P. 1
Sop Boiler Pengoperasian Ketel Uap

Sop Boiler Pengoperasian Ketel Uap

|Views: 1,276|Likes:
Published by Agus Witono

More info:

Published by: Agus Witono on Jun 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/08/2013

pdf

text

original

PENGOPERASIAN KETEL UAP

2. PENANGANAN PENGOPERASIAN KETEL UAP 2.1. 2.1.1 DASAR-DASAR PENGOPERASIAN KETEL UAP Dasar-dasar penanganan

yang harus diperhatikan operator selama pengoperasian ketel uap : • Operator harus dapat melayani secara benar pengoperasian ketel uap sesuai petunjuk ketentuan dari pabrik pembuat atau peraturan yang berlaku dan mencegah terjadinya kecelakaan, setidak-tidanya memperkecil kecelakaan.

 Operator harus mengetahui tentang pembakaran secara menyeluruh untuk mencegah polusi seperti polusi udara akibat dari gas buang disamping mengetahui cara menggunakan bahan bakar yang ekonomis.  Untuk mengoperasikan dan melayani ketel uap harus dilakukan oleh operator yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang cukup tentang pekerjaan pengoperasian sehingga umur ketel dapat bertahan lebih lama. Pengoperasian ketel uap pada prinsipnya merupakan suatu peristiwa pembakaran bahan bakar yang sempurna didalam dapur/tungku yang menghasilkan panas secara efektif, dimana ketel kemudian menghasilkan air panas dan uap.

disamping itu juga pembakaran tidak sempurna menghasilkan uap yang jelek pula. Operator dalam melayani ketel harus secara benar sesuai dengan petunjuk atau aturan yang berlaku untuk mencegah terjadinya kemungkinan kecelakaan-kecelakaan tersebut.dengan sendirinya selalu didahului dengan rencana-rencana persiapan dan pelaksanaan serta diperoleh hasil yang diharapkan . karena itu pengoperasian dan merawat ketel dengan benar merupakan hal yang sangat penting Setiap ingin mengerjakan sesuatu dalam hal ini mengoperasikan ketel uap .Pembakaran yang tidak sempurna dapat menyebabkan peledakan dan lebih buruk lagi bagi ketel uapnya.

tangki servis. Tangki penimbun bahan bakar.1.katup pembebas. filter.peralatan pembuangan air ketel . nozel pembakar. katup pengaman. ventilator. electroda pengapian Katup shut down bahan bakar minyak. pompa transfer. mangkok penyemprot bahan bakar untuk pembakar putar. Schedule atau jadwal pengontrolan ketel uap Jadwal 1 tahun Jadwal perawatan Jadwal perawatan rutin : Pedoman tekanan.2. bearing . tempat zat-zat kimia untuk tretment air.2. Fungsi kontrol otomatis. damper. gelas pedoman air. pompa bahan bakar Pompa air pengisi. pipa penghubung Peralatan pembakaran.tangki air pengisi. bane.

tekanan air pengisi. dosis zat-zat kimia  Pemaka ian bahan bakar minyak.4 Pengukuran  Pedoman tekanan uap.1. temperatur uap  Gelas pedoman ketinggian air pembuangan air ketel uap  Jumlah air pengisi. tekanan bahan bakar minyak. % O2 atau % CO2. jumlah udara. tekanan gas  Temperature gas buang. temperature bahan bakar minyak.3 Uji fungsi alat  Gelas pedoman ketinggian air  Peralatan kontrol otomatis 2. petunjuk asap . temperatur air kondensat  Kondisi air pengisi. aliran uap. ventilasi.1.2. temperatur air pengisi.

2.5 Buku harian ketel uap Buku catatan harian adalah semua kegiatan selama ketel uap di operasikan.2 PEMERIKSAAN SEBELUM PENGOPERASIAN KETEL UAP Untuk ketel uap baru atau lama tidak dipakai atau setelah dibersihkan atau direparasi. apabila terjadi masalah atau kerusakan dicatat. dan di cari sebab kerusakan/masalah tersebut jika hal serupa terulangi dapat dengan segera diatasi 2. perlu pemeriksaan dengan baik-baik sehingga didapatkan keyakinan bahwa bagian-baggian yang dibersihkan/pemeriksaan telah dipasang kembali dan diteliti apabila pintu-pintu tersebut telah menutup dengan baik .1.

2.3 Pemeriksaan tambahan Switch tekanan Pengukur level air Katup pengaman Peralatan blow down Katup air pengisi Katup utama penghentian uap Ketup ventilasi udara .2.2 Pemeriksaan dapur dan saluran gas buang Periksa bagian dalam dapur Periksa peralatan dapur Periksa peralatan saluran gas buang 2. Pemeriksaan bagian dalam ketel Periksa bagian dalam ketel uap Tutup semua penutup dan pintu Periksa air pengisi Uji hidrostatik (tidak perlu dilakukan setiap waktu) 2.1.2.2.

hanya dilihat dari luar.2. Untuk pemeriksaan setiap hari.4      Pemeriksaan peralatan kontrol otomatis Periksa sirkuit listrik panel kontrol Periksa pemipaan (piping) Periksa katup kontrol Periksa transmitter level air (tidak dapat diperiksa setiap hari.2. Periksa pendeteksi nyala api (flame detector). jadi tidak dapat diperiksa setiap hari/minggu/bulan . Biasanya 1-2 tahun diganti. hanya bila dilakukan overhaul).

Periksa peralatan air pegisi 2. Pemeriksaan peralatan pembakaran Periksa peralatan pembakaran dengan bahan bakar minyak Periksa peralatan pembakaran dengan bahan bakar gas Periksa peralatan pembakaran dengan bahan bakar batu bara.fan 4.5 Pemeriksaan peralatan tambahan 1.2. Resin.2. water softener. Pemeriksaan peralatan lainnya  Superheater  Ekonomiser . Hand firing (fire grate) atau rangka bakar/panggangan Periksa peralatan pembakaran dengan batu bara serbuk periksa peralatan ventilasi damper. Periksa peralatan pengolahan air pengisi (deoxigen. Hardness check)  Peralatan treatment dengan zat-zat kimia 3. chemical feeding)  Peralatan Deoxigen  Peralatan ion exchange (ion exchangeer.

3.2. Patikan gelas pedoman ketinggian air  Pastikan air pada posisi standar dari gelas pedoman air  Yakinkan fungsinya  Bandingkan ketinggian air pada masing-masing gelas pedoman air. Periksa peralatan blow down 3. Periksa pengukur tekanan . harus dibersihkan segera 2. PERSIAPAN PENYALAAN DAN PEMERIKSAANNYA 1. jika menggunakan dua gelas pedoman  Pastikan katup penghubung( return valve berfungsi)  Jika air pada gelas pedoman air terlihat kotor.

saringan dan katupnya c. Periksa peralatan air pengisi 5. Periksa pelatan pembakaran dan ventilasi a. Periksa level bahan bakar pada service tank Periksa tekanan gas untuk bahan bakar gas Pastikan hal-hal tersebut diatas telah dikerjakan dengan benar dan cermat b. Periksa pipa-pipa dan pompa bahan bakar minyak.4. Hidupkan pemanas minyak dan tentukan temperaturnya yang cocok . Periksa dapur bagian dalam dan saluran gas buang 6.

Ketinggian air ketel harus benar 2.4. 2. MENYALAKAN KETEL UAP Pemeriksaan umum penyalaan Setelah selesai memeriksa masing-masing posisi.lakukan penyalaan terhadap bahan bakar dengan memperhatikan bahwa : 1.1.2.4. Suplai udara bahan bakar harus lancar . Ventilasi didalam dapur harus baik 3.

4.2. hentikan dengan segera . Jika tidak menyala atau terjadi sesuatu yang abnormal. Periksa lampu indikator. Periksa masing-masing switch apakah terpasang otomatis atau manual.1 Dengan metoda otomatis Hal-hal umum yang harus diperhatikan sebelum menyalakan ketel uap 1. Menyalakan ketel uap bahan bakar minyak yang menggunakan 2.2.4. urutkan switch ke langkah selanjutnya dengan benar 3. 2.2.

setelah itu ketel dapat dihidupkan kembali.Jika pembakar (burner) tidak dapat dinyalakan secara otomatis. Untuk itu harus dikonfirmasikan dahulu gangguan-gangguannya kemudian diperbaiki. . di dalam hal ini bila ingin merubah ke pengopersian secara manual tanpa menyelidiki terlebih dahulu penyebabnya adalah sangat berbahaya.

2. Temperatur bahan bakar minyak akan naik menurut viskositas bahan bakar. jenis-jenis pembakar dan jenis-jenis bahan bakar minyak yang digunakan .4.2 Dengan metode manual 1. Tetapi keadaan ini tidak sama tergantung kepada konstruksi peralatan pembakar. Temperatur pembakaran bahan bakar minyak kadang-kadang dengan viskositasnya dan biasanya besar viskositas bahan bakar minyak berkisar 20 – 30 cst (centi stoke) pada saat disemprotkan oleh pembakar (nozzel).2.

. Prosedur penyalaan • • • Adjust/setel aliran dengan menggunakan demper.2. yaitu setelah penyalaan pembakar pertama sempurna berlanjut kepenyalaan pembakar yang ke dua. atau operasikan fan ventilasi Jenis bahan bakar disesuai dengan pengapian dan gunakan peralatan yang sesuai Pembakar akan dihidupkan (aliran gas/gas yang mudah terbakar didalam dapur dikeluarkan sebelum terjadi penyalaan pembakar). Didalam hal ini ada dua pembakar yang bekerja bersama-sama untuk pembakaran setelah penyalaan pembakar. Buka katup bahan bakar minyak 3.

jika pembakaran tidak stabil.2. pembakaran harus segera dimatikan . Metoda sebelum menyalakan ketel uap sama dengan yang menggunakan bahan bakar minyak Periksa apakah ada kebocoran dari pipa-pipa penyalur gas Periksa apakah tekanan gas telah sesuai Nyalakan bahan bakar gas Ventilasi dapur dan saluran gas buang harus cukup Setelah nyala. Penyalaan untuk pembakaran ketel uap yang menggunakan bahan bakar gas.3.4.

2.1. Penyalaan ketel uap yang menggunakan bahan bakar batubara 2. dan kemudian taburkan batubara diatas sisa-sisa arang dengan ketebalan yang sama dengan ketebalan sisa-sisa arang tersebut. taburkan abu api/bara/sisa-sisa arang (cinder) secara merata dan tipis diatas rangka bakar. lalu tutup pintu penampung abu (ash pit). 2. Ini dilakukan untuk mengurangi asap ketika terjadi pembakaran . Buka (full open) damper. Ketel uap secara bertahap beroperasi. Api akan membakar batubara. akan terjadi aliran (draft) di dalam dapur. Dengan metoda manual 1.4.4. setelah itu pintu api dibuka setengahnya 3.4.4. Letakan kayu yang mudah terbakar atau minyak diatas batubara kemudian nyalakan. garuk dan ratakan batubara yang telah terbakar sehingga batubara akan terbakar semuanya dan opakan batubara keatas rangka bakar secara bertahap Buka (full open) pintu penampang abu dan tutup pintu api setelah api merata diatas rangka bakar.

ketebalan lapisan batubara dibuat sekitar 8 cm dan sepanjang 1 meter diteruskan kebagian belakang. Pembakaran ketel uap batu bara secara mekanis 1. b. kemudian sepanjang 1 meter diteruskan ke bagian belakang.2. Jika ketel uap mempunyai fan isap (induced fan) segera fan isap dioperasikan . Sistem pembakaran dengan pengopak bergerak a.2. Damper saluran gas asap dibuka sedikit. Langkah selanjutnya. Ketebalan lapisan batubara dibuat 5 cm.4.4.

Kemudian nyalakan Setelah api membakar batubara. Operasikan fan dan setelah batubara terbakar dengan sempurna. dorong batubara yang telah terbakar sampai melewati pintu batubara (coal gate). dorong batubara tersebut kebagian belakang . d.c. b. kecepatan pengopak dapat dinaikkan secara bertahap. 2. Tebalnya lapisan batubara diatur sesuai dengan kebutuhan ketel Pengopak dengan pemasukan bawah (underfeed firing stoker) Batubara dimasukkan dalam bentuk kecil-kecil kemudian nyalakan dengan menggunakan minyak atau kayu. e. letakan batubara yang telah diberi minyak atau kayu yang mudah terbakar. bila lapisan batubara telah terbakar sempurna. Buka pintu depan dapur. Periksa kondisi api pembakaran setelah pintu depan ditutup ( api tidak menyentuh langsung ke pintu batubara /coal gate) Pengopak (stoker) dikontrol pada kecepatan rendah. a.

Hal-hal yang perlu diperhatikan didalam menyalakan api pembakaran Ketika ketel dinyalakan jangan langsung menaikkan beban pembakaran walaupun ada alasan-alasan yang tepat. retak dan kebocoran akibat dari ekspansi posisi batuan atau ekspansi posisi las-lasan. PENANGANAN DINAIKKAN KETIKA TEKANAN UAP AKAN 2. . Ketel yang terbuat dari baja/besi tuang akan cepat retak apabila mengalami perubahan dari dingin kepanas secara mendadak.1. karena jika hal tersebut dilakukan ketel uap akan mengalami stress.5.5. Disamping itu juga akan terjadi galur/alur. dan pada konstruksi batu tahan api akan terjadi retakan-retakan pada sambungan–sambungan antar batunya.2.

Menaikan tekanan uap Setelah ketel dinyalakan.2.2. tekanan uap akan dinaikan sampai mencapai tekanan kerja dimana hal ini berbeda untuk setiap masing-masing jenis ketel dan temperatur air pengisi. Untuk ketel uap pipa air dan ketel uap pipa api yang tidak begitu banyak menggunakan batu tahan api. Bila ketel uap dinyalakan dimana air ketelnya masih dalam keadaan dingin. Untuk jumlah air ketel yang terlalu banyak Memerlukan waktu sekitar 2 – 3 jam dengan pembakaran yang menggunakan bahan bakar minyak Memerlukan waktu sekitar 3 – 5 jam dengan pembakaran yang menggunakan bahan bakar batubara Memerlukan waktu sekitar 4 – 8 jam bila terlalu banyak menggunakan batu tahap api didalam dapur b. hal-hal yang harus diperhatikan operator dalam menaikan temperatur air ketel adalah sebagai berikut : a.5. memerlukan waktu sekitar 1 –2 .

c. apakah merespon derajat kenaikan tekanan uap ketika pembakaran disetel . Ventilasi Udara Setelah uap yang terbentuk sesuai dengan jumlah udara yang dihasilkan dari katup ventilasi. Lihat pedoman tekanan dan setel pembakaran. tutup katup ventilas tersebut b. Periksa apakah ada kebocoran dari packing manhole dan pada posisi-posisi pipa penghubung. Lihat indikator pedoman tekanan. Mengatur kenaikan tekanan uap Temperatur air ketel dinaikan secara bertahap sesuai denga terjadinya penguapan didalam drum a.1.

Lihat alat pengukur level air. Bila ketel uap dinyalakan dari ketel yang dingin. air pengisi dimasukkan kedalam ketel dan periksa masing-masing fungsi alat f. Menangani ekonomiser. bandingkan apakah level air pada kedua alat pengukur level iar tersebut telah sama. Air yang berada didalam pipa-pipa ekonomiser disirkulasikan ke tangki air pengisi atau buka saluran bypass untuk ekonomiser. Pastikan funggsi dari peralatan pembuang (blowdown) g. Jika gelas pedoman air dipasang dua unit. . Ketika ketel uap dinyalakan. fungsi dari gelas pedoman air harus diuji tanpa ada masalah ketika tekanan mulai dinaikan e.d. Pastikan fungsi dari peralatan air pengisi Setelah peralatan air pengisi dioperasikan.

agar tekanan dapat mencapai lebih 75 % 2. prosedurnya adalah : a. b. Metoda pembukaan katup yang berhubungan dengan kenaikan tekanan uap Jika katup utama stop uap membuka. Pastikan fungsi katup pengaman Uji blowout katup pengaman. Air pengisi dimasukkan ke dalam ketel.5. Buka outlet alat pengatur (damper) ekonomiser dan kemudian inlet dampernya c. Penanganan ketika tekanan ketel naik 1. Tutup inlet damper dari bypass damper kemudian tutup outlet damper 2.Ketika gas-gas buang dialirkan ke ekonomiser. berarti mengalirkan air pengisi yang berada didalam pipa-pipa ekonomiser.3. operator harus mencegah agar tidak terjadi water hammer dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut : .

Prosedur warm up. kadang-kadang terjadi sebaliknya yaitu dari header ke ketel c. Buka sedikit katup stop utama. header dan keluarkan semua isinya sebelum uap dihasilkan lagi dari ketel. dialirkan uap dari katup bypass pipa pembuangan. Semua katup pembuangan dibuka seperti pada pipa penyalur uap utama. kemudian suplaikan uap. .a. kemudian warm up didalam pipa. Setelah terjadi warm up didalam pipa uap. b. katup atau uap utama secara bertahap dibuka. Jika pipa uap utama dihubungkan keketel lain.

tekanan ketel akan turun.3. Pemeriksaan setelah uap keluar a. Katup pembuangan. Periksa semua yang berhubungan dengan sistem kontrol otomatis seperti interlock . Setelah katup utama dibuka. katup bypass dan katup-katup lainnya secra berbarengan dibuka dan ditutup b. Periksa level air d. di dalam hal ini pemakaian bahan bakar harus disetel c.

Pembakaran harus dijaga pada kondisi yang baik Menjaga agar ketinggian air tetap normal 2. Ketinggian air ketel harus dijaga agar tetap normal dan konstan 2.6. . 1. Tekanan uap ketel harus dikontrol agar tetap berada pada tekanan kerja secara konstan. HAL-HAL PENTING YANG HARUS DILAKUKAN SELAMA PENGOPERASIAN KETEL BERJALAN NORMAL. Operator tidak boleh membiarkan level air berada dibawah batas terendah (safety water level). 3.2.1.6.

     Melihat ketinggian air Selama ketel uap beroperasi. jika tejadi perbedaan gelas pedoman air. Untuk ketel uap Cornish dan ketel uap Lancashhier (diukur dari puncak lorong api) 100 mm Untuk ketel dengan lorong api dan pipa api Jika lorong api lebih tinggi dari pipa api 100 mm Jika pipa api lebih tinggi dari lorong api 75 mm Untuk ketel pipa air tergantung dari konstruksinya . ketinggian air ketel biasanya bergerak naik turun secara continue. harus ditentukan mana yang salah dan mana yang benar Ketinggian air berada dibawah kondisi safety (safety low water level). Bandingkan dua gelas pedoman air.1. 2.

3. 4 Mengawasi kapasitas air pengisi Pembuangan air ketel Pembuangan air ketel dengan selang waktu (intermitent blowdown) didasar ketel normalnya dilakukan sebelum ketel dioperasikan setelah normalnya dilakukan sebelum ketel dioperasikan setelah ketel berhenti. Beban pembakaran juga harus dalam keadaan rendah (low)  Header dinding air tidak harus dibuang (blowdownn) sampai ketel dioperasikan Tetapi jika air didalam header ingin dibuang. . ketel harus dihentikan.

2.6. Menjaga dan mengontrol pembakaran • • Campuran jumlah bahan bakar dengan udara harus sesuai Temperatur didalam dapur harus tetap tinggi jika memungkinkan .3.6. Mengontrol tekanan uap • • Periksa indikator pedoman tekanan Periksa fungsi katup pengaman 2.2.

pertama kali yang naik adalah udara pembakaran dan ketika beban pembakaran naik. pertama kali yang naik adalah udara pembakaran dan ketika beban pembakaran turun. Hati-hati terhadap serangan api terhadap batu tahan api secara langsung. Jangan melakukan pembakaran yang berlebihan.1 PENYETELAN PEMBAKARAN Hal-hal yang harus diperhatikan pada penyetelan pembakaran 1. Jangan merubah beban pembakaran didalam dapur dan jika beban pembakaran naik.7. Harus selalu diperiksa arah api didalam dapur 2.7. yang pertama kali turun adalah jumlah bahan bakar . 2.2.

harus dicegah kerusakan isolasi dan salutnya (casing). O2 atau CO2 dan draft yang telah ditetapkan. . dan kebocoran gas pembakaran. 6.3. Pada pembakaran dengan rangka bakar harus rata dan tidak membuat kerak besi(clinker) 5. Operator harus mengoperasikan ketel sesuai dengan temperatur pembakaran. Pada pembakaran yang menggunakan tekanan paks (forced draft combustion). Operator harus selalu menjaga temperatur didalam furnace sesuai dengan yang ditetapkan 4.

2. Pada pembakaran yang menggunakan minyak dan gas. Jika beban pembakaran turun . Minyak dan pembakaran dengan bahan bakar gas.7. dan buka penuh alat pengatur (damper) pembuangan gas sisa yang berada di dalam dapur. untuk itu harus dilakukan pengawasan. pembakaran menjadi tidak stabil dan berbahaya. . katup bahan bakar minyak harus segera ditutup. kadang-kadang api mendadak padam sendiri. Penyetelan pembakaran untuk pembakaran dengan bahan bakar. Jilka pada waktu ketel beroperasi api pembakaran tiba-tib padam dengan sendirinya.2.

Turn down ratio akan berbeda sesuai dengan jenis pembakar seperti pembakar tipe gun (gun type burner). pembakar tekanan tinggi (high pressure type burner). pembakar dengan bantuan uap (steam assit burner) dan pembakar berputar (rotary burner). Begitu juga halnya dengan pembakaran yang menggunakan bahan bakar gas akan berbeda sesuai dengan jenis-jenis pembakar. .Perbandingan laju jumlah bahan bakar dengan laju jumlah maksimum pengoperasian disebut dengan “turn down ratio”.

3. Pengopakan batubara Pengopakan batubara secara bertahap naik seiring dengan bertambahnya waktu dan jumlahnya pada setiap tempat diatas rangka bakar sama 2. Kama Gae (mengeluarkan abu) Kama gae merupakan cara penyelesaian (settement) rangka bakar selama ketel beroperasi.2. dan api bercampur dengan udara yang mengalir dari bawah . Ventilasi dikontrol oleh alat pengatur saluran gas buang pengontrolan tidak dilakukan pada pintu penampung abu. Abu yang berada dibawah rangka bakar harus sambil keluar seluruhnya karena jika tetap berada disitu akan mengganggu jalan masuknya udara 3. 1.7. Penyetelan pembakaran dengan bahan bakar batu bara.

dan ketika diopakan harus membuat ketebalan lapisan yang sama. jangan lupa untuk mengaturnya 2. Pengopak sembur (springking stoker) Ukuran butiran batubara harus sama. Pengopak dengan rangka bakar berjalan/rantai (travelling grate stoker/chain grate stoker). karena batubara kadang-kadang mempunyai banyak kotoran dan lumpur sehingga kadangkadang ulir tranfort tidak dapat membawanya . Pengopak dengan pemasukan dari bawah (underfeed stoker). Jika terdapat split damper. Ukuran butiran batubara dapat diatur jika memungkinkan. Atur kecepatan rangka bakar rantai agar bahan bakar batubara terbakar dekat bonnet. IV dan V). cocok untuk pemakaian batubara dengan ukuran butiran 20 – 25 mm (ukuran butiran no.Pengopak untuk pembakaran dengan bahan bakar batu bara : 1. Derajat keseragaman penyemburan diatur sesuai dengan situasi pembakaran 3.

2.8.

MENGATUR KETEL UAP SECARA OTOMATIS Setelah ketel uap pengoperasiannya berubah secara otomatis, ketel harus berada pada posisi operasi normal, untuk itu harus dipastikan terlebih dahulu, dan diperiksa sebagai berikut :

1. Penyetel switch limit temperatur air panas dan penyetel temperatur air panas a. Pastikan ketel uap berhenti pada posisi setting b. Periksa apakah ada getaran abnormal (abnormal vibration) terhadap penyetel (adjuster)atau pipanya (lead pipe) 2. Switch tekanan uap dan pengontrol tekanan uap a. Jika raksa (mercury) yang digunakan, harus diperiksa apakah alatnya berfungsi atau tidak dengan cara membuat getaran dengan tangan b. Pastikan fungsi stpping dari tekanan uap mencapai posisi setting 3. Katup shut down bahan bakar dan katup penyetel bahan bakar a. Periksa apakah ada getaran abnormal, overheating, bau abnormal

2.8.2.

Katup pengatur bahan bakar, udara pembakaran dan motor kontrol.

 Pastikan tidak ada kebocoran pada pipa penghubung  Periksa apakah motor kontrol mengalami gangguan atau tidak  Periksa apakah derajat pembukaan katup bahan bakar normal atau tidak 2.8.3. • • Pengontrol keamanan utama (main safety controller) Periksa apakah pada alat ini ada bau yang tidak enak dan periksa juga auxiliary relay timer dan electrik magnet contractor. Pastikan apakah arus listrik untuk pendeteksi nyala api (flame detctor) sudah benar

2.9.

MEMBERSIHKAN PERMUKAAN BAGIAN YANG PANAS SELAMA KETEL BEROPERASI

LUAR

1. Jelaga/angus (soot) Jelaga yang melekat diatas permukaan yang panas dapat menurunkan efesiensi ketel untuk itu jelaga harus dibersihkan selama ketel beroperasi 1) Dengan cara meniup jelaga Tujuannya adalah untuk menghilangkan jelaga yang terdapat pada permukaan pipa-pipa air 2). Dengan cara mengatur ventilasi Untuk mengeluarkan semua jelaga ventilasi harus dinaikkan, dalam hal ini kuantitas pembakaran tidak akan turun walaupun api padam oleh udara

3) . kemudian disepanjang bagian dalam pipanya dibersihkan dengan sikat kawat. Memeriksa ke efektifan peniupan jelaga Temperature gas buang atau kerugian draft harus diperiksa setelah peniupan jelaga selesai 2. Pembersihan setelah peniupan jelaga Ketel uap dengan lorong api dan pipa api dan ketel uap silinder mendatar dengan pipa api yang mempunyai jenis pembakaran diluar dibuka pintu bagian depannya. Metoda peniupan jelaga Jangan berhenti terlalu lama pada posisi yang sama 5).Saluran pembuangan (drain out) Saluran pembuangan harus sudah dibuka sebelum dilakukan peniupan jelaga 4).

1. Jika terjadi hal-hal seperti tersebut diatas.2.10. Level/ketinggian air ketel tidak normal Jika ketinggian air ketel tidak dapat dilihat pada gelas pedoman air ini disebabkan karena ketinggian air terlalu tinggi atau terlalu rendah atau pada air ketel terjadi gelembunggelembung atau busa. Sebab-sebab terjadinya ketinggian air ketel tidak normal Faktor-faktor yang menyebabkan level air ketel menjadi rendah tidak normal (abnormal low) adalah : a.10. 1. Tidak memastikan fungsinya dengan peralatan kontrol otomatis. Kelalaian/tidak jeli dalam melihat ketinggian air. CARA MENGATASI GANGGUAN SELAMA KETEL UAP BEROPERASI 2. alat pengukur gelas pedoman air harus diperiksa secepat mungkin. (jelek perawatan) . Tinggi air ketel tidak dicheck/dijaga oleh operator (gelas pedoman air tidak dibersihkan dari kotoran.

Gelas pedoman air tidak berfungsi (tehadang/sumbat oleh kotoran. kelebihan temperatur dari air pengisi ketel. kurang tertutup atau terbuka dari cock) Kebocoran air ketel (katup buang tidak tertutup rapat. e. kerusakan dari pipa air atau pipa api) Konsumsi/suply uap terlalu banyak Peralatan pengisi air ketel dan peralatan penutup dari batas terendah tidak bekerja Peralatan pengisi air ketel terjadi masalah. c. f.stirt tank air tidak cukup . d. pipa penghubung tersumbat.b.

Tindakan-tindakan yang harus dilakukan yaitu : a. b. Suplay bahan bakar minyak dihentikan. pembakaran dihentikan Temperatur dapur dikurangi Tunggu temperatur berkurang sampai sama dengan temperatur atamospher Jangan memasukan air dengan mendadak . d. c. Tindakan yang dilakukan jika air terlalu rendah.2.

10.2. 4.2. hentikan ketel uap sesuai dengan metoda yang benar yaitu : 1. 3. Tindakan ketika berhenti (emergency stop) ketel uap mendadak/tiba-tiba Jika terjadi abnormal pada ketel uap. Buka damper dan ventilasi . Stop suplay bahan bakar ke burner Stop udara pembakaran Tutup katup uap utama Jika dibutuhkan masukan/suplay air kedalam ketel uap dan sesuai dengan level air 5. 2.

buka pintu api dan pintu abu.a. Ketel kelebihan beban (konsunsi uap).kontrol api pada abu dan pasir c. Pelemparan (stoker) bahan bakar ke pembakaran ketel uap Stop pelemparan bahan bakar pembakaran. yang perlu dilakukan . jangan dikeluarkan abu tersebut atau dicampur 9aduk). kurangi pengapian dengan meletakan abu diatas fire grate. kurangi energi api dan pembebasan/mengeluarkan uap dengan diukur tekanan yang dibebaskan • Getaran cukup tinggi. tiba-tiba berhenti atau sumber elektrik turun. tutup katub minyak dan katup minyak panas b. • Konsumsi uap dihentikan. Penanganan pembakaran batubara Tutup damper gas buang dan stop ventilasi. ventilasi (chamber) ruang pembakaran. buka damper. stop damper ventilasi. Bahan bakar ketel uap Stop pengoperasian pembakaran. kurangi energi api dan pembebasan /mengeluarkan uap dengan diukur tekanan yang dibebaskan .

3.10. 4.2. periksa dan cari sebab masalah tersebut seperti : 1. Flame detactor Fungsi interlock Peralatan pengapian Kabel listrik (wire electrik) Sebab-sebab lain terjadinya stop kadang-kadang disebabkan oleh peralatan pembakaran pengecekan dalam waktu yang singkat dan perawatan yang kurang bagus . 2. 3. Emergency stop kontrol otomatis Jika terjadi emergency stop dalam pengoperasian.

Priming 2.2 Foaming Gelembung-gelembung dipermukaan air dan terjadi di semua permukaan air dalam ketel.1 PrIming Penambahan konsumsi uap yang berlebihan atau permukaan air di dalam drum terlalu tinggi atau terlalu rendah yang menyebabkan air terbawa didalam uap 2. Foaming 3. CARRY OVER (MUATAN YANG TERBAWA) Besar muatan yang terbawa atau gelembung air yang terbawa oleh uap disebut dengan “Carry Over”.11.11.2. Carry over ada 3 macam 1.11. Silika yang berlebihan (selection carry ove silika) 2. dapat juga air terbawa kedalam uap .

tidak dapat dipergunakan langsung .11. Kurang air didalam pipa sewaktu air dikeluarkan dari ketel itu dapat menyebabkan pukul balik dari air 7. Transmiter kontrol outomatic akan rusak atau timah hitam pipa akan naik 6. Pengukuran tinggi rendah air sangat sukar 3. kadang-kadang terbawa kedalam uap Kerugian jika Carry Over : 1. Uap berbau. kadang-kadang air turun secara tiba-tiba dan terjadi dalam waktu singkat 8. Uap yang disuplay ke superheater akan terjadi overheating pada pipa superheater atau temperatur uap akan berkurang 5.2.3 Silika berlebihan Silika salah satu zat yang terkandung dalam air ketel. Tidak menghasilkan uap kering 2. Terjadi priming atau foaming. lobang penghubung dari pedoman tekanan atau lobang ventilasi dari peralatan pengukur ketinggian air tidak bekerja maksimal/terganggu 4. Katub pengaman cepat kotor.

Alkalinitas tinggi bercampur dengan solid 7. kotoran terlalu banyak didalam air 5. Konsumsi uap terlalu besar Air terlalu tinggi Katub uap menutup dan membuka terlalu cepat Suspensi terlalu kuat. minyak bercampur dengan air. Konsentrasi air ketel tinggi 6. 3. 4.2.11.4 Sebab-sebab terjadi carry over 1. 2. Nilai silika tinggi didalam air ketel .

buang air dan isi air sedikit dalam waktu berulang-ulang. 4. pipa penghubung dari kebocoran Ambil sampling air ketel dan periksa (sesuaikan dengan analisa table) Jika carry over tidak dapat dihentikan. 2.2. buang semua air tukar dengan air baru . 5. 3.5. Pengurangan jumlah bahan bakar ke dalam burner Tutup katup uap utama dan biarkan jumlah air seimbang (standar) Dibuang sedikit air didalam ketel dan penambahan air yang baru Test fungsi dari katub pengaman (safety valve) dan peralatan pengukur level air (gelas pedoman) begitu juga dengan peralatan pembuangan.11. Tindakan yang dilakukan jika carry over Jika carry over terjadi lakukan tindakan sebagai berikut : 1. Jika tidak dapat dilakukan juga untuk menghentikan carry over.

casing atau udara panas kelebihan .12. dibuang dari dapur kemudian terjadi pembakaran lagi di dalam tempat pembuangan asap (gas duct) atau ditempatnya udara panas disebut dengan “secondary combustion” atau tambahan pembakaran. Tambahan pembakaran terjadi di cerobong asap (smok Duct) menyebabkan kerusakan fire brick. TAMBAHAN PEMBAKARAN COMBUSTION) (SECONDARY Gas pembakaran yang tidak terbakar.2.

3. Banyak embun/uap lembab pada bahan bakar 2. Percampuran bahan bakar dengan oksigen jelek.13 RESONANSI (GAUNG) Selama di operasikan menimbulkan suara “ waun” didalam dapur atau kotak api disebut dengan Resonansi. Faktor yang menyebabkan gaung (Resonansi) : 1. Gaung juga kadang-kadang dihubungkan kecepatan ventilasi .kecepatan dari burner terlalu rendah.2. Tertahan kar ena adanya aliran pusaran-pusaran gas didalam cerobong asap (smoke duct).

Peti pembakaran batubara.Cara untuk mencegah terjadinya gaung resonansi : 1. Atur kecepatan burner sesuai dengan bentuk dapur 4. Atur /baca pengukur jumlah udara panas dan panas udara tersebut 3. Gunakan bahan bakar yang mengandung kelemabab rendah 2. biarkan sisa abu tertinggal agar gas tertahan tidak masuk kedalam cerobong asap . Modifikasi dapur dan cerobong asap (smoke duct) 5.

biarkan uap sisa. juga katub aliran ke pipa heater Tutup. PROSEDUR MENGHENTIKAN KETEL UAP 2.14. Jika banyak menggunakan fire brick kurangi tekanan uap setelah ketel uap dihetikan jangan menghentikan ketel uap sebelum katub utama ditutup Jangan segera mengurangi tekanan uap secara tibatiba dan temperatur dan firre brick Air pada posisi normal dan tutup katub pengisi air pengisi. dan pipa penghubung dengan ketel uap 3) 4) 5) .2. Secara umum menghentikan ketel uap 1) 2) Hubungan dengan uap yang digunakan dan kurangi uap.pastikan setiap katup itu tertutup dengan rapat/benar.14. stop katup utama uap.1.

14. Air pengisi ketel. dan buka katub aliran 5.2. turunkan tekanan uap. stop pompa air 4. Stop katub uap utama. Menghentikan Ketel uap (stop boiler) 1. Tutup damper .2. Stop suplay udara pembakaran 3. tutup katub pengisi air ketel. Stop suplay bahan bakar 2.

2. Jika menggunakan solenoid tutup katubnya . Tekan panel stop ketel uap dari setiap confirmasi dengan setiap indicator lampu kelampu stop b. Check jumlah minyak pada tangki bahan bakar dan service tank. periksa mungkin ada kebocoran bahan bakar d.3. periksa mungkin ada kebocoran bahan bakar e. Penghentian kontrol outomatis a. Keluarkan burner dari dapur dan bersihkan. Keluarkan burner dari dapur dan bersihkan. Bahan bakar 1. Level air naik dan stop burner c. sebelum ketel uap distop b. Jika menggunakan sistem post purge pastikan fan telah berhenti c. Check mungkin kebocoran atau tidak setiap pipa yang menghubungkan bahan bakar minyak f. Stop minyak panas. dan penambahan dalam tank minyak 2. Manual operasi a. rencana pengisian.14.

Biarkan pintu terbuka da buka lebar-lebar untuk mencegah terjadinya pembakaran dari sisa gas berkumpul didalam dapur 4. Bara api biarkan berkumpul pada sisi luar dapur. b. 2. Ratakan batu bara setelah distop dengan 300 mm dari rangka sampai kebelakang 3. Didalam dapur temperatur masih sangat tinggi. diatasnyya letakkan batu bara basah dan abu basah kemudian tutup pintunya . karena didalam dapur masih terjadi pembakaran sedikit. Bahan bakar gas sama dengan burner dengan bahan bakar minyak Menghentikan ketel uap dengan bahan bakar batu bara a.3. damper dibuka sedikit untuk mencegah berkumpulnya CO. Pelemparan batu bara terus menerus ke peti api 1. Penumpukan api (banked api) Penumpukan api adalah bertumpuknya atau tertimbunnya batu bara basah dan abu basah dari batubara pembakaran waktu ketel uap sementara dihentikan (stop). jadi tunggu sampai temperatur berkurang. Tutup pintu gate gerobak/penampung batu bara.

Pengopakan dengan memasukan batu bara dari bawah peti 1. Kalau penyuplaian batubara sampai kelebihan hentikan penyuplaian 2. Keluarkan abu dan climker agar tidak terjadi pencampuran 3. Didekat pintu api bila terjadi perkumpulan api keluarkan abu dan clinker dari tempat berkumpul api. tambah batu bara basah dan abu basah diatas bara api.c. Jika api berkumpul pada jembatan api (fire bridge) lakukan seperti yang diatas. bila jembatan api terlalu jauh dengan pintu api terlalu sukar untuk melakukannya. Kalau masih berapi lakukan seperti yang diatas d. padatkan dengan scoop kemudian tutup pintu abu dan pintu api 2. Penanganan api batubara pada ketel uap 1. kadang batu bara tumpah sendiri ketempat abu .

Kemungkinan kerusakan karena kenaikan uap dan temperatur sisa didalam dapur 3. atur jangan mudah terbakar 9. katub buang dan katub cock 4. Bagian pengahancur batubara (pulversed coal). ruang pulversed atau serbuk batubara.15. check pipa ventilasi. PEMERIKSAAN KETEL UAP SETELAH DIOPERASIKAN Setelah mengoperasikan ketel uap lakukan pengecekan sebagai berikut : 1.2. pompa minyak Jangan lupa mencatat semua kegiatan ketel selama dalam pengoperasian . Periksa kebocoran dari kutub pengisi air ketel. Catat berapa banyak uap yang tersisa didalam drum 5. tersisa ratakan. ujung katub burner. Check kebocoran katub uap 7. Sisa CO 8. Kerusakan / kerak switch (kotoran yang melekat) 2. Periksa kemungkinan kebocoran pipa minyak. Keluarkan abu sebagian. Catat posisi ketinggian air pada gelas pedoman 6.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->