Nama :Septian Wijaya Kelas :X-1

Teori Big Bang
. Menurut model ledakan dahsyat, alam semesta mengembang dari keadaan awal yang sangat padat dan panas dan terus mengembang sampai sekarang. Secara umum, pengembangan ruang semesta yang mengandung galaksi-galaksi dianalogikan seperti roti kismis yang mengembang. Gambar di atas merupakan gambaran konsep artis yang mengilustrasikan pengembangan salah satu bagian dari alam semesta rata. Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar (bahasa Inggris: Big Bang) merupakan sebuah peristiwa yang menyebabkan pembentukan alam semesta, berdasarkan kajian kosmologi tentang bentuk awal dan perkembangan alam semesta (dikenal juga dengan Teori Ledakan Dahsyat atau Model Ledakan Dahysat). Berdasarkan pemodelan ledakan ini, alam semesta, awalnya dalam keadaan sangat panas dan padat yang mengembang pesat, secara terus menerus hingga hari ini. Berdasarkan pengukuran terbaik tahun 2009, keadaan awal alam semesta bermula sekitar 13,7 miliar tahun lalu, yang kemudian selalu menjadi rujukan sebagai waktu terjadinya Big Bang tersebut. Teori ini telah memberikan penjelasan paling komprehensif dan akurat yang didukung oleh metode ilmiah beserta pengamatan. Adalah Georges Lemaître, seorang biarawan Katolik Roma Belgia, yang mengajukan teori ledakan dahsyat mengenai asal usul alam semesta, walaupun ia menyebutnya sebagai "hipotesis atom purba". Kerangka model teori ini bergantung pada relativitas umum Albert Einstein dan beberapa asumsi-asumsi sederhana, seperti homogenitas dan isotropi ruang. Persamaan yang mendeksripsikan teori ledakan dahsyat dirumuskan oleh Alexander Friedmann. Setelah Edwin Hubble pada tahun 1929 menemukan bahwa jarak bumi dengan galaksi yang sangat jauh umumnya berbanding lurus dengan geseran merahnya, sebagaimana yang disugesti oleh Lemaître pada tahun 1927, pengamatan ini dianggap mengindikasikan bahwa semua galaksi dan gugus bintang yang sangat jauh memiliki kecepatan tampak yang secara langsung menjauhi titik pandang kita: semakin jauh, semakin cepat kecepatan tampaknya. Jika jarak antar gugus-gugus galaksi terus meningkat seperti yang terpantau sekarang, semuanya haruslah pernah berdekatan di masa lalu. Gagasan ini secara rinci mengarahkan pada suatu keadaan massa jenis dan suhu yang sebelumnya sangat ekstrem dan berbagai pemercepat partikel raksasa telah dibangun untuk percobaan dan menguji kondisi tersebut, yang menjadikan teori tersebut dapat konfirmasi dengan signifikan, walaupun pemercepatpemercepat ini memiliki kemampuan yang terbatas untuk menyelidiki fisika partikel. Tanpa adanya bukti apapun yang berhubungan dengan pengembangan awal yang cepat, teori ledakan dahsyat tidak dan tidak dapat memberikan beberapa penjelasan seperti kondisi awal, melainkan mendeskripsikan dan menjelaskan perubahan umum alam semesta sejak pengembangan awal tersebut. Kelimpahan unsur-unsur ringan yang terpantau di seluruh kosmos sesuai dengan prediksi kalkulasi pembentukan unsur-unsur ringan melalui proses

Ia tidak berpikir lebih jauh lagi mengenai implikasi fakta ini. terdapat kontroversi apakah nebula-nebula ini adalah "pulau semesta" yang berada di luar galaksi Bima Sakti. yang sekarang dikenal sebagai hukum Hubble. Dilaporkan secara luas bahwa. pengukuran Edwin Hubble akan jarak nebula spiral terdekat menunjukkan bahwa ia sebenarnya merupakan galaksi lain. Hubble mengembangkan sederet indikator jarak yang merupakan cikal bakal tangga jarak kosmis menggunakan teleskop Hooker 100-inci (2. Hoyle yang mendukung model kosmologis alternatif "keadaan tetap" bermaksud menggunakan istilah ini secara peyoratif. Hubble menemukan korealsi antara jarak dan kecepatan resesi. yaitu "atom purba" di mana waktu dan ruang bermula. Mulai dari tahun 1924. Pada tahun 1912. alam semesta berayun . Georges Lemaître kemudian secara independen menurunkan persamaan Friedmann pada tahun 1927 dan mengajukan bahwa resesi nebula yang disiratkan oleh persamaan tersebut diakibatkan oleh alam semesta yang mengembang. Pada tahun 1929. seorang kosmologis dan matematikawan rusia. Sepuluh tahun kemudian. namun Hoyle secara eksplisit membantah hal ini dan mengatakan bahwa istilah ini hanyalah digunakan untuk menekankan perbedaan antara dua model kosmologis ini. Gambaran artis mengenai satelit WMAP yang mengumpulkan berbagai data untuk membantu para ilmuwan memahami ledakan dahsyat Semasa tahun 1930-an. Sejarah dan perkembangan teori Teori ledakan dahsyat dikembangkan berdasarkan pengamatan pada stuktur alam semesta beserta pertimbangan teoritisnya. menurunkan persamaan Friedmann dari persamaan relativitas umum Albert Einstein. termasuk pula model Milne. Hal ini memungkinkannya memperkirakan jarak antara galaksi-galaksi yang pergeseran merahnya telah diukur.nuklir di dalam kondisi alam semesta yang mengembang dan mendingin pada awal beberapa menit kemunculan alam semesta sebagaimana yang diuraikan secara terperinci dan logis oleh nukleosintesis ledakan dahsyat. Vesto Slipher yang pertama mengukur Efek Doppler pada "nebula spiral" (nebula spiral merupakan istilah lama untuk galaksi spiral). Alexander Friedmann. Hoyle kemudian memberikan sumbangsih yang besar dalam usaha para fisikawan untuk memahami nukleosintesis bintang yang merupakan lintasan pembentukan unsur-unsur berat dari unsur-unsur ringan secara reaksi nuklir. mengingat prinsip kosmologi. Persamaan ini menunjukkan bahwa alam semesta mungkin mengembang dan berlawanan dengan model alam semesta yang statis seperti yang diadvokasikan oleh Einstein pada saat itu. kebanyakan oleh Slipher. Pada tahun 1931 Lemaître lebih jauh lagi mengajukan bahwa pengembangan alam semesta seiring dengan berjalannya waktu memerlukan syarat bahwa alam semesta mengerut seiring berbaliknya waktu sampai pada suatu titik di mana seluruh massa alam semesta berpusat pada satu titik. Pada tahun 1924. Setelah penemuan radiasi latar mikrogelombang kosmis pada tahun 1964. Fred Hoyle mencetuskan istilah Big Bang pada sebuah siaran radio tahun 1949. gagasan-gagasan lain diajukan sebagai kosmologi non-standar untuk menjelaskan pengamatan Hubble. dan kemudian diketahui bahwa hampir semua nebula-nebula itu menjauhi bumi. kebanyakan ilmuwan mulai menerima bahwa beberapa skenario teori ledakan dahsyat haruslah pernah terjadi.500 mm) di Observatorium Mount Wilson. dan sebenarnya pada saat itu. Lemaître telah menunjukan bahwa ini yang diharapkan.

