Modul Matematika SD Program Bermutu

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SD

Penulis: Supinah Ismu Tri Parmi Penilai: Sri Wardhani Sutriari Astati Editor: Astuti Waluyati Layouter: Muhammad Fauzi

Kementerian Pendidikan Nasional Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika 2011

i

 

DAFTAR JUDUL MODUL
I. PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA

II. CONTOH IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR

iii

.

guru SMP. sistematika penulisan modul. Selanjutnya secara berurutan dilakukan kegiatan penulisan. Pada tahun 2011 ini telah tersusun sebanyak dua puluh judul. harmonisasi. penilaian. dosen LPTK.  KATA PENGANTAR Segala bentuk pujian dan rasa syukur kami haturkan ke hadirat Allah SWT. dan lima judul untuk guru SD maupun SMP. khususnya KKG dan MGMP yang dikelola melalui program BERMUTU (Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading). editing. kami sampaikan terima kasih dan teriring doa semoga menjadi amal sholih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya modul tersebut. v . meliputi widyaiswara dan staf PPPPTK Matematika. dan guru SMA dari berbagai propinsi. Semoga dua puluh modul tersebut bermanfaat secara optimal dalam peningkatan kompetensi para guru SD dan SMP dalam mengelola pembelajaran matematika. atas limpahan nikmat dan rahmat-Nya PPPPTK Matematika dapat mewujudkan kembali modul pengelolaan pembelajaran matematika untuk guru SD dan SMP. Modul-modul ini disusun untuk memfasilitasi peningkatan kompetensi guru SD dan SMP di forum Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Untuk itu.p4tkmatematika. delapan judul untuk guru SMP. selain didistribusikan dalam jumlah terbatas ke KKG dan MGMP yang dikelola melalui program BERMUTU. guru SD.org. Penyusunan modul melibatkan berbagai unsur. widyaiswara LPMP. Penyusunan modul diawali dengan kegiatan workshop yang menghasilkan kesepakatan tentang daftar judul modul. juga dapat diunduh melalui laman PPPPTK Matematika dengan alamat www. dan layouting modul. sehingga dapat meningkat kualitas dan kuantitas hasil belajar matematika siswa SD dan SMP di seluruh Indonesia. terdiri dari tujuh judul untuk guru SD. dan garis besar isi tiap judul modul. Modul yang telah disusun.

kami ucapkan selamat membaca dan menggunakan modul ini dalam mengelola pembelajaran matematika di sekolah. Kepala vi . Juni 2011 Plh. Akhir kata. Yogyakarta.Kata Pengantar  Kami sangat mengharapkan masukan dari para pembaca untuk penyempurnaan modul-modul ini demi peningkatan mutu layanan kita dalam upaya peningkatan mutu pendidikan matematika di Indonesia.

C. Pelaksanaan Proses Pembelajaran Matematika SD dengan Mengimplementasikan Tahap Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa ……………………………………………………. Kegiatan Belajar 1. F. CONTOH IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR ……………………………………………………… 19 31 48 51 51 54 55 A. Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Secara Terintegrasi dalam Proses Pembelajaran di SD …………………………… D.. Ringkasan …………………………………………………………………… 73 80 83 vii . Umpan Balik ………………………………………………………………… Daftar Pustaka ………………………………………………………………….  DAFTAR ISI Halaman KOVER DALAM ……………………………………………………………… DAFTAR JUDUL …………………………………………………………….. Saran Cara Penggunaan Modul di KKG/Sekolah …………………………… i iii v vii 1 1 3 3 5 5 I.. Ruang Lingkup Penulisan …………………………………………………… E..... D. Latar Belakang …………………………………………………………….. Latihan/Tugas ………………………………………………………………. Kegiatan Belajar 3. Kegiatan Belajar 3... E. 7 A... Ringkasan Isi Rangkuman Materi …………………………………………... Kegiatan Belajar 2... PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA ………. Perencanaan Pembelajaran Matematika SD yang Berorientasi pada Pendidikan Budaya dan Karakter bangsa ………………… 58 B. C.... C. Kegiatan Belajar 1.. II. Tujuan ………………………………………………………………………. Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa ………………………………………………………………………. B... 9 B.. Kegiatan Belajar 2.. D. Peta Kompetensi …………………………………………………………….. Konsep Dasar Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa ………………………………………………………………………. KATA PENGANTAR ………………………………………………………….... DAFTAR ISI …………………………………………………………………… PENDAHULUAN ……………………………………………………………… A. Penilaian Pembelajaran Matematika SD yang Mengimplementasikan Nilai-nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa ………..

B.. 84 85 86 87 87 88 viii .. F... Latihan/Tugas ………………………………………………………………. Penilaian …………………………………………………………………….. PENUTUP ……………………………………………………………………… A. Umpan Balik ………………………………………………………………… Daftar Pustaka ………………………………………………………………….Daftar Isi  E. Rangkuman ………………………………………………………………….

PENDAHULUAN .

.

di mana pendidikan karakter ditempatkan sebagai landasan untuk mewujudkan visi pembangunan nasional. dan melemahnya kemandirian bangsa (Buku Induk Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa 2010-2025. rumusan tujuan pendidikan nasional menjadi dasar dalam pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di sekolah. Pembangunan karakter yang merupakan upaya perwujudan amanat Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 dilatarbelakangi oleh realita permasalahan kebangsaan yang berkembang saat ini. mandiri. sehat. maka Pemerintah menjadikan pembangunan karakter sebagai salah satu program prioritas pembangunan nasional. Latar Belakang Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang harus digunakan untuk mengembangkan pendidikan nasional di Indonesia. ancaman disintegrasi bangsa. Pasal 3 UU Sisdiknas menyebutkan. dengan berlandaskan pada Pancasila. yaitu “mewujudkan 1 . “Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mendukung perwujudan cita-cita pembangunan karakter sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 serta mengatasi permasalahan kebangsaan saat ini.  PENDAHULUAN A. berakhlak mulia. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Tujuan pendidikan nasional itu merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. keterbatasan perangkat kebijakan terpadu dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila. berilmu. dalam Puskurbuk. Oleh karena itu. cakap. UUD 1945 dan kebudayaan kebangsaan Indonesia. bergesernya nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Januari 2011). kreatif. memudarnya kesadaran terhadap nilai-nilai budaya bangsa. seperti: disorientasi dan belum dihayatinya nilai-nilai Pancasila. Semangat itu secara implisit ditegaskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005-2025. dengan tujuan dapat berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kita semua menyadari bahwa pendidikan sesungguhnya bukan sekedar transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) melainkan sekaligus juga transfer nilai (transfer of value). yang mengesampingkan nilai-nilai moral budaya dan budi pekerti dalam membentuk karakter siswa. dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila” (Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter Bangsa: Puskurbuk. baik di tingkat lokal. dimana pada fase ini remaja sedang memasuki kehidupan masa peralihan dari anakanak ke masa remaja yang relatif masih labil kondisi emosinya. Apakah proses globalisasi ini akan berakibat pada merosotnya nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada generasi muda yang menjadi aset bangsa di masa depan. pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya degradasi nilai-nilai etika dan moral di kalangan remaja. baik di keluarga.Pendahuluan  masyarakat berakhlak mulia. nasional maupun internasional. Untuk itu. khususnya para remaja. serta sosial berbicara tentang persoalan budaya dan karakter bangsa di berbagai forum seminar dan lokakarya. para pemuka masyarakat. Dengan terus bergulirnya proses globalisasi yang diiringi dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berpengaruh pada pola pikir dan pola tindak masyarakat di berbagai pelosok kota maupun desa. penanaman nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pendidikan merupakan pilar penyangga demi tegaknya pendidikan di Indonesia. berbudaya. Oleh karena itu. Januari 2011). Secara sosiologis dan psikologis. dan para pengamat pendidikan. Pendidikan di Indonesia akhir-akhir ini dinilai sarat dengan muatan-muatan intelektualistik dan materialistik. sehingga menghasilkan siswa yang pintar tetapi tidak bermoral. selain berdampak pada masyarakat luas. Fenomena ini sesungguhnya menjadi tantangan bagi para pendidik. disamping ia juga sedang mencari identitas dirinya sebagai remaja. guru maupun para praktisi pendidikan. Dalam proses pendidikan. bermoral. beretika. para ahli. Media massa. persoalan budaya dan karakter bangsa tersebut kini menjadi sorotan tajam masyarakat di berbagai aspek kehidupan. dan tentunya juga menjadi tantangan bangsa Indonesia. sekolah dan masyarakat. Rasa kepedulian ini didasarkan pada kenyataan bahwa dewasa ini ada kecenderungan semakin merebaknya sikap perilaku remaja yang menyimpang 2 . komunitas yang paling mudah terkena pengaruh fenomena global adalah kalangan generasi muda. Masyarakat menilai bahwa potret dunia pendidikan kita semakin buram. Jati diri bangsa Indonesia kini sedang diuji keampuhannya.

Melaksanakan pembelajaran matematika SD berbasis pada pengembangan budaya dan karakter bangsa. 5. kepribadian. untuk mendukung program pemerintah menjadikan pembangunan karakter sebagai salah satu program prioritas pembangunan nasional. keunggulan berpikir warganya. diharapkan Anda memiliki kompetensi berikut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter adalah penting dalam membangun moral dan kepribadian bangsa.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  dari tatanan nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat. 3. yang akhirnya membawa remaja tersebut tersesat hidupnya. Peta Kompetensi Standar kompetensi guru yang dikembangkan terkait dengan modul ini adalah kompetensi pedagogik. Setelah mempelajari modul ini. sosial dan profesional seperti berikut. Keberhasilan dalam membangun karakter siswa. secara otomatis akan membantu keberhasilan membangun karakter bangsa. dan sesuai tanggung jawabnya dalam program BERMUTU yaitu mengembangkan modul-modul diklat terakreditasi yang akan digunakan dalam kegiatan di KKG dan MGMP. 1. Menjelaskan tentang konsep dasar pendidikan budaya dan karakter bangsa. Merancang pembelajaran matematika SD berbasis pada pengembangan budaya dan karakter bangsa. Melakukan penilaian pembelajaran matematika SD berbasis pada pengembangan budaya dan karakter bangsa. kemampuan intelegensinya. Oleh karena itu kemajuan suatu bangsa juga akan tergantung bagaimana karakter orang-orangnya. C. Tujuan Modul ini disusun dengan maksud untuk meningkatkan kompetensi guru khususnya guru SD yang sedang mengikuti program kegiatan Better Education Through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading (BERMUTU) di KKG. sinergi para pemimpinnya. Berdasarkan permasalahan di atas. 4. Karakter Bangsa melalui 3 . 2. B. maka PPPPTK Matematika perlu menulis modul ‘Pengembangan Pendidikan Budaya dan Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar’. dan lain sebagainya. Menjelaskan tentang maksud Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Secara Terintegrasi dalam proses pembelajaran di SD.

8. dan status sosial-ekonomi. dan gender.1 Memilih materi pembelajaran yang diampu sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. 16. sosial-emosional. suku.1 Memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik. empatik.2 Mengolah materi pelajaran yang diampu secara kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. 8. dan/atau bentuk lain. 12.3 Memahami tujuan pembelajaran yang diampu. 3.1 Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu.4 Memilih materi yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran.7 Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik.1 Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal. 11. dan latar belakang sosial budaya. suku. 3. 3.3 Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap. Kompetensi Kepribadian: 11. 8. 3. latar belakang keluarga.1 Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif.2 Tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik. 12. Kompetensi Sosial: 16. dan santun. 22.3 Berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya. 4. tulisan.1 Berperilaku jujur. intelektual. 6. 12. secara lisan.2 Bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut. 3.3 Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu. 3. hukum dan sosial yang berlaku dalam masyarakat.1 Memahami standar kompetensi mata pelajaran yang diampu. 21. 22. laboratorium.4 Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.2 Mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran.2 Menentukan tujuan pembelajaran yang diampu. jenis kelamin. 4.2 Berperilaku yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia. 21. 4 .1 Bersikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik. adatistiadat.3 Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran.2 Memahami kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu. dan manusiawi.7 Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar. daerah asal.1 Menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut. spiritual. 8.Pendahuluan  PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Kompetensi Pedagogik: 1. Kompetensi Profesional: 21. 7. baik untuk kegiatan di dalam kelas. teman sejawat. maupun lapangan. orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama. 3. 8. moral.6 Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian.2 Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu.1 Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. tegas.5 Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik.

yang meliputi 3 kegiatan yaitu: Kegiatan Belajar 1. Kegiatan Belajar 2. tentang Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Secara Terintegrasi dalam Proses Pembelajaran di SD. dilanjutkan dengan Ringkasan Isi dan Latihan/Tugas. Penutup. 3. Namun demikian. Ruang Lingkup Penulisan Modul ini membahas hal-hal yang berhubungan dengan pendidikan budaya karakter bangsa dan bagaimana sebaiknya guru mengatur urutan kegiatan pembelajaran matematika SD berbasis pada nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Kegiatan Belajar 2. E. modul ini juga dimungkinkan dapat digunakan para guru yang sedang tidak 5 . dan kegiatan 3. dan Kegiatan belajar 3. tentang Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. yang meliputi 3 kegiatan yaitu: Kegiatan Belajar 1 tentang Konsep Dasar Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. tentang Perencanaan Pembelajaran Matematika SD yang Berorientasi pada Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. 4. Saran Cara Penggunaan Modul di KKG/Sekolah Modul ini sebagai bahan suplemen bagi para guru SD dalam mempelajari tentang pendidikan budaya dan karakter bangsa dan bagaimana penerapan nilai-nilainya dalam pembelajaran matematika SD. Ruang Lingkup dan Saran Cara Penggunaan Modul di KKG/Sekolah. yang berisi Rangkuman dan Tugas. tentang Penilaian Pembelajaran Matematika SD yang Mengimplementasikan Nilai-nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Modul ini terdiri dari berikut ini. 2.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  D. Tujuan. Modul ini dipelajari secara mandiri oleh guru yang sedang mengikuti program kegiatan BERMUTU di KKG. dilanjutkan dengan Ringkasan Isi dan Latihan/Tugas. Pendahuluan yang berisi tentang: Latar Belakang. Peta Kompetensi. tentang Pelaksanaan Proses Pembelajaran Matematika SD dengan Mengimplementasikan Tahap Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. 1. Modul 1 berisi tentang Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Modul 2 berisi tentang Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar.

3.co. Apabila Anda masih perlu konfirmasi lebih lanjut ataupun memberikan saran dan kritik yang membangun silahkan Anda mengomunikasikannya kepada: • Penulis dengan alamat email supinah_p4tkmat@yahoo. Setelah Anda merasa cukup paham terhadap isi modul. terhadap isi modul ini berdiskusilah dengan teman sejawat di sekolah atau KKG atau berkonsultasi dengan nara sumber yang ada seperti Kepala Sekolah. 4. Pengawas ataupun Guru Pemandu di KKG Anda. website: www.com atau melalui faks: (0274) 885752. Waktu yang diperkirakan untuk mempelajari modul ini 8 jam tatap muka @ 45 menit. atau • PPPPTK Matematika melalui surat ke: Kotak Pos 31 YKBS Yogyakarta atau melalui email: p4tkmatematika@yahoo.com. 6 . Bacalah masing-masing kegiatan belajar dengan seksama agar Anda dapat memahami isi modul. jawablah atau kerjakan tugas atau latihan yang ada pada akhir modul.p4tkmatematika. melainkan bagian dari proses belajar Anda. Sebelum mengerjakan tugas/latihan Anda diharapkan terlebih dahulu mencermati dan mencoba untuk merenungkan atau mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut. 2.id. Cocokkan hasil jawaban tugas atau latihan tersebut dengan kunci jawaban yang telah tersedia pada setiap modul sebagai bahan refleksi.id. dengan harapan guru dapat merencanakan alternatif penerapan yang lain atau mengembangkan lebih lanjut. Modul ini hanya menuliskan beberapa contoh alternatif penerapan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika SD. Latihan tersebut bukan tes. Jika Anda mengalami kesulitan atau merasa perlu melakukan klarifikasi. (0293) 364195. (0274) 881717. 885725 pesawat 248. 1. maka untuk mengetahui pencapaian pemahaman Anda terhadap uraian pada masing-masing kegiatan belajar. 247 atau drismutripar-mi_yahoo.co.Pendahuluan  mengikuti program BERMUTU.

I PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA .

.

Tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik. (12.1) Bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut. suku. (4. 8. Memahami kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu. Berbicara tentang pendidikan budaya dan karakter bangsa tentunya tidak terlepas dari pengertian pendidikan. Pendidikan karakter disebutkan sebagai pendidikan nilai. jenis kelamin. (12. hukum dan sosial yang berlaku dalam masyarakat. 4.3) 2. teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran. sosial-emosional. (3. Memahami tujuan pembelajaran yang diampu. pendidikan budi pekerti. dan manusiawi.1) 11. 6. (21. latar belakang keluarga. PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA Kompetensi Guru: 1. 3.2) Berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya.1) Menentukan tujuan pembelajaran yang diampu. budaya.3) Untuk membantu Anda menguasai kompetensi tersebut.2) 12.1) 13. pendidikan watak yang 7 . 5. spiritual. dan status sosial-ekonomi. tegas. (3. dan gender. teman sejawat.2) 14.3) Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik. intelektual. akan diuraikan tentang pendidikan budaya dan karakter bangsa.1) Menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut. dan karakter. orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama. (11. suku. (11. moral. adat-istiadat. maka pembahasan dalam modul ini. dan latar belakang sosial budaya.2) Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu. Memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik. (21. (21. (16. (12. daerah asal.1) Berperilaku yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia. 9. (1. Bersikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik. 10. pendidikan moral. 7.2) Berperilaku jujur. Memahami standar kompetensi mata pelajaran yang diampu. (16.  I.

lebih dari itu. pendidikan karakter yang baik harus melibatkan bukan saja aspek “pengetahuan yang baik (moral knowing)”. Diharapkan. atau peserta lain. Lebih lanjut dikemukakan bahwa pendidikan karakter bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk. Pembahasan dalam modul ini dibagi dalam 3 kegiatan belajar (KB) yang dilanjutkan dengan tugas sebagai latihan. atau loving good (moral 8 . Dengan kata lain. dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati (Puskurbuk. kemudian selesaikan tugas atau latihan yang ada. Untuk mengawali pembahasan pendidikan budaya dan karakter bangsa. pendidikan karakter menanamkan kebiasaan (habituation) tentang hal mana yang baik sehingga peserta didik menjadi paham (kognitif) tentang mana yang benar dan salah. Setelah itu. Cermati uraian pada masing-masing KB. KB 1: Konsep Dasar Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. atau nara sumber Anda. maka diskusikan dengan teman sejawat. memelihara apa yang baik. dan “perilaku yang baik (moral action)”. Melihat peranan pendidikan budaya dan karakter bangsa. KB 2: Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. mampu merasakan (afektif) nilai yang baik dan biasa melakukannya (psikomotor). Januari 2011). Apabila Anda masih ragu terhadap jawaban yang Anda buat atau hal-hal lain yang ingin diklarifikasi. akan dikemukakan pula pembelajarannya secara terintegrasi dalam proses pembelajaran di SD. berikut akan dibahas tentang konsep dasar pendidikan budaya bangsa dan pengembangannya dalam pembelajaran. konsep tersebut dapat dipahami dan dapat digunakan guru SD dalam mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran matematika. akan tetapi juga “merasakan dengan baik feeling)”. lakukan refleksi terkait dengan pemahaman Anda tentang konsep dasar pendidikan bangsa. dan pembelajarannya secara terintegrasi di SD. KB 3: Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Secara Terintegrasi dalam Proses Pembelajaran di SD.

akhir-akhir ini banyak terjadi di lingkungan siswa. serta prinsip dan pendekatan pengembangannya. tujuan. jangan berteriak-teriak agar tidak mengganggu anak lain. Rujukan utama tulisan dalam kegiatan 1 ini adalah buku dari Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan (Jakarta. hormat terhadap ibu-bapak dan orang lain. Pengertian Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Menurut Ki Hadjar Dewantara (1967: 484-489). 2010) yang berjudul ‘Pengembangan Budaya dan Karakter Bangsa’ dan Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter Bangsa (Puskurbuk. 1. dan nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. 9 . maka pada kegiatan belajar 1 ini diuraikan tentang pengertian. Menganjurkan atau kalau perlu menyuruh anak untuk: duduk yang baik. fungsi. Ini semua sudah merupakan pengajaran budi pekerti. demikian seterusnya. bersih badan dan pakaiannya. Januari 2011). landasan pedagogis.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  A. menolong teman yang perlu ditolong. yang dimaksud pengajaran budi pekerti atau pendidikan karakter adalah upaya untuk membantu perkembangan jiwa yang sifatnya umum. Apa yang salah dengan dunia pendidikan kita? Taat pada Agama Memiliki disiplin pribadi Berbudi Luhur Apa yang dapat kita lakukan agar siswasiswa kita menjadi anak yang ……??? Memiliki etos kerja yang baik Memiliki Toleransi Sosial Jawabannya ada di: Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Memiliki rasa tanggung jawab Nilai-nilai kebaikan atau positif yang lain Untuk dapat menjawab pertanyaan di atas secara lengkap. Kegiatan Belajar 1 Konsep Dasar Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Perhatikan ilustrasi gambar berikut! Kejadian semacam ini.

Demikian juga untuk anak dewasa. sehingga apa yang sudah diberikan dalam keluarga oleh orangtuanya tidak terputus di jalan karena anak memasuki usia sekolah. mulai dari kecil sampai masa dewasa. 10 . orangtua cukup membiasakan mereka untuk bertingkah laku yang baik. dan dicontoh langsung oleh anak. baik yang berupa mata pelajaran maupun mata kegiatan yang akan dirancang dalam bentuk kurikulum khusus sesuai dengan mata pelajaran atau mata kegiatan yang akan dikembangkan di sekolah. dan sikap perilaku ibu dan bapaknya dalam kehidupan sehari-hari dirumah. adalah proses penanaman nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945 serta kebudayaan kebangsaan Indonesia. Pendidikan atau pembentukan karakter dapat dimulai sejak anak dalam kandungan atau ketika masih kecil atau usia Taman Kanak-kanak. Sikap itu akan dirasakan. menginsyafi. melalui pembiasaanpembiasaan. yang akan dijabarkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan kongkrit. dan orangtua terus mengikuti perkembangan karakter anaknya. sedangkan bagi anak yang sudah dapat berfikir. diberikan anjuran untuk melakukan berbagai perilaku yang baik dengan cara disengaja. Setelah anak mulai memasuki usia sekolah. seyogyanya diberikan keterangan yang perlu-perlu saja. dilihat. Dengan begitu maka syarat pendidikan budi pekerti atau pendidikan karakter oleh Ki Hadjar Dewantara biasa disebut metode ngerti-ngroso-nglakoni (menyadari. yang dihubungkan dengan tingkatan-tingkatan perkembangan jiwa yang ada di dalam hidup anak. agar mereka dapat pengertian serta keinsyafan tentang kebaikan dan keburukan pada umumnya. maka pendidikan karakter akan diteruskan oleh sekolah.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   Terhadap anak kecil. Itulah maksud dan tujuan pemberian pengajaran budi pekerti untuk membentuk karakter anak. anak lebih peka terhadap apa yang dia lihat dan apa yang dia dengar. Pendidikan karakter dan budaya bangsa dalam tulisan ini. dan melakukan) harus dilaksanakan.

Sebagai laku-kodrat maka pendidikan itu masih bersifat laku atau kejadian (sebelum merupakan perbuatan berdasarkan kemauan). Kebudayaan nasional merupakan buah budi manusia yang mengandung sifat-sifat keluhuran dan kehalusan. serta latihan tingkah laku yang kelak perlu untuk kehidupannya. itu berupa pemeliharaan terhadap anak. Dalam arti umum. pendidikan dalam hidup segala makhluk terdapat sebagai laku-kodrat (instinct). Pendidikan dan Kebudayaan Menurut Ki Hadjar Dewantara (1961: 342-347). Kebudayaan selalu mengandung sifat keluhuran dan kehalusan budi manusia yang berada dalam satu kesatuan dengan negara dan bangsa. maka pendidikan itu bermaksud memberi tuntunan didalam tumbuhnya badan dan jiwa anak-anak. Sebagai usaha-kebudayaan. etika dan estetika dalam kehidupan manusia.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  2. Landasan Pendidikan dan Pembentukan Karakter Budaya Bangsa a. demi terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. baik geografis maupun historis dan kultural. kebudayaan adalah merupakan sifat utuhnya bangsa yang berkaitan dengan derajat kemanusiaannya. dalam hidup manusia yang beradab bersifat usaha kebudayaan. dan karenanya baik yang bersifat lahir maupun batin selalu mengandung sifat-sifat keluhuran. baik lahir maupun batin. b. kebudayaan berarti buah budi manusia. jadi masih sangat sederhana dan hanya mengenai pokok keperluannya. agar kelak dalam garis kodrat pribadinya dan pengaruh lingkungan yang mengelilingi lahir 11 . etika dan estetika yang ada pada hidup manusia pada umumnya. Pendidikan yang berlaku sebagai instinct. Kebudayaan Nasional Menurut Ki Hadjar Dewantara (1967: 93-98). Untuk membentuk karakter suatu bangsa. rasa kecintaan terhadap tanah air dan bangsanya. Tanah air Indonesia merupakan satu kesatuan. kebudayaan yang bersifat nasional adalah mutlak diperlukan untuk membingkai dan membangun rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Keluhuran dan kehalusan budi manusia adalah hasil dari proses pendidikan dan kebudayaan. yaitu nilai-nilai kemanusiaan dan kemasyarakatan. 12 . maka kebudayaan itu selalu bersifat kebangsaan (nasional) dan mewujudkan kepribadian bangsa (kemerdekaan hidup kebangsaan). adat-istiadat. tetapi juga mendidik dan mengajar emosinya. Antara pendidikan dan kebudayaan terdapat hubungan yang sangat erat. keluhuran dan kehalusan budi pekerti bagi dirinya. yaitu dengan menanamkan nilainilai yang terkandung dalam kebudayaan. dalam hal mana keluhuran dan kehalusan hidup manusia selalu sebagai ukuran.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   dan batinnya menuju ke arah adab kemanusiaan. Tiap-tiap kebudayaan menunjukkan rendah tingginya adab- kemanusiaan dalam hidupnya masing-masing bangsa yang memilikinya. yang dilandasi oleh nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan. sehingga anak akan tumbuh dan berkembang secara seimbang antara intelek dan emosinya. yang hidup di dalam hati rakyat yang berkebudayaan. adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh yang kuat. Sebagai buah perjuangan hidup manusia. yang berarti keluhuran dan kehalusan budi manusia. Untuk itu lembaga pendidikan (sekolah) hendaknya melaksanakan. Kebudayaan yang berarti buah budi manusia. yakni alam dan jaman (kodrat dan masyarakat). artinya keduanya menekankan pada hal yang sama. kepada tiap keturunan baru (penyerahan kultur). tidak hanya berupa pemeliharaan. dan nilai-nilai moral. Proses kebudayaan dan pendidikan hanya dapat terjadi didalam hubungan antar manusia dalam masyarakat. mengandung arti kesanggupan dan kemampuan manusia serta keinsyafan akan keharusan manusia menuntut kecerdasan. Adab kemanusiaan. jangan hanya mendidik dan mengajar inteleknya saja. sehingga terciptalah manusia yang beradab dan berbudaya. Pendidikan adalah salah satu usaha untuk memberikan segala nilai-nilai kebatinan. tetapi juga dengan maksud memajukan serta mengembangkan kebudayaan menuju kearah keluhuran hidup kemanusiaan.

Di samping memberikan pendidikan kebudayaan dalam arti terbatas. Dalam hal ini Ki Hadjar Dewantara bukan berbicara mengenai kebudayaan Jawa. maka ini adalah tugasnya pendidikan nasional untuk mewujudkan kebudayaan kebangsaan yang dimaksud. Ki Hadjar Dewantara telah menyodorkan konsep pendidikan sebagai berikut: pendidikan beralaskan garis hidup dari bangsanya (kultural nasional) yang ditujukan untuk keperluan perikehidupan yang dapat mengangkat derajat negara dan rakyatnya. dengan memisahkan proses pendidikan dari proses kebudayaan perlu diperbaiki. Dari rumusan tersebut dapat dilihat butir-butir yang dikemukakan oleh Ki Hadjar Dewantara seperti berikur ini. 2) Kebudayaan yang menjadi landasan pendidikan tersebut haruslah bersifat kebangsaan. bahasa dan sastra. Dengan demikian kebudayaan yang dimaksud adalah kebudayan yang riil. yaitu budaya yang hidup di dalam masyarakat kebangsaan Indonesia. Kebudayaan dalam Pendidikan Menurut Ki Hadjar Dewantara (30 Tahun Tamansiswa). tetapi kebudayaan nasional Indonesia. yaitu mendasarkan pendidikan nasional kepada kebudayaan nasional. 1) Bahwa kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari pendidikan. telah meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional yang berorientasi budaya. disini dikatakan bukan hanya pendidikan itu dialaskan kepada suatu aspek kebudayaan. seperti pendidikan seni. tetapi kebudayaan sebagai keseluruhan. artinya kebudayaan yang akan dikembangkan oleh masyarakat Indonesia. dan pendidikan budi pekerti. agar dapat bersama-sama dengan bangsa lain untuk kemuliaan segenap manusia di seluruh dunia. Rumusan ini sungguh menjangkau jauh kedepan. bahkan kebudayaan merupakan alas atau dasar pendidikan. 13 . Dalam Konggres Tamansiswa pertama tahun 1930. Hal paling mendasar adalah perlunya kembali kepada paradigma semula mengenai pendidikan nasional kita. Apabila kebudayaan kebangsaan Indonesia itu belum terwujud.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  c. Kekeliruan yang telah terjadi selama ini.

keTuhanan. keadilan. juga harus berpribadi. keindahan. Oleh karena itu dalam membentuk sikap dan perilaku anak-anak. Pembelajaran adab dan kesusilaan merupakan kunci dalam membentuk budi pekerti anak. cinta kasih. sehingga para generasi muda Indonesia dapat lebih mencintai kebudayaan bangsanya sendiri. kedamaian. kedamaian. kesetiaan. Adab atau keluhuran budi manusia itu menunjukkan sifat hidup batinnya manusia. juga punya tugas untuk membentuk watak dan kepribadian anak. ketertiban. serta sifat-sifat lainnya yang menyebabkan bedanya manusia dengan hewan. kebersihan. sebagai istilah perkataan adab dipakai dalam arti keluhuran budi manusia sedangkan susila dipakai dalam arti kehalusan budi manusia. kehalusan. artinya guru disamping menyampaikan ilmu pengetahuan. 14 . Perkataanperkataan yang etis. Sedangkan kesusilaan atau kehalusan itu menunjukkan sifat hidup lahirnya manusia yang serba halus dan indah (kebudayaan). Secara filosofi guru mempunyai tugas mendidik dan mengajar. kesopanan. keluhuran. halus dan indah yang dipakai untuk menunjukkan sifat manusia yang luhur budinya. kesucian. dan hak-haknya sebagai manusia. yang kesemuanya itu secara langsung akan membentuk watak dan budi pekerti anak. dan lain sebagainya melalui sekolah. Keluhuran dan kehalusan budi. berkepribadian. cinta-kasih. akan mencerminkan kehalusan dan keluhuran budi manusia. sebagai makhluk yang berbudi. inilah dua sifat yang nampak dalam hidup manusia sebagai makhluk yang terpilih. kewajiban. seperti misalnya keinsyafan tentang kesucian. makhluk yang memiliki kekuatan atau makhluk sempurna. beradab dan berbudaya. kejujuran. kemerdekaan. kesetiaan. dan lain-lain. kemerdekaan. mereka perlu diajarkan tentang keTuhanan.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   Pendidikan nasional harus benar-benar dapat menyiapkan generasi muda yang berkarakter. disamping anak jadi pintar. Adab dan Kesusilaan Adab sama artinya dengan susila. d. Sikap perilaku dan tutur kata yang nampak pada manusia.

menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan. Unsur-unsur materi yang dapat menunjang penumbuhan jiwa nasionalisme kebangsaan antara lain seperti: peringatan hari-hari besar nasional. Wawasan kejuangan dikembangkan untuk menanamkan nilai-nilai jiwa kejuangan yang tinggi. yaitu pantang menyerah dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. serta setia kepada perjuangan bangsa.  3) Wawasan kebudayaan Wawasan kebudayaan adalah cara pandang bangsa dalam menghayati ketinggian kebudayaan nasional dengan tidak menolak unsur kebudayaan asing yang dapat memperkaya kebudayaan nasional dan mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia untuk menuju ke arah kemajuan adab. dan untuk mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia menuju adab dan budaya serta persatuan dan kesatuan lebih tinggi. mendahulukan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi dan golongan. budaya. bahasa dan semangat kebangsaan untuk bergerak bulat guna berbakti untuk kepentingan bangsa dan negara. yang dilandasi oleh semangat kejuangan bangsa Indonesia 1945. Wawasan kebangsaan akan menumbuh kembangkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh sebagai tali pengikat dan sumber kekuatan bagi kelangsungan hidup bangsa. kegiatan bela negara. 2) Wawasan kejuangan Wawasan kejuangan adalah cara pandang bangsa yang pantang menyerah dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan tanah air.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  e. seperti cinta tanah air. Wawasan kebudayaan dikembangkan agar para siswa mampu menghayati keluhuran budaya bangsa Indonesia. dan sebagainya. dan persatuan bangsa. dengan tidak menolak unsur kebudayaan asing yang dapat memperkaya kebudayaan nasional Indonesia. Nasionalisme Kebangsaan 1) Wawasan kebangsaan Wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa dalam satu keutuhan rasa. memutarkan lagu-lagu kebangsaan di sekolah saat belum masuk 15 .

lebih-lebih di dalam waktu masa peka. sungguhpun menambah menjadi “isi” jiwa. Maka kesan tersebut bersatu dengan segala dasar dan tabiat anak yang menjadi pembawaan diri.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   kelas. Masa peka adalah waktu yang sangat penting dalam hidup anak-anak. Dalam “masa peka” ini anak belum memiliki bentuk jiwa yang pasti dan tetap.5 sampai 7 tahun akan menjadi dasar pembentukan jiwanya. yaitu antara umur 3. dan Maria Montessori) menetapkan bahwa segala pengalaman kanak-kanak umur 3. Dengan demikian terjadi sejenis kekosongan (vacuum) moral di dalam perkembangan hidup anak. Mudah dimengerti bahwa budi pekerti tiap orang itu selain dipengaruhi dasar pembawaannya. bahwa yang masuk ke dalam jiwa anak sesudah umur 3. ahli ilmu hayat. yang akan terus mempengaruhi hidup dan tumbuhnya jiwa. Keluarga Pengaruh hidup keluarga itu terus menerus dialami oleh anak-anak. boleh dinamakan masa “terbukanya jiwa” anak. Melemahnya ikatan keluarga. Hugo de Vries. saat istirahat dan dalam momentum-momentum tertentu yang dapat membangkitan semangat nasionalisme pada diri anak. Dalam masa itu anak mudah menerima kesan serta pengaruh dari luar jiwanya. Proses inilah yang menyebabkan para ahli ilmu jiwa.5 sampai 7 tahun. belum memiliki “budi pekerti” yang tertentu. Maka masa peka ini sangat penting untuk menjadi perhatian dalam keluarga. Hendaknya perlu diketahui. dan ahli ilmu anak diantaranya (Karl Groos. f. Hancurnya keluarga menyebabkan hidup anak-anak menjadi terlantar. tetapi tidak mampu merubah dasar jiwa. 16 . yang secara tradisional merupakan guru pertama dari setiap anak mulai kehilangan fungsinya. masih berjiwa “global” yang bertingkat sederhana. sebagian besar dipengaruhi pula oleh segala pengalaman hidup dalam keluarga masing-masing sewaktu ia masih di dalam “masa peka”. Masa peka ini.5 sampai 7 tahun.

baik secara langsung maupun tidak langsung agar supaya mereka dapat menghormati nilai-nilai seperti: saling percaya mempercayai. Fungsi pengembangan. dan berperilaku baik. a. berpikiran baik. adalah tahap untuk memantapkan ketiga wawasan tersebut agar mampu menerapkannya secara langsung dalam sikap dan perilakunya seharihari. Fungsi pemantapan. kejuangan dan kebudayaan. (3) meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia (Kemendiknas. maka tahapan pengembangan pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa adalah sebagai berikut. Untuk mencapai kualifikasi hasil didik yang diharapkan. d. rasa solidaritas sosial dan nilai-nilai kemasyarakatan lainnya. yaitu untuk: 17 . 3. (2) memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur. Fungsi penumbuhan. adalah tahap untuk menanamkan nilai-nilai dasar dalam rangka pembentukan sikap mental dan perilaku sesuai nilai-nilai karakter yang dikehendaki. Balitbang. kejuangan dan kebudayaan. c. b. Puskur. tujuan pendidikan budaya dan karakter bangsa menjadi sangat penting.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  Para orangtua harus mendorong tumbuhnya moralitas dasar tersebut dengan jalan mengajarkan kepada anak. kejujuran. Tujuan Penanaman Nilai-Nilai Budaya dan Karakter Bangsa Dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang berkwalitas. Fungsi penanaman. 4. Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Pendidikan karakter berfungsi (1) mengembangkan potensi dasar agar berhati baik. adalah tahap pengembangan untuk mengembangkan penghayatan terhadap wawasan kebangsaan. 2011:3). adalah tahap untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wawasan kebangsaan.

baik untuk melanjutkan pendidikan maupun untuk langsung terjun ke masyarakat. daya rasa. dan wawasan kebudayaan. yang dilandasi oleh tiga wawasan. sehingga diharapkan nanti menjadi anak-anak Indonesia yang cerdas inteleknya. yaitu wawasan kebangsaan. wawasan kejuangan. dan kreatif serta mandiri. Menyiapkan agar setelah lulus nanti anak memiliki kemampuan dan kecakapan. dan mampu menjunjung tinggi peradaban dan budaya bangsanya sendiri. baik dari daya pikir (kognitif). satu bangsa. pola laku dan pola tindak pada siswa. bangsa dan negara. berkarakter dan berbudaya. e. b. serta mampu menjaga. sehingga dikemudian hari diharapkan lulusan sekolah mampu menjadi warga masyarakat dan warga negara yang memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menyiapkan anak didik dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni. sehingga diharapkan mereka mampu menangkap sinyal-sinyal yang diperlukan oleh masyarakat demi kesejahteraan hidup masyarakat. serta dikokohkan dengan semboyan satu nusa. sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup. mempertahankan. Menyiapkan agar siswa memiliki rasa nasionalisme kebangsaan yang tinggi. cerdas spiritualnya. dan satu bahasa yang akan selalu tertanam dalam hati sanubari anak-anak Indonesia. Membentuk manusia Indonesia yang berkualitas. d. Membentuk pola sikap. wawasan kejuangan. daya pikir. cerdas hati nuraninya. dan wawasan kebudayaan yang tinggi.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   a. dan daya karsa (psikomotorik) yang dilandasi oleh Pancasila dan UUD 1945. c. dan melestarikan adat dan budaya bangsa Indonesia demi kelangsungan hidup bangsa dan negara. 18 . Dengan harapan dikelak kemudian hari dapat menjadi kader-kader calon pemimpin bangsa yang berkualitas. daya rasa (afektif). Sehingga lulusannya nanti diharapkan dapat memiliki wawasan kebangsaan. serta kebudayaan kebangsaan Indonesia. dan daya pisik yang seimbang. cinta terhadap tanah air dan bangsanya.

Puskur. 2011:3). Menyiapkan agar anak memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi dalam menghadapi kemajuan ilmu dan teknologi di dunia global. berkembang dinamis. memiliki kecakapan dan profesionalisme yang memadai. berjiwa patriotik. memiliki kepekaan terhadap sosial budaya masyarakat bangsanya. Pendidikan karakter pada intinya bertujuan membentuk bangsa yang tangguh. Balitbang. B. serta kesehatan lahir dan batin. g. Kegiatan Belajar 2 Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Nilai-nilai apa yang perlu dikembangkan agar siswa Anda menjadi anakanak yang berkarakter dan berbudaya? Bagaimana anak yang berkarakter dan berbudaya? Perhatikan ilustrasi gambar berikut! 19 . bertoleransi.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  f. bermoral. berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila (Kemendiknas. bergotong royong. kompetitif. berakhlak mulia. Menyiapkan agar kelak anak memiliki kesetiaan terhadap Pancasila dan UUD 1945. h. memiliki moralitas yang luhur. Menyiapkan agar anak memiliki kesiapan mental dan fisik untuk menghadapi tantangan jaman yang selalu berobah dan berkembang sesuai dengan kemajuan IPTEK.

1. Bila nilai-nilai ini telah 20 . Nilai-nilai yang Terkandung dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa a.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   Siswa yang Berbudaya dan Berkarakter Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut di atas. etika dan etiket. perlu kiranya kita sebagai guru mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. yaitu bahwa setiap sikap atau tindakan yang dilakukan hendaknya selalu dijiwai oleh nilai-nilai yang terdapat pada sila-sila dalam Pancasila dan UUD 1945. Nilai-nilai kemasyarakatan Nilai-nilai kemasyarakatan adalah nilai-nilai yang terdapat dalam hidup dan kehidupan yang berupa nilai moral. b. Nilai-nilai dasar Nilai-nilai dasar adalah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945.

kemandirian. PPKN. baik dalam bentuk teori (penanaman nilai-nilai melalui mata pelajaran sejarah. Nilai-nilai ini dapat dikembangkan melalui kegiatan yang bernuansa nasionalisme kebangsaan. di sekolah dan di rumah atau masyarakat. dan kepemimpinan dan lain-lain. peringatan harihari besar nasional. mampu menghargai budaya bangsanya sendiri dan juga mampu menghargai budaya bangsa lain. geografi dan sosiologi) maupun praktek dalam kehidupan nyata. kerja keras. pemasangan bendera merah putih di setiap ruang kelas. Seperti kejujuran. kegiatan sosial. kesemangatan. yang memuat tentang kejujuran. toleransi. pengajaran etika dan etiket. dan sebagainya. disiplin. pemutaran lagu-lagu kebangsaan pada saat istirahat atau pagi-pagi sebelum masuk kelas (disesuaikan dengan kondisi sekolah). kerja keras. disiplin. tanggung jawab. Nilainilai ini dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang mencakup kegiatan keagamaan. atau boleh disebut anak yang berkepribadian. toleransi. Dengan penanaman nilai kecintaan terhadap tanah air dalam berbagai bentuk kegiatan yang bernuansa kebangsaan dan nasionalisme diharapkan akan mampu menggugah rasa kebangsaan dan nasionalisme pada diri anak sehingga anak memiliki rasa cinta terhadap tanah air dan bangsanya. kreatif. kreatif. maka akan terbentuklah karakter anak yang memiliki adab dan budaya serta susila. dapat menghargai orang lain. 21 . Dengan penanaman nilai-nilai kemasyarakatan ini diharapkan mampu membentuk karakter anak ditinjau dari aspek hidup dan kehidupan. Nilai-nilai Kehidupan Nilai-nilai kehidupan adalah nilai-nilai yang berlaku dan tumbuh dalam kegiatan keseharian. d. Nilai-nilai ini dapat ditanamkan dalam bentuk kegiatan seperti upacara bendera. penghormatan kepada bendera merah putih.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  terinternalisasi dalam diri anak. baik dalam kegiatan di kelas. c. kepedulian dengan lingkungan. Nilai-nilai kenegaraan Nilai-nilai kenegaraan adalah nilai-nilai yang menyangkut kecintaan terhadap tanah air dan bangsanya.

i. b. inilah mungkin yang dimaksud dengan “Pendidikan Pembentukan Karakter dan Budaya Bangsa”. l. k. a. q. Memiliki toleransi sosial. a. g. adalah sikap dan perilaku patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. b. Mampu berpikir positif. d. Dapat mengembangkan etos kerja yang baik. Taat kepada ajaran agama yang dianutnya. p. Memiliki rasa tanggung jawab. m. e. konsisten terhadap ucapan dan tindakan sesuai dengan hati nurani.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   Dengan penanaman. Jujur. Memiliki tata karma dan sopan santun. n. Memiliki rasa solidaritas yang tinggi. dan pengembangan nilai-nilai tersebut di atas. pemahaman. serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Memiliki rasa malu. f. Tumbuhnya disiplin pribadi. Menggunakan hak dan melaksanakan kewajiban secara baik dan benar. r. maka akan terbentuklah anak yang berkarakter dan berbudaya. adalah perilaku yang menunjukkan dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya. Meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa. toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain. Memiliki rasa menghargai diri sendiri dan orang lain. Harapan terhadap siswa melalui pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa ini sebagai berikut. Memiliki rasa kesetiakawanan sosial. o. Mampu mengendalikan diri. Menghargai tatanan hidup bersama secara positif. Nilai-nilai Budaya dan Karakter Bangsa yang Dikembangkan Nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang dikembangkan adalah sebagai berikut. Religius. j. 2. h. Tumbuhnya rasa kejujuran. adalah 22 . Tumbuh rasa kebersamaan dan gotong royong. c. Tumbuh rasa cinta kasih sayang.

Menghargai prestasi. k. j. h. adalah sikap dan tindakan yang menunjukkan upaya untuk mengetahui lebih dalam tentang sesuatu hal yang dilihat. Kerja keras. adalah tindakan yang menunjukkan adanya kepatuhan. Cinta tanah air. perkataan atau perbuatan yang membuat orang lain merasa senang. d. l. bersikap dan bertindak yang menunjukkan rasa kesetiaan yang tinggi terhadap bangsa dan negara. Bersahabat/komunikatif. Rasa ingin tahu. Kreatif. ras. m. adalah tindakan yang mencerminkan atau memperlihatkan rasa senang dalam berbicara. adalah sikap dan perilaku yang mendorong dirinya untuk secara ikhlas mengakui keberhasilan orang lain atau dirinya. Toleransi. f. bertindak dan cara pandang yang lebih mendahulukan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan kelompok. adalah cara berpikir. suku. bersikap dan bertindak dengan menempatkan hak dan kewajiban yang sama antara dirinya dengan orang lain. i. adalah sikap perilaku. olah rasa dan pola tindak yang dapat menghasilkan sesuatu yang baru dan inovatif. baik perbedaan agama. n. dan dipelajari. Disiplin. bekerja atau bergaul bersama dengan orang lain. Demokratis. sikap atau pendapat dirinya dengan orang lain. Semangat kebangsaan. adalah perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam menghadapi dan mengatasi berbagai hambatan belajar. tentram dan damai. adalah sikap dan perilaku dalam bertindak yang tidak tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan suatu masalah atau tugas. e.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  c. tugas atau yang lainnya dengan sungguh-sungguh dan pantang menyerah. ketertiban terhadap ketentuan dan peraturan yang berlaku. Cinta damai. didengar. adalah sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan. adalah cara berpikir. g. Mandiri. adalah kemampuan olah pikir. adalah cara berpikir. 23 .

Mengemukakan ketidak nyamadak nyamanan suasana belajar nan dirinya dalam belajar di di kelas. Bersyukur kepada Tuhan karena karena ia telah dilahirkan ke memiliki keluarga yang menyaReligius dunia. 3. Mau bercerita tentang kesulitan 3. Peduli sosial. 5. dirinya dalam menerima penJujur dapat temannya. sekolah. Tidak meniru jawaban teman 1. Mengagumi kebesaran Tuhan 2. yanginya. adalah sikap atau kebiasaan meluangkan waktu untuk membaca buku-buku yang bermanfaat dalam hidupnya. Tabel 1 Deskripsi Nilai Budaya dan Karakter Bangsa untuk SD Indikator Untuk Kelas 1-3 Indikator Untuk Kelas 4-6 1.5. secara rinci dapat ditunjukkan dalam tabel berikut ini. Nilai 24 . 2. dialami 3. Menceritakan suatu kejadian 4. sebagai makhluk ciptaan Tuhan.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   o. adalah sikap dan perilaku seseorang yang ditunjukkan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. 1. Mau bercerita tentang kesulitan dirinya dalam berteman. Mengatakan dengan sesungguhberdasarkan sesuatu yang nya sesuatu yang telah terjadi/ diketahuinya. baik untuk kepentingan sendiri atau orang lain. q. Gemar membaca. Tanggung jawab. ngan segala ciptaannya yang ada di dunia. Deskripsi nilai budaya dan karakter bangsa tersebut. Merasakan kekuasaan Tuhan demaha pencipta alam seisinya. Mengemukakan pendapat tensesuai dengan yang diketatang sesuatu sesuai dengan yang huinya. 4. p. Peduli lingkungan. adalah sikap perlaku dan tindakan untuk menjaga. Mengagumi kekuasaan Tuhan 3. Tidak meniru pekerjaan teman ketika ulangan/mengerjakan ketika mengerjakan tugas di tugas. Mengenal dan mensyukuri diri 1. rumah. 2. melestarikan dan memperbaiki lingkungan hidup. r. Mengagumi dan mensyukuri sebagai makhluk ciptaan Tuhan. adalah sikap dan tindakan yang selalu memperhatikan kepentingan orang lain dalam hidup dan kehidupan. Mau menyatakan tentang keti. diyakininya. Menjawab pertanyaan guru 2.

Menyatakan perasaannya dalam 3. Membantu teman yang mengala. suku dan etnis. 3.3. dari sebuah kata. 2. guru pada waktunya. 2. Bersahabat dengan teman yang berbeda dari pendapat dirinya. sumber di luar sekolah. nakan ajaran agamanya. 6. Datang ke sekolah dan masuk 1. Menjaga hak teman yang berlainan agama dalam beribaberbeda agama untuk melaksadah. Selalu mengajak teman menjaga ditetapkan ketertiban kelas. diberikan guru di kelas. Saling menjaga antar teman agar yang menjadi tanggung jawabsemua tugas-tugas kelas terlaknya. Menggunakan sebagian waktu 4. 2. 2. berkenaan dengan pelajaran tetapi di luar cakupan materi pelajaran. Mengerjakan tugas dengan teliti dengan sungguh-sungguh. 4. Mencari informasi dari sumber 2. berbeda pendapat. Mematuhi aturan sekolah. Bertanya tentang sesuatu yang baru di kelas. Mengingatkan teman yang mekelas langgar peraturan dengan katakata yang sopan dan tidak menyinggung perasaan 5. Mengerjakan tugas-tugas dari nya. dan rapi. waktunya. kan guru. Membuat karya tulis tentang hal gambar. Mencatat dengan sungguh. Mencatat dengan sungguhsungguh sesuatu yang ditugassungguh sesuatu yang dibaca.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  Nilai Toleransi Disiplin Kerja keras Kreatif Indikator Untuk Kelas 1-3 Indikator Untuk Kelas 4-6 1. 5. bentuk-bentuk baru tapi terkait dengan materi 25 . 5. 4.5. 4. etnis dalam kegiatan di kelas maupun sekolah. Berpakaian sopan dan rapi. Mengerjakan semua tugas kelas 1. suku dan dalam agama. Mau bertegur sapa dengan 2. Menghargai pendapat yang teman yang berbeda pendapat. seni. 1. sana dengan baik. Melaksanakan tugas-tugas kelas 2. Membuat suatu karya dari 1. diamati dan didengar untuk kegiatan kelas.3. Membuat berbagai kalimat baru bahan yang tersedia di kelas. Mencari informasi dari sumberdi luar buku pelajaran. Fokus pada tugas-tugas yang di kelas untuk belajar. berbeda sebagai suatu yang alami dan insani. Menyelesaikan tugas tepat pada kelas tepat pada waktunya. Berpakaian rapi. 1. Menerima pendapat teman yang 4. 3. 3. Bekerjasama dengan teman mi kesulitan walaupun berbeda yang berbeda agama. Menyelesaikan PR pada waktu. 3. Menaati peraturan sekolah dan 4. Mematuhi aturan permainan 6. Mengusulkan suatu kegiatan 2. Duduk pada tempat yang sudah 3. Tidak mengganggu teman yang 1. 1.

Menerima berbagai ragam man bahasa di Indonesia upacara adat di Indonesia. terjadi. Menerima kekalahan dalam lihan di kelas dan di sekolah. tang teman yang jadi pemimDemopinnya.4. di luar buku teks tentang materi yang terkait dengan pelajaran. di luar yang dibahas di kelas. ngat 3. dan teknologi yang baru didengar. Bertanya kepada seseorang ten. kratis 4. Bertanya sesuatu yang terkait tiwa yang dibaca dari media dengan materi pelajaran tetapi cetak. Bertanya atau membaca sumber teman tentang materi pelajaran. Bekerjasama dengan teman lain kewajiban antara dirinya dan yang berbeda suku. tidak mencontoh. 2. Bertanya kepada guru dan 1. Menggunakan bahasa Indonesia Semadengan baik dan benar. 2. 1. 2. 5. Mengemukakan pendapat tenteman-teman sekelas. Melakukan penghijauan atau untuk membuat kelas menjadi penyegaran halaman sekolah. Ikut membantu melaksanakan 4. Menerima arahan dari ketua 5. Menyanyikan lagu-lagu perjukebangRaya dan lagu-lagu wajib. Mengerjakan PR sendiri. etnis dan Nilai 26 . Memberi kesempatan kepada program ketua kelas. angan. Mengerjakan PR sendiri.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   Indikator Untuk Kelas 1-3 Indikator Untuk Kelas 4-6 komunikasi lisan dan tulis. ketua kelompok belajar. 4. pelajaran. ngatan hari-hari besar nasional. pemilihan dengan ikhlas. Bertanya tentang beberapa Tahu sesuatu yang didengar dari radio peristiwa alam. sesuatu yang nyaman. budaya. 1. Memberikan suara dalam pemi. politik. Bertanya tentang berbagai peris. 1. ekonomi. 5. Menerima ketua kelas terpilih 1. Mengagumi banyaknya keraga. Mencari sumber untuk menyeyang menjadi tanggung jawablesaikan tugas sekolah tanpa nya. sosial. ketika berbicara didepan kelas. Membiasakan diri bermusyaberdasarkan suara terbanyak.2. Melaksanakan kegiatan yang kelas.1.4. Melakukan sendiri tugas kelas 1. warah dengan teman-teman. bantuan pustakawan sekolah. Membaca atau mendiskusikan tang gejala alam yang sedang gejala alam yang baru terjadi. dirancang oleh teman yang ketua OSIS dan lain-lain. teman yang menjadi pemimpinnya untuk bekerja. Rasa Ingin 3. atau televisi. Menyanyikan lagu Indonesia 3. saan 4. Turut serta dalam upacara peri. Mandiri 2. Melakukan tindakan-tindakan 4. Mengemukakan pikiran tentang 3. Turut serta dalam panitya peringatan hari-hari besar nasional. 3. Mengakui persamaan hak dan 5. Menggunakan bahasa Indonesia 2. Bertanya kepada guru tentang 3. 1. menjadi pemimpinnya. 2.2. 4.

3. bahasa sebagai keungdimiliki Indonesia. hak dan kewajiban. seni dan budaya. 1. 6. perikanan. Mengagumi sumbangan produk pertanian. 2. flora dan pertanian. nesia bagi bangsa-bangsa lain. untuk mengembangkan potensi dirinya di sekolah. 4. Mengagumi keragaman hasil 4. 5. Mengerjakan tugas baru dengan 1. di sekolah dan di luar sekolah 3. Mengagumi peran hutan IndoIndonesia. Mengagumi laut serta perannya 6. yang sudah dilakukan oleh kepala sekolah dan bagian tata guru. Membaca buku-buku mengenai 6. usaha/personalia. Menghargai tradisi dan hasil 6. kepala sekolah. Menceriterakan prestasi yang 4. bungan laut dan udara dengan Negara lain. Mengagumi kekayaan hutan 5. 1. 4. 27 . berbagai suku di Indonesia. Menghargai hasil kerja pemimpin di masyarakat sekitarnya. 6. bangsa lain di dunia. Menyadari bahwa setiap perjusuku bangsa dan etnis yang angan mempertahankan kemerberjuang bersama dalam dekaan dilakukan bersama oleh mempertahankan kemerdekaan. bangsa dan bahasa daerah yang etnis. fauna Indonesia bagi dunia. Rajin belajar agar berprestasi sebaik-baiknya. Menghargai hasil kerja pemim. Mengagumi keragaman suku. dan seni di Indonesia. 6. sosial. gulan yang hadir di wilayah negara Indonesia. flora. 5. dan TU. Menghargai upaya orangtua telah dicapai kepada orangtua. Berlatih keras untuk berprestasi 2. Menyenangi keragaman budaya 2. tinggi. Mengagumi kekayaan budaya dan seni di Indonesia. Menghargai hasil temuan karya masyarakat di sekitarnya. Menghargai kerja keras guru.5. 5. Berlatih keras untuk jadi pemedalam berbagai bidang kegiatan nang dalam berbagai kegiatan di sekolah. fauna Indonesia. Mengagumi peran laut dan hasil dalam kehidupan bangsa laut Indonesia bagi bangsaIndonesia.1. Menyenangi keragaman suku 3. Menghargai terhadap sesuatu 3. Mengagumi posisi geografis grafis dan kesuburan tanah wilayah Indonesia dalam perhuwilayah Indonesia. perikanan.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  Nilai Cinta tanah air Menghargai prestasi Indikator Untuk Kelas 1-3 Indikator Untuk Kelas 4-6 teman sebangsa dari berbagai budaya berdasarkan persamaan suku. etnis dan budaya. Mengagumi keunggulan geo. pin yang telah mensejahterakan masyarakat dan bangsa. manusia dalam bidang Iptek.

Menbaca buku atau tulisan 1. habat 3. Membaca buku atau tulisan tenrumah tentang flora. Berbicara dengan guru. budaya di kelas. 4. Berterimakasih kepada petugas 2. /personalia. membaca 3. Membaca buku yang ada di 4. 1. Membantu teman yang sedang teman yang tidak membawa memerlukan bantuan. Mengunjungi rumah yatim. kepala 4. 2. Aktif dalam kegiatan organidan luar kelasnya. sosial. katif 4. Membagi makanan dengan 1. 4. 2. Berbicara dengan kata-kata 2.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   Indikator Untuk Kelas 1-3 Indikator Untuk Kelas 4-6 1. Peduli atau tidak punya. teman. Tidak menggunakan kekuatan 1. kepala sekolah dan pegawai/tata usaha sekolah dan pegawai lainnya. sosial 4. seni. Menghormati petugas-petugas kebersihan sekolah. sosial. Menggunakan kata-kata yang Cinta yang tidak mengundang amarah menyejukkan emosi teman damai teman. Memberikan pendapat dalam di kelas. fauna dan tang alam. Mengucapkan salam atau 4. Mencari bahan bacaan dari yang ada di perpustakaan perpustakaan daerah. teman. Menjaga keselamatan teman di selamat ketika bertemu teman kelas dari perbuatan jahil yang untuk pertama kalinya. Bergaul dengan teman lain di 3. merusak. Mendamaikan teman yang sefisik dalam berselisih dengan dang berselisih dengan teman. Berbicara dengan guru. dan teknologi. Ikut menjaga keamanan barang di kelas. 3. 2. Membaca buku-buku cerita 2. yang sedang marah. Membaca buku dan tulisan yang diwajibkan guru. Bergaul dengan teman sekelas 2. Membaca buku novel atau dinding. 1. seni alam. 1. dan komunibudaya sekolah. kerja kelompok di kelas 2. Bekerjasama dalam kelompok 1. Aktif dalam kegiatan sosial dan Bersaketika istirahat. sasi sekolah. budaya. yang terkait dengan mata pelajaran. Nilai 28 . Mengumpulkan uang dan 4. 3. Membaca koran atau majalah 3. orang jompo. 3. Meminjamkan alat kepada 3. Tidak mengambil barang teman. Menyumbang darah untuk barang untuk korban bencana Palang Merah Indonesia. sekolah. cerita pendek. alam. Gemar sekolah.

Indikator ini berkenaan juga dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan dan kegiatan rutin sehari-hari di sekolah. Peta Nilai dan Indikator Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa pada Mata Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar Ada 2 (dua) jenis indikator. hati-hati untuk mencapai hasil yang optimal. 3. 2. meneliti kembali tugas dari guru yang sudah dikerjakan. atau bahkan dalam jenjang kelas yang sama. Indikator mata pelajaran menggambarkan perilaku afektif seorang siswa berkenaan dengan mata pelajaran yang diajarkan. Kedua. dan personalia sekolah dalam merencanakan. 5. Buang air besar dan air kecil pada tempatnya. Nilai Indikator Untuk Kelas 4-6 1. lingkung 4. mengoreksi kembali. 1. Membuang sampah pada tempatnya. Mengerjakan tugas dengan sabar. Membersihkan halaman Peduli sekolah. artinya perilaku tersebut berkembang semakin kompleks antara satu jenjang kelas ke jenjang kelas di atasnya. Melihat kembali. sabar. Membersihkan tempat sampah.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  Indikator Untuk Kelas 1-3 1. Tidak menginjak rumput di taman sekolah. indikator untuk mata pelajaran. 1. Indikator dirumuskan dalam bentuk perilaku siswa di kelas atau sekolah yang dapat diamatai oleh guru ketika seorang siswa melakukan suatu 29 . meneliti kembali tugas-tugas guru dan tugas sekolah yang sudah dikerjakan. 3. Menjaga kebersihan rumah. 6. 2. 3. hati-hati. indikator untuk sekolah dan kelas. Mengerjakan tugas dengan teliti. untuk mencapai hasil yang optimal. 1. yaitu pertama. Melihat kembali. mengoreksi kembali. Ikut memelihara taman dan tanaman di halaman sekolah. guru. Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala sekolah. 1. melaksanakan dan mengevaluasi sekolah sebagai lembaga pelaksana pendidikan budaya dan karakter bangsa. Teliti Tekun Perilaku yang dikembangkan dalam indikator pendidikan budaya dan karakter bangsa tersebut bersifat progresif. 4. Membersihkan tempat mandi. Memperindah kelas dan sekolah. 6. Tidak memetik bunga di -an halaman sekolah. Membersihkan lingkungan sekolah. Ikut dalam kegiatan menjaga kebersihan lingkungan. 5. tempat buang air dan lain-lain. teliti.

dalam pembelajaran matematika yang dapat membentuk siswa memiliki nilai budaya dan karakter bangsa meliputi sebagai berikut. kecermatan dalam mengerjakan tugas. kritis. dalam mengerjakan pekerjaan rumah.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   tindakan atau kegiatan. kerja keras. g. f. cerdas. percaya diri. adalah suatu sikap kesabaran. berupaya mencari dari sumber belajar tentang dan konsep/masalah yang dipelajari/dijumpai. Tekun. d. tangguh. kemandirian. kesungguhan dalam mengerjakan tugas. didengar dan dipelajari. dengan segala tantangan. 30 . Karakter utama untuk pelajaran Matematika meliputi berpikir logis. adalah suatu sikap kehati-hatian. adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mengetahui lebih banyak dan mendalam tentang sesuatu hal yang sedang dilihat. adalah suatu usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Kerja keras. rintangan dan hambatan untuk mencapai kesuksesan dalam belajar. Rasa ingin tahu. seperti dalam menerima tugas dari guru. dan lain-lain. berupaya untuk mencari masalah yang lebih menantang. demokratis. keingintahuan. kecermatan. jujur. Sementara itu. kehati-hatian. ketelitian. Sebagai contoh indikator untuk karakter adalah sebagai berikut: 1) Keingintahuan memiliki indikator: bertanya kepada guru atau teman tentang materi pembelajaran. a. adalah sikap sungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu untuk mendapatkan hasil yang optimal. Pantang menyerah. peduli. Teliti. e. Nilai-nilai lain yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran matematika. b. dan aktif dalam mencari informasi. Karakter pokok meliputi religius. c. hasil tulisan. antara lain sebagai berikut.

pada saat pembelajaran materi ajar maupun dalam keseharian siswa di sekolah. Yang ideal.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  2) Kemandirian memiliki indikator: melakukan sendiri tugas yang menjadi tanggung jawabnya. dan memiliki kemampuan akan dirinya. maka pendidikan karakter tidak akan berhasil dengan baik. Pada saat guru menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam mata pelajaran tersebut yang relevan dengan nilai-nilai kehidupan. C. Kegiatan Belajar 3 Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Secara Terintegrasi dalam Proses Pembelajaran di SD Sejak jaman dahulu. media dan masyarakat. orangtua. Indikator-indikator tersebut dapat digunakan untuk menyusun instrumen/observasi nilai karakter yang diharapkan. pendidikan karakter diajarkan dan dibantukan secara sinergis melalui semua mata pelajaran. memiliki keyakinan diri dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi. pendidikan karakter sebenarnya sudah dilaksanakan oleh para guru. Tanpa kerja sama dari semua pihak. Perhatikan ilustrasi gambar berikut! 31 . lingkungan sekolah.

ingin tahu. dan beretos kerja Olah Rasa /Karsa Olah Raga Bersih dan sehat. andal. suka menolong. bertang gung jawab. danberjiwa patriotik. gotong royong. kritis. berempati. sportif. Bagan 2: Ruang Lingkup Pendidikan Karakter 32 . mengutamakan kepentingan umum. kerja keras. dan masyarakat. jujur. afektif. amanah. kosmopolit. kooperatif. tetapi tumbuh dari Bagaimanakah kesadaran masing-masing personil yang terlibat di dalamnya? pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan secara terpadu dalam proses pembelajaran di SD? Untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas tentunya tidak terlepas dari proses pendidikan budaya dan karakter itu sendiri. berorientasi Ipteks. produktif. dinamis. gigih. disiplin. 1. berani mengambil resiko pantang menyerah. dan dalam mata pelajaran. tangguh. peduli. dalam KTSP. saling menghargai. kompetitif. bersahabat. toleran. determinative. Bagaimana kita bisa mewujudkan hal-hal tersebut tanpa dengan tekanan. Proses Pendidikan Karakter Proses pendidikan karakter didasarkan pada totalitas psikologis yang mencakup seluruh potensi individu manusia (kognitif. satuan pendidikan. Ramah. psikomotorik) dan fungsi totalitas sosiokultural dalam konteks interaksi dalam keluarga. berpikir terbuka. dan reflektif. rela berkorpan. Totalitas psikologis dan sosiokultural dapat dikelompokkan sebagaimana yang digambarkan dalam bagan berikut: Ruang Lingkup Pendidikan Cerdas. inovatif. berdaya tahan. bangga menggunakan bahasa dan produk Indonesia.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   Gambaran di atas sudah terwujud di banyak lingkungan sekolah kita. Olah Pikir Olah Hati Beriman dan bertakwa. nasionalis. ceria. Untuk itu dalam kegiatan belajar 3 ini akan diuraikan tentang proses pendidikan karakter secara terintegrasi di dalam proses pembelajaran.

Sebagai contoh. dan masyrakat) dan berlangsung sepanjang hayat. 2010: 8-9. Proses itu secara holistik dan koheren memiliki saling keterkaitan dan saling melengkapi. satuan pendidikan. dalam Puskurbuk. serta masing-masing secara konseptual merupakan gugus nilai luhur yang di dalamnya terkandung sejumlah nilai sebagaimana dapat di lihat pada bagan di atas (Desain Induk Pendidikan Karakter. dan psikomotorik) dan fungsi totalitas sosialkultural dalam konteks interaksi (dalam keluarga. perhatikan bagan berikut! Rumah Diolah Pikirnya Diolah Hatinya Anak Berbudaya dan Berkarakter Diolah Rasa dan Karsanya Sekolah Diolah Raganya Masyarakat Bagan 3 Pembentukan Anak yang Berbudaya dan 33 . (2) olah pikir (intellectual development). Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural dapat dikelompokkan dalam: (1) olah hati (spiritual & emotional development). pengategorian nilai didasarkan pada pertimbangan bahwa pada hakekatnya perilaku seseorang yang berkarakter merupakan perwujudan fungsi totalitas psikologis yang mencakup seluruh potensi individu manusia (kognitif. (3) olah raga dan kinestetik (physical & kinesthetic development). afektif.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  Berdasarkan gambar tersebut di atas. 2011). dan (4) olah rasa dan karsa (affective and creativity development).

Segalanya seolah-olah diserahkan secara keseluruhan kepada gurunya. atau dalam pergaulan 34 . Di sinilah orang lupa bahwa anakanak di sekolah hanya lebih kurang 5 jam saja. 2. yang akan membantu anak-anak berkembang dengan baik nilai-nilai moralnya sesuai dengan perkembangan usianya. Oleh karena itu. di sekolah dan luar sekolah melalui kegiatan ekstra kurikuler dan kegiatan lainnya. Pengintegrasian dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan dalam berbagai kegiatan pembelajaran di kelas. Namun demikian. Pendidikan karakter di sekolah sangat diperlukan. insidental dan kegiatan terproyek (direncanakan). yaitu di dalam rumah. sedang sebagian besar dari harinya dialami di luar sekolah. Sekolah yang menjalankan pengembangan budaya dan karakter bangsa ditandai dengan sejumlah indikator sekolah dan kelas. Pelaksanaan program pengembangan nilai budaya dan karakter bangsa ini dinilai secara terus menerus dan berkesinambungan. Hal-hal sebagaimana yang telah diuraikan tersebut harus tercermin dengan jelas dalam dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada satuan-satuan pendidikan. sekolah perlu mewujudkan suatu masyarakat moral dalam kehidupan sekolah. keluarga. Penerapannya dapat dilakukan dengan berbagai strategi pengintegrasian dalam program-program sekolah melalui kegiatan rutin. tentunya tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah tetapi juga tanggung jawab rumah dalam hal ini orang tua dan masyarakat. Bagaimana sekolah dapat menjadi bagian dalam pembentukan budaya dan karakter anak atau siswa tersebut? Sekolah menjadi pengganti keluarga di dalam memperkenalkan nilai-nilai moral yang tidak diperoleh lagi oleh anak dalam keluarganya.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   Dalam menjadikan anak berbudaya dan berkarakter. untuk melanjutkan pendidikan karakter atau budi pekerti yang sudah dilaksanakan dalam keluarga maupun masyarakat. dengan anak-anak yang lain. sangatlah keliru sekali apabila orang mengira bahwa sudah cukup jika anak itu disekolahkan. dan tidak perlu lagi di dalam rumah atau keluarga diadakan syarat-syarat pendidikan.

seperti berikut. tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran. Silabus dan RPP yang sudah ada. Oleh karena itu. dan ia bertanggung jawab untuk melaksanakannya. yang dimulai dari awal siswa masuk sekolah sampai selesai dari satuan pendidikan. a. Berkelanjutan Prinsip ini mengandung makna. adalah guru mengusahakan agar peserta didik mengenal dan menerima serta menginternalisasi nilai-nilai yang sudah ditanamkan menjadi milik pribadinya. Tujuan. dan/atau dalam slogan-slogan maupun tata tertib/aturan yang diberlakukan sekolah. pengembangan pendidikan karakter dan budaya bangsa tidak dimasukkan sebagai pokok bahasan. Dengan prinsip ini. bahwa proses pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa merupakan sebuah proses panjang.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  Sebagai contoh sekolah dapat memperkenalkan nilai-nilai moral kepada siswa lewat Visi. Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan pendidikan karakter dan budaya bangsa. 35 . Misi. guru dan sekolah dalam pembelajarannya perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan karakter dan budaya bangsa ke dalam KTSP. peserta didik belajar melalui proses berfikir. Pada prinsipnya. Ketiga proses ini dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam belajar yang berkarakter dan berbudaya. bersikap dan berbuat. Berikut prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan karakter dan budaya bangsa.

c. tetapi menggunakan materi pokok itu untuk mengembangkan nilainilai budaya dan karakter bangsa. dan menginternalisasi nilai-nilai dan menjadikannya perilaku (Kemendiknas. Pengembangan nilai-nilai tersebut dalam silabus ditempuh dengan cara sebagai berikut. 36 . Materi pelajaran digunakan sebagai bahan atau media dalam mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Pendidikan Karakter Secara Terintegrasi dalam Proses Pembelajaran di SD Pendidikan karakter secara terintegrasi di dalam proses pembelajaran adalah pengenalan nilai-nilai fasilitasi diperolehnya kesadaran akan pentingnya nilai-nilai. 4. 2010: 34). Dijen Menpendasmen Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama. 3. Dengan demikian kegiatan pembelajaran. guru tidak perlu mengubah materi ajar yang sudah ada. Proses pendidikan dilakukan siswa secara aktif dan menyenangkan Prinsip ini menyatakan bahwa proses pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan oleh siswa sendiri. selain untuk menjadikan siswa menguasai kompetensi (materi) yang ditargetkan. Pengintegrasian dalam Mata Pelajaran Pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa diintegrasikan dalam setiap SK/KD. Nilai tidak diajarkan tapi dikembangkan Prinsip ini mengandung makna bahwa materi nilai budaya dan karakter bangsa bukanlah bahan ajar artinya nilai-nilai itu tidak dijadikan pokok bahasan yang disampaikan seperti halnya ketika mengajarkan suatu konsep atau teori. menyadari atau peduli. Oleh karena itu.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   b. Guru hendaknya menerapkan prinsip “tut wuri handayani” dalam setiap perilaku yang ditunjukkan siswa. dan penginternalisasian nilai-nilai ke dalam tingkah laku siswa sehari-hari melalui proses pembelajaran baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semua mata pelajaran. Prinsip ini juga menyatakan bahwa proses pendidikan dilakukan dalam suasana belajar yang menimbulkan rasa senang dan tidak indoktrinasi. juga dirancang dan dan dilakukan untuk menjadikan siswa mengenal. Nilai-nilai tersebut dicantumkan dalam silabus dan RPP.

Berikut contoh silabus. dan evaluasi pembelajaran pada semua mata pelajaran.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  a. Perencanaan Pembelajaran Perencanaan pembelajaran meliputi silabus. 2010: 45-61). dengan menambahkan kegiatan pembelajaran yang bersifat memfasilitasi dikenalnya nilai-nilai. dan diinternalisasinya nilai-nilai. dan sumber belajar (Permendiknas nomor 22 tahun 2006). Cara yang mudah untuk membuat perencanaan pembelajaran yang berwawasan pendidikan karakter adalah dengan mengadaptasi silabus. Mencantumkan nilai-nilai yang sudah tertera dalam silabus ke dalam RPP. e. dan bahan ajar yang telah dibuat atau ada. RPP. Mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pada Standar Isi (SI) untuk menentukan apakah nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang tercantum itu sudah tercakup di dalamnya. a. dan bahan ajar yang dirancang agar muatan maupun kegiatan pembelajarannya memfasilitasi atau berwawasan pendidikan karakter. penilaian. RPP. indikator pencapaian. 1) Silabus Silabus memuat Standar Kompetensi (SK). d. RPP. disadarinya pentingnya nilai-nilai. Membuat tabel yang memperlihatkan keterkaitan antara SK dan KD dengan nilai dan indikator untuk menentukan nilai yang akan dikembangkan. Mencantumkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam ke dalam silabus. kegiatan pembelajaran. c. Dirjen Menpendasmen Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama. Berikut adalah deskripsi singkat cara integrasi yang dimaksud. Kompetensi Dasar (KD). alokasi waktu. pelaksanaan. dan bahan ajar yang mengintregasikan pendidikan karakter ke dalamnya (Kemendiknas. materi pembelajaran. Pengintegrasian ini dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan. b. Mengembangkan proses pembelajaran siswa secara aktif agar siswa memiliki kesempatan melakukan internalisasi nilai-nilai tersebut dan tercermin dalam perilakunya. Komponen-komponen yang dirumuskan dalam silabus tersebut pada dasarnya ditujukan untuk memfasilitasi 37 .

langkah-langkah pembelajaran . Contoh: Siswa menentukan …… (sesuai dengan kompetensi yang diharapkan) dengan jujur. adalah berupa perubahan pada komponen RPP modifikasi pada: • kegiatan pembelajaran. indikator. Seperti halnya dalam sila bus. alokasi waktu. dan lain-lain. Adaptasi yang dimaksud yaitu penambahan dan/atau 38 . 2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP disusun berdasarkan silabus yang te memuat SK. Contoh: diskusi. dan/atau mengukur perkembangan karakter. materi pembelajaran. RPP elajaran. tujuan pemb lah dikembangkan oleh sekolah. sehingga ada kegiatan pembelajaran yang mengembangkan karakter. menanamkan nilai kejujuran.Pendidikan Budaya dan   Bangsa   siswa menguasai SK/KD. sehingga ada tekni k penilaian yang dapat mengembangkan Contoh: menilai antar teman. KD. komponen-komponen yang dikembangkan dalam RPP pada dasarnya dipilih untuk me nciptakan proses pembelajaran untuk mencapai SK dan KD. setidak-tidaknya dilakukan perubahan pada tiga komponen silabus yaitu berupa penambahan dan/atau modifikasi: • kegiatan pembelajaran. • teknik penilaian. • indikator pencapaian. melaksanakan wawancara dengan nara sumber. Oleh karena itu. Agar juga memfasilitasi terjadinya pembelajaran yang membantu siswa mengembangkan karakter. Penambahan dan/atau modifikasi ketig a komponen tersebut harus memperhatikan kesesuaiannya dengan SK dan KD yang harus dicapai siswa dan harus bersifat lebih memperkuat pencapaian SK dan KD tetapi sekaligus mengembangkan karakter. metode pembelajaran. sehingga ada kegiatan pembelajaran yang mengembangkan karakter. sehingga ada indikator yang terkait dengan pencapaian siswa dalam hal karakter. ag ar RPP memberi pet unjuk bagi guru dalam menciptakan karakter RPP tersebut perlu diadaptasi. mengamati lingkungan dan lain-lain. sumber belajar dan penilaian.

sehingga ada teknik penilaian yang dapat mengembangkan dan/ atau mengukur perkembangan karakter. benda sesungguhnya. dan (6) peran siswa. baik secara eksplisit atau implisit terbentuk atas enam komponen berikut: (1) tujuan. saling menghargai. (5) peran guru. film. (4) pengaturan (setting). dan sebagainya. perubahan/adaptasi kegiatan pembelajaran yang dimaksud menyangkut perubahan pada komponen-komponen tersebut. Input yang dapat memperkenalkan nilai-nilai adalah yang tidak hanya menyajikan 39 . Oleh karenanya. seperti kejujuran. • Tujuan Tujuan kegiatan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan. chart.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  • Indikator pencapaian. guru perlu menambah orientasi tujuan setiap atau sejumlah kegiatan belajar dengan pencapaian sikap atau nilai tertentu. kerja keras. tetapi juga sikap. Secara umum. gambar. Cara lainnya adalah dengan mengadaptasi atau mengubah kegiatan belajar pada buku ajar yang dipakai. model. dan sebagainya. kegiatan belajar yang potensial dapat mengembangkan karakter siswa memenuhi prinsip-prinsip atau kriteria berikut. diagram. sehingga ada indikator yang terkait dengan pencapaian siswa dalam hal karakter. • teknik penilaian. Dengan demikian. Input dapat berupa teks lisan maupun tertulis. rasa percaya diri. grafik. (2) input. (3) aktivitas. adalah bahan/rujukan sebagai titik tolak dilaksanakan aktifitas belajar oleh siswa. Sebuah kegiatan pembelajaran. Penyesuaian yang paling mungkin dilaksanakan oleh guru adalah dengan cara menambah kegiatan belajar yang sekaligus dapat mengembangkan karakter. bahan ajar perlu disesuaikan. 3) Bahan Ajar Sejalan dengan apa yang telah dirancang dalam silabus dan RPP yang berwawasan pendidikan karakter. • Input Input yang dimaksud di sini.

• Aktivitas Aktivitas pembelajaran adalah apa yang dilakukan oleh siswa (bersama dan/atau tanpa guru) dengan input pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. dan lain-lain.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   materi/pengetahuan tetapi juga menguraikan nilai-nilai yang terkait dengan materi/pengetahuan tersebut. guru yang dengan efektif dan efisien mengembangkan karakter siswa adalah mereka yang ing ngarsa sung tuladha (di depan guru berperan sebagai teladan/memberi contoh). Aktifitas belajar yang dapat membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai adalah aktivitas-aktivitas yang antara lain mendorong terjadinya belajar mandiri dan berpusat pada siswa. mengutip ajaran Ki Hadjar Dewantara. ing madya mangun karsa (di tengah-tengah peserta didik. Masingmasing pengaturan berimplikasi terhadap nilai-nilai yang terdidik. apakah secara individu. saling menghargai. motivator. dan pemberi umpan balik. dan mengerjakan proyek. sedangkan (2) kerja kelompok dapat menjadikan siswa memperoleh kemampuan bekerja sama. Masing-masing pengaturan berimplikasi terhadap nilai-nilai yang terdidik. Pembelajaran yang memfasilitasi belajar mandiri dan berpusat pada siswa secara otomatis akan membantu siwa memperoleh banyak nilai. presentasi oleh siswa. tut wuri handayani (di belakang guru memberi daya semangat dan dorongan bagi peserta didik). guru membangun prakarsa dan bekerjasama dengan mereka). Sebagai 40 . partisipan. akan menjadikan siswa terbiasa kerja dengan cepat sehingga menghargai waktu dengan baik. • Pengaturan (Setting) Pengaturan pembelajaran berkaitan dengan kapan dan dimana kegiatan dilaksanakan. debat. • Peran Guru Peran guru yang memfasilitasi diinternalisasinya nilai-nilai siswa antara lain guru sebagai fasilitator. Sebagai contoh: (1) pengaturan waktu penyelesaian tugas yang pendek (sedikit). berpasangan atau dalam kelompok. pengamatan/observasi. berapa lama. Contohcontoh aktivitas belajar tersebut antara lain: diskusi. eksperimen.

antara lain: sebagai partisipan diskusi. dan penutup. dan menginternalisasi nilainilai karakter budaya bangsa. guru sebagai fasilitator untuk menanamkan nilai rasa ingin tahu. • menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai. 41 . Pada pelaksanaan pembelajaran. Pelaksanaan Pembelajaran Kegiatan pelaksanaan dari tahapan kegiatan pendahuluan. Kegiatan Inti: ‐ Eksplorasi ‐ Elaborasi ‐ Konfirmasi Pendahuluan Penutup 1) Kegiatan Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. pelaksana proyek. siswa ditugaskan membaca buku.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  contoh. • Peran Siswa Agar siswa terfasilitasi dalam mengenal. • mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari (apersepsi). siswa harus diberi peran aktif dalam pembelajaran. b. guru juga membaca buku. Pada pelaksanaan pembelajaran tersebut dapat dibuat dalam bentuk diagram sebagai berikut. dipilih dan dan dilaksanakan agar siswa mempraktikkan nilai-nilai karakter yang ditargetkan. Pada Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses (2007: 6-8) disebutkan bahwa pada kegiatan pembelajaran berisi kegiatan pendahuluan. inti. menjadi peduli. penyaji hasil-hasil diskusi dan eksperimen. tanggung jawab. dalam kegiatan pendahuluan guru: • menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran. pelaku eksperimen. • menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus. dan sebagainya. kegiatan inti dan kegiatan penutup.

• Menegur siswa yang terlambat dengan sopan (disiplin. • Guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika memasuki ruang kelas (santun.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   Sejumlah contoh yang dapat dilakukan guru untuk mengenalkan nilai. dan bahan ajar.  1 42 . yang potensial dapat membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai karakter. berfikir logis. dan membantu internalisasi nilai atau karakter pada tahap pendahuluan adalah sebagai berikut. santun. dan peduli). 2) Kegiatan Inti Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif. • Mengaitkan materi/kompetensi yang akan dipelajari dengan karakter. membangun kepedulian akan nilai. peduli). • Eksplorasi. dalam kegiatan eksplorasi. minat. menantang. • Guru datang tepat waktu (disiplin). elaborasi. menyenangkan. kreativitas. kerjasama).  Alam takambang dapat diartikan belajar dari pengalaman atau belajar dari apa yang ada di sekitar kita. Berikut ini contoh nilai yang ditanamkan dari proses pembelajaran pada tahap eksplorasi. menyampaikan butir karakter yang hendak dikembangkan selain yang terkait dengan SK/KD. dan konfirmasi. • Dengan merujuk pada silabus. RPP. • Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu (disiplin). dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. • Berdoa sebelum membuka pelajaran (religius). memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. • Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainnya (religius. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. inspiratif. kreatif. guru: melibatkan siswa mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang1 jadi guru dan belajar dari aneka sumber (mandiri. • Mengecek kehadiran siswa (disiplin). peduli). dan kemandirian sesuai dengan bakat.

memfasilitasi siswa berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar (jujur. mandiri. disiplin. kerjasama. baik secara lisan maupun tertulis (kreatif. kerja keras). turnamen. percaya diri. guru: membiasakan siswa membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna (cinta ilmu. saling menghargai. saling menghargai. percaya diri. secara individual maupun kelompok (jujur. kerjasama). mandiri. kreatif. saling menghargai. memfasilitasi siswa untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok (percaya diri. dan sumber belajar lainnya (kerja sama. memfasilitasi siswa melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri siswa (percaya diri. memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas. mandiri. dan bertindak tanpa rasa takut (kreatif. saling menghargai. memfasilitasi terjadinya interaksi antar siswa serta antara siswa dengan guru. memfasilitasi siswa melakukan pameran. diskusi. memberi kesempatan untuk berpikir. saling menghargai. menghargai). kerja keras. atau lapangan (mandiri. kerjasama). tanggung jawab). saling menghargai. lingkungan. media pembelajaran. logis). memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif (kerjasama. mandiri). menganalisis. menyelesaikan masalah. dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru. kerjasama). santun). kerja keras). dan sumber belajar lain (kreatif. kerjasama). bertanggung jawab. mandiri. kritis). studio. • Elaborasi. serta produk yang dihasilkan (percaya diri. kritis. dan memfasilitasi siswa melakukan percobaan di laboratorium.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  menggunakan beragam pendekatan pembelajaran. saling menghargai. 43 . festival. melibatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran (rasa percaya diri. percaya diri. dalam kegiatan elaborasi. memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis. peduli lingkungan).

o memberi acuan agar siswa dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi (kritis). proses pembelajaran pada tahap eksplorasi. Salah satu pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan kontekstual. (d) pembelajaran pelayanan. logis). serta psikomotor (olah raga). dan (e) pembelajaran berbasis kerja. isyarat. elaborasi. memfasilitasi siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan (memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri) memfasilitasi siswa untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar antara lain dengan guru: o berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang menghadapi kesulitan. dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar (peduli dan santun). dan konfirmasi. o memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif (peduli. percaya diri). saling menghargai. (b) pembelajaran kooperatif. apabila guru dapat memilih suatu pendekatan pembelajaran dimana peserta didik memiliki hasil yang komprehensif tidak hanya pada tataran kognitif (olah pikir). yang dapat membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai karakter ini dapat terwujud. santun. dalam kegiatan konfirmasi.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   • Konfirmasi. kritis. o membantu menyelesaikan masalah (peduli). Pendekatan pembelajaran yang berbasis kontekstual antara lain: (a) pembelajaran berbasis masalah. logis). Pada pelaksanaan pembelajaran. kritis. rasa. guru: memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan. tulisan. Kelima pembelajaran tersebut dapat memberikan nurturant effect pengembangan 44 . tetapi pada tataran afektif (olah hati. maupun hadiah terhadap keberhasilan siswa (percaya diri. dan karsa). (c) pembelajaran berbasis proyek. o memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh (cinta ilmu). memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi siswa melalui berbagai sumber (percaya diri.

tanggung jawab. kritis dan logis). tanggung jawab. umpan balik. Untuk menanamkan kejujuran penilaian dapat dilakukan antar teman (peer assesment). 3) Penutup Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan. santun. harus menyangkut baik 45 . berprestasi. • memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran (saling menghargai. kerja keras). • melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram (jujur. • Penilaian tidak hanya mengukur pencapaian siswa dalam pengetahuan dan keterampilan. mandiri. rasa ingin tahu. dan tindak. • Selain simpulan yang terkait dengan aspek pengetahuan. • menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya (rasa ingin tahu. penilaian dan refleksi. layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar siswa (disiplin. percaya diri. • merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi. berpikir terbuka. Dalam kegiatan penutup guru: • bersama-sama dengan siswa dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran. yaitu sebagai berikut. tetapi juga pada perkembangan karakter mereka. mengetahui kelebihan dan kekurangan). Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar internalisasi nilai-nilai terjadi dengan lebih intensif selama tahap penutup. tanggung jawab). siswa difasilitasi membuat pelajaran moral yang berharga yang dipetik dari pengetahuan/keterampilan dan/atau proses pembelajaran yang telah dilaluinya untuk memperoleh pengetahuan dan/atau keterampilan pada pelajaran tersebut. seperti: karakter cerdas. program pengayaan.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  karakter siswa. • Umpan balik yang terkait dengan produk maupun proses.

Selain itu. dan perbuatan guru harus merupakan cerminan dari nilai-nilai karakter yang hendak ditanamkannya. karya. guru harus merupakan seorang model dalam karakter. • Kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi. harus dihindari olok-olok ketika ada siswa yang datang terlambat atau menjawab pertanyaan dan/atau berpendapat kurang tepat/relevan. Untuk itu. tutur kata. Ketiga. kreatif. guru harus mulai dari aspek-aspek positif atau sisi-sisi yang telah kuat/baik pada pendapat. pemberian reward kepada siswa yang menunjukkan karakter yang dikehendaki dan memberikan punishment kepada mereka yang tidak menunjukkan karakter yang dikehendaki. layanan konseling. rasa percaya diri dan sebagainya. untuk menumbuhkembangkan sikap bertanggung jawab. guru harus menjadi pengamat yang baik bagi setiap siswanya selam proses pembelajaran. dan sebagainya. 46 . Pertama. kartu ucapan selamat atau catatan peringatan. program pengayaan. Kebiasaan mengolok-olok terhadap siswa yang lain harus dijauhi. Beberapa hal lain yang perlu dilakukan oleh guru untuk mendorong dipraktikkannya nilai-nilai. sikap. • Berdoa pada akhir pelajaran. dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok diberikan dalam rangka tidak hanya terkait dengan pengembangan kemampuan intelektual. dan/atau sikap siswa. Reward dan punishment yang dimaksud dapat berupa ungkapan verbal dan non verbal. inovatif. tetapi juga kepribadian. dan dimulai dengan aspek-aspek positif yang ditunjukkan oleh siswa. setiap kali guru memberi umpan balik dan/atau penilaian kepada siswa. • Karya-karya siswa yang dipajang untuk mengembangkan sikap saling menghargai karya orang lain dan rasa percaya diri. Guru memulainya dengan memberi penghargaan pada hal-hal yang telah baik dengan ungkapan verbal dan/atau non verbal dan baru kemudian menunjukkan kekurangan-kekurangannya dengan ‘hati’. kritis. empati. Kedua.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   kompetensi maupun karakter. Dari awal hingga akhir pelajaran.

Perlu diupayakan bahwa teknik penilaian yang diaplikasikan mengembangkan kepribadian siswa sekaligus. setiap saat baik guru sedang berada dalam kelas atau di sekolah. laporan dan sebagainya. Selain itu. Penilaian dilakukan secara terus menerus. catatan anekdotal. Teknik dan instrumen penilaian yang dipilih dan dilaksanakan tidak hanya mengukur pencapaian akademik/kognitif siswa. apakah yang dikatakan siswa itu jujur mewakili perasaan dirinya. atau bahkan dengan bahasa tubuh. diamati. Dalam suatu semester guru merumuskan agar siswa “mengatakan dengan sesungguhnya perasaan dirinya mengenai apa yang dilihat. b. guru dapat memberikan kesimpulan atau pertimbangan tentang pencapaian suatu nilai. 47 . tugas. Penilaian pencapaian pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa didasarkan pada indikator yang telah ditentukan.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  Dengan cara ini. kritis. dan sebagainya akan tumbuh subur. dan kreatif. Model anecdotal record (catatan yang dibuat guru ketika melihat timbulnya perilaku siswa yang berkenaan dengan nilai yang sedang dikembangkan). percaya diri. hal ini dapat dilakukan guru setiap saat. seperti misalnya indikator untuk nilai jujur atau kejujuran. c. sikap-sikap saling menghargai dan menghormati. Dari hasil pengamatan. BT = Belum Terlihat (apabila siswa belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku sesuai dengan yang dinyatakan dalam indikator). Evaluasi Pencapaian Belajar/Penilaian hasil belajar. dipelajari. tetapi juga mengukur perkembangan kepribadian siswa. MT = Mulai Terlihat (apabila siswa sudah mulai memperlihatkan adanya tandatanda awal perilaku seperti yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten). guru dapat pula memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau kejadian yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan nilai yang dimilikinya yang sesuai dengan indikator nilai yang sedang dikembangkan. Kesimpulan atau pertimbangan tersebut dapat dinyatakan dalam pernyataan kualitatif sebagai berikut. guru bisa mengamati dan menilainya. atau dirasakan” kemudian guru mengamati dengan berbagai cara. Mungkin saja siswa menyatakan perasaannya itu secara lisan atau tertulis. a. santun.

Posisi nilai yang dimiliki siswa adalah posisi siswa di akhir semester. MB = Mulai Berkembang (apabila siswa sudah memperlihatkan berbagai tandatanda perilaku sesuai dengan yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). Pernyataan kualitatif tersebut dapat digunakan ketika guru melakukan penilaian pada setiap kegiatan pembelajaran. bukan hasil tambah atau akumulasi dari berbagai kesempatan atau tindakan penilaian selama satu semester tersebut. Jadi apabila pada awal semester siswa masih dalam status BT sedangkan pada penilaian di akhir semester yang bersangkutan sudah berada pada posisi MB maka untuk nilai di rapot digunakan status MB. kerja keras. yang akan dijabarkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan kongkrit. dan sebagainya sesuai dengan nilai-nilai yang ingin dikembangkan. kepedulian. sehingga guru memperoleh profil siswa dalam satu semester tentang nilai yang terkait dengan kejujuran. Pendidikan budaya dan karakter bangsa juga dimaknai sebagai usaha untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa melalui pendidikan. Kemudian mereka akan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan pribadinya. MK = Menjadi Kebiasaan (apabila siswa secara terus menerus telah memperlihatkan perilaku sesuai dengan yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). adalah proses penanaman nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945 serta kebudayaan kebangsaan Indonesia. d.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   c. nasionalis. Ini untuk membedakan penilaian antara nilai hasil belajar pengetahuan dengan nilai keterampilan. produktif dan kreatif. baik sebagai anggota masyarakat maupun sebagai warga negara yang religius. baik yang berupa mata pelajaran maupun mata kegiatan yang akan dirancang dalam bentuk kurikulum khusus sesuai dengan mata pelajaran atau mata kegiatan yang akan dikembangkan di sekolah. 48 . D. Ringkasan Isi/Rangkuman Materi Pendidikan karakter dan budaya bangsa dalam tulisan ini. sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai bagian dari jati dirinya.

bermoral. bergotong royong. bertoleran. berakhlak mulia. Sedangkan mendidik adalah menuntun tumbuhnya budi pekerti dalam kehidupan anak-anak. sehingga dapat (3) meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia. berpengetahuan dan cerdas. agar kelak mereka menjadi manusia yang berpribadi. dan wawasan kebudayaan. Kebudayaan selalu mengandung sifat keluhuran dan kehalusan budi manusia yang berada dalam satu kesatuan dengan negara dan bangsa. adalah: (1) mengembangkan potensi dasar agar berhati baik. beradab serta susila. Kebudayaan nasional merupakan buah budi manusia yang mengandung sifat-sifat keluhuran dan kehalusan. bermoral. beradab dan berbudaya. mempunyai jati diri bangsa yang kuat. sehingga kelak menjadi anak yang pandai. berkepribadian. demi terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. menuntun gerak pikiran serta melatih kecakapan atau kepandaian anakanak. berpikiran baik. Fungsi pendidikan budaya dan karakter bangsa ini. baik lahir maupun batin. Pendidikan nasional harus benar-benar dapat menyiapkan generasi muda yang berkarakter. etika dan estetika dalam kehidupan manusia.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  Untuk membentuk karakter suatu bangsa. Guru berkewajiban untuk mengajar dan mendidik. dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi oleh wawasan kebangsaan. Dengan menanamkan nilai-nilai nasionalisme kebangsaan ini diharapkan anak-anak didik kita akan memiliki wawasan kebangsaan dan rasa nasionalisme yang tinggi. (2) memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur. kebudayaan yang bersifat nasional adalah mutlak diperlukan untuk membingkai dan membangun rasa persatuan dan kesatuan bangsa. kompetitif. Tujuan pendidikan karakter pada intinya membentuk bangsa yang tangguh. wawasan kejuangan. sehingga para generasi muda Indonesia dapat lebih mencintai kebudayaan bangsanya sendiri. Kebudayaan adalah merupakan sifat utuhnya bangsa yang berkaitan dengan derajat kemanusiaannya. berjiwa 49 . dan berperilaku baik. berbudi pekerti luhur. rasa kecintaan terhadap tanah air dan bangsanya. Mengajar berarti memberi ilmu pengetahuan.

(13) tanggung jawab. (4) rasa ingin tahu. Sementara itu. dan evaluasi pembelajaran pada semua mata pelajaran. berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. muatan lokal. (10) gemar membaca. siswa belajar melalui proses berfikir. nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang dikembangkan. (9) cinta damai. dan ia bertanggung jawab untuk melaksanakannya. (14) kerja keras. (15) disiplin. 50 . Nilai-nilai tersebut dicantumkan dalam silabus dan RPP. dan budaya sekolah. (16) toleransi. (2) melalui semua mata pelajaran (saling menguatkan). dan (4) dilaksanakan melalui proses belajar aktif. (2) nilai-nilai kemasyarakatan. berkembang dinamis. dan (18) mandiri. (6) cinta tanah air. (8) bersahabat/komunikatif. (5) semangat kebangsaan. (2) jujur. adalah: (1) nilai-nilai dasar. (17) kreatif. (12) peduli sosial. Pendidikan karakter secara terintegrasi di dalam proses pembelajaran adalah pengenalan nilai-nilai fasilitasi diperolehnya kesadaran akan pentingnya nilai-nilai. dan penginternalisasian nilai-nilai kedalam tingkah laku siswa sehari-hari melalui proses pembelajaran baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semua mata pelajaran. kepribadian. bersikap dan berbuat. Pengintegrasian ini dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan. Prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa adalah (1) berkelanjutan. (3) nilai-nilai kenegaraan. adalah guru mengusahakan agar siswa mengenal dan menerima serta menginternalisasi nilai-nilai yang sudah ditanamkan menjadi milik pribadinya. pelaksanaan.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   patriotik. (7) menghargai prestasi. (4) nilai-nilai kehidupan. Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan pendidikan karakter dan budaya bangsa. Dengan prinsip ini. (3) nilai-nilai tidak diajarkan tetapi dikembangkan. Nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. (3) demokratis. Pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa diintegrasikan dalam setiap pokok bahasan. adalah: (1) religius. (11) peduli lingkungan.

Nilai-nilai apa yang perlu dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa? 5. Indikator-indikator apa yang dikembangkan dalam pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa disekolah? 8. tetapi juga mengukur perkembangan kepribadian siswa. Umpan Balik Jawaban Soal Latihan/Tugas 1. perilaku dan tutur katanya dalam kehidupan sehari-hari. Apa fungsi dan tujuan pendidikan budaya dan karakter bangsa dikembangkan di sekolah? 4. Prinsip-prinsip apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan pendidikan budaya dan karakter bangsa? 6. Bagaimana cara mengintegrasikan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran? F. Apa yang dimaksud dengan pendidikan dan karakter? 2. Sedangkan karakter adalah watak atau kepribadian seseorang yang tercermin dalam sikap. Pendidikan adalah suatu proses untuk menumbuh kembangkan siswa dalam aspek kognitif (cipta). Bagaimana cara merencanakan pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa di sekolah? 7. E. yang dikembangkan dalam pembelajaran matematika? 9. Nilai-nilai budaya dan karakter bangsa apa. Bagaimana cara mengukur atau menilai keberhasilan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di sekolah? 10. 51 . afektif (rasa) dan psikomotorik (karsa) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta kebudayaan kebangsaan Indonesia. Latihan/Tugas 1. Apa yang dimaksud dengan pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa? 3.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  Teknik dan instrumen penilaian yang dipilih dan dilaksanakan tidak hanya mengukur pencapaian akademik/kognitif siswa.

Caranya dengan membuat perencanaan pembelajaran yang berwawasan pendidikan karakter dengan mengadaptasikan silabus. dan bahan ajar yang dirancang agar muatan maupun kegiatan pembelajaran memfasilitasi atau berwawasan pendidikan karakter. Nilai-nilai yang perlu dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah nilai-nilai keagamaan. Cara merencanakan pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa di sekolah adalah dengan membuat silabus. tekun. nilai-nilai kenegaraan dan nilai-nilai kehidupan. dengan cara menanamkan. RPP. Cara mengukur atau menilai keberhasilan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di sekolah adalah dengan teknik dan instrumen penilaian yang 52 . RPP dengan bahan ajar yang telah diintegrasikan dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang akan dikembangkan. yaitu nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila dan UUD 1945. Indikator-indikator yang dikembangkan dalam pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di sekolah adalah pertama indikator sekolah dan kelas.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   2. 8. Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam melaksanakan pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah: (a) prinsip berkelanjutan. nilai-nilai dasar. artinya bahwa pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ini merupakan sebuah proses panjang dan berkelanjutan. Fungsi dan tujuan pendidikan budaya dan karakter bangsa dikembangkan di sekolah adalah untuk membentuk karakter atau kepribadian anak. 4. 7. Pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa adalah suatu proses penanaman nilainilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945 serta kebudayaan kebangsaan Indonesia. di rumah. 9. 3. (c) dan proses pendidikan dilakukan secara aktif dan menyenangkan. rasa ingin tahu. 5. menumbuhkan. nilai-nilai kemasyarakatan. di sekolah dan di masyarakat. mengembangkan dan memantapkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa melalui proses pendidikan. (b) nilai tidak diajarkan saja tapi juga dikembangkan. kerja keras. dan pantang menyerah. kemudian kedua indikator untuk mata pelajaran. Nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang dikembangkan dalam pembelajaran matematika adalah: teliti. baik melalui kegiatan keseharian di rumah maupun di sekolah. 6.

perhatikan hal-hal sebagai berikut. renungkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut sebagai refleksi. berdiskusilah dengan peserta lain atau dengan nara sumber/instruktur Anda. namun sekarang menjadi paham? Hal-hal manakah itu? 53 . Setelah Anda mempelajari modul ini dan mengerjakan tugas yang ada di akhir modul. 3. Bila Anda ragu terhadap kebenaran jawaban Anda atau ada hal-hal yang perlu diklarifikasi terkait jawaban tugas atau latihan tersebut. Bila kebenaran jawaban Anda belum mencapai 75% atau belum mencapai skor7. Ketentuan penyekoran jawaban tes. Dalam hal ini dapat merujuk pada kunci jawaban yang ada pada lampiran untuk mencocokkannya. ababila jawaban benar masing-masing nomor mendapat skor 10. 2. dan dilaksanakan. Untuk soal nomor 1 sampai dengan 10. Cara mengintegrasikan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran adalah dengan mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pada Standar Isi (SI) untuk menentukan apakah nilainilai budaya dan karakter bangsa yang tercantum itu sudah tercakup di dalamnya. disarankan Anda mempelajari kembali modul ini dengan cermat dan jawablah tugas atau latihan pada modul 1. 4. 1. ada 10 pertanyaan pada tugas atau latihan. Setelah Anda mengerjakan Latihan/Tugas pada modul 1. 1. tidak hanya untuk mengukur pencapaian akademik/kognitif saja. Disarankan Anda menyampaikan jawaban tugas atau latihan Anda secara tertulis atau lisan kepada peserta lain untuk dinilai seberapa jauh pencapaiannya. 5.5 berarti Anda sudah memahami tentang pengertian masalah dan proses pemecahan masalah. tetapi juga untuk mengukur perkembangan kepribadian 10. Adakah hal-hal tentang konsep pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa sebelumnya tidak dipahami.5. Skor maksimal jawaban pertanyaan nomor 1 sampai dengan 10 adalah 100.  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD  dipilih siswa. 6. Bila tingkat kebenaran jawaban Anda sudah mencapai minimal 75% atau mencapai skor minimal 75% × 10 = 7.

1961.1984. apa rencana Anda untuk melaksanakannya? Daftar Pustaka Frankena. William K . Masalah pendidikan nasional.Pendidikan. Jakarta. Ki Hadjar Dewantara. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa. Pendidikan Karakter Di Sekolah Menengah Pertama.Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa   2. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Strategi reformasi pendidikan nasional. 1967. Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya Untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa. 2010. Ki Mohamad Said. Tilaar. Pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Ki Hadjar Dewantara. Adakah hal-hal tentang mengintegrasikan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran matematika di SD yang belum Anda pahami? Bagian mana? 4. Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian Dan Pengembangan Pusat Kurikulum. kebudayaan. 2010. Thingking About Morality.A. Adakah hal-hal tentang konsep pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran matematika yang masih belum dipahami? Hal-hal manakah itu? 3. 54 . Adakah hal-hal yang terkait dengan nilai budaya dan karakter bangsa untuk SD yang masih belum dipahami? Hal-hal manakah itu? 6. Jakarta: CV Haji Masagung. Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Pertama.R. Adakah kegiatan lain yang perlu dimusyawarahkan oleh guru mata pelajaran matematika dalam rangka mengelola pembelajaran matematika terkait dengan nilai budaya dan karakter bangsa untuk SD? Sebutkan! Tingkatkan! Bila belum. Adakah hal-hal tentang kegiatan atau tahap-tahap mengintegrasikan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran yang masih belum dipahami? Hal-hal manakah itu? 5. dan masyarakat madani Indonesia. Jakarta. H. The University Michigan Press. Karya Ki Hadjar Dewantara Bagian II Kebudayaan. Karya Ki Hadjar Dewantara Bagian I Pendidikan. 1999 .

I CONTOH IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR .

.

  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD 

II. CONTOH IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR
Kompetensi Guru: 1. 2. 3. Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. (3.1) Menentukan tujuan pembelajaran yang diampu. (3.2) Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan

pembelajaran yang diampu. (3.3) 4. Memilih materi yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran (3.4) 5. Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik. (3.5) 6. 7. 8. 9. Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian. (3.6) Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik. (4.1) Mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran. (4.2) Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, laboratorium, maupun lapangan. (4.3) 10. Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal. (6.1) 11. Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik, dan santun, secara lisan, tulisan, dan/atau bentuk lain. (7.1) 12. Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu. (8.1) 13. Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu. (8.2) 14. Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. (8.3) 15. Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. (8.4) 16. Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar. (8.7)

55

Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika Di SD 

17. Menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut, suku, adatistiadat, daerah asal, dan gender. (11.1) 18. Bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut, hukum dan sosial yang berlaku dalam masyarakat. (11.2) 19. Berperilaku jujur, tegas, dan manusiawi. (12.1) 20. Berperilaku yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia. (12.2) 21. Berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya. (12.3) 22. Bersikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik, teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran. (16.1) 23. Memahami standar kompetensi mata pelajaran yang diampu. (21.1) 24. Memahami kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu. (21.2) 25. Memahami tujuan pembelajaran yang diampu. (21.3) 26. Memilih materi pembelajaran yang diampu sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. (22.1) 27. Mengolah materi pelajaran yang diampu secara kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. (22.2)

Orangtua menjadi pendidik karakter yang pertama dan utama bagi anak. Maka nilainilai mana yang mau ditekankan di sekolah, perlu dikomunikasikan dengan keluarga. Tidak kalah pentingnya peran masyarakat juga menjadi pendidik karakter, karena masyarakatlah yang akan mendukung implementasi apa yang sudah diberikan dalam keluarga dan sekolah akan dipraktekkan di masyarakat. Peran media masa dan media elektronik juga sangat penting dalam membentuk karakter anak, melalui siaran media mereka akan menangkap berbagai informasi, baik yang mendukung atau justru yang melemahkan nilai-nilai yang sudah ditanamkan oleh keluarga maupun sekolah. Oleh karena itu, media masa maupun elektronik juga harus berperan aktif dalam membangun karakter anak, dengan menyajikan informasi yang positif dan mendidik sehingga dapat mendukung proses pendidikan karakter.

56

  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD 

Pada modul ini akan diuraikan tentang implementasi pendidikan budaya dan karakter bangsa melalui pembelajaran matematika. Berbicara tentang implementasi

pendidikan budaya dan karakter bangsa pada pembelajaran matematika, tentunya tidak terlepas dari bagaimana menanamkan kebiasaan (habituation) tentang nilai-nilai budaya dan karakter, yaitu mana yang baik sehingga siswa menjadi paham (kognitif) tentang mana yang benar dan salah, mampu merasakan (afektif) nilai yang baik, dan biasa melakukannya (psikomotor) melalui pembelajaran matematika. Untuk mengawali pembahasan, berikut akan dibahas tentang bagaimana guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi atau menilai suatu pembelajaran matematika dengan mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa disertai contoh-contohnya. Diharapkan, konsep tersebut dapat dipahami dan dapat digunakan guru SD dalam mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran matematika. Pembahasan dalam modul ini dibagi dalam 3 kegiatan belajar (KB) yang dilanjutkan dengan tugas sebagai latihan. KB 1: Perencanaan Pembelajaran Matematika SD yang Berorientasi pada

Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. KB 2: Pelaksanaan Proses Pembelajaran Matematika SD dengan

Mengimplementasikan Tahap Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. KB 3: Penilaian Pembelajaran Matematika SD yang Mengimplementasikan Nilainilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Cermati uraian pada masing-masing KB, kemudian selesaikan tugas atau latihan yang ada. Apabila Anda masih ragu terhadap jawaban yang Anda buat atau hal-hal lain yang ingin diklarifikasi, maka diskusikan dengan teman sejawat, atau peserta lain, atau nara sumber Anda. Setelah itu, lakukan refleksi terkait dengan pemahaman Anda tentang implementasi pendidikan budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran matematika.

57

maka dalam merencanakan pembelajaran matematika hendaknya dimasukkan pembelajaran yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dengan memperhatikan tahapan yang ada. Dengan melihat bagan di atas. Bagan di atas merupakan salah satu usaha untuk mewujudkan suatu pembelajaran yang memberikan peran lebih banyak pada siswa saat berlangsungnya pembelajaran. Kompetensi Dasar (KD). Perhatikan bagan berikut! Perencanaan Proses Pembelajaran • Silabus • Prinsip-prinsip Penyusunan Silabus • RPP • Prinsip-prinsip Penyusunan RPP Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran Pelaksanaan Proses Pelaksanaan Proses Pembelajaran Pembelajaran Pelaksanaan Proses Pembelajaran Pendahuluan Kegiatan Inti Kegiatan Inti Penutup Eksplorasi Elaborasi Konfirmasi Konfirmasi Paradigma baru pembelajaran kita adalah beralihnya bentuk pengajaran ke pembelajaran. materi pokok. Kegiatan Belajar 1: Perencanaan Pembelajaran Matematika SD yang Berorientasi pada Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Bagaimana membuat perencanaan pembelajaran matematika SD yang berorientasi pada pendidikan budaya dan karakter bangsa? 1. kegiatan 58 . memberikan peran lebih banyak kepada siswa untuk mengembangkan potensi dan kreativitas dirinya.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika Di SD  A. Paradigma baru ini. Silabus Telah diketahui bersama bahwa komponen-komponen yang ada dalam silabus meliputi: Standar Kompetensi (SK). Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan RPP.

  Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD 

pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian hasil belajar, alokasi waktu, dan sumber belajar. Dibuat dalam bentuk format sebagai berikut. SK KD Materi Pokok Kegiatan Bembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar

Pada format silabus di atas, belum tercantum nilai-nilai karakter.

Untuk dapat

memfasilitasi terjadinya pembelajaran yang membantu siswa mengembangkan karakter, maka perlu ditambahkan nilai-nilai karakter dalam silabus tersebut. Ada tiga alternatif penempatan nilai-nilai karakter dalam silabus, yaitu sebagai berikut.

SK

KD

Materi Pokok

Kegiatan Pembelajaran

Nilai Karakter

Indikator

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

Nilai Karakter

Dapat terintegrasi didalam kegiatan

Dapat ditempatkan setelah kegiatan

pembelajaran

pembelajaran

Dapat ditempatkan setelah Sumber Belajar

Berikut ini contoh silabus pembelajaran matematika yang mengimplikasikan nilainilai karakter.

59

Satuan Pendidikan Kelas/Semester Mata Pelajaran Jumlah Pertemuan
SK KD 6.4: Menyelidiki sifat-sifat kesebangunan dan simetri. Materi Pokok Tingkat simetri putar pada bangun datar sederhana: - persegi - persegi panjang, - segitiga sama sisi - segitiga sama kaki - belah ketupat - jajar genjang - trapesium - layanglayang Kegiatan Pembelajaran • Mendiskusikan cara menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan tingkat simetri putar bangun datar sederhana: persegi, persegi panjang, segi-tiga sama sisi, segitiga sa-ma kaki, layang-layang, trapesium, dan jajar genjang.

: Sekolah Dasar Negeri Percobaan : V/2 : Matematika : 1 x pertemuan
Indikator Menentukan tingkat simetri putar pada bangun datar sederhana: - persegi - persegi panjang, - segitiga sama sisi - segitiga sama kaki - belah ketupat - jajar genjang - trapesium - layanglayang Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Daftar pertanyaan Contoh Instrumen Diskusikan tingkat simetri putar pada bangun datar seperti contoh. Alokasi Waktu 2 x 35 menit Sumber Belajar Model bangun datar sederhana. Kertas: HVS, bertitik, berpetak Lembar Tugas/ Soal Buku pelajaran matematika Kelas V Nilai Karakter - Kerja sama - Rasa percaya diri - Peduli sesama - Tanggung jawab - Tekun - Teliti - Kerja keras - Toleransi - Demokrasi - Rasa ingin tahu - Kreatif - Rasa percaya diri - Tanggung jawab - Toleransi - Rasa ingin tahu - Komunikatif - Menghargai prestasi - Mandiri

60
6. Memaham i sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun

Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika Di SD

• Secara kelompok dan/atau individu siswa dapat menjelaskan cara menentukan tingkat simetri putar bangun datar sederhana: persegi, persegi panjang, segitiga sama sisi, segitiga sama kaki, layang-layang, trapesium, jajar genjang

Lisan

Daftar pertanyaan Lembar kegiatan

Tertulis

Jelaskan kepada temanm u tingkat simetri putar pada bangun persegi

• Secara individu siswa dapat menentukan tingkat simetri putar bangun datar sederhana: persegi, persegi pan-jang, segitiga sama sisi, segitiga sama kaki, layang-layang, trapesium, dan jajar genjang.

Tertulis

Lembar Tugas

Terlampir

- Rasa percaya diri - Tanggung jawab - Tekun - Teliti - Mandiri,dan - Jujur.

Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD

61

kreativitas. metode pembelajaran.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     2. Kompetensi Dasar (KD). Menentukan tingkat simetri putar bangun belah ketupat. dan konfirmasi dapat membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai karakter ini dapat terwujud. Standar Kompetensi (SK). b. Menentukan tingkat simetri putar bangun segitiga sama kaki. Menentukan tingkat simetri putar bangun segitiga sama sisi. e. Standar Kompetensi 6. elaborasi. Indikator Dengan kemandirian dan kejujuran siswa dapat: a. contoh RPP pembelajaran matematika yang mengimplikasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. menyenangkan. d. tujuan pembelajaran. dan kemandirian siswa.4: Menyelidiki sifat-sifat kesebangunan dan simetri. materi ajar. indikator pencapaian kompetensi. guru harus dapat memilih suatu pendekatan pembelajaran yang dapat dilakukan secara interaktif. inspiratif. alokasi waktu. Menentukan tingkat simetri putar bangun persegi panjang c. Berikut ini. kegiatan pembelajaran. penilaian hasil belajar. 62 . serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Dalam RPP memuat identitas mata pelajaran. Agar dalam pelaksanaan pembelajaran kegiatan eksplorasi. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun 2. Menentukan tingkat simetri putar bangun peresegi. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Dengan Model Investigasi Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Negeri Percobaan Kelas/Semester Mata Pelajaran : V/2 : Matematika Jumlah Pertemuan : 1 x pertemuan 1. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. dan sumber belajar. menantang. 3. Kompetensi Dasar 6.

kerja keras. Kemampuan Prasyarat a. segitiga sama kaki. kerjasama). tanggung jawab. dan jajar genjang (contoh nilai yang ditanamkan: ketelitian. segitiga sama sisi. segitiga sama kaki. ketelitian. kemandirian. persegi panjang. 6. layang-layang. kejujuran. dan jajar genjang. kreativitas. Alokasi Waktu 2 jam pelajaran (@ 35 menit) 7. ketekunan. persegi panjang. segitiga sama sisi. ketekunan. layang-layang. kemandirian. dan jajar genjang. Media/Alat dan Sumber Belajar 63 . kreativitas. toleransi. 4. segitiga sama kaki. trapesium. segitiga sama kaki. b. h. tanggung jawab.Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    f. tanggung jawab. layang-layang. kerjasama). persegi panjang. segitiga sama sisi. persegi panjang. persegi panjang. layang-layang. Menentukan tingkat simetri putar bangun trapesium. segitiga sama kaki. segitiga sama sisi. Menyebutkan sifat dan unsur-unsur bangun datar sederhana: persegi. Menentukan tingkat simetri putar bangun layang-layang. trapesium. Menentukan tingkat simetri putar bangun jajar genjang. ketelitian. kerja keras). kemandirian. 5. trapesium. kerja keras. trapesium. layang-layang. dan jajar genjang (contoh nilai yang ditanamkan: rasa ingin tahu. Siswa secara berkelompok mendiskusikan cara menentukan tingkat simetri putar bangun datar sederhana: persegi. toleransi. dan jajar genjang (contoh nilai yang ditanamkan: rasa ingin tahu. Dengan diskusi kelompok siswa dapat menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan tingkat simetri putar bangun datar sederhana: persegi. g. segitiga sama sisi. Menyebutkan bangun datar sederhana: persegi. c. b. Siswa secara kelompok dan/atau individu dapat menentukan tingkat simetri putar bangun datar sederhana: persegi. trapesium. Tujuan a.

b.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     a. berpetak atau bertitik c. b. sifat dan unsur-unsur bangun datar) yang menjadi prasyarat mempelajari materi yang akan dipelajari (contoh nilai yang ditanamkan: kemandirian. Lembar Tugas/soal d. dan jajar genjang. Kertas HVS. Model Pembelajaran Investigasi b. tanggung jawab) 3) Motivasi: guru menyampaikan pentingnya mempelajari materi dan relevansinya (contoh nilai yang ditanamkan: rasa ingin tahu). Model Pembelajaran/Metode Pembelajaran a. Metode Pembelajaran 1) Ceramah 2) Diskusi 3) Tanya jawab 4) Penugasan 9. layang-layang. trapesium. segitiga sama sisi. Model bangun datar sederhana: persegi. segitiga sama kaki. Langkah-langkah Pembelajaran a. Tahap Pertama: Pembelajar berhadapan dengan situasi yang problematik 1) Guru menyajikan situasi bermasalah berikut ini 64 . Pendahuluan 1) Penyampaian tujuan: siswa memperhatikan penyampaian guru tentang tujuan yang ingin dicapai dan materi yang akan dipelajari (contoh nilai yang ditanamkan: rasa ingin tahu) 2) Apersepsi: dengan tanya jawab guru mengingatkan kembali pada siswa tentang materi yang sudah dipelajari (menyebutkan bangun datar sesuai bentuknya. persegi panjang. Buku Matematika untuk kelas V 8. Inti Pada kegiatan inti ini dikembangkan fase-fase atau langkah-langkah kegiatan investigasi yang relevan.

8) Siswa mengamati permasalahan yang disampaikan guru. Pertanyaannya: Ada berapa cara bangun persegi dapat menempati bingkainya? (contoh nilai yang ditanamkan: ketelitian. dan menandai dengan huruf posisi yang diharapkan (contoh 65 . kreativitas.Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    A A D (a) (b) B C B A B A C (d) D B C D (c) C D 2) Setiap kelompok diberikan satu buah bangun persegi yang terbuat dari kertas yang tebal (contoh nilai yang ditanamkan: rasa ingin tahu). kemandirian. kemandirian. kemandi-rian. kemandirian. kemandirian. 4) Siswa diminta menjiplak bangun persegi pada selembar kertas dan menandai hasil jiplakan tersebut dengan huruf di pojok luar gambar (contoh nilai yang ditanamkan: ketelitian. tanggung jawab). tanggung jawab). Tahap Kedua: Pembelajar melakukan eksplorasi sebagai respon terhadap situasi yang problematis itu 9) Guru membimbing proses eksplorasi. 5) Maka akan diperoleh bingkai dan bangun persegi yang masing-masing pojok bangun sudah ditandai (contoh nilai yang ditanamkan: rasa ingin tahu). kreativitas. tanggung jawab). yaitu memantau kegiatan siswa apakah siswa dapat menempatkan persegi ke dalam bingkainya. tanggung jawab). kreatifitas. menggambarkan dengan menjiplak gambar. 7) Setiap kelompok diminta menggambarkan dengan menjiplak gambar dan menandai dengan huruf posisi setiap kemungkinan bangun persegi menempati bingkainya. 6) Tugas berikutnya adalah siswa diminta memasukkan bangun persegi ke dalam bingkainya. (contoh nilai yang ditanamkan: ketelitian. 3) Siswa diminta untuk menandai dengan huruf masing-masing pojok dari persegi tersebut (contoh nilai yang ditanamkan: ketelitian. (contoh nilai yang ditanamkan: rasa ingin tahu. toleransi. tanggung jawab).

ketekunan. Dengan mengerjakan sendiri tanpa diberitahu guru. toleransi. maka kemungkinan siswa dapat menempatkan persegi ke dalam bingkainya adalah sebagai berikut (contoh nilai yang ditanamkan: rasa ingin tahu. tanggung jawab. kemandirian. Ketiga. Tahap Ketiga: Pembelajar merumuskan tugas-tugas belajar atau “learning tasks” dan mengorganisasikannya untuk membangun suatu proses penelitian. siswa diminta menuliskan hasil penyelidikannya ke dalam lembar tugas yang telah disediakan (contoh nilai yang ditanamkan: kemandirian. kemandirian. kerja keras. tanggung jawab. trapesium. kerja keras. kerjasama). kreatif. Pada tahap ini siswa belajar sampai pada konsep simetri putar. 12) Guru memacu diskusi kelompok. segitiga sama kaki. persegi panjang. Dari hasil yang diperoleh siswa dapat dikatakan bahwa: ”Bangun persegi dapat menempati bingkainya dengan empat cara. kreativitas. kerja keras.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     nilai yang ditanamkan: ketelitian. toleransi). Pertama. Kedua. kerja sama). serta kertas HVS/berkotak/bertitik. A A D B C B A D C C A B B A C C B D B A B A C D B D D D A C D C 11) Dari hasil eksplorasi diharapkan siswa dapat menemukan bahwa ada empat cara suatu persegi menempati bingkainya dengan cara memutar. guru membagikan/menyediakan kepada setiap kelompok bangun datar sederhana: persegi. kemandirian. toleransi. dan kerjasama). dan jajar genjang yang terbuat dari kertas tebal. teliti. layang-layang. ketelitian. segitiga sama sisi. rasa percaya diri. kreativitas. maka bangun persegi mempunyai simetri putar tingkat empat” (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri. toleransi. ketekunan. ketekunan. 66 . rasa ingin tahu. 10) Siswa menjelajahi permasalahan dan menemukan kunci permasalahan. demokratis. tanggung jawab. kerja keras. tanggung jawab. guru meminta setiap kelompok untuk menyelidiki berapa banyak bangun datar tersebut apabila diputar menempati bingkainya. kreatifitas. ketelitian.

kerja keras. Selanjutnya. siswa dapat mengomunikasikan kepada guru sebagai fasilitator (contoh nilai yang ditanamkan: keberanian. toleransi). Kedua. masingmasing anggota diberi tugas melakukan penyelidikan tentang banyaknya cara bangun datar (yang menjadi tugasnya) menempati bingkainya. demokratis. Ketiga. setiap anggota kelompok menuliskan hasil penyelidikannya masing-masing ke dalam kertas yang disediakan berkaitan dengan banyaknya cara bangun datar yang diselidiki menempati bingkainya dan tingkat simetri putarnya. demokratis. teliti. kemandirian. Apabila dalam kelompok mengalami kebuntuan. 15) Masing-masing anggota melakukan penyelidikan tentang banyaknya cara bangun datar (yang menjadi tugasnya) menempati bingkainya. rasa ingin tahu. kerja keras. rasa ingin tahu. kreatif. dan kerjasama). apabila anggota kelompok mengalami kesulitan maka dapat dikomunikasikan terlebih dahulu dengan anggota kelompoknya. yaitu berkeliling ke setiap kelompok untuk mengikuti jalannya diskusi (contoh nilai yang ditanamkan: demokratis. setiap anggota kelompok harus menuliskan hasil penyelidikannya masing-masing ke dalam kertas yang disediakan berkaitan dengan banyaknya cara bangun datar yang diselidiki menempati bingkainya dan tingkat simetri putarnya (lembar kerja dan lembar tugas terlampir) (contoh nilai yang ditanamkan: kemandirian. toleransi. Secara bersama-sama setiap kelompok menjawab atau mengisi lembar tugas yang dibagikan guru (contoh nilai yang 67 . tanggung jawab. rasa ingin tahu. 16) Setiap kelompok mengecek dan mendiskusikan hasil penyelidikan yang telah dilakukan anggota kelompoknya. tanggung jawab. Pertama. setiap kelompok akan membagi tugas yang diberikan guru kepada masing-masing anggotanya. Dalam kegiatan ini. teliti. kreatif. rasa percaya diri.Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    13) Siswa masing-masing kelompok merumuskan apa yang harus dilakukan dan pembagian tugas dalam kelompok. dan kerjasama) Tahap Keempat: Pembelajar melakukan kegiatan belajar individu dan kelompok 14) Guru memantau kegiatan belajar. toleransi. rasa percaya diri.

dan kejujuran). kritis. rasa percaya diri. toleransi. rasa percaya diri. tanggung jawab. tanggung jawab. toleransi. kritis) 18) Siswa wakil kelompok akan mempresentasikan atau menjawab pertanyaan yang diajukan guru ataupun kelompok lainnya (contoh nilai yang ditanamkan: keberanian. rasa percaya diri. dan logis) 68 . kerja keras. dan logis) 2) Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: saling menghargai. yaitu apabila belum memahami materi yang dipelajari maka akan menanyakannya langsung dalam diskusi kelas (contoh nilai yang ditanamkan: keberanian. kemandirian. rasa ingin tahu. dan kerjasama). rasa percaya diri. Tahap Kelima: Pembelajar menganalisis kemajuan dan proses yang dilakukan dalam proses penelitian kelompok itu 17) Guru mengecek kemajuan belajar kelompok dan mendorong tindakan. rasa percaya diri. demokratis. kritis. teliti. kreatif. tanggung jawab. kritis) 19) Siswa akan melakukan tindak lanjut. dan jujur) 20) Guru akan memberikan tugas-tugas lanjutan atau pemberian soal-soal untuk mempertegas materi yang dipelajari (contoh nilai yang ditanamkan: kemandirian. demokratis. kerja keras. kritis. c. Penutup 1) Guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang tingkat simetri putar pada bangun datar (contoh nilai yang ditanamkan: kemandirian. toleransi. tanggung jawab. rasa ingin tahu. demokratis. kemandirian. teliti. santun. toleransi.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     ditanamkan: kemandirian. teliti. santun. tanggung jawab. tanggung jawab. yaitu dengan meminta setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya atau menanyakan secara bergiliran hasil kerja kelompok beserta alasan atas jawaban siswa (contoh nilai yang ditanamkan: kemandirian. rasa percaya diri. demokratis. rasa ingin tahu. rasa percaya diri.

Jadi siswa dinilai kemampuanya dengan berbagai cara. dan tanggung jawab). bukan “Apa yang sudah diketahui?”. Guru dapat membandingkan hasil pretes dan postes yang diperoleh siswa baik secara individu maupun kelompok. kerjasama dan tanggung jawab). dan penyelesaian soal-soal yang diberikan guru. Sebagai contoh adalah sebagai berikut. Penghargaan dari hasil yang diperoleh kelompok atas kemajuan hasil yang diperoleh pada tes kemampuan awal. toleransi. c. 11. 69 . b. Intinya : pertanyaan yang ingin dijawab adalah “Apakah anak-anak belajar?”. lembar tugas. Memberikan Penghargaan a. kerjasama dan tanggung jawab). lembar kerja. disiplin. Selain penilaian hasil belajar juga dilakukan penilaian proses belajar. Penilaian a. Dengan berdasar kunci jawaban guru dapat melibatkannya dalam pelaksanaan penskoran ataupun mengajak siswa memberikan nilai/skor hasil penyelesaian soal siswa yang lain (contoh nilai yang ditanamkan: jujur. Penilaian hasil diperoleh dari hasil penyelesaian lembar permasalahan. 10. 1) instrumen lembar kerja. guru harus sudah menyiapkan dulu hasil penskoran/nilai awal dari hasil pretes siswa dan kunci jawaban penilaian (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri.Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    3) Guru memberikan tugas-tugas lanjutan atau pemberian soal-soal pemahaman lebih lanjut untuk dikerjakan secara berkelompok (contoh nilai yang ditanamkan: kemandirian. teliti. lembar tugas/soal/materi bahasan untuk tiap kelompok. Untuk itu. b.

kemudian tandailah dengan huruf masing-masing pojok dari persegi tersebut. Uraian Kerjakan dan diskusikan secara berkelompok.trapesium. Pertanyaannya: Ada berapa cara bangun persegi dapat menempati bingkainya? 4. C. 1 . Kesimpulan 70 . 1. B. A D B C 2. layanglayang.d. 2. Masukkan bangun persegi kedalam bingkainya. segitiga sama sisi. Ambillah seperangkat peraga model bangun datar yang sudah disediakan (persegi. A A B B A B A B C D D C C C D D 3. Jiplaklah bangun persegi tersebut pada selembar kertas dan tandai hasil jiplakan tersebut dengan huruf di pojok luar gambar. Latihan 1. Ambillah peraga model persegi yang terbuat dari kertas yang tebal. 1 s. persegipanjang. Gambarkan dengan menjiplak gambar dan menandai dengan huruf posisi setiap kemungkinan bangun persegi menempati bingkainya. segitiga sama kaki. Lakukan hal yang sama dengan langkah-langkah kegiatan seperti kegiatan di atas (kegiatan A.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     Lembar Kerja Tingkat Simetri Putar Pada Bangun Datar A.dan jajar genjang). 4) untuk model bangun-bangun datar seperti tersebut pada no B. maka akan diperoleh bingkai dan bangun persegi yang masing-masing pojok bangun sudah ditandai.

......................... 2) Instrumen Lembar Tugas/Soal untuk Pretes dan Postes yang dikerjakan secara individu... 2 Persegi Panjang Segitiga sama sisi Segitiga sama kaki Belah Ketupat ... 3 .. 71 .... 8 Jajar genjang ...... 6 Layang-layang ... .................... 7 Trapesium ............. ................ ... 5 ………............................................................. .......... ... Nama Anggota: 1. ........ 2................... 4 ...................... Kelompok: .... .......... .......Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    Isilah titik-titik di bawah ini sesuai hasil penyelidikan yang kalian lakukan.. ………................ ... ..... 3.............................. 4...................... NO Gambar Bangun Datar Nama bangun datar Banyaknya Cara Menempati Bingkainya Tingkat Simetri Putar 1 Persegi . ........

.......Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     Nama/Nomor: ........... Nilai dapat dihitung dengan ketentuan sebagai berikut... ....... Salah satu contoh instrumen penilaian afektif dalam diskusi kelompok Perilaku No Nama/ kelom pok Nina Dodi Tanggung Jawab 5 3 Rasa ingin tahu 5 4 Kerjasama 4 2 Ketelitian 5 3 Kerja keras 4 3 Ketekunan 4 2 Toleransi 4 3 Kejujuran 4 3 Nilai 35 23 Keterangan Amat baik Kurang 1 2 Dst Keterangan: a............. Nama bangun datar Persegi Persegi Panjang Segitiga sama sisi Segitiga sama kaki Belah Ketupat Layang-layang Trapesium Jajar genjang Banyaknya Cara Menempati Bingkainya ....... 13. ...... 4=baik........ ................ Tingkat Simetri Putar . .... 2=kurang..../................... 3=cukup... ..... ...... Lembar Tugas Tingkat Simetri Putar Pada Bangun Datar Isilah titik-titik di bawah ini sesuai hasil penyelidikan yang kamu lakukan.................. ... ......... .......... NO 1 2 3 4 5 6 7 8 12.............. Kolom perilaku diisi dengan angka (skor) yang sesuai dengan kriteria berikut: 1= sangat kurang. ................. Skor maksimum = 40 c......... 72 .............. Penilaian proses dapat dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung dengan mengamati aktifitas yang dilakukan siswa dalam kelompok... ............ . 5=amat baik b.....

kejuangan. Sehari sebelumnya guru dapat melakukan Tes awal/Pre-test. Hasil skor yang diperoleh pada tes awal dapat digunakan guru sebagai dasar dalam pembagian kelompok belajar. Pengembangan: Mengembangkan Penghayatan terhadap wawasan kebangsaan. guru dapat membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil. Keterangan diisi dengan deskripsi nilai seperti berikut.20 berarti sangat kurang Catatan: 1.Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    Nilai = jumlah skor × 100 40 d. dan kebudayaan. Kegiatan Belajar 2 Pelaksanaan Proses Pembelajaran Matematika SD dengan Mengimplementasikan Tahap Pengembangan Pendidikan Budaya dan karakter Bangsa. 2.60 berarti cukup Nilai 21 . Siswa secara individu menyelesaikan lembar tugas atau soal yang telah disiapkan guru (lembar tugas terlampir/pada instrumen). 4. Dengan menggunakan hasil skor yang diperoleh siswa.80 berarti baik Nilai 41 . B. Perhatikan bagan berikut! Penanaman: Menanamkan nilai-nilai dasar dalam pembentukan sikap mental dan perilaku sesuai nilainilai karakter yang dikehendaki Penumbuhan: Menumbuhkan kesadaran terhadap wawasan kebangsaan.40 berarti kurang Nilai 0 . 3. Nilai 81 – 100 berarti amat baik Nilai 61 . kejuangan. dan kebudayaan Pemantapan: Memantapkan ketiga wawasan agar mampu menerapkannya secara langsung dalam sikap dan perilakunya sehari-hari. Bagan 3: Tahapan Pengembangan Pendidikan Nilai Budaya dan Karakter Bangsa 73 .

Dalam implementasinya dipantau guru. dan (2) melakukan apersepsi. c. (2) duduk yang baik. Tahap penanaman Pada tahap ini merupakan tahap penguasaan dasar. tahap penanaman ini bisa dilakukan pada saat guru melaksanakan kegiatan pendahuluan. dan membantu internalisasi nilai atau karakter pada tahap pembelajaran adalah sebagai berikut. membangun kepedulian akan nilai. dan (5) mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainnya (religius. (2) mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika memasuki ruang kelas (santun.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     Dengan melihat bagan di atas. seperti: (1) memastikan siswa selalu datang tepat waktu. Pada tahap ini. Pada tahap ini anak dikenalkan dengan contoh-contoh kongkrit tentang nilai-nilai moral yang berupa etika dan etiket dalam kehidupan sehari-hari yang berlaku di sekolah. dan apa hadiahnya bila ia melakukan tindakan yang terpuji. dan peduli). Guru dapat menanamkan kemandirian. tanggung jawab. atau rasa ingin tahu siswa seperti: (1) menyampaikan tujuan. (3) berdoa sebelum membuka pelajaran (religius). (4) mengecek kehadiran siswa (disiplin). bila benar diberi pujian. olah pikir yang mantik dan teratur. seperti: (1) datang tepat waktu (disiplin). peduli). Sejumlah contoh yang dapat ditanamkan untuk mengenalkan nilai. sehingga anak tidak takut. karena ketakutan akan mematikan kreatifitas anak. bila ia salah dibetulkan dengan cara yang baik. b. Anak diberi penjelasan apa konsekwensinya bila ia melanggar. dan (3) jangan berteriak-teriak. 74 . Guru dapat menanamkan kedisiplinan. mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang tidak baik bila dilakukan. 1. a. bagaimana melaksanakan pembelajaran matematika SD yang berorientasi pada pendidikan budaya dan karakter? Tahap-tahap pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa untuk membentuk karakter atau watak seseorang dalam pembelajaran matematika dapat dilakukan melalui empat tahapan yaitu sebagai berikut. Guru dapat memberikan contoh pada siswa. guru dapat membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Terkait dengan RPP.

Hal yang Perlu Disampaikan pada Siswa dengan cara memberikan giliran yang telah diatur sebelumnya. kelompoknya. d. Format yang digunakan. atau sebagai penyampai hasil diskusi. e. misal format presentasi Hal-hal seperti tersebut di atas harus selalu mendapat tekanan guru. perumus hasil diskusi. menyampaikan ringkasan. guru dapat membuat siswa memaksa diri ikut berperan dalam a. Guru menciptakan kondisi yang mampu memberikan kesempatan yang merata kepada masing-masing anggota kelompok untuk memberikan pendapat. Tidak dibenarkan guru membiarkan seorang siswa terlalu mendominasi jalannya diskusi. Guru selalu mengupayakan adanya interaksi antar siswa yang berada dalam kelompok. Guru menjelaskan pada kelompok bahwa masing-masing anggota harus: 1) membiasakan diri mendengarkan dengan baik pendapat anggota lain 2) belajar menerima pendapat orang lain. Batas waktu untuk penyelesaian tugas d. jika pendapat orang lain itu lebih baik dari pendapat dirinya 3) siswa yang pandai dapat membantu teman lain yang menjadi anggota kelompoknya untuk ikut menyumbangkan pikirannya sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. c. Guru dapat mengatur tugas masing-masing anggota kelompok sebagai pemimpin kelompok. Jadwal pelaksanaan tes e. Guru mempunyai kewajiban untuk mengendalikan jalannya kegiatan belajar dalam kelompok. Prosedur pemberian nilai dan penghargaan individu dan kelompok g. Tujuan pembelajaran b. b. memberi 75 . mempertahankan pendapat.Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    Hal yang Perlu Diperhatikan Guru dalam Pelaksanaan Kegiatan Kelompok a. Apa saja yang harus dikerjakan siswa dalam kelompok c. ataupun memberikan jalan keluar jika diskusi mengalami kemacetan. Guru harus mengupayakan masing-masing anggota kelompok terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Jadwal presentasi untuk kelompok f.

Sikap ini sebagai persiapan untuk menerima pelajaran dan pengetahuan berikutnya. anak dikenalkan dengan aturan-aturan yang ada. elaborasi. 2.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     informasi dan selalu mengingatkan pada siswa tentang hal-hal positif yang harus dilakukan. kerjasama. Konsep nilai-nilai moral yang sudah ditanamkan pada diri anak dikembangkan. tahap penumbuhan ini bisa dilakukan pada saat guru melaksanakan kegiatan Inti. memperhatikan penjelasan guru. sopan dan lain-lain. Anak diberikan tanggung jawab untuk melakukan suatu kegiatan yang sesuai dengan tingkatan perkembangan umurnya. Seperti misalnya. Terkait dengan RPP. tidak hanya dari sisi kognitif tetapi juga afektif. mengerjakan tugas dengan baik. rool playing. taat pada aturan. Anak diberi kepercayaan untuk melakukan sesuatu dalam bentuk diskusi. proses pembelajaran pada tahap eksplorasi. dan lain-lain. main peran. peduli. tertib. kreatifitas (memiliki berbagai cara dalam menyelesaikan tugas). disiplin. yang dapat membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai karakter. Dengan demikian konsep diri anak akan terbentuk sesuai dengan potensi masingmasing. Dengan materi tentang etika dan etiket yang membahas tentang nilainilai moral dalam kehidupan masyarakat. Pada saat pelaksanaan pembelajaran. seperti pada saat diskusi kelompok guru melatih: kemandirian dan tanggung jawab (menjalankan dan menyelesaikan tugas). (2) menyampaikan penekanan tujuan apa yang ingin dicapai dalam setiap langkah kegiatan. menolong teman yang membutuhkan. simulasi. mendengarkan pendapat teman). Tahap penumbuhan Pada tahap ini. toleransi. berkomunikasi dengan baik dengan teman. siswa diminta memerankan sehingga mereka sekaligus dapat menginternalisasikan nilai-nilai tersebut ke dalam dirinya. dan konfirmasi. melalui kegiatan-kegiatan yang kongkrit. elaborasi. menghargai orang lain (mau berbagi ilmu. santun. dan sebagainya. maka anak dibiasakan melakukan sesuatu sesuai dengan aturan yang telah diketahui dan diinternalisasikan dalam dirinya menjadi sikap atau kebiasaan hidupnya. dan 76 . sebagai contoh: (1) guru melakukan apersepsi agar siswa memiliki tanggung jawab dalam belajar. Tahap eksplorasi.

77 . berlangsung proses elaborasi. saling menghargai. lingkungan. percaya diri. saling menghargai. dan sumber belajar lainnya (kerja sama. Tahap Pertama. Tahap keempat: pembelajar melakukan kegiatan belajar individu dan kelompok. santun). tergambarkan di setiap tahapan pada kegiatan inti yang tertuang dalam RPP seperti berikut. b. kerjasama). percaya diri. disiplin. saling menghargai. kerjasama).Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    konfirmasi ini. kerja keras). dengan guru. (3) berpikir. logis). peduli lingkungan). saling menghargai. Dalam pelaksanaan tahap-tahap tersebut berlangsung proses eksplorasi. kerja keras). mandiri). kerjasama. dan sumber belajar lain (kreatif. pembelajar melakukan eksplorasi sebagai respon terhadap situasi yang problematis itu. kerjasama). percaya diri. (4) berkooperatif dan berkolaboratif dengan teman yang lain (kerjasama. (3) secara aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran (rasa percaya diri. mandiri. kreatif. saling menghargai. a. kritis. kerja keras. kreatif. (5) berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar (jujur. (9) tumbuh kebanggaan dan rasa percaya diri telah menyelesaikan tugas (percaya diri. kerjasama). (2) menggunakan beragam pendekatan pembelajaran. sedangkan tahap ketiga pembelajar merumuskan tugas-tugas belajar atau “learning tasks” dan mengorganisasikannya untuk membangun suatu proses penelitian. (2) memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis pada saat diskusi menyelesaikan tugas (kreatif. bertanggung jawab. Pada tahap ini. berfikir logis. Tahap kedua. yaitu tampak pada saat siswa: (1) melalui tugas-tugas yang diberikan guru. (6) membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis. dan bertindak tanpa rasa takut (kreatif. menyelesaikan masalah. media pembelajaran. dan (4) melakukan percobaan (mandiri. tanggung jawab). saling menghargai. siswa terbiasa membaca dan menulis (cinta ilmu. kritis). (7) menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok (percaya diri. menghargai). mandiri. mandiri. menganalisis. (3) melakukan interaksi antar teman. saling menghargai. mandiri. (8) menghasilkan produk (percaya diri. pembelajar berhadapan dengan situasi yang problematis. yaitu tampak pada saat siswa: (1) mencari informasi dalam menyelesaikan tugas (mandiri. secara individual maupun kelompok (jujur. kerjasama).

Anak diberikan tugas dan tanggung jawab yang mendukung kegiatan belajar sesuai dengan tingkatan kelasnya. berlangsung proses konfirmasi. saling menghargai. percaya diri). Konsep moral yang sudah terbentuk dalam diri anak dimantapkan. dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar (peduli dan santun). Guru dapat mengembangkan langkahlangkah pembelajaran dengan pendekatan yang lain. tangguh. terkait dengan internalisasi nilai-nilai karakter guru juga perlu mengembangkannya. anak 78 . kerja keras. cermat. inovatif. Dalam hal ini pendekatan yang dibuat contoh dalam RPP adalah pendekatan kooperatif dengan investigasi. yaitu tampak pada saat siswa: (1) mempresentasikan atau menjawab pertanyaan yang diajukan guru ataupun kelompok lainnya (percaya diri. 3. Tahap kelima: pembelajar menganalisis kemajuan dan proses yang dilakukan dalam proses penelitian kelompok itu. (3) memberi acuan agar siswa dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi (kritis). ulet. tekun. Pada tahap ini. kritis. Tahap pengembangan Pada tahap ini. rajin. Tahapan-tahapan pada kegiatan inti tersebut di atas. bekerjasama dengan teman. percaya diri. (2) membantu menyelesaikan masalah (peduli). sportif. tergantung dari pendekatan yang di pilih guru. santun. Misalnya mengerjakan tugas sesuai dengan aturan. Anak didorong untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. (5) memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif (peduli. Selain apa yang sudah dilakukan siswa. produktif.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     c. (4) memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh (cinta ilmu). dengan cara anak diberi kesempatan untuk mengaktualisasikan dirinya dalam bentuk kegiatan nyata di lapangan bersama teman-temannya dan anggota masyarakat. Pada keiatan inti ini guru dapat: (1) berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang menghadapi kesulitan. mandiri dan lain-lain. logis). (2) menanyakannya langsung dalam diskusi kelas apabila belum memahami materi yang dipelajari (memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri). disiplin.merupakan tahap penguasaan pelajaran dan pengetahuan dalam hubungannya dengan bidang studi sebagai persiapan menghadapi tahap berikutnya. gigih. tepat waktu.

sportif. ulet. tahap pemantapan dilakukan dengan menggunakan pendekatan Sistem Among (ing ngarso sung tulodo. dan lain sebagainya. tahap pengembangan ini. percaya diri. Jadi dalam hal ini guru akan menjadi inspirasi anak-anak dalam segala ucapan. berbicara. mengetahui kelebihan dan kekurangan. tangguh. merupakan tahap penguasaan dalam bidang studi agar dapat digunakan untuk mengikuti pendidikan selanjutnya. ing madyo mangun karso dan tut wuri handayani) serta pendekatan keteladanan. cermat. tekun. dan ber-etiket seperti yang diharapkan oleh masyarakat. disiplin. teliti. (3) guru memberikan tugas- tugas lanjutan atau pemberian soal-soal pemahaman lebih lanjut untuk dikerjakan secara berkelompok dan siswa melaksanakan tugas yang diberikan guru (mengerjakan tugas sesuai dengan aturan. inovatif. bekerjasama dengan teman. saling menghargai. tindakan yang dilakukan oleh guru. Terkait dengan RPP. Seperti misalnya punya komitmen. dan logis). (2) melakukan penilaian. mandiri). kerjasama. bertingkah-laku. gigih. 79 . tanggung jawab. santun. guru bersama guru dan/atau sendiri: (1) membuat rangkuman/simpulan pelajaran. dan/atau refleksi terhadap.Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    diberi tanggung jawab untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Pada tahap ini. Oleh karena itu guru hendaknya punya komitmen dan konsisten terhadap komitmen yang telah dibuatnya. di sini akan terlihat bagaimana ia memenuhi tanggung jawabnya. dalam hal ini tentang tingkat simetri putar pada bangun datar (mandiri. Dalam mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ini. produktif. kritis. dan umpan balik kegiatan yang sudah dilaksanakan (jujur. pantang menyerah. percaya diri. percaya diri. khususnya untuk persiapan mengikuti pendidikan selanjutnya ke tingkat yang lebih tinggi. ber-etika. dalam bersikap. menghargai waktu.tanggung jawab. kritis dan logis). rajin. Tahap pemantapan Pada tahap ini. 4. jujur. ulet. kerja keras. bisa dilakukan guru pada saat melaksanakan kegiatan penutup. Anak diberikan kepercayaan dan tanggung jawab untuk melaksanakan suatu kegiatan yang sesuai dan mendukung tugas belajarnya. konsisten. bertindak. Nilai-nilai yang sudah menjadi miliknya akan menjadi modal dalam mengembangkan dirinya. disiplin. tepat waktu. sebagai orang yang bermoral. kerja keras. tekun. tahan uji.

Uraian di bawah ini hanya akan menitik beratkan terkait dengan RPP yang telah dibuat. dipelajari. tetapi tidak kalah penting adalah proses belajarnya. Penilaian pencapaian pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa didasarkan pada indikator yang telah ditentukan. Sebagai contoh. tetapi juga kepribadian. diamati. tetapi juga mengukur perkembangan kepribadian siswa. Kegiatan Belajar 3 Penilaian Pembelajaran Matematika SD yang Mengimplementasikan Nilai-nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Penilaian pembelajaran yang mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa ini dipilih dan dilaksanakan tidak hanya mengukur pencapaian akademik/kognitif siswa. Bagaimanakah Teknik dan Instrumen Penilaian Pembelajaran matematika yang Berorientasi pada Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa? Bagaimana Supaya siswa dapat “mengatakan dengan sesungguhnya perasaan dirinya mengenai apa yang dilihat. Dengan kata lain penilaian yang dilakukan tidak hanya menilai hasil belajar. layanan konseling. atau dirasakan”? Telah diuraikan sebelumnya bagaimana melakukan penilaian terkait dengan pembelajaran yang mengaitkan dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. 80 . dapat dilakukan guru pada kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi. adalah lembar tugas yang telah disiapkan dalam RPP. Penilaian Hasil belajar Penilaian hasil belajar ini dapat diukur lewat instrumen tes. dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok diberikan dalam rangka tidak hanya terkait dengan pengembangan kemampuan intelektual. yaitu berupa soal-soal untuk mengungkap aspek kognitif. 1. program pengayaan.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     Tahap pemantapan ini. C.

. pengukurannya sebagai berikut............ a.... 8 Jajar genjang . Cara menentukan nilai tersebut dapat ditunjukkan dengan rumus: Nilai Akhir yang diperoleh = skor yang diperoleh × 100 16 Lembar Tugas Tingkat Simetri Putar Pada Bangun Datar Isilah titik-titik di bawah ini sesuai hasil penyelidikan yang kalian lakukan.. ...... b. setiap jawaban yang benar diberi skor 1............ ............... maka apabila siswa dapat menjawab semua soal dan isian dan jawabannya benar mendapat skor 16... dapat dihitung dari keseluruhan skor yang diperoleh dibagi 16 dan dikalikan 100. dan seterusnya............ keseluruhan soal yang harus dijawab sebanyak 16 isian........ 4 Segitiga sama kaki . 5 Belah Ketupat 6 Layang-layang ..5 atau dibulatkan 63 16 16 81 ........... .. salah 1 dalam mengisi jawaban skor 15......... 3 Segitiga sama sisi . 2 Persegi Panjang . Banyaknya Cara Tingkat NO Nama bangun datar Menempati Simetri Putar Bingkainya 1 Persegi ........ ............. apabila Prakosa dapat menjawab dengan benar 10 isian.............. Kelompok/Nama: ....... maka nilai yang diperolehnya adalah: Nilai yang diperoleh = 10 1000 × 100 = = 62........... salah 2 skor 14.. 7 Trapesium ......... Soal yang harus dijawab/diisi siswa 8 nomor dan masing-masing nomor ada 2 isian yang harus dijawab... …………………… ……………………...... Sebagai contoh..... Jadi.. .. ........ Sebagai contoh..... c......... Misal......... Untuk menghitung berapa nilai yang diperoleh anak......Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    Dari hasil jawaban siswa pada lembar tugas guru dapat menilai keberhasilan siswa dari sisi kognitif......... ....

yaitu berupa pernyataan-pernyataan untuk mengungkap aspek afektif termasuk mengungkap karakter siswa yang ingin diukur. (2) Nilai 61 .20 berarti sangat kurang. Penilaian proses pembelajaran ini juga tergantung bagaimana guru membuatnya.40 berarti kurang. 4 = baik. Penilaian proses dapat dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung dengan mengamati aktifitas yang dilakukan siswa dalam kelompok.80 berarti baik. Sebagai contoh. Perilaku No Nama/ kelompok Nina Dodi Tanggung Jawab 5 3 Rasa ingin tahu 5 4 Kerjasama 4 2 Ketelitian 5 3 Kerja keras 4 3 Ketekunan 4 2 Toleransi 4 3 Kejujuran 4 3 Nilai 35 23 Keterangan Amat baik Kurang 1 2 Dst Dalam contoh di atas menggunakan kriteria sebagai berikut: a. Kolom perilaku diisi dengan angka (skor) yang sesuai dengan kriteria berikut: 1= sangat kurang. Keterangan diisi dengan deskripsi nilai seperti berikut: (1) Nilai 81 – 100 berarti amat baik. guru dapat memberikan kesimpulan atau pertimbangan tentang pencapaian suatu nilai terkait proses pembelajaran. 82 . Skor maksimum = 40 c. laporan dan sebagainya. 2 = kurang. (5) Nilai 0 . Guru dapat memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau kejadian yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan nilai yang dimilikinya yang sesuai dengan indikator nilai yang sedang dikembangkan. 5 = amat baik.60 berarti cukup. Nilai = jumlah skor × 100 40 d. 2. Penilaian Proses Belajar Penilaian proses belajar ini dapat diukur lewat instrumen non tes. b. (3) Nilai 41 . Nilai dapat dihitung dengan ketentuan sebagai berikut. Penilaian tersebut tentunya tergantung dari soal-soal yang dibuat atau dikembangkan guru.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     d. tugas. 3 = cukup. Dari hasil pengamatan. adalah instrumen penilaian afektif dalam diskusi kelompok yang telah disiapkan dalam RPP seperti berikut. (4) Nilai 21 .

yaitu belum terlihat (apabila siswa belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku sesuai dengan yang dinyatakan dalam indikator). Untuk dapat memfasilitasi terjadinya pembelajaran yang membantu siswa mengembangkan karakter. meliputi pembuatan silabus dan RPP. menghargai teman. yaitu mana yang baik sehingga siswa menjadi paham (kognitif) tentang mana yang benar dan salah. dan kejujuran (nilai-nilai karakter yang dikembangkan) apabila perolehan nilai siswa antara: a.80 berarti baik. guru dapat sekaligus melihat sejauh mana individu/kelompok tersebut terkait dengan nilainilai karakter yang dikembangkannya. nilai 0 . yaitu sudah menjadi kebiasaan (apabila siswa secara terus menerus telah memperlihatkan perilaku sesuai dengan yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). b. mampu merasakan (afektif) nilai yang baik dan biasa melakukannya (psikomotor) melalui pembelajaran matematika. kesopanan.40 berarti kurang. nilai 41 . kerjasama. c. nilai 61 . maka nilai karakter mencapai BT. Ringkasan Implementasi pendidikan budaya dan karakter bangsa pada pembelajaran matematika. nilai 21 . maka nilai karakter mencapai MK. yaitu sudah berkembang (apabila siswa telah sering memperlihatkan perilaku sesuai dengan sesuai dengan yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). Sebagai contoh. maka nilai karakter mencapai MB. yaitu mulai terlihat (apabila siswa sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku seperti yang dinyatakan dala indikator tetapi belum konsisten). D. Pengimplementasikan pendidikan budaya dan karakter bangsa melalui pembelajaran matematika dilakukan dalam 3 tahapan. maka komponen-komponen yang ada 83 . yaitu pertama tahap perencanaan. tidak terlepas dari bagaimana menanamkan kebiasaan (habituation) tentang nilai-nilai budaya dan karakter. e. yaitu mulai berkembang (apabila siswa sudah memperlihatkan berbagai tanda-tanda perilaku SB.Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    Selain untuk melihat nilai afektif dari siswa secara individu dan/atau kelompok. kedisiplinan.60 berarti cukup. nilai 81 – 100 berarti amat baik. d.20 berarti sangat kurang. siswa/kelompok siswa dapat terlihat atau belum dalam hal: tanggung jawab. maka nilai karakter mencapai yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). maka nilai karakter mencapai MT.

Ada dua penilaian yang digunakan. tahap pengembangan. dan tahap pemantapan. Ketiga tahap penilaian pembelajaran yang berorientasi pada pendidikan budaya dan karakter bangsa ini dipilih dan dilaksanakan tidak hanya mengukur pencapaian akademik/kognitif siswa. Kedua. Pencapaian nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa didasarkan pada indikator yang telah ditentukan. elaborasi. dan teknik penilaian pembelajaran perlu ditambahkan nilai-nilai karakter. yaitu berupa soal-soal untuk mengungkap aspek kognitif. 2. Sementara itu. inti. Kedua Tahap pelaksanaan. tetapi juga mengukur perkembangan kepribadian siswa. dan penutup dengan menyesuaikan tahapan yang ada. yaitu pendahuluan. penilaian proses belajar yang dapat diukur lewat instrumen non tes. 84 . terbagi dalam 3 tahap. Bagaimana cara mengintegrasikan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran matematika? Bagaimana cara mengukur atau menilai keberhasilan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran matematika? Saudara sebagai guru matematika. KD. tahap-tahap pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa untuk membentuk karakter atau watak seseorang dalam pembelajaran matematika dapat dilakukan melalui empat tahapan yaitu: tahap penanaman. Keempat tahapan tersebut diaplikasikan ke dalam kegiatan pendahuluan. sedangkan pada kegiatan inti mengembangkan kegiatan eksplorasi. bagaimana cara saudara menanamkan nilainilai budaya dan karakter bangsa saat mengajar di kelas? Buatlah suatu rancangan pembelajaran matematika dengan mengambil SK. 3. indikator pencapaian kompetensi. 4. dan konfirmasi. Latihan/Tugas 1. yaitu berupa pernyataan-pernyataan untuk mengungkap aspek afektif termasuk mengungkap karakter siswa yang ingin diukur. dan penutup. E. tahap penumbuhan. inti. dan indikator di kelas yang Anda ampu dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya karakter bangsa. yaitu pertama penilaian hasil belajar yang dapat diukur lewat instrumen tes.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     dalam silabus yaitu: kegiatan pembelajaran.

pada contoh pembuatan RPP. yaitu dengan kebiasaan (habituation) tentang pentingnya nilai-nilai budaya dan karakter. Dengan demikian skor dan nilai untuk masing-masing soal sebagai berikut. dan 3 masing-masing bobot sama yaitu 10. Cara mengukur atau menilai keberhasilan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran matematika  adalah tidak hanya mengukur pencapaian akademik/kognitif siswa. dan juga pada perkembangan karakter siswa (lihat halaman 47-48). 2. Gunakan langkah pada modul 2. sedangkan soal no 4 bobotnya 20. pengembangan. yaitu mana yang baik sehingga siswa menjadi paham (kognitif) tentang mana yang benar dan salah. 1. Soal no 1. a. Cara yang dapat dilakukan guru matematika dalam menanamkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa saat mengajar di kelas adalah dengan menerapkan tahap-tahap pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. yaitu penanaman. Setelah Anda mengerjakan Latihan/Tugas pada modul 1. Untuk semua pertanyaan. inti. KD. skor maksimal adalah 50 dan nilai maksimal adalah 100. b. 3. tetapi juga mengukur perkembangan kepribadian siswa. Ketentuan penyekoran jawaban tes/latihan. nilainya 40 2. 2. Pertanyaan nomor 1. Pertanyaan nomor 2: Jika jawaban benar diskor 20. Penilaian tersebut didasarkan pada indikator yang telah ditentukan dengan mengukur pencapaian siswa dalam pengetahuan dan keterampilan. ada empat pertanyaan pada latihan atau tugas.Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD    F. 2. dan penutup. kegiatan belajar 1: Perencanaan Pembelajaran Matematika SD yang Berorientasi pada Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. dan indikator yang Anda pilih sesuai kelas yang Anda ampu. mampu merasakan (afektif) nilai yang baik dan biasa melakukannya (psikomotor) melalui pembelajaran matematika. perhatikan hal-hal sebagai berikut. dan 3: jika jawaban benar masing-masing diskor 10 dan masing-masing nilainya 20. penumbuhan. Pengintegrasian ini dilakukan pada saat guru mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran. Umpan Balik Jawaban Soal Latihan/Tugas Modul 2 1. 85 . Untuk rancangan pembelajaran sesuai SK. 4. Cara mengintegrasikan pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam pembelajaran matematika. dan pemantapan diintegrasikan dalam pelaksanaan pembelajaran seperti pada kegiatan pendahuluan.

Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya Untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. pada bagian apa? Adakah kesulitan bagi Anda dalam melaksanakan pembelajaran matematika yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di kelas Anda? Jika ya. dan (3) kondisi ideal yang Anda harapkan. renungkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut sebagai refleksi. Pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Pendidikan Karakter Di Sekolah Menengah Pertama. Setelah Anda mempelajari bagian ini dan mengerjakan tugas yang ada pada bagian akhir. 5. Bila tingkat kebenaran jawaban Anda sudah mencapai minimal 75% atau mencapai skor minimal 75% × 10 = 7. Bila kebenaran jawaban Anda belum mencapai 75% atau belum mencapai skor 7. Bila Anda ragu terhadap kebenaran jawaban Anda atau ada hal-hal yang perlu diklarifikasi terkait jawaban tugas atau latihan tersebut.5 atau nilai 75. Jakarta.5 atau mencapai nilai 75. Daftar Pustaka Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian Dan Pengembangan Pusat Kurikulum. berarti Anda sudah memahami tentang pengertian masalah dan proses pemecahan masalah. 2010. Jakarta. Disarankan Anda menyampaikan jawaban latihan atau tugas Anda secara tertulis atau lisan kepada peserta lain untuk dinilai seberapa jauh pencapaiannya. (2) Fakta-fakta yang teramati. 6. mengapa? Adakah kesulitan bagi Anda dalam menyusun penilaian dalam pembelajaran matematika yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di kelas Anda? Coba refleksikan kondisi kelas yang ada terkait: (1) nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa yang Anda kembangkan. 4. Adakah kesulitan bagi Anda untuk mencari nilai-nilai karakter yang akan Anda gunakan dalam pembelajaran matematika? Jika ya.Contoh Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran Matematika di SD     3. 86 . mengapa? Adakah kesulitan bagi Anda untuk menyusun RPP matematika yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa? Jika ya. Dalam hal ini dapat dirujuk di alternatif jawaban yang ada pada lampiran untuk mencocokkannya. disarankan Anda mempelajari kembali modul ini dengan cermat dan jawablah tugas atau latihan pada modul 2. Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Pertama. berdiskusilah dengan peserta lain atau dengan nara sumber/instruktur Anda. 2010.

PENUTUP .

.

pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya degradasi nilai-nilai etika dan moral di kalangan remaja. aspek perasaan (afektif). kemampuan intelegensinya. UUD 1945 dan kebudayaan kebangsaan Indonesia. Keberhasilan dalam membangun karakter anak didik. maka Pemerintah menjadikan pembangunan karakter sebagai salah satu program prioritas pembangunan nasional. Oleh karena itu untuk membentuk karakter bangsa membutuhkan pendidikan karakter. Rangkuman Tujuan pendidikan nasional itu merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. keunggulan berpikir warganya.  PENUTUP A. Dalam proses pendidikan. dan aspek tindakan atau aksi (psikomotorik). dan lain sebagainya. yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive). Di Indonesia. Oleh karena itu kemajuan suatu bangsa juga akan tergantung bagaimana karakter orang-orangnya. sinergi para pemimpinnya. Untuk mendukung perwujudan cita-cita pembangunan karakter sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 serta mengatasi permasalahan kebangsaan saat ini. secara otomatis akan membantu keberhasilan membangun karakter bangsa. dengan berlandaskan pada Pancasila. dalam membangun karakter dan peradaban bangsa lewat pendidikan harus berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 serta kebudayaan kebangsaan Indonesia. rumusan tujuan pendidikan nasional menjadi dasar dalam pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di sekolah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter adalah penting dalam membangun moral dan kepribadian bangsa. Oleh karena itu. 87 . yaitu pendidikan budi pekerti.

bermoral. pendidikan budaya dan karakter bangsa memiliki tujuan. Fungsi tersebut diantaranya mengembangkan potensi dasar agar berhati baik. berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. Diskusikan dengan teman sejawat untuk mengevaluasi pembelajaran yang sudah Anda laksanakan. berkembang dinamis. kompetitif.Penutup  Pendidikan budaya dan karakter bangsa memiliki fungsi penanaman. 2. penumbuhan. yaitu membentuk bangsa yang tangguh. bergotong royong. kemudian buatlah indikator pencapaiannya. Untuk mengimplementasikan pendidikan budaya dan karakter bangsa tersebut melalui pembelajaran matematika. berjiwa patriotik. memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur. yaitu mana yang baik sehingga siswa menjadi paham (kognitif) tentang mana yang benar dan salah. Selain fungsi. Pilih salah satu KD pembelajaran Matematika di SD. Pilih indikator yang dapat diajarkan dalam satu kali pertemuan dan buatlah rancangan pembelajaran dan pelaksanaannya dengan menerapkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sesuai karakteristik siswa di SD. Penilaian 1. yaitu bagaimana menanamkan kebiasaan (habituation) tentang nilai-nilai budaya dan karakter. Praktikkan RPP yang anda buat dalam pembelajaran di kelas yang Anda ampu. kemudian lakukan refleksi terhadap praktik yang Anda lakukan untuk melihat kekurangan dan kelebihannya! 88 . berpikiran baik. mampu merasakan (afektif) nilai yang baik dan biasa melakukannya (psikomotor) melalui pembelajaran matematika. pengembangan. berakhlak mulia. dan pemantapan. B. bertoleran. sehingga dapat meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia. dan berperilaku baik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful