CARA MENGATASI PESERTA DIDIK YANG MEMPUNYAI MASALAH BELAJAR Oleh INDYA WAHYUNINGRUM (K2310050) Jurusan Pendidikan Fisika

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret

ABSTRAK Tujuan penulisan karya tulis ini adalah untuk mengetahui definisi dari masalah belajar. Kemudian setelah mengetahui definisi dari masalah belajar dapat mengidentifikasi masalah-masalah yang mempengaruhi proses dan dapat menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar. Setelah

mengetahui faktor-faktornya langkah selanjutnya adalah menetukan langkahlangkah yang ditempuh untuk menjamin keberhasilan belajar dan menganalisis masalah belajar peserta didik. Dan yang terakhir adalah menemukan solusi untuk penanggulangan atau pemecahan masalah-masalah pembelajaran peserta didik Kata kunci : masalah belajar, pemecahan masalah, peserta didik

ABSTRACT The objective of this paper is to know the definition of learning problems. Then, after knowing the definition of learning problems can identify problems that affect the process and can determine the factors that affect the learning process. After finding out the factors the next step is to determine the steps taken to ensure the success of the study and analyze the learning problems of students. And the last is to find a solution to poverty or solving the learning problems of students Key words: learning problems, solving problems, learners

A. LATAR BELAKANG Tugas utama seorang guru adalah membelajarkan peserta didik. Ini berarti bahwa bila guru bertindak mengajar, maka diharapkan peserta didik belajar. Namun pada saat tertentu didalam kegiatan belajar mengajar di sekolah sering ditemukannya masalah-masalah yang berkenaan dengan belajar yang dialami peserta didik tersebut. Masalahmasalah tersebut dipengaruhi oleh faktor internal (yang berasal dari dalam diri peserta didik itu sendiri) dan juga oleh faktor eksternal (yang berasal dari luar peserta didik itu sendiri). Masalah-masalah yang dialami oleh peserta didik apabila tidak segera di atasi tentunya akan menghambat proses belajar peserta didik dan akan berdampak pada pencapaian tujuan dari belajar tersebut. Peserta didik akan berhasil dalam proses belajar apabila peserta didik tersebut tidak mempunyai masalah yang dapat mempengaruhi proses belajarnya. Jika terdapat peserta didik yang mempunyai masalah dan permasalahan permasalahan tersebut tidak segera ditemukan solusinya, peserta didik akan mengalami kegagalan atau kesulitan belajar yang dapat mengakibatkan rendah prestasinya/tidak lulus, rendahnya prestasi belajar, minat belajar atau tidak dapat melanjutkan belajar. Untuk itu, sebagai seorang guru ataupun pendidik harus mengetahui kondisi peserta didik agar tercipta proses pembelajaran yang baik dan kondusif. B. RUMUSAN MASALAH

1. Apakah pengertian dari masalah belajar? 2. Jelaskan masalah-masalah yang mempengaruhi proses belajar? 3. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar? 4. Jelaskan
langkah-langkah yang ditempuh untuk menjamin keberhasilan belajar?

5. Jelaskan masalah belajar siswa? 6. Jelaskan upaya-upaya penanggulangan masalah belajar?
C. PEMBAHASAN

tetapi juga dapat menimpa peserta didik yang pandai atau cerdas. Masalahmasalah belajar ini tidak hanya dialami oleh peserta didik yang lambat saja dalam belajarnya. ingin atau perlu dihilangkan. Wool Folk. dan adapula yang mengartikannya sebagai suatu hal yang tidak mengenakan. Dari definisi masalah dan belajar maka masalah belajar dapat diartikan atau didefinisikan sebagai berikut : “Masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh peserta didik dan menghambat kelancaran proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan”. 1995 : 196 ). Pengalaman ini terjadi melalui interaksi antara individu dengan lingkungannya” ( Anita E. belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan dalam tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. “Belajar adalah proses perubahan pengetahuan atau perilaku sebagai hasil dari pengalaman.masalah adalah ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan. Prayitno (1985) mengemukakan bahwa masalah adalah sesuatu yang tidak disukai adanya. ditimbulkan atau diubah melalui praktek dan latihan”. menimbulkan kesulitan bagi diri sendiri dan atau orang lain. Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan keadaan dirinya yaitu berupa kelemahan-kelemahan dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi dirinya. . Pengertian belajar dapat didefinisikan “Belajar ialah sesuatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. ada yang melihat sebagai tidak terpenuhinya kebutuhan seseorang. Sedangkan menurut Gagne (1984: 77) bahwa “belajar adalah suatu proses dimana suatu organisasi berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman”. Menurut ( Garry dan Kingsley. 1970 : 15 ) “Belajar adalah proses tingkah laku (dalam arti luas). Sedangkan menurut pengertian secara psikologis. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.

yang membawa diri sesuai dengan penilaian. Ketika peserta didik sudah tidak peduli terhadap belajar maka upaya pembelajaran yang dilakaukan akan sia-sia. Faktor-Faktor Internal Belajar Pada saat belajar peserta didik menghadapi masalah-masalah secara intern. Maka peserta didik sebaiknya mempertimbangkan masak-masak akibat sikap terhadap belajar. Sikap yang salah akan membawa peserta didik merasa tidak peduli dengan belajar lagi. Lemahnya . Pemahaman peserta didik yang salah terhadap belajar akan membawa kepada sikap yang salah dalam melakukan pembelajaran. Akibatnya tidak akan terjadi proses belajar yang kondusif. Sikap peserta didik ini akan berpengaruh terhadap tindakan belajar. peserta didik merupakan kunci utama keberhasilan belajar selama proses belajar yang dilakukan. Proses belajar merupakan aktivitas psikis berkenaan dengan bahan belajar. Sikap peserta didik terhadap belajar akan menentukan proses belajar itu sendiri. Tentunya hal ini akan sangat menghambat proses belajar. menolak atau mengabaikannya begitu saja. Berikut ini beberapa masalah intern siswa dalam belajar : • Sikap Terhadap Belajar Sikap merupakan kemampuan memberikan penilaian tentang sesuatu. Motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar. Faktor-Faktor yang dialami dan dihayati oleh peserta didik dan hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap proses belajar: 1. • Motivasi Belajar Tidak dapat dipungkiri bahwa dorongan belajar mempunyai peranan besar dalam menumbuhkan semangat pada peserta didik untuk belajar. Selama melakukan proses pembelajaran sikap peserta didik akan menentukan hasil dari pembelajaran tersebut. Karena sebesar apapun seorang peserta didik memiliki semangat yang tinggi dan keinginan yang kuat. pasti akan tetap ditiup oleh angin kemalasan.Dalam interaksi belajar mengajar. Adanya penilaian terhadap sesuatu memberikan sikap menerima. maka ia tidak dapat belajar dengan baik. Maka tunas semangat ini harus dipelihara secara terus menerus. Jika siswa tidak dapat mengatasi masalahnya. tertimpa keengganan dan kelalaian.

Bila seseorang merasa membutuhkan ilmu maka tanpa disuruhpun peserta didik akan mencari ilmu itu sendiri.motivasi atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan belajar. maka peserta didik akan merasa haus untuk menuntut ilmu. Sehingga sangat perlu untuk melkukan pemusatan perhatian dengan berbagai strategi. Oleh karena itu motivasi belajar pada diri peserta didik perlu diperkuat terus menerus. Bila peserta didik mengetahui betapa besarnya keutamaan sebuah ilmu dan betapa besarnya ganjaran bagi orang yang menuntut ilmu. Ia menyarankan agar pendidik melakukan istirahat selama beberapa menit. maka perhatian dan prestasi belajar dapat ditingkatkan. Sebab ketika awal masuk kelas perhatian peserta didik masih terpecah-pecah dengana berbagai masalah. Selain itu bagaimana seorang pendidik mampu membuat peserta didiknya merasa membutuhkan ilmu. pendidik perlu melakukan berbagai strategi belajar mengajar dan memperhatikan waktu belajar serta selingan istirahat. • Konsentrasi Belajar Konsentrasi belajar merupakan kemampuan memusatkan perhatian pada pelajaran. Motivasi yang diberikan dapat meliputi penjelasan tentang keutamaan ilmu dan keutamaan mencari ilmu. Istirahat ini tidak harus keluar kelas melainkan dapat berupa obrolan ringan yang mampu membuat peserta didik merasa rileks kembali. Yang perlu diperhatikan oleh pendidik ketika memulai proses belajar ialah sebaiknya seorang pendidik tidak langsung melakukan pembelajaran namun seorang pendidik harus memusatkan perhatian peserta didiknya sehingga siap untuk melakukan pembelajaran. • Mengolah Bahan Belajar Mengolah bahan belajar merupakan kemampuan peserta didik untuk menerima dan memahami isi materi yang diajarkan sehingga menjadi . Dengan memberikan selingan istirahat. Selanjutnya mutu belajar akan menjadi rendah. Menurut seorang ilmuwan ahli psikologis kekuatan belajar seseorang setelah tigapuluh menit telah mengalami penurunan. Untuk memperkuat perhatian. dan hal ini akan memudahkan proses belajar. Sehingga semangat peserta didik untuk menunutut ilmu sangat tinggi. Pemusatan perhatian tersebut tertuju pada isi bahan belajar maupun proses memperolehnya.

Dalam hal pesan lama maka peserta didik akan membangkitkan kembali pesan dan pengalaman lama untuk . Isi bahan belajar merupakan nilai nilai dari suatu ilmu pengetahuan. Hal ini akan terjadi jika peserta didik tidak membuka kembali bahan belajar yang telah diberikan oleh seorang pendidik. pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya materi yang disampaikan. Sehingga mau atau tidak mau peserta didik akan berusaha untuk mengingat kembali materi yang telah lama disampaikan serta membuka kembali buku yang berkaitan dengan materi tersebut. proses pengolahan kembali dan proses penggunaan kembali. • Menggali Hasil Belajar Yang Tersimpan Menggali hasil belajar yang tersimpan merupakan proses mengaktifkan pesan yang telah diterima. Sehingga Ingatan yang disimpan dalam jangka panjang akan semakin kuat. Peserta didik akan mengolah bahan belajar dengan baik jika mereka merasa materi yang disampaikan menarik. Misalnya. sehingga peserta didik benarbenar memahami materi yang telah disampikan. nilai kesusilaan. serta memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan materi tersebut. serta nilai kesenian. Dalam hal baru maka peserta didik akan memperkuat pesan dengan cara mempelajari kembali atau mengaitkannya dengan bahan lama. Biasanya hasil belajar yang disimpan dalam jagka waktu yang panjang akan mudah dilupakan oleh peserta didik. • Menyimpan Perolehan Hasil Belajar Menyimpan menyimpan isi perolehan pesan dan hasil cara belajar merupakan pesan. Untuk mengatasi hal ini sebaiknya pendidik mengingatkan akan materi yang telah lama diberikan. kemampuan Kemampuan perolehan menyimpan tersebut dapat berlangsung dalam jangka waktu yang pendek maupun dalam jangka waktu yang panjang. Kemampuan peserta didik dalam mengolah bahan pelajaran menjadi semakin baik jika peserta didik berperan aktif selama proses belajar.bermakna bagi peserta didik. nilai agama. sehingga seorang pendidik sebaiknya menyampaikan materi secara menarik sehingga peserta didik akan memusatkan perhatiannya terhadap materi yang disampaikan oleh pendidik. Proses belajar terdiri dari proses pemasukan .

Dengan perolehan hasil belajar yang rendah. pengolahan.suatu hasil belajar. Jika peserta didik tidak berlatih sungguh sungguh maka peserta didik tidak akan memiliki ketrampilan. Ada kalanya peserta didik mengalami gangguan dalam menggali pesan dan kesan lama. Gangguan tersebut bukan hanya bersumber pada pemanggilan atau pembangkitannya sendiri. Semakin sering peserta didik mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik maka rasa percaya dirinya akan meningkat. Kemampuan berprestasi tersebut terpengaruh pada proses-proses penerimaan. Jika peserta didik tidak memperhatikan dengan baik pada saat penerimaan maka peserta didik tidak memiliki apa apa. Pada tahap ini peserta didik membuktikan hasil belajar yang telah lama ia lakukan. Dari pengalaman sehari-hari di sekolah diketahui bahwa ada sebagian peserta didik tidak mampu berprestasi dengan baik. Dalam proses belajar diketahui bahwa kemampuan berprestasi merupakan tahap pembuktian perwujudan diri yang diakui oleh pendidik dan rekan sejawat peserta didik. berpikir secara baik dan bergaul dengan lingkungan secara efisien. • Intelegensi Dan Keberhasilan Belajar Intelegensi merupakan suatu kecakapan global atau rangkuman kecakapan untuk dapat bertindak secara terarah. Dan apabila sebaliknya yang terjadi maka peserta didik akan merasa lemah percaya dirinya. • Kemampuan Berprestasi Kemampuan berprestasi atau hasil belajar merupakan puncak suatu proses belajar. Kecakapan tersebut menjadi actual bila peserta didik memecahkan masalah dalam belajar atau kehidupan sehari-hari. Gangguan tersebut dapat dikarenakan kesukaran penerimaan. • Rasa Percaya Diri Peserta Didik Rasa percaya diri timbul dari keinginan mewujudkan diri bertindak dan berhasil. Dari segi perkembangan. pengaktifan. Peserta didik menunjukan bahwa ia telah mampu memecahkan tugas-tugas belajar atau menstransfer hasil belajar. penyimpanan. rasa percaya diri dapat timbul berkat adanya pengakuan dari lingkungan. yang . pra-pengolahan. serta pemanggilan untuk pembangkitan pesan dan pengalaman. pengolahan dan penyimpanan.

• Kebiasaan Belajar Kebiasaan-kebiasaan belajar peserta didik akan mempengaruhi kemampunanya dalam berlatih dan menguasai materi yang telah disampaikan oleh pendidik. menyia-nyiakan kesempatan belajar. • Cita-Cita Peserta Didik Cita-cita sebagai motivasi intrinsic perlu di ajarkan dan di arahkan. 2. atau menjadi bertambah kuat. Kebiasaanmereka didorong untuk melakukan belajar dibidang kebiasaan buruk tersebut dapat ditemukan di sekolah-sekolah pelosok. Ditinjau dari segi peserta didik. Cita-cita merupakan harapan besar bagi peserta didik sehingga peserta didik selalu termotivasi untuk belajar dengan serius demi menggapai cita-cita tersebut. Kebiasaan buruk tersebut dapat berupa belajar pada akhir semester. bergaya jantan seperti merokok. Hal ini akan merugikan calon tenaga kerja itu sendiri. kota kecil. Faktor-Faktor Ekstern Belajar Proses belajar didorong oleh motivasi intrinsik peserta didik. kota besar. Disamping itu proses belajar juga dapat terjadi. Dengan kata lain aktifitas belajar dapat meningkat bila program pembelajaran disusun dengan baik. bila didorong oleh lingkungan peserta didik. Oleh karena itu pada tempatnya kterampilan. Untuk sebagian kebiasaan tersebut dikarenakan oleh ketidakmengertian peserta didik dengan arti belajar bagi diri sendiri. Ajaran memiliki cita-cita harus ditanamkan sejak mulai kecil. maka ditemukan beberapa faktor eksternal yang berpengaruh pada aktivitas belajar. berarti terbentuknya tenaga kerja yang bermutu rendah . Faktor-faktor eksternal tersebut adalah sebagai berikut: • Pendidik Sebagai Pembina Peserta Didik Belajar . bersekolah hanya untuk bergengsi. Dengan mengaitkan pemilikan cita-cita dengan kemampuan berprestasi maka peserta didik diharapkan berani bereksplorasi sesuai dengan kemampuannya sendiri. belajar tidak teratur. datang terlambat bergaya pemimpin. Program pembelajaran sebagai rekayasa pendidikan pendidik di sekolah merupakan faktor eksternal belajar.disebabkan oleh intelegensi yang rendah atau kurangnya kesungguhan belajar.

dan pertumbuhan profesi sebagai pendidik merupakan pekerjaan sepanjang hayat. pemenuhan kebutuhan hidup sebagai manusia. Ia bekerja dan bertugas mempelajari profesi guru sepanjang hayat.Pendidik adalah pengajar yang mendidik . Justru disinilah muncul bagaimana mengolah sarana dan prasarana pembelajaran sehingga terselenggara proses belajar yang berhasil dengan baik. Kemampuan mengatasi kedua masalah tersebut merupakan keberhasilan pendidik mengajar seorang peserta didik. Pelaku aktif dalam belajar adalah peserta . Sebagai seorang pribadi ia juga mengembangkan diri menjadi pribadi utuh. gedung sekolah ruang belajar. Mengatasi masalah-masalah keutuhan secara pribadi. Pendidik yang mengajar peserta didik adalah seorang pribadi yang tumbuh menjadi penyandang profesi bidang studi tertentu. Sebagai seorang diri yang mengembangkan keutuhan pribadi. dan peralatan olahraga. Dengan penghasilan yang diterimanya setiap bulan ia dituntut berkemampuan hidup layak sebagai seorang pribadi pendidik. • Kebijakan Penilaian Kegiatan penilaian merupakan proses belajar yang telah mencapai puncaknya pada hasil belajar peserta didik atau hasil kerja peserta didik. ruang kesenian. Sarana pembelajaran meliputi buku pelajaran. Hal ini tidak berarti bahwa lengkapnya sarana dan prasarana menentukan jaminan melakukan proses pembelajaran yang baik. buku bacaan.proses belajar berhenti untuk sementara. • Prasarana Dan Sarana Pembelajaran Prasarana pembelajaran meliputi sarana olahraga. Lengkapnya sarana dan prasarana pembelajaran merupakan kondisi pembelajaran yang baik. tempat ibadah. alat dan fasilitas laboratorium sekolah dan berbagai media pengajaran yang lain. Sebagai suatu hasil maka dengan hasil kerja tersebut. ia juga menghadapi masalah pengembangan diri. Ia tidak hanya mengajar bidang studi yang sesuai dengan keahliannya. Tuntutan hidup layak tersebut sesuai dengan wilayah tempat tinggal dan tugasnya. Hasil belajar merupakan hasil proses belajar. tetapi juga menjadi pendidik pemuda generasi bangsanya. Dan terjadilah penilaian. Pendidik juga menumbuhkan diri secara professional.

peranan dan tanggung jawab sosial tertentu.didik. kerja berkoprasi. berkompetisi. • Kurikulum Sekolah Kurikulum yang diberlakukan di sekolah adalah kurikulum nasional yang disahkan oleh pemerintah. konflik atau perkelahian. Hasil belajar dinilai dari ukuran-ukuran pendidik. Perubahan kurikulum sekolah menimbulkan masalah seperti tujuan yang akan dicapai mungkin akan berubah. Jika digolongkan tidak lulus. Pemahaman ini merupakan dasar dalam usaha memberikan bantuan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. kegiatan belajar mengajar berubah serta evaluasi berubah. Pelaku aktif dalam pembelajaran adalah pendidik. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif. Karena pendidik bertanggung jawab terhadap proses belajar-mengajar. atau yayasan pendidikan. terjadilah proses belajar ulang bagi peserta didik dan mengajar ulang bagi pendidik. isi pendidikan berubah. bersaing. dari sisi hasil belajar peserta didik yang merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat pra belajar. • Lingkungan Sosial Peserta Didik Di Sekolah Tiap peserta didik dalam lingkungan sosial memiliki kedudukan. Dengan demikian. . Dengan kemajuan dan perkembangan masyrakat timbul tuntutan kebutuhan baru dan akibatnya kurikulum sekolah perlu direkonstruksi. Adanya rekonstruksi itu menimbulkan kurikulum baru. Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Masalah Belajar Kesulitan belajar ini merupakan suatu gejala yang nampak dalam berbagai jenis pernyataan (manifestasi). Kurikulum disusun berdasarkan tuntutan kemajuan masyrakat. Dalam kehidupan tersebut terjadi hubungan akrab kerjasama. dan psikomotorik. Jika digolongkan lulus maka dapat dikatakan proses belajar peserta didik dan tindak mengajar pendidik berhenti sementara. efektif. hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi. tingkat sekolah dan tingkat nasional. Dalam kehidupan tersebut terjadi pergaulan seperti hubungan sosial tertentu. maka ia seharusnya memahami manifestasi gejala-gejala kesulitan belajar.

Seorang guru setelah mengetahui siapa murid yang bermasalah dalam belajar serta jenis masalah apa yang dihadapinya. karena masalah belajar cenderung sangat kompleks. khususnya dalam masalah belajar murid di SD. kurang bisa menyesuaikan diri (maladjustment ). • Ketidakseimbangan mental ( adanya gangguan dalam fungsi mental ). tercekam rasa takut. cenderung bersumber dari faktor-faktor yang melatarbelakanginya ( penyebabnya ). seperti kurang berfungsinya organ-organ perasaan. Meskipun seorang guru tidak mudah menentukan sebab-sebab terjadi masalah yang sesungguhnya. benci. alat bicara. Pada garis besarnya sebab-sebab timbulnya masalah belajar pada peserta didik dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu : 1. • Kelemahan emosional. malas dalam belajar. asma. cacat tubuh. Sekolah. seperti merasa tidak aman. yaitu mencari sebab-sebab terjadinya masalah yang dialami murid dalam belajar. dan sering bolos atau tidak mengikuti pelajaran. Faktor-faktor Internal ( faktor-faktor yang berada pada diri murid itu sendiri ). Faktor Eksternal ( faktor-faktor yang timbul dari luar diri individu ). dan sebagainya ). serta penyakit menahan ( alergi. Keluarga (rumah). taraf kecerdasannya cenderung kurang. Selanjutnya guru dapat melaksanakan tahap berikutnya. 2. antara lain: • Gangguan secara fisik. • Kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap salah seperti kurang perhatian dan minat terhadap pelajaran sekolah. antara lain :    Sifat kurikulum yang kurang fleksibel Terlalu berat beban peserta didik (murid) atau pendidik (guru) Metode mengajar yang kurang memadai Kurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar b). yaitu berasal dari a). sepertimenampakkan kurangnya kemampuan mental. gangguan panca indera. antara lain : .Pada dasarnya dari setiap jenis-jenis masalah. dan antipati serta ketidakmatangan emosi.

Melalui contoh sikap sehari-hari. Keberhasilan seorang murid dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari sekolah seperti guru yang harus benar-benar memperhatikan peserta didiknya. kurang menghargai usaha-usaha murid maka murid akan merasa kurang diperhatikan dan akan mengakibatkan murid itu malas belajar atau kurangnya minat belajar sehingga anak itu akan mengalami kesulitan belajar. (1967 : 55) bahwa lingkungan sekolah. Jadi jelaslah bahwa guru yang kurang akrab dengan murid. 3) Prognosa. sehingga murid-muridnya juga akan memiliki penilaian diri yang positif. guru yang memiliki penilaian diri yang positif akan ditiru oleh muridnya. akan dapat menimbulkan perasaan sukses dalam diri muridnya dan hal ini akan menyuburkan keyakinan diri dalam diri murid. Menurut Belmon dan Morolla (1971 : 107) menyimpulkan dari hasil penelitiannya. Menurut Lindgren.   Keluarga tidak utuh atau kurang harmonis. bahwa anak-anak yang berasal dari keluarga yang banyak jumlah anak. Guru yang akrab dengan murid. 2) Diagnosa. . Sikap orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya Keadaan ekonomi. terutama guru. Langkah-langkah yang ditempuh untuk menjamin keberhasilan belajar adalah : 1) Identifikasi masalah peserta didik. menghargai usaha-usaha murid dalam belajar dan suka memberi petunjuk kalau murid menghadapi kesulitan. mempunyai keterampilan intelektual lebih rendah daripada anak-anak yang berasal dari keluarga yang jumlah anaknya sedikit.

Dari beberapa pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang ditujukan kepada individu atau kelompok siswa agar yang bersangkutan dapat mengenali dirinya sendiri. Metode pengumpulan data melalui observasi. 2. diartikan sebagai rumusan-rumusan masalah siswa.4) Pemberian Bantuan. baik . Dalam bimbingan belajar peserta didik. untuk menentukan masalah yang dialaminya. motivasi. Cara mengatasi masalah kesulitan belajar melalui latihan-latihan dan tugas baik individu maupun kelompok. serta kesulitan belajar atau masalah yang mengganggu aktivitasnya sehari-hari sehingga mempengaruhi belajarnya. 3. apabila peserta didik yang mengalami kesulitan belajar tidak segera mendapat bantuan. Hal ini dilakuakan agar peserta didik yang mengalami permasalahan tidak terbebani. Langkah ini "sangat mendasar sekali" dan merupakan awal kegiatan bimbingan terhadap peserta didik yang bermasalah. wawancara. 5) Follow up (tindak lanjut) 1. secara rutin. Bertujuan untuk menentukan bantuan yang dapat diberikan kepadanya. masalah yang terjadi dijaga kerahasiaannya. jenis kesulitan serta latar belakang kesulitan dalam pelajaran. tidak ragu dan tanpa rasa takut mengungkapkan permasalahannya dengan jujur. Diagnosa Diagnosa dilakukan dalam bimbingan belajar. Pemberian Bantuan Bantuan yang diberikan dengan menggunakan pengarahan. instrumen. Prognosa Prognosa merupakan kegiatan memperkirakan permasalahan. belajar. Identifikasi Masalah Peserta Didik Identifkasi masalah peserta didik adalah untuk menentukan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar yang sangat memerlukan bantuan. 4.

Sucitae. minat belajar atau tidak dapat melanjutkan belajar (S.kemampuan yang dimilikinya maupun kelemahannya agar selanjutnya dapat mengambil keputusan dan dapat bertanggung jawab dalam menentukan jalan hidupnya atau memecahkan sendiri kesulitan yang dihadapi serta dapat memahami lingkungannya secara tepat sehingga dapat memperoleh kebahagiaan hidupnya. belajar siswa mencakup pengertian yang luas. Tindak Lanjut Tindak lanjut kegiatan bimbingan belajar. S. rendahnya prestasi belajar. 1972 : 2). 1991 : 49). 4. 3. (b) learning disfunction. Mencari sebab-sebab siswa mendapat kesulitan. 2. untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan atau ketidakberhasilan. . Jika permasalahan siswa tidak segera ditemukan solusinya. siswa akan mengalami kegagalan atau kesulitan belajar yang dapat mengakibatkan rendah prestasinya/tidak lulus. Langkah-langkah bimbingan belajar : 1. usaha-usaha memberikan bantuan pemecahan masalah yang telah diberikan. 5. (c) underachiever. Kesulitan diantaranya : (a) learning disorder. Mengadakan pencegahan supaya kesulitan yang dialami seseorang tidak menular kepada yang lain (Sutijono. Mengenal siswa yang mendapat kesulitan belajar dengan menggunakan norma atau ukuran kriteria tertentu. Mencari usaha untuk membantu memecahkan kesulitankesulitan itu.

Learning Disfunction merupakan gejala dimana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik. . atau gangguan psikologis lainnya. sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama. Learning Disorder atau kekacauan belajar adalah keadaan dimana proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan. maka dia tidak dapat menguasai permainan volley dengan baik. meskipun sebenarnya siswa tersebut tidak menunjukkan adanya subnormalitas mental. namun prestasi belajarnya biasa-biasa saja atau malah sangat rendah. tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah. Slow Learner atau lambat belajar adalah siswa yang lambat dalam proses belajar. mungkin akan mengalami kesulitan dalam belajar menari yang menuntut gerakan lemah-gemulai. sehingga hasil belajar yang dicapainya lebih rendah dari potensi yang dimilikinya. 4. dan (e) learning disabilities. Pada dasarnya. gangguan alat dria. Contoh : siswa yang sudah terbiasa dengan olah raga keras seperti karate. namun karena tidak pernah dilatih bermain bola volley. yang mengalami kekacauan belajar. Under Achiever mengacu kepada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang tergolong di atas normal. Contoh : siswa yang telah dites kecerdasannya dan menunjukkan tingkat kecerdasan tergolong sangat unggul (IQ = 130 – 140). 3. tinju dan sejenisnya. potensi dasarnya tidak dirugikan. 1. 2.(d) slow learner. Di bawah ini akan diuraikan dari masing-masing pengertian tersebut. akan tetapi belajarnya terganggu atau terhambat oleh adanya respons-respons yang bertentangan. Contoh : siswa yang yang memiliki postur tubuh yang tinggi atletis dan sangat cocok menjadi atlet bola volley.

seperti membolos. pemarah. Mungkin ada siswa yang sudah berusaha giat belajar. dan sebagainya. yang ditunjukkan oleh adanya kegagalan siswa dalam mencapai tujuan-tujuan belajar. tidak atau kurang gembira dalam menghadapi situasi tertentu. menentang. datang terlambat. 2003) mengidentifikasi siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar. tapi nilai yang diperolehnya selalu rendah c. dan sebagainya. Misalnya dalam menghadapi nilai rendah. Beberapa perilaku yang merupakan manifestasi gejala kesulitan belajar. sehingga hasil belajar di bawah potensi intelektualnya. tidak teratur dalam kegiatan belajar. e. mengganggu di dalam atau pun di luar kelas. seperti: acuh tak acuh. seperti : pemurung. Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan. Learning Disabilities atau ketidakmampuan belajar mengacu pada gejala dimana siswa tidak mampu belajar atau menghindari belajar. Menunjukkan hasil belajar yang rendah di bawah rata-rata nilai yang dicapai oleh kelompoknya atau di bawah potensi yang dimilikinya. d. tidak mengerjakan pekerjaan rumah. tidak mau mencatat pelajaran. Menunjukkan perilaku yang berkelainan. Lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajarnya dan selalu tertinggal dari kawan-kawannya dari waktu yang disediakan. Menurut Burton bahwa siswa dikatakan gagal dalam belajar apabila : 1. Burton (Abin Syamsuddin. berpura-pura. Menunjukkan sikap-sikap yang tidak wajar.5. b. dusta dan sebagainya. mudah tersinggung. Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar. tidak menunjukkan perasaan sedih atau menyesal. f. Sementara itu. Dalam batas waktu tertentu yang bersangkutan tidak mencapai ukuran tingkat keberhasilan atau tingkat penguasaan materi (mastery level) . antara lain : a.

atau kecerdasan yang dimilikinya. Tidak dapat mengerjakan atau mencapai prestasi semestinya.minimal dalam pelajaran tertentu yang telah ditetapkan oleh guru (criterion reference). Nah di sini tugas orangtua untuk menyenangkan hati si anak. Terdapat empat ukuran dapat menentukan kegagalan atau kemajuan belajar peserta didik : (1) tujuan pendidikan. coba untuk mencari tahu penyebab munculnya rasa kesal itu. seorang ibu harus mengenal karakter dan kebiasaan belajar anak. Untuk dapat menetapkan gejala kesulitan belajar dan menandai siswa yang mengalami kesulitan belajar. sehingga harus menjadi pengulang (repeater). ia merasa kesal. Tidak berhasil tingkat penguasaan materi (mastery level) yang diperlukan sebagai prasyarat bagi kelanjutan tingkat pelajaran berikutnya. (3) tingkat pencapaian hasil belajar dibandinngkan dengan potensi. dilihat berdasarkan ukuran tingkat kemampuan. . Jika belajar dalam suasana hati yang senang. Perhatikan Mood Untuk mengenal mood anak. maka diperlukan kriteria sebagai batas atau patokan. Bila saat belajar. 3. Apakah anak belajar dengan senang hati atau dalam keadaan kesal. 2. Upaya-Upaya Penanggulangan Masalah Belajar 1. dan (4) kepribadian. Siswa ini dapat digolongkan ke dalam slow learner atau belum matang (immature). sehingga dengan kriteria ini dapat ditetapkan batas dimana peserta didik dapat diperkirakan mengalami kesulitan belajar. bakat. Siswa ini dapat digolongkan ke dalam under achiever. (2) kedudukan dalam kelompok. maka apa yang akan dipelajari lebih cepat ditangkap. Apakah karena pelajaran yang sulit atau karena konsentrasi yang pecah.

Mengidentifikasi siswa yang diperkirakan mengalami kesulitan belajar. Jika. Biasanya anak cepat larut dengan cerita ibunya sehingga ia mencoba mencocok-cocokkan dengan apa yang dijalaninya sekarang. Siapkan Ruang Belajar Kesulitan belajar anak bisa juga karena tempat yang tersedia tidak memadai. Tidak bisa dipungkiri perhatian terhadap mata pelajaran. Sejak dini biasakan anak berperilaku sportif dan pandai menyampaikan pendapatnya. Selain itu. ikat rambut. Komunikasi Masa kecil kita. Adapun langkah-langkah mengidentifikasi siswa yang mengalami kesulitan belajar. Karena itu. c) Menganalisis hasil ulangan dengan melihat sifat kesalahan yang dibuat.2. . d) Melakukan observasi pada saat siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar yaitu mengamati tingkah laku siswa dalam mengerjakan tugas-tugas tertentu yang diberikan di dalam kelas. Khusus soal komunikasi ini. Sempatkan juga waktu dan dengarkan anak-anak bercerita tentang bagaimana cara guru mereka mengajar di sekolah. pelajaran yang disukai tergantung bagaimana cara guru itu mengajar. saat mengajari anak ini Anda bisa melakukannya dengan menularkan cara belajar yang baik. a) Menandai siswa dalam satu kelas atau dalam satu kelompok yang diperkirakan mengalami kesulitan belajar baik bersifat umum maupun khusus dalam bidang studi b) Meneliti nilai ulangan yang tercantum dalam “record academic” kemudian dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas atau dengan kriteria tingkat penguasaan minimal kompetensi yang dituntut. dan sepatunya. coba sediakan tempat belajar untuk anak. 4. Selamat mencoba. 3. anak Anda aktif maka banyak sekali cerita yang lahir termasuk bagaimana guru kelas memperhatikan baju. biarkan anak-anak bercerita tentang gurunya. Misalnya bercerita kepada anak tentang bagaimana dahulu ibunya menyelesaikan mata pelajaran yang dianggap sulit. tentu ada kaitan dengan cara guru mengajar di kelas.

Karena walau bagaimanapun juga sebagaian waktu anak lebih banyak dihabiskan di rumah dari pada di sekolah di bawah pengawasan orang tua. Menetapkan kemungkinan cara mengatasinya baik yang bersifat mencegah (preventif) maupun penyembuhan (kuratif). DAFTAR PUSTAKA http://forum. E. D. Mengalokasikan letaknya kesulitan atau permasalahannya. Dengan memahami jenis masalah.com/2012/01/01/masalah-peserta-didik.detik. peserta didik(siswa) dan orang tua di rumah.Dalam hal ini pendidik dalam hal ini guru di sekolah dan orang tua di rumah dituntut untuk benar-benar mengerti akan tipe atau jenis masalah yang dihadapi oleh siswa/anak. KESIMPULAN Kesulitan dalam pembelajaran atau belajar merupakan suatu hal yang sering ditemui oleh para pendidik. dengan cara mendeteksi kesulitan belajar pada bidang studi tertentu. terutama guru. Melokalisasikan jenis faktor dan sifat yang menyebabkan mengalami berbagai kesulitan.com/2012/01/01/efektivitas-danefisiensi-anggaran. http://tyaeducationjournals. diharapkan pendidik mempu memberikan solusi penanggulangan sesuai dengan masalah yang bersangkutan.berusaha mengetahui kebiasaan dan cara belajar siswa di rumah melalui check list e) Mendapatkan kesan atau pendapat dari guru lain terutama wali kelas. seperti catatan keterlambatan penyelesaian tugas. ketidakhadiran. 7. kekurang aktifan dan kecenderungan berpartisipasi dalam belajar.com/2012/01/01/masalah-pembelajaran. 6. Memperkirakan alternatif pertolongan.blogspot. http://www.detiknews.dan guru pembimbing. Sebagai upaya untuk memberikan terapi terhadap permasalahan kesulitan belajar maka dapat ditempuh melalui berbagai media penanganan yang khusus intensif serta terpadu antara pendidik. 5. .

sib-bangkok. Manajemen Pendidikan Indonesia. 2004. Made. Prof.com/2012/01/01/masalah-pendidikan-diindonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta. Dr. http://sayapbarat. Pidarta. .http://www.org/2012/01/01/faktor-yang-mempengaruhiprestasi-peserta-didik.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful