EFEK SAMPAH Dampak terhadap Lingkungan Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan

mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak. Dampak terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi Dampaknya antara lain : 1. Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat: bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana. 2. Memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan. 3. Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting di sini adalah meningkatnya pembiayaan secara langsung (untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak masuk kerja, rendahnya produktivitas). 4. Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain. 5. Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya di jalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki.

atau sebaliknya justru dapat menambah kerukunan. tentu saja menurunnya estetika (tidak sedap dipandang mata). jangan di buang disembarang tempat karena B3 didalamnya dapat meresap ke sumur penduduk. baik lingkungan darat. udara maupun perairan. Pencemaran darat yang dapat ditimbulkan oleh sampah misalnya ditinjau dari segi kesehatan sebagai tempat bersarang dan menyebarnya bibit penyakit. penyebaran bahan kimia dan mikroorganisme yang terbawa air hujan dan meresapnya bahan-bahan berbahaya sehingga mencemari sumur dan sumber air. debu gas-gas beracun. berhati-hatilah dalam membakar sampah. cacat pada bayi. Pembakaran sampah dapat meningkatkan karbonmonoksida (CO). cadmium. sedangkan ditinjau dari segi keindahan. karbondioksida (CO2) nitrogen-monoksida (NO). Misalnya pada awalnya tetangga yang merasa dirugikan melaporkan kepada RT atau yang berwenang. 2. Akhirnya perlu diadakan gotong royong melakukan pembersihan lingkungan agar setia warga merasa bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungannya. maka akan berbahaya bagi manusia. Pencemaran Lingkungan Sampah dari berbagai sumber dapat mencemari lingkungan. Selanjutnya ketua RT pejabat memanggil warganya untuk bermusyawarah dan mengadakan penyuluhan kebersihan. amoniak dan asap di udara. juga bukan merupakan pekerjaan yang mustahil untuk dilakukan.Dampak Sampah Terhadap Lingkungan 1. Macam pencemaran udara yang ditimbulkannya misalnya mengeluarkan bau yang tidak sedap. Macam pencemarann perairan yang ditimbulkan oleh sampah misalnya terjadinya perubahan warna dan bau pada air sungai. Jika bahan pencemar itu berupa B3 (bahan berbahaya dan beracun) mislnya air raksa (merkuri). timbale. Pekerjaan tersebut bukanlah pekerjaan yang sulit dilakukan. Maka yang dipentingkan adalah kesadaran dan kesanggupan. gas belerang. Baterai bekas (untuk senter. dan tidak membuang sampah yang tergolong bahan beracun dan berbahaya (B3) ke sembaranga tempat. kamera. Bahan-bahan pencemar yang masuk kedalam air tanah dapat muncul ke permukaan tanah melalui air sumur penduduk dan mata air. chrom. Hal yang demikian ini dapat menimbulkan keretakan hubungan antara tetangga. . artinya dapat menimbulkan kanker. asap yang ditimbulkan dari bahan plastik ada yang bersifat karsinogen. Kerukunan Permasalahan sampah dapat berkaitan dengan nilai kerukunan. 2. kerusakan sel-sel hati atau ginjal. yakni dapat semakin meningkatkan kerukunan. Kondisi yang demikian perlu di ubah agar terjadi hal yang sebaliknya. karena dapat menyebabkan gangguan pada syaraf. jam tangan) mengandung merkuri atau cadmium. Asap di udara. menjaga kebersihan lingkungannya. sepatu menyala. Orang yang sering membuang sampah di sekitar tempat tinggalnya dan mencemari ligkungan dapat menimbulkan ketidaksenangan tetangganya. Kesanggupan Setiap warga hendaknya memiliki kesanggupan untuk menempatkan sampah pada tempatnya. Dampak Sosial Terhadap masyarakat 1. memisahkan sampah yang terurai dan yang tidak teruai.

 Memberikan dampak negative terhadap kepariwisataan.5. Hal penting disini adalah meningkatnya pembiayaan-pembiayaan secara langsung (untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak mau kerja. rendahnya produktivitas . Dampak Sampah Terhadap Keadaan Sosek Ekonomi  Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat .  Pengelolaan sampah tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buuk karena sampah bertebaran dimana-mana.

Sampah basah itu kemudian ditumpuk dalam sebuah lubang kecil di pekarangan rumah. Menghemat lahan TPA . Mengehemat sumber daya alam 2. Pengolahan sampah menjadi kompos. plastik. tetapi menimbulkan resiko karena berjangkitnya penyakit menular. yang bisa dimanfaatkan memperbaiki struktur tanah. Kegiatan tersebut dapat menciptakan lingkungan bersih dan sehat. akan mampu mengurangi beban terbesar yang harus ditanggung tempat pembuangan akhir (TPA). Guna memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam dan ruang untuk melestarikan lingkungan hidup menuju masyarakat sejahtera. Ada beberapa Permasalahan Sampah yang sering kita hadapi. Penumpukan. Cara pengkomposan merupakan cara sederhana dan dapat menghasilkan pupuk yang mempunyai nilai ekonomi. Beberapa alternatif cara pemusnahan sampah yang dapat dilakukan secara sederhana sebagai berikut : a. kita perlu mensosialisasikan pemanfaatan sampah organik di lingkungan keluarga atau rumah tangga menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk tanaman. Pengkomposan. kotoran dan sumber penyakit dana badan-badan air. Sampah basah (organik) bekas makanan-atau minuman sehari-hari dipisahkan dari sampah kering (anorganik) seperti kaleng. Oleh karena itu perlu tindakan-tindakan khusus yang dilakukan dalam menangani masalah sampah dapur ini. urea juga dikhawatirkan menambah tingkat polusi tanah. Metode penumpukan bersifat murah. Mengehemat Energi 3. Dalam jangka waktu tertentu bagian paling bawah dalam tumpukan tersebut bisa diangkat kemudian ditebarkan ke tanaman sebagai pupuk kompos. menyebabkan pencemaran. Dengan mengolah sampah dapur kita mendapatkan bernagai manfaat antara lain : 1. Mengurangi uang belanja 4. sebenarnya sampah tidak dimusnahkan secara langsung. Menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah. namun dibiarkan membusuk menjadi bahan organik. Tempat berkembang dan sarang dari serangga dan tikus 2. untuk meningkatkan permeabilitas tanah. Bila sampah telah dapat tertanggulangi pada tingkat keluarga atau rumah tangga. air dan udara 3. Dengan metode ini. Pemanfaatan sampah rumah tangga seperti ini relatif lebih ramah lingkungan dan dapat mengurangi penampungan akhir dari TPA. Menjadi sumber dan tempat hidup kuman-kuman yang membahayakan kesehatan. sederhana. Untuk itu.PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK Pemanfaatan sampah organik rumah tangga sebagai pupuk tanaman dapat memberikan fungsi ganda. Kita harus tahu dan sadar bahwa 70 % sampah yang dihasilkan setiap hari merupakan sampah rumah tangga. sehingga masyarakat dapat hidup bersih dan sehat. Pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat kesehatan lingkungan akan dapat mengakibatkan : 1. kertas. selain menghasilkan pupuk juga membantu masyarakat hidup bersih. b. Selain mahal. terutama bau. dan dapat mengurangi ketergantungan pada pemakaian pupuk mineral (anorganik) seperti urea. Sampah rumah tangga bisa diubah menjadi kompos yang berguna untuk tumbuh-tumbuhan di pekarangan rumah sendiri.

suhu ideal ( 40-50 ºC). mencegah beberapa penyakit akar menjadi salah satu alternative pengganti pupuk kimia karena harganya lebih murah. Untuk menjaga lingkungan bersih bebas dari sampah salah satu solusinya mengubah kebiasaan membuang sampah untuk mengolah sampah menjadi kompos dimulai dari sampah rumah tangga. berkualitas dan ramah lingkungan. Unsur-unsur tersebut akan terlepas kembali bila jasad-jasad tersebut mati. oleh karena itu perlu diperhatikan hal-hal dalam pembuatan kompos yaitu persenyawaan zat arang (C ) yang mudah diubah harus secepat mungkin diubah secara menyeluruh. Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembentukan kompos seperti bahan baku. Jika perbandingan C/N kecil. produk yang berasal dari susu. sehat.5. menggemburkan tanah. Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Kompos Penggunaan kompos sebagai pupuk sangat baik karena dapat memberikan manfaat antara lain menyediakan unsur hara mikro bagi tanaman. duri-duri ikan. diperlukan banyak udara dalam timbunan bahan kompos. berwarna kehitam-hitaman dan tidak berbau. menyimpan air tanah lebih lama. Sementara nitrogen dibutuhkan oleh bakteri pengahancur untuk tumbuh dan berkembang biak.sehat. mencegah lapisan kering pada tanah. suhu. Lingkungan asri (bersih. menjadi pupuk masa depan karena pemakaiannya lebih hemat. dikarenakan kesemuanya itu dapat diperoleh kompos yang kualitas tidak baik karena bisa menimbulkan bau busuk. Zat lemas yang digunakan harus mempunyai perbandingan C/N kecil. Pengomposan dikatakan bagus apabila zat lemas yang hilang tidak terlalu banyak. pada pembuatan kompos. tulang. Sampah organik ialah sampah yang berasal dari makhluk hidup seperti dedaunan dan sampah dapur yang sifatnya mudah terurai secara alami dengan bantuan mikroorganisme. Mengenal Kompos Menurut Indriani (2005) kompos merupakan semua bahan organik yang telah mengalami penguraian sehingga bentuk dan sudah tidak dikenali bentuk aslinya. nitrogen dan kelembapan bahan sampah organik yang berasal dari sisa sayuran dapur lebih cepat terurai dan tidak berbau. Itulah sebabnya bahan-bahan organik tidak . selulosa menjadi CO2 dan air. bersifat multi lahan karena bisa digunakan di lahan pertanian. Di dalam timbunan bahan-bahan organic. tidak hanya terikat sebagai putih telur di tubuh bakteri. Persenyawaan zat lemas sebagian besar harus diubah menjadi persenyawaan amoniak. Proses ini dapat dipercepat dengan campuran kapur dan fosfat atau campuran zat lemas secukupnya. terjadi aneka perubahan hayati dilakukan oleh jasad-jasad renik. Kandungan C/N bahan dengan C/N tanah harus seimbang. akan banyak amoniak yang dibebaskan oleh bakteri. Menciptakan kebiasaan mengolah sampah dapur itu tidaklah mudah.nyaman) Manfaat pengelolaan sampah Pemanfaatan ibu-ibu PKK merupakan salah satu cara untuk menggerakkan warga untuk sadar lingkungan. Selain itu kestabilan suhu harus dijaga. fosfor dan kalium. Sampah rumah tangga sangat ideal dijadikan kompos. Hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu penguraian hidratarong. Oleh karena itu dibutuhkan perbandingan C/N yang baik. hindari dari sisa-sisa daging. Bahanbahan organik tersebut harus dikomposkan terlebih dahulu sebelum digunakan agar C/N bahan itu menjadi lebih rendah atau mendekati C/N tanah. Banyaknya perubahan yang terjadi dalam timbunan bahan kompos. Kecepatan suatu bahan menjadi kompos dipengaruhi oleh kandungan C/N. dan bebas dari sampah. Kelembapan yang tinggi menyebabkan volume udara menjadi berkurang. Tanah pertanian yang baik mengandung perbandingan unsure C dan N yang seimbang. semakin mendekati C/N tanah maka bahan tersebut akan lebih cepat menjadi kompos. memudahkan pertumbuhan akar tanaman. Untuk itu. terjadi pengikatan beberapa jenis unsur hara di dalam jasad-jasad renik. perkebunan dan reklamasi lahan kritis. sisa-sisa makanan berlemak. oleh karena itu perlunya kesadaran dari ibu-ibu untuk menciptakan lingkungan yang bersih. Nitrat di dalam tanah segera diubah menjadi niat yang mudah diserap tanaman. Kelembapan dalam timbunan kompos harus diperhatikan dan dijaga keseimbangannya. terutama nitrogen. memperbaiki struktur dan tekstur tanah. Proses pengolahan sampah organik menjadi kompos. meningkatkan daya ikat tanah terhadap air. tahapan pemilahan dan penyeleksian sampah penting dilaksanakan.

Kelembapan dalam timbunan kompos harus diperhatikan dan dijaga keseimbangannya. Hal ini dapat mengembalikan keadaan yang normal. Kelembapan yang tinggi (bahan dalam keadaan becek)akan mengakibatkan volume udara menjadi berkurang. Dengan demikian volume udara terjaga stabilitasnya. Jika tongkat itu hangat dan basah. Akibatnya. Untuk mempertahankan panas dapat dilakukan dengan menimbun bahan sampai pada ketinggian tertentu. sebab nitrogen dibutuhkan oleh bakteri penghancur untuk tumbuh dan berkembang baik. Selain kandungan C/N dalam bahan. bila hujan tak ada hentinya dan amat deras. Sampah-sampah hijau umumnya tidak membutuhkan air sama sekali pada awal pembuatan kompos. Hal ini dikarenakan tidak adanya bahan material yang digunakan. biji-bijian yang keras dan tanaman menjalar harus dicampur dengan bahan-bahan yang berair. Hal ini dapat dilakukan bagi tanah yang berat. Pada saat itu. Untuk mencegahnya. bagian tengah akan menjadi kering setelah itu proses pembusukan bisa berhenti secara mendadak. Apabila bahan-bahan yang mengandung nitrogen tidak tersedia bahan kompos bisa ditambah dengan berbagai pupuk organik (pupuk kandang). maka perlu dilakukan pengadukan setiap hari. Usaha yang dapat dilakukan yakni dengan membuat puncak timbunan menyerupai atap dan agak membulat agar dapat mengalirkan airnya. semua bahan dengan kadar C/N yang tinggi. timbunan kompos harus dijaga agar tidak terlalu becek. sehingga pembusukan bahan-bahan akan terhambat. di daerah yang banyak curah hujannya. timbunan kompos masih tetap terlalu basah atau becek sehingga bakteri anaerob mulai tumbuh. permukaan bahan juga mempengaruhi kecepatan pengomposan. . timbunan bahan kompos dapat diairi tiap 4-5 hari sekali. bidang permukaan bahan yang terkena bakteri pengurai akan semakin kuat sehingga proses pengomposan dapat lebih cepat. misalnya kayu. tanah akan menjadi berderai. jumlah CO2 dalam tanah akan meningkat cepat. Sebaliknya. Oleh karena itu. Timbunan kompos akan mulai berasap pada saat panas mulai timbul. Penimbunan bahan organik begitu saja di tanah yang kaya udara dan air tidaklah baik karena penguraian terjadi amat cepat. Suhu yang kurang akan menyebabkan bakteri pengurai tidak dapat berkembang.bisa langsung dibenamkan dan membiarkannya terbenam sendiri karena struktur bahan organik tersebut kasar. Namun pada dahan dan ranting kering serta rumput-rumputan harus diberi air pada saat membuat timbunan kompos. Itulah sebabnya bahan baku tersebut harus dipotong-potong. daya ikatnya terhadap air amat lemah. Makin halus dan kecil bahan baku kompos maka peruraiannya akan makin cepat dan hasilnya lebih banyak. Secara menyeluruh kelembapan timbunan harus mencapai 40-60%. idealnya 1. Di daerah yang bercuaca kering. Selain itu dalam pembuatan kompos perlu dijaga kestabilan suhu ( mempertahankan panas ) pada suhu ideal (40-50ºC). sehingga bila langsung dibenamkan ke tanah. akan tetapi akan berakibat buruk bagi tanah yang ringan (pasir) dan akan lebih buruk lagi pada kawasan tanah yang terbuka. Namun.25-2m. Adapun kondisi yang kekurangan udara dapat memacu pertumbuhan bakteri anaerob yang menimbulkan bau tidak enak. Timbunan yang terlalu pendek atau rendah akan menyebabkan panas mudah menguap. Sebaliknya. serta tidak tercium bau busuk berarti proses pengomposan telah berjalan baik. Kondisi seperti ini akan sangat menganggu pertumbuhan tanaman. Caranya dengan menusukkan tongkat ke dalam timbunan. pangkasan daun dari kebun dan sampah-sampah lunak dari dapur amat tepat digunakan sebagai bahan pencampur. panas dan kelembapan dalam timbunan bahan perlu dikontrol. Timbunan bahan kompos yang kandungan nitrogennya rendah tidak menghasilkan panas. timbunan bahan terlalu tinggi bisa membunuh bakteri pengurai. Nitrogen salah satu faktor yang mempengaruhi dalam pembentukan kompos. Sebaliknya bila bahan baku berukuran besar. permukaan yang terkena bakteri lebih sempit sehingga proses pengomposan lebih lama. Untuk menahan panas dan menghindari pelepasan panas. Makin basah timbunan bahan maka kegiatan mengaduk harus makin sering dilakukan. Dengan semakin kecilnya bahan.

Selain ditumpuk diatas tanah. Bak penampung harus mempunyai ventilasi yang baik sehingga udara dapat keluar masuk dengan bebas. pipa paralon berdiameter 4 inci. . lalu diangin-anginkan sekitar seminggu sesudah itu kompos sudah siap untuk pupuk tanaman. Dalam pembuatan bak yang terpenting yaitu adanya ventilasi. Cara pembuatan komposter yang pertama bagian atas tong plastik diberi 4 lubang diameter 4 inci untuk memasang pipa: 1. Ambil kompos itu dari composer. Setelah penuh. rumbia atau bahan lainnya. Tempat sampah biasanya berbau karena sampah organik cepat membusuk sehingga diperlukan kerikil. Mengolah sampah organik yang berasal dari sampah rumah tangga diperlukan alat yang disebut komposer. Bak/kotak Metoda ini menggunakan konstruksi sederhana pasangan bata yang dikombinasikan dengan bilik kayu sebagai pintu untuk ruang pengomposan. Tempat sampah biasanya berbau karena sampah organik cepat membusuk sehingga diperlukan kerikil untuk meredam bau tersebut. sebanyak 4-5 lubang. Kedalam sehingga bagian atas akan menjadi bagian bawah. Bak ini bisa beraneka ragam modelnya tergantung kebutuhan. kasa plastic untuk menutup lubang pipa bagian uar dan batu kerikil. Untuk menghindari curah hujan. Tong tersebut diisi dengan sampah rumah tangga. Pipa dilubangi dengan bor sebesar 5 mm dengan jarak 10 cm untuk udara. Demikian juga sekeliling pipa ditutup kerikil. lalu tanam ditanah. bahan-bahan organik dapat ditumpuk dalam bak penampung. Sampah yang sudah jadi kompos berwarna hitam dan gembur seperti tanah.Mengolah Sampah Organik Dapur Menjadi Kompos Dalam pembuatan kompos. tentunya sampah organik. misal panjang 3 m. Tempatkan pada bagian yang tidak kena hujan secara langsung. Ember berlubang Ember bekas cat seperti ini dapat disulap menjadi komposter sederhana dengan memberi lubang yang cukup untuk aerasi. baru ditutup tanah. Untuk membuat komposter diperlukannya drum atau tong plastik yang mempunyai tutup. Digunakan bantal sekam dan kardus untuk mengontrol kelembaban dan mengurangi bau. tong ditutup dan dibiarkan selama 3-4 bulan. Tepi tong ditutup batu kerikil setebal 15 cm. Drum/tong Menggunakan tong plastik berukuran 120L yang dilengkapi pipa vertical dan horizontal agar proses berlangsung secara aerob (dengan udara). Untuk menjaga agar tidak tergenang sewaktu hujan. Tempat yang sederhana di tanah (bahan ditumpuk diatas tanah). Pasang pipa pada empat sudut tong. kawat ram dan paku. Ujung-ujung pipa bagian luar ditutup kasa plastik untuk sirkulasi udara 3. Selain itu untuk mempercepat pengomposan. sisi-sisi bak dicopot dan dipasang kembali disebelah timbunan. Selama itu akan terjadi proses pengomposan. Aliran udara yang tidak lancer dapat menyebabkan pengomposan tidak sempurna. tetapi jangan diikutkan dengan kulit telur dan kulit kacang sebab sukar menjadi kompos. 4. diperlukan pupuk kandang karena bahan-bahan ini akan ditumpuk maka perlu dipersiapkan tempatnya. dapat dibuat naungan dengan atap dari genting. Bagian bawah juga dilubangi dengan diameter yang sama. 5. Ventilasi dapat dibuat dengan memasang kawat ram atau papan-papan yang dirangkai diberi jarak.bamboo. baik bahan maupun tempatnya. baru ditutup tanah. lebar1 m dan tinggi 25-30 cm. Untuk memudahkan pembalikan kompos. hal pertama yang dilakukan yaitu persiapan. Salah satu model bak yang praktis dan murah adalah seperti boks bayi dengan daya tampung sekitar 1 m3. Bahan yang diperlukan dalam pembuatan bak ini seperti papan. Langkah pertama yang harus dipersiapkan yaitu bahan-bahan organik yang akan dikomposkan dipotong-potong atau dicacah agar proses pengomposan berlingsung cepat. lalu ditutup kasa plastik untuk jalan air 2. perlu dibuat bendungan dengan ukuran sesuai kondisi lahan.

Supaya belatung tidak berkeliaran maka tutup tong harus dijaga dalam keadaan rapat. Setelah itu disimpan ditempat yang kering atau diletakan diatas papan. Untuk mendapatkan kompos yang lebih terjamin keberhasilannya dibutuhkan enam langkah penyusunan pembuatan kompos. . Pemotongan berlangsung selama 14 hari. Cara mengukur lainnya dengan memegang bahan kompos. Langkah keempat yaitu pematangan. Kompos yang matang ditandai dengan suhu tumpukan yang menurun mendekati suhu ruang. Langkah yang kedua yaitu pemantauan suhu dan kelembapan tumpukan dari hari keempat hingga hari ke empat puluh. hari ke-45 tumpukan telah memasuki masa pemotongan.Dalam komposter tersebut akan bermunculan belatung yang mungkin bisa menimbulkan rasa jijik. bentuk fisik menyerupai tanah dan berwarna kehitam-hitaman. Kelembapan dapat diukur dengan cara memasukkan tongkat kayu kedalam tumpukkan kompos. Langkah yang pertama yaitu bahan kompos ditumpukkan diatas bilah-bilah bamboo atau kayu. Langkah terakhir yaitu pengemasan dan penyimpanan kompos yang sudah disaring. Namun bila tongkat terlalu basah maka kelembapannya terlalu tinggi sehingga perlu dibalik. tujuan dilakukan pengayakan yaitu agar memperoleh ukuran kompos sesuai yang dikhendaki. Bila tongkat basah (lembab) berarti kelembapannya telah sesuai. dikemas kedalam kantung atau karung. Belatung muncul dari sampah-sampah organik yang mengalami pembusuk. memilah bahan yang belum terkomposkan secara sempurna dan mengendalikan mutu kompos. Selama 1-2 hari diperciki air sampai lembab tetapi tidak becek. berarti kelembapannya kurang sehingga perlu dibalik dan disiram. Kelembapan ideal ditandai dengan bahan yang basah. Langkah kelima yaitu pengayakan kompos. tidak berbau busuk. Kehadiran belatung karena tugasnya melahap sampah dapur. Suhu diukur dengan cara memasukan tangan kedalam tumpukan kompos. Bila tongkat kering. pembalikkan tumpukan dilakukan jika terjadi suhu tumpukkan diatas 65ºC atau dibawah 45ºC tumpukkan terlalu basah atau dibawah 45ºC tumpukan terlalu basah atau terlalu kering. Apabila suhu masih 45-60ºC dan kelembapannya 50% tumpukan kompos belum waktunya dibalik. Suhu 45-65ºC. lalu mengeluarkannya. tetapi tidak ada air menetes. tumpukan dijaga agar suhunya 45-65C dan kelembapannya sekitar 50%. Langkah ketiga yaitu pembalikkan dan penyiraman.

yang semuanya dapat dihindari. Industri Pangan Dalam industri pangan. Manfaat Asap cair : 1. anti bakteri dan antioksidan tersebut dapat memperbaiki kualitas produk karet yang dihasilkan. Industri Kayu Kayu yang diolesi dengan asap cair mempunyai ketahanan terhadap serangan rayap. Industri perkebunan Asap cair dapat digunakan sebagi koagulan lateks dengan sifat fungsional asap cair seperti anti jamur . Perlu dicatat bahwa pengasapan tradisional mempunyai banyak kelemahan seperti pencemaran lingkungan . Yang dimaksud dengan energi terbarukan adalah energi yang didapat dari sumber-sumber atau bahan-bahan yang siklus pengadaan/ peremajaan atau pembaharuannya tidak memerlukan waktu yang terlalu lama. semakin hari jumlah produksi sampah semakin banyak serta ternyata di kota besar malah menimbulkan permasalahan yang berat dan berkepanjangan. Sedangkan energi yang tak terbarukan adalah energi yang didapat dari sumber-sumber yang dapat mengalami kelangkaan/ habis.PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK MENJADI BRIKET ARANG DAN ASAP CAIR Penggunaan sampah sebagai bahan untuk membuat briket berangkat dari keprihatinan bahwa. Memang upaya penggunaan sampah sebagai briket tidak akan dapat menyelesaikan permasalahan sampah secara keseluruhan yang memang permasalahan sampah harus diselesaikan secara integralistik dari beberapa faktor. 3. asap cair memberi rasa dan aroma yang spesifik juga sebagai pengawet karena sifat antimikrobia dan antioksidannya.proses tidak bisa dikendalikan . namun hal ini belum dibarengi dengan tersedianya bahan pengawet makanan yang diharapkan. Pengembangan asap cair sebagai pengawet makanan yang tidak berbahaya bagi manusia sangatlah diharapkan sehingga penulis mencoba melakukan upaya pengembangan pemanfaatan aap cair sebagai pengawet makanan. terlebih dengan semakin menipisnya cadangan minyak dunia / bahan bakar fosil yang terbatas cadangannya. dan tidak dapat diperbaharui. dan tentunya semua kota yang berkembang akan menghadapi permasalahan ini. kualitas yang tidak konsisten serta timbulnya bahaya kebakaran . Penggunaan bahan pengawet makanan yang berbahaya sangatlah memprihatinkan dan ini menjadi perhatian yang serius dari pemerintah sehingga upaya untuk melindungi konsumen selalu diperhatikan. . Dengan tersedianya asap cair maka proses pengasapan tradisional dengan menggunakan asap secara langsung dapat dihindarkan . 2. Penggunaan bahan bakar minyak yang semakin meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan pertumbuhan industri. namun upaya ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi produksi sampah . sehingga akan memperpanjang usia kayu. hal ini menuntut suatu pemikiran dan gagasan untuk menggali serta mengembangkan potensi sumber-sumber energi alternatif. maka perlu untuk merintis penggunaan energi alternatif / terbarukan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful