TEKNOLOGI PRODUKSI BERSIH DAN PENERAPANNYA DI INDONESIA

Oleh

Roestamsjah
Puslitbang Kimia Terapan, LIP!
1.

PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Pembangunan berkelanjutan ialah pembangunan yang berusaha memenuhi kebutuhan hari ini tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dengan demikian, pembangunan berkelanjutan berwawasan jangka panjang dengan jangka waktu antar generasi, memperhatikan kecukupan sumber daya, lingkungan yang sehat serta dapat mendukung kehidupan generasi yang akan datang dengan sehat sejahtera (Soemarwoto, 1992). Dalam agenda 21 global telah dirumuskan program-program untuk meningkatkan dan memperbaiki kondisi dan kualitas Iingkungan hidup manusia demi terlaksananya pembangunan berkelanjutan dalam menyongsong Abad XXI. Indonesia telah menyusun Agenda 21 Indonesia yang mencakup layanan masyarakat, pengelolaan limbah, pengelolaan sumber daya tanah dan pengelolaan sumber daya alam (KMen LH,1997). Pembangunan berkelanjutan pada tingkat nasional, regional, ataupun internasional dapat ditinjau dari segi sistem sosioekologis yang terdiri dari subsistem masyarakat, ekonomi, dan lingkungan. Subsistem masyarakat mencakupi populasi, gaya hidup, budaya, dan organisasi-organisasi sosial, sedangkan subsistem ekonomi meliputi pertanian, rumah tangga, industri, transportasi dan pelayananjasa. Subsistem lingkungan terdiri dari komponen udara (atmosfir), air (hidrosfir), tanah (litosfir), dan biosfera, Keterkaitan antartiga subsistem ini dapat dilihat pad a Gambarl; lingkungan menyediakan sumber daya alam untuk kegiatan ekonomi dan sebaliknya, kegiatan ekonomi memberikan dampak pada lingkungan. Demikian pula kegiatan ekonomi memberikan kebutuhan barang dan Iayananjasa kepada masyarakat dan sebaliknya masyarakat menyediakan tenaga kerja dan kebutuhan kelembagaan yang diperlukan untuk kegiatan ekonomi. Selanjutnya, subsistem lingkungan menyediakanjasa-jasa lingkungan terhadap kebutuhan masyarakat dan kegiatan masyarakat memberikan dampak pula terhadap lingkungan. Untuk pembangunan berkelanjutan diperlukan kondisi dengan 77

pembangunan di tiap subsistem merupakan hal yang optimal dan berada dalam suatu keseimbangan yang dinamis, Sebagai contoh, pembangunan ekonomi yang berkelanj utan memerlukan sumber daya alam, tenaga kerja, dan dukungan dari kelembagaan masyarakat untuk dapatmemberikan barang danjasa secara berkelanjutan, serta memberikan dampak lingkungan sedemikian sehingga kelestarian lingkungan terjamin, Keterkaitan sistem sosioekologi antarregional/ nasional pada tingkat global meliputi aspek lingkungan, industri dan perdagangan transnasional, migrasi, budaya, dan geopolitik dan "governance".

Sumber Daya Alam Dampak

GAMBAR 1 SISTEM SOSIOEKOLOGI (Raskin, dkk, 1996)
Kegiatan penelitian dan pengembangan (Iitbang) termasuk kegiatan budaya masyarakat berperan menyediakan tenaga kerja penelitian dan kelembagaannya untuk menunjang kegiatan ekonomi. Secara lebih mikro, kegiatan industri sebagai salah satu kegiatan ekonorni terdiri dari berbagai kegiatan, antara lain kegiatan industri hulu dan industri hilir dalam suatu sistem rantai kegiatan industri. Dalam pembahasan ini diambil contoh bidang material, bidang yang menyentuh setiap sisi kehidupan manusia, dan men jadi perhatian dari berbagai disiplin ilrnu pengetahuan dan teknologi. 78

dan injorware tersebut sangatlah diperlukan. pengumpulan material. Lingkungan dalam hal ini mencakupi lingkungan alam. (2) industri hilir (yang mencakupi proses pembuatan material teknik dan manufaktur produk). serta transportasi yang dimaksudkan untuk mendukung dan meningkatkan efisiensi subsistem rantai tersebut sehingga . pemusnahan limbah). usaha peningkatan efisiensi sistem rantai kegiatan industri material dapat dicapai secara optimal seperti yang diharapkan. dituntut pula kemampuan yang lebih tinggi dari tenaga orang yang mengoperasikan peralatan tersebut serta dukungan infonnasi yang diperlukan. Untuk maksud ini. terutama dalam pengembangan inovasi baru sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. pembuangan. Kegiatan litbang merupakan suatu jasa. Perkembangan industri selain memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Demikian pula. humanware. pemurnian ataupun proses pendahuluan dari material dasar). dapat digunakan pendekatan empat komponen dari teknologi tersebut. terutama kerusakan terhadap lingkungan. komunikasi. jasa perbankan. penambangan ataupun kegiatan pertanian dan perkebunan. jasa rekayasa dan konstruksi. kemampuan tenaga ahli untuk menguasai dan menerapkan teknologi (humanware). ekstraksi. seperti pendidikan dan pelatihan. dan masyarakat. Salah satu cara untuk melihat perkembangan suatu teknologi dalam suatu industri. kemampuan pengelolaan secara efisien dari technoware. Dengan semakin meningkatnya derajat kecanggihan atau kerumitan dari sistem peralatan yang dipakai dari suatu teknologi. yaitu teknologi yang dicerminkan oleh alat yang dipakai (techno ware). bersama kegiatan jasa lain.juga membawa risiko yang bersifat Iangsung ataupun yang bersifat jangka panjang. seperti dinyatakan pada Gambar 2. Efisiensi dari sistem tersebut secara keseluruhan ditentukan oleh efisiensi dari subsistem yang terlemah. dan pengelolaan atau sistem pengelolaan teknologi (organware).Dalam hal ini litbang sebagai kegiatan jasa secara khusus dapat ditempatkan sebagai fokus kegiatan yang mendukung siklus rantai kegiatan industri yang meliputi kegiatan-kegiatan berikut: {l) industri hulu (yang mencakupi survei geologi. informasi atau sistem infonnasi yang diperlukan (inforware). (3) distribusi dan perdagangan material maupun produk barang jadi. eksplorasi. lingkungan sosial. (4) penanganan limbah material setelah masa pakai produk (kegiatan daur ulang. Rantai kegiatan tersebut dapat dipandang sebagai suatu sistem rantai kegiatan industri material. 79 . seperti industri material ataupun proses di Indonesia ialah dengan melihat seberapajauh teknologi tersebut telah dikuasai dan diterapkan secara ekonomis dalam suatu sistem produksi.

Penanganan Limbah Material Litbang dan Jasa lain GAMBAR 2 LITBANG DALAM SISTEM RANTAI KEGIATAN INDUSTRI MATERIAL Sudah menjadi kecenderungan pula bahwakesadaran akan pentingnya pengurangan risiko limbah yang dihasilkan oleh suatu industri timbuI setelah terjadi peristiwa-peristiwa yang merusak lingkungan ataupun kesehatan manusia di sekitamya. Dengan kata lain. telah disadari bahwa pendekatan secara preventif perlu dikembangkan. yang pada tingkat dan efisiensi proses tertentu dirasakan terlalu mahal serta memberikan risiko dan ketidakpastian yang cukup tinggi. dalam arti menghindari proses yang akan menghasilkan limbah pencemar lingkungan serta meningkatkan efisiensi proses sehingga limbah yang dihasilkan seminimal 80 . cair. khususnya limbah industri. disadari perlunya upaya pengolahan limbah sehingga memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan oleh peraturanperaturan yang berlaku. dan gas. dan biologi yang telah berkembang dengan cepat. Di negara maju sekitar 20 tahun yang lalu. Artinya adalah bahwa dalam pengendalian iingkungan hanya terjadi proses memindahkan polutan dari suatu media ke media lain dan pembuangan hasil konsentrasi polutan akan memberikan risiko yang sangat tinggi. ditangani dengan baik menggunakan dasar-dasar ilmu pengetahuan kimia. Pendekatan ini pada dasarnya merupakan pendekatan reaktif. baik yang berupa pad at. Teknologi penanganan limbah. Cara pengolahan ataupun teknologi pengolahan Iimbah yang sudah dihasilkan dikenal dengan end of pipe treatment ataupun end of pipe technology. fisika.

BEBERAPA ASPEK TEKNOLOGI PRODUKSI BERSIH Program lingkungan PBB menjelaskan konsep produksi (Bapedal. yang merupakan altematif yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. minimalisasi Iimbah.) sebagai berikut: (a) aplikasi secara kontinus dari suatu strategi lingkungan yang bersifat preventif dan terpadu untuk proses dan produk guna mengurangi risiko pada manusia dan lingkungan. yang mempunyai manfaat untuk meningkatkan efisiensi proses. dan upaya yang perlu dilakukan. dan perubahan sikap. perbaikan teknologi. 1994): (1) pembuangan limbah yang tidak terkontrol. langkah-langkah yang rasional dalam pengembangan produksi bersih di suatu industri. Upaya produksi bersih ditujukan untuk pencegahan polusi. Berikut ini akan dibahas berbagai aspek dari teknologi produksi bersih. (b) untuk proses produksi. minirnalisasi limbah. (2) pembuangan limbah terkontrol. dari ekstraksi bah an mentah sampai dengan pembuangan dari produk tersebut. produksi bersih ataupun pencegahan polusi mendorong industri untuk mengurangi polutan yang berbahaya di sumbernya dan mendaur ulang limbah daripada membuang polutan langsung ke udara. Dengan demikian. dalam hierarki altematifpengelolaan limbah. s. dan pengurangan jumlah serta toksisitas dari semua emisi dan Iimbah sebelum meninggalkan suatu proses. faktorfaktor yang mempengaruhi implementasi produksi bersih. serta mengurangi polusi. Dalam pengelolaan limbah industri.a. mereduksi sumber polusi. dan tanah. produksi bersih diartikan sebagai cara pengendalian dan pengelolaan polusi yang bersifat multimedia yang memfokuskan pada upaya pengurangan produksi polutan dan eliminasi polutan pada sumbernya untuk menghindari proses pembuangan berikutnya. antara lain. Dengan kata lain. yaitu ke tempat yang sudah ditentukan dan diizinkan.mungkin. saluran air. dan mereduksi upaya atau meniadakan pengolahan limbah. produksi bersih. penghilangan bahan mentah yang beracun atau toksik. seorang manajer dihadapkan pada berbagai alternatif pilihan secara herarkis sebagai berikut (Chiu. Konsep ini dikenal sebagai pencegahan polusi. penghematan biaya. (c) untuk produk. ataupun teknologi produksi bersih. strategi difokuskan pada pengurangan dampak selama siklus hidup produk. 2. 81 . (d) produk bersih dicapai melalui penggunaan pengetahuan. produksi bersih mencakupi konservasi bahan mentah dan energi.

(3) (4) (5) pengolahan limbah. Metode Contoh Aktivitas Contoh Aplikasi Reduksi Surnber (Prioritas Tertinggi) . reduksi Iimbah. daur ulang Iimbah dan pemanfaatan Iimbah secara ekstemal. 1994) yang secara rinci ditunjukkan pada Gambar 4 berikut. yaitu melalui dua cara: perubahan padajenis produk dan proses. yang masih mengandung risiko karen a limbah masih harus ditransportasikan. 1994) Produksi bersih merupakan optimasi dari cara pengurangan limbah pada sumbemya yang mungkin ada di Iokasi produksi. . dan perbaikan praktik operasional (Chiu. yang sebelum dilakukan pembuangan limbah telah memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan. Penjelasan butir (2) sampai dengan (5) tersebut di atas secara rinci dengan contoh kegiatan dan aplikasinyaditunjukkan pactaGambar 3. Upaya ini akan mengurangi tingkat volumedan tingkattoksisitas dari limbahyang diproduksi maupWltingkattoksisitas produk barang selama siklus hidupnya di tempat pembuangan. termasuk daurulang limbah secara internal. J • Desain yang akrab Iingkungan dari produk bam • Pengubahan produk • Penghilangan sumber J. perubahan teknologi. 82 . • Modiflkasi produk untuk menghindari penggunaan pelarut • Modifikasi produk untuk memperlama urnur pelapisan • Penggunaan • Reklamasi ulang • Daur ulang pelarut • Pengambilan metal dari cairan untuk pelapisan • Pengambilan material organik yang sudah menguap Perlakuan Pernbuangan i i • Stabilisasi • Netralisasi • Pengendapan • Penguapan • Insinerasi • Pembuangan pada tempat yang diperbolehkan i i • Penghancuran termal dari pelapuk organik • Pengendapan logarn berat dad cairan untuk pelapisan • Pembuangan di tanah GAMBAR3 PILllIAN HIRARKI PENGELOLAAN LINGKUNGAN (Chiu. dan merupakan prioritas tertinggi. Perubahan pada proses mencakupi perubahan masukan material.

(2) pelatihan karyawan yang lebih baik dalam pengoperasian dan penggunaan peralatan. Perusahaan dapat merealisasikan penghematan biaya melalui (1) pemanfaatan parameter proses yang berhubungan dengan limbah. perusahaan diharapkan dan lebih bersaing.I Pengurangan Sumber I I Pengubahan Produk Desain untuk Memperkecil Darnpak Lingkungan Peningkatan Umur Produk I I Pengubahan Proses I r Pengubahan Material Input Pemurnian Material Penggantian dengan Material Kurang Beracun T Pengubahan Teknologi Pengubahan Tata Letak Peningkatan Otomatisasi Peningkatan Kondisi Operasi I Peningkatan Praktek Operasi Prosedur Operasi dan Pemeliharaan Praktek Manajemen Segregasi Aliran Peningkatan Penanganan Material Penjadwalan Produksi Pengontrolan Inventaris Pelatihan Segregasi Limbah Teknologi Baru GAMBAR 4 METODE PENGURANGAN SUMBER (Chin. akan menjadi lebih kuat 83 . (3) penggunaan ulang bahan baku dan pengurangan pemakaian energi. (4) investasi peralatan yang lebih efisien sehingga modalnya akan kembali sendiri dengan berkurangnya biaya operasi. Dengan demikian. 1994) Metode-metode produksi bersih dimaksudkan untuk pencegahan pencemaran dan penghematan biaya yang dilakukan dengan cara menggunakan lebih sedikit bahan baku per unit produksi dan mengurangi baik biaya pengendalian maupun pengolahan pencemaran.

masyarakat. (4) pengembangan sistem insentif: eko-labeling. pembebasan pajak. 1994). Untuk mencapai tingkat produktivitas hijau. iembaga pemerintah. dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Contohnya dapat dilihat pad a Tabel 1 berikut: 84 . Dalam usaha "pengembangan program teknologi bersih (CP). Akhirakhir ini muncul istilah greenproductivity (produktivitas hijau) yang dikaitkan dengan penerapan teknoiogi bersih yang akrab lingkungan dengan biaya yang relatifmurah untuk mencapai produk yang diinginkan. yaitu biaya pengendalian polusi dan biaya rnanufakturing. (2) sistem informasi: pengembangan basis data dan penyebarluasan informasi. sedangkan teknologi bersih Tipe 2 mengurangi biaya pengendalian polusi. Dengan demikian produktivitas terkait dengan penggunaan teknologi bersih dengan biaya yang efektif. Teknologi bersih dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu teknologi bersih Tipe 1 dengan keuntungan yang tinggi dan teknologi bersih Tipe 2 dengan keuntungan yang marginal. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN PRODUKSI BERSIH (CP) PROGRAM Pengembangan program produksi bersih pada suatu industri me merlukan kegiatan perencanaan yang kontinu dan dimulai dari putusan manajernen. audit limbah industri. dan iitbang. Teknologi bersih Tipe 1 meniadakan biaya pengendalian polusi dan mengurangi biaya manufakturingj ika dibandingkan dengan teknologi pengolahan limbah (EOP technology). bantuan tenaga ahli. bantuan lunak. penghargaan untuk industri. Secara umum. dan litbang. seperti ditunjukkan pada Gambar 5. retribusi limbah. proyek percontohan. (3) pelatihan dan peningkatan kesadaran: peiatihan bagi industri. tetapi menaikkan biaya manufakturing walaupun secara total masih mengurangi biaya produksi bersih. dimungkinkan untuk mendapatkan keuntungan dad aspek lingkungan maupun aspek ekonomi. Beberapa faktor mernpengaruhi introduksi dan apiikasi CP pada industri kecil dan menengah dad perspektif manajerial (Lin. disusun alternatif-alternatif kegiatan yang mencakupi empat kelompok sebagai berikut: (1) bantuan teknis untuk industri: penulisan dan penerbitan buku panduan teknis.3. dapat disimulasikan adanya dua komponen biaya produksi bersih.

Penatapan Program CP Keputusan llngkat Eksekulif Kebijaksanaan Pengembangan Konsensus Penataan Program Penunjukan Satuan Tugas Penentuan Tujuan Program Kajian Pendahuluan Pengumpulan Data llnjauan Lokasi Urutan Prioritas Program Parencanaan Masukan dari Kelompok Penentuan Sasaran Identifikasi Hambatan PenJadwalan Pemilihan lim Pengkajian Kajian Data dan Lokasi Pemetaan dan Dakumen Info Pengembangan Afternatif CP Usulan Alternatif Pemilihan Alternatif Analisis Kelayakan Aspek Teknik Lingkungan Ekonoml Penulisan Laporan Ka]ian dan Rencana Feraksanaan Pelaksanaan Rencana Pemilihan Proyek Pelaksanaan Instaras! Pemantauan KemaJuan Pengumpulan Analisis Hasil Data Mempertahankan Kesinambungan Program CP Integrasi Program CP dalam Rencana Pendidikan Staf Kesinambungan Komunikasi Internal Program Insentif untuk Karyawan Publilkasi Perusahaan GAMBAR 5 LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN PRODUKSI BERSIH (CP) PROGRAM 85 .

sedangkan kenaikan keuntungan teknologi bersih Tipe 2 sangat marginal. sedangkan faktor kedua adalah kendala keterbatasan waktu manajer. yang sangat menguntungkan. dapat digambarkan bahwa teknologi bersih Tipe 1 memberikan kenaikan keuntungan sebesar 75%.jika pengertian manajer tentang teknologi bersih yang bersangkutan terbatas walaupun termasuk kategori teknologi bersih Tipe 1. Persepsi ini akan dipengaruhi oleh faktor pengetahuan manajer tentangteknologi yang bersangkutan ataupun skala perusahaannya. faktor persepsi manajer terhadap tingkat risiko vs tingkat keuntungan yang diasosiasikan dengan teknologi. Manajemen akan memilih alternatif dengan tingkat risiko yang akan diarnbilnya keeil dan keuntungan yang diharapkan eukup substansial. Pengusaha dengan skala perusahaan yang keeil ataupun menengah secara relatifkurang mengenal teknologi yang barujika dibandingkan dengan perusahaan yang besar. sehingga perusahaan yang besar akan lebih siap mengambil risiko dan mau mencoba teknologi bersih yang memberikan harapan yang baik. faktor keterbatasan waktu yang ada pada manajer perusahaan besar ataupun kecil memberikan keadaan yang kontras.TABEL 1 CONTOH PENGGOLONGAN TEKNOLOGI BERSIH Pengolahan Limbah Penjualan (Sales) Biaya: Manufakturing Pengendalian lingkungan Biaya produksi Keuntungan Selisih keuntungan (%) 130 Teknologi Bersih Tipe 1 130 Tipe2 130 100 10 110 20 95 0 95 35 75% 105 3 108 22 10% - Dari eontoh di atas. Dengan demikian. dia akan eenderung memilih teknologi pengolahan limbah (EOP technology) yang jelas dapat diyakininya akan bekerja. Pertama. yaitu bahwa perusahaan besar mampu untuk menyewa konsultan yang akan melakukan pengkaj ian teknologi bersih tersebut. Demikian pula. 86 . Keadaan yang demikian akan mendorong pihak manajemen memberikan keuntungan yang tinggi ataupun marginal bergantung kepada dua faktor utama yang akan mempengaruhi putusannya.

identifikasi sumber kebutuhan per data. KEBERHASILAN PROGRAM PRODUKSI BERSIH Program Produksi Bersih biasanya dilakukan secara bertahap dan salah satu model tahapannya dapat terdiri dari kegiatan sebagai berikut: (1) pengurangan limbah berdasarkan pertimbangan akal sehat. undang-undang. 4. (3) penghargaan dan insentifbagi perseorangan dan perusahaan. (7) kajian ulang kebijakan pemerintah. dan peraturan. Introduksi teknologi bersih (CP) pada suatu perusahaan akan lebih mudah terjadi untuk pendirian pabrik yang baru ataupun renovasi proses dari pabrik yang lama. misalnya bahwa tindakan end of pipe technology tidak mendahului investasi produksi bersih ataupun insentif yang mencukupi dan efektif bagi produksi bersihjangka panjang.lndustri kecil dan menengah pada umumnya kurang mempunyai tenaga ahli dengan sumber keuangan dan kemampuan pengelolaan yang terbatas. Perusahaan besar akan cenderung mudah mengadopsi teknologi bersih dan selanjutnya perusahaan yang kecil akan mengikuti setelah teknologi tersebut dikenal dan menyebar secara luas.Keadaan di at as berlaku kalau peraturan dan penerapannya diberlakukan secara efektif. (2) tindakan yang membutuhkan informasi. antara lain. (I) (2) (3) (4) Berbagai faktor yang perlu mendapatkan perhatian dalam pencapaian keberhasilan program produksi bersih. pengembangan program produksi bersih jangka panjang secara berkesinambungan. identifikasi dan kuantifikasi manfaat ekonomi. (4) pengembangan teknologi baru melalui kegiatan Iitbang. (6) pengukuran kinerja yang berupamanfaat ekonomi dari proyek-proyek yang menerapkan produksi benih secara berhasil. 87 . teknologi. Usaha-usaha secara kooperatifatau usaha koperasi telah dicobakan secara berhasil untuk industri pelapisan logam. (4) pelatihan karyawan. ataupun bahan. Model tahapan lain meliputi identifikasi kelayakan teknik upaya produksi bersih. (5) sasaran dan prioritas program produksi bersih. (2) dukungan kuat dari manajemen senior. (3) tindakan yang membutuhkan analisis. mencakupi (1) kedudukan dalam organisasi dari unit yang bertanggungjawab dalam pengelolaan industri bersih.

TEKNOLOGI PRODUKSI BERSffi: TINJAUAN STUDI KASUS BEBERAPA NEGARA DI ASIA Atas inisiatif dariAsia Productivity Organization (APO) pada kurun waktu 1993--1994 telah dilakukan studi kasus tentang produksi bersih (CP) yang diikuti oleh 10 negara di Asia. pendanaan. Singapura. ukuran negara ataupun industrilperusahaan. yang selanjutnya menuju pada yang lebih canggih. yaitu Hongkong. Taiwan. Jepang. Nepal. (1) Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penerapan teknologi bersih ialah tingkat industrialisasi. pulp dan kertas. Indonesia. elektropiating.5. (a) perlunya memulai dengan tindakan yang sederhanalmurah. (2) 88 . setiap negara direkomendasikan melakukan pemilihan industri dengan kriteria (1) dua sektor industri yang dari masing-masing sektor dipilih dua. mesin presisi. semen. faktor pendukung serta penghambat pengembangan dan pemanfaatan teknologi produksi bersih. gel as. (2) mengetahui latar belakang. dan pendidikan yang dapat disimpulkan hasil studi ataupun rekomendasi sebagai berikut. Melalui analisis komparatif industri dengan melakukan peninjauan berbagai aspek seperti teknologi. India. peraturan. dan pemasaran dalam negeri. Sasaran dari studi tersebut ialah (l) studi dampak CP terhadap perusahaan dan masyarakat. pengelolaan. daniatau industri asing. Selanjutnya. Jenis industri yangterpilih adalah tekstil (tujuh negara). dan ekonomi setempat. dan Thailand. perbaikan lingkungan. (3) kajian kebijaksanaan/strategi/cara promosi ke perusahaan untuk meningkatkan produktivitas. kebijaksanaan industri yang berorientasi pada ekspor. Dalam melakukan promosi teknologi produksi bersih perlu diperhatikan butir-butir sebagai berikut. higiene industri. satu penerapan dan yang satu Jagi tanpa penerapan teknologi produksi bersih. (b) introduksi teknologi produksi bersih akan Iebih mudah untuk pabrik baru ataupun pabrik lama yang sedang melakukan proses. Korea. Mongolia. dan minuman. (2) industri bersifat strategis dari segi pembangunan ekonomi dan pengendalian lingkungan.

dan salah satunya ialah program produksi bersih. penerapan polluterpay principle. pengembangan sistem harga untuk penggunaan air dan energi. penciptaan pasar untuk produk/jasa yang ramah terhadap Iingkungan. pengembangan dan penerapan sistem manajemen untuk pengendalian polusi dari industri dengan ukuran dan proses tertentu. penguatan hubungan dengan masyarakat. Sebagai ilustrasi. dengan kurikulum pendidikan di bidang teknik lingkungan.(c) (d) (e) (f) perlunya pembentukan panitia nasional untuk promosi teknologi produksi bersih yang berfungsi melakukan forrnulas i. dan peraturan lingkungan. PENERAPAN PRQDUKSI BERSIH DI INDONESIA Program Produksi Bersih merupakan salah satu program yang strategis dari Bapedal (Badan Pengendalian Dampak Lingkungan). penciptaan lapangan kerja. yang mempunyai strategi (I) (2) (3) pengembangan kesesuaian lingkungan. 89 . misalnya dengan memperhatikan kegiatan WTO (World Trade Organization) dan ISO (International Standard Organization). pengembangan kemampuan insitusional. Tabel2 berikutmenyatakanjuduI-judul program yang dikelola oleh Bapedal (dalam Pel ita VI). seperti bantuan tenaga ahli melalui OEeD. dan monitoring pelaksanaan rencana promosi. teknik kimia ataupun mesin kurang mendapat perhatian sehingga diperlukan upaya integrasi teknologi produksi bersih dalam kurikulum di tingkat universitas. Life Cycle Assessment (LCA). dan beban polusi untuk penerapan stick and carrot policy. transfer cara-cara promosi teknologi produksi bersih melalui kerja sarna secara bilateral ataupun organisasi internasional. baik untuk pasar dalam negeri dan pasar regional maupun intemasional. (h) (i) (j) 6. yang terlatih dalam CP. implementasi. (g) identifikasi industri strategis dari segi kontribusi pada produk domestik bruto. pada saat ini teknologi EOP (End of Pipe Technology) masih mendorninasi teknologi produksi bersih.

11. 9. Pengembangan Kemampuan Institusional Bapedal dan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Dampak Lingkungan Perbaikan Kemampuan dalam Pengendalian Dampak Lingkungan Pengembangan Sistem Informasi Bapedal Pengembangan Laboratorium secara Lingkungan Program Kali Bersih (Prokasih) Program Kota Bersih (Adipura) Program Langit Biru Program Evaluasi Kinerja Bisnis (Proper Prokasih) Pengelolaan Limbah Berbahaya (B3) Pengendalian Polusi Laut dan Pantai Pengendalian Perusakan Terumbu Karang dan Bakau Pengendalian Katagori C Perusakan Tanah akibat Operasi Penambangan 4. 7. 5. 90 . 17. 2.TABEL 2 PROGRAM YANG DIKELOLA Nama Program BAPEDAL No. 12. 3. 6. 16. 13. 14. Pengendalian Kebakaran Hutan Pengendalian Perusakan Akibat Kegiatan lndustri Skala KeciL Satgas J agatirta Implementasi AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan) Penggunaan Audit Lingkungan Program Produksi Bersih 15. 10. 18. 8. 1.

Keterbatasan ini meliputi kemampuan sumber daya alam untuk menunjang perubahan maupun ketersediaan yang terbatas dari sumber daya alam tak terbarukan. program dan proyek. maka mungkin pula menggunakan teknologi terbaik yang ada. Prinsip upaya preventif Upaya preventif adalah lebih bijaksana daripada upaya pemulihan dari dampakyang sudah terjadi. (2) (3) (4) (5) 91 .Beberapa prinsip pengelolaan pengendalian Iingkungan yang digunakan oleh Bapedal dapat dinyatakan sebagai berikut (Bapedal. baik sebagai individual maupun kelompok. Prinsip daya dukung dan konvensi secara fungsional dari sumber daya alam Manusia. Prinsip ini dapat bervariasi . Prinsip yang andil dalam polusi barus membayar Inisiator dari kegiatan harus bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan terse but. (1) Manusia sebagai dimensi sentral dalam pengendalian Pembangunan berkelanjutan pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan kualitas kehidupan sehinggadengan demikian manusia dipandang sebagai dimensi sentral dalam pengelolaan dampak lingkungan. upaya pembangunan harus memperhatikan keterbatasan manusia dan sumber daya alam dalam menunjang perubahan. dan sumber daya alam mempunyai daya/kapasitas dukung terbatas dan tidak dapat dilampaui. Falsafah upaya preventifdari dampak harus tercermin dalam setiap tahap pengambilan putusan. pengembangan kebijaksanaan. baik pada tingkat operasional ataupun pascatingkat operasional. Oleh karena itu. 1995). kegiatan yang bersangkutan berkaitan dengan masyarakat yang berpendapatan rendah dengan Pemerintah berkewajiban mambantu mencarikan pemecahannya. Aplikasi teknologi Aplikasi teknologi untuk pengendalian dampak perlu mempertimbangkan kelayakan ekonomi dan teknologi yang paling baik untuk dipraktikkan jika melibatkan masalah lingkungan yang peka dan strategis atau berkaitan dengan kesehatan manusia.

komposisi. Prinsip pengelolaan yang transparan dan bertanggung jawab PengeJolaan dampak lingkungan harus terencanakan dan diimplernentasikan dengan akuntabilitas yangjeJas. (7) Tiga komponen yang umum dalam produksi bersih (CP) adalah sebagai berikut: (1) (2) mengubah masukan bahan mentah ke dalam sistem produksi. (3) peningkatan produk dan kualitas. Pada Tabel 3 diperkirakan contoh produksi bersih yang menguntungkan di Indonesia dengan biaya maksimal US$ 375. sedangkan limbah diproses menjadi produk ikutan (samping) yang berguna ataupun didaur ulang. dengan bahan baku diproses menjadi produk.). (2) pengurangan biaya operasi melalui pengolahan limbah yang lebih efisien. adanya produk ikutan yang dapat dijual. serta penurunan biaya operasi. (3) Beberapa alasan dasar bahwa secara finansial produksi bersih itu menguntungkan ialah (1) pemakaian bahan baku yang efisien. 92 . (5) manfaat pengurangan dampak lingkungan. misalnya melalui pengurangan bahan beracun.a. (4) manfaat citra perusahaan yang baik. minimisasi bahaya terhadap kesehatan umum dan Iingkungan selama masa edar produk.(6) Prinsip kebersamaan Setiap orang mempunyai hak dan kewajiban untuk memelihara Iingkungan yang sehat karena setiap orang mempunyai hak dan kewaj iban daiam pengeloJaan lingkungan. s. peningkatan produktivitas kerja.000 dan jangka waktu pengembalian satu tahun (Hirshom. kemasan prod uk untuk menciptakan "produk hijau" dalam arti ramah terhadap iingkungan. mengubah desain. pengurangan atau minimisasi lirnbah dengan menerapkan sistem produksi yang efisien.

6. 3. 2.000 7. 1.000 airless spray Beberapa bulan 93 .000 Tidakada 3 bulan 1tahun Segera 7.000 6. 4. 5. Industri Semen Printing tekstil Industri kecil rumah tangga Sukucadang logam Pengerjaan logam Tekstil akrilik Tindakan Produksi Bersih Sistem kendali proses Daurulang pelarut Daurulang pelarut Daurulang pembersih alkali Daur ulang limbah cairan pendingin Daur ulang air pendingin dan air proses celup Daur ulang khrom cairan bekas Penggantian sistem pelarut Penggantian teknik sistem atomisasi udara dengan Biaya (US $) 375. Penyamakan kulit 8.600 40.000 3.000 17.500 < 1 tahun 1 bulan 2 bulan 1tahun 1 tahun 5. Finishing Penyamakan Pengecatan sukucadang logam < 15.TABEL 3 CONTOR PRODUKSI BERSIH YANG MENGUNTUNGKAN DI INDONESIA Jangka Waktu Kembali No. 9.

penyelenggaraan seminar dan lokakarya. institusi akademik. perumusan rekomendasi terhadap perubahan peraturan dan kebijakan untuk menghilangkan hambatan dalam penerapan produksi bersih. penggunaan konsultan ahli teknik (lokal maupun asing) untuk membantu industri secara langsung. pengembangan ekolabel dan konsep insentif pajak retribusi Iimbah. dan masyarakat tentang konsep produksi bersih serta manfaat yang diperoleh baik secara ekonomi maupun kelestarian lingkungan. penerusan pinjaman lunak untuk pengolahan air Iimbah dan pengembangannya yang mencakupi kegiatan preventif terhadap polusi. Sasaran program produksi bersih tersebut ialah (I) meningkatkan kesadaran Pemerintah. (3) Latihan dan Pengembangan Kesadaran. penyebaran. pernbuatan dan penyebaran informasi. integrasi teknologi produksi bersih ke dalam kurikulum pendidikan pada semua tingkatan. pengembangan kebijakan dan insentif khusus untuk mendorong produksi bersih. PROGRAM PRODUKSI BERSIH DI INDONESIA Penanganan program produksi bersih di Indonesia dilakukan oleh Bapedal. 94 . (2)mendorong. (3) membantu pengumpulan. mendorong keterlibatan kelompok sektoral yang ada dalam pelaksanaan produksi bersih. melakukan pemeriksaan atau audit untuk identifikasi bidang-bidang tempat produksi bersih dapat diterapkan. yang didasarkan pad a konsep bahwa pendekatan rangsangan secara ekonomi merupakan cara yang lebih andal daripada pendekatan perintah dan kontro!' Kegiatan mencakupi. mendorong penggunaan audit Iingkungan oleh sektor swasta. yang meliputi pengumpulan data dan informasi internasional yang mutakhir. pelaksanaan proyek percontohan melaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan. pembaruan informasi dati pangkalan data secara reguler. mengenalkan. dan kelompok Iingkungan. industri. .7. (4) Insentif Ekonomi. memasukkan konsep produksi bersih ke dalam asosiasi rekayasa industri.yang ditunjukkan untuk mengenalkan dan mendorong pengurangan dan eliminasi polutan dari sumbernya dalam pelaksanaan pernbangunan berkelanjutan. yaitu ( I) Program Bantuan Teknik untuk Industri. Program dengan tujuan dan sasaran terse but di atas terdiri dari empat hal. pengembangan kemitraan dengan asosiasi industri. pengembangan pangkalan data. dan membantu penerapan teknologi produksi bersih oleh industri. dan penyampaian informasi tentang alternatifalternatifproduksi bersih. antara lain. (2) Program Sistem Informasi. pengembangan hadiah industri secara tahunan. pernbuatan paket informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat umum tentang produk bersih. penelitian dan pengembangan tentang aplikasi sistem insentif. yang mencakupi pengembangan cara-cara pelatihan secara menyeluruh untuk peserta dati Pemerintah dan swasta. yang meliputi kegiatan penerbitan pedoman untuk industri-industri tertentu.

Pemerintah telah memutuskan bahwa laboratorium -laboratorium daerah di seluruh Indonesia dapat ditingkatkan kemampuannya untuk menjadi laboratorium lingkungan. yang terakreditasi secara penuh terhadap standar internasional. Pend irian Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup telah meningkatkan kesadaran Jingkungan. PENINGKATAN LINGKUNGAN KEMAMPUAN DI INDONESIA PEMANTAUAN Kajian tentang masalah lingkungan utama di tiap propinsi di Indonesia (BapedaJ. yang dapat berdampak menurunkan kondisi kesehatan penduduk. Untuk mendapat data yang akurat dan dipercaya dengan cakupan luas secara terus-menerus. Strategi keseluruhan ialah menggabungkan 60 laboratorium lingkungan ke dalam suatujaringan laboratorium. Hal ini akan menjamin penerapan satu sistem mutu Iingkungan yang standar dan menjamin validasi data analitik yang dihasilkan. baik untuk saat ini maupun di masayang akan datang. orang menderita akibat kekurangan air ataupun masalah polusi udara. serta upaya koordinasi di antara sektor-sektor terkait.8. dan polusi yang keadaannya semakin memprihatinkan sebagai akibat limbah rumah tangga dan limbah industri. Sifat masalah lingkungan di Indonesia merupakan campuran dari proses degradasi sumberdaya alam. Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Pembangunan nasional yang cepat telah menciptakan tekanan yang berdampak pada lingkungan. 95 . Untuk maksud tersebut laboratorium daerah yang dipilih adalah laboratorium dari Departemen Kesehatan. hukum dan peraturan. penurunan kualitas perkotaan. baik di kota maupun di daerah pedesaan. telah direncanakan sistem pemantauan secara nasional. Bapedal mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan pengendalian dampak lingkungan. khususnya kebutuhan laboratorium yang diperlukan untuk analisis parameter-parameter lingkungan yang mendesak. sedangkan di daerah pedesaan penggunaan bahan kimia yang berlebihan telah menimbulkan masalah polusi. Pusat Sarana Pengendalian Oampak Lingkungan (PusarpedaJ) akan memegang peran yang penting dalam sistem ini. 1967) menyimpulkan perlunya pengembangan kemampuan pemantauan dan pengendalian lingkungan. dan pusat tersebut akan dikembangkan menjadi laboratorium Referensi Lingkungan Nasional. Pemantauan lingkungan yang pada saat ini dilakukan di Indonesia belum baik karena rendahnya tingkat kemampuan pemantauan lingkungan di tingkat propinsi. dan Oepartemen Pekerjaan Umum. serta infrastruktur yang relatifkurang memadai. Oi kota dengan intensitas kegiatan ekonomi yang tinggi dan kenaikan penduduk yang cepat. yang mencakup upaya preventif perusakan sumber daya alam. penanggulangan polusi dan pemulihan kualitas lingkungan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku atas dasar hasil pemantauan lingkungan.

kualitas lingkungan udara. yaitu bidang i1mu pengetahuan alam. dan disimpan secara baik. LIPI dalam merumuskan dan melaksanakan kegiatannya berorientasi pada pembangunan nasional secara berkelanjutan dengan memperhatikan pemikiran-pemikiran dasar sebagai berikut. evaluasi. perikanan. kehutanan dan pertambangan.Pengembangan sistem pengolahan informasi laboratorium akan menjamin bahwa data yang dihasilkan akan dikirim. maupun tenaga ah Ii yang dalam beberapa situasi j ustru kurang menguntungkan. ilmu pengetahuan teknik. ilmu pengetahuan sosial dan kemasyarakatan. misalnya dalam mengukur sumber polusi cairan dan ernolsi. (a) Peningkatan pemanfaatan teknologi melalui investasi modal yang diarahkan untuk mengolah sumber daya alam. teknologi. serta menganalisis dan melaporkan data secara akurat. analisis. baik yang terbarukan maupun yang tidak terbarukan. 96 . PERAN LIP I DALAM PENGEMBANGAN UNTUK LINGKUNGAN TEKNOLOGI LlPI sebagai salah satu lembaga penelitian dan pengembangan non departemental mempunyai pusat-pusat dengan spektrum bidang ilmiah yang cukup lebar. (4) meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemantauan mutu lingkungan dalam rangka pelaksanaan kebijaksanaan pengelolaan lingkungan. dievaluasi. (2) mengembangkan kemampuan pemantauan lingkungan dalam lingkup nasional dengan mendirikan suatujaringan laboratorium Iingkungan di propinsi-propinsi sehingga dapat mengukur dan mengevaluasi kualitas di wilayah masing-masing. 9. Berbagai program konkret untuk pengembangan kemampuan pemantauan lingkungan telah dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut: (1) memperkuat kemampuan laboratorium lingkungan dalam pengambilan contoh. serta peternakan). (3) membantu pemerintah daerah tingkat propinsi untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengevaluasi kesesuaian tindakan pengendalian polusi. serta bidang pembinaan sarana ilmiah (seperti standardisasi. Dalam hal ini aspek ketergantungan pada komponen impor periu dicennati. dokumentasi dan informasi ilmiah). analisis pengembangan iptek. Dengan mengingat potensi sumber daya alam Indonesia adalah dalam bidang pertanian (termasuk perkebunan. baik berupa bahan baku. pengembangan industri di Indonesia perlu mengutamakan resource based industries. menjadi bahan baku industri yang mempunyai nilai tambah. dan pelaporan data mutu Iingkungan untuk maksud pemantauan dan maksud pengolahan lingkungan yang lain.

yaitu diIakukan di daerah tempat sumber daya alam terse but banyak dihasilkan sehingga menghemat biaya transportasi. dalam arti mendayagunakan keanekaragaman bidang sumber daya yang ada di LIPI. Hirschhorn. Promotion of Pollution Prevention in Developing Countries. 4. 1994. August. 97 . swasta. baik untuk proses hulu maupun proses hilir. serta bioremidiasi. 6. 2. masalah pengolahan air. Khususnya dalam penanganan kegiatan yang berkaitan dengan Iingkungan. S. BapedaI. J. 2-5. memperluas lapangan kerja baru.a). udara dan padat. Environmental Impact Management Agency. antara lain. Directorate for Technical Guidance-Cleaner Production. Manfaat Pendekatan Penerapan Produksi Bersih oleh Industri Publikasi ICIP (Indonesia Cleaner Industrial Production Program). 3. berbagai pusat di LlPI telah cukup lama berkecimpung dalam berbagai kegiatan. serta dalam memberikan sarana Pemerintah. (s. Bapedal. Mongolia.(b) (c) (d) (e) Upaya proses nilai tambah tersebutperlu dilakukan seefisien mungkin. 1995. 1997. Cleaner Production in Indonesia. Bapedal. Perlu diperhatikan di sini bahwa upaya preventifatau teknologi produksi bersih lebih diutamakan daripada upaya reaktif atau pemanfaatan end of pipe technology. Laporan Tahunan Proyek RMCD (Regional Monitoring Capasity Development). pemantauan polusi Iimbah cair. DAFTARPUSTAKA 1. terutama dalam mendukung pengembangan industri kecil dan menengah. serta berdampak dalam pemerataan kegiatan produksi secara ekonomis. Kerja samadengan lembaga-Iembaga lain yang bergerak dalam masalah Iingkungan perlu digiatkan. Dalam pengembangan dan penerapan proses pengolahan sumber daya tersebut perlu diperhatikan pemilihan proses yang ramah Iingkungan. Pendekatan terpadu dalam pengembangan resource based technology perlu dilakukan. proyek kali bersih. 1996-1997. penanganan limbah industri. Chiu. ataupun masyarakat dalam upaya memperkecil social benefit.S. sampah padat kota. Kertas Kerja pad a APO 2nd Coordination Meeting of Basic Research VII on Productivity and Environment.

P. K. Indonesia dalam Kancah Isu lingkungan Global. 9.M. Green Productivity No. Sakurai. 1997. 1992. No. Tokyo. Lim. 8. Agenda 21 Indonesia.3. 7. et ai. Raskin. C.1. APO. 1994.6. Factors that Affect the Indonesia and Application on Green Productivity Among Small and Medium Enterprises: From managerial Perspective. Gramedia Pustaka utama. Jakarta. (ed). Cleaner Production for Green Productivity: Asian Perspectives. 1996. Otto. 1995. Beyond Conventional Development: Polestar Series Report. The Sustainability Transition. 98 . ]o. Strategi Nasional untuk Pembangunan Berkelanjutan. Kantor Menteri Lingkungan Hidup (K Men LH). Soemarwoto.