BOILER

I. PENDAHULUAN Uap air yaitu gas yang timbul akibat perubahan fase air menjadi uap dengan cara pendidihan (boiling). Untuk melakukan proses pendidihan diperlukan energi panas yang diperoleh dari sumber panas, mislnya dari pembakaran bahan bakar (padat, cair, gas), tenaga listrik dan gas panas sebagai sisa proses kimia serta tenaga nuklir. Sudah beribu-ribu tahun tahun manusia melakukan proses perebusan (boiling) air menjadi uap air, tetapi baru dua abad ini mereka baru menemui bagaimana untuk mempergunakan uap untuk kepentingan mereka yaitu dengan diciptakannya boiler. Boiler menghasilkan uap dan uap yang dihasilkan ini dapat dugunakan untuk membangkitkn listrik, menggerkkan turbin dan sebagianya. II. KLASIFIKASI BOILER Boiler pada dasarnya terdiri dari lumbung (drum) yan tertutup pada ujung pangkalnya dan dalam perkembangannya dilengkapi dengan pipa api maupun pipa air. Banyak orang mengklsifikasikan boiler tergantung pada sudut pandang masing-masing. Pada makalah ini boiler diklasifikasikan dalam kelas yaitu : 1. Berdasarkan fluida yang mengalir dalam pipa, maka boiler dikalsifikasikan sebagai : a. Boiler pipa api (fire tube boiler) b. Boiler pipa air (water tube boiler) Pada boiler pipa api, fluida yang mengalir dalam adalah gas nyala (hasil pembakaran) yang membawa energi panas, yang segera mentransfernya ke air ketel melalui bidang pemanas. Tujuan pipa-pipa api ini adalah untuk memudahkan distribusi panas kepada air ketel. Sedang untuk boiler pipa air fluida yang mengalir dalam pipa adalah air, energi panas yang ditransfer dari luar pipa (yaitu berasal dari ruang dapur/furnace) ke air ketel. 2. Berdasarkan pemakaiannya boiler dapat diklasifikasikan sebagai : a. Ketel stasioner (stationer boiler) atau boiler tetap.

Yang termasuk boiler mobile ialah boiler yang dipasang pada pondasi yang dapat berpindah-pindah. 3. kebanyakan boiler pipa air memakai sistem ini. boiler diklasifikasikan sebagai : a. Boiler mendatar (horizontal steam boiler). apakah itu lorong api atau saluran air saja.b. hanya terdapat satu lorong saja. Cornish boiler adalah single fire tube boiler dan simple vertical boiler adalah single water tube boiler. dalam hal ini dapur berada (pembakaran terjadi) di bagian luar boiler. Menurut bentuk dan letak pipa. Boiler tegak (vertikal steam boiler). Kebanyakan boiler pipa api memakai sistem ini. Boiler dengan lorong tunggal (single tube steam boiler). bent and sinous tubuler heating surface) . Multi fire tube boiler misalnya boiler scotch dan multi water tube boiler misalnya boiler B dan W dan lainlain. Yang termasuk stasioner ialah boiler-boiler yang didudukan pada pondasi tetap seperti boiler untuk pembankit tenaga listrik. b. seperti boiler Cornish. b. b. Berdasarkan pada poros tutup drum (shell). seperti boiler Cochran. bengkok dan berlekak-lekuk (straight. Boiler dengan loron ganda (multi tubuler steam boiler). Menurut jumlah lorong (boiler tube). Scotch dan sebagainya. boiler diklasifikasikan sebagai : a. seperti boiler lokomotif. boiler diklasifikasikan sebagi : a. boiler panjang dan sebagainya termasuk juga boiler pada kapal. 4. Pada single tube steam boiler. Boiler dengan pembakaran di luar (outernallyfired steam boiler). Lancashire. Boiler mobile atau disebut juga boiler portable. untuk industri dan sebagainya. 6. boiler Clarkson dan sebagainya. Boiler dengan pipa lurus. 5. boiler diklasifikasikan sebagai : a. Berdasarkan letak dapur (furnace position). Boiler dengan pembakaran di dalam (internal fired steam bolier) dalam hal ini dapur barada (pembakaran terjadi) di bagian dalam boiler.

Boiler dengan bahn bakar alami Boiler dengan bahan bakar buatan Boiler dengan dapur listrik Boiler dengan energi nuklir. Sedangkan komponen lainnya adalah : 1. Boiler dengan pipa miring-datar dan miring tegak. 7. 2. 8. sehingga terjadilah aliran konveksi alami. III. Boiler dengan peredaran paksa. FUNGSI BOILER Boiler berfungsi sebagai pesawat konversi energi yang mengkonversikan energi kimia (potensial) dari bahan bakar menjadi energi panas. memungkinkan dapur berfungsi secara efektif. b. Dapur (furnace). boiler diklasifikasikan a. Babcock & Wilcox dan lain-lain. Boiler terdiri dari dua komponen utama yaitu : 1. aliran paksa diperoleh dari sebuah pompa centrifugal yang digerakkan dengan elektrik motor. Boiler dengan peredaran secara natural. yaitu air yang ringan naik sedang air yang berat turun. . d. b. Pada boiler dengan sirkulasi paksa. Corong asap dengan sistem tarikan gas asapnya.b. Kedua komponen tersebut di atas telah dapat untuk memungkinkan sebuah boiler untuk berfungsi. sebagai alat untuk mengubah energi kimia menjad energi panas. Pada boiler dengan perdaran secara natural air dalam boiler beredar/bersirkulasi secara alami. Menurut sistem peredaran air boiler diklasifikasikan sebagai berikut : a. Berdasarkan pada sumber panasnya untuk pembuatan uap. Alat penguap (eveporator) yang mengubah energi pembakaran (energi panas) menjadi energi potensial uap. Umumnya Boiler beroperasi secara alami seperti boiler Lancarshire. Sistem aliran paksa biasanya dipakai pada boiler bertekanan tinggi. c.

IV. Agar sebuah boiler dapat beropersi dengan aman. pipa air pad boiler pipa air memungkinkan sistem penghantaran kalor yang efektif antara nyala api atau gas panas dengan air boiler. Dalam makalah ini sistem yang kita ambil sebagai aplikasi contoh adalah sistem pada PLTU Paiton khususnya pada PT. Di sini tepung batubara yang keluar dari corner ( sudut – sudut boiler ) dibakar bersama. maka akan menjadi lebih jelas lagi bagaimana cara kerja boiler dalam suatu sistem pembangkit listrik. energi panas batubara dikonversikan ke dalam energi listrik dengan bantuan boiler . sedangkan api di hasilkan dari pemantik api atau ignitor. Udara panas yang masuk kefurnace dihasilkan dari fan yang disebut Forced Draft Fan . energi kalor yang dimiliki steam akan berubah . Saat mengenai baling – baling. seperti pipa api pada boiler pipa api. Uap panas ini kemudian di panaskan lebih lanjut oleh super heater sampai menjadi uap panas kering ( dry super heated steam ) sehingga efisiensi boiler makin tinggi. APLIKASI BOILER PADA INDUSTRI PEMBANGKIT LISTRIK Setelah kita mengetahui jenis dan tipe boiler serta fungsi boiler dan komponennya dari uraian di atas. Panas yang di hasilkan dari proses pembakaran ini melalui proses perpindahan panas secara konveksi akan mengubah air yang mengalir dalam pipa – pipa yang ada di dalam boiler menjadi uap jenuh ( saturated steam ) . Batubara halus di dorong dengan udara panas yang dihasilkan dariPrimary Air Fan dan dibawa ke pembakar batubara dengan cara di injeksikan ke ruang bakar boiler ( furnace ). 3. Uap panas kering kemudian disalurkan ke turbin bertekanan tinggi dengan bantuan pipa – pipa tebal bertekanan tinggi dimana steam itu dikeluarkan lewat nozzle – nozzle mengenai baling –baling turbin. Sistem pemanas uap lanjut. Sistem perpipaan.sama dengan udara panas dan api yang di injeksikan ke ruang bakar secara bersamaan. Batubara dari tempat penyimpanannya di bawa ke tempat penampungan batubara di area boiler setelah terlebih dahulu dihancurkan di ruangan penghancur batubara. turbin dan generator. sistem pemanas udara pembakaran serta sistem pemanas air pengisi boiler berfungsi sebagai alat untuk menaikan efisiensi boiler.2. maka perlu adanya sistem pengamanan yang disebut apendasi. Batubara tersebut kemudian disalurkan ke pengumpan batubara ( coal feeder ) yang dilengkapi alat pengatur aliran untuk dihaluskan pada mesin penghalus ( pulveriser atau coal mill ) sehingga dihasilkan tepung batubara yang halus. YTL Jawa Timur PROSES DASAR PRODUKSI LISTRIK Di dalam PLTU batubara atau coal fired power plant .

suatu komponen besar yang terdiri dari komponenkomponen utama dan komponen pembantu agar dalam proses kerjanya mencapai efisiensi optimum.Sehingga boiler merupakan suatu komponen dalam power plant yang berfungsi untuk mengubah air menjadi uap melalui serangkaian proses yang kompleks dimana didalamnya terjadi perpindahan panas dan konversi energi dari kimia ke panas Jenis boiler yang digunakan pada unit 5 dan 6 adalah tipe menggantung dengan pengontrol sirkulasi (controlled circulation)yaitu sirkulasi air dan uap pada boiler tidak terjadi secara naturaltapi dipaksa dengan pompa BWCP ( Boiler water Circulating Pump) . sesuai tegangan yang diminta PLN .menjadi energi kinetik dan menggerakkan baling – baling turbin dan shaft turbin yang disambungkan dengan generator ikut berputar. Dalam pengoperasian boiler.Boiler ini didesain dengan satu kali proses pemanasan kembali (reheat) Boiler merupakan . hal ini memudahkan dalam pengoperasian boiler untuk menyesuaikan dengan kebutuhan air dan uap agar sesuai dengan beban yang diinginkan. Listrik yang dihasilkan bertegangan 21 kV dan dengan trafo step up dinaikkan menjadi 500 kV . Shaft yang disambungkan dengan generator berupa silinder elektromagnetik besar sehingga ketika turbin berputar generator ikut berputar .Rotor generator tergabung dengan stator.Uap yang digunakan untuk pembangkit listrik ini dihasilkan dari proses perubahan wujud dari air ke uap yang dilakukan oleh boiler yang merupakan bagian dari boiler master . BOILER MASTER SYSTEM Coal fired power plant atau pembangkit listrik tenaga uap merupakan pembangkit listrik dengan menggunakan uap sebagaitenaga pembangkitnya.ada beberapa parameter yang harus diperhatikan yaitu :  Aliran uap (Steam Flow ) Yaitu banyaknya uap yang harus dihasilkan boiler pada tingkat pengoperasian tertentu . Lihat gambar sistem pada lampiran . berupa gulungan yang menggunakan batang tembaga sebagai pendingin internal.Jika melebihi tingkat ini bisa merusak peralatan ataupun meningkatkan biaya perawatan.Stator adalah bagian generator yang tidak ikut berputar .Listrik dihasilkan dalam batang – batang tembaga stator dengan elektostatik di dalam rotor melalui putaran magnet.Pengoperasian pada MCR(Maximum Continous Rating) merupakan pengoperasian boiler pada tingkat aliran uap maksimum yang bisa dijalankan secara berkelanjutan.Untuk fungsi ini powerplant ini dapat dibagi menjadi dua bagian penting yaitu boiler master dan turbine master . .yaitu bagian rotor.

diantaranya kegunaan unit boiler itu sendiri yaitu apakah uap yang harus dihasilkan konstan atau bervariasi sesuai kebutuhan generator pembangkit listrik.  Efisiensi Boiler Untuk melihat apakah desain suatu boiler telah tepat ditentukan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi.  Ukuran yang tepat dan pengaturan permukaan perpindahan panas untuk penyerapan panas saat proses pembakaran.Dalam hal ini . Pembentukan uap yang dipengaruhi penyerapan panas harus memenuhi setidaknya komponen berikut ini :  Tekanan kerja tiap bagian dari boiler.maka tekanan uap panas kering yang dihasilkan pun harus sesuai dengan kebutuhan beban.Seberapa banyak uap harus dihasilkan tiap jamnya apakah ratusan atau bahkan jutaan pon tiap jamnya juga perlu dipertimbangkan dalam desain.Karena jika suhu uap kurang maka efisiensi akan turun tapi jika terlalu tinggi akan berpengaruh pada gas buangnya. . Control load merupakan titik dimana suhu uap utama maupun uap pemanasan ulang telah mencapai titik desain kerjanya ( kondisi stabil )  Tekanan Boiler Untuk mendapatkan energi yang sesuai dengan kebutuhan turbin agar dapt menggerakkan generator.  Struktur power plant yang tepat untuk tipe proses pembakaran yang dipilih.Panas yang dihasilkan dari proses pembakaran dalam furnace tersebut juga harus diperhatikan agar suhu uap yang dihasilkan memenuhi standar yang ditentukan. Selanjutnya yang menentukan juga adalah jenis dan kualitas bahan bakar yang akan dibakar : apakah padat.cair atau gas.hal ini penting untuk distribusi dan pemenuhan kebutuhan sistem dalam proses pengubahan air menjadi uap.Control Load untuk beban penuh aliran uap sekitar 48% dan sekitar 47 % untuk aliran uap pada tingkat MCR.  Temperatur Uap Dalam proses konversi wujud dari cair menjadi uap.tekanan uap dapat diatur melalui reheater dan superheater.air perlu dipanaskan dalam furnace.

2. Perlengkapan yang dibutuhkan selama proses . Efisiensi termal adalah indikator seberapa baik kemampuan input panas boiler untuk menghasilkan uap pada suhu dan tekanan yang diminta. Mengurangi suhu gas buang untuk meminimalkan rugi-rugi panas . mengendalikan korosi dan menghasilkan emisi yang tidak melebihi ketentuan.Piranti untuk memindahkan hasil pembakaran dan sistem pengendalian proses.5 % tergantung kondisi operasional boiler . Pemanasan super terhadap uap kering sementara menjaga suhu tidak melebihi dari kondisi operasional boiler. Adanya prinsip ekonomi dan biaya bahan bakar membuat powerplant harus beroperasi seefisien mungkin.  Fuel analysis Analisa ini dilakukan untuk mengatuhi kandungan oksigen . Unit 5 dan 6 didesain dengan efisiensi 92. 4. Pemanasan ulang terhadap uap yang tekanannya turun untuk digunakan kembali oleh turbin sementara menjaga suhu tidak melebihi dari kondisi operasional boiler.lebih lanjut akan mempengaruhi panas yang dihasilkan dan banyaknya massa aliran.pada MCR . . Uap kering yang dihasilkan memilki tingkat kemurnian yang tinggi dalam keadaan apapun.begitu juga dengan massa aliran gas buang yang meninggalkan ruang bakar. Permukaan penyerapam panas boiler dirancang untuk efisiensi dan biaya yang optimum agar empat tujuan dasar boiler tercapai yaitu : 1.5 – 93.normal full load atau padacontrol load conditions.Alat untuk memasukkan udara. bahan bakar dan mengalirkan air.hidrogen dan karbon yang terdapat dalam bahan bakar yang digunakan. 3.Karena kualitas bahan bakar dulu dengan sekarang bisa sangat berbeda.Perbedaan ini berpengaruh terhadap kebutuhan udara dan panas yang dilepaskan di ruang bakar .  Feedwater temperature Perubahan suhu air yang masuk ke boiler menentukan tingkat pembakaran yang diperlukan di furnace .Untuk membandingkan performance boiler pada kondisi sekarang dengan kondisi desain awal nya ada tiga parameter yang bisa diperiksa.

sedangkan solar hanya digunakan untuk pembakaran awal ketika start up dan apabila telah memenuhi temperatur yang dikehendaki maka diganti dengan batubara.Air pengisi pipa – pipa dalam furnacediperoleh dengan cara dipompa oleh Feed Water Pump (BWCP) dimana sebelumnya telah dipanaskan oleh High pressure heaterdan Economizer .Dalam Steam Drum air dipisahkan dari uapnya.dengan masing – masing corner pada tiap elevasinya terdapat 2 mill . yakni boiler pipa api dan boiler pipa air.Tinggi bolier ini mencapai lebih kurang 60 meter yang dibagi menjadi tiga elevasi.Uap yang dihasilkan . sementara yang ada pada dinding lainnya akan bermuara pada Steam Header (Tabung Pengumpulan Uap).Sedangkan ID Fan digunakan untuk menghisap dan mensirkulasikan gas buang dari furnace hingga ke stack sehingga tekanan dalam boiler adalah nol.Jenisboiler yang digunakan di unit 5 dan 6 PLTU Paiton adalah boilerpipa air dimana fluida airnya berada dalam pipa sedangkan api atau gas hasil pembakaran berada di luar pipa. Komponen Utama Boiler Boiler dapat dikategorikan menjadi 2 macam berdasarkan segi konstruksinya. 4 oil gun . uap basah yang terbentuk akan masuk ke Superheater.Udara pembakaran diberikan oleh FD Fan setelah sebelumnya dipanaskan di AirHeater. Bahan bakar utama yang digunakan boiler adalah batubara.Pipa – pipa ini merupakan pipa panjang dengan ketebalan bervariasi pada sepanjang pipa. Excess Air Banyaknya udara yang masuk ruang bakar berpengaruh terhadap jumlah panas yang dibawa dari furnace ( dry gas loss ) . 4 windbox dan ignitor. sedangkan yang masih berupa air akan disalurkan kembali melalui Down Comer dengan bantuan pipa. Dari Steam Header ini. Kemudian Boiler Water Circulating Pump(BWCP) memompa air dari Steam Drum menuju Evaporatorsehingga menjadi uap dan masuk ke dalam Steam Drumkembali.Pipa – pipa tersebut menerima panas secara radiasi. banyaknya udara yang keluar merupakan faktor penting untuk menghitung efisiensi boiler. air yang telah dipisahkan akan disalurkan melalui Lowering Header yang ada di bawah tungku yang akan membagi air masuk ke pipa – pipa penguap (riser) yang tersusun di sekeliling dinding furnace.Pipa – pipa penguap yang ada pada dinding di bawah drum akan langsung bermuara pada Steam Drum. Boiler ini dilengkapi dengan Steam Drum yang ditempatkan di luar furnace. Pipa – pipa penguap air dalam boiler dipasang sedemikan rupa sehingga tersusun seperti dinding furnace.

Saat ada perintah untuk mengubah beban.Lebih jelas tentang siklus yang dijelaskan diatas pada gambar 1 water steam cyclelampiran . Main Steam inilah merupakan uap yang siap digunakan untuk menggerakkan HP Turbine(High Pressure Turbine). melainkan dipanaskan kembali di Reheater baru kemudian digunakan untuk menggerakkan IP Turbine. Adapun bagian utama yang menyusun Boiler adalah sebagai berikut : 1.setelah Superheater adalah uap kering yang disebut juga dengan Main Steam. Selain itu.Uap jenuh ini tidak langsung disalurkan ke IP Turbine(Intermediate Pressure Turbine).pengaturan posisi naik turun windbox untuk mendapat bola api yang diinginkan dan lain sebagainya. Diantaranya jika beban boiler berubah maka kapasitas bahan bakar berubah yaitu dengan mematikan atau menghidupkan mill pada elevasi tertinggi secara bertahap. Economizer Berfungsi untuk memanaskan air setelah melewatiHigh Pressure Heater. Dalam kejadian dilapangan beban operasional boiler tidak selalu konstan tapi bervariasi sesuai permintaan konsumen. Keuntungan: . Temperatur air yang keluar dari Economizer harus dibawah temperatur jenuhnya untuk mencegah terjadinya boiling dalam Economizer. maka temperatur dan tekanannya menurun sehingga pada keluaran HP Turbine terbentuk uap jenuh yang disebut Cold Steam.Inilah sebabnya mengapa desain pipa Economizer dibuat bertingkat .Karena perpindahan panas yang terjadi dalam Economizermerupakan konveksi.Karena pada turbin ini mengalami ekspansi.misalnya pengaturan udara pembakaran oleh FD fan.perubahan juga diikuti oleh serangkaian alat pendukungnya ..Pemanasan dilakukan dengan memanfaatkan panas dari flue gas yang merupakan sisa dari pembakaran dalam furnace. maka menaikkan luas permukaan akan mempermudah perpindahan panas ke air. ada beberapa komponen yang harus disesuaikan agar uap yang dihasilkan seimbang.Untuk mengatasi hal ini maka saat boiler mengalami perubahan beban.maka secara otomatis perintah penyesuaian itu disampaikan ke boiler master agar komponen yang termasuk didalamnya bisa menyesuaikan sehingga rasio udara dan bahan bakar stabil .Uap keluaran dari IP Turbine dialirkan ke LP Turbine (Low Pressure Turbine)1 dan 2.

dapat mengurangi kebutuhan kalor yang besar untuk pemanasan air sampai terbentuk uap kering pada Superheater.  Biaya Operasi lebih ekonomis karena jumlah bahan bakar untuk pemanasan padaSuperheater menjadi lebih sedikit.  Maintenance Cost dapat dihemat karena dengan adanya Economizer. thermal shock pada pipa boiler dapat dihindari. Meningkatkan efisiensi unit karena dengan memanfaatkan kalor flue gas untuk memanaskan air. Low Temperature SH Horizontal 5. yaitu : 1. Reheater Berfungsi untuk memanaskan kembali uap yang telah mengalami ekspansi dalam turbin. 2. Low Temperature SH Pendant 4. Kerugian :  Desain pipa yang bertingkat akan menimbulkan masalah abu. Superheater memiliki lima bagian utama. SH Division Panel 3. Back Pass and Roof 3.Main steamdigunakan untuk melakukan kerja dengan ekspansi dalam turbin. Superheater (SH) Vertical Platens 2. terutama bila batubara yang digunakan kadar abunya tinggi. Superheater Berfungsi untuk memanaskan uap dari Steam Drummenjadi uap panas lanjut (main steam).Uap keluaran turbin berupa cold steam sehingga perlu dipanaskan kembali dan dimasukkan kembali ke .

dalam Boiler . menambahkan bahan kimia. 5. Down Comer Merupakan saluran air dari Steam Drum ke Header(Pengaman) yang berada di bawah ruang bakar dimana dari header butir – butir air panas akan dipanaskan melalui pipa – pipa yang tersusun di dindingfurnace. 6. Uap berada pada bagian atas bejana dan air berada pada bagian bawah. Main Steam Drum Fungsi utamanya adalah untuk memisahkan uap dari campuran air dan uap yang masuk ke steam drum . secondary dan drying .Air dariSteam Drum disalurkan ke Evaporator dengan cara dipompa oleh BWCP.Pada Down Comer bagian bawah terdapat suatu pompa yang disebut dengan Boiler Water Circulating Pump (BWCP) yang digunakan untuk mengatur sirkulasi air yang akan dipanaskan atau diuapkan. Reheater kemudian memasuki Front Reheater dan keluar melalui Reheater Vertical Spaced Front Outlet Header menuju IP Turbine.4 mm).Ia akan membuang sebagian kecil air dari drum ( 1 % sampai 2 % dari tingkat penguapannya) .primary .Ada enam downcomer dengan O. dan mengeringkan uap setelah dipisahkan dari air. Uap dan air dalam steam drum dipisahkan dengan tiga tahap. Blow Down Untuk mengontrol kualitas air serta mengurangi kandungan zat padat (Silika) dalam air sehingga tidak terbentuk kerak hangus pada furnace. Alat ini akan bekerja secara otomatis saat sensor menunjukkan kandungan silika dalam air melebihi standar.16” ( 406.membuang kontaminan dari air boiler . 4.D.Fungsi utama dari alat pemisah ini adalah untuk memindahkan uap dari air boiler dan untuk mengurangi campuran yang terdapat dalam uap sebelum meninggalkan steam drum.Selain itu juga berfungsi untuk mendistribusikan feedwater. 7. Furnace Merupakan ruang bakar yang pada dindingnya tersusun pipa – pipa. Tahap primary dan secondary dilakukan oleh turbo separator dan plat yang berombak – ombak melakukan tahap drying.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful