Prinsip-Prinsip Pemeliharaan Mesin Diesel (Diesel Engine Maintenance Principal

)
Ditulis pada 20 Juni 2011

Rate This

Dalam memelihara mesin diesel kita memerlukan beberapa prinsip yang perlu diperhatikan. Prinsip tersebut adalah pengecekan (checking), kebersihan (cleaning), setel ulang (adjusting), pengikatan ulang (retightening), penggantian atau penambahan oli, penambahan air pendingin, kalibrasi alat ukur dan sensor dan yang tidak kalah penting adalah pengoperasian yang baik.

Pengecekan (checking) Mesin diesel memerlukan pengecekan dalam operasionalnya. Pengecekan bisa dilakukan secara visual atau, pengukuran melalui pressure gauge, thermometer, speedometer , pengecekan melaui pendengaran dan lain-lain. Pengecekan yang dapat dilakukan secara visual meliputi pengecekan kebocoran baik air, oli maupun bahan bakar. Tetapi Lepasnya atau kendornya baut bagian luar mesin diesel juga dapat dilakukan secara visual. Pressure gauge digunakan untuk mengetahui tekanan yang ada dari suatu saluran fluida baik air, oli, maupun bahan bakar. Untuk mengetahui apakah terjadi aliran fluida yang baik atau tidak. Thermometer digunakan untuk memonitor temperatur. Untuk mencegah terjadinya overheating pada mesin diesel. Speedometer digunakan untuk mengukur kecepatan dari putaran mesin diesel. Sedangkan melalui pengdengaran kita dapat mengetahui gesekan atau getaran yang berlebih pada suatu komponen tertentu atau juga mengetahui letak kebocoran gas pada mesin diesel.

Pengoperasian yang baik pada mesin diesel . posisi rek bbm pada masing-masing injection pump. shaft. Semua filter oli maupun bbm (bahan bakar minyak) juga harus dibersihkan secara rutin untuk menjamin suplai oli maupun bbm mempunyai kualitas yang baik. Biasanya diperlukan sedikit penambahan air karena sistem pendinginan mesin diesel dilakukan secara close loop. Setiap baut mempunyai standar dalam pengikatannya tergantung dari besar baut. Sensor yang ada dapat berupa sensor alarm maupun sensor pengetrip. Karena masingmasing oli mempunyai lifetime maka diperlukan penggantian atau penambahan oli secara berkala. Kalibrasi alat ukur dan sensor Mesin diesel biasanya dilengkapi dengan alat ukur dan sensor. Penggantian atau penambahan oli Masing-masing oli mempunyai karakteristik yang berbeda tergantung kegunaanya. stem valve. dan setel tekanan pada injektor. atau sebagian menguap karena panasnya mesin. Standar pengikatan dapat berupa satuan kgf. piston dan silinder liner.meter. Pengikatan ulang (retightening) Hal ini dilakukan setelah melaksanakan pengecekan atau setelah pembongkaran. Sehingga demi keamanan mesin dan pengguna diperlukan kalibrasi secara berkala tergantung dari jenis alat ukur dan sensornya. Komponen tersebut antara lain clearance antara intake or exhaust valve dengan pelatuk pada rocker arm. dapat berupa besaran derajat. Penambahan air pendingin Air yang digunakan untuk pendinginan umumnya adalah air demin. sehingga hanya sedikit air yang hilang. psi dengan menggunakan hydraulic pump. Fungsi utama dari oli adalah pelumasan untuk komponen-komponen yang saling bergesekan. bushing. atau juga dengan satuan tekanan : bar. Pengoperasian yang baik Ada pepatah menyatakan lebih baik mencegah daripada mengobati. Kerugian atau kehilangan sedikit air tersebut biasanya terjadi karena sedikit kebocoran pada pompa. Penyataan tersebut ternyata cocok dengan sistem pemeliharaan mesin diesel.Kebersihan (cleaning) Kebersihan merupakan faktor penting dalam pemeliharaan mesin diesel. Biasanya produsen mesin diesel memberikan standar dalam pengikatan. kg. Nm dengan menggunakan kunci momen. Setel ulang (adjusting) Ada beberapa komponen dari mesin diesel harus disetel ulang karena terjadi sedikit keausan atau terjadi sedikit kendor akibat getaran. Dan kebersihan bisa dikatakan sebagai prinsip utama dari pemeliharaan rutin. material baut dan juga kegunaannya. Karena dengan kebersihan akan mempengaruhi lifetime dari komponen-komponen mesin diesel. terutama pada komponen-komponen mesin diesel yang bergesekan seperti bearing.

merupakan pemeliharaan yang pertama karena dengan pengoperasian yang baik sesuai SOP (standard Operation Prosedure) akan membuat lifetime mesin diesel akan terjaga sesuai dengan desain. Terima kasih . Mohon kritik dan sarannya. Sampai disini artikel yang saya buat semoga bermanfaat.