PEDOMAN

Konstruksi dan Bangunan

Pd T-19-2005-8

Studi Kelayakan Proyek Jalan dan Jembatan

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

Pd. T -19-2005-B

Prakata Pedoman studi kelayakan proyek jalan dan jembatan ini diperslapkan oleh Sub Panitia Teknik Bidang Prasarana Transportasi, melalui Gugus Kerja Bidang Ekonomi Transportasi. Pedoman ini diprakarsai oleh Direktorat Bina Teknik, Direktorat Jenderal Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan, Departemen Pekerjaan Umum. . Studi kelayakan merupakan bagian akhir dari tahapan evaluasi kelayakan proyek, untuk menilai tingkat kelayakan suatu alinyemen pada koridor yang terpilih pada pra studi kelayakan, dan untuk menajamkan analisis kelayakan bagi beberapa alternatif rute terpilih yang diusulkan. Pedoman ini disusun dalam rangka mewujudkan pembangunan jalan yang efektif di lingkungan KabupatenlKota di Indonesia, sehingga dapat mendorong terciptanya optimalisasi dan efisiensi anggaran pembangunan melalui suatu teknik perencanaan yang terstruktur dan terukur. Pedoman ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi semua pihak yang terlibat dalam penyusunan studi kelayakan proyek jalan dan jembatan. Pedoman ini talah mengakomodasi masukan dari Perguruan Tinggi, Asosiasi Profesi, Instansi PusatlDaerah, anggota Gugus Kerja Bidang Ekonomi Transportasi, anggota Sub Panitia Teknik Bidang Prasarana Transportasi dan anggota Panitia Teknik Bidang Kor.struksi dan Bangunan, melalui konsensus tanggal 23 Desember 2004 di Bandung. Tata cara penuhsan pedoman ini mengacu pada pedoman dari Badan Standardisasi Nasional No.8 tahun 2000.

Pd. T-19-2005-8

Pendahuluan

Mengacu pada Peraturan Pemerintah RI No. 25 tahun 2000 tentang kewenangan dan fungsi Pemerintah dalam menunjang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan prasarana dan sarana jalan dan jembatan, maka salah satu bentuk k6nkret dari fungsi tersebut adalah menyusun dan mensosialisasikan terhadap norma, standar, pedoman dan manual (NSPM), yang salah satunya adalah pedoman teknis studi kelayakan proyek jalan dan jembatan. Maksud dan tujuan pedoman studi kelayakan proyek jalan dan jembatan ini adalah untuk mengatur tindak lanjut dan menganalisis secara lebih rinci alinyernen pad a koridor yang terpilih pada pra studi kelayakan. Apabila tahapan pra studi kelayakan belum dilaksanakan; maka lingkup kegiatannya meliputi gabungan dari kedua studi tersebut, yaitu pra studi kelayakan dan studi kelayakan. Dalam pelaksanaannya, pedoman studi kelayakan ini menggunakan metode pendekatan pembandingan kondisi dengan proyek (with project) dan tanpa proyek (without project), serta atas dasar pendekatan kebijakan pubiik. Ada beberapa perbedaan antara pedoman studi kelayakan dengan pedoman pra studi kelayakan. Dalam studi kelayakan, data yang diperlukan berupa data sekunder dan primer, sedangkan dalam pra studi kelayakan hanya dibutuhkan data sekunder. Selain itu juga i<etentuan teknis yang mengatur tingkat kedalaman aspek-aspek yang ditinjau dan dianalisis juga berbeda, dalam studi kelayakan diperlukan survai-survai yang lebih detail dan analisisanaliSis dengan pendekatan secara lebih akurat dengan menggunakan model, sedangkan dalam pra studi kelayakan hanya memerlukan survai pendahuluan (ground checking) saja.

iv

Aeuannormatif Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalulintas dan Angkutan Ja/an. Undang-Undang RI Nomor 38 Tahun 2004 tentang Ja/an. Dampak Pedoman Perancangan Struktur Beton untuk Jembatan. Peraturan Pemerintah RI Nomor 26 Tahun 1985 tentang Ja/an.T-01-2002-B. Undang-Undang RI Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. baik untuk kegiatan peningkatan maupun pembangunan jalan dan jembatan.1 Istilah dan definisi anallsls mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL) kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hid up yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. f. Pd.T-19-2004-B.T-14-2004. e. dokumen yang digunakan sebagai pedoman penyusunan pemrakarsa kegiatan dengan pelaksana atau penyedia jasa.2 kerangka acuan kerja (KAK) i . Peraturan Pemerintah RI Nomor 47 Tahun 1997 tentang Rencana Tata Ruang Wi/ayah Nasional (RTRWN). Peraturan Pemerintah RI Nomor43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan La/u/intas JaJan. Pedoman ini mengatur tentang tindak lanjut dan kegiatan pra studi kelayakan untuk menganalisis secara lebih rinei beberapa altematif rute terpilih·yang diusulkan.3 lalu lintas harian rata-rata (LHR) jumlah kendaraan yang melintasi satu titik pengamatan selama 24 jam untuk kedua arah. kegiatan yang mengikat 3. h. c. _----- Pd. 3 3. maka pelaksanaannya menggunakan kedua pedoman tersebut.. dan cara pengerjaan studi kelayakan proyek jalan dan jembatan. Pedoman Pencacahan Lalulintas. [PP RI Nemor 27 tahun 1999] 3. T-19-2005-B Studi Kelayakan Proyek Jalan dan Jembatan 1 RuangIingkup Pedoman studi kelayakan proyek jalan dan jembatan ini mencakup ketentuan umum. Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur. ketentuan teknis. Pt. 1 dari 31 . Untuk proyekproyek yang hanya melakukan studi kelayakan tanpa melalui kegiatan pra studi kelayakan.-----_ . i. RSNI. 2 a. j. d. . Peraturan Pemerintah RI Nomor 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Lingkungan Hidup (AMDAL). g. b.

proyek memerlukan indikator kelayakan yang lebih te!iti. mempunyai sitat ketidakpastian dan resiko cukup tinggi. meliputi : a. pengambilan data fisik. ekonomi dan ling kung an.6 upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL) upaya pemantauan komponen lingkungan hidup yang terkena dampak tidak besar dan tidak penting akibat dari rencana usaha danlatau kegiatan. atau suku bunga yang dipakai untuk menghitung nilai sekarang dari berbagai aset.4 pengadaan tanah kegiatan untuk mendapatkan tanah dengan cara memberikan ganti kerugian kepada yang berhak atas tanah terse but.Pd. studi komparasi alternatif solusi pada koridor yang terpilih dalam pra studi kelayakan. T-19-2005-8 3. 4. proyek memerlukan penajaman dalam rencana. 2 dari 31 . lingkungan dan penataan ruang.5 suku bunga diskonto (discount rate) suku bunga yang dikenakan oleh bank sentral atas pinjamanke bank komersial.7 upaya pengelolaan Hngkungan hidup (UKL) upaya penanganan dampak tidak besar danlatau tidak penting terhadap ling kung an hidup yang'ditimbulkan akibat dari rencana usaha dan/atau kegiatan. b. c. formulasi kebijakan perencanaan yang meliputi kajian terhadap kebijakan dan sasaran perencanaan.1' Kriteria !<ebutuhan studl kelayakan Kegiatan studi kelayakan merupakan tindak lanjut dari rekomendasi berupa alternatif solusi yang dihasi!kan dalam pra studi kelayakan. [PP RI Nomor 27 tahun 1999] 3. . 3. prediksi hasil analisis kuantitatif untuk setiap alternatif solusi. f. kajian terhadap kondisi eksisting pada wilayah studi. e. formulasi kebijakan Proyek [alan dan jembatan yang memerlukan studi kelayakan harus memenuhi kriteria : a. rnerlnci proyek-proyek yang dihasilkan dalam pra studi kelayakan yang mempunyai mdikasl kelayakan yang tinggi. [PP RI Nomor 27 tahun 1999) 4 Ketentuan umum 4. serta pengadaan tanah. kajian penggunaan alternatif teknologi dan standar yang berkaitan dengan kebutuhan proyek. e. f.2 Lingkup dan hasil kegiatan studi kelayakan Linqkup kegiatan studi kelayakan. d. c. b. dan lain-lain. menggunakan dana publik yang cukup besar dan atau proyek yang penting dan strategis berdasarkan kebijakan publik. 55 Tahun 1993] 3. d. [Keppres No. atau berdasarkan keinginan pemberi kerja. melalui pembandingan dua atau lebih alternatif solusi yang unggul.

b. c. T-19-2005-8 ". dimana tidak ada investasi/proyek yang dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas maupun struktur jalan. Kedudukan dan fungsi studi kelayakan Kedudukan studi kelayakan 3 dari 31 . atas dasar indikator kelayakan yang teliti dari alternatif solusi yang distudi. g. Metode pendekatan analisis yang digunakan daiam studi kelayakan ada 2 cara. antara lain: a. analisis ekonomi untuk memperoleh/membandingkan kelayakan ekonomi dari seluruh aitematif solusl: analisis kelayakan menyeluruh yang menggabungkan hasil analisis ekonomi dengan aspek non ekonomi yang relevan. sebagai masukan bagi pihak pengambil keputusan. estimasi biaya. d. atau sesuai dengan rencana tata ruang dari wilayah studi. d.upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL). Sehingga dalam pedoman ini menggunakan metode pendekatan pembandinqan kondisi dengan proyek (with project) dan tanpa proyek (without project). dengan aspek yang ditinjau meliputi : a. metode with and without project. b. serta standar-standar yang akan digunakan. merupakan urutan unggulan. jika dibutuhkan atau upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) . monitoring dan evaluasi manfaat proyek di masa mendatang akan meruiuk pada sasaran ini. kerangka acuan analisis mengenai dampak Ungkungan hidup (AMDAL). meliputi : a.1 Aspek teknis. rekomendasi waktu optimum (timing optimum) dan program konstruksi. Hasil kegiatan studi kelayakan. rekomendasi investigasi lingkungan dan sosial. dimana diperlukan suatu investasi/proyek yang besar. penajaman rencana dan rekomendasi alinyemen yang cocok.. dan atas dasar pendekatan kebijakan publik atau pendekatan economic analysis. yang dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas maupun struktur jalan. 4.3 a. kecuaii untuk mempertahankan fungsi pelayanan jalan.Pd. d. f. Aspek lain-lain. Pendekatan dengan proyek (with project) diasumsikan sebagai suatu kondisi. Pendekatan analisis kegiatan studi kelayakan metode before and after project. formulasi dari satu atau lebih alternatif solusi yang potensial.!. h.5 4. Periode analisis dan aspek yang ditinjau Periode analisls yang digunakan dalam studi kelayakan adalah 10 tahun.5.4 formulasi dari sasaran proyek jalan dan jembatan. b. 4. 4. Aspek ekonomi. yaitu berupa pemeiiharaan rutin dan pemeliharaan berkala. Aspek lingkungan dan keselamatan. c. kebutuhan survai untuk detailed engineering design (DED). b. c. Sedangkan untuk pendekatan tanpa proyek (without project) diasumsikan sebagai suatu kondisi. e. yaitu : Metode yang lazim digunakan adalah metode with and without project. Tahapan analisis yang dilakukan. formulasi sasaran proyek.

