PERKEMBANGAN MASA KANAK-KANAK SAMPAI MASA PRA REMAJA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan adalah perubahan-perubahan kearah yang lebih maju, lebih dewasa dan lebih matang. Perkembangan anak didik merupakan suatu yang komplek. Artinya banyak faktor yang mempengaruhinya, baik faktor bawaan maupun lingkungan. Yang keduaduanya sama-sama mempengaruhi. Pada bab I ini akan diuraikan beberapa konsep tentang perkembangan. 1. Pengertian Perkembangan Perkembangan adalah pada perubahan individu yang berawal pada masa konsepsi dan terus berlanjut sepanjang hayat, yang berlanjut secara sistematik, progresif dan berkesinambungan baik mengenai fisik (jasmani) maupun psikis (rohani) nya. Namun perlu diingat bahwa tidak setiap perubahan yang dialami organism merupakan perkembangan. Perubahan-perubahan yang bukan karena perkembangan, misalnya individu yang menggunakan obat-obatan. Untuk memperjelas tentang perubahan-perubahan sebagai hasil dari perkembangan. a. Perkembangan terakar pada unsur biologis sehingga terjadi dalam periode yang lama dan bersifat umum, tidak berhubungan dengan peristiwa atau pengalaman khusus tertentu. Namun pengalaman belajar anak turut mempengaruhi proses perkembangan yang bersangkutan. b. Perkembangan dapat dipandang dari sisi sturuktur maupun fungsi, atau perubahan fisik maupun psikis. Perubahan pada sisi sturuktur berkaitan dengan perubahan fisik baik ukuran maupun bentuknya. Seperti perubahan lengan, kaki, otot, sedangkan perubahan dari sisi fungsi yaitu perubahan yang berhubungan dengan psikis misalnya, perubahan tentang kemampuan berpikir, mengingat, reaksi emosional. c. Perkembangan itu bersifat terpola, teratur, dapat diprediksi. Ini berarti bila anak berkembang secara normal, ia akan mengikuti pola-pola tertentu yang sudah dapat dpperkirakan misalnya, stelah anak bisa duduk akan merangkak dan berdiri dan seterusnya. d. Perkembangan itu bersifat unik bagi setiap individu. Berarti perkembangan itu disamping ada kasamaan tetapi ada perbedaanya. Bahkan dalam sisi tertentu tidak ada satu individu sama dengan individu lainnya. e. Perkembangan itu terjadi secara bertahap dalam jangka waktu yang relatif lama. Maksudnya bahwa perubahan yang sifatnya sesaat, melainkanterjadi dalam suatu proses yang berlangsung secara berkelanjutan dalam waktu yang relatif lama. f. Perkembangan adalah perubahan yang terjadi sepanjang hayat dari mulai sejak masa konsepsi hingga meniggal dunia. Konsepsi ialah saat berlangsungnya pembuatan atau perkawinan benih manusia yang kemudian berkembang menjadi organisme atau janin sebagai calon manusia yang dikenal sebagai petus (bayi dalam kandungan).

B. Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan 1. Faktor turunan (warisan) Turunan memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Ia lahir ke dunia ini membawa berbagai ragam warisan yang berasal dari ibubapaknya atau nenek dan kakek. Warisan tersebut yang terpenting antara lain bentuk tubuh, raut muka, warna kulit, bakat, sifat-sifat atau watak dan penyakit. 2. Faktor lingkungan Lingkungan sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Lingkungan adalah keluarga yang mengasuh dan membesarkan anak, sekolah tempat mendidik, masyarakat tempat anak bergaul, bermain dan keadaan alam sekitar dengan iklimnya. a. Keluarga. Keluarga, tempat anak di asuh dan di besarkan, berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangannya, terutama keadaan ekonomi rumah tangga serta tingkat kemampuan orang tua dalam merawat yang sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan anak. b. Sekolah. Sekolah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak terutama untuk kecerdasannya. Anak yang tidak pernah sekolah akan tertinggal dalam berbagai hal. Sekolah sangat berperan dalam meningkatkan pola pikir anak di 100 sekolah mereka dapat belajar bermacammacam ilmu pengetahuan. Tinggi rendahnya pendidikan dan jenis sekolahnya turut menentukan pola pikir serta kepribadian. c. Masyarakat. Masyarakat adalah lingkungan tempat tinggal anak. Mereka juga termasuk teman-teman anak diluar sekolah. Kondisi orang-orang didesa atau kota tempat tinggal ia juga turut mempengaruhi perkembangan jiwanya. Anak-anak yang besarkan di kota berbeda pola pikirnya dengan anak desa. Anak kota umumnya lebih bersikap dinamis dan aktif bila dibandingkan dengan anak desa yang cenderung bersikap statis dan lamban. d. Keadaan Alam Sekitar. Keadaan alam sekitar tempat anak tinggal juga berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Keadaan alam sekitar adalah lokasi tempat anak bertempat tinggal, di desa atau dikota, tepi pantai atau pegunungan, desa terpencil atau dekat dengan kota. Sebagai contoh, anak desa lebih suka terhadap keadaan yang tenang atau agak sepi, sedangkan anak kota menginginkan keadaan yang ramai. Perbedaan kejiwaan tersebut adalah akiba pengaruh keadaan alam yang berbeda antara desa dengan kota. BAB II PERKEMBANGAN MASA KANAK-KANAK SAMPAI MASA PRA REMAJA A. Perkembangan Aspek Fisik Studi tentang pertumbuhan fisik telah menunjukkan bahwa pertumbuhan anak dapat di bagi menjadi 4 periode utama, dua periode ditandai dengan pertumbuhan yang cepat da dua periode lainnya dicirikan oleh pertumbuhan yang lambat. Selama periode pralahir dan 6 bulan setelah lahir, pertumbuhan tubuhnya sagat cepat. Pada akhir tahu pertama kehidupan pascalahirnya,

a. suatu kelejar kecil yang terletak didasar sebelah bawah otak. ilmuan . dia sudah mempunyai serabut otot. keinginan untuk memperoleh informasi tentang lingkungannya. Ukuran dan bangun tubuh yag diwariskan secara genetik. Menyatakan pendapat dan ide-idenya.pertumbuhan memperlihatkan tempo yang sedikit lambat dan kemudian menjadi stabil sampai si anak memasuki tahap remaja. untuk dapat berbicara. Dalam hal ini tangisan bayi dianggap sebagai pernyataan rasa tidak senang. 2. Ada dua alasan mengapa bayi belum pandai berbicara: pertama. tetapi bukan karna dia sudah mengerti apa yang dikatakan kepadanya. Memasuki usia dewasa. atau tahap kemataga kehidupan seksualnya. serabut ini akan berubah ukuran. juga mempengaruhi laju pertumbuhan tersebut. ia memerlukan kemampuan berpikir yang belum dimiliki oleh anak bayi. biyasanya akan memasuki tahap remaja lebih cepat dari pada teman sebayanya yang mempunyai bangun tubuh lebih kecil. Pajag. Menjelang usia pertengahan di tahu pertama. Periode pertama selama tiga bulan terakhir kehidupan pra lahir. Kemudian ia menangis dengan cara yang berbeda-beda menurut maksud yang hendak dinyatakannya. periode kedua selama dua sampai tiga tahun kehidupa pasca lahir dan periode ke tiga atara usia sebelas sampai tiga belas tahun. Pada saat seseorang dilahirkan. b. Besar kecilya tubuh seseorang dipengaruhi oleh factor keturunan dan juga factor lingkungan. Pergaulan social dengan orang lain. ia meniru suara-suara yang didengarkannya. bayi hanya pandai menangis. Perkembangan bahasa seorang anak menurut Clara dan William Stern. Anak-anak yang mempunyai bangun tubuh kekar biyasanya akan tumbuh dengan cepat dibandingkan dengan mereka yang bangun tubuhnya kecil atau sedang. Faktor keturunan menentukan cara kerja hormon yang mengatur pertumbuhan fisik yang dikelurka oleh lobus anterior dari kelenjar pituitary. Anak-anak dengan bangun tubuh besar ini. Pada bulan-bulan pertama. tetapi bunyi-bunyi itu belum mempunyai arti . Dalam perkembangan pembentukan sel lemak ada tiga periode kriis. B. 4. dan ketebalan otot ini akan mengalami proses pertumbuhan. dan kawan-kawannya ini terlihat pada anak usia 2 setengah – 3 tahun. kemudian mengulangi suara tersebut. Perkembangan Aspek Bahasa (berbicara) Perkembangan bahasa di tingkat pemula (bayi) dapat dianggap semacam persiapan berbicara. tetapi masih belum berkembang. lebar. betuk dan komposisi. d. Pada mulanya motif anak mempelajari bahasa adalah agar dapat memenuhi: 1. 3. Setelah kelahiraya. Kedua. diri sendiri. hanya untuk melatih pernapasan saja. Kemampuan berbicara dapat dikembangkan melalui belajar dan berkomunikasi dengan orang lain secara timbal balik. Memberi perintah dan menyatakan kemauannya. c. otot ini telah berkembang sebanyak lima kali dari saat dilahirkan. Selanjutnya ia mengeluarkan bunyi ( suara-suara ) yang banyak ragamnya. alat-alat bicaranya belum sempurna.

Perilaku amoral berarti perilaku yang lebih disebabkan ketidak acuhan terhadap harapan kelompok sosial dari pada pelanggaran sengaja terhadap standart kelompok. Umur 3 – 6 tahun. kebiasaan dan adat. saat kelahiran sampai akhir minggu kedua. perlu untuk dimengerti arti istilah tersebut. Perilaku tak bermoral berarti perilaku yang tidak sesuai dengan harapan sosial. Masa Neonatus. Umur 0 – 3 tahun.peraturan perilakuyang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya dan yang menentukan popla perilaku yang diharapkan dari seluruh anggota kelompok. yaitu: 1. Di tahap kedua perkembangan kognitif anak telah terbentuk sehingga dia dapat mempertimbangkan semua cara yang mungkin untuk memecahkan masalah tertentu. Yang paling penting menurut Piaget bahwa anak menilai suatu perbuatan benar atu salah berdasarkan hukuman bukan pada nilai moralnya. C. Umur 6 – 12 tahun. periode intelektual (masa sekolah) 4. dibagi dalam empat masa. periode vital atau menyusuli. 2. 5. saat terjadinya konsepsi sampai lahir. akhir minggu kedua sampai akhir tahun kedua. Masa Pranatal. periode dewasa atau masa kematangan fisik dan psikis seseorang. masa memberi nama. 3. Elizabeth B. Umur 12 – 21 tahun. 3. PERKEMBANGAN AGAMA 1). Anak mulai dapat melihat masalah dari berbagai sudut pandang dan dapat mempertimbangkan berbagai faktor untuk memecahkan masalah. periode social atau masa pemuda. periode estetis atau masa mencoba dan masa bermain. Masa Bayi. Tahap kedua disebut moralitas otonomi ( moralitas oleh kerja sama atau hubungan timbal balik) Dalam tahap yang pertama ini seorang anak menilai tindakan sebagai benar atau salah atas dasar konsekuensinya dan bukan berdasarkan motifasi dibelakangnya. Perkembangan Jiwa Beragama Dalam rentang kehidupan terdapat beberapa tahap perkembangan. Perilaku moral berarti perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok sosial. .bangsa Jerman. Menurut Kohnstamm. perilaku demikian tidak disebabkan oleh ketidak acuhan akan harapan sosial. “Moral”berasal dari kata latinyang berarti tatacara. Perkembangan Aspek Moral Untuk mempermudah dalam membahas perkembangan moral. tahap perkembangan kehidupan manusia dibagi menjadi lima periode. 2. melainkan ketidak setujuan dengan standart sosial atau kurang adanya perasaan wajib menyesuaikan diri. Tahap pertama disebut tahap realisme moral ( moralitas oleh pembatasan”. Hurlock merumuskan tahap perkembangan manusia secara lebih lengkap sebagai berikut: 1. Umur 21 tahun keatas. yaitu: masa kalimat satu kata. Pola Perkembangan Moral Menurut Peaget perkembangan moral terjadi dalam dua tahap. Perilaku moral dikendalikan oleh konsep-konsep moral. masa kalimat tunggal dan masa kalimat majemuk. D. Moral anak otomatis mengikuti peraturan tanpa berfikir atau menilai. dan cendrung menganggap orang dewasa yang berkuasa sebagai maha kuasa. Beberapa diantara perilaku anak kecil lebih bersifat amoral dari pad takbermoral.

mereka semata-mata bereaksi terhadap rangsangan dilingkungan mereka. Masa Dewasa Awal. sebagai contoh. 8. atau senyuman sebagai reaksi terhadap orang yang dibedakan dari senyuman reflek yang timbul olehrabaan pada pipi atau bibir bayi. dan melihat sasaran itu dengan jelas. umur 40 – 60 tahun. Sosialisasi dalam bentuk perilaku yang suka bergaul dimulai pada bulan ketiga. keterangsangan umum pada bayi . 2). atau karena factor keturunan. Masa Remaja Awal. Bayi mengeksperesikan kegembiraan terhadap kehadiran orang lain dengan tersenyum. pada saat bayi lahir. Mulainya Perilaku Sosial Pada waktu lahir.Kanak awal. Pendengaran mereka juga cukup berkembang sehingga memungkinkan mereka mengenal suara. umur 2 – 6 tahun. dipandang sebagai awal perkembangan social. Seringkali sebelum lewatnya periode neonate. mereka telah siap untuk belajar bermasyarakat. umur 21 – 40 tahun. Akibat dari perkembangan ini. terlepas dari apakah asal rangsangan itu manusia atau benda. menyepakkan kaki. umur 60 tahun keatas. Masa Setengah Baya. Reaksi Terhadap Orang Deewasa Reaksi social pertama bayi adalah terhadap orang dewasa karena.4. 5. atau mereka yang bersifat social pikirannya lebih banyak tertuju pada hal-hal diluar dirinya. 6. umur 13 – 17 tahun. Senyuman social. Selama kebutuhan fisik mereka terpenuhi. umur 11 – 13 tahun 7. Keterangsangan yang berlebih-lebihan ini tercermin dalam aktivitas yang banyak pada bayi yang baru lahir. Pada vulan pertama atau kedua sejak bayai dilahirkan. PERKEMBANGAN SOSIAL Menurut keyakinan tradisional sebagian manusia dilahirkan dengan sifat social dan sebagian tidak. Masa Tua. Juga orang yang menentang masyarakat yaitu orang yang anti social. 9. atau melambaikan tangan. Masa Kanak. ditinjau dari sudut kematangan.Kanak akhir. Masa Kanak. Orang yang lebih banyak merenungi diri sendiri daripada bersama-sama dengan orang lain. F. 10. umur 6 – 10 atau 11 tahun. mereka memalingkan muka kearah suara maa dan tersenyum membalas senyuman atau berketuk. E. orang dewasa merupakan hubungan social pertama bayi. Masa remaja akhir 17 – 21 tahun. bayi tidak suka bergaul dengan orang lain. Meskipun demikian. secara normal. Pada masa bayi menginjak usia tiga bulan. PERKEMBANGAN EMOSI Kemampuan untuk bereaksi secara emosional sudah ada pada bayi yang baru lahir. Gejala pertama perilaku emosional adalah keterangsangan umum terhadap stimulasi yang kuat. mereka tidak mempunyai minat terhadap orang lain. Masa Pubertas (pra adolesence). 1). bayi tidak memperlihatkan reaksi yang secara jelas dapat dinyatakan sebagai keadaan emosional yang spesifik. tatkala bayidapat membedakan antaramanusia dan benda dilingkungan mereka dan mereka bereaksi secara berbeda terhadap keduanya. Pada saat itu otot mereka cukup kuat dan terkoordinasi sehingga memunginkan untuk menatap orang atau benda dan mengikuti gerak orang ataubenda tersebut. mereka tidak dapat membedakan dengan jelas antara suara manusia dan suara lainnya. secara „alamiah‟ memang sudah bersifat demikian.

Adalah penting untuk mengetahui apakah seorang bayi berkembang pada tingkat yang lambat . reaksi yang menyenangkan tampak jelas tatkala bayi menetek. Akan tetapi bila seorang bayi berkembang pada suatu tahapan yang lebih maju. beberapa bentuk pengayaan cukup penting. dan membopongnya dengan mesra. Variasi ini sudah mulai terlihat sebelum masa bayi berakhir dan semakin sering terjadi dan lebih menyolok dengan meningkatnya usia kanak-kanak. Dan skala mental pda perkembangan kognitif bayi meliputi pengukuran sebagai berikut : Perhatian pendengaran dan penglihatan terhadap rangsangan yang diberikan. orang tua dapat dinasehati untuk memberi mainan yang lebih “sulit” guna merangsang pertumbuhan kognitif mereka. Ciri Khas Penampilan Emosi Anak • Emosi yang kuat • Emosi sering kali tampak • Emosi bersifat sementara • Reaksi mencerminkan individualitas • Emosi berubah kekuatannya • Emosi dapat diketahui melalui gejala perilaku G. Kalau seorang bayi berkembang pada tingkat yang lambat. Reaksi semacam itu juga dapat diperoleh dengan cara mengayun-ayunkannya. Terdapat variasi dari segi frekuensi. lebih dewasa dan lebih matang. intesitas serta jangka waktu dari berbagai macam emosi. Berarti perkembangan itu disamping ada kasamaan tetapi ada perbedaanya. Mereka juga termasuk teman-teman anak diluar sekolah. Reaksi yang tidak menyenangkan dapat diperoleh dengan cara mengubah posisi secara tiba-tiba. PERKEMBANGAN KOGNITIF Perbedaan-perbedaan individual dalam perkembangan kognitif bayi telah dipelajari melalui penggunaan skala perkembangan atau tes intelegensi bayi. dan menempelkan sesuatu yang dingin pada kulitnya. atau cepat. memberikan kehangatan. dan juga usia pemunculannya. membiarkan bayi mengenakan popok yang basah. BAB III KESIMPULAN Perkembangan adalah perubahan-perubahan kearah yang lebih maju. Bahkan dalam sisi tertentu tidak ada satu individu sama dengan individu lainnya. Sebaliknya. Rasa senang pada bayi dapat terlihat dari relaksasi yang menyeluruh pada tubuhnya. menepuk-nepuknya. Kondisi orang-orang didesa atau kota tempat . sekonyong-konyong membuat suara keras. dan dari suara yang menyenangkan berupa mendekut dan mendeguk. merintangi gerakan bayi. Perkembangan itu bersifat unik bagi setiap individu. Masyarakat adalah lingkungan tempat tinggal anak. Rangsangan semacam itu menyebabkan timbulnya tangisan dan aktivitas besar. seperti mengkombinasikan benda-benda atau menggoyang-goyangkan Suatu mainan yang dapat menghasilkan bunyi. Manipulasi. normal.yang baru lahir dapat dibedakan menjadi reaksi yang sederhana yang mengesankan tentang kesenangan dan ketidaksenangan.

Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. 1999. Adalah penting untuk mengetahui apakah seorang bayi berkembang pada tingkat yang lambat . Remaja Rosdakarya : Bandung. S. Djiwandono. PT. bayi tidak memperlihatkan reaksi yang secara jelas dapat dinyatakan sebagai keadaan emosional yang spesifik. Studi tentang pertumbuhan fisik telah menunjukkan bahwa pertumbuhan anak dapat di bagi menjadi 4 periode utama. atau mereka yang bersifat social pikirannya lebih banyak tertuju pada hal-hal diluar dirinya. “Moral”berasal dari kata latinyang berarti tatacara. Juga orang yang menentang masyarakat yaitu orang yang anti social.Ed. . Meskipun demikian. atau karena factor keturunan. PT. pada saat bayi lahir. W. kebiasaan dan adat. Ada dua alasan mengapa bayi belum pandai berbicara: pertama. Syaiful Bahri. 2006. Anak-anak yang besarkan di kota berbeda pola pikirnya dengan anak desa. M. Psikologi Belajar. Perilaku moral dikendalikan oleh konsep-konsep moral. ia memerlukan kemampuan berpikir yang belum dimiliki oleh anak bayi. normal. DAFTAR PUSTAKA Djamarah. Keterangsangan yang berlebih-lebihan ini tercermin dalam aktivitas yang banyak pada bayi yang baru lahir. Menurut keyakinan tradisional sebagian manusia dilahirkan dengan sifat social dan sebagian tidak. PT. MuhibbinSyah.peraturan perilakuyang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya dan yang menentukan popla perilaku yang diharapkan dari seluruh anggota kelompok. Psikologi Remaja. Kedua. Kemampuan berbicara dapat dikembangkan melalui belajar dan berkomunikasi dengan orang lain secara timbal balik. orang tua dapat dinasehati untuk memberi mainan yang lebih “sulit” guna merangsang pertumbuhan kognitif mereka. Akan tetapi bila seorang bayi berkembang pada suatu tahapan yang lebih maju. Perilaku moral berarti perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok sosial. untuk dapat berbicara. Gejala pertama perilaku emosional adalah keterangsangan umum terhadap stimulasi yang kuat. Sri Esti. Rineka Cipta : Jakarta. PT Grasindo : Jakarta. Kemampuan untuk bereaksi secara emosional sudah ada pada bayi yang baru lahir. 2008. beberapa bentuk pengayaan cukup penting. atau cepat. dua periode ditandai dengan pertumbuhan yang cepat da dua periode lainnya dicirikan oleh pertumbuhan yang lambat. Sarwono. secara „alamiah‟ memang sudah bersifat demikian. Orang yang lebih banyak merenungi diri sendiri daripada bersama-sama dengan orang lain. Raja Gizfinto Persada : Jakarta.tinggal ia juga turut mempengaruhi perkembangan jiwanya. alat-alat bicaranya belum sempurna. 2008. Perbedaan-perbedaan individual dalam perkembangan kognitif bayi telah dipelajari melalui penggunaan skala perkembangan atau tes intelegensi bayi. Psikologi Pendidikan. Kalau seorang bayi berkembang pada tingkat yang lambat.

Usia 12 36 bulan Kegiatan mendongeng atau membacakan cerita sebelum tidur untuk si kecil merupakan sebuah aktifitas yang tak hanya menyenangkan. Usia 18-36 bulan Jika di bulan-bulan sebelumnya bayi anda sulit berpisah dari anda. karena hal tersebut pertanda si kecil ingin bereksplorasi dengan bukunya. karena bagi anak-anak 10 menit membaca merupakan waktu yang lama Ikuti cerita anda dengan pertanyaan seputar kisah yang ada dalam buku tersebut. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara: . dan membaca cerita didalamnyaMembaca dimulai dari kiri ke kanan Buku bisa menceritakan sebuah kisah Setiap cerita memiliki awal dan akhir Setelah si kecil tahu manfaat dan cara kerja buku. ditahap ini anda cukup mengejarkannya beberapa hal seperti:      Membacakannya buku dengan suara yang jelas dan keras Biarkan si kecil bermain-main dengan bukunya. satu hal yang juga harus diperhatikan oleh setiap orangtua yaitu perkembangan psikologis dan emosional buah hatinya. untuk memancing interaksi antara anak anda dengan buku yang sedang dibaca Jika si kecil tiba-tiba merebut buku yang sedang anda bacakan. Mereka akan mulai melakukan sesuatu sendiri. Berikut beberapa tahap dalam perkembangan psikologis dan emosional anak anda yang bisa menjadi panduan bagi anda sebagai orangtua.Selain perkembangan fisik. namun juga dapat mengembangkan kemampuan membaca si kecil sejak dini. Kemampuan tersebut meliputi:    Bagaimana sebuah buku bekerja. sehingga ia familiar dengan buku Bacalah dalam waktu yang singkat. dalam hal ini anda mengajarkan bahwa sebuah buku bisa baru akan bermakna setelah kita membukanya. Dengan peka terhadap setiap tahap perkembangan si kecil dapat mempererat hubungan orangtua dan anak. maka memasuki tahun kedua si kecil mulai menyadari bahwa ia juga mahkluk indiviual. selain tentunya membantu anda mengetahui bagaimana cara menangani anak anda. biarkan ia melakukan hal tersebut. Pada tahap ini berikan ruang pada anak anda untuk tumbuh. anda bisa mulai mengajarkannya untuk menyukai aktifitas membaca buku.

bimbinglah ia untuk melatih kemandiariannya dengan benar dan jangan buat ia menyerah karena omelan anda.    Sediakan lebih banyak waktu bagi anak anda untuk melakukan lebih banyak hal sendiri. Usia 24 bulan Memasuki usia 24 bulan anak anda mulai merasakan hubungan antara perasaan dan perbuatannya terhadap orang lain. jika hal tersebut terjadi bersabarlah. jangan kaget jika di usia ini si kecil akan balik mengatakan "tidak" untuk setiap yang anda minta. Alangkah lebih baik jika sejak dini anda mulai memilih katakata yang tepat untuk mengatakan "tidak" pada si kecil. karena hanya akan membuat anak anda frustasi. Usia 18 24 bulan Memasuki usia 18 bulan. si kecil masih akan menggunakan tangisan saat lelah. Beri kesempatan pada si kecil untuk berbicara. Sertakan si kecil dalam aktifias harian anda misalnya saat anda membersihkan rumah. anda bisa memberinya lap bersih dan sebagainya sehingga ia merasa telah turut serta bersihbersih bersama anda. khususnya jika ada anak lain yang lebih tua di rumah anda. bahkan anda akan merasa excited karena ternyata si kecil sudah mulai bisa anda ajak mengobrol. Jadilah contoh pembicara yang baik untuk anak anda. Bimbinglah ia terus untuk mengembangkan kemampuan bicaranya dengan cara:     Jangan meneruskan kalimat yang seharusnya diselesaikan anak anda. Meski sudah mulai bisa berbicara. lapar. Pada tahap ini adakalanya si kecil akan membuat anda jengkel. atau sakit. saat ia ingin makan sendiri. si kecil sudah mulai bisa mengucapkan satu dua patah kata sederhana. karena pada usia ini anak anda sedang hobinya meniru apa yang dilihat dan didengarnya. Hal tersebut lah yang menjadi dasar interaksi si kecil dengan sesama . misalnya membuat makanannya berantakan saat mencoba makan sendiri. misalnya saat ia ingin mengembalikan mainannya sendiri ke kotaknya. Meski demikian anda harus bersabar karena meski sudah mengenal beberapa kata. Seringkali anda mengatakan "tidak" untuk melarang si kecil melakukan ini itu. Biasakan menggunakan kata-kata yang baik dan jelas dalam keseharian anda. namun anda harus ingat. membuka sepatu sendiri dan sebagainya. namun si kecil belum sepenuhnya mengerti maksud dari kata yang diucapkannya.

Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. manusia dilahirkan sebagi mahluk sosial (zoon politicon). dan tradisi. moral. meleburkan diri menjadi suatu kesatuan yang saling berkomunikasi dan bekerja sama.yang nantinya membangun hubungan persahabatan. sedih atau kecewa. baik menyangkut fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah). Perhatikan emosi anda. melainkan pada segi fungsional. progresif dan berkesinambungan. (Syamsu Yusuf LN. Oemar Hamalik (2004 : 84) menambahkan bahwa “perkembangan menunjuk kepada perubahan yang progresif dalam organisme bukan saja perubahana dalam segi fisik (jasmaniah) melainkan juga dalam segi fungsi misalnya kekuatan dan koordinasi”. dan perubahan ini tidak bersifat kuantitatif. Jangan malu mengakui jika anda sedang marah. Sikap empati tersebut perlu dikembangkan oleh si kecil sejak dini dengan cara:   Saat anak anda sedang kesal atau sedih. melainkan kualitatif. Dapat juga diartikan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok. Namun untuk mewujudkan potensi tersebut ia harus berada dalam interaksi dengan lingkungan manusia-manusia lain. Secara potensial (fitrah) menurut Plato. Dengan demikian berarti kita dapat mengartikan bahwa perkembangan sebagai perubahan kualitatif dari pada fungsi-fungsi. Dengan demikian anak akan belajar mengidentifikasi beragam perasaan yang dirasakannya. Perkembangan tidak ditekankan pada segi material. jangan coba menutupi perasaannya atau melarangnya mengungkapkan perasanannya. Namun pastikan juga anda tidak over acting menghadapi perasaan tersebut sehingga membuat anak anda takut dan aneh dengan reaksi anda. Pengertian lain dari perkembangan adalah “perubahan-perubahan yang dialami oleh individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya atau kematangannya (maturation) yang berlangsung secara sistematis. 2001 : 15). Perkembangan perilaku sosial anak ditandai dengan adanya minat terhadap aktivitas teman-teman dan meningkatnya keinginan yang . PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA DINI Perkembangan merupakan suatu perubahan. biarkan ia merasakan dan mengahadapi perasaan tersebut.

Antara usia dua dan tiga tahun. dan dapat memberikan kegembiraan. Anak ingin bersama teman-temannya dan akan merasa kesepian serta tidak puas bila tidak bersama teman-temannya. yaitu bermain sendiri-sendiri. Yang umumnya terjadi pada masa ini adalah bahwa anak lebih menyukai kontak sosial sejenis daripada hubungan sosial dengan kelompok jenis kelamin yang berlawanan. Bermain sejajar merupakan bentuk . Anak tidak hanya lebih banyak bermain dengan anak-anak lain tetapi juga lebih banyak berbicara. Anak ingin bersama dengan kelompoknya.B. Jenis hubungan sosial lebih penting daripada jumlahnya. Anak yang lebih menyukai interaksi dengan manusia daripada benda akan lebih mengembangkan kecakapan sosial sehingga mereka lebih populer daripada anak yang interaksi sosialnya terbatas.kuat untuk diterima sebagai anggota suatu kelompok. anak menunjukan minat yang nyata untuk melihat anak-anak lain dan berusaha mengadakan kontak sosial dengan mereka. keinginan untuk bersama dan untuk diterima kelompok menjadi semakin kuat. Dasar untuk sosialisasi diletakan dengan meningkatnya hubungan antara anak dengan teman-teman sebayanya dari tahun ketahun. maka sikap terhadap kontak sosial mendatangkan lebih baik daripada hubungan sosial yang sering tetapi sifat hubungannya kurang baik. Kalaupun terjadi kontak. Kalau anak menyenangi hubungan dengan orang lain meskipun hanya kadangkadang saja. Sosialisasi pada masa awal masa kanak-kanak Menurut Hurlock. “salah satu tugas perkembangan masa awal kanak-kanak yang penting adalah memperoleh latihan dan pengalaman pendahuluan yang diperlukan untuk menjadi anggota kelompok dalam akhir masa kanak-kanak”. Jadi dalam masa kanakkanak disebut sebagi masa prakelompok. Ini dikenal dengan bermain sejajar. karena hanya dengan demikian terdapat cukup teman untuk bermain dan berolah raga. maka kontak ini cenderung bersifat perkelahian. Sejak anak masuk sekolah sampai masa puber. Manfaat yang diperoleh anak dengan diberikannya kesempatan untuk berhubungan sosial akan sangat dipengaruhi oleh tingkat kesenangan hubungan sosial sebelumnya. Dua atau tiga teman tidaklah cukup baginya. Hal ini berlaku baik untuk anak laki-laki maupun anak perempuan. bukan kerja sama. dan tidak puas bila tidak bersama teman-temannya. a. tidak bermain dengan anak-anak lain. E. Anak tidak lagi puas bermain sendiri dirumah atau dengan saudara-saudara kandung atau melakukan kegiatan-kegiatan dengan anggota-anggota keluarga.

Dari pengalaman mengamati ini. Namun periode ini merupakan tahap perkembangan yang yang kritis karena pada masa inilah dasar sikap sosial dan pola perilaku sosial dibentuk. mengamati anak lain bermain tetapi tidak berusaha benar-benar bermain dengannya. Wadrop halperson dalam psikologi perkembangan Hurlock. Secepat individu menyadari bahwa diluar dirinya itu ada orang lain. Untuk mencapai kematangan sosial. Dalam tahun-tahun pertama masa kanak-kanak bentuk penyesuaian ini belum sedemikian berkembang sehungga belum begitu memungkinkan anak selalu untuk berhasil dalam bergaul dengan teman-temannya.5 tahun diramalkan oleh sikap sosial pada 2. Dalam arti. dia belum memiliki kemampuan untuk bergaul dengan orang lain. sadar akan pendapat orang lain dan berusaha mendapatkan perhatian dengan cara berlagak menonjolkan diri. Perkembangan selanjutnya adalah bermain asosiatif. Kalau pada masa anak berusia empat tahun telah mempunyai pengalaman sosialisasi pendahuluan. ia masih sering berperan sebagi penonton. Anak dilahirkan belum bersifat sosial.5 tahun”. Proses belajar untuk menjadi mahluk sosial ini disebut sosialisasi.5 tahun. anak muda belia belajar bagaimana anak lain mengadakan kontak sosial dan bagaimana perilakunya dalam berbagai situasi sosial. anak terlibat dalam bermain kooperatif. mereka menyimpulkan bahwa “sikap sosial pada masa 7.sosial yang pertama-tama dilakukan dengan teman-teman sebaya.5 tahun bersikap ramah dan aktif secara sosial akan terus bersikap seperti itu sampai usia 7. biasanya ia mengerti dasardasar permainan kelompok. Kemampuan ini diperoleh anak melalui kesempatan atau pengalaman bergaul dengan orang- . Dengan meningkatnya kontak sosial . maka mulailah pula menyadari bahwa ia harus belajar apa yang seyogyanya ia perbuat seperti yang diharapkan orang lain. di mana anak terlibat dalam kegiatan yang menyerupai kegiatan anak-anak lain. anak harus belajar tentang cara-cara menyesuaikan diri dengan orang lain. dimana ia menjadi anggota kelompok dan saling berinteraksi. Dalam tahun-tahun selanjutnya ia memperhalus perilaku baru yang dapat diterima oleh kelompok teman-temannya. Sebagian anak sudah mulai bermain dengan anak lain. melaporkan bahwa anak yang pada masa usia 2. Dalam penelitian longitudinal terhadap sejumlah anak. Bentuk perilaku sosial yang berhasil tampak untuk penyesuaian sosial yang berhasil tampak dan mulai berkembang dalam periode ini.

marah. kadangkadang lemah. cemas. atau sedih dan gembira. karena dia masih terlalu muda dan belum memiliki pengalaman untuk membimbing perkembangannya sendiri ke arah kematangan. Suean Robinson Ambron (1981) mengartikan sosialisasi itu sebagai proses belajar yang membimbing anak ke arah perkembangan kepribadian sosial sehingga dapat menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab. atau norma-norma kehidupan bermasyarakat serta mendorong dan memberikan contoh kepada anaknya bagaimana menerapkan norma-norma tersebut dalam kehidupan sehari-hari. saudara. Sosialisasi dari orang tua ini sangatlah penting bagi anak. d) Menggoda (teasing). Perasaan yang terlalu menyertai perbuatan-perbuatan kita sehari-hari disebut sebagai warna afektif. malu. perasaanperasaan tertentu. Perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh proses perlakuan atau bimbingan orang tua terhadap anak dalam mengenal berbagai aspek kehidupan sosial. anak mulai mengembangkan bentuk-bentuk tingkah laku sosial. seperti rasa senang atau tidak senang. perasaan sepertri itu dinamakan emosi (Fatimah. c) Berselisih atau bertengkar (quarelling).” Jadi. b) Agresi (Agresion). Pada masa anak menurut Syamsu Yusuf. bentuk-bentuk prilaku sosial itu adalah sebagai berikut : a) Pembangkangan (negativisme). is a affective experience that accompanies generalized inner adjustment and mental and psychological stired up states in the individual. menurut Sarlito (1982). Beberapa perasaan lainnya adalah gembira. orang dewasa. 2006:104). Melalui pergaulan anak atau hubungan sosial.orang dilingkungannya. terjadi apabila anak merasa tersinggung atau terganggu oleh sikap dan perilaku anak lain. dan teman sebaya lainnya. suka atau tidak suka. baik orang tua. Proses bimbingan orang tua ini lazim disebut sosialisasi. cinta. emosi . kecewa benci. yaitu sebagai bentuk lain dari agresif. yaitu bentuk tingkah laku melawan. teman sebaya ataupun orang dewasa lainnya. takut. Apabila warna afektif tersebut kuat. anggota keluarga. baik dengan orang tua. and that shows it self in his evert behavior. atau kadang tidak jelas. Menurut Crow & Crow (1958) pengertian emosi adalah “An emotion. yaitu perilaku menyerang balik secara fisik (nonverbal) maupun kata-kata (verbal). Warna afektif ini kadang-kadang kuat. e) Persaingan (rivally) Perilaku kita sehari-hari pada umumnya diwarnai oleh.

terutama para guru. Ayang mungkin dapat dirubah dan dipengaruhi atau diperbaiki (oleh para pendidik atau guru) adalah variable pertama dan ketiga (the stimulusresponse variables) sedangkan variablekedua tidak mungkin karena merupakan proses fisiologis yang terjadi pada organisme secara mekanis. yaitu : rangsanganm yang menimbulkan emosi (the stimulus variable). komposisi darah berubah dan kelenjar-kelenjar lebih aktif. dan pola sambutan ekspresi atas terjadinya pengalaman emosional itu. di samping pula akan merupakan hambatan-hambatan yang bersifat fatal. b. denyut jantung bertambah cepat bila terkejut. peredaran darah bertambah cepat bila marah. ialah: 1. air liur mongering bila takut atau tegang. i. pada umumnya selalu melibatkan tiga variable. 2006:105). Pada saat emosi. intensitas dalam term kuat-lemah (strength-weakness) atau halus kasarnya atau dalam dangkalnya emosi tersebut. seperti: a. 2.154) menjelaskan proses perkembangan dan diferensiasi emosional pada anak-anak sebagai berikut : a. perubahanperubahan fisikologis yang terjadi bila mengalkami emosi (the organismic variable). e. Hal-hal itu penting karena dapat memberikan motivasi pengarahan dan integritas perilaku seseorang. bulu roma berdiri bila takut. Aspek emosional dari suatu perilaku. c. Nurihsan mengutip pendapat Bridges (2007.adalah warna afektif yang kuat dan ditandai oleh perubahanperubahan fisik. d. senang tidak senang (pleasant-unpleasent). otot menjadi tegang atau bergetar (tremor). atau suka tidak suka (like-dislike). g. Menurut Nurihsan (2007) Emosi itu dapat didefinisikan sebagi suatu suasana yang kompleks (a complex feeling state) dan getaran jiwa (a stird up state) yang menyertai atau muncul sebelum/sesudah terjadinya prilaku. j. (Fatimah. sering terjadi perubahan-perubahan fisik seseorang. pencernaan menjadi sakit atau mencret-mencret kalau tegang. Pada saat dilahirkan setiap bayi dilengkapi kepekaan umum terhadap rangsangan-rangsangan tertentu (bunyi. (the response variable). reaksi elektris pada kulit meningkat bila terpesona. h. bernapas panjang kalau kecewa. cahaya temperature). Menurut Nurihsan (2007) ada dua dimensi emosional yang sangat penting diketahui para pendidik. pupil mata membesar bila marah. . f.

Cara belajar ini lebih umum digunakan pada masa anak-anak sekolah. Pada usia 18 bulan pertama kecemburuan mulai dideferensiasikan dari ketidaksenangan tadi. kebencian. Mulai usia 5 tahun. Pada masa balita yaitu sekitar anak usia 1-5 tahun anak-anak melakukan kegiatan yang bias mengekspresikan emosinya dengan coba-coba sesuai dengan insting dan nuraninya. Perkembangan intelektual menghasilkan kemampuan berpikir kritis untuk memahami makna yang sebelumnya tidak dimengerti dan menimbulkan emosi terarah pada satu objek. sedangkan kesenangan berdiferensiasi ke dalam harapan dan kasih saying. Kematangan dan belajar terjalin erat satu sama lain dalam mempengaruhi perkembangan emosi. Oleh karena itu. Kegiatan belajar turut menunjang perkembangan anak. Belajar dengan coba-coba Anak belajar dengan coba-coba untuk mengekspresikan emosinya dalam bentuk perilaku yang memberikan pemuasan sedikit atau sama sekali tidak memberikan kepuasan. anak menjadi rektif terhadap rangsangan yang tadinya tidak mempengaruhi mereka pada usia yang lebih muda. e. Demikian pula kemampuan mengingat dan menghapal mempengaruhi reksi emosional. Dalam masa 3-6 bulan pertama ketidaksenangan itu berdiferensiasi ke dalam kemarahan. bergantung pada kemampuan guru untuk menyelenggarakan conditioning dan reinforcement asfek-asfek emosional tersebut. f. cemas. dan kecewa. g. d. Metode belajar yang menunjang perkembangan emosi antara lain sebagai berikut. ketidaksenangan berdiferensiasi di dalam rasa malu. dan ketakutan. Dengan demikian. Sedangkan pada masa 9-12 bulan pertama kegembiraan berdiferensiasi kedalam kegairahan dan kasih saying. c. Pada usia 2 tahun kenikmatan dan keasyikan berdiferensiasi dari kesenangan. Dalam taraf-taraf perkembangan selanjutnya dimensi-dimensi tersebut di-reinforcement secara conditioning melalui proses belajar. Seorang bayi apabila diberikan mainan di depan mukanya dia akan tersenyum bahkan mulai tertawa dengan suara khasnya. Dalam periode 3 bulan pertama ketidaksenangan dan kegembiraan mulai didefinisikan melalui penularan) dari emosi orang tuanya.b. a. tidak mengherankan kalau terdapat siswasiswa yang membenci atau menyenangi guru atau bidang studi tertentu. dan terkadang apabila benda mainan itu dijauhkan atau yang mengasuhnya .

Ketika seorang anak melihat anak diatasnya main sepeda. Sedangkan pada anak yang sudah mulai belajar berjalan dan berbicara yaitu sekitar umur 1. kaka kelas disekolah dan teman-temannya. anak-anak bereaksi dengan emosi dan metode ekspresi yang sama dengan orang-orang yang diamati. apalagi pada kegiatan etika seperti membiasakan anak untuk sun tangan pada guru dan orang tuanya. b. kemarahannya. Belajar dengan cara meniru Dengan cara meniru dan mengamati hal-hal yang membangkitkan emosi orang lain. Anak akan mencoba terus-menerus membalikan tubuhnya. dia akan mengekpresikan keinginannya dengan mencoba meminjam atau mengadu kepada orang tuanya untuk membelinya. dia sudah bisa mengekspresikan emosi dirinya dengan lebih terarah sesuai dengan situasi yang ada disekitarnya. guru. dann keinginannya untuk melihat benda tersebut.5 tahun lebih. Makanya cara pengajaran yang efektif bagi pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar adalah dengan cara memberikan contoh. kak kelasnya juga seing mengejek dan mencaci juga memarahi dia juga teman-temannya. Pada anak sudah mulai sekolah dia akan lebih kelihatan dalam menampakan ekspresi emosionalnya pada rekan yang baru dia kenal disekolah dan guru yang ada disekolah tersebut. maka anak akan meniru cara-cara seperti itu untuk mengekspresikan emosinya pada orang lain. Pengondisian terjadi dengan mudah cdan cepat pada tahun-tahun awal kehidupan karena anak kecil kjurang mampu menalar. d. Ketika orang tuanya sedikit-sedikit marah ketika ada masalah. Anak yang sudah mulai bisa bergerak merangkak dia akan mengekspresikan emosinya apabila dia sedang mencoba berbalik untuk tengkurap. atau gurunya juga sering menegur dengan marah-marah. Disini anak hanya menirukan orang yang dikagumi dan mempunyai ikatan emosional yang kuat dengannya. dan ketika dia tidak mampu untuk membalikan tubuhnya biasanya dia menangis untuk mengekspresikan keinginannya untuk diberi bantuan. situasi yang mulanya gagal memancing reaksi emosional kemudian berhasil dengan cara asosiasi. c. Belajar melalui pengondisian Dengan metode ini objek. Dia akan meniru orang tua. . Belajar dengan cara mempersamakan diri Anak menirukan reaksi emosional orang lain yang tergugah oleh rangsangan yang sama dengan rangsangan yang telah membangkitkan emosi orang yang ditiru.menjauhkannya maka sang anak menangis sebagai ekspresi dari kekecewaannya.

Keadaan emosi yang menyenangkan dan relaks berfungsi sebagai alat pembantu mencerna. Anak memperhalus ekspresi kemarahannya atau ekspresi lain ketika ia beranjak ke masa remaja. Namun. Dengan pelatihan. Selogan ini menjadi alasan pada pembahasan ini. dan kehawatiran menyebabkan menurunya kegiatan system pencernaan dan kadangkadang menimbulkan sembelit. Ketergantungan emosional yang cukup lama mungkin menyebabkan seseorang gagap. Cairan pencernaan atau getah lambung terpengaruh oleh gangguan emosi. Perasaan takut atau marah dapat menyebabkan seseorang menjadi gemetar. Belajar di bawah bimbingan dan pengawasan Anak diajarkan cara bereaksi yang dapat diterima jika suatu emosi terangsang. Diantra rangsangan yang meningkatkan kegiatan kelenjar sekresi dari getah lambung adalah ketakutan-ketakutan yang akut atau kronis. Radang pada lambung tidak busa disembuhkan. mulut menjadi kering. jika dia dihadapkan pada situasi-situasi yang menyebabkan kebingungan . penggunaan metode pengondisian semakin terbatas pada perkembangan rasa suka dan tidak suka. aliran darah/tekanan darah deras sehingga system pencernaan terganggu. sedangkan perasaan tidak enak atau tertekan menghambat atau menggangu pencernaan. Seseorang yang agagap sering dapat normal berbicara jika dalam keadaan relaks atau senang. Pembentukan Prilaku Afektif dan Kepribadian a. anak-anak dirangsang untuk bereaksi terhadap rangsangan yang biasanya membangkitkan emosi yang menyenangkan dan dicegah agar tidak bereaksi secara emosional terhadap rangsangan yang membangkitkan emosi yang tidak menyenangkan. Satu-satunya cara penyembuhan yang efektif adalah menghilangkan penyebab ketegangan emosi. demikian pula diare dan sembelit. Peralihan pernyataan emosi yang bersifat umum ke emosinya sendiri yang bersifat individual ini akan memperhalus perasaan merupakan petunjuk adanya pengaruh yang bertahap dari latihan serta pengendalian terhadap perilaku emosional. Dalam ketakutan.mengenal betapa tidak rasionalnya reksi mereka. Gangguan emosi juga dapat menyebabkan kesulitan berbicara. sebab pendidikan tidak berjalan lancar apabila tubuh pelaku pendidikan tidak sehat. jantung berdetak cepat. kecemasan. e. Kegembiraan yang berlebihan. Pengaruh Emosional terhadap Kesehatan “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”. jika factor-faktor yang menyebabkan munculnya emosi tidak dihilangkan. Setelah melewati masa kanak-kanak.

memilah kepuasan dan mengatur suasana hati. Rangsangan-rangsangan perasaan tidak menyenangkan akan mempengaruhi hasil belajar dan sebaliknya rangsangan yang menghasilkan perasaan menyenangkan akan mempermudah dan meningkatkan motivasi belajar. Goleman lebih lanjut mengatakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan lebih yang dimiliki seseorang dalam memotivasi diri. Seorang siswa bisa saja tidak senang kepada gurunya bukan karena pribadi guru. berbuat atau tidak berbuat (diam). malu-malu atau agresif dapat disebabkan ketegangan emosi atau frustasi. rangsangan untuk belajar yang diberikan harus disesuaikan dengan kondisi emosional anak. Karena reaksi kita berbeda-beda terhadap setiap orang yang kita jumpai maka timbul emosi tertentu. atau mungkin melakukan kegiatan yang lebih buruk lagi. Nurihsan (2007:155) berpendapat dimensi-dimensi emosional dapat diidentifikasikan pengaruh dan manifestasinya kedalam berbagai kecenderungan bentuk perilaku seperti sikap-sikapnya untuk menolak-menerima. Rasa senang karena berhasil mencapai prestasi akan mengurangi rasa takut dan kelelahan. pada kesempatan lain. orang tersebut akan memiliki tingkat emosionalitas yang baik dan akan lebih mudah menyesuaikan diri dalam pergaulan social serta lingkungannya. Dengan kecerdasan emosikonal tersebut. atau dari otoritas lain. bahkan lebih dalam lagi meyakini-tidak meyakini terhadap objek-objek (termasuk dirinya) baik nyang bersifat material maupun non material atau manusiawi dan non-manusiawi. mempercayai-tidak mempercayai. guru. gangguan emosional dan frustasi mempengaruhi efektivitas belajar seseorang. Jika ia merasa malu karena gagal dalam menjawab soal tes lisan. ia memutuskan membolos.maka akan menunjukan kegagapannya. Apabila seseorangdapat menyesuaikan diri dengan suasana hati individu yang lain atau dapat berempati. serta mengatur keadaan jiwa. ia mungkin menjadi takut ketika menghabisi tes tertulis. yaitu melarikan diri dari orang tua. ketahanan dalam menghadapi kegagalan. Goleman (1997) mengatakan bahwa koordinasi suasana hati adalah inti hubungan social yang baik. tetapi karena sesuatu yang terjadi pada situasi belajar dikelas. mengendalikan emosi dan menunda kepuasan. Perilaku ketakutan. Seorang anak disekolah akan belajar lebih giat dan efektif bila ada motivasi. menghargai-tidak menghargai. seseorang dapat menempatkan emosinya pada porsi yang tepat. Karena reksi setiapsiswa tidak sama. Dengan demikian. Selanjutnya ia akan mengembangkan usahanya untuk menguasai bahan yang dipelajari. mendekati-menjauhi. Akibatnya. .

kemurungan atau ketersiggungan dan bangkit kembali dengan cepat. orang yang buruk kemampuannya dalam mengelola emosi akan terus menerus bertarung melawan perasaan murung atau melarikan diri pada hal-hal yang negatif yang merugikan dirinya sendiri. kecakapan social ( menangani suatu hubungan). menerapkan dengan efektif energi emosi dalam kegiatan pembelajaran. Lebih lanjut dikatakannya bahwa emosi manusia berada di wilayah dari perasaan lubuk hati. Goleman (1995) mengungkapkan lima wilayah kecerdasan emosional yang dapat menjadi pedoman bagi individu untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan sehari-hari. a. Mengendalikan emosi diri Kesadaran diri dalam mengenali perasaan sewaktu perasaan itu terjadi merupakan dasar kecerdasan emosikonal. pada intinya. Mengelola emosi Mengelola emosi berarti menangani perasaan agar terungkap dengan tepat. dan keterampilan social (kepandaian menggugah tanggapan yang dikehendaki pada orang lain). Sebaliknya. Memotivasi diri Kemampuan seseorang memotivasi diri dapat ditelusuri melalui halhal berikut: a. kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. dan sensasi emosi yang apabila diakui dan dihormati. dapat melepas kecemasan. cara mengendalikan dorongan hati. kecerdasan emosional menyediakan pemahaman yang lebih mendalam dan lebih utuh tentang diri sendiri dan orang lain. Howes dan Herald (1999) mengatakan.Selanjutnya. Emosi dikatakan berhasil dikelola apabila mampu menghibur diri ketika ditimpa kesedihan. naluri yang tersembunyi. c. Unsur penting kecerdasan emosional terdiri dari: kecakapan pribadi (mengelola diri sendiri). Dari beberapa pendapat diatas. baik dalam belajar-mengajar ataupun kegiatan lainnya. . dapatlah dikatakan bahwa kecerdasan emosional menuntut diri untuk belajar mengakui dan menghargai perasaan diri sendiri dan orang lain dan menggapainya dengan tepat. Pada tahap ini diperlukan adanya pemantauan perasaan dari waktu ke waktu agar timbul wawasan psikologi dan pemahaman tentang diri. kecerdasan emosional merupakan komponen yang membuat seseorang menjadi pintar menggunakan emosi. Ketidakmampuan untuk mencermati perasaan yang sesungguhnya membuat diri berada dalam kekuasaan perasaan sehingga tidak peka akan perasaan yang sesungguhnya yang berakibat buruk bagi pengambilan keputusan masalah.Hal ini merupakan kecakapan yang sangat bergantung pada kesadaran diri. b.

e. . d. Jika seseorang terbuka pada emosi sendiri. ia akan terampil membaca perasaan orang lain. ia tidak akan mampu menghormati perasaan orang lain. pekerjaannya. seseorang cenderung memilikipandangan yang positif dalam menilai segala sesuatu yang terjadi dalam dirinya. yaitu keadaan ketika perhatian seseorang sepenuhnya tercurah kepada apa yang sedang terjadi. hanya terpokus pada satu objek. Seni dalam menjaga hubungan dengan orang lain merupakan keterampilan social yang mendukung keberhasilan dalam pergaulan dengan orang lain. kekuatan berpikir positif. Dengan kemampuan memotivasi diri. e. apabila seseorang tidak mampu menhyesuaikan diri dengan emosinya sendiri. c. optimisme.b. Sebaliknya. Membina hubungan dengan orang lain. derajat kecemasan yang berpengaruh terhadap unjuk kerja seseorang. d. keadaan flow (mengikuti aliran). Mengenali emosi orang lain Empati atau mengenal emosi orang lain dibangun berdasarkan kesadaran diri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful