sangatlah dianjurkan. malah kebalikannya.com/2009/04/05/hama-dan-penyakit-pada-tumbuhan/ . yaitu tanaman Rosela (Hibiscus sabdariffa l. tanaman ini tidak menunjukkan tanaman yang mendatangkan penyakit bagi manusia.menggunakan herbisida. entah kenapa tanaman ini termasuk gulma. tanaman ini dapat menyembuhkan beberapa penyakit manusia. penahan kekejangan. ada juga gulma yang tidak merugikan bagi siapapun. gusi berdarah. jadi mengapa banyak orang yang menyebut tanaman ini menjadi tanaman gulma? Karena tanaman rosela ini mudah sekali terserang penyakit dan menularkannya ke tumbuhan lain. Melihat dari manfaat – manfaat tanaman ini.

masa generatif. kambing dan babi liar yang dapat secara langsung merusak tanaman singkong yang merepotkan dengan memakan akar. 4. batang dan cabang tanaman singkong. namun demikian dalam budidaya singkong untuk menjaga agar dapat menghasilkan produk herbal yang sehat dan baik. atau daun tanaman singkong dan menimbulkan berbagai penyakit. Walaupun di beberapa daerah. Hama serangga: Beberapa serangga dapat mempengaruhi tanaman secara langsung (belalang. Penyakit Virus Mosaic: penyakit ini menyerang daun. Tikus Gejala serangan : 1. tempat penyimpanan. Beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman herbal singkong antara lain yaitu: 1. bakteri singkong (di Afrika) dan bakteri solanacearum (di Indonesia) dapat menyerang akar. 2. batang dan daunnya. Tikus menyerang berbagai tumbuhan. masa vegetatif. Macam-Macam Hama dan Penyakit Pada Tanaman Serta Cara Pengendaliannya Posted by sugiartoagribisnis pada 20 Januari 2011 1.Hama dan Penyakit Tanaman Singkong Tanaman Singkong (Manihot utilissima) yang merupakan salah satu jenis tanaman herbal. diperlukan pencegahan terhadap serangan hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman singkong. kumbang dan semut) yang dapat merusak atau menghambat pertumbuhan tanaman singkong. 2. tanaman singkong jarang terkena hama dan penyakit. Penyakit Mycoses: Dapat menyerang akar. . batang. dalam budidayanya harus dicegah jangan sampai terkena hama dan penyakit. untuk mendapatkan hasil yang sehat dan baik. 3. Penyakit bakteri: Yaitu bakteri seperti phytomonas manihotis (di Brasil). menyebabkan daun keriting dan berwarna coklat Penyakit ini banyak terjadi di Afrika. Serangga lainnya dapat mempengaruhi tanaman secara tidak langsung dengan transfer virus (kutu daun). batang atau daun tanaman singkong. Menyerang di pesemaian. untuk itu sedang dilakukan upaya pemuliaan untuk mendapatkan varietas yang tahan terhadap penyakit ini. masa panen. Hama hewan: Antara lain tikus.

2. Bagian tumbuhan yang disarang tidak hanya biji – bijian tetapi juga batang tumbuhan muda. Faktor – faktor yang mendukung yang mendukung populasi walang sangit antara lain sebagai berikut. Ophinea nigrofasciata. 2. Biji yang sudah diisap akan menjadi hampa. 6. Populasi gulma di sekitar sawah cukup tinggi. Walang sangit muda (nimfa) lebih aktif dibandingkan dewasanya (imago). yaitu dengan melakukan penanaman secara serentak maupun dengan pergiliran tanaman. 2. yaitu ular. yaitu dengan menggunakan musuh alami wereng. 3. Pengendaliannya : 1. Menyebabkan daun dan batang tumbuhan berlubang – lubang. Menghisap butir – butir padi yang masih cair. Walang Sangit Gejala serangan : 1. Pengendaliannya : 1. yaitu irisan ubi jalar atau singkong yang telah direndam sebelumnya dengan fosforus. 4. 2. tetapi hewan dewasa dapat merusak lebih hebat karenya hidupnya lebih lama. Pengandalian hayati. atau liat. dan aman bagi lingkungan. Wereng Gejala serangan : 1. 4. Pengandalian kimia. yaitu dengan menggunakan insektisida. Selain itu penggunaan racun harus hati – hati karena juga berbahaya bagi hewan ternak dan manusia. 3. Pergiliran tanaman dilakukan untuk memutus siklus hidup wereng dengan cara menanam tanaman palawija atau tanah dibiarkan selama 1 – 2 bulan. kumbang Paederuss fuscipes. b. Pengaturan pola tanam. 3. Tikus membuat lubang – lubang pada pematang sawah dan sering berlindung di semak – semak. Daun dan batang kemudian kering. 5. 4. yaitu dengan mengeluarkan enzim yang dapat mencerna karbohidrat. Menanam tanaman secara bersamaan agar dapat menuai dalam waktu yang bersamaan pula sehingga tidak ada kesempatan bigi tikus untuk mendapatkan makanan setelah tanaman dipanen. 2. . agak hampa. Walang sangit dewasa juga dapat memakan biji – biji yang sudah mengeras. 3. Membongkar dan menutup lubang tempat bersembunyi para tikus dan menangkap tikusnya. Menggunakan rodentisida (pembasmi tikus) atau dengan memasang umpan beracun. kepik Microvelia douglasi dan Cyrtorhinuss lividipenis. dan Synarmonia octomaculata. misalnya laba – laba predator Lycosa Pseudoannulata. Kulit biji iu akan berwarna kehitam – hitaman.   Sawah sangat dekat dengat perhutanan. efisien. Peracunan ini sebaiknya dilakukna sebelum tanaman padi berbunga dan berbiji. dilakukan apabila cara lain tidak mungkin untuk dilakukan. dan pada akhirnya mati. Menggunakan musuh alami tikus.3. Penggunaan insektisida diusahakan sedemikan rupa sehingga efektif.

2. Pengendaliannya : 1. Penangkapan menggunakan unmpan bangkai kodok. Melakukan pengendalian hayati dengan cara melepaskan predator alami beruba laba – laba dan menanam jamur yang dapat menginfeksi walang sangit. Lalat bibit (Atherigona exigua. Menanam tanaman secara serentak. Daun yang dimakan oleh ulat hanya tersisa rangka atau tulang daunya saja. Hama ini dapat diatasi dengan cara mengumpulkan daun – daun yang terserang hama pada suatu tempat dan dibakar. 2. Lalat bibit meletakkan telur pada pelepah daun padi pada senja hari. 6. Melakukan pengendalian kimia. . Pengendaliannya : 1. 4. 3. 6. 2. Membuang telur – telur kupu – kupu yang melekat pada bagian bawah daun. ketam sawah. 3. terutama pada malam hari. Oryzae) Gejala serangan : 1. 2. 5. Pada daun yang terserang kutu akan timbul bercak – bercak kecil kemudian daun akan menjadi kuning lalu gugur. 4. Setelah keluar dari pupa selama 1 minggu menjadi imago yang siap kawin. 5. Telur menetas setelah dua hari dan larva merusak titik tumbuh. Penanaman tidak serentak Pengendaliannya : 1. Hama ini menyerang terutama pada kondisi kelembaban udara tinggi. 2. Apabila kedua cara diatas tidak berhasil. atau dengan alga. Pupa berwarna kuning kecoklatan terletak di dalam tanah. Aktif memakan dedaunan bahkan pangkal batang. Tungau Gejala serangan : 1. Menggenangi tempat persemaian dengan air dalam jumlah banyak sehingga ulat akan bergerak ke atas sehingga mudah untuk dikumpulkan dan dibasmi. yaitu dengan menggunakan insektisida. Ulat Gejala serangan : 1. A. Tungau (kutu kecil) bisaanya terdapat di sebuah bawah daun untuk mengisap daun tersebut. Membersihkan sawah dari segala macam rumput yang tumbuh di sekitar sawah agar tidak menjadi tempat berkembang biak bagi walang sangit. Menangkap walang sangit pada pagi hari dengan menggunakan jala penangkap. 3. maka dapat dilakukan penyemprotan dengan menggunakan pertisida.

pertumbuhan daun padi jadi tidak normal. Leucopholis rorida. Uret yang merusak tanaman padi terdiri dari spesies Exopholis hypoleuca. Pengendaliannya : 1. 7. Pengendaliannya diutamakan pada penanaman varitas yang tahan. penggenangan areal pertanaman sesudah panen agar pupanya mati. Ngengat betina hanya kawin satu kali seumur hidupnya. Phyllophaga helleri) Gejala serangan : 1. Uret (Exopholis hypoleuca. Kumbang hanya makan sedikit daun-daunan dan tidak begitu merusak dibanding uretnya. Memakan hewan-hewan kecil (predator). Masa larva selama 6 – 12 hari. 3. Phyllophaga helleri 2. Hama ganjur sejenis lalat ordo Diptera. Nimfa muda memakan humus dan akar tanaman. Perkembangan hidup ketiga uret tersebut sama yaitu dari telur – larva (uret) – pupa – imago (kumbang). 3. Pengendalian diarahkan pada sistem bercocok tanam yang baik agar vigor tanaman baik. Leucopholis rorida. . 9. imago betina sayapnya berkembang setengah. 2. Anjing tanah atau orong-orong (Gryllotalpa hirsuta atau Gryllotalpa African Gejala serangan : 1. 2. Telur berwarna coklat kemerahan dan menetas setelah 3 hari. Pengendaliannya : 1. Pengendaliannya : 1. Pengendaliannya diarahkan pada pengolahan tanah yang baik agar terowongan rusak. bertelur antara 100-250 telur. Larva makan jaringan tanaman diantara lipatan daun padi. Pengendalian diarahkan pada penanaman varietas yang resisten. 3. yang jantan dapat mengerik di senja hari. Pucuk tanaman menjadi kering dan mudah dicabut. Hidup dibawah tanah yang lembab dengan membuat terowongan.Pengendaliannya : 1. tetapi tingkat kerusakan tanaman lebih besar dari pada manfaatnya sebagai predator. Ganjur (Orseolia oryzae) Gejala serangan : 1. 8. Siklus hidup keseluruhan 19 – 26 hari.

11. Dengan cara pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan merupakan inangnya. Biasanya ditutupi oleh bulu-bulu. Tanaman yang terserang dipotong dan ditimbun dalam tanah atau diberikan pada hewan ternak. Nogos 50 EC. Karvos 20 EC 12. 2. Pengendaliannya : 1. Kutu daun persik (Myzus persicae) . Gejala serangan ulat yang masih muda. Umur ulat 18-41 hari 4. Setelah 4-5 hari telur menetas. 6. Meniadakan genangan air pada pesemaian sehingga larva tidak dapat memanfaatkan air sebagai sumber oksigen. dan setelah habis digereknya pula ruas yang disebelah bawah. pengendalian dilakukan sebelum ulat masuk ke dalam batang. Lalat Tabanidae dan semut Solenopsis gemitata merupakan musuh alami. Panicum viride. Larva bersifat semi aquatik. 5. 3. Pengendaliannya : 1. Serangan berikutnya tampak adanya lubang gerekan pada batang yang disertai adanya tepung gerek berwarna coklat. perkembangan sampai menjadi pupa 14 – 20 hari. ulat akan masuk ke dalam batang setelah berumur 7-10 hari melalui pucuknya dan sering merusak malai yang belum keluar. Larva membuat gulungan/kantung dari daun padi kemudian menjatuhkan diri ke air. 2. Pengorok daun atau hama putih (Nymphola depunctalis) menyerang daun padi sejak dipesemaian hingga dilapang. Kupu sebagai induk dari hama Ostrinia furnacalis muncul di pertanaman pada malam hari.10. Selanjutnya ulat menggerek ke dalam batang dan kebanyakan pada ruas batangnya. antara pk. Daun padi yang telah dikorok menjadi putih. Larva berwarna hijau. bayam dan gulma Blumea lacera. Cara kimiawi. 3. Tanaman inang selain jagung adalah cantel. Telut berwarna putih kekuningan diletakkan di bawah permukaan daun secara berkelompok. 2. 3. Beberapa jenis insektisida yang dinyatakan efektif adalah: Azodrin 15 WSC. tanda daun kelihatan garis-garis putih bekas gigitan.00 sampai pk. Pengorok daun atau hama putih (Nymphola depunctalis) dan hama putih palsu (Cnaphalocrosis medinalis) Gejala serangan : 1. Menyebabkan batang jagung retak dan patah. 20. Kupu betina meletakkan telur sebanyak 300-500 butir pada daun ketiga. Menghilangkan tanaman inang yang lain yang tumbuh diantara dua waktu tanam. Stadia pupa 4 – 7 hari. 22. Membersihkan rumput-rumputan 5. Hostation 40 EC. memanfaatkan air sebagai sumber oksigen. 4. Apabila batang jagung patah. 2.00 dan meletakkan telurnya pada jam-jam tersebut. Penggerek jagung (Ostrinia furnacalis) Gejala serangan : 1. tanaman akan mati. tinggal kerangka daunnya saja. 4.

Pegasus 500 SC. Memasang perangkap kertas kuning IATP (Insect Adhesive Trap Paper). Mesurol 50 WP. dengan cara digulung dan digantung setinggi 15 Cm dari pucuk tanaman. 2. 2. Dengan cara mengumpulkan telur dan ulat-ulat langsung membunuhnya. Confidor 200 SL. ia juga menjadi perantara penyebaran virus. . Pengendalian dengan insektisida secara bijaksana. Thrips sering bersarang di bunga. Mengisap cairan daun. 2.5 EC. Pengendalian dengan kimia seperti Curacron 500 EC. 3. Decis 2. Kutu ini mengeluarkan cairan manis yang dapat menutupi permukaan daun akan ditumbuhi cendawan hitam jelaga sehingga menghambat proses fotosintesis. Ia juga memakan buah hingga berlubang akibatnya cabe tidak laku dijual. Thrips/kemreki (Thrips parvispinus) Gejala serangan : 1. Mesurol 50 WP. 14. Decis 2. pucuk. Regent 50 SC. Curacron 500 EC. Dosis penyemprotan disesuaikan dengan label kemasan. Ulat grayak (Spodoptera litura) Gejala serangan : 1. pertumbuhan terhambat. layu dan akhirnya mati. Dicarzol 25 SP. Pengendaliannya : 1. daun mengecil. Hostathion 40EC. Daun yang cairannya diisap menjadi keriput dan melengkung ke atas. Menjaga kebersihan kebun dari gulma dan sisa tanaman yang menjadi tempat persembunyian hama dan pergiliran tanaman. Pengendaliannya : 1. Pengendaliannya : 1. 4. Melalui angin kutu ini menyebar ke areal kebun. Dengan pergiliran tanaman adalah langkah awal memutus perkembangan Thrips.5 EC. 13. Kalau dibiarkan tanaman bisa gundul atau tinggal tulang daun saja. 2. Kutu ini juga ikut andil dalam penyebaran virus. Hostation 40 EC. 2. Daun bolong-bolong pertanda serangan ulat grayak. Kutu daun persik memiliki alat tusuk isap. Efek dari kutu ini menyebabkan tanaman kerdil.Gejala serangan : 1. 2. 3. Orthene 75 SP. 5. tangkai bunga dan bagian tanaman yang lain sehingga daun jadi keriting dan kecil warnanya brlang kekuningan. Yang dapat dilih antara lain Agrimec 18 EC. Pegasus 500 SC. sebaiknya dihindari penanaman cabai dalam skala luas dapa satu hamparan. Pengendalian dengan cara menanam tanaman perangkap (trap crop) di sekeliling kebun cabai seperti jagung. biasanya kutu ini ditemukan dipucuk dan daun muda tanaman cabai.

Belalang Gejala serangan : 1. 3. dengan cara dimasukkan kedalam botol bekas air mineral ½ liter yang diberi lubang kecil sebagai sarana masuknya kupu jantan. Karena UGRATAS adalah zat perangsang sexual pada serangga jantan dewasa dan sangat efektif untuk dijadikan perangkap. 2. Curacron 500 EC. Tamaron. 4. Dapat diatasi menggunakan insektisida sistemik dengan bahan aktif acephate. kemudian membusuk. Penyemprotan kimia dengan cara bergantian agar tidak terjadi kekebalan pada hama. atau diberi air. 2. yaitu daun menjadi rombeng. dan berlobang. Kumpulkan semua buah cabai yang terserang dan musnahkan. 2. 17. 3. Pengendaliannya : 1.5 EC.3. Hostathion 40 EC. Gejala penyerangan hama belalang ini sama dengan ulat. Lannate. Gantungkan perangkap di pingir kebun. . Hama ini dapat ditanggulangi dengan penangkapan secara manual. 2. Kendalikan dengan perangkap metil eugenol yang sangat efektif dengan cara memasukkan metil eugenol dalam kapas ke botol bekas air mineral yang telah diolesi minyak goreng. Kutu ini biasanya terdapat koloni dengan membentuk barisan di bagian tulang daun. 16. Pasang perangkap ngengat UGRATAS. Curacron 500 EC. Pengendaliannya : 1. Orthene 75 Sp. Lakukan pergiliran tanaman untuk memutus rantai perkembangan lalat. 15. Pengendaliannya : 1. Lalat ini menusuk pangkal buah cabe yang terlihat ada bintik hitam kecil bekas tusukan lalat buah untuk memasukkan telur. Setelah telur menetas jadi larva (belatung) dan hidup di dalam buah sampai buah rontok dan membusuk larva akan keluar ke tanah dan seminggu kemudian berubah menjadi lalat muda. Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan penyemprotan Buldok. Tangkap belalang yang belum bersayap atau saat masih pagi dan berembun biasanya belalang tidak dapat terbang dengan sayap basah. 4. Kutu perisai Gejala serangan : 1. Buah yang terserang akan menjadi bercak-bercak bulat. Lalat buah (Dacus ferrugineus Coquillet atau Dacus dorsalis Hend) Gejala serangan : 1. Jika terpaksa atasi serangan ulat grayak dengan Decis 2. Match 50 EC. Hama ini menyerang bagian daun.

Untuk mengatasinya digunakan Nematisida seperti Furadan G yang ditaburkan pada media tanam sesuai aturan yang tertera dalam kemasan. Spider mite lebih kebal terhadap insektisida. Serangan hama ini mengakibatkan daun berwarna kuning. Fungus gnats dewasa merusak seludang bunga. maka penanganannya dilakukan dengan menaburkan Nematisida seperti Furadan G ke media tanam. mengingat dampak negatif yang bisa ditimbulkan. Cacing liang (Radhopolus Similis) Gejala serangan : 1. 20. Pengendaliannya : 1. Penyakit Rebah Kecambah (Phytium spp. 2. Tanaman yang terserang hama ini adalah tanaman menjadi lambat tumbuh dan kerdil serta menghasilkan bunga yang kecil. dengan gejala serangan munculnya bintikbintik hitam pada seludang bunga. dilakukan penyemprotan insektisida. Pengendaliannya : 1. Serangan Spider mite secara besar bisa mengakibatkan daun habis dan tanaman mati.) Gejala serangan : . 21. Adalah serangga yang berbentuk seperti nyamuk berwarna hitam.18. kemudian muncul bercak-bercak pada bagian yang diisap cairannya. 3. 2. Aplikasi pestisida pada tanaman hias sebaiknya digunakan secara bijak. 2. 2. Larvanya yang berbentuk seperti cacing hidup di dalam media tanam dan sering makan akar halus tanaman. disamping juga pertimbangan akan adanya kemungkinan serangga menjadi semakin kebal dengan insektisida yang digunakan. Sedangkan pada fase dewasa. Pada fase masih menjadi larva. Karena umumnya tanaman hias diletakkan berdekatan dengan manusia. 3. Disarankan menggunakan akarisida. Menghisap cairan pada akar tanaman. Spider mite mengisap cairan pada tanaman. 19. Fungus gnats Gejala serangan : 1. Sclerotium sp dan Rhizoctonia sp. Spider mite Gejala serangan : 1. 2. Pengendaliannya : 1.

dengan gejala serangan pangkal bibit berlekuk seperti terjepit. Ky 317. pangkal batang dekat permukaan tanah busuk berwarna coklat dan apabila dibelah empulur tanaman bersekat-sekat. 2. Pengendaliannya : 1. Melakukan sanitasi pengolahan tanah yang matang. Rotasi tanaman minimal 2 tahun dan menggunakan varietas tahan seperti Coker 48. Daunnya terkulai kemudian menguning tanaman layu dan akhirnya mati. Penyakit ini menyerang pada tembakau. busuk. Speight G-28. DB 102.2 – 8. memperbaiki drainase. Bergejala nekrosis berwarna gelap terang (konsentris) dan setelah prosesing warnanya lebih coklat dibanding daun normal. dan Vesta 33.5.1. Propanokarb Hidroklorida 1 – 2 ml air dan bubur bordo 1 – 2 %. Penyakit ini dapat diatasi dengan pengaturan jarak tanam pembibitan. kelembaban di atas 85 % drainase buruk curah hujan tinggi dan pH tanah 5. Benomil 2 -3 g/liter air. 22. Coker 206 NC85. 24. tulang daun bengkok. Dengan penyemprotan fungisida pada pangkal batang dengan menggunakan fungisida Mankozeb 2 – 3 g/liter air. daun menebal. 2. 3. Gejala serangan : 1. Virus Penyakit Kerupuk (Tabacco Leaf Corl Virus = TLCV). 2. Penyakit ini menyerang pada tembakau. tepi daun melengkung ke atas. Tanaman yang daunnya masih hijau mendadak terkulai layu dan akhirnya mati. Daun terlihat agak berkerut. Kutu Daun Tembakau (Myzus persicae) Gejala serangan : . Pengendaliannya : 1. Disinfeksi tanah sebelum penaburan benih atau penyemprotan pembibitan. 2. berwarna coklat dan akhirnya bibit roboh. Penyakit ini menyerang pada tembakau. Penyakit biasanya menyerang didaerah dengan suhu 240C. Benomil 2 – 3 g/liter air dan Propanokrab Hidroklorida 1 – 2 ml/l air. Ky 340. Pengendaliannya : 1. Memberantas vektor lalat putih (Bemisia tabaci) dengan insektisida dimetoat atau imedakloprid. 3. Penyakit Lanas (disebabkan cendawan Phytophthora nicotianae var Breda de Haan) Gejala serangan : 1. Pencelupan bibit sebelum tanam dengan fungisida netalaksil 3 g/liter air Mankozep (2 – 3 g/liter air). 3. atau sampai daun berkerut dan sangat kasar. 4. Pada umumnya menyerang di pembibitan. 2. Oxford 1. penggunaan pupuk kandang yang telah masak. 3. 23.

gula. Menyelubungan buah (kondomisasi).5 EC). Mengurangi pemupukan N dan melakukan penyemprotan insektisida yaitu apabila lebih besar dari 10 % tanaman dijumpai koloni kutu tembakau (setiap koloni sekitar 50 ekor kutu). sehingga pertumbuhan tanaman terhambat. 5. yaitu dengan melakukan panen sesering mungkin (7 hari sekali) lalu buah dimasukkan dalam karung sedangkan kulit buah dan sisa-sisa panen dibenam 4. tetapi jika buah tumbuh terus. biji tidak berkembang dan ukurannya menjadi lebih kecil. 2. . Pengendaliannya : 1. caranya dengan mengguna-kan kantong plastik dan cara ini dapat menekan serangan 95-100 %. 25. gugur kemudian ranting layu mengering dan meranggas. Buah kakao yang terserang tampak bercak-bercak cekung berwarna coklat kehitaman dengan ukuran bercak relatif kecil (2-3 mm) dan letaknya cenderung di ujung buah. rasio gula alkoloid dan maningkatkan total nitrogen daun. Sihalotrin (Matador 25 EC). Selain itu buah jika digoyang tidak berbunyi. Kepik penghisap buah (Helopeltis spp) Gejala serangan : 1. 6. Buah kakao yang diserang berukuran panjang 8 cm. 26. 2. kutu daun dapat menyebabkan kerugian 22 – 28 % pada tembakau flue-cured. dengan gejala masak awal. 2. Bila serangan pada pucuk atau ranting menyebabkan daun layu. Kutu daun secara fisik mempengaruhi warna. Penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella) Gejala serangan : 1. Pada saat buah dibelah biji-biji saling melekat dan berwarna kehitaman. yaitu belang kuning hijau atau kuning jingga dan terdapat lubang gerekan bekas keluar larva. Pengendaliannya : 1. Pestisida yang digunakan yaitu jenis imidaklorid. 4. Karantina. yaitu dengan mencegah masuknya bahan tanaman kakao dari daerah terserang PBK 2. 3. Mengatur cara panen.1. menyerang di pembibitan dan pertanaman. Pemangkasan bentuk dengan membatasi tinggi tajuk tanaman maksimum 4m sehingga memudahkan saat pengendalian dan panen 3. Kutu daun dapat menyebabkan kerugian sampai 50 %. 2. Buldok 25 EC dengan volume semprot 250 l/ha dan frekuensi 10 hari sekali. Menghisap cairan daun tanaman. aroma dan tekstur dan selanjutnya akan mengurangi mutu dan harga. Kutu ini menghasilkan embun madu yang menyebabkan daun menjadi lengket dan ditumbuhi cendawan berwarna hitam. 3. permukaan kulit buah retak dan terjadi perubahan bentuk. Serangan pada buah muda menyebabkan buah kering dan mati. Kutu ini merusak tanaman tembakau. Cara kimiawi: dengan Deltametrin (Decis 2. Secara Khemis kutu daun mengurangi kandungan alkoloid. Selain itu sistem ini dapat juga mencegah serangan hama helopeltis dan tikus 5.

Menyerang pada tanaman cabe Adanya bercak yang agak mengkilap. 5. Pengendalian yang efektif dan efisien sampai saat ini dengan insektisida pada areal yang terbatas yaitu bila serangan helopeltis <15 % sedangkan bila serangan >15% penyemprot-an dilakukan secara menyeluruh. Disebarkan melalui sporangium yang terbawa atau terpercik air hujan. Penyebarannya tidak hanya melalui sentuhan antara tanaman saja melainkan juga bisa karena percikan air. dll. 2. Cara kimia. sedikit terbenam dan berair. Ledakan penyakit ini sangat cepat pada musim hujan. pengendalian penyakit ini dapat disemprot dengan fungisida bersifat sistemik yang berbahan aktif triadianefon dicampur dengan fungisida kontak berbahan aktif tembaga . 2. 3. Pengendaliannya : 1. 2. 27. Sanitasi kebun. 4. 2. Sca 6. Disarankan agar menanam benih cabe yang memiliki ketahanan terhadap penyakit pathek. maupun melalui vektor. 4. 2. Lama–kelamaan busuk tersebut akan melebar membentuk lingkaran konsentris. capsici) Gejala serangan : 1. Pengendaliannya : 1. dengan memetik semua buah busuk lalu membenamnya dalam tanah sedalam 30 cm. Dalam waktu yang tidak lama maka buah akan berubah menjadi coklat kehitaman dan membusuk. Dapat juga dilakukan pembersihan atau pembuangan bagian tanaman yang sudah terserang agar tidak menyebar. biasanya dimulai dari ujung atau pangkal buah. Penyakit busuk buah (Phytophthora palmivora) Gejala serangan : 1. yaitu dengan pengaturan pohon pelindung dan lakukan pemangkasan pada tanaman-nya sehingga kelembaban di dalam kebun akan turun. Penyemprotan dilakukan dengan frekuensi 2 minggu sekali. Kultur teknis. menggunakan semut hitam. Dikendalikan secara biologis. Dengan kultur teknis yang baik. 3. 3. Sarang semut dibuat dari daun kakao kering atau daun kelapa diletakkan di atas jorket dan diolesi gula. Buah kakao yang terserang berbercak coklat kehitaman.Pengendaliannya : 1.ICS 6 dan hibrida DR1. yaitu menyemprot buah dengan fungisida seperti :Sandoz. angin. Antraknosa (Penyebab jamur C. Secara kimia. cupravit Cobox. (4) penggunaan klon tahan hama/penyakit seperti: klon DRC 16. 5. saat pemilihan benih harus kita lakukan secara selektif . Selain dengan cara budidaya yang baik. 28. 6. dan biasanya penyakit ini berkembang dengan cepat pada kebun yang mempunyai curah hujan tinggi dengan kondisi lembab.

hidroksida seperti Kocide 54WDG.wordpress. http://sugiartoagribisnis.id/portal/index.com/2011/01/20/macam-macam-hama-dan-penyakit-padatanaman-serta-cara-pengendaliannya/ http://buttmkp. atau yang berbahan aktif Mankozeb seperti Victory 80WP.deptan.php?option=com_content&view=article&id=1:hamatanaman&catid=35:artikel-tumbuhan&Itemid=55 .go.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->