Atas dasar kebijakan dan sasaran perencanaan perlu ditetapkan fungsi dan kelas jalan. d.2 Fungsi studi kelayakan Fungsi kegiatan studi kelayakan adalah untuk menilai tingkat kelayakan suatu alinyemen pada koridor yang terpilih pada pra studi kelayakan. 8erbagai aspek lingkungan akibat pelaksanaan jalan dan jembatan telah teridentifikasi pada pra studi kelayakan. dan pembebanan jembatan. baik pada waktu pengoperasian.1. dampak sosial dan pengadaan tanah perlu untuk diantisipasi. lingkup kegiatannya meliputi gabungan dari kedua studi tersebut. tingkat kinerja (level of performance) arus la!ulintas. Untuk proyek-proyek yang hanya melakukan studi kelayakan.1. dapat diusulkan untuk melaksanakan pembangunan secara bertahap. dengan demikian ada peluang untuk memodifikasi ketentuan perencanaan di paruh waktu. 5) mendukung tata ruang dari wilayah studi.1 Formulasi kebijakan perencanaan 5. 4.5. dan untuk menajamkan analisis kelayakan bagi satu atau lebih altematif solusi yang unggul. Kebijakan dan sasaran perencanaan umum dar! proyek perlu diformulasikan kembali dengan memperhatikan hasil dari pra studi kelayakan. harus dapat diterima oleh lingkungan di sekitarnya.Pd. c. T-19-2005-B Studi kelayakan merupakan bagian akhir dari tahapan evaluasi kelayakan proyek. 5 Ketentuan teknis 5. serta ketentuan parameter perencanaan jalan. hasilnya perlu diformulasikan kembali secara lebih teliti atas dasar analisis data primer yang lebih rinci. 5. . alternatif rute tidak menimbulkan dampak yang besar pada lingkungan sekitarnya.6 Hubungan antara pra studi kelayakan dengan studi kelayakan Studi kelayakan merupakan kelanjutan dari kegiatan pra studi kelayakan untuk menganalisis secara lebih rinci beberapa alternatif rute terpiiih yang diusulkan. 4. sebagaimana tercantum dalam LampiranA. yang telah dihasilkan dalam pra studi kelayakan.1 Kajian tentang kebijakan dan sasaran perencanaan a. Awal suatu proyek tidak harus berlangsung secepat mungkin. identifikasi keperluan penyusunan AMDAL dan UKL-UPL. Jalan dan lalulintas yang melewatinya. seperti kecepatan rencana. untuk menindaklanjuti hasil proses seleksi proyek jalan dan jembatan dengan indikasi kelayakan yang tinggi.2 Kajian tentang lingkungan dan tata ruang a. serta menyiapkan kerangka acuan kerja (KAK). Dengan adanya ketidakpastian dan resiko yang tinggi. maka fungsi kegiatan untuk mengidentifikasi altematif solusi dengan menilai tingkat kelayakan. dan membandingkan kine~a ekonomis suatu altematif terhadap altematif yang lain tetap dilakukan. b. 4 dari 31 b. maupun pada waktu pembangunan dan pemeliharaan. misalnya : 1) 2) 3) 4) alternatif rute tidak melalui daerah konservasi. karena penundaan dari awal suatu oroyek biasanya dapat meningkatkan suatu manfaat proyek dalam perhitungan kelayakan ekonomi. Apabila tahapan pra studi kelayakan belum dilaksanakan.

sehingga serah terima lapangan (site handover) kepada pihak kontraktor dapat dilaksanakan. Tanah yang diperuntukkan bagi proyek jalan dan jembatan dibebaskan melalui mekanisme yang sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku dengan mempertimbangkan kriteria/faktor tata guna iahan/tanah dan kesesuaian !ahan/tanah. Lahanltanah harus dapat dibebaskan sesuai dengan kebutuhan akan Rumija pada altcrnatif solusi yang terpilih. pengadaan tanah seringkali melebihi Rumija yang direncanakan. untuk dilakukan studi secara lebih teliti. e. 2) penetapan dan perhitungan biaya-biaya proyek. luas pengadaan tanah serta prosentasi keluarga yang setuju untuk dipindahkan.1. 3) kebijakan dan regulasi pemerintah kaitannya dengan pertanahan dan pengadaan tanah. Kajian tentang pengadaan tanah Pengadaan tanah merupakan langkah awal kegiatan pelaksanaan konstruksi jalan dan jembatan.1. Biaya yang diperlukan untuk menanggulangi masalah lingkunganperJu diidentifikasi dan . serta peiaksanaannya seringkali sangat merugikan masyarakat.Pd. Formulasi alternatif solusi Beberapa alternatif solusi yang potensial dari hasil pra studi kelayakan diformulasikan. harus dipenuhi dalam upaya menghasilkan rekomendasi dan keputusan pembangunan jalan dan jembatan. karena akan menjadi salah satu kornponen bagi perhitungan biaya proyek. Luas Rumija yang dibutuhkan dan estimasi biaya pengadaan tanah menurut klasifikasi lahan/tanah dan bangunan perlu dihitung. d. Estimasi biaya pengadaan tanah disesuaikan dengan Keppres Nomor 55/1993 dan keputusan Kepaia Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nomor 01/1994. b. e. kaitannya dengan pengadaan tanah yang tidak dapat terJepas dari adanya pertimbangan kesesuaian lahan/tanah dan tata guna Jahanltanah yang telah dituangkan dan ditetapkan dalam rencana umum tata ruang (RUTR).efisien. Peran dari jalan harus mendukung tata guna lahanltanah dari kawasan studi secara efisien. selain itu. Kaji ulang tata ruang merupakan penilaian atas kesesuaian lahan dan tata guna lahan serta rencana pengembangan wilayah. Alternatif solusi tersebut harus sudah memenuhi 5 dari 31 . atau mengikuti pedoman pengadaan tanah untuk pembangunan jalan yang dlkeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum. 5. karena akan menjadi salah satu komponen biaya pada analisis ekonomi. dirinci. meJiputi : 1) penetapan tanggal permulaan yang tepat untuk pekerjaan-pekerjaan konstruksi.3 a. 5. karena adanya sedikit sisa lahan/tanah yang terpaksa harus dibebaskan juga. d. T-19-2005-B c. f. dimana: 1) jalan merupakan bagian dari sistem jaringan jalan yang tersusun dalam suatu tingkatan hirarki. Kegiatan yang berpengaruh besar terhadap pengadaan tanah. dalam pelaksanaannya tidak mudah dan membutuhkan waktu. serta kebijakan pemukiman kembali yang didasarkan pada kepadatan penduduk. c. 2) sistem jaringan jalan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem transportasi di wilayah studi. Pengadaan tanah harus sudah selesai pada tahap awal peJaksanaan konstruksi.4 a. 3) sistem jaringan jalan dan tata guna lahanltanah dan wilayah studi membentuk satu sistem transportasi dan tata guna lahanltanah yang . Dalam pelaksanaannya.

c. kebijakan dan sasaran perencanaan dari proyek. lalulintas yang merubah tujuan. atau tebal perkerasan yang belum mencakup pembebanan sampai akhir umur rencana. d.1 Lalulintas a. Asal dan tujuan dar. Untuk perancangan geometri dan evaluasi manfaat ekonomi perlu diketahui besamya volume lalulintas sekarang dan prakiraan lalulintas masa depan. b. Alihan ini terjadi karena alasan ekonomis. dapat menjadi altematif yang lebih layak daripada rute yang lebih panjang. sesuai dengan fungsi dan kelas jalan yang diusulkan. hanya modanya saja yang berubah. misalnya : 1) rute lebih pendek dengan biaya pelaksanaan tinggi dapat menjadi altematif yang layak secara ekonomis.I ~:h'UUO-b . tahap awal dapat berupa badan jalan yang lebih sempit. dimana para pelaku perjalanan akan memperoleh manfaat dari berkurangnya biaya perjalanan akibat memanfaatkan proyek. artinya bahwa total biaya pelaksanaan. yaitu lalulintas normal (normal trafficj. untuk memaksakan jembatan dengan bentang yang pendek.2. Perjalanan yang sebelumnya tidak layak secara ekonomis menjadi layak untuk dilaksanakan. perjalanan tidak berubah. Altematif solusi harus sudah memperhatikan karakteristik rancangan geometri. laluiintas teralih (diverted traffic). dimana para pelaku perjalanan akan memperoleh manfaat dari mengalihkan moda perjalanan akibat adanya proyek. 6 dari 31 3) 4) . Adaiah sulit untuk merubah alinyemen di kemudian hari. 5. Alihan ini terjadi karena alasan ekonomis. Lalulintas terbangkit merupakan lalulintas baru yang belum ada sebelumnya. Untuk pembangunan yang bertahap. alinyemen horisontal dan vertikal jalan sudah harus sesuai dengan kelas jalan dan kecepatan rencana yang diinginkan. 4) rute yang melalui daerah yang labil secara geologi. atau yang melalui patahan atau siar. Untuk pembangunan bertahap. dapat membutuhkan biaya pemeliharaan yang tinggi. 2) Lalulintas teralih merupakan pertambahan lalulintas akibat beralihnya lalulintas dari rute lain yang paralel. lalulintas terbangkit (generated traffic). lalulintas allh moda.r'U. Lalulintas moda alih merupakan lalulintas tambahan yang terjadi akibat beralihnya perjalanan dari moda lain ke moda [alan. 3) rute yang lebih pendek dengan jembatan yang panjang pada alinyemen yang datar. 8angkitnya perjalanan ini terjadi karena turunnya biaya perjalanan akibat adanya proyek. dan dalam aspek lingkungan tidak adakendala. dan mempunyai keandalan operasi yang rendah. 1) Laiuiintas normal adalah talulintas yang diharapkan tumbuh secara normal di wilayah studi yang tidak dipengaruhi dengan adanya proyek. Altematif solusi yang baik secara ekonomi adalah yang mempunyai biaya transportasi total yang minimal. dan lalulintas yang terpendam (suppressed traffic). Asal dan tujuan dari perjalanan tidak berubah. b. I . 2) rute panjang dengan biaya pelaksanaan yang lebih rendah belum tentu merupakan altematif yang paling layak secara ekonomis. dapat dilaksanakan secara teknis.2 Aspek teknis 5. pemeliharaan dan pengoperasian dari jalan dan jembatan adalah sekecil mungkin. Untuk perancangan tebal perkerasan perlu keterangan tambahan mengenai jumlah dan berat dari berbaga! jenis kendaraan berat yang ada da!am arus lalulintas tersebut. Ada beberapa jenis lalulintas yang mungkin terjadi di jalan yang sedang ditinjau. misalnya sehubungan dengan kelandaian alinyemen dan jari-jari tikungan minimum.

atau secara otomatik penuh dengan alat pencacah elektronik. volume jam perencanaan. LHR pada tahun dasar diperoleh dari pencacahan lalulintas selama beberapa hari penuh. atau LHR akhir minggu di jalan antar kota yang melayani lalulintas pariwisata. T~19-2005-B . Untuk pedoman umum besarnya faktor k dapat dilihat pada pedoman yang berlaku. Maksud dari perjalanan tidak berubah. LHR tahunan merupakan lalulintas harian rata-rata untuk waktu satu tahun. 5) Lalulintas yang merubah tujuan merupakan lalulintas yang merubah tujuan perjalanan akibat adanya proyek. keseluruhan lalulintas akan tumbuh dengan suatu nilai pertumbuhan normal' yang baru. Untuk nilai patokan faktor SP dapat dilihat pada pedoman yang berlaku. dan sisa waktunya dipergunakan untuk perjalanan baru. VJPxSP 100 (2) . Prakiraan pertumbuhan lalulintas di awal periode rencana merupakan kombinasi dari pertumbuhan normal dengan satu atau lebih jenis pertumbuhan lainnya. Kecukupan data survai akan menentukan akurasi dari LHR tahun dasar yang dicari. %. Akibat adanya proyek. 7 dari 31 . baik untuk tahun dasar maupun untuk tahun-tahun berikutnya selama umur rencana. Distribusi dalam jurusan sibuk dinyatakan dengan faktor SP yang diperoleh dari analisis data volume lalulintas. Analisis lalulintas menghasilkan LHR tahunan. Nilai k ini tergantung pada karakteristik fluktuasi dalam waktu dari arus lalulintas di wilayah studio dan besarnya resiko yang diambil untuk terlampauinya prakiraan nilai rencana di tahun rencana.Pd. Lalulintas dalam arah sibuk pada jam sibuk turut menentukan geometri dari penampang jalan. hanya tujuan yang berubah karena alasan ekonomis. maka waktu perjalanan berkurang. Nilai k diperoleh dari analisis data volume !alulintas per jam. yang besamya dapat saja lebih besar dari pertumbuhan normal sebelumnya. e. VJP dalam arah slbuk = dengan pengertian : VJP SP volume jam perencanaan . Perjalanan untuk berbelanja. Volume jam perencanaan (VJP) untuk volume lalulintas dua arah diperoleh dari hubungan empiris sebagai berikut : VJP = kxLHR . berpariwisata. Pencacahan lalulintas dapat dilakukan secara manual atau secara semi otomatik dengan penggunaan detektor kendaraan. 6) c. fakter volume lalulintas pada jam sibuk (% terhadap LHRT) . ataupun memperoleh bahan baku merupakan contoh perjalanan yang dapat berubah tujuannya. Metoda penentuan LHR diatur dalam pedoman pencacahan lalulintas yang diterbitkan oleh Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor F>d. Setelah suatu periode awal. distribusi dalam jurusan sibuk (directional split). Pertumbuhan lalulintas dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi. dimana pada tujuan yang baru maksud perjalanannya terpenuhi secara lebih ekonomis. d. Lalulintas yang terpendam merupakan lalulintas yang sebelumnya tidak dapat terjadi karena pelaku perjalanan kekurangan waktu. Karakteristik dari volume jam sibuk pada hari sibuk diwakili dengan suatu faktor k. (1) dengan pengertian : VJP k LHR f. !alulintas harian rata-rata pada tahun rencana.T-19-2004-B. nilai ini dapat berbeda jauh dari LHR hari keria di daerah perkotaan. pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan kepemilikan kendaraan.

kemungkinan pengadaan tanah. Nilai rancangan dari elemen-elemen geometri jalan ditentukan oleh suatu kecepatan rencana. peta harus mencakup kaki persimpangan. Jenis penqendalian persimpangan dapat berupa pengendalian tanpa rambu. penggunaanlahanltanah dan patok-patok pengukuran. c. Penampang jalan tergantung pada volume lalulintas yang diperkirakan akan melewatinya. Untuk prakiraan dari kinerja lalulintas selama operasi. c. Untuk daerah perkotaan. d. dan kelas jalan yang dipilih. Perhitungan tentang 8 dari 31 . ModeJ pemilihan moda transportasi (modal split) . dengan alat pemberi isyarat lalulintas (APILL). berbukit atau pegunungan). jenis bangunan pelengkap.2. atau dengan kebutuhan akan transportasi dari suatu skenario mas a depan. Bila menurut prakiraan akan terdapat banyak kendaraan lambat dan/atau kendaraan tidak bermotor dalam _koridor yang ditinjau. yang berkaitan dengan kondisi eksisting. b. dengan rambu hak utama. kondisi topografi (datar. Pemodelan kebutuhan transportasi di wilayah studi. reaJokasi penduduk. 5. Adanya kelas jalan ini mengurangi jumlah alternatif geometri [alan yang dapat dipertimbangkan. Rancangan dari aJternatif jalan dig am bar pada peta topografi dengan skala paling kecil sebesar 1 : 5000 untuk jalan antar kota. dan skala 1 : 1000 untuk jalan perkotaan. e. T-19-2005-B g. Peta topografi diperlukan dalam penentuan rute dan prakiraan biaya proyek. Model prakiraan tersebut dapat merupakan suatu ekstrapolasi dari data historis. Jenis persimpangan [alan dan metoda pengendaliannya ditetapkan sesuai dengan hirarki jalan dan volume lalulintas rencana yang melewatinya. dan tingkat kinerja yang ingin dicapai dalam operasi. maka peta jaiur ini harus diperluas seperlunya. bila ada pekerjaan pendukung khusus.3 Geometri a. ataupun menyedlakan jalur khusus untuk kendaraan tidak bermotor/jalur lambat. Peta ini dibuat khusus untuk keperluan studi dan berisi segala inforrnasi yang diperlukan seperti garis tinggi. Proses perencanaan transportasi tersebutsetidaknya mengikuti kaidah yang lazim dalam teori perencanaan transportasi yang terdiri atas : 1) 2) 3) 4) 5) Model bangfdtan perialanan (trip generation).2. rnaka dapat dipertimbangkan untuk menambah lebar jalan. b.Pd. Prakiraan Jalulintas pad a tahun-tahun berikutnya setelah tahun dasar diperoleh melalui suatu model prakiraan. Model pembebanan lalulintas (traffic assignment) . Kecepatan rencana ini ditentukan berdasarkan peran dari jalan yang sedang ditinjau. atau dengan persimpangan tak sebidang lainnya. jalan air. Peta topografi untuk pekerjaan jalan antar kota berupa suatu peta jalur yang mencakup suatu daerah minimum selebar 100 meter. Khusus pada daerah persimpangan. Untuk memudahkan perancangan geometri dari jalan dikenal beberapa kelas jalan. lebar jalur cakupan peta ini dapat dikurangi sampal seluruh ruang pengawasan jalan saja. atau merupakan hasiJ proses perencanaan transportasi yang lebih komprehensif. Topografi menurunkan 5. harus mengacu pada metoda yang diberikan dalam pedoman yang ber!aku. Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 1993 tentang prasarana dan !alulintas jalan pasal 11 dan pasal 80. jembatan dan lain-lain. d. dengan jalan layang (f/yover) dan underpass. Model distribusi perjalanan (trip distribution) .2 a.

Sepanjang suatu koridor jalan kondis! geologi dan geoteknik dapat bervariasi. Jenis tanah dasar dapat dikelompokkan menurut karakteristik geologi agar penyelidikan geoteknik dapat dilakukan secara terstruktur dan efisien. dan merupakan konstruksi terbaik yang mungkin dilaksanakan. Dengan demikian ruas jalan terbagi atas beberapa segmen yang homogen secara geoteknik. Bila konstruksi jalan akan berada pada galian. f. atau melalui konsolidasi dengan mengeluarkan air tanah. Penentuan jenis konstruksi disesuaikan dengan kondisi eksisting dan memperhatikan aspek ekonomis. penyelidikan tanah perlu dilakukan ke g. T-19-2005-B persimpangan didasarkan pad a pedomanperencanaan tak sebidang dan pedoman lain yang berlaku. e. f. persimpangan sebidang maupun Elevasi rencana jalan juga dipengaruhi oleh tinggi rencana banjir sepanjang rute yang ditinjau. c. Penyelidikan untuk nilai CBR harus dilakukan dalam jumlah yang cukup.Pd.4 Geologi dan geoteknik a. ana!isis geologi dan geoteknik perlu dilakukan lebih mendalam sehubungan dengan kondisi geologi kawasan. Seluruhjalan dan jaringannya harus dilengkapi dengan marka dan rambu yang baku seperti telah diatur dalam pedoman yang berlaku. Jenis konstruksi jalan meliputi perkerasan lentur dan pekerasan kaku. Perkerasan jalan berfungsi untuk menerima dan menyebarkan beban lalulintas ke tanah dasar secara ekonomis.2. b. Berat gandar 9' dari 31 d. Tanah lembek dalam jumlah terbatas dapat dibuang dan dig anti dengan tanah urugan yang lebih baik. Masing-masing jenis tanah perlu diteliti daya dUkungnya.2. Untuk keperiuan perhitungan pondasi jembatan. sehingga mewakili masing-masing segmen homogen secara signifikan. Tanah dasar yang lembek mungkin perlu penanganan khusus berupa stabilisasi dengan bahan tambahan. lokasl jembatan. maka daya dukung tanah yang dipakai adalah yang berada pad a elevasi rencana. . c. Untuk jalan perkotaan. daya dukung tanah dasar. Bila konstruksi akan berada pada timbunan. yang akan mempengaruhi aspek biaya pembangunan danlatau pemeliharaan jalan. g. Untuk jalan antar kota yang baru. maka daya dukung dari tanah timbunan perlu ditentukan sesuai jenis tanah timbunan yang diusulkan. dan pertimbangan lainnya. 5. arah bawah sampai mencapai tanah keras. 5. pekerjaan tanah. analisis geologi tidak terlaiu menentukan lagi karena kondisinya sudah dikenal. Pemilihan penanganan tergantung pad a aspek pembiayaan. Daya dukung tanah dasar untuk keper!uan perhitungan konstruksi perkerasan dinyatakan dalam nilai CBR. ketersediaan bahan bangunan (quarry). Konstruksi jalan dan jembatan meneruskan beban ke tanah.5 Perkerasan jalan a. Perantangan kekuatan konstruksi perkerasan jalan terutama dipengaruhi oleh beban lalulintas yang melewatinya selama umur rencana. dan tidak perlu merupakan konstruksi terbaik secara teknis. Untuk jenis perkerasan lentur. Secara keseluruhan biaya pekerjaan tanah dapat merupakan bagian yang signifikan dari biaya konstruksi total. d.serta kondisi lingkungan di sekitarnya. beban lalulintas pada lajur yang dibebani paling besar menentukan kekuatan konstruksi dari keseluruhan konstruksi perkerasan. b.