terdapat dua model kosmologis yang memungkinkan. Untuk sementara. Fase terawal ledakan dahsyat penuh dengan spekulasi. transisi fase menyebabkan inflasi kosmis. tekanan dan temperatur yang sangat besar. namun diadvokasikan oleh Albert Einstein dan Richard Tolman) dan hipotesis cahaya lelah (tired light) Fritz Zwicky.[34] Temperatur pada saat itu sangat tinggi sehingganya kecepatan gerak partikel mencapai kecepatan relativitas. sebagai radiasi latar panjang gelombang kosmis (cosmic microwave background radiation. Dalam model ini. BBN) dan yang kaitkan oleh. Satunya adalah model keadaan tetap Fred Hoyle. Fase awal yang panas dan padat itu sendiri dirujuk sebagai "the Big Bang". Kecocokan hasil ketiga pengukuran independen ini dengan kuat mendukung model ΛCDM yang mendeskripsikan secara mendetail kandungan alam semesta.73 ± 0. dan pengukuran fungsi korelasi galaksi. justru adalah Hoyle yang mencetuskan istilah big bang untuk merujuk pada teori Lemaître dalam suatu siaran radio BBC pada bulan Maret 1949. Setelah Perang Dunia II. utamanya disebabkan oleh kemajuan besar dalam teknologi teleskop dan analisa data yang berasal dari satelit-satelit seperti COBE.12 miliar tahun. reaksi yang tak diketahui yang disebut . Teleskop luar angkasa Hubble dan WMAP. yang mengajukan bahwa materi-materi baru tercipta ketika alam semesta tampak mengembang. CMB). Penemuan dan konfirmasi radiasi latar belakang mikrogelombang kosmis pada tahun 1964 mengukuhkan ledakan dahsyat sebagai teori yang terbaik dalam menjelaskan asal usul dan evolusi kosmos. alam semesta memiliki usia 13. yang diadvokasikan dan dikembangkan oleh George Gamow. Berbagai kemajuan besar dalam kosmologi ledakan dahsyat telah dibuat sejak akhir tahun 1990-an. dukungan para ilmuwan terbagi kepada dua teori ini. dan merekonsiliasi pengamatan kosmis dengan teori dasar. dan dianggap sebagai "kelahiran" alam semesta kita. namun tidaklah lebih awal daripada masa Planck. Ironisnya. Setelah inflasi berhenti. alam semesta hampirlah sama di titik waktu manapun. bukti-bukti pengamatan memfavoritkan teori ledakan dahsyat. dan produksi pasangan segala jenis partikel terus menerus diciptakan dan dihancurkan. alam semesta terdiri dari plasma kuark-gluon beserta partikel-partikel elementer lainnya. Model yang paling umumnya digunakan mengatakan bahwa alam semesta terisi secara homogen dan isotropis dengan rapatan energi yang sangat tinggi. Pada akhirnya. yang kemudian memperkenalkan nukleosintesis ledakan dahsyat (Big Bang Nucleosynthesis.(awalnya diajukan oleh Friedmann. Garis waktu ledakan dahsyat Ekstrapolasi pengembangan alam semesta seiring mundurnya waktu menggunakan relativitas umum menghasilkan kondisi masa jenis dan suhu alam semesta yang tak terhingga pada suatu waktu di masa lalu. Kira-kira 10−37 detik setelah pengembangan. Sedekat mana kita dapat berekstrapolasi menuju singularitas diperdebatkan. Didasarkan pada pengukuran pengembangan menggunakan Supernova Tipe Ia. pengukuran fluktuasi temperatur pada latar gelombang mikro kosmis. dan dengan cepat mengembang dan mendingin. Singularitas ini mensinyalkan runtuhnya keberlakuan relativitas umum pada kondisi tersebut. Kebanyakan karya kosmologi zaman sekarang berkutat pada pemahaman bagaimana galaksi terbentuk dalam konteks ledakan dahsyat. Model lainnya adalah teori ledakan dahsyat Lemaître. pemahaman mengenai keadaan alam semesta pada waktu-waktu terawalnya. yang sewaktu itu alam semesta mengembang secara eksponensial. Ralph Alpher dan Robert Herman. Sampai dengan suatu waktu.

membentuk awan gas. proton. neutron bergabung dengan proton dan membentuk inti atom deuterium dan helium dalam suatu proses yang dikenal sebagai nukleosintesis ledakan dahsyat. ketika temperatur sekitar satu miliar kelvin dan rapatan alam semesta sama dengan rapatan udara. sehingga energi tiap-tiap partikel terus menurun. Teori kuantum gravitasi diperlukan untuk mengatasi batasan ini. kemungkinan besar ia telah disusupi oleh energi gelap. Pada saat itu. bintang. energi gelap yang semakin berlimpah menyebabkan pengembangan alam semesta mulai secara perlahan semakin cepat. tiada model yang dapat menjelaskan kejadian sebelum 10−15 detik setelah kejadian ledakan dahsyat. Transisi fase perusakan simetri membuat gaya-gaya dasar fisika dan parameter-parameter partikel elementer berada dalam kondisi yang sama seperti sekarang.000 tahun. menyisakan hanya satu dari 1010 proton dan neutron terdahulu. namun dalam ruang yang sempit dan saling berdekatan.[38] Medan Ultra Dalam Hubble memperlihatkan galaksi-galaksi dari zaman dahulu ketika alam semesta masih muda. dan lebih hangat menurut teori ledakan dahsyat. rapatan energi massa rihat materi secara gravitasional mendominasi. gambaran ledakan dahsyat menjadi lebih jelas oleh karena energi partikel telah menurun mencapai energi yang bisa dicapai oleh eksperimen fisika partikel. yakni materi gelap dingin. materi gelap panas. . lebih padat. daerah-daerah alam semesta yang sedikit lebih rapat mulai menarik materi-materi sekitarnya secara gravitasional. Namun. Setelah pemusnahan ini. Detail proses ini bergantung pada banyaknya dan jenis materi alam semesta. Setelah 379. dan materi barionik. yang menggunakan kerangka mekanika kuantum dan relativitas umum Einstein yang independen. Beberapa menit semasa pengembangan. gravitasi mendominasi dan secara perlahan memperlambat pengembangan alam semesta. kuark dan gluon bergabung membentuk barion seperti proton dan neutron. Segala evolusi kosmis yang terjadi setelah periode inflasioner ini dapat secara ketat dideskripsikan dan dimodelkan oleh model ΛCDM. Terdapat tiga jenis materi yang memungkinkan. Sisa-sisa radiasi ini yang terus bergerak melewati ruang semesta dikenal sebagai radiasi latar gelombang mikro kosmis. Temperatur pada saat ini tidak lagi cukup tinggi untuk menghasilkan pasangan proton-antiproton. Seiring dengan mendinginnya alam semesta. Pada sekitar 10−6 detik. setelah beberapa miliar tahun pengembangan. Kuark yang sedikit lebih banyak daripada antikuark membuat barion sedikit lebih banyak daripada antibarion. Selama periode yang sangat panjang. galaksi. Sebagaimana yang telah disebutkan. Bukti-bukti independen yang berasal dari supernova tipe Ia dan radiasi latar belakang mikrogelombang kosmis menyiratkan bahwa alam semesta sekarang didominasi oleh sejenis bentuk energi misterius yang disebut sebagai energi gelap. elektron dan inti atom bergabung menjadi atom (kebanyakan berupa hidrogen) dan radiasi materi mulai berhenti.bariogenesis melanggar kekekalan jumlah barion dan menyebabkan jumlah kuark dan lepton lebih banyak daripada antikuark dan antilepton sebesar satu per 30 juta. yang tampaknya menembus semua ruang. Ketika alam semesta masih sangat muda. Dua jenis materi lainnya hanya menduduki kurang dari 18% materi alam semesta.[37] Kebanyakan proton masih tidak terikat sebagai inti hidrogen. pada akhirnya. Ini menyebabkan dominasi materi melebihi antimateri pada alam semesta. dan elektron yang tersisa tidak lagi bergerak secara relativistik dan rapatan energi alam semesta didominasi oleh foton (dengan sebagian kecil berasal dari neutrino). Pengamatan ini mensugestikan bahwa 72% total rapatan energi alam semesta sekarang berbentuk energi gelap. sehingga yang selanjutnya terjadi adalah pemusnahan massal. Ukuran alam semesta terus membesar dan temperatur alam semesta terus menurun. Pengukuran terbaik yang didapatkan dari WMAP menunjukkan bahwa bentuk materi yang dominan dalam alam semesta ini adalah materi gelap dingin. neutron. dan objek-objek astronomi lainnya yang terpantau sekarang.[36] Setelah kira-kira 10−11 detik.

