P. 1
PENGARUH PERILAKU MASYARAKAT

PENGARUH PERILAKU MASYARAKAT

|Views: 152|Likes:
Published by Fitri Istiqomah

More info:

Published by: Fitri Istiqomah on Jun 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/26/2015

pdf

text

original

Sections

  • 1.1Latar Belakang Masalah
  • 1.2Pembatasan Masalah
  • 1.3Perumusan Masalah
  • 1.4Tujuan Penulisan
  • 1.5Manfaat Penulisan
  • 2.1.2Erosi dan Sedimentasi Sungai
  • 2.1.3Waduk
  • 2.2Penelitian yang Relevan
  • 3.1Lokasi Penelitian
  • 3.2Objek Penelitian
  • 3.3Data Yang Di kumpulkan
  • 3.4Metode Pengumpulan Data
  • 3.5Metode Analisa Data
  • 3.6Metode Penyajian Data
  • 4.1Sedimentasi Sungai Keduang
  • 4.2Pola Pertanian
  • 4.3Pengaruh Pola Pertanian
  • 4.4Pemahaman Masyarakat Tentang Pola Pertanian Berkelanjutan
  • 4.5Solusi Yang Di Tawarkan
  • 5.1KESIMPULAN
  • 5.2SARAN

PENGARUH PERILAKU MASYARAKAT DI BIDANG PERTANIAN DI BANTARAN SUNGAI KEDUANG TERHADAP PENDANGKALAN WADUK GAJAH MUNGKUR

Diajukan untuk mengikuti Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) Bidang Lingkungan Hidup (KKTM-LH)

Oleh: Moh. Ilham (NIA 02.18.003 MPA)

MAHASISWA MUSLIM PECINTA ALAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2008

1

LEMBAR PENGESAHAN Karya tulis tentang “Pengaruh Perilaku Pertanian Masyarakat Bantaran Sungai Keduang Terhadap Pendangkalan Waduk Gajah Mungkur” oleh: Moh. Ilham (NIM D 200 010 194) Kepala Bidang Penalaran Mahasiswa Telah disetujui dan disahkan oleh: Dosen Pembimbing

Drs. Priyono, M. Si. NIK 331 Mengetahui, Wakil Rektor III

Drs. Daliman, SU

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Dr. H. Absori, M. H

2

PENGARUH PERILAKU MASYARAKAT DI BIDANG PERTANIAN DI BANTARAN SUNGAI KEDUANG TERHADAP PENDANGKALAN WADUK GAJAH MUNGKUR Oleh: Moh. Ilham Abstraksi Permasalahan pendangkalan waduk Gajah Mungkur yang telah berusia 30 tahun akhirakhir ini menjadi permasalahan pelik yang menjadi isu lingkungan, bahkan menjadi isu paling santer yang berada di kawasan propinsi Jawa Tengah. Pendangkalan waduk Gajah Mungkur yang terjadi selama ini telah menyebabkan berkurangnya kapasitas tampungan air yang ada di waduk Gajah Mungkur. Penyebab utama dari pendangkalan waduk ini sebagaian besar oleh proses sedimentasi dan erosi yang bersumber dari daerah aliran sungai (DAS) waduk Gajah Mungkur yang meliputi Sungai Keduang, Sungai Tirtomoyo, Sungai Temon, Sungai Bengawan Solo, Sungai Alang dan Sungai Wuryantoro. Sungai Keduang yang ditengarai menjadi penyumbang sedimentasi terbanyak sekitar 33 % dari total keseluruhan sedimentasi yang terjadi di waduk Gajah Mungkur. Sedimentasi ini bersumber dari berasal dari erosi tanah permukaan lahan, erosi jurang, longsoran (kegagalan lereng), erosi tebing sungai, dan erosi sisi badan jalan. Erosi tanah adalah suatu proses atau peristiwa hilangnya lapisan permukaan tanah atas yang disebabkan oleh pergerakan air ataupun angin. Atas dasar kakas penyebabnya erosi tanah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu erosi air dan erosi angin Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh yang di akibatkan oleh perilaku pertanian masyarakat di bantaran sungai Keduang terhadap pendangkalan waduk Gajah Mungkur, karena di duga perilaku pertanian masyarakat yang keliru berpengaruh mempercepat laju pendangkalan waduk Gajah Mungkur. Dari hasil pembahasan berupa: pola pertanian meliputi (1) pemanfaatan lahan seperti pemanfaatan lahan pertanian di dalam aliran sungai Keduang yang terbuka akibat

3

musim kering, (2) pemilihan jenis tanaman pertanian yang di dominasi oleh tanaman pertanian yang mempunyai akar yang memiliki daya tahan erosi tanah yang rendah, dan (3) perlakuan lahan pertanian yang meliputi penggunaan pupuk kimia, perlakuan lahan pasca panen yang terbengkalai, pemanfaatan daerah sekitar lahan pertanian belum optimal dan perlakuan lahan pada awal masa tanam. Pola pertanian yang mengakibatkan pendangkalan waduk bukan semata-mata kita salahkan kepada pelaku, tetapi permasalahanya adalah pemahaman pola pertanian yang berwawasan lingkungan yang masih kurang yang didukung tingkat kesejahteraan dan potensi kesuburan tanah. Pengaruh dari pola pertanian yang kurang memperhatikan masalah lingkungan antara lain: (1) mempercepat pendangkalan waduk, (2) kesuburan tanah yang berkurang dan (3) pendangkalan sungai Beberapa solusi yang coba di tawarkan dalam tulisan ini yaitu (1) Pertanian Berkelanjutan, (2) Menghargai Keanekaragaman, (3) Pemerataan dan Keadilan Lingkungan, (4) Kemandirian Desa (5) Pendekatan Holistik Kata Kunci: Pendangkalan waduk, Erosi dan sedimentasi, pola pertanian dan solusi yang ditawarkan

4

Karya tulis dengan judul Pengaruh Perilaku Pertanian Masyarakat Bantaran Sungai Keduang Terhadap Pendangkalan Waduk Gajah Mungkur ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi masyarakat. Bapak dan Ibuku tercinta 6. Absori..Si selaku dosen pembimbing 5. Wb Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT tuhan semesta alam. H. S. sehingga karya tulis ini bisa terselesaikan.KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. selaku Pembina MALIMPA UMS 4.. S. Selesainya penulisan karya tulis ini tidak terlepas dari bantuan dan partisipasi berbagai pihak. Semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu yang membantu dan memberikan semangat dalam pembuatan karya tulis ini. Drs. M. selaku kepala bagian penalaran yang telah memberikan kesempatan untuk menyusun penelitian 3.. dan 7. yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-NYA. Oleh karena itu. Drs. Drs.. H.U. pemerintah ataupun pihak-pihak yang berkompeten. pada kesempatan kali ini ucapan terima kasih kami ucapkan kepada: 1. Dr. selaku wakil Rektor III UMS yang telah memberikan kesempatan untuk menyusun penelitian 2. Daliman. 5 . Teman-teman Mahasiswa Muslim Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Surakarta. M.Hum. Priyono. Djalal Fuadi M. Hum.

Wb Sukoharjo.Akhirnya. Agustus 2008 Penulis 6 . Wassalamualaikum Wr. kami hanya mengharapkan semoga Allah SWT memberikan balasan atas bantuan yang di berikan.

5 Perilaku Pertanian Masyarakat ………………………..2 3.5 2.. BAB III METODE PENULISAN 7 .3 2.1 1.. Manfaat Penulisan ……………………………………………..1.2 1.1.1 Latar Belakang Masalah ……………………………………… Pembatasan Masalah ………………………………………….1 3.4 1. Tujuan Penulisan ……………………………………………. Metode Analisa Data …………………………………………... Metode Pengumpulan Data …………………………………….2 3..3 1.DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ………………………………………………… ABTRAK DAFTAR ISI i ii iii v vii ix 1 3 4 4 4 LEMBAR PENGESAHAN ………………………………………………… ………………………………………………………………… ……………………………………………………………. Data Yang Dikumpulkan ……………………………………….. Erosi dan Sedimentasi Sungai ………………………… Waduk ………………………………………………… 6 7 8 9 12 12 12 12 13 BAB II TELAAH PUSTAKA Penelitian Yang Relevan ……………………………………… Lokasi Penelitian ……………………………………………… Objek Penelitian ……………………………………………….. BAB I PENDAHULUAN 1.1 2.3 3.. DAFTAR LAMPIRAN …………………………………………………….2 2. Perumusan Masalah …………………………………………. KATA PENGANTAR …………………………………………………….4 3. Dasar Teori 2.1.

2 4.2 LAMPIRAN Metode Penyajian Data ………………………………………… Sedimentasi Sungai Keduang ………………………………… Pola Pertanian ………………………………………………… Pengaruh Pola Pertanian ……………………………………… Pemahaman Masyarakat Tentang Pola Pertanian Berkelanjutan ………………………………………………… Solusi Yang Ditawarkan …………………………………….1 4.3.1 5.6 4.5 5..3 4. Kesimpulan ………………………………………………… Saran ………………………………………………………… 13 14 15 21 24 26 31 31 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB V PENUTUP DAFTAR PUSTAKA 8 .4 4.

Data Narasumber Foto Lokasi Penelitian Biodata Penulis Biodata Dosen Pembimbing 9 . 3. 4.DAFTAR LAMPIRAN 1. 2.

fungsi Waduk Gajah Mungkur terasa sangat penting. Provinsi Jawa Tengah. sebelum akhirnya mengalir menuju ke Sungai Bengawan Solo. yakni Bojonegoro. Waduk dengan wilayah seluas kurang lebih 8800 ha di 7 kecamatan bisa mengairi sawah seluas 23600 ha di daerah Sukoharjo.id) Waduk Gajah Mungkur yang mempunyai daerah tangkapan air seluas 1. pembangkit listrik tenaga air sebesar 12.BAB I PENDAHULUAN 1. Karanganyar dan Sragen serta satu kabupaten di Jawa Timur. Selain itu Waduk Gajah Mungkur juga berfungsi sebagai pemasok air baku untuk air perusahaan daerah air minum (PDAM) dan air industri. Tampungan air yang terjadi di kawasan waduk Gajah Mungkur memberikan manfaat yang sangat besar untuk masyarakat setempat ataupun masyarakat daerah 10 . Bahkan pada saat bencana banjir melanda kota Solo dan kotakota yang dilewati sungai Bengawan Solo. Klaten. Air tampungan waduk Gajah Mungkur berasal dari sumber-sumber air yang mengalir menjadi system sungai yang sengaja di bendung dan air hujan.(http://digilib.1 Latar Belakang Masalah Waduk Gajah Mungkur terletak 3 KM di selatan Kota kabupaten Wonogiri.ampl. Mulai dibangun di akhir tahun 70-an dan mulai beroperasi pada tahun 1982.pedulisampah.350 kilometer persegi dan mempunyai kapasitas tampungan sebesar 120 juta meter kubik tersebut menjadi tempat bertemunya banyak sungai dengan berbagai ukuran dan kondisi (www.org).4 megawatt dengan produksi listrik sekitar 32.or. Perairan danau buatan ini dibuat dengan membendung sungai terpanjang di pulau Jawa yaitu sungai Bengawan Solo yang telah membuat air-air yang mengalir dari pegunungan seribu yang merupakan hulu Sungai Bengawan Solo terlebih dahulu terkumpul di Waduk Gajah Mungkur. Begitu vitalnya fungsi Waduk Gajah Mungkur bagi masyarakat sekitar dan yang hidup di daerah sekitar DAS Bengawan Solo.600 MWh pertahun.

Sedimentasi waduk Gajah Mungkur bersumber dari daerah aliran sungai (DAS) waduk Gajah Mungkur yang meliputi Sungai Keduang. hutan. erosi jurang. 11 . Sungai Bengawan Solo. mineral. Daerah aliran sungai (DAS) Waduk Gajah Mungkur merupakan suatu ekosistem DAS yang besar dan strategis bagi keberlanjutan ekosistem lingkungan dan pembangunan masyarakat. Tingginya sedimentasi yang berasal dari Sungai Keduang bahkan sampai membentuk permukaan tanah yang memanjang dan membelah Waduk Gajahmungkur dengan panjang lebih dari satu kilometer.218. Diantara hasil sedimen tahunan ke waduk ini paling besar berasal dari Kali Keduang yang menyumbang sebesar 33% dari total sedimentasi yang terjadi di Waduk Gajah Mungkur. energi yang memiliki fungsi sosial dan ekonomis bagi masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut.18 juta meter kubik (periode 1993-2004).134. jumlah itu kira-kira setara dengan 265. lahan. Sedimentasi kali Keduang berasal dari erosi tanah permukaan lahan. Erosi tanah permukaan yang menajdi sumber terbesar sedimentasi di sungai Keduang di pengaruhi oleh penebangan pohon di daerah tangkapan air (chatment area) baik hutan rakyat.aliran sungai (DAS) yang berada di sekitarnya.300 m3 per tahun dari total sedimentasi 1. Keberadaan Waduk Gajah Mungkur yang pada perencanaanya dapat berumur 100 tahun kini kondisinya dipertanyakan. hal ini dikarenakan sedimentasi yang terjadi di Waduk Gajah Mungkur sangat besar. Waduk ini berfungsi sebagai pengendali banjir yang mengatur air dengan debit 4. dan sisi badan jalan. Fungsi lingkungan di daerah aliran sungai Waduk Gajah Mungkur telah mampu memberikan dukungan sumber daya air. rata-rata sedimen tahunan ke dalam waduk 3. perhutani.000 meter kubik per detik menjadi 400 meter per detik. Sungai Tirtomoyo. Waduk Gajah Mungkur ditujukan memainkan beberapa peran lingkungan dan sosial.000 truk dengan kapasitas bak 12 meter kubik. Sungai Alang dan Sungai Wuryantoro. Sungai Temon.580 m3 per tahun. Sedimentasi sungai Keduang sebagian besar berasal dari erosi tanah permukaan lahan sekitar 1. tebing sungai. Sejak dibangun pada 1981.

Kapasitas waduk Gajah Mungkur yang semakin berkurang yang disebabkan oleh sedimentasi akan berakibat juga pada DAS yang dilaluinya baik di daerah hulu maupun Hilir. 1.org). Akibat yang lain adalah nilai sedimentasi yang masuk ke waduk Gajah Mungkur semakin parah.pedulisampah.sabuk hijau (Green belt). Di daerah hulu seperti yang terjadi di desa Gemawang di bantaran sungai Keduang telah merubah lahan pertanian penduduk menjadi lahan kritis yang berisi batuan hasil erosi yang terjadi pada saat banjir. serta perilaku masyarakat di bidang pertanian yang tidak berdasarkan azas keberlanjutan. 1. Akibat kapasitas waduk yang berkurang kira-kira 10 juta meter perkubik hingga saat ini salah satu contohnya terlihat pada saat banjir yang terjadi akhir tahun 2007 di daerah hulu dan hilir DAS Waduk Gajah Mungkur. Sedangkan di daerah hilir seperti yang terjadi di kota Solo dan sekitarnya telah mengakibatkan kerugian yang sangat besar serta trauma yang dialami penduduk korban banjir sungai Bengawan Solo. masalah yang akan diungkapkan 12 . lahan pertanian serta ladang (www.3 Perumusan Masalah Berawal dari pembatasan masalah diatas. Disamping itu sedimentasi yang terjadi di waduk Gajah Mungkur diperparah oleh hasil sedimentasi yang terjadi bermuara di intake atau saluran air menuju turbin yang akan menghambat kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Hal ini diperparah lagi dengan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang merupakan lahan pertanian pasang surut yang dikuasai oleh masyarakat untuk tanam padi dan palawijo pada musim kemarau.2 Pembatasan Masalah Pembatasan masalah pada penulisan ini mengarah pada pendiskripsian perilaku masyarakat dalam mengolah tanah pertanian yang mengakibatkan erosi lahan yang mempengaruhi pendangkalan waduk dan solusi yang dilakukan untuk mengantispasinya.

2. Solusi apa yang mungkin bisa dilakukan untuk mengantisipasi perilaku masyarakat pertanian di bantaran DAS Keduang? 3.dalam karya tulis ini adalah: 1. Apakah masyarakat memahami tentang perilaku pertanian yang dapat mengakibatkan atau mempercepat proses sedimentasi Sungai Keduang? 1. Apakah benar perilaku masyarakat pertanian di bantaran DAS Keduang berpotensi besar mengakibatkan sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan di Waduk Gajah Mungkur? 2.4 Tujuan Penulisan Tujuan karya tulis ini antara lain: 1. 1. pemilihan jenis tanaman pertanian dan perlakuan lahan pertanian) dan pemahaman masyarakat tentang pola pertanian yang berkelanjutan. 3. baik lembaga pemerintah atau nonpemerintah. Mendiskripsikan sedimentasi lahan pertanian di bantaran DAS Keduang yang mengakibatkan pendangkalan di Waduk Gajah Mungkur terutama yang berasal dari erosi tanah permukaan.5 Manfaat Penulisan Karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi penulis maupun pembaca. setelah pembuatan karya tulis ini diharapkan akan muncul penelitian-penelitian baru ataupun karya tulis-karya tulis baru sehingga dapat menimbulkan inovasi dalam penelitian ataupun 13 . Mendiskripsikan perilaku masyarakat pertanian di bantaran DAS Keduang yang meliputi pola pertanian (pemanfaatan lahan. adapun manfaat dari pembuatan karya tulis ini antara lain: 1. Sebagai alat motivasi. Mendeskripsikan berbagai solusi yang coba ditawarkan kepada pihakpihak yang berkepentingan.

2.penulisan. Dapat memberikan pemahaman kepada semua pihak tentang permasalahan yang diangkat dalam karya tulis ini dan berusaha bersama untuk mengatasinya. 14 .

BAB II TELAAH PUSTAKA 2.1 Dasar Teori 2. hal ini 15 .1. mekanisme penggarapan lahan dan perlakuan terhadap lahan. kebijakan pimpinan semisal DPU (Dinas pengairan Umum). lokasi lahan pertanian serta kecenderungan pasar. lokasi tanah serta pemahaman tentang akibat yang akan ditimbulkan dari perilaku yang dilakukan dalam bidang pertanian. Pemahaman akan perilaku yang tepat akan sangat bermanfaat untuk meminimalkan akibat yang ditimbulkan dari perilaku pertanian ini bagi lingkungan dan masyarakat sendiri. Oleh karena itu pemahaman pertanian masyarakat yang baik perlu adanya sebuah pensosialisasian agar tercipta keadilan masyarakat.1 Perilaku pertanian Masyarakat Perilaku masyarakat pertanian merupakan sebuah kesatuan tingkah laku dan pemikiran suatu komunitas masyarakat terhadap pola pertanian yang dilakukan guna mengoptimalkan hasil pertanian serta potensi yang ada dalam kegiatan pertanian. Permasalahan perilaku pertanian masyarakat di hadapkan pada tingkat kebutuhan dan populasi yang berlebihan. ketersediaan air. jenis tanaman. Perilaku masyarakat pertanian yang tercipta dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: kesuburan tanah. kemampuan pemilik tanah. pemanfaatan lahan yang tersedia. perlakuan lahan. sehingga pada akhirnya pemahaman tentang perilaku pertanian masyarakat berbenturan dengan kepentingan kesejahteraan social dan ekonomi masyarakat itu sendiri. Dalam perilaku pertanian masyarakat di butuhkan sebuah pemahaman tentang jenis tanah. Dalam beberapa perilaku masyarakat pertanian yang meliputi pola tanam. budaya masyarakat setempat.

dilakukan melalui pendekatan-pendekatan yang intensif terhadap masyarakat oleh pemerintah setempah maupun lembaga-lembaga lain yang ingin terlibat. terutama yang memiliki kemiringan ≥ 15 %.1. Atas dasar kakas penyebabnya erosi tanah dapat dibedakan menjadi dua. Erosi alam justru harus berlangsung karena bersifat menguntungkan dari segi pengembangan kesuburan tanah. tetesan air hujan dapat menimbulkan pembentukan lapisan tanah keras 16 .2 Erosi dan Sedimentasi Sungai Erosi tanah adalah suatu proses atau peristiwa hilangnya lapisan permukaan tanah atas yang disebabkan oleh pergerakan air ataupun angin. Akan tetapi guguran tebing karena kikisan aliran sungai atau karena pukulan ombak laut merupakan erosi. Secara teknik longsoran lahan (landslide). Bahaya erosi banyak terjadi di daerah-daerah lahan kering. 2. Tanah kering yang mudah tererosi terutama adalah tanah Podsolik Merah Kuning yang kebetulan menempati areal terluas di Indonesia. yang memindahkan tanah sebagai suatu tubuh guguran tebing yang ditimbulkan oleh kakas gravitasi sebagai kakas penyebab tidak merupakan pengertian erosi. Tetesan air hujan merupakan faktor utama terjadinya erosi tanah. yaitu erosi air dan erosi angina. Tanah lambat laun akan habis dan tinggal bahan induknya saja. Mengingat laju kejadianya ada erosi alam atau erosi geologi dan erosi yang dipercepat. atau bahkan dapat tinggal batuan dasar saja. kalau tidak demikian tidak ada sebuah peremajaan tanah karena tanah akan terkuras cepat kesuburanya sehingga akhirnya menjadi senil. Pada erosi alam laju pengikisan tanah dalam lapisan tanah atasan kurang lebih setaraf dengan laju pembentukan tanah baru dari bahan induknya. Erosi tanah atau erosi yang dipercepat berbahaya karena laju pengikisan tanah jauh lebih cepat daripada laju pembentukan tanah. kemudian disusul oleh tanah Latosol.

sedangkan air permukaan mengikis dan mengangkut butiran-butiran tanah. Sedangkan bentuk wilayah atau topografi berperan dalam menentukan kecepatan aliran air permukaan yang membawa butiran tanah. Faktor iklim yang paling mempengaruhi erosi adalah hujan. Dengan tertutupnya pori-pori tanah maka air infiltrasi sangat berkurang. Sangat sulit untuk mencegah atau menghilangkan erosi sama sekali. akibatnya air yang masuk dalam tanah (infiltrasi) berkurang. sehingga air itu bisa dimanfaatkan pada musim kemarau atau musim kering. topografi (bentuk wilayah). atau berupa penyaluran kadangkala air sekeliling waduk dan air hujan langsung. Faktor kegiatan manusia memegang peranan yang sangat penting terutama dalam usaha-usaha pencegahan erosi. yaitu iklim. jadi. Proses pengangkutan butiran tanah ini akan mengalami pengendapan ataupun sedimentasi untuk sementara atau tetap pada saat mencapai sungai atau waduk.3 Waduk Waduk merupakan tempat pada muka lahan untuk menampung dan menabung air turah pada musim basah. tanah. 2. Peranan vegetasi penutup tanah adalah melindungi tanah dari pukulan langsung tetesan air hujan dan memperbaiki struktur tanah melalui penyebaran akar-akarnya. sehingga yang bisa dilakukan adalah mengendalikan ataupun membatasi tanah yang hilang agar tidak menyebabkan penurunan produktivitas tanah.1. sedangkan air yang mengalir di permukaan (run off) bertambah banyak.(crust formation) pada lapisan permukan. Run off inilah yang menjadi faktor utama terjadinya erosi. ada 3 sumber yang perlu diperhatikan dalam 17 . vegetasi penutup dan kegiatan manusia. Secara keseluruhan ada lima faktor yang menyebabkan dan mempengaruhi besarnya laju erosi. Air yang disimpan di waduk bisa berasal dari air permukaan yang dapat berupa sungai atau aliran tetap yang lain.

Ketersediaan aktual air ialah ketersediaan potensial air dikurangi jumlah yang hilang karena pengurapan dari penguapan air permukaan waduk dan yang meresap kedalam tanah melalui dinding dan dasar waduk. Desa Gemawang merupakan sebuah desa di bantaran Sungai Keduang yang mempunyai hubungan erat 18 . Sehingga jumlah air yang benar-benar dapat ditampung di waduk dari jumlah yang tersediakan actual tergantung kapasitas teknik waduk. sedangkan pendangkalan dasar waduk disebabkan karena pengendapan dasar waduk yang berasal dari bahan suspensi yang masuk bersama dengan aliran air pengisi waduk. Kecamatan Ngadirojo. kecamatan Ngadirojo yang merupakan daerah aliran sungai Keduang. Penyusutan kapasitas waduk dapat disebabkan karena penyempitan luas permukaan waduk dan/atau pendangkalan dasar waduk. 2. Diwilayah Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo Kabupaten Wonogiri. Permukaan waduk dapat terjadi karena pengendapan topi atau guguran dinding waduk. (2) curahan atau endapan atmosfir langsung diatas waduk yang berupa hujan dan (3) penyaluran air permukaan setempat sekeliling waduk. Laporan ini tentang pelaksanaan pembentukan desa binaan berwawasan lingkungan yang di adakan di desa Gemawang. Ketersediaan actual air ditentukan oleh laju pendangkalan dan penyempitan waduk oleh pengendapan dan guguran tebing.2 Penelitian yang Relevan Yayasan Masyarakat Indonesia Hijau (YMIH) (2008) menulis Laporan Final Kegiatan Pembentukan Desa Binaan Berwawasan Lingkungan Di Desa Gemawang.pengisian waduk yaitu (1) air tanah yang keluar sebagai mata air dan kemudian mengalir menjadi system sungai yang dibendung. Ketiga sumber ini saling terkait sebagai sebagai suatu daur hidrologi dan sangat menentukan ketersediaan potensial air yang tersimpan dalam waduk.

Sedangkan analisis tingkatan kekritisan lahan dan tingkatan bahaya erosi dilakukan pada keempat Sub DAS yaitu Sub DAS Wain. Sub DAS Sepaku dan Sub DAS Riko yang terdapat di DAS Teluk Balikpapan. Parameter–parameter yang diukur untuk keperluan analisis sedimentasi ini. debit limpasan air sungai/discharge Q (m3/detik) dan debit sedimen melayang/discharge of suspended sediment Qs (gr/detik). indeks erosivitas tertimbang. Guna mengantisipasi permasalahan erosi dan sedimentasi tersebut.dengan pengelolaan serta pemanfaatan DAS Bengawan Solo bagian hulu. Kelompok Kerja Erosi dan Sedimentasi (2001) menulis Kajian Erosi dan Sedimentasi Pada DAS Teluk Balikpapan Kalimantan Timur. Dalam tulisan ini berisi tentang erosi dan sedimentasi daerah aliran sungai (DAS) Teluk Balikpapan yang berasal dari erosi tanah yang berasal dari bagian kawasan sebelah hulu DAS Teluk Balikpapan. Ngadirojo dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2007. Sub DAS Semoi. yaitu konsentrasi sedimen melayang/concentration of suspended sediment Cs (mg/l). Parameter-parameter yang dianalisis yaitu pembagian satuan-satuan lahan (land units). Kajian sedimentasi dilakukan dengan cara menganalisis sampel-sampel sediment melayang (suspended sediment) yang diambil dari outlets keempat sungai utama yang bermuara ke Teluk Balikpapan. Dari hasil kajian sedimentasi didapatkan bahwa kategori konsentrasi sedimen 19 . Kegiatan pembentukan desa binaan berwawasan lingkungan di desa Gemawang Kec. Di dalam laporan ini ditemukan beberapa perilaku masyarakat yang masih perlu pembinaan serta pemahaman tentang pengelolaan desa berwawasan lingkungan. prediksi laju erosi tanah dengan persamaan Universal Soil Loss Equation (USLE) dan indeks bahaya erosi. maka sebagai langkah awal Working Group “Erosi dan Sedimentasi” memfokuskan kajian mengenai “Pemantauan Sedimentasi dan Penentuan Tingkatan Kekritisan Lahan serta Tingkatan Bahaya Erosi pada DAS Teluk Balikpapan”.

763 ton/hari. pada outlets Sungai Semoi dan Sungai Riko keduanya termasuk kategori jelek. Sungai Sepaku sekitar 376. Suprapto Sukodarmodjo dan Moh.785 ton/hari. Makalah Tejoyuwono Notohadiprawiro.906 ton/hari dan Sungai Wain sekitar 6. Dalam makalah tersebut berisi tentang hakekat waduk sebagai anasir tekhnologi yang disisipkan ke dalam lingkungan asli beserta akibat-akibat jangka pendek dan panjangnya.250. Selain itu membahas juga reaksi lingkungan terhadap suatu sisipan dan usaha-usaha apa yang dapat di jalankan untuk menghidupkan keseimbangan baru yang mantap dan lebih bernilai. Sungai Riko sekitar 391. 20 . Adapun hasil prediksi kontribusi sedimen dari keempat sungaisungai tersebut yang bermuara ke Teluk Balikpapan.melayang pada keempat patusan (outlets) sungai-sungai utama yang bermuara ke Teluk Balikpapan bervariasi.123 ton/hari. Drajad (1981) menulis Beberapa Fakta dan Angka Tentang Lingkungan Fisik Waduk Wonogiri dan Kepentinganya Sebagai Dasar Pengelolaan. outlet Sungai Sepaku termasuk kategori sedang dan outlet Sungai Wain termasuk kategori baik. Secara keseluruhan hasil sedimen yang terangkut oleh keempat sungaisungai tersebut relatif besar dan dapat mengancam percepatan pendangkalan pada Teluk Balikpapan. yaitu Sungai Semoi sekitar2.

21 . Kecamatan Jatiroto. (8) Desa Sembukan.4 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data di lakukan dengan telaah pustaka yang diperoleh dari buku-buku dan dokumen-dokumen dan obeservasi langsung petani yang berada lokasi penelitian. Kecamatan Sidoharjo. Kecamatan Slogohimo. dan (9) Desa Gemawang. Kecamatan Slogohimo. Kecamatan Jatisrono. Hasil wawancara yang dilakukan di lokasi penelitian. (5) Desa Watusomo. Kecamatan Ngadirojo 3.3 Data Yang Di kumpulkan Data yang dikumpulkan berupa 1. Kecamatan Slogohimo. 3. Kecamatan Slogohimo. (3) Desa Sokoboyo.2 Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah perilaku masyarakat di bidang pertanian di radius 200 meter bantaran sungai Keduang terhadap pendangkalan waduk Gajah Mungkur. Kepustakaan.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian di laksanakan di sepanjang bantaran Sub DAS Keduang di Kab. 2. Wonogiri yang meliputi 9 desa yaitu (1) Desa Setren. (7) Desa Pingkuk. 3. (6) Desa Sumbereja. Kecamatan Slogohimo.BAB III METODE PENULISAN 3. (4) Desa Pandan. (2) Desa Karang. atau dokumen yang menunjang penelitian ini. Foto-foto dan 3.

3. Metode penyajian data informal yaitu perumusan hasil analisa dengan kata-kata biasa.6 Metode Penyajian Data Metode penyajian data dengan metode penyajian informal. 22 .5 Metode Analisa Data Analisa yang dilakukan dalam penelitian ini adalah telaah pustaka ditambah dengan analisa hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di lokasi penelitian 3.

Ujung dasar sedimen dari Kali Keduang menginvasi ke pusat waduk dan mendekati intake sekitar dua meter Dari analisis Tim Studi JICA. Di waduk ini terdapat 71 lokasi jurang dan 25 longsoran di daerah tangkapan air Wonogiri.000 meter kubik per tahun. sedimentasi lebih kuat dan kedalaman maksimum sekitar empat meter.300 meter kubik per tahun. Sedimentasi dari jurang yang masuk ke Waduk Gajah Mungkur diperkirakan 52. Hasil sedimen dari tebing sungai dengan anggapan laju erosi 3. Di kawasan Kali Keduang. jurang secara intensif terbentuk di lereng-lereng kawasan daerah aliran sungai Keduang.218. Sumber erosi yang paling dominan berasal dari permukaan lahan yang volumenya mencapai 93 persen dari keseluruhan sumber erosi. yang dominasi oleh lahan pertanian penduduk yang sangat subur dan bukit-bukit yang gundul.000 meter kubik per tahun. sedimentasi di Waduk Gajah Mungkur periode 2004-2005 ditemukan bahwa kecepatan arus di kawasan sungai selama banjir sangat cepat.134. Kebanyakan sedimentasi terjadi di kawasan muara sungai dan sedimentasi berkembang secara perlahan 23 .580 meter kubik per tahun. Hampir tidak terjadi pertukaran sedimen antara kawasan Keduang dan hulu.20 meter kubik per meter mencapai 7.44 meter kubik per meter mencapai 88. sedangkan yang di pusat waduk sangat lambat. dan erosi sisi badan jalan. sementara longsoran sekitar 10.940 meter kubik per tahun. longsoran (kegagalan lereng). erosi tebing sungai. Di sungai ini erosi jurang tanah permukaan mencapai 1. Sedimentasi pada sisi tebing jalan dengan asumsi laju erosi 0. Jika berdasarkan sumber dan sungai. erosi jurang. hasil sedimen tahunan ke waduk ini paling besar berasal dari Kali Keduang yang menyumbang sedimentasi sebesar 1.1 Sedimentasi Sungai Keduang Sumber erosi dan sedimentasi di Waduk Gajah Mungkur berasal dari erosi tanah permukaan lahan.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.300 meter kubik.

Apabila kita hitung kapasitas waduk Gajah Mungkur yang sejak dioperasikan pada tahun 1982 dapat menampung 120 juta meter kubik maka bisa kita perkirakan umur waduk Gajah Mungkur tidak sampai 20 tahun lagi. Beberapa pola pertanian yang mengakibatkan pendangkalan waduk Gajah Mungkur antara lain: 1.18 juta meter kubik pertahun ke waduk Gajah Mungkur. Berdasarkan pada obsevasi di lapangan yang dilakukan jenis tanah yang mendominasi lahan pertanian penduduk adalah tanah lempung dan ladon yang sangat potensial untuk pertanian. Dari proses sedimentasi yang terjadi di sungai Keduang ini telah menyumbang endapan rata-rata sebesar 1. Sedimen yang dialirkan melewati intake sekitar 141.000 m³ dan hampir semuanya material lempung.580 m3 per tahun atau 33% dari total sedimentasi rata-rata yang terjadi 3. dengan tingkat sedimentasi yang tetap dan tidak ada pengerukan didalam waduk. Ketika permukaan air waduk lebih rendah pada awal musim hujan. Jenis tanah ini pula yang sebagian besar mengalir bersama air ke waduk Gajah Mungkur yang mengakibatkan pendangkalan waduk tersebut. Dari verifikasi sedimentasi di waduk selama periode 19932004. temuannya antara lain di Bengawan Solo dari kawasan sungai sedimentasi bergerak perlahan menuju pusat waduk.2 Pola Pertanian Bantaran sungai Keduang merupakan kawasan pertanian yang subur.menuju pusat waduk.218. 4. terjadi arus balik ke arah pusat waduk akibat banjir di Kali Keduang. Tanah yang terdapat di bantaran kali Keduang sebagian besar berasal dari erosi alam yang membuat peremajaan atau pembaruan tanah yang menguntungkan dari segi pengembangan kesuburan tanah. karena struktur kedua jenis tanah ini mudah sekali terlarut dalam air. karena kondisi tanah dan ketersediaan air yang melimpah dari aliran sungai Keduang. Pemanfaatan lahan Pemanfaatan lahan akan sangat bergantung pada susunan tanah dan 24 .

Hal ini jelas menjadi sebuah permasalahan yang pelik. Pemanfaatan lahan pertanian sungai Keduang yang tidak mengindahkan batas. Bila tanah-tanah ini terbuka akibat pembukaan lahan maka dapat terjadi erosi dan menghasilkan sejumlah besar sedimen berbutiran halus. Pemanfaatan lahan pertanian di daerah bantaran sungai Keduang yang didominasi oleh lahan pertanian penduduk berpotensi besar mengakibatkan pendangkalan waduk gajah Mungkur. pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan lahan. apalagi berbenturan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat setempat. Satu hal lagi factor utama adalah erosi yang disebabkan oleh lahan gundul akibat pembabatan dan penggundulan hutan serta lereng-lereng yang curam yang mempercepat laju sedimentasi di sungai Keduang yang pada musim kemarau atau kapasitas air di sungai Keduang berkurang hasil sedimentasi ini terbuka dan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk lahan pertanian. Bahkan pemanfaatan lahan di bantaran sungai Keduang sebagian besar masih dalam kawasan aliran sungai Keduang. hal ini dapat kita lihat sepanjang aliran sungai Keduang.letak tanah pertanian. apalagi pada saat musim kemarau yang mengakibatkan lahan terbuka di daerah aliran sungai. Pemanfaatan lahan pertanian di dalam aliran sungai Keduang dipengaruhi oleh populasi penduduk yang pesat. jelas akan menimbulkan akibat bagi pendangkalan waduk Gajah Mungkur. Disamping itu ada hal lain yang membuat semakin banyak pemanfaatan lahan 25 . tingkat kesuburan tanah dan kedekatan dengan sumber air serta tingkat kebutuhan masyarakat setempat yang tidak bisa di tawar lagi. yang di tandai dengan adanya tugu pal pembatas pemanfaatan sungai Keduang yang di buat oleh pengelola DAS Keduang. Hal ini dikarenakan letak tanah pertanian penduduk yang sangat berdekatan dengan aliran air sungai Keduang. Lapisan di bawahnya berpotensi tinggi terjadi longsor bila jenuh terisi air hujan. karena pemanfaatan lahan di dalam kawasan aliran sungai Keduang yang merubah fungsi lahan menjadi areal pertanian akan mempercepat proses erosi dan sedimentasi.

Mendominasinya beberapa jenis tanaman tadi di pengaruhi karena kesuburan tanah dan pemahaman masyarakat yang kurang akibat dari jenis tanaman yang mereka kelola. tidak seperti tanaman-tanaman pertanian selayaknya seperti padi. Ubi Kayu dan Jagung. Di lahan-lahan pertanian yang kita jumpai sepanjang bantaran sungai Keduang jarang sekali di jumpai tanaman-tanaman berakar kuat yang dapat menahan laju erosi. 26 . bahkan di beberapa wiliyah sepanjang sungai Keduang pemanfaatan satu jenis tanaman tiap tahunya masih banyak dilakukan. Kacang-kacangan. bahkan beberapa tanaman yang di garap dapat merusak struktur tanah misal tanaman kacang-kacangan yang pengelolaanya dapat merusak tanah karena buahnya tertanam di tanah sehingga proses pencabutanya merusak tanah. Selain kacang-kacangan jenis tanaman lain yang dapat mempercepat proses sedimentasi dan erosi adalah padi yang proses penggarapanya pertama-tama harus digemburkan terlebih dahulu baik dengan cara di bajak ataupun di Taju. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan penulis jenis tanaman yang di manfaatkan antara lain: Padi.yang keliru yaitu sering terhambatnya pasokan air yang berasal dari sumber air selain aliran sungai Keduang karena penggundulan hutan sehingga tampungan air dalam tanah semakin berkurang. Pemilihan jenis tanaman pertanian Pertanian di kawasan bantaran sungai di dominasi oleh tanaman yang mempunyai daya tahan terhadap proses erosi dan sedimentasi sangat kecil. 2. proses penggemburan inilah yang dapat mempercepat proses sedimentasi dan erosi tanah permukaan karena tidak adanya tanaman penghambat laju sedimentasi. Ketela Rambat. Beberapa jenis tanaman yang diungkapkan tadi mendominasi jenis tanaman pertanian tiap tahunya di bantaran sungai Keduang. hal ini dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain tingkat pemahaman masyarakat tentang lingkungan serta tingkat keberhasilan tanaman-tanaman keras yang masih memerlukan waktu yang cukup lama.

Disamping itu kesuburan tanah juga semakin menurun bahkan timbunan pupuk kimia yang tidak dimanfaatkan oleh tanaman bisa berubah menjadi racun bagi tanaman. dengan pupuk kimia kita bisa swasembada pangan. Perilaku yang tepat terhadap lahan pertanian akan berdampak pada peningkatan produksi pertanian dan juga terjaganya kualitas tanah pertanian tersebut.kacang dan lain-lain. bahasa jawa). Karena tanah menjadi padat mengakibatkan air yang masuk dalam tanah (infiltrasi) berkurang. 3. pemeliharaan tanaman dan masa jeda atau suksesi panen. Run off inilah yang menjadi 27 . Tapi penggunaan pupuk kimia yang berlebihan serta tidak memperhatikan factor lingkungan dapat menyebabkan kerusakan fisik dan stuktur tanah dimana tanah menjadi padat (bantat. Dalam hal perlakuan lahan pertanian juga termasuk jenis tanaman yang di tanam yang telah diuraikan diatas. Beberapa perilaku pertanian masyarakat bantaran sungai Keduang yang menyebabkan pendangkalan waduk Gajah Mungkur antara lain: 1. sedangkan air yang mengalir di permukaan (run off) bertambah banyak. Perlakuan lahan pertanian meliputi perlakuan lahan pertanian pada awal penanaman. Penggunaan pupuk anorganik Penggunaan pupuk kimia atau pupuk anorganik memang di satu sisi memberi akibat yang positif bagi hasil pertanian. Pada periode 1990-an. Karena salah satu efek penggunaan pupuk kimia yang menyebabkan kerusakan fisik dan struktur tanah dimana tanah menjadi padat. Perlakuan lahan pertanian Perlakuan lahan pertanian merupakan suatu perilaku petani dalam upaya memperlakukan lahan pertanian setiap waktunya untuk meningkatkan produksi hasil pertanian. dengan beberapa keunggulan antara lain efek pemupukan yang relative singkat dapat terlihat yaitu menyuburkan tanah dan penggunaan yang lebih mudah.

faktor utama terjadinya erosi. Dampak non-point source pollution ini dapat dikategorikan dalam dua bagian yaitu (i) dampak yang terjadi pada badan air (in stream impact) dan (ii) dampak di luar badan air (off stream impact) 2. Sebetulnya masa pasca panen bertujuan untuk mengembalikan unsure-unsur hara yang terkandung 28 . Masa pasca panen yang dibiarkan tanpa ada sebuah usaha kecil semisal menggunakan mulsa pada tanah untuk menahan tetesan air hujan yang menghujam langsung ketanah. Dengan tertutupnya pori-pori tanah maka air infiltrasi sangat berkurang. Selain itu bahan pupuk dan pestisida ini tidak diam di dalam tanah atau seluruhnya diangkut tanaman melainkan ada yang larut di dalam aliran permukaan. Masa pasca panen ini biasanya digunakan oleh para pengelola pertanian untuk mengolah serta menjual hasil pertanian mereka. Proses pengangkutan butiran tanah ini akan mengalami pengendapan ataupun sedimentasi untuk sementara atau tetap pada saat mencapai sungai atau waduk. sedangkan air permukaan mengikis dan mengangkut butiran – butiran tanah. penurunan hasil panen yang terus berkurang dan efek samping bagi konsumen karena residu bahan kimia yang ada dalam produk pertanian. dosis pemupukan setiap waktu harus semakin besar sehingga menimbulkan ketergantungan yang secara otomatis menambah operasional penggarapan lahan pertanian. Disamping itu kelemahan yang ditimbulkan dari penggunaan pupuk kimia adalah harga yang sangat mahal. Perlakuan lahan pertanian suksesi panen yang terbengkalai Perlakuan lahan pasca panen atau suksesi panen biasanya di biarkan begitu saja tanpa ada sebuah perhatian dari pengelolanya. Bahan ini menjadi sumber polusi setelah memasuki badan air dan dikenal dengan non-point source pollution (NPSP).

dalam tanah. tidak melulu harus membangun talud penghambat erosi. tapi proses pasca panen bisa kita lakukan dengan caracara vegetatif misalnya penggunaan mulsa. hal ini bisa kita lihat dari lahan pertanian yang langsung berbatasan dengan sungai karena tingkat kebutuhan lahan pertanian. padahal metode pembajakan baik menggunakan hewan ternak atau traktor membuat struktur tanah mengalami perubahan. 3. struktur tanah bertambah lembut dan gembur yang mempermudah butiran-butiran tanah mengalir bersama air yang mengakibatkan erosi sungai dan berakibat pada pendangkalan waduk. semisal padi pengolahan awal dengan menggunakan pembajakan atau taju (membuat lubang di lahan pertanian untuk di tanami bibit). salah satunya dengan penanaman tanaman buah yang dapat menghasilkan 29 . Perlakuan lahan pada awal masa tanam Perlakuan lahan pertanian pada awal masa tanam biasanya di lakukan sesuai dengan jenis tanaman yang akan di tanam. Tidak adanya penahan erosi tanah di sekitar lahan pertanian membuat erosi yang terjadi semakin besar di tambah lagi erosi yang berasal dari lereng-lereng bukit yang sudah gundul. Pemanfaatan daerah sekitar lahan pertanian untuk menahan erosi sebetulnya masih dapat bisa dilakukan sendiri oleh masyarakat. 4. Cara-cara yang lebih konservatif bisa memberi alternative pemanfaatan lahan sekitar pertanian. Terkadang pengolahan awal lahan pertanian apabila tidak di sesuaikan dengan lokasi tempat pertanian justru akan mempercepat proses erosi. Pemanfaatan daerah sekitar lahan pertanian belum optimal Pemanfaatan lahan di sekitar lahan belum dilakukan secara optimal. Di beberapa lokasi di bantaran sungai Keduang perlakuan awal lahan pertanian masih dilakukan dengan metode pembajakan.

3 Pengaruh Pola Pertanian Pada dasarnya pola pertanian di pengaruhi oleh 2 faktor utama yaitu (1) tingkat kesuburan tanah dan (2) pemahaman pemanfaatan lahan pertanian berkelanjutan.18 juta meter kubik. disamping kegiatan lain seperti 30 . Mempercepat pendangkalan waduk Studi penanganan sedimentasi yang dilakukan Badan Kerjasama Internasional Jepang (Japan International Cooperation Agency / JICA) menghasilkan rata rata hasil sedimen tahunan ke dalam waduk (periode 1993-2004) sebesar 3.218. percuma saja tanah subur berlimpah tapi kita belum bisa mengoptimalkanya secara berkelanjutan. beberapa pemanfaatan tanah permukaan lahan di bantaran sungai Keduang di dominasi oleh kegiatan pertanian yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Pemanfaatan daerah sekitar lahan pertanian masih belum banyak dilakukan. 93% sedimentasi yang terjadi di sungai Keduang berasal dari erosi tanah permukaan lahan. Sebanyak 33% atau 1. Tingkat kesuburan tanah membuat masyarakat yang hidup disekitarnya berusaha untuk mengoptimalkan potensi yang ada dengan segala cara untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan. 4. Tapi disamping itu pemahaman pemanfaatan lahan perrtanian yang baik akan menjadi kunci utama dalam hal pemanfaatan. pola pertanian masyarakat yang kurang memahami limgkungan di bantaran Sungai Keduang mempunyai pengaruh antara lain sebagai berikut: 1. hal ini mungkin dikarenakan minimnya informasi serta kurang adanya stimulant dari pemerintah setempat.580 meter kubik pertahun berasal dari sungai Keduang. Dari beberapa uraian diatas. Sedangkan laju sedimentasi yang terjadi di waduk Gajah Mungkur saat ini mencapai 8 milimeter pertahun.atau dengan pertanian tumpang sari.

Hal ini berdampak pada kehilangan produksi. Tanah yang mengalami erosi terus menerus tanpa adanya usaha untuk menanggulangi akan menjadi tidak subur karena bagian tersubur dari tanah berupa lapisan Top Soil larut bersama air sehingga 31 . 1989). Selain itu juga terjadi penurunan ketinggian tanah pertanian karena erosi yang terjadi secara terus-menerus. Hal ini bisa kita lihat dari sedimentasi yang terjadi di waduk Gajah Mungkur berupa tanah lempung dan lumpur yang mempunyai kecenderungan berasal dari lahan pertanian penduduk. (iii) memburuknya kualitas air dan (iv) kerugian ekosistem perairan (Arsyad. 2. Salah satu dampak off site yaitu tertimbunya lahan pertanian seperti yang terjadi di desa Gemawang yang lahan pertanianya tertimbun batu-batuan yang membuat tidak bisa di fungsikan sebagai lahan pertanian. (ii) tertimbunnya lahan pertanian dan bangunan. peningkatan penggunaan pupuk dan kehilangan lapisan olah tanah yang akhirnya mengakibatkan timbulnya tanah kritis. Sedimen hasil erosi tanah dan kontaminan yang terbawa bersama sedimen dapat menimbulkan kerugian dan biaya yang sangat besar dalam kehidupan. Pola pertanian yang tidak memperhatikan aturan serta tidak berkesinambungan berwawasan lingkungan sangat berpotensi mengakibatkan erosi di bantaran sungai Keduang yang pada akhirnya berdampak pada pendangkalan waduk.penambangan pasir dan lain sebagainya. Dampak erosi tanah di luar lahan pertanian (off site) merupakan dampak yang sangat besar pengaruhnya. Bentuk dampak off site antara lain adalah : (i) pelumpuran dan pendangkalan waduk. Kesuburan tanah yang berkurang Dampak erosi tanah di tapak (on-site) merupakan dampak yang dapat terlihat langsung kepada pengelola lahan yaitu berupa penurunan produktivitas.

32 . 3. sehingga dampak yang ditimbulkan disebut dampak instream. irigasi. Dengan pendangkalan tersebut secara otomatis mengurangi kapasitas sungai yang pada akhirnya menimbulkan banjir di karenakan kapasitas sungai yang tidak mampu menampung air. atau waduk. atau yang lain. tapi hal ini bias di buktikan di daerah lerenglerang diatas lahan pertanian penduduk yang sudah berubah menjadi lahan kritis. Pendangkalan sungai terjadi akibat air hujan yang turun dipermukaan tanah mengalir ke sungai membawa butiran-butiran tanah. Sedangkan dampak yang lain dapat terjadi sebelum partikel-partikel tanah tersebut mencapai badan-badan air atau sesudahnya seperti dijumpai pada kejadian banjir. karena rotasi pergantian top soil dari lereng yang relative cepat serta pengaruh terhadap kesuburan tanah membutuhkan waktu yang panjang. 1985). danau. penggunaan air untuk kebutuhan domestik. Haverkamp & Chapman. Memang dampak terhadap kesuburan tanah belum berimbas kepada lahan pertanian. Lama kelamaan butiran-butiran tanah tersebut menumpuk di sungai mengakibatkan air sungai terhambat mengalir. Pendangkalan sungai Partikel-partikel tanah yang terangkut dalam proses erosi dapat menimbulkan sejumlah dampak di antara waktu ketika mereka meninggalkan lahan hingga ke tempat pengendapannya yang permanen (Clark II. sehingga dampak yang ditimbulkan disebut sebagai dampak off-stream.produktivitas tanah berkurang. Air yang mengalir di permukaan secara kualitas juga tercemar oleh adanya tanah yang larut bersama air hujan. Banyak dampak yang terjadi dapat diamati pada badan-badan air yang ada seperti sungai. Selain itu air hujan yang turun ke bumi tidak bisa diserap oleh tanah sehingga langsung mengalir ke sungai bersama dengan tanah.

termasuk penggunaan pestisida. Fungsi lingkungan di daerah aliran sungai Bengawan Solo telah mampu memberikan dukungan sumber daya air.4 Pemahaman Masyarakat Tentang Pola Pertanian Berkelanjutan Pertanian berkelanjutan atau sering disebut sebagai model pertanian organik merupakan model budidaya bertani yang selaras dan ramah dengan lingkungan. hutan. mineral. Bertani yang menghidari dampak kerusakan lingkungan. Konsekwensi dari penerapan mdoel bertani organik adalah bertani tanpa menggunakan bahan-bahan kimia non organik. kerusakan lingkungan akibat 33 . lahan. industri Dampak Onsite dan Offsite dari Erosi Tanah 4. sehingga bertani olrganik harus mengurangi atau meniadakan penggunaan bahan sarana produksi (saprodi) yang bersifat kimiawi yang merusak lingkungan. benih transgenik dan penerapan budaya bermasyarakat yang tunggal yang tidak partisipatif.Penurunan On kapasitas site effect produksi In stream impact Off site effect ? Cadangan air (sedimen dan kontaminan) ? Rekreasi Off stream impact ? Kualitas air ? Banjir ? Biologik ?Penjernihan air ? Kesehatan ?Penyediaan air minum. Namun demikian. pertama. fungsi ekologis daerah aliran sungai Bengawan Solo sekarang ini mengalami penurunan baik kualitas maupun kuantitas disebabkan oleh beberapa faktor antara lain. energi yang memiliki fungsi sosial dan ekonomis bagi masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut.

Semakin mudah akses informasi dan tingkat pendidikan yang baik akan semakin mempermudah tingkat pemahaman masyarakat. pemahaman saja tidak cukup tanpa ada realisasi atau output. papan dan kebutuhan air yang kemudian dieksploitasi tanpa menghiraukan kemampuan lingkungan. Pemanfaatan sumber daya alam secara tidak rasional ini yang menjadi penyebab utama terjadinya kerusaka eksosistem di wilayah daerah aliran sungai di Bengawan Solo. Pemahaman tentang sebab-akibat terhadap lingkungan menjadi sebuah kebutuhan untuk meminimalkan akibat yang ditimbulkan oleh kerusakan lingkungan. ketiga. perlakuan 34 . termasuk di daerah hulu sungai yaitu di sub-DAS Keduang yang berada di wilayah Kabupaten Wonogiri. Pemahaman tidak akan terlepas dari sumber informasi dan tingkat pendidikan. sekarang dibutuhkan lebih dari sebuah pemahaman dan kesadaran tapi lebih kepada perilaku yang mencerminkan pelestarian lingkungan. Pertanian di bantaran sungai Keduang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat setempat. munculnya perilaku pragmatis masyarakat yang memandang bahwa sumber daya alam dan lingkungan adalah diperuntukkan mereka. pertambahan jumlah penduduk yang mengakibatkan pertambahan demand terhadap sumber daya alam seperti bahan pangan. Jawa Tengah. Pemahaman pemanfaatan bantaran sungai Keduang harus di tanamkan sejak dini agar dalam pemanfaatan nantinya bisa saling terkait dan bersifat menyeluruh tidak hanya tertuju pada salah satu aspek. apalagi melihat kondisi lingkungan sekarang yang sudah memperhatinkan. dalam realitas yang ada sebuah kesadaran dan pemahaman tidak dapat berjalan lancar jika tingkat kesejahteraan yang masih kurang. sehingga wajar apabila sumber daya alam dan lingkungan hidup diekspliotasi dan dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Tapi dalam upaya pelestarian lingkungan. kedua. Pemahaman pola pertanian yang berkelanjutan sangat penting.pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Pemahaman struktur tanah. hal ini di karenakan tanah subur serta dekat dengan sumber air.

Konsekwensi dari penerapan mdoel bertani organik adalah bertani tanpa menggunakan bahan-bahan kimia non organik. posisi kemiringan tanah dan lain-lain harus sampai pada tataran solusi alternative. kompos dan pupuk hijauan). termasuk penggunaan pestisida. Bertani yang menghindari dampak kerusakan lingkungan. tidak hanya sebatas akibat yang ditimbulkan. Produk bertani organik merupakan bahan pangan yang 35 .5 Solusi Yang Di Tawarkan Beberapa solusi yang ditawarkan untuk mengurangi pola pertanian masyarakat di bantaran Sungai Keduang oleh beberapa stakeholders yang ada antara lain 1. sehingga bertani olrganik harus mengurangi atau meniadakan penggunaan bahan sarana produksi (saprodi) yang bersifat kimiawi yang merusak lingkungan. penggunaan kotoran kandang dimanfaatakan biogas untuk penerangan desa sebagai alternatif (pengganti listrik) dan penggunaan kayu bakar untuk memasak bahan makanan desa. pupuk lokal (pupuk kandang. Model pertanian berkelanjutan atau bertani organik merupakan sistem budidaya pertanian yang menggunakan sumber daya lokal. seperti . Pelibatan masyarakat secara aktif dalam upaya pelestarian lingkungan khususnya dalam pemanfaatan bantaran sungai Keduang di bidang pertanian akan menimbulkan kesadaran akan rasa kepemilikan dan ikut bertanggung jawab terhadap kondisi yang ada beserta penanggulanganya. penggunaan pestisida hayati. 4. Pertanian Berkelanjutan Pertanian berkelanjutan atau sering disebut sebagai model pertanian organik merupakan model budidaya bertani yang selaras dan ramah dengan lingkungan. benih transgenik dan penerapan budaya bermasyarakat yang tunggal yang tidak partisipatif.tanah.

kacang-kacangan dan sebagainya) yang semula menjadi milik petani. akan tetapi juga menyentuh pada penghargaan atas keanekaragaman budaya. Membangun kembali budaya dan teknologi pembuatan benih bahan pangan (padi) lokal secara mandiri memrupakan salah 36 . 2.jauh lebih sehat. Berbagai jenis sumber daya alam hayati di wilayah pedesaan sudah jauh menurun kualitas maupun kuantitasnya dibanding masa sebelum revolusi hijau. kelembagaan desa (kearifan lokal) dan hal lain yang ada di desa. Contoh lain adalah menghilangnya berbagai jenis padi lokal sebagai kekayaan plasma nutfah yang ada di pedesaan. Keanekaragaman hayati dan budaya lokal merupakan kekayaan alam dan modal ssosial yang harus dimanfaatkan sebagai potensi pembangunan desa secara berkelanjutan untuk generasi sekarang. adat istiadat. aman dan murah dibandingkan dengan produk pangan dari bahan-bahan kimia. nilai. petani harus membeli pada pihak luar. Ketergantungan petani pada sumber daya alam lokal ini yang harus dihilangkan melalui sistem pengembangan desa yang berwawasan lingkungan (pertanian berkelanjutan). teknologi tepat guna. Untuk mendapatkan benih padi. tetapi sekarang ini justru petani harus membeli dari pihak lain untuk mendapatkannya. Dengan makanan yang sehat akan mampu memperbaiki gizi. Menghargai Keanekaragaman Yang dimaksud dengan menghargai keanekaragaman adalah tidak sebatas penghargaan pada keanekaragaman hayati semata. Kekayaan budaya dan hayati yang beragam ini yang harus dipertahankan dan dilestarikan. Petani tergantung pada pihak luar. Hal ini terbukti dengan berkurangnya berbagai jenis pangan lokal (padi. umbi-umbian. norma desa. esok dan selanjutnya. kesehatan jasmani dan rohani serta mampu meningkatkan kecerdasan masyarakat desa.

kawasan resapan air (penyangga air). 4. Tidak boleh terjadi seseorang atau kelompok memonopli sumber daya air untuk dirinya sendiri. mata air. hutan. Pemerataan dan keadilan lingkungan diwujudkan dalam bentuk pengelolaan sumber daya alam. Pemerataan dan Keadilan Lingkungan Keadilan lingkungan merupakan terminologi yang harus diwujudkan secara konkrit di dalam masyarakat. dan sumber daya lain. 3. tanah. yang diberikan kepada kita sebagai barang publik (publik good). untuk digunakan seoptimal mungkin demi kesejahteraan masyarakat. Penguasaan sumber daya alam oleh kelompok atau golongan tertentu sudah seharusnya dicegah sejak dini sehingga sumber-sumber daya alam tersebut dapat dipergunakan oleh masyarakat luas. tambang.waduk. zona pinggiran sungai. sehingga harus dan wajib didistribusikan secara merata dan adil kepada masyarakat. akan tetapi juga didistribusikan untuk hari esok dan masa mendatang. seperti lahan pertanian. belik dan sumur-sumur penduduk harus dijaga dan dilestarikan dengan program-program konservasi berkelanjutan. Keadilan lingkungan mengandung arti bahwa segala bentuk sumber daya alam dan lingkungan yang ada di sekitar kita adalah pemberian Tuhan Yang Maha Esa. Tidak boleh ada kelompok yang menguasai hutan. air. daratan untuk keuntungan diri semata. Kemandirian Desa Desa mandiri adalah desa yang memiliki kemampuan untuk 37 .satu contoh bagaimana sistem pengembangan desa berwawasan lingkungan dikembangkan. hutan rakyat. Pola konservasi dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan seperti konservasi wilayah hutan. hutan negara. Sumber daya alam harus didistribusikan secara adil dan merata kepada masyarakat tidak hanya untuk saaat sekarang ini.

penataan ruang desa. Kemampuan ini mensyaratkan adanya sumber daya manusia dan kelembagaan sosial desa yang juga mandiri. Ketergantungan masyarakat desa atas sarana produksi (saprodi). Kemampuan 38 . kelembagaan-kelembagaan sosial maupun ekonomi desa serta perangkat desa sebagai aparat pembangunan desa. Peningkatan kapasitas adalah upaya yang berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan. merupakan faktor penghambat kemandirian yang secara perlahan-lahan harus dihilangkan dari masyarakat desa. inovasi dan semangat serta tanggung jawab dalam meningkatkan produktifaitas desa. motivasi. melaksanakan dan merasakan hasil-hasil pengembangan desa dari. adanya peraturan desa yang mengatur dan menata lingkungan hidup. 2). untuk dan oleh masyarakat desa sendiri. keahlian. Kemampuan dan kemauan untuk memperbaiki lingkungan desa sehingga menjadi desa yang berwawasan lingkungan. 3). pengelolaan produksi. Kemampuan ini harus dibarengi dengan kebijakan pengembangan desa berwawasan lingkungan dengan perangkat-poerangkat peraturan seperti . kemampuan budidaya. tidak tergantung pada pihak lain.mengembangkan potensi diri dan mampu mengatur diri sendiri dengan pedekatan pelibatan masyarakata secara demokratis dan partisipatif. kebijakan kerjasama antar desa. Kemampuan produktif petani adalah kemampuan yang dilandasi sikap profesional petani dalam beberapa hal diantaranya . 1). merencanakan. pengelolaan paska panen serta pemasaran atas hasil produksi pertanian dari pihak luar. Kemandirian adalah kemampuan untuk mengatur. Perwujudan kemandirian desa dilaksanakan dengan menjalankan program-program peningkatan kapasitas baik kapasitas sumber daya manusia (human capital). paska panen dan pemasaran hasil produk pertanian mereka.

saatnya pembangunan mengorbankan lingkungan hidup demi pertimbangan kemajuan ekonomi semata. Pendekatan Holistik Pendekatan holistik adalah pendekatan pembangunan desa yang integratif. Peningkatan kapasitas dalam hal konservasi lingkungan dipraktekkan dalam bentuk peningkatan kapasitas masyarakat dalam melakukan pengawasan.pembangunan adalah kemampuan untuk merencanakan. BAB V PENUTUP 5. koordinatif dan partisipatif. melakukan monitoring dan evaluasi proses dan hasil pemangunan yang telah dilaksanakannnya. Kemampuan untuk menyusun dan melaksanakan program-program pemulihan lingkungan yang diakibatkan oleh tindakan manusia dan bencana alam. Bukan sehingga pendekatan top down juga desa tersebut harus bahwa dengan Pembangunan lagi holistik bermakna dilakukan pembangunan dijalankan selaras dan ramah dengan lingkungan. evaluasi kerusakan lingkungan. monitoring. Perilaku pertanian masyarakat di bantaran 39 . melaksanakan. Pendekatan yang sifatnya top down dan instruksional adalah pendekatan lama yang tidak memberi ruang partisipasi pada masyarakat ditinggalkan. Kerjasama semua pihak. Pembangunan holistik berarti bahwa pembangunan dilakukan dengan melibatkan aspekaspek penting yang ada di desa diantaranya adalah. dan melibatkan masyarakat sebagai subyek pembangunan desa.1 KESIMPULAN Kesimpulan mengenai pembahasan pada bab sebelumnya sebagai berikut: 1. 5.

Beberapa perilaku masyarakat pertanian yang ada di bantaran sungai Keduang yang berpotensi lahan. Perilaku pertanian masyarakat di bantaran sungai Keduang banyak dipengaruhi oleh (1) pemahaman masyarakat tentang pertanian berkelanjutan.Sungai Keduang yang keliru berpotensi mempercepat sedimentasi yang terjadi di aliran sungai Keduang yang berakibat pada pendangkalan waduk Gajah Mungkur 2. Penanggulangan sedimentasi di sungai Keduang harus dilakukan secara keseluruhan yang melibatkan seluruh masyarakat yang berada di bantaran sungai. mengakibatkan jenis pendangkalan tanaman dan waduk Gajah Mungkur meliputi pemanfaatan pemilihan perlakuan lahan pertanian 3. (3) tingkat kesejahteraan social dan ekonomi di masyarakat bantaran sungai Keduang 4. pemerintah dan keterlibatan pemerintah. (2) tingkat kesuburan tanah di bantaran sungai Keduang yang cukup tinggi dan dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat.2 SARAN Adapun saran dari penelitian ini sebagai berikut: 1. 5. Pemberdayaan aktif pihak-pihak non 40 .

masyarakat dalam desa proses pembangunan. tapi subyek bagaimana pelaksana masyarakat dijadikan kegiatan yang aktif dan preogresif 2. segala yang sehingga permasalahan terjadi di dapat proses kegiatanaktif masyarakat membantu penyelesaian. masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan semata. Adanya kegiatan pendampingan masyarakat yang lebih intensif. Sosialisasi dan akses informasi yang harus di perbaiki oelh 41 . terinfentaris dan dapat 3. artinya masyarakat lebih bisa berperan terhadap pembangunan.

pemerintah memberikan rangsangan masyarakat yang membuat progresifitas aktif untuk minimal 42 .pemerintah selain itu sebgai juga dituntut pemegang kebijakan.

MT.dkk.. “Laporan Final Kegiatan Pembentukan Desa Binaan Berwawasan Lingkungan Di Desa Gemawang.org Kelompok Kerja Erosi dan Sedimentasi. Yayasan 2007. dan T. Kecamatan Ngadirojo. Bogor Andriati Pohan. KLH. 43 . www. YMIH Sihite. Laporan No.pedulisampah. Kajian Erosi Dan Sedimentasi Pada DAS Teluk Balikpapan Kalimantan Timur. 2001. 2001 Evaluasi Dampak Erosi Tanah Model Pendekatan Ekonomi Lingkungan dalam Perlindungan DAS : Kasus Sub-DAS Besai – DAS Tulang Bawang. 2003. Jamartin. Rizky.com Hidayat. Putra. Pascasarjana Institut Pertanian Bogor Sudarsono. Yayat. Samingan. Potensi dan Permasalahan Lingkungan Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo. Jakarta. Jakarta. Indonesia Masyarakat Indonesia Hijau. 1980. 300. 2007 “DAS Butuh Dukungan Tanaman Keras” www.. Pendekatan Pemecahan Masalah Kerusakan Sumber Daya Tanah dan Air Daerah Aliran Sungai Dipandang dari Segi Ekologi.DAFTAR PUSTAKA Al-Rasyd H.Di Wilayah Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo Kabupaten Wonogiri”. Lampung. 2008 Menyelamatkan Waduk Gajahmungkur. 2006. Lembaga Penelitian Hutan.jurnalnasional. SPd. “Pemeliharaan Sungai Sebagai Salah Satu Upaya Mengatasi Problema Banjir di Das Ciliwung Hilir” IPB Bogor Jaya.

44 .

Nama Pekerjaan Alamat 3. Gemawang Ngadirojo : Suratno : Petani : Sengon Ngadirojo : Warsito : Petani : Sembukan Gemawang Ngadirojo : Ngatmo : Penambang Batu : Glogok. Nama Pekerjaan Alamat 4. Nama Pekerjaan Alamat 8. Gemawang Ngadirojo : Suwanto : Petani : Glogok. Nama Pekerjaan Alamat 6. Nama Pekerjaan Alamat 5. Gemawang Ngadirojo 45 . Nama Pekerjaan Alamat : Winarno : Petani : Glogok. Gemawang Ngadirojo : Eko Cahyono : Petani : Karang Slogohimo : Winarno : Petani : Pingkuk Jatiroto : Winarno : Petani : Glogok. Nama Pekerjaan Alamat 7.DAFTAR NARASUMBER 1. Nama Pekerjaan Alamat 2.

9. Nama Pekerjaan Alamat : Somali : Petani : Watusomo Slogohimo : Pinda : Petani : Sumberreja Jatisrono : Jatmiko : Petani : Setren Slogohimo : Yudiyono : Petani : Sukoboyo Slogohimo 46 . Nama Pekerjaan Alamat 12. Nama Pekerjaan Alamat 10. Nama Pekerjaan Alamat 11.

41 Ketanggungan Brebes : Kalau Sekedar Hidup. Badawi No. K. 11 November 1983 47 . A. SMUN 1 Brebes Pengalaman Organisasi: 1. Ilham : D 200010194 : Jl.H. Anggota MALIMPA tahun 2002-sekarang 2. Workshop Vulkanologi. Pimpinan Redaksi BULETIN MALIMPA periode 2004/2005 Pertemuan Ilmiah Yang Pernah Diikuti: 1. MI Raudlatul Islam Ketanggungan 2. Pendidikan Konservasi dan Advokasi Lingkungan. Rumput Di Jalanpun Hidup Tempat/Tanggal Lahir : Brebes. MALIMPA-UMS (2006) 3.BIODATA PENULIS Nama NIM Alamat Motto Riwayat Pendidikan 1. Seminar Nasional Lembah Giritontro-Bengawan Solo Purba. SLTPN 1 Ketanggungan 3. MALIMPA-UMS (2007) : Moh. MALIMPAUMS (2007) 2. Ketua MALIMPA periode 2005/2006 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->