sehingga dapat berbentuk tikungan.7 Struktur jembatan a. b. Suatu pembangunan bertahapakan menyebabkan elevasi permukaan jalan meninggi dan hal inl perlu diantisipasi sehubungan dengan keterkaitannya dengan prasarana sekelilingnya dan berubahnya ruang bebas di atas permukaan jalan. Struktur jembatan tidak harus memotong aliran air atau alur lalnnya secara tegak turus. d.6 Hidrologi dan drainase a. 5. mencegah air tanah dan air permukaan yang mengarah ke konstruksi jalan. Melalui analisis statistik dapat ditentukan tinggi banjir rencana yang akan terjadi di sungai. Sasaran utama bukan lagi merupakan pengaliran air permukaan ke bad an jalan terdekat dengan secepatnya. e.Pd.2. jalur rei. yang dapat mengimbangi tambahan biaya struktur jembatan serong (skew). d. Struktur jembatan tidak harus mendatar. Struktur jembatan tidak harus terletak pada bag ian lurus dari alinyemen horisontal jalan. Dalam perencanaan drainase dapat mengikuti pedoman teknis perencanaan drainase jalan yang diterbitkan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Struktur jembatan antara lain dipakai untuk melintasi aliran air. Periode ulang untuk perhitungan banjir adalah 5 tahun untuk konstruksi ja!an. 5. c. mengendalikan tinggi muka air tanah di bawah konstruksi jalan. Konstruksi jalan pada dasamya tidek boleh terendam banjir. Data hujan dapat diperoleh dari rekaman stasiun pengamatan hujan. Pembangunan bertahap dad konstruksi perkerasan dapat merupakan altematif yang ekonomis. Data hujan juga diperlukan untuk menentukan koreksi faktor regional pada perhitungan tebal perkerasan lentur dengan metoda analisis komponen. Alinyemen jalan yang lebih baik akan menghasilkan biaya operasi kendaraan dan waktu perjalanan yang lebih kecil. Dalam perhitungan dimensi saluran.ton/equivalent standard axle load (ESAl). Pola drainase konstruksi jalan sejauh mungkin harus berusaha untuk mempertahankan penyerapan air ke dalam tanah seperti kondisi sebelumnya.. b. ataupun jalur jalan yang lain. sehingga struktur jembatan dapat berada pada kelandaian jalan pada alinyemen vertikal.16 . Sasaran darl suatu sistem drainase jalan yang baik adalah : 1) 2) 3) 4) mengalirkan air hujan yang jatuh pada permukaan jalan ke arah luar.2. dan 50 tahun untuk konstruksi jembatan. Data hujan yang hilang atau tak terekam dapat diperkirakan dengan metoda perkiraan. tetapi jug-a boleh secara serong (skew). Data banjir didapatkan dari data yang ada pada tahun-tahun sebelumnya. salurannya dianggap sebagai saluran terbuka (open channel). yang bervadasi dad lalulintas dikonversikan ke suatu beban gandar standar sebesar 8. c. Untuk perhitungan perkerasan lentur menggunakan metodaanalisis komponen. T-19-2005-8 . Daerah aliran sungai merupakan daerah yang seluruh air hujannya akan mengalir lewat permukaan ke satu sungai tertentu. balk ke kanan. 10 dari 31 . mengalirkan air yang melintas melintang jalur jalan secara terkendali. yang mengacu pada pedoman perencanaan tebal perkerasan lentur Nomor pt. T-01-2002-8. Konstruksi jaian sebaiknya tldak mengganggu pengaliran air ini. g. maupun ke kirl. Dengan demikian umur konstruksi perkerasan sebenamya adalah dalamkemampuan melewatkan sejumlah total (jutaan) ESAl selama umur rencana. Struktur jembatan terdiri dari bangunan bag ian bawail dan bangunan bagian atas. e. Hasil analisis merupakan keterangan mengenai intensitas curah hujan. f.

T-14-2004. h.3 Aspek lingkungan dan keselamatan 5. Masalah penggerusan pada pondasi jembatan perludiperhatikan secara khusus. rencana pembangunan prasarana harus memperhitungkan dampak lain terhadap vegetasi. seperti terjadinya perubahan kerapatan dan keragaman vegetasi. pondasi sumuran. Pengaruh terhadap fauna Pembangunan prasarana baru akan berpengaruh terhadap fauna yang ada di sekitar lokasi pembangunan. Pelaksanaan pembangunan maupun operasional infrastruktur dapat mengganggu habitat fauna tertentu karena jalan dapat menjadi pembatas pergerakan binatang sehingga wilayah jelajah binatang tertentu berkurang. g.kimia a. Pondasi jembatan antara lain dapat berupa pondasi langsung. dan pondasi tiang pancang. serta kebutuhan ruang bebas lalulintas yang ada di bawahnya. Struktur jembatan standar dirinci dalam pedoman perancangan struktur beton untuk jembatan Nomor RSNI. j. b. Sejauh mungkin harus diusahakan menggunakan komponen standar untuk bangunan atas. Bangunan atas jembatan dapat dibuat dari berbagai bahan konstruksi seperti kayu. i. jalan dapat membahayakan migrasi beberapa hewan melata ataupun burung-burung yang mungkin akan mempengaruhi populasi hewan-hewan tersebut.3. Pemilihan bahan konstruksi terutama ditentukan oleh alasan ekonomi. Keberadaan vegetasi-vegetasi semacam ini dapat menjadi kendala bagi kelanjutan pembangunan apabila diperkirakan akan timbul gangguan dari dampak pembangunan terhadap kelangsungan keberadaan vegetasi-vegetasi tersebut dan tidak tersedianya altematif untuk mernpertahankan keberadaan vegetasi tersebut. 5. Lebar bahu jalan danlatau trotoar di atas jembatan disesuaikan dengan kebutuhan. T-19-2005-B e. Jenis bangunan atas meliputi konstruksi pelat. Lebar dari jembatan harus disesuaikan dengan lebar dari jalur jalan di ujungnya. f. atau baja + kayu. . 5. Bangunan bawah terdiri dari pondasi dan abutmen. Pengaruh terhadap flora Rencana pembangunan prasarana pada suatu lokasi harus memperhatikan kemungkinan adanya vegetasi asli dan vegetasi langka yang dilindungi pada rencana lokasi pembangunan ataupun wi!ayah pengaruhnya. dan konstruksi rangka baja. Informasi mengenai keberadaan vegetasi asli atau langka tersebut biasanya tersedia pada Balai Konservasi Sumber Daya A!am terdekat atau Dinas Kehutanan.--------_- Pd. Selain itu.3. beton bertulang. Pada dasamya arus lalulintas tidak boleh terhambat oleh adanya suatukonstruksi jembatan. ataupun secara komposit dengan dua bahan berbeda seperti baja + beton bertulang. dan elevasi jembatan. Pemrakarsa keqiatan harus melakukan identifikasi secara akurat terhadap keberadaan dan perilaku hewan tersebut sehingga dapat memberikan rekomendasi bagi alternatif solusi yang diusulkan dalam pembangunan prasarana transportasi. konstruksi balok + lantai. Selain keberadaan vegetasi lanqka dan vegetasi asli. Bangunan bawah perlu dirancang secara khusus sesuai dengan jenis dan kekuatan tanah dasar.1 Lingkungan biologi a. Elevasi jembatan ditentukan oleh bentuk alinyemen memanjang dari geometri jalan dan dari tinggi bebas di atas muka air banjir rencana yang dihitung. Konsultasi dengan ahli bio!ogi dan konservasi kehutanan sangat disarankan apabila dampak ini diperkirakan akan terjadi. Tanah 11 dari 31 . baja.2 Lingkungan fisika .

eagar budaya dan peninggalan sejarah .3. f. e. i. Pengaruh terhadap kekerabatan . Polusi udara Penilaian penetapan prakiraan dampak penting dan nilai ambang kualitas udara mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 45/10/1997 mengenai standar polusi udara dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 35i10/1993 mengenai buangan dari kendaraan bermotor. Rencanapembangunan prasarana baru harus memperhatikan kualitas air yang ada di sekitar lokasi pembangunan. Kualitas air Air merupakan komponen lingkungan yang sangat penting bagi kehidupan. Sedangkan untuk penllaian prakiraan dampak penting dan nilai ambang getaran/vibrasi mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 49/11/1996 mengenai getaran. j. d. Audit keselamatan lalulintas merupakan suatu kegiatan oleh badan yang independen untuk menghasilkan usulan-usulan perbaikan rancangan.3.4 a. h. Temperatur Lingkungan d. karena akan berpengaruh terhadap konstruksi dari jalan yang akan dibangun tersebut. Adanya perubahan terhadap kualitas air akan menimbulkan dampak negatif terhadap habitat dan lingkungan disekitamya. g. Kebisingan dan vlbrasi Penilaian penetapan prakiraan dampak penting dan nilai ambang kebisingan mengacu pada pedoman teknis prediksi kebisingan akibat lalu lintas Nomor Pd. Estetika visual . Untuk memastikan faktor-faktor yangperlu 12 dari 31 . b. juga harus dilakukan dalam rencana pembangunan prasarana baru. c. Pendidikan. serta Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 1999 tentang baku mutu udara. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perubahan struktur tanah terhadap pemanfaatan lahanltanah di sekitar lokasi pembangunan tersebut.Penelltlan terhadap tanah yang meliputi kesuburan tanah dan tata guna lahanltanah. Ganti kerugian dalam pengadaan tanah . Kependudukan Penilaian penetapan prakiraan dampak penting kependudukan/sosia! mengacu pada pedoman teknis metode identifikasi dan analisis komponen sosial pada pekerjaan konstruksi jalan. Kesehatan masyarakat . T-19-2005-B . Perbaikan ini diharapkan akan meningkatkan keselamatan lalulintas pada alternatif solusi proyek jalan dan jembatan yang distudi. e.Pd. baik air permukaan maupun air tanah. yang diterbitkan oleh Departemen Pekerjaan Umum dan Keputusan Ketua Bapedal Nomor 229/11/1996 mengenai pedoman teknis kajian aspek sosial dalam penyusunan AMDAL. b. Usulan perbaikan ini harus diakomodasi dalam rancangan aspek teknis yang relevan seperti tersebut di atas. Perubahan pola interaksL Keselamatan jalan 5. 5. c. Keamanan. Perubahan mata pencaharian .3 Lingkungan sosial. ekonomi dan budaya a. T-10-2004-B dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 48/11/1996 mengenai bunyi dl lingkungan.

Peraturan Kepala BPN Nomor 1/1994 dan Pedoman Pengadaan tanah untuk pembangunan jalan yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum. 6) pelebaran perkerasan dan bahu jalan.2 Biaya administrasi dan sertifikasi Besarnya biaya administrasi dan sertifikasi disesuaikan dengan kebutuhan.4.1. menurut klasifikasi dari kecelakaan. Kelengkapan rambu dan marka akan mendukung keselamatan lalulintas. 2) relokasi utilitas dan pelayanan yang ada. audit Rancangan proyek yang baik diharapkan meningkatkan keselamatan lalulintas. 5. 5. dapat merujuk padapedoman keselamatan yang berlaku. Biaya kecelakaan dihitung sebagai hasil perkalian jumlah kecelakaan dengan biaya satuan kecelakaan. 5. 5. sehingga konflik internal menjadi minimal. d.Biaya rambu dan marka menjadi komponen biaya konstruksi. 13 dari 31 . serta pertimbangan sumber pendanaan. 4) pekerjaan drainase: 5) pekerjaan tanah. 7) perkerasan berbutir dan beton semen. dan dapat meliputi aspek sebagai berikut : 1) interaksi Jalulintaskendaraan dengan lingkungan sepanjang jalan yang terkendali. 5} pengendalian persimpangan jalan yang sesuai del1gan hirarki dari jalan yang berpotongan.Pd. tetapi tidak terbatas pada hal-hal berikut : 1) mobilisasi dan demobilisasi proyek.1 Biaya-biaya proyek Biaya pengadaan tanah -: Lahan yang diperuntukkan bagi proyek jalan dan jembatan dibebaskan melalui mekanisme yang sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku dengan mempertimbangkan kriteria/faktor tata guna lahan/tanah dan kesesuaian lahan/tanah.4. Estimasi biaya pengadaan tanah disesuaikan dengan Keppres Nomor 55/1993.4.4 Aspek ekonomi .1. T-19-2005-B .1. Oapat dilihat pada pedoman perhitungan biaya kecelakaan yang berlaku.4.diperbaiki berkaitan dengan keselamatan. 2) pemisahan kendaraan lambat dari kendaraan cepat. 3) menciptakan arus lalulintas dengan kecepatan yang seragam. 3) jalan dan jembatan sementara. serta pertimbangan sumber pendanaan. 8) perkerasan aspal.1. Besar anggaran biaya desain disesuaikan dengan kebutuhan dan wilayah studi. 6) ketersediaan rambu dan marka yang lengkap untuk memandu para pengguna jalan.1 5. Biaya konstruksi Biaya konstruksi dapat meliputi. dan dari biaya pemeliharaan jalan dan jembatan sepanjang umur rencana. Biaya kecelakaan lalulintas merupakan komponen dari biaya proyek selama umur rencana. Pengurangan biaya kecelakaan akan menjadi manfaat dari proyek. c. dan wilayah studl.3 Biaya Perancangan Biaya perancangan meliputi biaya-biaya studi dan penyiapan detailed engineering design (OED).4 a. 4} pengendalian konflik antara pejalan kaki dengan lalulintas kendaraan. b.4. 5.

d. Selisih total biaya pemeliharaan jalan antara kondisi dengan proyek (with project) dan kondisi tanpa adanya proyek (without project) diperhitungkan sebagai manfaat proyek.5 Kegiatan supervisi atau pengawasan pekerjaan adalah untuk pengendalian terhadap mutu dan volume pekerjaan. biaya tak terduga. Nilai sisa konstruksi b. Selisih total biaya operasi kendaraan antara kondisi dengan proyek (with project) dan kondisi tanpa proyek (without project) diperhitungkan sebagai manfaat proyek. Penurunan biaya kecelakaan. tetapi tidak diperhitungkan . yang menggambarkan peningkatan dalam keselamatan.4. Untuk rincian pokok-pokok pembiayaan dapat dilihat pada spesifikasi umum pekerjaan jalan dan jembatan.2 Manfaat proyek 14 dari 31 . 5. nilai dari waktu perjalanan berhubungan langsung dengan penghematan waktu periatanan karena adanya proyek. sesuai dengan pedoman yang berlaku. Ini adalah harga yang diperkirakan menjadi harga penawaran dari calon kontraktor. atautanpa komponen pajak. c. b. 5. berikut nilai ekonomisnya. karena mempunyai umur rencana yang lebih panjang. Seiisih total nilai waktu perjalanan antara kondisi derigan proyek (with project) dan kondisi tanpa proyek (without project) diperhitungkan sebagai manfaat proyek.Pd. yaitu : a.1.sebagai komponen biaya dalam analisis ekonomi. Untuk keperluan membuat owner's estimate komponen biaya konstruksi termasuk komponen pajak. komponen biaya konstruksi adalah biaya ekonomi. dan alokasi dana pelaksanaan fisiko Besaran anggaran biaya supervisi disesuaikan dengan kebutuhan dan lokasi pelaksanaan fisik. d.4. Untuk pekerjaan jangka panjang ada kemungkinan harga barang bangunan akan berubah. maka pada akhir periode studi perlu ditentukan umur sisa dari konstruksi. Nilai sisa konstruksi ini menjadi biaya yang negatif dalam perhitungan kelayakan ekonomi.4. pekerjaan harian. T-19-2005-B 9) 10) 11) 12) 13) 14) struktur. Biaya supervisi 5. yang pada akhir periode studi masih mempunyai nilai sisa (salvage valuej yang signifikan.7 Ada konstruksi. perlengkapan jalan dan utilitas.1. Agar perhitungan biaya konstruksinya dapat dilakukan secara adil terhadap alternatif lain. 5. akibat adanya proyek diperhitungkan sebagai manfaat dari proyek. c.4. seperti perkerasan kaku misalnya. biaya pemeliharaan jalan berhubungan langsung dengan lalulintas yang membebani jalan. pekerjaanpemeliharaan rutin. serta pertimbangan sumber pendanaan. pengendalian kondisi.: biaya kecelakaan lalulintas berhubunqan langsung dengan laluiintas yang melewati jalan. biaya operasi kendaraan dari lalulintas berhubungan langsung dengan adanya proyek. Harga penawaran dari kontraktor adalah atas dasar harga satuan yang berlaku pada saat penawaran.1.6 Komponen bukan biaya proyek Biaya-biaya berikut berhubungan langsung dengan proyek jalan dan jembatan. Untuk keperluan analisis ekonomi. Kenaikan harga satuan dapat diliputi dengan perhitungan eskalasi.

Kondisi laJulintas bervariasi sepanjang hari. 3) metode revealed preference adalah nilai waktu yang diperoleh dari kenyataan pilihan perjalanan yang terjadi dan dikaitkan dengan biaya perjalanan yang ada. Proyek pembangunan jalan akan menyebabkan perubahan dalam kondisi jalan dan lalulintas. dan kekasaran permukaan jalan. Biaya operasi kendaraan terdiri atas biaya tetap (standing cost) dan biaya tidak tetap (running cost). yang dipengaruhi oleh jenis kendaraan. Penghematan waktu perjalanan dihitung untuk seluruh jaringan jalan yang terpengaruh. yang dipengaruhi oleh jenis kendaraan dan kekasaran permukaan jalan. yang meliputi suku cadang dan upah montir. b. c. Penghematan nilal waktu perjalanan diperoleh dari selisih perhitungan waktu tempuh untuk kondisi dengan proyek (with project) dan tanpa proyek (without project). 5. dan periode non sibuk pada waktu lainnya. 15 dari 31 \ \ . kelandaian jalan. Perubahan BOK akibat pembangunan jalan dihitung untuk seluruh jaringan ja!an yang berpengaruh.2. dan jaringan jalan di sekitarnya. (rupiah per jam). dan jaringan jalan di sekitarnya. e.1 Penghematan biaya operasi kendaraan a. biaya pemellnaraan kendaraan. Perubahan ini akan mengakibatkan perubahan dalam BOK. pemakaian ban. seperti periode sibuk pada waktu pagidan sore hari. Karena yang diperhitungkan sebagai manfaat proyek adalah selisih dalam BOK. konsumsi minyak pelumas. Pembagian dan jumlah periode ini tergantung dari fluktuasi dalam arus lalulintas. Nilai waktu yang digunakan dapat ditetapkan dari hasil studi nilai waktu yang menggunakan metode produktivitas. dapat dilakukan pembagian hari atas periode waktu dengan kondisi lalulintasyang homogen. 2) metode stated preference adalah nilai waktu yang diperoleh melalui wawancara individu untuk kondisi hipotetikal tentang berbagai skenaric waktu dan biaya perjalanan. d. T-19-2005-B 5·4. Penurunan dalam SOK antara kondisi tanpa proyek (without project) dan dengan proyek (with project) diperhitungkan sebagai manfaat dari proyek. dan apakah proyeknya terletak di kawasan perkotaan ataupun antar kota. yang meliputi proyek pembangunan jalan dan jembatan. c. / b. dan sebagai akibatnya SOK juga dapat bervariasi sepanjang hari. d. Untuk memudahkan perhitungan. stated preference atau revealed preference.Pd. yang dipengaruhi oleh jumlah pemakaian dan kondisi permukaan jalan. Perhitungan SOK diJakukansecara terpisah untuk masing-masing periode homogen.2 Penghematan nilal waktu perjalanan \ \ a. 1) metode produktivitas adalah metode penetapan nitai waktu yang menggunakan nitai rata-rata penghasitan atau product domestic regional bruto (PORB) per kapita per tahun yang dikonversi ke dalam satuan nilai moneter per satuan waktu yang lebih kecil. kecepatan operasi.2. yang meliputi proyek pembangunan jalan dan jembatan. yang dipengaruhi oleh kecepatan operasi dan jenis kendaraan. maka yang perlu dihitung adalah biaya tidak tetap saja. BOK tidak tetap terutama terdiri atas komponen-komponen sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) konsumsi bahan bakar. Perhitungan besarnya BOK yang tidak tetap dilakukan sesuai pedoman BOK yang telah dikeluarkan dan ditetapkan oleh Oepartemen Pekerjaan Umum. baik untuk kondisi dengan proyek (with project) maupun untuk kondisi tanpa proyek (without project). Perkiraan waktu tempuh perjalanan (travel time) pada tahun dasar untuk berbagai jenls kendaraan diperoleh melalui survai lapangan menggunakan manual yang ada.4.

meliputl : 1) kajian terhadap tingkat aksesibilitas yang dapat diukur dari besar-kecilnya aliran pergerakan penduduk antar wilayah.Pd.4.sedangkan lalulintasterbangkit diperhitungkan sebesar: ~ x selisih biaya x volume lalulintas terbangkit (3) Untuk lebih jelasnya. 5. Pengembangan ekonomi (producer surplus dan consumer surplus) Kegiatan ini untuk· mengkaji dan mengetahui adanya pusat perturnbuhan pada suatu lokasi yang dapat memacu tumbuhnya bangkitan pergerakan.2. sementara itu sesuai dengan fungsi demand-nya maka akan terdapat penambahan volume. kurva permintaan (demand curve) dapat dilihat pada Lampiran F 5. Dalam hal ini kriteria manfaat (benefit) yang digunakan adalah semua surplus yang dinikmati oleh produsen barang dan jasa yang dijuaJ dan tercakup dalam daerah pengaruh proyek. Penghematan dalam pemefiharaan jalan (maintenance benefit) c.2. Konsep pendekatan consumer surplus adalah dengan menghitung psnquranqan harga yang dikeluarkan oleh konsumen untuk memperoleh/menggunakan produk tertentu.3 Penghematan biaya kecelakaan a b c Penghematan biaya kecelakaan diperoleh dari selisih perhitungan biaya kecelakaan pada kondisi dengan proyek (with project) dan tanpa proyek (without project).4.5 a. Besaran biaya kecelakaan dihitung berdasarkan jumlah kecelakaan dan biaya satuan kecelakaan yang diklasifikasikan dalam : 1) kecelakaan dengan korban mati. Selisih harga awal dengan harga baru yang harus dikeluarkan merupakan penghematan (saving) bagi konsumen.4. 5. sehingga 16 dari 31 . Pada umumnya kedua konsep pendekatanini digunakan untuk perencanaan jalan antar kota (inter urban). 4) kecelakaan dengan kerugian materi. Hal ini terjadi karena adanya perpindahan pengguna infrastruktur lama kepada Infrastruktur baru atau infrastruktur yang ditingkatkan.4 Reduksi perhitungan total penghematan biaya Dengan memperhatikan kurva permintaan (demand curve) total manfaat untuk fafulintas normal dihitung penuh.4. Keuntungan akibat perubahan volume dan biaya transport sangat bergantung pada besarnya keuntungan akibat perubahan harga produk di lokasi produksi. Perhitungan besaran biaya kecelakaan dapat menggunakan pedoman perhitungan biaya kecelakaan yang telah dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum.2. Pendekatan ini mengacu pada keadaan dimana volume ialulintas rendah yang mengakibatkan kurangnya justifikasi surplus konsumen. sehingga manfaat total adalah perkalian jumlah volume baru dengan selisih harga yang terjadi.6 Pembangunan suatu infrastruktur baru atau peningkatan terhadap infrastruktur yang ada dapat memberikan kontribusi keuntungan berupa penghematan biaya pemeliharaan infrastruktur pada keseluruhan jaringan. baik regional mall pun lokal. sehingga pengembangan jaringan jaian sebagai sarana perhubungan sangat dibutuhkan bagi perkembangan suatu daerah. 3) kecelakaan dengan korban luka ringan. T-19-2005-B 5. d. b. Kegiatan kajian terhadap pengembangan ekonomi. 2) kecelakaan dengan korban luka berat. 2) keberadaan sistem transportasi yang ditunjang oleh kelengkapan prasarana dan sarana perhubungan. Anallsis producer surplus merupakan salah satu parameter penilaiievaluasl kelayakan proyek.2.

suatu ruas jalan baru dapat meningkatkan kehandalan jaringan jalan karena merupakan alternatif rute.... Metoda ini dipakai untuk mengevaluasi kelayakan proyek dengan membandingkan total manfaat terhadap total biaya yang telah didiskonto ke tahun dasar dengan memakai nilai suku bunga diskonto (discount rate) selama tahun reneana. meliputi : 1} analisis ekonomi. dapat menganalisis hanya dengan dua atau lebih dari keempat komponen tersebut..Pd.6..... analisis kepekaanlsensitivity Dalam mengevaluasi keiayakan suatu proyek.. Manfaat ini tidak dinikmati sehari-hari tetapi dapat merupakan manfaat yang sangat besar dalam kondisi tertentu...2 Analisis benefit cost ratio (81C-R) Benefit cost ratio adaiah perbandingan antara present value benefit dibagi dengan present value cost... Persamaan untuk metoda ini adalah sebagai berikut : 8IC-R = Present value benefits .S. Hasil B/C-R dari suatu proyek dikatakan layak seeara ekonomi.. d.... Selain itu biaya pemeliharaan dari jalan hasil pembsnqunan adalah relatif lebih murah... suatu jalan baru dapat merupakan prasarana yang juga dibutuhkan dalam sistem pertahanan dan keamanan negara. Aspek-aspek ini dapat diperhitungkan pada waktu menentukan rekomendasi akhir dari studi ini melalui suatu metoda multi kriteria. seandainya terjadi suatu penutupan yang tidak dapat dihindari pada jaringan jalan. 5. Perihal ini perlu dipertimbangkan dalam menentukan kelayakan akhir dari suatu jalan.. bila nilal B/C-R adalah lebih besar dari 1 (satu). net present vaiue (NPV).. economic internal rate of return (EIRR).S a.. 5. Evaluasi kalayakan ekonomi Seeara garis besar evaluasi kelayakan ekonomi yang dilakukan.... Oengan demikian jalur baru ini sebenarnya mempunyai nilai strategis yang perlu diperhitungkan..... Suatu proyek dengan kelayakan lebih rendah dapat juga diberi prioritas. demi untuk pemerataan pembangunan. atau apabila memungkinkan.. mungkin saja lebih keeil dari biaya proyek. terdiri atas : • • • • benefit cost ratio (B/C-R). maka proyek-proyek tidak hanya dikonsentrasikan pada wilayah tertentu saja. e... ketersediaan dana pernbanqunan..5 Aspek lain-lain Aspek lain-lain meliputi aspek non ekonomi yang dapat mempengaruhi kelayakan proyek seeara keseluruhan.~.. dapat dilakukan dengan menganalisis keempat komponen tersebut di atas.. 5.... analysis b. antara lain: a..... T-19-2005-B beban infrastruktur lama menurun..... (4) Present value cost 17 dari 31 .. 5.. Gambaran umum evaluasi kelayakan ekonomi 2} b.. first year rate of return (FYRR).

..••. biaya pada tahun i . Persamaan umum untuk metode ini adalah sebagai berikut : NPV = L[(b 1=0 n-1 j -c... Dalam perhitungan nilai EIRR adalah dengan eara meneoba beberapa tingkat bunga.••••••. tingkat bunga yang menghasilkan NPV pcsitif terkeeil ....••.. 18 dari 31 ...•.••.••. dimulai dari tahap pereneanaan sampai akhir umur reneana [alan... menunjukkan menguntungkan.. T-19-2005-B Nilai B/C-R yang Jebih keeil dari 1 (satu).1 + (.. dikatakan layak seeara ekonomi adalah yang Hasil NPV dari suatu proyek yang menghasilkan nilai NPV bernilai positif......•.•... tingkat bunga yang menghasilkan NPV negatif terkeeil .6.•.••••..4 Analisis economic internal rate of return (EIRR) Economic internal rate of retum (EIRR) merupakan tingkat pengembalian berdasarkan pada penentuan nilai tingkat bunga (discount rate)..•• (6) economic internal rate of return....•..5 Analisis NPV1 NPV1-NPV2 •.)«1+(_!_Wr1] 100 ••.. dengan menggunakan suatu suku bunga diskonto.....6....•.. Hal ini dihitung dari selisih present value of the benefit (PVB) dan present value ottn« cost (PVC).•. Dasar dari metoda ini adalah bahwa semua manfaat (benefit) ataupun biaya (cost) mendatang yang berhubungan dengan suatu proyek didiskonto ke nUai sekarang (present values).. Guna perhitungan EIRR dipilih tingkat bunga yang menghasilkan NPV positif yang terkeeil dan tingkat bunga yang menqhasllkan NPV negatif terkeeil....1) dengan pengertian : EIRR i1 i2 NPV1 NPV2 5. Selanjutnya diadakan interpolasi dengan perhitungan : EIRR =. umur ekonoml proyek.••.•. suku bunga diskonto (discount rate).Pd.........2 . 5. (5) dengan pengertian : NPV bi ej r n nilai sekarang bersih ..3 Analisis net present value (NPV) Metoda ini dikenaJ sebagai metoda present worth dan digunakan untuk menentukan apakah suatu reneana mempunyai manfaat daJam periode waktu analisis. dimana semua keuntungan masa depan yang dinilai sekarang dengan discount rate tertentu adalah sarna dengan biaya kapital atau present value dari total biaya.6.......•••••••. . Walaupun dari hasii anal isis proyek bermanfaat.. investasi ekonomi yang tidak 5. nllal sekarang dengan menggunakan i1 nilai sekarang dengan menggunakan i2 first year rate of return (FYRR) waktu terbaik untuk tetap saja ada kasus Analisis manfaat-biaya digunakan untuk membantu menentukan memulai proyek.•....•. manfaat pada tahun i .

25 %.Pd.. suku bunga diskonto (discount rate)..(1 + (11'OO))J-' dengan pengertian : FYRR j bj Cj r first year rate of return . tahun pertama dari mantaat .. 19 dari 31 Lingkungan. b.. untuk kebanyakan proyek jalan. e..7 Pemilihan alternatif dan rekomendasi a. volume pekerjaan tanah. mantaat pada tahun j ....... Persamaan untuk metoda ini adalah sebagai berikut : FYRR = 100.. pemilihan alternatif dapat dilakukan dengan berbagai metode pengambilan keputusan yang lazim dan disepakati oleh pelaksana studi dan pengambil keputusan.... (7) Lc.. lingkungan.6 Analisis kepekaan (sensitivity analysis) Analisis kepekaan dilakukan dengan meninjau perubahan terhadap prakiraan nilal komponen-komponen berikut : a. keselamatan dan ekonomi antar alternatif. Analisis ini diadakan untuk menunjukkan seberapa peka parameter ekonomi yang didapatkan untuk dibandingkan dengan perubahan variabel yang digunakan.. t. dan ..25 %. Jika FYRR lebih besar dari discount rate yang direncanakan..... d.. biaya pada tahun i . maka proyek sebaiknya ditangguhkan dan laju pengembalian harus dihitung ulang untuk menentukan tanggal dimulainya proyek yang optimum... dan .. ApabiJatidak ada kesepakatan. maka akan tepat waktu dan proyek dapat dilanjutkan.. dimana lalulintas terus bertambah di masa mendatang.. dibagi dengan present value dari modal yang dinaikkan dengan discount rate padatahun yang sarna dan ditunjukkan dalam persen.. kriteria laju pengembalian tahun pertama dapat digunakan. = dan-25%. kemudahan pelaksanaan.•.. dan-25%.... Indikator yang digunakan untuk setiap aspek meliputi : 1) teknis • • • 2) panjang jalan.•...... ..... suku bungadiskonto (discount rate) +25% ia!ulintas harian rata-rata (LHR) = + 25 % pertumbuhan lalulintas (traffic growth rates) = + 25 % biaya pembangunan (construction cost) = +25% dengan dan tanpa biaya pengadaan tanah... 5.. dapat digunakan. T-19-200~··B penundaan awal proyek pada saat lalulintas terus bertambah untuk menaikkan laju pengembalian pada tingkat yang diinginkan.. First year rate of return (FYRR) adalah jumlah dari mantaat yang didapat pada tahun pertama setelah proyek selesai.... Bagaimanapun... Jika kurang dari discount rate tetapi memiliki NPV positit. 5.. J-1 1=0 bJ ... komponen lainnya sesuai dengan kebutuhan proyek.. Cara terbaik untuk menentukan waktu dimulainya suatu proyek adalah menganalisis proyek dengan range waktu investasi untuk melihat mana yang menghasilkan NPV tertinggi. c.... metode dengan membandingkan nilai indikator-indikator dari aspek teknis...6.

indikator lain yang mungkin dilakukan.1. c. serta kaitannya dengan tata guna lahan/tanah di sekitarnya. Kajian tentang lingkungan dan tata ruang 6. buat estimasi biaya untuk keperluan studi aspek lingkungan.1 Kajian kebijakan 6. dan lain-lain. sebagai penajaman dari formulasi yang dipakai dalam pra studi kelayakan.2 a. d. formulasikan kembali kebijakan dan sasaran dari proyek. e.2. tingkat kinerja (level of performance) lalulintas. formulasikan kembali fungsi dan kelas jalan dan jembatan sebagai dasar perencanaan aspek teknis jalan. altematif terbaik ditentukan berdasarkan hasil perhitungan nilai rata-rata tertimbang dari seluruh indikator yang ada. Formulasi alternatif solusi 6. alinyemen vertikal. formulasikan kembali keperluan penyusunan AMDAL. kaji kembali apakah pembangunan secara bertahap akan dijadikan alternatif solusi untuk distudi. e. b. slapkan peta mutakhir darl koridor alternatif proyek jalan dan jembatan. untuk memperhitungkan aspek non ekonomi. formulasikan kernbali ketentuan perencanaan [alan. UPL-UKL. dan penampang-penampang melintang setiap interval jarak 50 meter. sesuai dengan pedoman yang berlaku. 6. c.3 dan 4) dapat diberi bobot sesuai dengan kebutuhan yang ada. b. b. Ekonomi.1. seperti yang teridentifikasi dalam pra studi kelayakan. metode AHP (analytical hierarchy process).10. Contoh penilaian ranking altematif rute dengan metode analisis multi kriteria dapat dilihat pada Lampiran E. d. c. yang meliputi alinyemen horisontal. metode Delphi. buat rancangan geometri dari masing-masing alternatif solusi. kumpulkan data primer mengenai aspek-aspek lingkungan. siapkan KAK untuk studi aspeklingkungan. yang meliputi kecepatan rencana. . masing-masing indikator (1. c. kelayakan proyek tidak hanya tergantung pada kelayakan ekonomi.1 a. c. nilai dari masing-masing indikator dapat dinormalisasi dengan rentang antara 0 . b. ada beberapa metode yang dapat digunakan.3 a. d. T-19-2005-8 3} 4} b.4 a. Kajian tentang pengadaan tanah 6. antara lain metode Multi Kriteria. kaji kembali peran [alan yang distudi. estimasi biaya total yang dibutuhkan untuk seluruh proses pengadaan tanah.1 Lalulintas 20 dari 31 . identifikasi upaya pendukung yang perlu dilakukan untuk mendukung proses pengadaan tanah.1. tunjukkan pada peta topografi dengan skala minimum 1 : 1000 tentang jumlah alternatif solusi yang mungkin. 6 Cara pengerjaan perencanaan kebijakan dan sasaran perencanaan Kajian tentang 6.Pd. dan identifikasi Rumija yang perlu dibebaskan.2. dan pembebanan jembatan.1. formulasikan alternatif solusi yang akan distudi lebih lanjut.2 Survai dan analisis 6.

2.2. identifikasi daerah aliran sungai dan curah hujan rencana. Hidrologi dan drainase b. lakukan survai primer untuk memperoleh eievasi muka air banjir. Struktur jembatan tentukan tipe jembatan yang sesuai dengan ketentuan perencanaan proyek. b.1. f. b. tentukan tipe dan bentang dari standar jembatan yang diusulkan. 6. rancang bangunan bawah jembatan dan buat estimasi biayanya. c. danlatau moda alih. identifikasi masalah geoteknik yang memerJukan perlakukan khusus. dan lakukan melalui salah satu cara pemodeJan. d. b. gorong-gorcng. b.4 Geologi dan geoteknik a.Pd.3 buat rancangan geometri dari masing-masing alternatif solusi. c. d. alinyemen vertikal. identifikasi lalulintas normal. dan penampang-penampang melintang setiap interval jarak 50 meter. buat rancangan geometri dari jalan sementara. b.5 Perkerasan jalan a. identifikasi aspek drainase yang khusus memerlukan perhatian. T-19-2005-8 a. g. buat survai pencacahan JaJulintasmenurut jenis kendaraan. sesuai dengan pedoman survai yang berlaku. serta tindakan penanganannya. tentukan dimensi penampang jaJan yang menghasilkim tingkat kinerja sesuai dengan yang diformulasikan pada ketentuan perencanaan jaJan.7 a. buat rancangan geometri dari persimpangan. cari karakteristik geoteknik tanah untuk keperluan galian dan timbunan. 6. dan selokan samping. . untuk memperoleh data laJulintasmasa sekarang yang akurat. yang meliputi alinyemen horisontal. yang diperoleh melalui prakiraan latullntas masa depan dari butir analisls laiulintas di atas: c. seperti misalnya untuk daerah rawan banjir. buat tipikal perkerasan jalan yang berskala yang sesuai dengan kondisi setempat. rancang konstruksi drainase seperti kolam resapan.2 a. 21 dari 31 6. identifikssi elevasi muka air tanah. d. c. misainya tanah lembek. 6. danlatau lainnya. dan identifikasi segmen yang homoqen secara geoteknik. bila ada. kegiatan ini dapat digabung dengan pemetaan untuk keperluan pengadaan tanah pada butir 6. c. b. identifikasi karakteristik geologi dari tanah dasar di sekitar koridor altematif jalan. e. a.2.2. d. analisis data hUjan dalam daerah aliran sungai untuk memperoleh besaran intensitas hulan untuk perencanaan. cari kekuatan tanah kedalaman untuk keperluan pondasi jembatan. Topografi lakukan pemetaan topografi dari koridor altematif solusi yang distudi. perkirakan volume galian dan timbunan. untuk keseimbangan volume pekerjaan dapat dilakukan penyesuaian dalam alinyemen jalan.2. atau lereng curam. d. rancang tipe konstruksi perkerasan jalan sesuai dengan ketentuan perencanaan proyek.2. buat tipikal jembatan yang berskala yang sesuai dengan kondisi setempat. rawan longsor. hitung jumlah lalulintas yang membebani perkerasan selama umur rencana. c. identifikasi kebutuhan bahan perkerasan jalan untuk mengestimasi biaya.6 a. buat prakiraan laJulintas masa depan untuk akhir periode rencana. Geometri 6. yang berupa LHR dan volume jam perencanaan. c. atau rawan penggerusan. dan Jalulintas bangk.itan yang mungkin berupa lalulintas teralih. cari besaran kekuatan tanah dasar untuk keperluan rancangan perkerasan. 6.3 di atas.

.------------------------~ Pembangunan/peningkatan Operasi dan pemeiiharaan Monitoring dan evaluasi manfaat 23 dari 31 . T-19-2905-B lampiran A ( informatif ) Kedudukan studi kelayakan pada proyek jalan dan jembatan Kebijakan Proyek I perencanaan I I I I I I I I ~---------------- -----------------------..Pd. Detai/edlFina/ engineering design I 1 [ Dokumen lelang 1--------_. I I I I I I I I I I I I I I I L Pra desain (Basic design) -: _ ------------------------------- .1 ----------------------.------------- Perancangan teknik ------ -.

2.2.2. c.biaya proyek 6.11 Kelayakan ekonomi a. T-19-200S-B 6. hitung manfaat proyek tahun per tahun sampai akhir umur rencana. lakukan analisis kepekaan dalam menghitung indikator kelayakan ekonomi.Pd. darimasing-masing alternatif solusi terhadap aspek non ekonomi. dan implementasikan hasil audit dalam rancangan. Aspek keselamatan lakukan audit keselamatan pada rancangan altematif solusl.2 a. buat prakiraan dari jumlah kecelakaan yang akan teriadi selama umur rencana. 6. 6.8 a. buat estimasi untuk keseluruhan manfaat ekonomi dari proyek. hitung owner's estimate. hitung indikator-indikator kelayakan ekonomi. g. d. analisis data kecelakaan untuk saat sekarang. perhatikan komponen bukan biaya proyek. NPV. yang dapat mempengaruhi kelayakan dari proyek yang distudl: b. Aspek ekonomi Biaya . buat estimasi untuk keseluruhan biaya ekonomi dan proyek.12 Pemilihan alternatif dan rekomendasi a. seperti B/C-R. b. d. yang diperhitungkan sebagai manfaat. atau dampak positif dan negatif. 6.2. gunakan spreadsheet atau perangkat lunak khusus. d. untuk kompilasi keseluruhan data biaya dan manfaat proyek dan tahun ke tahun sampai akhir umur rencana. 22 dari 31 . e. hitung biaya-biaya proyek tahun per tahun sampai akhir umur rencana. buat urutan unggulan dari keseluruhan alternatif solusl atas dasar analisls kelayakan analisis ekonomi.2. diskonto seluruh biaya dan manfaat ekonomi ke tahun dasar. c.10 Aspek lain-lain a.9 6. c. e. buat estimasi untuk komponen bukan biaya proyek. identifikasi aspek lain-lain yang non ekonomi. hitung nilai sisa konstruksi pada akhir umur rencana. b. EIRR dan FYRR.1 a. tentukan skala kepentingan. atau sebagai harga rata-rata per kilometer panjang jalan. c. analisis multi kriteria dapat dipakai sebagai alat bantu. c. f. buat prakiraan jumlah untuk masing-masing kategori kecelakaan dan hitung biaya kecelakaan untuk kondisi sekarang. b.9. buat kesimpulan dan saran atas dasar kelayakan ekonomi. b. buat kesimpulan dan saran atas dasar kelayakan secara menyeluruh. gabung indikator kelayakan ekonomi dengan aspek non ekonomi untuk analisis terpadu.2. l\r1anfaatproyek 6.2. b. nyatakan keseluruhan biaya dan manfaat ekonomi sebagai total per proyek.9.

teknik dan operasional dari altematif-alternatif Identifikasi alternatif-alternatif yang mempunyai ketidakpastian tinggi I --..UPL Identifikasi pilihan-pilihan untuk memperkecil dampak lingkungan Kaji ulang rekomendasi yang dibuat dalam laporan pra studi kelayakan Identifikasi pilihan-pilihan untuk menghilangkan solusi-solusi teknis yang tidak mungkin dilakukan yang a~a I Analisis lingkungan.Pd.kebijakan .pilihan daftar pendek (short list) I Perbandingan akhir dari pilihan-pilihan daftar pendek (short list) ! Rekomendasi ! Draft dan laporan akhir termasuk AMDAL Oika diperlukan) I UKL ..tata ruang Formulasi kebijakan dan identifikasi altematif proyek Kaji ulang KAK studi kelayakan atau AMDAL I UKL .UPL 24 dari 31 .----'I Prediksi hasil analisis kuantitatif untuk setiap alternatif solusi ! I Analisis ekonomi untuk rekornendasl pili hanpilihan atau daftar pendek dari pilihan-pilihan Lengkapi analisis lingkungan pada pilihan. T-19-2005-8 Lampiran ( normatif) B Metodologi untuk studi kelayakan Masukan dari perencanaan umum : .

Pd..-.__ n n -- - - -- - - - - - - - - - -- Pertumbuhan lalulintas Geometri r 1 Perkerasan jalan Analisis ekonomi o 1 Struktur jembatan I I I ~------------------~ Evaluasi kelayakan Aspek lain-lain ----------------------------------------------1---------------------------------------------- I 1 Rekomendasi 25 dari 31 . T-19-2005-B Lampiran C ( normatif) Bagan allr cara pengerjaan studi kelayakan Kajian tentang kebijakan dan sasaran perencanaan Kajian tentang lingkungan dan tata ruang Kajian tentang pengadaantanah .-.-.----------... Formulasi altematif solusi ___I I ! -------------------------------~I p_e_ng_u_m_p_u_la_n_d_a_ta ~~--------------------------------Geologi & geoteknik --------------------------------------------1-----------------------------:----------------- r-------------------.-I I I I I Analisis ~.--1 --.

1.UPL. • prediksi hasil analisis kuantitatif untuk setiap alternatif solusi. Analisis Rekomendasi • penajaman proposal dan rekomendasi alinyemen yang cocok serta standar-standar yang akan digunakan. • estimasi biaya. satu atau lebih alternatit proyek yang layak untuk diteruskan ke tahap studi kelayakan. jika sebelumnya tidak dilakukan pra studi kelayakan. serta pengadaan tanah. T-19-2005-8 Perbandingan Lampiran 0 ( informatif) kegiatan pra studi kelayakan ° prove kOI an d an lem bta j_a a Pra Studi Kelayakan Sekunder dan studi n kelayakan No Kegiatan Pengumpulan data Lingkup kegiatan Studi Kelayakan primer dan sekunder • formulasi kebijakan perencanaan yang meliputi kajian terhadap kebijakan dan sasaran perencanaan. . penyusunan KAK detailed engineering design (OED). lingkungan & penataan ruang. jika sebelumnya dilakukan pra studi kelayakan. atau UKL . • kajian penggunaan altematif perkerasan dan standar yang berkaitan kebutuhan proyek. studi komparasi alternatif solusi pada koridor yang terpilih dalam pra studi kelayakan. penajaman tujuan dan implementasi strategi. • • • • 3. formulasi dari sasaran proyek. • kerangka acuan AMDAL Oika dibutuhkan) atau UKL . identifikasi kebutuhan investigasi lingkungan dan sosial. kajian terhadap kondisi eksisting pada wilayah studi. rekomendasi tipe penanganan.UPL pendekatan secara asumsi • • • I I i • • Q / I • • • • I I I 4. ekonomi dan ling kung an serta identifikasi lokasi-Iokasi rawan bencana (hazard). penyusunan KAK AMDAL I UKLUPL.Pd. 2. pendekatan secara akurat dengan menggunakan model I I • pemilihan alternatif • penyusunan KAK studi kelayakan • penyusunan KAK AMDAL (jika dibutuhkan) I UKL-UPL • . dan lingkungan. pengambilan data fisik. penyusunan KAK AMDAL I UKLUPL. ekonomi . 5. • • 26 dari 31 penentuan alinyemen pada koridor yang terpilih pad a pra studi kelayakan. kajian terhadap kondisi eksisting pada wilayah studi termasuk melakukan kajian terhadap dampak yang mungkin timbul untuk setiap solusi yang diusulkan. lingkungan dan penataan ruang. Hasil kegiatan formulasi kebijakan perencanaan yang meliputi kajian terhadap kebijakan dan sasaran perencanaan. • rekomendasi investigasi lingkungan dan sosial. rona awal lingkungan atau kerangka acuan AMDAL (jika dibutuhkan). pengambilan data fisik. • rekomendasi waktu optimum (timing optimum) dan program konstruksi. kerangka acuan studi kelayakan. serta pengadaan tanah. • kebutuhan survai untuk detailed engineering design (OED). studi kornparasl beberapa korldor yang terpilih.

:: :J UJ a.9! UJ ci ci <0 o ui a. -E Q) a.0 CD (IJ oes :J .0 o N o .:. :J "0 ·iii c: IJ....0 2o M o o 0> .50 0> C.- 00 0> a.-' ro ro "0 C.0 .:: c: c: . .... 1.. (IJ (IJ J9 UJ .:: ·ro ~ 0 o to o o r-.. o 'V 1....._ .... .. E Q) (IJ co c: c: (IJ 0> c: 32 0:: c ro 2 ~ 2 E c: . eo "0 <0 (IJ (IJ ~ ci eo ci N o ~ <0 ci "0 (IJ . "C eo eo -g UJ (IJ 0> c: 0 <0 o o .- o ~ o o .0 E Q) c: Q) <0 o e ..9! c ~ :J (IJ .!!!.._ Q) 0> c: .-' . ca ca ca (IJ C) o ()() ci c: (IJ c: .5 SfCD I.0 (IJ 10 c: . E Q) C) c: Q) n.0 (IJ c: 0> E a..5 :.. c: .. :J ~ (IJ 0> o E (IJ a.0 (IJ :J 0> .:. S .:t: .. ::J J:!. +:I _I.g ~ (IJ (IJ - :J .. (IJ C) c: c: . E :0 Q) ~ (IJ (IJ .lO aIl o ~ ~ o I- eo J9 .0 c: c: (IJ (IJ Q) (IJ !!::: c: (IJ c: .- ·iii co UJ c: c: (IJ c: :J C) c: (IJ o co .0 "0 ~ (IJ .

T-XX-2005-8 Lampiran F ( informatif ) Kurva permintaan (demand curve) Biaya perjalanan ( cost) ~. kurva permintaan C1 -----------------------generated traffic C2 -----------------------_ 01 02 volume (quantity) 28 dari 31 .Pd.

a. 2. Geologi dan geoteknik . d. 3. Perencanaan bangunan bawah. Kesimpulan dan rekomendasi.Pd. b. Lingkup pekerjaan . Pendahuluan : a. 6. c. Manfaat proyek. Peramalan lalulintas. Maksud dan tujuan . 8.kimia . Survai dan analisa lalulintas . b. J~eselamatanjalan. Geografis. T-XX-2005-B lampiran G ( informatif ) Contoh isi laporan studi kelayakan 1. 4. Formulasi altematif solusi. Metodologi dan pendekatan studi. Lingkungan soslal. b. Perencanaan perkerasan jalan . Demografi . Biaya-biaya proyek . 5. Aspek lain-lain. e. d. Hidrologi dan drainase. Kajian tentang kebijakan dan sasaran perencanaan . d. Pemilihan alternatif. b. Konsep dan standar perencanaan . Formulasi kebijakan perencanaan : Gambaran umum wilayah studi : Lalulintas : Rekayasajalan dan jembatan : Aspek lingkungan dan keselamatan : a. Aspek ekonomi: a. Eva!uasi kelayakan ekonomi : a. c. Kajian tentang pengadaan tanah . a. 11. Latar belakang . Kajian tentang lingkungan dan tata ruang . c. Tingkat pelayanan . a. FYRR . b. Perencanaan geometri . b. Lingkungan biologi . 29 dari 31 . b. Analisis kepekaan (sensitivity analysis). NPV. e. b. Survai kecepatan perjalanan . c. c. c. d. 10. Ungkungan fisika . d. ekonomi dan budaya . Topografi. d. 9. a. EIRR. Perencanaan bangunan atas . 7. B/C-R.

M. Direktorat JenderaJ Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan.Sc. Tasripin Sartiyono. 2) Penyusun Ir. Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan Direktorat Bina Teknik.Sc. I Pusat i . M. Ir. Pranowo. Ditjen T ata Perkotaan dan Tata Perdesaan Institut Teknologi Bandung (ITB) Pusat Litbang Prasarana Transportasi Pusat Litbang Prasarana Transportasi Ir. 1) Pemrakarsa Direktorat Bina Teknik. Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan Direktorat Bina Teknik. T -)O(·2005-B Lampiran H ( informatif ) Daftar nama dan lembaga . Ir. DR. M. Ir. Ir. Sc. Ir. Appl. M. Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan Direktorat Bina T eknik. Departernen Pekerjaan Urnum.Sc. Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan Direktorat Bina Teknik. Haryanto C. Endah S.Sci.Soc. SST Ir. M. Litbang Prasarana Transportasi I 30 dari 31 . M. Agusbari Sailendra. Surnamo.Eng. Sarnsi Gunarta.T. Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan Direktorat Bina Teknik. Ir. M. Doni Janarto W.Eng. Freddy Siagian. Yetty Nuryati. Petlwijaya " Direktorat Bina Teknik. M. IGW. Willy Tumewu.Pd.

Directorate of Planning. tahun 2001. e. Keputusan Menteri Ungkungan Hidup. 1988. Direktorat Jenderal Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan. g. Directorate of Planning. Tata Cara Penyusunan Program Pemeliharaan Jalan Perkotaan. p. 1993. Directorate General of Highways. edisi 1995. Government 01 the Republic of Indonesia. Nemor41·tahun 1999. Government of the Republic of Indonesia. Directorate General of Highways. I. Stages In The Development of Highway Schemes. Pd. Perencanaan dan Penyusunan Program Jalan Kabupaten. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Advisory Services to Strengthen Bina Marga's Feasibility Study Unit. Manual Perencanaan Jalan Indonesia (IRDM). Pedoman Teknis Prediksi Kebisingan Akibat Lalulintas. n. q. Ketentuan Pelaksanaan Keputusan Preskien RI Nomor 55 tahun 1993. Training Module WSP $3.oekerjaan Konstruksi Jafan. tahun 2001. b. A guid to Road Project Appraisal. Bunyi di Lingkungan. r. o. Nomor 45/10/1997. May 1994.Pd. Nornor 77/KPTS/Db/1990. Lien Karlina. Peraturan Pemerintah RI. Overseas Unit Transport and Road Research Laboratory. Crowthorn Berkshire Kingdom. Traffic Analysis. Bermotor. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Bagian I. Ministry of Public Works. Clive Gray. Nemer 1 tahun 1994. Overseas Road Note 5. Getaran. Prasarana dan Lalulintas Jalan. Peraturan Menteri Negara Agraria 1 Kepala BPN. Keputusan Preslden RI. Nomor 0121T1BM/1999. PeraturanPernerintah RI. T-XX-2005-B Bibliografi a. Direktorat Jenderal Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan. Direktorat Jenderal Bina Marga. Pengantar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Nov. k. Standar Polusi Udara. Metode Jdentifikasi dan Analisis Komponen Sosial pada . Advisory Services to Strengthen Bina Marga's Feasibility Study Unit. d. c. f. Nomor 49/11/1996. Nomor 55 tahun 1993. Kadariah. Petunjuk Teknis 31 dari 31 . Pedoman Teknis Kajian Aspek Sosial Keputusan Menteri Lingkungan Hidup. Pedoman Teknis. Buangan dari Kendaraan Keputusan Menteri Ungkungan Hidup. Nemer 43 tahun 1993. i. T-10-2004-B. s. Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum. Stages In The Development of Highway Schemes. Nomor 48/11/1996. Baku Mutu Udara. 1978. Lembaga Penerbit Keputusan Kepa!a Bapedal Nomor 229/11/1996. tahun 1997. Departemen Pekerjaan Umum. Manual Kapasitas Jalan Indonesia. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup. Ministry of Public Works. Tanah bagi Pelaksanaan United m. dalam Penyusunan Amdal. Nemor 35/10/1993. j. Pengadaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Evaluasi Proyek. h.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful