P. 1
Bab 2

Bab 2

|Views: 232|Likes:
Published by zlkiah

More info:

Published by: zlkiah on Jun 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2014

pdf

text

original

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini disajikan beberapa konsep dasar yang berkaitan dengan penelitian yaitu antara lain tentang : 1. Konsep Kecemasan, 2. Konsep Kontrasepsi, 3. Kerangka Konsep Penelitian. 2.1. Konsep Kecemasan (Ansietas) 2.1.1. Pengertian Kecemasan Menurut Sobur (2003) kecemasan adalah ketakutan yang tidak nyata, suatu perasaan terancam sebagai tanggapan terhadap sesuatu yang sebenatnya tidak mengancam. Kecemasan adalah perasaan tidak tenang (ketakutan) yang dialami individu atau kelompok dan aktivasi system saraf otonam dalam merespon ancaman yang tidak spesifik dan tidak jelas (Lynda Juall Carpenito, 2009). Sedangkan menurut Stuart Gail W (2006) kecemasan adalah kakhawatiran yang jelas dan menyebar, yang berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. 2.1.2. Penyebab Kecemasaan Penyebab kecemasan menurut Stuart, Gail W, (2006) : 1. Dalam Pandangan Psikoanalitis Kecemasan timbul dari konflik emosional yang tejadi antara dua element kepribadian Id dan Superego. Id mewakili dorongan insting dan impuls primitive, sedangkan superego mencerminkan hati nurani dan dikendalikan oleh norma budaya. Ego atau aku, berfungsi menengahi tuntutan dari dua

7

element yang bertentangan tersebut, dan fungsi Kecemasan mengingatkan ego bahwa ada bahaya.

2.

Menurut Pandangan Interpersonal Kecemasan timbul dari perasaan takut terhadap ketidaksetujuan dan penolakan interpersonal. trauma, Kecemasan seperti juga berhubungan dan kehilangan dengan yang

pertkembangan

perpisahan

menimbulkan kerentangan tertentu. 3. Menurut Pandangan Perilaku Kecemasan merupakan produk frustasi yaitu segala sesuatu yang mengganggu kemampuan individu diinginkan. 4. Kajian Keluarga Menunjukkan bahwa gangguan kecemasan biasanya terjadi dalam keluarga yang disebabkan oleh kurangnya dukungan dari keluarga. 5. Kajian Biologis Menunjukkan bahwa otak mengandung reseptor khusus untuk untuk mencapai tujuan yang

benzodiazepine, obat yang meningkatkan neororegulator inhibibisi asam gama-aminobutirat (GABA), yang berperan penting dalam mekanisme biologis yang berhubungan dengan kecemasan. 2.1.3. Penilaian menurut HARS Menurut HARS untuk menilai tingkat kecemasan meliputi 14 item yaitu : 1. Perasaan cemas meliputi : Firasat buruk, takut akan pikiran sendiri.

2. rasa panas diperut. sulit berkonsentrasi. ditinggal sendiri. Gejala somatic (otot-otot) meliputi : Nyeri otot. gelisah. sering menarik nafas panjang. mudah terkejut. perut melilit. perut terasa penuh/ kembung. Gangguan kecerdasan meliputi : Daya ingat buruk. mudah menangis. kedutan otot. terbangun malam hari. Gejala kardiovaskuler meliputi : Denyut nadi cepat. 9. 5. perasaan ditusuk. berat badan menurun. konstipasi/sulit buang air besar. detak jantung hilang sekejap. sering bingung. gigi gemertak. berkurangnya kesukaan pada hobi. mimpi yang menakutkan. Perasaan depresi meliputi : kehilangan minat. 4. pada binatang besar. berdebar. bangun dini hari. muka merah dan pucat. tidak dapat istirahat dengan nyenyak. gemetar. lesu. . mual muntah. penglihatan kabur. Ketegangan meliputi : Merasa tegang. pada kerumuan banyak orang. nyeri dada. pada keramaian lalu lintas. Gangguan tidut meliputi : Sukar memulai tidur. 7. 10. 11. Ketakutan meliputi : Pada gelap. merasa lemah. denyut nadi meningkat. merasa napas pendek/sesak. nyeri lambung sebelum/ sesudah makan. Gejala sensorik meliputi : Telinga berdengung. Gejala gastrointestinal meliputi : Sulit menelan. 8. perasaan tercekik. tidak pulas. sedih. rasa lemah seperti akan pinsang. Gejala pernafasan meliputi : Rasa tertekan didada. kaku. suara tidak stabil. mimpi buruk. 6. perasaan berubah sepanjang hari. 3. pada orang asaing. gangguan pencernaan.

Gejala urogenitalia meliputi : Sering kencing. tidak tenang. 13. amenore atau menstruasi yang tidak teratur. firgiditas (menjadi dingin). Faktor-faktor yang menpengaruhi kecemasan 2. 2. Pendidikan . Apakah ibu merasakan. : Bila Score > 27 dari keseluruhan item. muka kering. mudah berkeringat.12. meliputi : Gelisah. 14.2. muka tegang.1. 2. tonus/ ketegangan otot meningkat. Kriteria Kecemasan Sistem penilaiannya menurut HARS yaitu: 0 1 2 3 4 : tidak dapat : Ringan : Sedang : Berat : Panik : (tidak ada gejala sama sekali) : (Satu gejala dari pilihan yang ada) : (Separuh dari gejala yang ada) : (Lebih dari separuh dari gejala yang ada) : (Semua gejala ada) Tingkat kecemasan menurut HARS : Tidak Cemas Cemas Ringan Cemas Sedang Cemas Berat : Bila Score < 6 dari keseluruhan item. muka merah. bulu roma berdiri. mengerutkan dahi.1. pusing/ sakit kepala.2. : Bila Score 15-27 dari keseluruhan item. Gejala vegetative/ otonom meliputi : Mulut kering. : Bila Score 6-14 dari keseluruhan item. tidak dapat menahan kencing.4. napas pendek dan cepat.

Pada seseorang yang mempunyai pendidikan tinggi akan lebih mampu mengatasi serta menggunakan koping yang efektif dalam mengatasi kecemasan diri pada seseorang yang berpendidikan rendah (Walsh. penciuman. pendengaran. Tingkat pendidikan seseorang sangat menentukan tingkat kecemasan pasien. sehingga mereka melakukan apa yang oleh pelaku pendidikan (Notoatmodjo.Pendidikan adalah segala upaya yang direncanakan untuk menpengaruhi orang lain baik individu. dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu obyek tertentu.2. Pengetahuan Pengetahun adalah hasil dari tahu. rasa dan raba. Lingkungan juga dapat memberikan pengaruh sosial.3. .2. kelompok. Wanita yang mempunyai pengalaman positif tentang kontrasepsi dapat mengurangi kecemasan (Bobak. 2003). 2003). 2. misalnya seseorang yang memiliki pengalaman dalam menjalani suatu tindakan maka dalam dirinya akan lebih mampu beradaptasi atau kecemasan yang timbul tidak terlalu besar. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Soekidjo Notoatmodjo. 2004). atau masyarakat. Pengindraan terjadi melalui panca indra manusia. dimana seseorang dapat menjalani hal – hal yang baik dan buruk. Dalam lingkungan seseorang akan memperoleh pengalaman yang berpengaruh pada cara berfikir seseorang. Pengalaman Pengalaman berasal dari berbagai kejadian di dalam kehidupan atau dapat terletak di dalam diri seseorang. 2008). yaitu indra penglihatan.2. 2.

informasi dan saran-saran . 2003). Wanita yang lebih muda dan wanita yang belum pernah menggunakan KB beresiko mengalami stress emosional. maka akseptor akan lebih paham cara mengatasi efek samping tersebut.2. Peran Keluarga (suami) Partisipasipasi aktif dari keluarga termasuk suami merupakan cara untuk memberikan dukungan kepada akseptor dalam pemberian asuhan. 2. Usia Usia juga cukup berpengaruh pada kecemasan. Peran Petugas Kesehatan (Bidan) Peran bidan dalam membantu seseorang wanita menyesuaikan diri dengan keadaanya dalam memberikan dukungan emosional.2.4.Semakin tinggi pengetahuan akseptor tentang efek samping implant. ada kecenderungan bahwa pemakaian tua kelompok umur akseptor semakin tinggi angka kelangsungannya. Wanita yang berusia > 35 tahun cenderung mengalami kecemasan karena beresiko tinggi dan perlu berkonsultasi dengan dokter ahli (Soekidjo Notoatmodjo.2. keterlibatan keluarga berperan dalam hal pengambilan keputusan dan untuk mendiskusikan kemungkinan yang terjadi agar mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal oleh individu dalam proses sosialisasinya. 2.5. dewasa umur 30-34 tahun dan tua umur > 35 tahun. Diketahui bahwa akseptor yang KB muda umur 25-29 tahun. sehingga akseptor tetap menggunakan kontrasepsi implant.6. 2005). dengan memiliki kesehatan psikologinya dan lebih mudah menerima perubahan fisik serta mengontrol gejolak emosi yang timbul (Suprajitno. 2.

dan merupakan hak setiap individu sebagai makhluk social (Saifuddin. Lingkungan Lingkungan juga dapat memberikan pengaruh sosial.untuk berkomunikasi secara efektif. memberi dukungan. 2005).3. Kontrasepsi merupakan bagian dari pelayanan kesehatan reproduksi untuk pengetahuan kehamilan.1.3. 2. 2.3. 2. Pengertian Kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. Menurut Potter dalam bukunya yang berjudul Buku Ajar Fundamental Kperawatan (2005). dapat juga bersifat permanen (Hanifa Wiknjosastro. mengatakan bahwa kontrasepsi merupakan kemampuan untuk mencegah kehamilan atau merencanakan waktu di antara kehamilan harus menjadi bagian dari rencana perawatan kesehatan klien. Tujuan Kontrasepsi Menurut Helen Varney (2006) tujuan kontrasepsi adalah : 1. Akseptor yang mempunyai pengalaman positif tentang ber-KB dapat mengurangi kecemasan (Bobak . dimana seseorang dapat menjalani hal – hal yang baik dan buruk.7.2. 2006). Mencegah kehamilan terlalu dini . Konsep Kontrasepsi 2. Dalam lingkungan seseorang akan memperoleh pengalaman yang berpengaruh pada cara berfikir seseorang. 2004). Usaha-usaha itu dapat bersifat sementara. 2005).2. empati dan kemampuan untuk mendengar lebih baik (Henderson .

oleh karena itu gerakan KB bisa memperkecil resiko inversio uteri. inversio uteri adalah keadaan dimana fundus uteri terbalik sebagian atau seluruhnya masuk ke dalam kavum uteri yang bisa disebabkan karena lemahnya dinding uterus. Menjarangkan jarak kehamilan Dengan menjarangkan kehamilan maka pasangan usia subur bisa mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. hal ini bisa terjadi pada grandemultipara. 4. maka dengan mengikuti KB diharapkan kehamilan bisa dating sesuai dengan rencana pasangan suami istri tersebut. karena biasanya kehamilan dini juga tidak begitu baik hal ini bisa diakibatkan masih belum matangnya organ dalam wanita. 2. Mencegah terjadinya inversio uteri Semakin sering seseorang melahirkan maka bisa beresiko mengalami inversio uteri. 5. 3.Dengan menggunakan KB maka pasangan usia subur bisa mencegah kehamilan yang terlalu dini. Mencegah kehamilan terlalu terlambat Dengan menggunakan KB maka seseorang bisa mengatur keinginannya untuk memperlambat atau mempercepat memiliki anak hal ini dengan tujuan untuk mencegah kehamilan yang terlalu lambat karena kehamilan yang terlambat memiliki beberapa resiko. Meningkatkan kualitas anak Dengan menjarangkan kehamilan maka seseorang anak tersebut bisa mengenyam pendidikan yang lebih maksimal sehingga kualitas anak tersebut bisa meningkat namun sebaliknya jika keluarga memiliki cukup banyak anak maka .

Implanon Terdiri dari satu batang putih lentur dengan panjang kira-kira 40 mm dan diameter 2 mm. Norplant Terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan panjang 3. 2.4 cm yang diisi dengan 36 mg levonorgestral dan lama kerjanya 5 tahun. Macam-macam Kontrasepsi Modern Jangka Panjang 2. suzanne. 2. 1. steroid dilepaskan dalam jumlah yang tetap dan kadar dalam sirkulasi darah keadaan stabil sehingga bisa menjamin efektifitas yang sangat tinggi dengan memproduksi blockade lendir pada servik yang menghalangi penetrasi sperma (Everett. 2007).sudah bisa ditebak pendidikan anak tidak begitu diperhatikan oleh karena itu gerakan KB diharapkan bisa meningkatkan kualitas pendidikan anak. yang diisi dengan 68 mg 3-keto-desogestrel dan lama kerjanya 3 tahun. (2004) implan memiliki: 1).4.4.4 cm dengan diameter 2. 2). Jenis Kontrasepsi Implant Menurut Hanafi Hartanto. Kontrasepsi KB Implant atau AKBK Pengertian Implant adalah kapsul yang berisi progesteron yang dimasukkan dengan anestesi local ke sisi dalam lengan atas yang tidak dominan.1. .

6. menurunkan angka kejadian endometriosis (Hanafi Hartanto. menghendaki kontrasepsi yang memiliki . 3. menekan ovulasi. Keuntungan Kontrasepsi Implant Memiliki daya guna tinggi.3). ini lebih rendah dibandingkan kontrasepsi oral. 2004). Yang Boleh Menggunakan Implant Menurut Hanafi Hartanto (2004) yang boleh menggunakan kontrasepsi implant adalah usia reproduktif. tidak memerlukan pemeriksaan dalam. klien hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan. dapat dicabut setiap saat sesuai kebutuhan (Hanafi Hartanto. 2004). Cara Kerja Kontrasepsi Implant Mengurangi trasportasi sperma. 5. 4. melindungi diri dari beberapa penyebab penyakit radang panggul. pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan. mengurangi jumlah darah haid. 7. perlindungan jangka panjang (sampai 5 tahun). Efektifitas Kontrasepsi Implant Angka kegagalan kontrasepsi implant 1 kehamilan per 100 perempuan per tahun dalam 5 tahun pertama. IUD dan metode barier (Hanafi Hartanto. Indoplant Terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 mg levonor-gestrel dengan lama kerjanya 3 tahun. 2004). mengurangi atau memperbaiki anemia. 2004). tidak mengganggu pengeluaran ASI. mengganggu proses pembentukan endometrium (Hanafi Hartanto. Keuntungan Non Kontrasepsi Mengurangi nyeri haid. mengentalkan lendir servik. melindungi terjadinya kanker endometrium.

Pemasangan Implant Implant dipasang dengan menggunakan teknik steril dibawah anastesi local kedalam bagian lengan atas pada lengan yang tidak dominan. pasca keguguran. mioma uterus dan kanker payudara. perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya. tidak menginginkan anak lagi tetapi tidak menghendaki sterilisasi. kulit harus diregangkan dan ujung aplikator implant ke tempat pemasangannya dengan membentuk sudut 20 derajat.efektifitas tinggi dan menghendaki pencegahan kehamilan jangka panjang. Implant harus dimasukkan dibagian lengan atas sekitar 6-8 cm diatas lipatan siku pada lekuk antara bisep dan trisep. 8. tidak dapat menerima perubahan pola haid yang terjadi. Kulit kemudian diangkat sementara ujung jarum dipertahankan didalam jaringan ikat subdermal. kapsul ditahan dibagian dalam aplikator dibagian ujungnya. Yang Tidak Boleh Menggunakan Kontrasepsi Implant Menurut Hanafi Hartanto (2004) yang tidak boleh menggunakan kontrasepsi implant adalah hamil atau diduga hamil. dengan masalah pembekuan darah atau anemia bulan sabit (sickle cell). pasca persalinan dan tidak menyusui. kulit dibebaskan dan aplikator diturunkan sampai posisi mendatar. 9. pengaman . tekanan darah < 180/110 mmHg. tempat pemasangan harus ditandai dan dibersihkan dengan desinfektan dan diberi anastesi local. memiliki riwayat kanker payudara. kapsul dimasukkan dengan lembut dengan kulit diangkat saat jarum dimasukkan sampai sepenuhnya tanpa member tekanan. gangguan toleransi glukosa. pemasangan implant dilakukan dengan menggunakan sebuah aplikator yang dirancang khusus. menyusui dan membutuhkan kontrasepsi.

Sebuah insisi sepanjang 2 mm dibuat membujur. suzanne. area tersebut harus dibersihkan dan harus dimasukkan anastesi local dibawah implant tersebut. 2007). tekanan darah. 2007). Jadwal Kunjungan Kunjungan dilakukan setelah 3 bulan setelah pemasangan untuk memeriksa tempat pemasangan. implant didorong kearah insisi sampai ujung terlihat dan kemudian dicengkram dengan forsep dan dikeluarkan. 11. Untuk pelepasan. jika tidak terdapat masalah minta klien untuk datang pada bulan ke 6 setelah pemasangan guna memantau siklus menstruasi. . obsturator harus dipegang secara mantap pada satu tangan yang diletakkan di lengan dan jarum kanula secara perlahan ditarik keluar dari lengan. Pelepasan Implant Pelepasan implant dilakukan dalam kondisi steril dengan anestesi local. Obsturator harus menunjukkan angka 90 derajat. Jika klien mengalami menstruasi yang tidak teratur atau nyeri atau bahkan pembengkakan di sekitar tempat implant maka klien hendaknya dianjurkan untuk kembali lebih awal dari waktu yang dijadwalkan (Hanafi Hartanto. dan berat badan.aplikator harus pecah dan obsturator harus menunjukkan angka 90 derajat. tekanan darah. dan berat badan. suzanne. dan letak tersebut dipalpasi dan ditandai dibagian ujung distalnya. kemudian jarum diperiksa apakah sudah tidak berisi kapsul dan implant harus dipalpasi. 10. 2004). kassa kering dan perban dipasang yang dapat dilepas setelah 24 jam (Everett. tempat insisi dibuat dengan kassa steril dan perban tekan dipasang diatasnya (Everett. letak implant harus dicatat pada kartu pengguna.

Tidak ada gunanya memberikan obat hormon untuk memancing timbulnya perdarahan. angkat implan dan anjurkan menggunakan kontrasepsi lain. Bila klien tetap saja mengeluh masalah perdaharan dan ingin melanjutkan pemakaian implan dapat memakai pil kombinasi salah satu siklus.Pastikan hamil atau tidak. tidak memerlukan penanganan khusus. Bila terjadi perdarahan lebih banyak dari biasa.12. . . Terangkan kepada klien bahwa akan terjadi perdarahan setelah pil kombinasi habis. cabut implan dan jelaskan bahwa progestin tidak berbahaya bagi janin. klien dirujuk. Efek Samping Kontrasepsi Implant dan Cara Penanganan Efek Samping Tersebut Tabel 2. atau ibuprofen 3x800 mg selama 5 hari. Efek Samping Penanganan Amenorea .Bila terjadi kehamilan dan klien ingin melanjutkan kehamilan. berikan 2 tablet pil kombinasi untuk 3-7 hari dan kemudian dilanjutkan degan satu siklus pil kombinasi.Bila klien tetap saja tidak dapat menerima. atau dapat juga .Jelaskan bahwa perdarahan ringan sering ditemukan terutama pada tahun pertama. cukup konseling saja. dan bila tidak hamil. Bila diduga terjadi kehamilan ektopik.1 Efek Samping Kontrasepsi Implant dan Cara Penanganan Efek Samping Tersebut. Perdarahan bercak (spotting) ringan . tidak diperlukan tindakan apa pun. Bila tidak ada masalah dan klien tidak hamil.

Apabila perubahan berat badan ini tidak dapat diterima. bantu klien mencari metode lain. periksa apakah kapsul yang lain masih di tempat. pasang kapsul baru 1 buah pada tempat insersi yang berbeda. Infeksi pada daerah . atau antisepstik. Kaji ulang diet klien apabila terjadi perubahan berat badan 2 kg atau lebih. Apabila ditemukan abses. Implan jangan dilepas dan klien diminta kembali satu minggu. Bila tidak ada infeksi dan kapsul lain masih berada pada tempatnya. bersihkan dengan antiseptik. atau anjurkan klien menggunakan metode kontrasepsi lain.25 mg estrogen equin konjugasi untuk 14-21 hari. lakukan perawatan luka. cabut implan dan pasang yang baru pada sisi lengan yang lain atau cari metode kontrasepsi yang lain. cabut implan.Cabut kapsul yang ekspulsi. Kontrasepsi KB IUD/AKDR Pengertian . bersihkan insersi dengan sabun dan air.diberikan 50 μg etinilestradiol. Apabila tidak membaik. dan apakh terdapat tanda-tanda infeksi daerah insersi. Bila ada infeksi cabut seluruh kapsul yang ada dan pasang kapsul baru pada lengan yang lain. Berat badan naik/turun . 1.Informasikan kepada klien bahwa perubahan berat badan 1-2 kg adalah normal. dan berikan antibiotik oral 7 hari.4. Ekspulsi .2. insisi dan alirkan pus keluar. Berikan antibiotik yang sesuai untuk 7 hari. 2.Bila terdapat infeksi tanpa nanah. atau 1.

satu titik pada pangkal IUD dengan satu ekor. merupakan IUD standard.4 mm. Macam-macam IUD Berbagai jenis IUD yang beredar di Indonesia menurut Mansjoer. 2). Mengandung hormon steroid. 2 benang hitam. (2004) yaitu: 1). benang biru. 3). bertitik empat. terbuat dari polythylene (suatu plastik inert secara biologik ) ditambah barium sulfat.Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) adalah bahan inert sintetik (dengan atau tanpa unsur tambahan untuk sinergi efektifitas) dengan berbagai bentuk. Lippes lop B : Panjang 25. T Cu 200C. Mengandung tembaga seperti T Cu 380A. lebar 27. terbuat dari plastik (Lippes loop) atau baja antikarat (The Chinese Ring). Berbagai jenis IUD yang beredar di Indonesia menurut Hartanto. (2002) yaitu: 1).2 mm. Inert. yang dipasangkan ke dalam rahim untuk menghasilkan efek kontrasepsi (Abdul Bari Saifudin. 2. 375 ) danNovaT. Ada 4 macam IUD lippes lop: Lippes lop A : Panjang 26. (2009) Intra Uterin Device (IUD) merupakan alat yang dipasang di dalam uterus melalui kanalis servikalis. Un-Medicated IUD Lippes lop. Menurut Gilly Andrews.2 mm.2 mm. lebar 22. . 2006). seperti Progestasert (hormon progesteron) dan Levonova (Levonorgestrel). Multiload ( ML Cu 250.

lebar 27. (2006) cara kerja IUD adalah: 1). 2). CuT 308A. . CuT-200C. IUD yang mengandung hormone. 2005). baik sperma maupun ovum yang diambil dari pemakai AKDR yang menganddung tembaga memperlihatkan degenerasi mencolok (Anna Glasier. 4. CuT-308 Ag. Menurut Abdul Bari Saifudin. bertitik dua. 2 benang putih. lebar 30 mm. 2 benang hitam. Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii. Mekanisme kerja Semua AKDR menimbulkan reaksi benda asing di endometrium.5 mm. 4). metabolisme glikogen dan penyerapan estrogen serta menghambat transportasi sperma dan jumlah sperma yang mencapai saluran genetalia atas berkurang. 3.4 mm. IUD bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu.Reaksi ini ditingkatkan oleh tembaga. Medicated IUD Copper IUD yang dikenal saat ini adalah jenis CuT-200. bertitik empat. Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus. AKDR terbaru . Efektifitas IUD IUD sangat efektif mencegah kehamilan dari 98% hingga mencapai hampir 100% yang bergantung pada alatnya. Cut-200B. walaupun IUD membuat sperma sulit masuk ke dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi kemampuan sperma untuk fertilisasi. Perubahan cairan uterus dan tuba menggangguviabilitas gamet. disertai peningkatan produksi prostaglandin dan infiltrasi leukosit. 2). yang mempengaruhi enzim-enzim endometrium.5 mm. seperti T 380A. Lippes lop D : Panjang 27. Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri. 3). CuT200Ag.Lippes lop C : Panjang 27.

3). Metode jangka panjang ( 10 tahun proteksi dari Cu T-380A dan tidak perlu diganti). Tidak mempeengaruhi hubungan sexual. Sangat efektif karena tidak perlu mengingat-ingat. 4). 9).2 per 100 pengguna. 6).8 kehamilan / 100 wanita pada tahun pertama dan angka ini akan menjadi lebih rendah untuk tahun-tahun berikutnya. (2006 ) efektifitas IUD adalah: Efektifitas IUD cukup tinggi untuk mencegah kehamilan dalam jangka waktu yang lama. IUD dapat efektif segera setelah pemasangan. suzanne. Efektivitasnya tinggi. Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI. Tidak ada efek sampping hormonal dengan CuT-380A. 0. 5.6-0. (2006) keuntungan menggunakan Kontrasepsi IUD adalah: 1). Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus(apabila tidak terjadi infeksi). angka kehamilan komulatif setelah 12 tahun adalah 2. Menurut Abdul Bari Saifuddin. 8). Pada sebuah studi. Keuntungan IUD Menurut Abdul Bari Saifuddin. Meningkatkan kenyamanan sexual karena tidak perlu takut untuk hamil. . 7). 5). 2007). Angka kehamilan IUD berkisar antara 0.memiliki angka kegagalan yang jauh lebih rendah pada semua tahap pemakaian tanpa ada kehamilan komulatif setelah 8 tahun pemakain. 2).4 diantaranya adalah kehamilan ektopik (Everett.

Disminorhe terutama yang terjadi selama satu sampai tiga bulan pertama setelah pemasangan IUD. 3). nyeri punggung bagian bawah atau kedua keadaan tersebut terjadi secara bersamaan selama beberapa hari setelah pemasangan IUD. 4). 11).Keadaan tersebut akan bertambah berat pada wanita yang sebelumnya sudah mengalami disminorhe. Tidak ada interaksi dengan obat-obat. Kerugian IUD Menurut Anna Glasier. 12). nyeri punggung bagian bawah Kram. Dapat digunakan sampai menopause ( 1 tahun atau lebih setelah haid terahir). 6. (2005) kerugian memakai kontrasepsi IUD adalah: Sinkope vasovagal atau pusing saat pemasangan IUD. 1). Membantu mencegah kehamilan ektopik. Bercak darah dan kram abdomen sesaat setelah pemasangan. Sinkop dapat terjadi selama atau sesaat setelah pemasangan IUD. 2). Disminorhe selama satu sampai tiga bulan pertama setelah pemasangan IUD adalah umum terjadi. Kram terjadi bila uterus mengalami kontraksi dalam upaya mengeluarkan IUD. . Bercak atau perdarahan serta haid yang lebih berat dari pada biasa umum terjadi selama bulan-bulan pertama.10). Kram. Wanita biasanya mengalami kram kram dengan jumlah yang berbeda-beda setelah pemasangan IUD.

dan persalinan premature. .5). maka bila terjadi kehamilan akan cendurung ke arah kehamilan ektopik. 7). Penyakit inflamasi uterus atau PID PID biasanya berkaitana dengan masuknya organisme pada saat pemasangan IUD dan tidak diakibatkan oleh IUD itu sendiri. Kehamilan Ektopik Pemakaian IUD tidak menyebabkan kehamilan ektopik .tetapi karena IUD bekerja dengan cara mengganggu perlekatan hasil pembuahan dalma rahim. karena IUD tidak mencegah IMS atau HIV/AIDS. Tidak baik digunakan bagi wanita yang sering berganti pasangan. termasuk pemeriksaan pelvik diperlukan dalam pemasangan IUD. aborsi sepsis spontan. Anemia Kejadian anemia dapat terjadi karena adanya gangguan pola menstruasi seperti perdarahan menstruasi yang lebih banyak dari biasanya. 9). Tidak mencegah terhadap IMS atau HIV/AIDS. (Helen. plasenta previa. 6). varney. 2006) 10). IUD terlepas spontan Benang IUD dapat hilanng karena benang IUD terlallu pendek dan masuk seluruhnya ke dalam serviks karena alat tersebut kembali ke bentuk semula. aborsi spontan. Adapun resiko terhadap kehamilan dengan IUD masih tertanam dalam endometrium yaitu infeksi intrauterus. Kehamilan Baik IUD masih tertanam dalam endometrium atau setelah IUD lepas spontan tanpa diketahui. 11). 8). Prosedur medis. sepsis.

Menginginkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang.Prosedur medis seperti pemeriksaan pelvik diperlukan untuk mengetahui adanyan kontraindikasi adanya pemasangan IUD. 4). (2006 ) yang dapat menggunakan IUD adalah: 1). Pemeriksaan benang secara teratur dari waktu ke waktu bertujuan untuk mengetahui dan memaastikan bahwa IUD masih dalam posisi yang benar (Abdul Bari saifuddin. Penanganannya dengan memendekkan benang atau batlah agar ujungnya tumpul (Sarwono. Disparenia atau nyeri waktu coitus Wanita jarang merasakannya. Usia Reproduktif. 2). . Keputihan atau (flour albus) Keputihan yang berlebihan mungkin disebabkan oleh reaksi organ genetalia terhadap benda asing yang biasanya terjadi dalam beberapa bulan pertama setelah insersi. 7. dapat diberikan tablet oral atau tablet vaginal (Sarwono. Perempuan harus memeriksa posisi benang IUD dari waktu ke waktu. 2006). 2006). Setelah melahirkan dan tidak menyusui bayinya. Indikasi Menurut Abdul Bari Saifuddin. 2006).Sebelum dilakukan pengobatan. 13). 12). 14). 3). Keadaan Nulipara. 5). Menyususi yang menginginkan mennggunakan kontrasepsi. sering pihak suami mengeluh sakit karena benang yang panjang atau cara pemotongan benang seperti bambu runcing. carilah penyebabnya dulu.

Tiga bulan terahir sedang mengalami atau sering menderita PRP atau abortus septic. 14). 3). 13). 9). Tidak menghendaki metode hormonal. Perdarahan vagina yang tidak diketahui. Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim yang dapat mempengaruhi kavum uteri. 7). kejan. Setelah mengalami abortus dan tidak terlihat adanya infeksi. 4). Perokok. Tidak menghendaki kehamilan setelah 1-5 hari senggama. Kontraindikasi pemasanngan IUD Abdul Bari Saifuddin.6). Pasca keguguran atau kegagalan kehamilan apabila tidak terlihat adanya infeksi. Tidak mennyukai untuk mengingat-ingat minum pil setiap hari. 5). (2006) yang tidak diperkenankan Sedang memakai antibiotik atau anti menggunakan IUD adalah: 1). 12). 10). Sedang menyusui. 8. (vaginitis. Resiko rendah dari IMS. 11). 8). Menurut Gemuk ataupun kurus. 15). 2). Sedang menderita infeksi alat genetalia Sedang hamil (Diketahui hamil atau .cervisitis). kemungkinan hamil).

Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm. 2). 2). Segera setelah melahirkan. Namun kllien lebih rentan terkena infeksi akibat pemasangan IUD selama masa menstruasi. kanker alat genetalia.6). Setiap waktu dalam siklus haid. (2006) waktu pemasangan IUD yang tepat yaitu pada saat : 1). 7).yang . Haid pertama sampai ke-7 siklus haid. Pasca Persalinan/aborsi Menawarkan kontrasepsi sementara dan menunggu pemasangan IUD sampai sampai involusi uterus berahir atau sampai empat hingga enam minggu setelah melahirkan atau setelah aborsi.Helen. Penyakit trofoblas yang ganas. diketahiu menderita TBC pelvik. Periode Menstruasi Melakukan pemasangan IUD selama masa menstruasi akan menghilangkan resiko pemasangan IUD ke dalam uterus yang memungkinkan dalam keadaan hamil. dapat dipastikan klien tidak hamil. selama 48 jam pertama atau setelah 4 minggu pasca persalinan. Waktu Pemasangan IUD Menurut varney. 3). Menurut Abdul Bari Saifuddin. ( 2006) waktu pemasangan IIUD dapat dilakukan pada saat : 1). 9.

5. Perlu di ingat. angka ekspulsi tinggi pada pemasangan segera atau selama 48 jam pasca persalinan.4). Setelah 6 bulan apabila menggunakan Metode Amenore Laktasi (MAL). 2. Kerangka Konseptual Kerangka konsep pada penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : Pendidikan Pengalaman ber-KB Pengetahuan Usia Kecemasan Peran suami Efek samping pemakaian KB implant :  Amenore  Perdarahan bercak (spoting) ringan  Ekspulsi  Infeksi pada daerah insersi  Berat badan naik Peran petugas .

pengetahuan. usia. Dari faktor tersebut antara lain : pendidikan. pengalaman ber-KB. peran petugas kesehatan dan lingkungan.1 : Kerangka konsep gambaran tingkat kecemasan pada akseptor implant terhadap efek samping yang terjadi di Desa Mekanderejo Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan Dari kerangka konsep di atas dapat diketahui beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kecemasan akseptor KB implant terhadap efek samping yang terjadi.Keterangan : : Diteliti : Tidak diteliti Gambar 2. . peran suami.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->