kita tidak dapat memandang masa lalu lebih jauh daripada yang kita dapat pandang sekarang. maka akan terdapat berbagai kejadian di masa lalu yang cahayanya belum mencapai kita. prinsip komologis dapat diturunkan dari prinsip Kopernikus yang lebih sederhana. Walaupun jarak koordinat (jarak segerak) kedua titik tetap konstan. Pemahaman kita mengenai alam semesta pada waktu-waktu terawalnya menyiratkan terdapatnya horizon masa lalu. Horizon Salah satu ciri penting pada ruang waktu Ledakan Dahsyat adalah keberadaan horizon. walaupun horizon masa lalu .Asumsi-asumsi dasar Teori ledakan dahsyat bergantung kepada dua asumsi utama: universalitas hukum fisika dan prinsip kosmologi. cahaya yang dipancarkan oleh kita tidak akan pernah mencapai objek jauh tersebut. Satu-satunya metrik yang memenuhi persyaratan ini adalah metrik Riedmann–Lemaître–Robertson–Walker (metrik FLRW). yang membatasi kejadian-kejadian di masa depan yang kita dapat pengaruhi. Sebaliknya. yang dapat berupa galaksi. prinsip kosmologis telah berhasil dikonfirmasikan melalui pengamatan pada radiasi latar mikrogelombang kosmis. Prinsip ini menyatakan bahwa bumi. yaitu koordinat segerak (comoving coordinate). karena ruang itu sendiri berekspansi dan objek yang semakin jauh akan menjauh semakin cepat. Apabila alam semesta tampak isotropis sebagaimana yang terpantau dari bumi. Keberadaan dua horizon ini bergantung pada penjelasan detail model FLRW mengenai alam semesta kita. Metrik FLRW Relativitas umum mendeskripsikan ruang-waktu menggunakan metrik yang menjelaskan jarak kedua titik yang terpisah satu sama lainnya. Melainkan ruang tersebut berekspansi seiring dengan waktu dan meningkatkan jarak fisik antara dua titik yang bersegerak. Metrik ini mengandung faktor skala yang menentukan seberapa besar alam semesta berubah seiring dengan berjalannya waktu. walaupun pandangan kita juga akan dibatasi oleh buramnya alam semesta pada waktu-waktu terawalnya. sehingga objek yang bergerak karena pengembangan alam semesta akan berada pada titik yang sama dalam sistem koordinat ini. Batasan ini disebut sebagai horizon masa depan. bukanlah posisi pusat yang khusus ataupun penting. Prinsip kosmologis menyiratkan bahwa metrik ini haruslah homogen dan isotropis dalam skala yang besar. Kedua asumsi dasar ini awalnya dianggap sebagai postulat. Ledakan Dahsyat bukanlah kejadian penghamburan materi ke seluruh ruang semesta yang kosong. bintang. Karena metrik FLRW mengasumsikan distribusi massa dan energi yang merata. metrik ini hanya berlaku pada skala yang besar. Oleh karena itu. ditunjukkan menggunakan peta koordinat yang berada di keseluruhan ruang waktu. Hal ini akan membatasi kita dalam mengamati objek terjauh alam semesta (horizon masa lalu). Dalam sistem koordinat ini. dan cahaya bergerak dengan kecepatan yang terbatas pula. namun beberapa usaha telah dilakukan untuk menguji keduanya. ataupun objek lainnya. kisi koordinat berekspansi bersamaan dengan alam semesta yang mengembang. Sebagai contohnya. maupun titik pengamatan manapun. Titik ini. Prinsip kosmologi menyatakan bahwa dalam skala yang besar alam semesta bersifat homogen dan isotropis. jarak fisik antara dua titik akan meningkat sesuai dengan faktor skala alam semesta. asumsi bahwa hukum fisika berlaku secara universal diuji melalui pengamatan ilmiah yang menunjukkan bahwa penyimpangan terbesar yang mungkin terjadi pada tetapan struktur halus sepanjang usia alam semesta berada dalam batasan 10−5. Sampai dengan sekarang. Hal ini memungkinkan kita untuk membuat sistem koordinat yang dapat dipilih dengan praktis. Oleh karena alam semesta memiliki usia yang terbatas.

atapun alam semesta mengembang secara merata ke mana-mana. yaitu pengembangan Hubble terpantau pada geseran merah galaksi. dengan D adalah jarak segerak. yaitu kita berada pada pusat pengembangan galaksi (yang tidak mungkin sesuai dengan prinsip Kopernikus). maka pergeseran merahnya tidak akan sama di setiap arah pantauan. D adalah jarak segerak terhadap objek tersebut. Pengembangan alam semesta ini diprediksikan dari relativitas umum oleh Alexander Friedmann pada tahun 1922dan Georges Lemaître pada tahun 1927. dan distribusi skala besar beserta evolusi galaksiyang diprediksikan terjadi karena pertumbuhan gravitasional struktur dalam teori standar.4 +1. geseran merah Hubble dapat dianggap sebagai geseran Doppler yang sesuai dengan kecepatan mundur v. Hukum Hubble memiliki dua penjelasan. pengukuran mendetail pada latar belakang mikrogelombang kosmis. Hal ini mendukung prinsip kosmologis bahwa alam semesta tampaklah sama di keseluruhan arah pantauan. H. Keempat bukti ini kadang-kadang disebut "empat pilar teori Ledakan Dahsyat".. kecepatan mundur suatu objek dapat dikalkulasi. Pergeseran ini secara merata isotropis. dan terdistribusikan merata di kesemuaan objek terpantau di seluruh arah pantauan. Bahwa alam semesta mengalami pengembangan metrik ditunjukkan oleh bukti pengamatan langsung prisip kosmologis dan prinsip Kopernikus. maka akan terdapat pula horizon masa depan. Pergeseran merah yang terpantau pada objek-objek yang jauh sangat isotropis dan homogen. kelimpahan unsur-unsur ringan. dengan    v adalah kecepatan mundur suatu galaksi ataupun objek lainnya. hubungan linear yang dikenal sebagai hukum Hubble akan terpantau: v = H0D. dan H0 adalah konstanta Hubble. Ketika kecepatan mundur dipetakan terhadap jaraknya. Untuk jarak yang lebih kecil daripada alam semesta terpantau. geseran merah ini bukan geseran Doppler sejatinya. . Apabila pergeseran merah yang terpantau merupakan akibat dari suatu ledakan di titik pusat yang jauh dari kita. Pergeseran ini dapat dilihat dengan mengambil spektrum frekuensi suatu objek dan mencocokkannya dengan pola spektroskopi garis emisi ataupun garis absorpsi atom suatu unsur kimia yang berinteraksi dengan cahaya. dimungkinkan pula perkiraan jarak menggunakan tangga jarak kosmis. yakni bahwa pancaran cahaya objek ini telah bergeser menuju panjang gelombang yang lebih panjang.3−1. namun merupakan akibat dari pengembangan alam semesta antara waktu cahaya tersebut dipancarkan dengan waktu cahaya tersebut dideteksi. Untuk beberapa galaksi. dan v. sebelum Hubble melakukan analisi beserta pengamatannya pada tahun 1929. Teori ini mempersyaratkan bahwa hubungan v = HD berlaku sepanjang masa. Jika pengembangan akan semesta terus berakselerasi. Bukti pengamatan Terdapat beberapa bukti pengamatan langsung yang mendukung model Ledakan Dahsyat. Namun. v adalah kecepatan mundur. Hukum Hubble dan pengembangan ruang Pengamatan pada galaksi dan kuasar yang jauh menunjukkan bahwa objek-objek ini mengalami pergeseran merah.4 km/s/Mpc. Jika geseran merah ini diinterpretasikan sebagai geseran Doppler. D bervariasi seiring dengan mengembangnya alam semesta (oleh karenanya kita menulis H0 untuk menandakannya sebagai "konstanta" Hubble sekarang).akan menyusut dalam ruang. yang nilai pengukurannya adalah 70.

menunjukkan kepresisian pengukuran yang sangat tinggi.000 tahun setelah Ledakan Dahysat. foton terus "dipantulkan" dari elektron-elektron bebas ini melalui suatu proses yang disebut hamburan Thompson. Polapola fluktuasi radiasi latar ini merupakan gambaran langsung alam semesta pada masa-masa awalnya. dengan foton secara berkesinambungan dipancarkan dan kemudian diserap. Oleh karena hamburan yang terjadi berulang-ulang. NASA meluncurkan satelit COBE (Cosmic Background Explorer Penjelajah latar belakang kosmis). Energi foton yang berasal pada zaman penghamburan terakhir akan mengalami pergeseran merah seiring dengan mengembangnya alam semesta. Pada tahun 1989. COBE menemukan pula temperatur sisa alam semesta sebesar 2. Pada tahun 1964. Pendinginan yang merata pada latar belakang mikrogelombang kosmis selama milyaran tahun hanya dapat dijelaskan apabila alam semesta mengalami pengembangan metrik dan kita tidak berada dekat dengan pusat suatu ledakan.[46] Titik-titik data beserta ambang batas kesalahan pengukuran pada grafik di atas tertutup oleh kurva teoritis. Spektrum latar belakang mikrogelombang kosmis yang diukur oleh intrumen FIRAS pada satelit COBE merupakan spektrum benda hitam berpresisi paling tinggi yang pernah diukur di alam. Karena foton jarang dihamburkan dari atom netral. alam semesta pada masa-masa awalnya akan tampak buram oleh cahaya. Spektrum yang dipancarkan oleh foton ini akan sama dengan spektrum radiasi benda hitam. Proses ini disebut sebagai rekombinasi. Penzias dan Wilson kemudian dianugerahi penghargaan Nobel atas penemuan mereka. Foton-foton terakhir inilah yang kita pantau pada radiasi latar belakang mikrogelombang kosmis pada masa sekarang. Walau demikian. Proses ini terjadi 379.726 K dan pada tahun 1992 untuk pertama kalinya mendeteksi fluktuasi (anisotropi) pada radiasi latar belakang mikrogelombang dengan tingkatan sebesar . dikenal sebagai zaman penghamburan terakhir. Temperatur ini masih cukup tinggi bagi elektron dan inti untuk terus berpisah tanpa terikat satu sama lainnya. radiasi akan berhenti dipancarkan dari materi ketika hampir semua elektron telah berekombinasi. Seiring dengan mengembangnya alam semesta. Radiasi ini diperkirakan terpantau di setiap titik pantauan di alam semesta dan datang dari semua arah dengan intensitas radiasi yang (hampir) sama. Penemuan mereka memberikan konfirmasi yang substansial mengenai prediksi radiasi latar bahwa radiasi ini bersifat isotropis dan konsisten dengan spektrum benda hitam pada 3 K. yakni bahwa Bumi bukanlah posisi pusat alam semesta. Arno Penzias dan Robert Wilson secara tidak sengaja menemukan radiasi latar belakang kosmis ketika mereka sedang melakukan pemantau diagnostik menggunakan penerima mikrogelombang yang dimiliki oleh Laboratorium Bell. Hasil penemuan awal satelit ini yang dirilis pada tahun 1990 konsisten dengan prediksi Ledakan Dahsyat.Pengukuran pada efek-efek radiasi latar belakang mikrogelombang kosmis terhadap dinamika sistem astrofisika yang jauh pada tahun 2000 membuktikan kebenaran prinsip Kopernikus. Radiasi latar belakang mikrogelombang kosmis Semasa beberapa hari pertama alam semesta. Ketika temperatur jatuh mencapai beberapa ribu Kelvin. temperatur alam semesta menurun sehingganya foton tidak lagi dapat diciptakan maupun dihancurkan. Radiasi yang berasal dari Ledakan Dahsyat ditunjukkan cukup hangat pada masa-masa awalnya di seluruh alam semesta. alam semesta berada dalam keadaan kesetimbangan termal. namun dengan temperatur yang menurun. Hal ini mengakibatkan radiasi foton ini bergeser ke daerah mikrogelombang. elektron dan inti atom mulai bergabung membentuk atom. Hal ini kemudian menghasilkan radiasi spektrum benda hitam.

Kelimpahan kesemuaan unsur ini bergantung pada satu parameter. sekitar 10−3 untuk 2H/H. sekitar 10−4 untuk 3He/H dan sekitar 10−9 untuk 7Li/H. Mather dan George Smoot dianugerahi Nobel atas kepemimpinan mereka dalam proyek ini.) Pada awal tahun 2003. Pada tahun 2000-2001. yang nilainya dapat dihitung secara independen dari detail struktur fluktuasi latar belakang mikrogelombang kosmis. namun terdapat diskrepansi yang kecil untuk 4He dan 7Li. paling tidak untuk kelimpahan yang diprediksikan dari nilai tunggal rasio barion terhadap foton. galaksi-galaksi yang baru saja terbentuk tampak sangat berbeda dengan galaksigalaksi yang terbentuk sesaat setelah Ledakan Dahsyat. Sejak itu pula. (Lihat bentuk alam semesta. helium-3. terdapat ketidakpastian sistematis yang cukup besar. sesuai dengan simulasi pembentukan alam semesta yang diakibatkan oleh Ledakan Dahysat. Wahana antariksa ini juga membantah beberapa model inflasi kosmis. beberapa eksperimen. kita dapat memperkirakan konsentrasi helium-4. Kelimpahan unsur-unsur primordial Menggunakan model Ledakan Dahsyat. namun masih konsisten dengan teori inflasi secara umumnya. berbagai struktur astronomi lainnya yang lebih besar seperti gugusan galaksi mulai terbentuk. Rasio yang diprediksikan (rasio massa) adalah sekitar 0. yakni rasio foton terhadap barion. Hasil prediksi ini sesuai dengan hasil pengukuran.satu per 105. Dalam kasus helium dan litium. Kesesuaian ini cukup baik untuk deuterium. Populasi bintang-bintang terus berevolusi dan menua. . hasil penemuan pertama WMAP (Wilkinson Microwave Anisotropy Probe) dirilis. sehingga galaksi jauh (yang pemantaunnya menunjukkan keadaan galaksi tersebut pada masa awal alam semesta) tampak sangat berbeda dari galaksi dekat.[47] Evolusi dan distribusi galaksi Panorama langit yang meninjukkan distribusi galaksi di luar Bimasakti. deuterium dan litium-7 yang ada di seluruh alam semesta berbanding dengan jumlah hidrogen biasa. menghasilkan nilai terakurat beberapa parameter-parameter kosmologis. WMAP juga mengonfirmasi bahwa selautan neutrino kosmis merembes di keseluruhan alam semesta. Ini merupakan bukti yang jelas bahwa bintang-bintang pertama memerlukan lebih dari setengah milyar tahun untuk menciptakan kabut kosmis. Pengamatan ini membantah model keadaan tetap. konsistensi prediksi ini secara umumnya memberikan bukti yang kuat akan terjadinya Ledakan Dahsyat. John C. Selain itu. Walau demikian. Perpaduan antara pengamatan dengan teori menunjukkan bahwa galaksi-galaksi beserta kuasar-kuasar pertama terbentuk sekitar satu milyar tahun setelah Ledakan Dahysyat. Pengamatan mendetail terhadap morfologi dan distribusi galaksi beserta kuasar memberikan bukti yang kuat akan terjadinya Ledakan Dahsyat. distribusi kuasar dan gaklasi. menemukan bahwa alam semesta hampir secara spasial rata dengan mengukur ukuran sudut anisotropi. Anisotropi latar belakang mikrogelombang kosmis diinvestigasi lebih lanjut oleh sejumlah besar eksperimen yang dilakukan di darat maupun menggunakan balon. utamanya BOOMERanG.25 untuk 4He/H. Pengamatan pada pembentukan bintang.

Bukti-bukti lainnya Setelah melalui beberapa perdebatan. umur alam semesta yang diperkirakan dari pengembangan Hubble dan radiasi latar belakang mikrogelombang kosmis telah menunjukkan kecocokan yang sama (sedikit lebih tua) dengan usia bintang-bintang tertua alam semesta. Prediksi bahwa temperatur radiasi latar belakang mikrogelombang kosmis lebih tinggi pada masa lalunya telah didukung secara eksperimental dengan mengamati garis-garis emisi kabut gas yang sensitif terhadap temperatur pada pergeseran merah yang tinggi. . Prediksi ini juga menyiratkan bahwa amplitudo dari efek Sunyaev–Zel'dovich dalam gugusan galaksi tidak tergantung secara langsung pada geseran merah.

B. dan besarnya luminositas.Klasifikasi bintang Dalam astronomi. Para „gadis‟ Harvard ini. Bintang-bintang kelas O. setelah pada tahun 1925. klasifikasi bintang adalah peng-klasifikasian bintang-bintang berdasarkan kuat beberapa garis serapan pada pola spektrum. tetapi kemudian berkembang teori bahwa bintang mengawali hidup mereka sebagai bintang “kelas awal” yang sangat panas dan secara gradual mendingin menjadi bintang “kelas akhir”. A. Williamina Fleming. Antonia Maury.000 bintang didaftarkan ke dalam katalog Henry Draper (dinamai menurut sang penyandang dana dan perintis penelitian spektroskopi fotografi Amerika.000 . Kelas lainnya dihilangkan karena ditemukan bahwa beberapa di antaranya sebenarnya merupakan kelas yang sama. sementara K dan M di akhir.400. B. diperoleh dari analisis pola spektrum bintang yang didapatkan dari pengamatan spektroskopi.000 . Sebutan ini muncul di awal-awal abad 20. Antara 1911 dan 1949. dan A seringkali disebut sebagai kelas awal. Informasi luminositas dapat diperoleh dari pengamatan fotometri. Tetapi kemudian disadari bahwa urutan tersebut sebenarnya merupakan urutan temperatur permukaan bintang. Garis-garis serapan tertentu hanya dapat diamati pada satu rentang temperatur tertentu karena hanya pada rentang temperatur tersebut terdapat populasi signifikan dari tingkat energi atom yang terkait. Pemeriksaan kuat garis-garis serapan ini pada akhirnya dapat memberikan informasi mengenai temperatur permukaan.000 K 10. Cecilia Payne-Gaposchkin berhasil membuktikan hubungan tersebut.000 K Warna Bintang Biru Biru-putih Massa Radius Luminositas 60 18 15 7 1. radius dan luminositas dalam satuan Matahari) : Kelas O B Temperatur 30. K. Henry Draper). sementara K dan M disebut sebagai kelas akhir. Pada mulanya urutan pola spektrum ini diduga karena perbedaan susunan kimia atmosfer bintang.000 Garis-garis Hidrogen Lemah Menengah . M. G. khususnya garis-garis serapan atom hidrogen.000 20. Teori ini sama sekali salah (lihat : evolusi bintang). kemudian menyadari adanya sebuah keteraturan dalam semua garis-garis spektral (tidak hanya hidrogen) jika penggolongan bintang-bintang tersebut diurutkan menjadi O. dan Henrietta Swan Leavitt kemudian memulai sebuah proyek skala besar pengklasifikasian spektrum bintang.60. Dengan kualitas spektrogram yang lebih baik memungkinkan penggolongan ke dalam 10 sub-kelas yang diindikasikan oleh sebuah angka arab (0 hingga 9) yang mengikuti huruf. Berikut ini adalah daftar kelas bintang dari yang paling panas hingga yang paling dingin (dengan massa. karena A dan B terletak di awal urutan alfabet. F. Kuat garis serapan. Annie Jump Cannon. Klasifikasi Harvard (kelas spektrum) Asisten-asisten Pickering.30. 400. khususnya Cannon dan Maury.

13 % bintang kelas B. Spica Kelas A Bintang kelas A memiliki temperatur permukaan antara 7. Karena tidak terlalu panas maka atom-atom hidrogen di dalam atmosfernya berada dalam keadaan netral sehingga garis-garis Balmer akan terlihat paling kuat pada kelas ini.000 . Harap diingat bahwa ciri-ciri ini terutama mendasarkan diri pada penampakan garis-garis serapan pola spektrumnya (bukan pada warna atau temperatur-efektifnya). Bintang deret utama kelas O sebenarnya adalah bintang paling jarang di antara bintang deret utama lainnya (perbandingannya kirakira 1 bintang kelas O di antara 32.6.000 K 2. temperatur permukaannya lebih dari 25. Sirius Kelas F . silikon.9 0. seperti magnesium. di antaranya yang berasal dari ion-ion oksigen.500 K 5. Garis-garis Balmer Hidrogen (hidrogen netral) tidak tampak karena hampir seluruh atom hidrogen berada dalam keadaan terionisasi. Dari seluruh populasi bintang deret utama terdapat sekitar 0. Bintang deret utama kelas O merupakan bintang yang nampak paling biru. Garis-garis Balmer untuk Hidrogen (hidrogen netral) nampak lebih kuat dibandingkan bintang kelas O.3.5. Fe II dan Ca II) juga tampak dalam pola spektrumnya.1 0. walaupun sebenarnya kebanyakan energinya dipancarkan pada panjang gelombang ungu dan ultraungu.000 . maka tidak terlalu sulit untuk menemukannya. besi dan kalsium yang terionisasi satu kali (Mg II.3 1. Garis-garis serapan dari ion lain juga terlihat.000 .5 1. Karena begitu masif. bintang kelas O membakar bahan bakar hidrogennya dengan sangat cepat.3 2.4 0.4 80 6 1. Bintang kelas O dan B memiliki umur yang sangat pendek.2 1.2 0.000 K 3. nitrogen. sehingga tidak sempat bergerak jauh dari daerah dimana mereka dibentuk.500 hingga 11. dan karena itu cenderung berkumpul bersama dalam sebuah asosiasi OB.500 . Namun karena paling terang.500 K Putih Kuning-putih Kuning Jingga Merah 3. sehingga merupakan jenis bintang yang pertama kali meninggalkan deret utama (lihat Diagram Hertzsprung-Russell).10.7 1. Akan sangat membantu jika dapat memahami diagram Hertzsprung-Russel atau diagram HR terlebih dahulu.7.000 Kelvin. Contoh : Rigel.000 Kelvin dan berwarna putih. Kelas O Bintang kelas O adalah bintang yang paling panas.63% dari seluruh populasi bintang deret utama. Si II.04 Kuat Menengah Lemah Sangat lemah Hampir tidak terlihat Di bawah ini disajikan ciri-ciri dari tiap kelas.000 Kelvin dan berwarna putih-biru.500 .1 0. Contoh : Zeta Puppis Kelas B Bintang kelas B adalah bintang yang cukup panas dengan temperatur permukaan antara 11.000 K 6. Bintang kelas O bersinar dengan energi 1 juta kali energi yang dihasilkan Matahari.8 0. Dalam pola spektrumnya garis-garis serapan terkuat berasal dari atom Helium yang terionisasi 1 kali (He II) dan karbon yang terionisasi dua kali (C III). Contoh : Vega. Bintang kelas A kira-kira hanya 0.000 hingga 25. Dalam pola spektrumnya garis-garis serapan terkuat berasal dari atom Helium yang netral. dan silikon. Beberapa garis serapan logam terionisasi.A F G K M 7.000 bintang deret utama).

berwarna putihkuning. tetapi garis-garis ion logam dan logam netral semakin menguat. Garis-garis serapan di dalam spektrum bintang kelas M terutama berasal dari logam netral. Capella. Beberapa garis serapan logam terionisasi. Proxima Centauri adalah salah satu contoh bintang deret utama kelas M. seperti Antares dan Betelgeuse merupakan kelas ini. Contoh : Canopus. Betelgeuse . Contoh : Alpha Centauri B. Bintang kelas F kira-kira 3. Bintang kelas G memiliki temperatur permukaan antara 5000 hingga 6000 Kelvin dan berwarna kuning. Contoh : Matahari. Profil spektrum paling terkenal dari kelas ini adalah profil garis-garis Fraunhofer. Bintang kelas G adalah sekitar 8% dari seluruh populasi bintang deret utama. Bintang kelas K adalah sekitar 13% dari seluruh populasi bintang deret utama. Antares.1% dari seluruh populasi bintang deret utama. Garisgaris logam netral tampak lebih kuat daripada bintang kelas G. seperti misalnya Arcturus. Garis-garis molekul Titanium Oksida (TiO) mulai tampak. Bintang kelas K memiliki garis-garis Balmer yang sangat lemah. Arcturus. Alpha Centauri A Kelas K Bintang kelas K berwarna jingga memiliki temperatur sedikit lebih dingin daripada bintang sekelas Matahari. Bintang ini berwarna merah dengan temperatur permukaan lebih rendah daripada 3500 Kelvin. Procyon Kelas G Bintang kelas G barangkali adalah yang paling banyak dipelajari karena Matahari adalah bintang kelas ini. Contoh : Proxima Centauri. Semua katai merah adalah bintang kelas ini. Garis-garis molekul Titanium Oksida (TiO) sangat jelas terlihat. Kebanyakan bintang yang berada dalam fase raksasa dan maharaksasa. Bintang kelas M adalah sekitar 78% dari seluruh populasi bintang deret utama. seperti Fe II dan Ca II dan logam netral seperti besi netral (Fe I) mulai tampak. Garis-garis Balmer hampir tidak tampak. Spektrumnya memiliki pola garis-garis Balmer yang lebih lemah daripada bintang kelas A. Alpha Centauri B adalah bintang deret utama kelas ini. Beberapa bintang kelas K adalah raksasa dan maharaksasa. yaitu antara 3500 hingga 5000 Kelvin. Aldebaran Kelas M Bintang kelas M adalah bintang dengan populasi paling banyak. Garis-garis Balmer pada bintang kelas ini lebih lemah daripada bintang kelas F.Bintang kelas F memiliki temperatur permukaan 6000 hingga 7500 Kelvin.

perawan yang dirantai Asensio rekta: 1 h Deklinasi: +40° Luas: 722 derajat persegi. membentuk huruf "A". Antlia dikelilingi olehHydra sang monster laut. (19th) Jumlah bintang utama: 4.90° Tampak pada lintang Antara +45° dan .90° Pada meridian April Luas . Vela yang merupakan layar dari kapal mitologi Argo dan Centaurus.Andromeda Andromeda (IPA: /andromede/) adalah suatu rasi bintang yang melambangkan putri Andromeda.32 thn chy) Obyek Messier: 3 Hujan meteor: Andromedids (Bielids) Rasi bintang yang berbatasan: Perseus Cassiopeia Lacerta Pegasus Pisces Triangulum 2. Rasi ini cukup panjang dan redup. di langit utara dekat Pegasus.1m) Bintang terdekat: Ross 248 (10.Total Urutan ke-62 239 derajat persegi Banyaknya bintang dengan magnitudo tampak < 3 0 Bintang tercerah . Singkatan: And Genitif: Andromedae Simbologi: Andromeda. Kependekan Ant Genitif Antliae Arti Pompa Air Aksensio rekta 10h Deklinasi . IAU mengakuinya sebagai salah sati dari 88 rasi bintang modern. 18 Jml bintang Bayer/Flamsteed: 63 Jml bintang yang diketahui memiliki planet: 2 Jml bintang paling terang: 3 Jml bintang dekat: 5 Bintang paling terang: α And (Alpheratz) (2. Mulai dari utara. Rasi ini terkenal dengan Galaksi Andromedanya.Contoh Macam Rasi Bintang 1.Antlia Rasi bintang Antlia (kata Latin untuk pompa) adalah suatu rasi bintang yang relatif baru dan dibentuk pada abad ke-18. Pyxis yang merupakan sebuah kompas.

83 Hujan meteor None Rasi bintang yang berbatasan : * Triangulum Australe * Circinus * Musca * Chamaeleon * Octans * Pavo * Ara 4. adalah salah satu dari 88 rasi bintang di langit.Aquarius Aquarius.Magnitudo tampak α Ant 4.Total Urutan ke-67 206 derajat persegi Banyaknya bintang dengan magnitudo tampak < 3 0 Bintang tercerah .Magnitudo tampak α Apodis 3.. July 10 Luas . Kependekan Aqr Genitif Aquarii Arti Pembawa Air . atau pembawa air. Pertama kali ditemukan dalam Uranometria yang ditulis oleh Johann Bayer. Kependekan Aps Genitif Apodis Arti Cendrawasih Aksensio rekta 16 h Deklinasi -75° Tampak pada lintang Antara 5° dan -90° Pada meridian 9 p.25 Hujan meteor * none Rasi bintang yang berbatasan : * Hydra * Pyxis * Vela * Centaurus 3. tetapi mungkin sudah dipakai untuk navigasi sebelumnya.m.Apus Apus (cendrawasih adalah suatu rasi bintang redup di belahan selatan..

Kependekan Aql Genitif Aquilae Arti Elang Aksensio rekta 20 h Deklinasi +5° Tampak pada lintang Antara +85° dan .Aquila Aquila adalah salah satu dari 48 rasi bintang yang didaftar oleh Ptolemy dan sekarang juga bagian dari 88 rasi yang diakui oleh IAU.Total Urutan ke-10 980 derajat persegi Banyaknya bintang dengan magnitudo tampak < 3 2 Bintang tercerah .9 Hujan meteor * March Aquarids * Eta Aquarids (May 4) * Delta Aquarids (June 28) * Iota Aquarids Rasi bintang yang berbatasan * Pisces * Pegasus * Equuleus * Delphinus * Aquila * Capricornus * Piscis Austrinus * Sculptor * Cetus 5.Magnitudo tampak Sadalsud (β Aqr) 2.Total Urutan ke-22 652 derajat persegi Banyaknya bintang dengan magnitudo tampak < 3 3 Bintang tercerah .75° Pada meridian July Luas .Aksensio rekta 23 h Deklinasi -15° Tampak pada lintang Antara 65° dan -90° Penampakan terbaik Oktober Luas .

Tumbuh ditepi sungai Kependekan Ara Genitif Arae Arti Altar Aksensio rekta 17.Magnitudo tampak β Arae 2.Ara Ara (Altar) adalah suatu rasi bintang di selatan yang berada di antara rasi bintang Centaurus dan Lupus.58° Tampak pada lintang Antara 25° dan -90° Penampakan terbaik Juli Luas .Total Urutan ke-63 237 derajat persegi Banyaknya bintang dengan magnitudo tampak < 3 1 Bintang tercerah .Aries .Magnitudo tampak Altair (α Aquilae) 0.77 Hujan meteor * June Aquilids * Epsilon Aquilids Rasi bintang yang berbatasan : * Sagitta * Hercules * Ophiuchus * Serpens * Scutum * Sagittarius * Capricornus * Aquarius * Delphinus 6.39 h Deklinasi -53.. Ara .9 Rasi bintang yang berbatasan * Corona Australis * Scorpius * Norma * Triangulum Australe * Apus * Pavo * Telescopium 7. adalah sejenis pohon fikus yang banyak sekali jenisnya.

sang domba.Magnitudo tampak Hamal (α Ari) 2.0 Hujan meteor * May Arietids * Autumn Arietids * Delta Arietids * Epsilon Arietids * Daytime-Arietids * Aries-Triangulids Rasi bintang yang berbatasan * Perseus * Triangulum * Pisces * Cetus * Taurus .Total Urutan ke-39 441 derajat persegi Banyaknya bintang dengan magnitudo tampak < 3 2 Bintang tercerah .Aries adalah salah satu dari rasi bintang zodiak. Kependekan Ari Genitif Arietis Arti Domba Aksensio rekta 3 h Deklinasi 20° Tampak pada lintang Antara 90° dan -60° Penampakan terbaik Desember Luas . Rasi ini berada antara Pisces di sebelah barat dan Taurus di sebelah timur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful