P. 1
essai departemen

essai departemen

|Views: 57|Likes:
Published by MeidyRahayu

More info:

Published by: MeidyRahayu on Jun 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2012

pdf

text

original

Kimia medisinal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kimia medisinal atau farmaseutika adalah adalah disiplin ilmu gabungan kimia dan farmasi yang terlibat dalam desain, sintesis, dan pengembangan obat farmaseutika. Kimia medisinal terlibat dalam identifikasi, sintesis, dan pengembangan entitas kimia baru (new chemical entity) yang dapat digunakan untuk terapi. Bidang ini juga melakukan kajian terhadap obat yang sudah ada, berikut sifat biologis serta QSAR (quantitative structure-activity relationships)-nya. Bidang ini berfokus pada aspek kualitas obat dan bertujuan untuk memelihara kesehatan sebagai tujuan dari produk obat. Kimia medisinal merupakan bidang ilmu yang sangat melibatkan bidang-bidang ilmu lain, dengan menggabungkan kimia organik, biokimia, kimia komputasi, farmakologi, biologi molekular, statistika, dan kimia fisik.

Kimia Farmasi

Visi, Misi, dan Tujuan
Farmasi Unair, 08-06-2009

VISI

Menjadi Departemen yang menghasilkan sumber daya yang mandiri, inovatif, dan menjadi pelopor pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam bidang Kimia Farmasi, dengan keunggulan di bidang sintesis dan hubungan struktur-aktivitas dari senyawa obat, serta analisis senyawa dan sediaan farmasi pada tingkat regional dan internasional, yang dilandasi dengan moral agama untuk kemaslakhatan umat.

Mengupayakan kemandirian dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang Kimia Farmasi. serta analisis senyawa dan sediaan farmasi. melalui pengembangan kelembagaan manajemen yang berorientasi pada mutu dan kemampuan bersaing secara internasional. Mendharmabaktikan keahlian dalam bidang ilmu Kimia Farmasi kepada masyarakat. . dalam rangka pemenuhan kebutuhan pasar nasional. Menyelenggarakan penelitian dasar dan terapan yang inovatif dalam bidang ilmu Kimia Farmasi. di bidang sintesis dan hubungan strukturaktivitas senyawa obat. untuk mencapai standar kualitas lulusan yang mampu menghadapi perkembangan IPTEK Kimia Farmasi.MISI Menyelenggarakan pendidikan dalam bidang kefarmasian pada umumnya dan khususnya di bidang Kimia Farmasi. regional dan internasional. untuk menunjang pengembangan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Tujuan Khusus Departemen Kimia Farmasi : Menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia. . Mewujudkan kemandirian Departemen yang adaptif. kreatif. yang mendorong pengembangan ilmu Kimia Farmasi dalam skala nasional dan internasional. dilandasi dengan moral agama. serta dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional berdasarkan moral agama. yang mampu: Mengidentifikasi. Menghasilkan penelitian inovatif. proaktif. terhadap tuntutan perkembangan lingkungan strategis.TUJUAN Tujuan umum Departemen Kimia Farmasi : Menghasilkan lulusan yang berkualitas yang mampu mengembangkan ilmu Kimia Farmasi. memeriksa kemurnian. Menghasilkan pengabdian masyarakat untuk memberdayakan masyarakat agar mampu memecahkan masalah yang berhubungan dengan bidang ilmu Kimia Farmasi secara mandiri dan berkelanjutan.

sehingga mampu menghasilkan karya penelitian unggulan yang . dapat menjelaskan hubungan perubahan struktur dan aktivitas biologis kelompok turunan senyawa obat. makanan dan minuman. Melakukan telaah publikasi ilmiah yang berkaitan dengan bidang Kimia Farmasi. Melaksanakan penelitian dasar dan terapan sebagai penerapan metode ilmiah dan sikap keilmuan serta mampu mengkomunikasikan dan mempertanggungjawa bkan hasil penelitian sesuai kaidah keilmuan. bahan berbahaya dan beracun. sediaan obat. obat tradisional. Melakukan pengendalian mutu bahan obat. Memahami prinsip dasar dan tehnik pembuatan bahan obat.menetapkan kadar obat dan bahan obat. kosmetika. Meningkatkan kemampuan sumberdaya.

khususnya Kimia Farmasi. Menghasilkan produk unggulan yang berkaitan dengan Bidang Kimia Farmasi. dalam memecahkan permasalahan di Bidang Farmasi. dan Tujuan Farmasi Unair. yang ada di masyarakat. yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Farmasi komunitas Visi. Misi. . Menjadikan bagian sebagai acuan atau rujukan dalam bidang Farmasi Komunitas untuk pendidikan profesi kefarmasian maupun jenjang keilmuan (S2 dan S3) mengenai obat dan problema obat dalam setting Farmasi Masyarakat. MISI Menyelenggarakan Tridharma Perguruan Tinggi untuk bidang ilmu yang menjadi asuhan bagian sesuai dengan tugas yang diberikan oleh Fakultas. 21-07-2008 VISI Menjadi Departemen yang terpercaya dan diakui dalam bidang Farmasi Komunitas baik nasional dan regional dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.inovatif yang berlandaskan pada kode etik akademik.

Memiliki kemampuan sebagai RGU fakultas yang terakreditasi. TUJUAN TUJUAN UMUM Memiliki kemampuan akademik dalam bidang Farmasi Komunitas dengan sistem jaminan kontrol kualitas yang terbakukan. Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan yang didapat sebelumnya sehingga membuat keputusan yang tepat dalam penggunaan obat yang aman dan efektif. praktisi profesional dan konsultan. Mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam memilih dan memantau terapi obat dalam setting Farmasi Masyarakat. TUJUAN KHUSUS Mengembangkan mahasiswa menjadi seorang farmasis yang dapat berperan dengan baik dan berhasil dalam setting Farmasi Masyarakat yang berorientasi pada kepentingan pasien. termasuk etiologi. Memiliki SDM yang memiliki kemampuan dalam bidang Farmasi Komunitas yang terus dikembangkan baik sebagai pendidik. patofisiologi dan terapi obat khususnya tentang minor illment.Memberdayakan diri untuk menjadi RGU Fakultas yang berhasil guna dan berdaya guna dalam kerangka otonomi Perguruan Tinggi. . Meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang status penyakit.

Secara garis besar. Bentuk sediaan farmasi bervariasi mulai dari bentuk larutan hingga bentuk lain dengan sistem penghantaran obat yang kompleks. fase yang terakhir tersebut terdiri atas pembuatan berbagai bentuk sediaan yang mengandung bahan aktif yang telah dikenal dan diketahui serta pembuatan berbagai bentuk sediaan dengan bahan aktif baru (formulasi) atau updating sediaan yang mengandung bahan aktif yang telah dikenal dan diketahui (reformulasi). Mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam penyediaan informasi baik terhadap pasien dan atau profesi kesehatan. tetapi hampir selalu diberikan dalam suatu formula tertentu dengan menggunakan berbagai bahan tambahan atau eksipien dan dengan teknologi manufakturing yang tepat sehingga dihasilkan suatu sediaan farmasi yang berkualitas. 30-10-2008 Sediaan farmasi sangat jarang digunakan dalam bentuk bahan aktif murni.Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam teknik berkomunikasi untuk mempermudah interaksi dengan pasien dan profesi kesehatan dalam tim. Dari sudut pandang produksi. Farmasetika Ruang Lingkup Farmasi Unair. Tujuan formulasi sediaan adalah untuk menentukan semua variabel yang diperlukan . pembuatan sediaan farmasi terdiri atas dua fase yaitu pengembangan bahan baku (bahan aktif dan bahan tambahan) serta formulasi dan kontrol kualitas sediaan jadi.

Pengembangan formula sediaan baru membutuhkan penelitian yang kompleks dan terpadu. Teknologi farmasi diterapkan untuk mengembangkan suatu formula sediaan dan prosedur yang dapat diterapkan secara umum pada semua tahap proses produksi (pelarutan. Selain itu sediaan farmasi harus digunakan dengan benar untuk mencapai efek terapi yang diinginkan dan dengan bioavailabilitas optimal. biokimia. Gambar 1. pengembangan sediaan dan uji klinik (fase I sampai fase V) tertera pada Gambar 3. yang spesifik pada setiap bentuk sediaan. penggerusan. dan lain sebagainya). selain juga penting untuk pengembangan bahan aktif.dll). pencampuran. Penerapan prinsip ilmiah dan pengetahuan tentang formulasi farmasetik sangat berguna dalam pengembangan formula baru untuk obat-obat yang telah ada. aman dan stabil dengan tetap menjaga kriteria mutu sediaan tersebut bila sediaan diproduksi dalam skala besar. biofarmasetika. formulasi dan teknologi farmasi. Sedangkan tahap pengembangan suatu sediaan obat baru mulai dari bahan aktif hingga manufakturing yang pada prinsipnya terdiri atas tiga tahap utama yaitu penelitian dasar (kimia. biologi. Ruang lingkup farmasetika Gambar 2. Bentuk sediaan dikembangkan berdasar formulasi dan teknologi farmasetik agar menghasilkan sediaan yang efektif. Gambar 1 berikut ini menunjukkan ruang lingkup farmasetika. Pengujian mutu harus dilakukan sebelum suatu sediaan farmasi akhirnya dilepas ke pasar dan digunakan oleh konsumen. Empat tahap pengembangan formulasi dari bahan aktif yang sudah dikenal dapat dilihat pada Gambar 2. farmakologi. Hal ini dapat tercapai bila ada keutuhan ilmu yang terkait. diantaranya farmasi fisik. Tahap Pengembangan Formulasi . imunologi.dalam mengembangkan dan memproduksi sediaan farmasi secara optimal.

yaitu sebelum. Kosmetika. Apoteker tidak banyak lagi meracik obat karena obat yang diresepkan dokter kebanyakan obat jadi berkualitas tinggi yang disiapkan oleh pabrik farmasi. tekanan pada pelayan penderita (patient care). alat-alat diagnosa bantu serta penyakit baru yang muncul membingungkan para dokter (satu profesi tidak dapat lagi menangani semua pengetahuan yang berkembang dengan pesat). profesi kefarmasian mengalami berbagai perubahan secara drastis dalam kurun waktu 40 tahun terakhir terjadi di abad ke 20. Secara historis. Beralihnya pembuatan obat dari instalasi farmasi ke industri farmasi maka tugas dan fungsi farmasi berubah. Steril. Periode Masakini (Farmasi Klinis). Periode Masa Depan (Pharmaceutical Care). serta ledakan pengetahuan medis dan ilmiah. Apoteker dapat berkontribusi selama proses peresepan. selama dan sesudah resep ditulis. "Drug Delivery System" dan Radiofarmasi. LAYANAN FARMASI KLINIS Layanan farmasi klinis berkembang untuk menanggapi keprihatianan masyarakat terhadap tingginya angka morbiditas dan mortilitas yang terkait dalam penggunaan obat. Semi Solida.Mengacu pada penjelasan diatas. Solida. Layanan farmasi klinis merupakan praktek kefarmasian yang berorientasi kepada pasien lebih dari pada layanan berorientasi produk. dapat dibedakan konsep-konsep mendasar berkaitan dengan : Fungsi dan tugas yang diemban. Biofarmasetika. Dengan berkembang pesatnya obat-obat yang efektif secara terapetik dalam dekade tersebut. Dalam setiap periode. tapi perkembangan ini membawa masalah- . tingginya harapan yang terkait dalam penggunaan obat. cepatnya peningkatan biaya perawatan kesehatan. Periode Transisional (1960-1970). Selain hal tersebut juga kemajuan dalam ilmu diagnosa. sikap aktif atau pasif pada pelayanan. Perkembangan ini dibagi menjadi empat periode yaitu: Periode Tradisional (sebelum 1960). hubungan dengan profesi medis. khususnya dalam bidang farmakologi dan banyaknya jenis obat yang beredar menyebabkan dokter merasa ketinggalan dalam ilmunya. Sejalan dengan perkembangan kemajuan ilmu kedokteran. maka ruang lingkup keilmuan Bagian Farmasetika meliputi Farmasi Fisik. Farmasetika Sediaan: Likuida.

obat-makanan.masalah tersendiri berupa meningkatnya permasalahan yang berkaitan dengan obat. interaksi obat-obat. bentuk sediaan. ESO. obat-uji laboratorium dll. rute. dosis. Ketidakberhasilan pengobatan dapat disebabkan oleh : • Penulisan resep yang kurang tepat • Pengobatan yang kurang tepat (Misalnya: Pemilihan obat. lama pemakaian) • Pemberian obat yang tidak diperlukan • Penyerahan obat yang tidak tepat • Obat tidak tersedia saat dibutuhkan • Kesalahan dispensing • Perilaku pasien yang tidak mendukung • Indiosinkrasi pasien • Berhubungan dengan cara pengobatan yang tidak tepat • Pelaksanaan/penggunaan obat yang tidak sesuai dengan perintah pengobatan (non compliance) • Respon aneh individu terhadap obat • Terjadi kesalahan atau kecelakaan • Pamantauan yang tidak tepat • Gagal untuk mengenali dan menyelesaikan adanya keputusan terapi yang tidak tepat • Gagal dalam memantau efek pengobatan pasien Pemantauan obat merupakan salah satu tugas layanan farmasi klinis dan berhubungan dengan masalah berkaitan obat (DRP) serta dapat dikategorikan sebagai berikut : • Pasien tidak memperoleh pengobatan yang sesuai dengan indikasinya • Pasien tidak mendapatkan obat yang tepat • Dosis obat subterapetik • Pasien gagal menerima obat • Dosis obat terlalu tinggi • Timbul reaksi obat yang tidak dikehendaki • Pasien mengalami masalah karena terjadi interaksi obat • Pasien memperoleh obat yang tidak sesuai dengan indikasinya Filosofi dan tujuan Farmasi Klinis Hepler dan Strand (1990) Pharmaceutical Care is ”The responsible provision of drug therapy for the purpose of . interval dosis. teratogenesis.

menghentikan atau memperlambat proses penyakit serta mencegah penyakit atau gejalanya. mengurangi atau meniadakan gejala sakit. Dalam praktek ini Apoteker harus membuat keputusan tentang ketepatan .achieving definite outcomes that improve a patient’s quality of life” Cipolle. 436/ Menkes/ SK/VI/1993 tentang pelayanan Rumah Sakit dan Standar Pelayan Medis. Namun tidak dapat disangkal dalam pemberian obat kemungkinan terjadi hasil pengobatan tidak seperti yang diharapkan (Drug Related Problem). tugas Apoteker meliputi: • Melakukan konseling • Monitoring Efek Samping Obat (ESO) • Pencampuran obat suntik secara aseptis • Menganalisis efektivitas biaya • Penentuan kadar obat dalam darah • Penanganan obat sitostatika • Penyiapan total parenteral nutrition • Pemantauan terapi obat • Pengkajian penggunaan obat Terapi obat terutama ditujukan untuk meningkatkan kualitas mempertahankan hidup pasien. yang dilakukan dengan cara mengobati pasien. and is held accountable for this commitment” Dasar hukum Farmasi Klinis : SK Menkes No. Pemantauan obat merupakan salah satu tugas Farmasi Klinis dan kemungkinan masalah berkaitan dengan DRP dapat dikategorikan sebagai berikut: • Pasien tidak memperoleh pengobatan yang sesuai dengan indikasinya • Pasien tidak mendapatkan obat yang tepat • Dosis obat subterapetik • Pasien gagal menerima obat • Dosis obat terlalu tinggi • Timbul reaksi obat yang tidak dikehendaki • Pasien mengalami masalah karena terjadi interaksi obat • Pasien memperoleh obat yang tidak sesuai dengan indikasinya Layanan farmasi klinis menghadirkan langkah penting dalam transformasi praktek kefarmasian dan orientasi produk ke praktek yang berorientasi kepada pasien. Strand dan Morley (1998) Pharmaceutical Care is “A Practice in which the practitioner takes responsibility for a patient’s drug therapy needs.

Oleh karena itu pada abad 19. yang mempelajari segala aspek obat dari alam Farmakognosi sendiri berasal dari kata Pharmakon. yang berarti pengetahuan. dan Gnosis. para ahli kimia mulai memberikan perhatian pada senyawa-senyawa kimia kandungan bahan alam yang diduga mempunyai khasiat bagi kesehatan. . menurut Prof. yaitu buku pertama yang memuat tentang khasiat dan penggunaan lebih kurang 600 macam obat dari bahan alam ( tanaman. materia medika sudah mempunyai dua disiplin ilmu.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=467 Profil Singkat Bapsi Unair. Nicholas Barber (School of Farmacy. Bukti dari hal itu dapat diketahui melalui buku Materia Medika yang diterbitkan sebelum abad 19. Sumber:http://www. yaitu : Farmakologi. Sejak saat itu terjadi peningkatan yang pesat terhadap pengetahuan mengenai obat dari bahan alam sehingga dianggap perlu untuk mengadakan pemisahan disiplin ilmu. hewan. yang berarti obat.or. 30-10-2008 Dalam sejarah penemuan obat bahan alam dimulai dari pengetahuan manusia akan khasiat bahan alam bagi kesehatan yang merupakan awal dari berkembangnya farmakognosi. mineral ). Melalui perkembangan ilmu lebih lanjut.isfinational. yang mempelajari kerja obat ( action of drug ) Farmakognosi. University of London).pemakaian obat dan bertanggung jawab terhadap keputusan dan saran.

mereka mulai mencoba mensintesis senyawa kimia yang mempunyai khasiat terapi tersebut dan melakukan modifikasi struktur senyawa dengan tujuan tertentu. mikroorganisme). hewan. Dari waktu ke waktu. yang mencakup semua informasi obat dari sumber bahan alam (tumbuhan. terjadi 3 peristiwa mendasar yang merupakan perwujudan dari sikap masyarakat dan para ilmuwan terhadap farmakognosi. mineral. yang berhubungan dengan aktivitas dan efek obat. yaitu : Kesadaran tentang khasiat dan pemakaian tanaman sebagai obat. Kesadaran para produsen obat bahan alam bahwa tanaman memang mempunyai reputasi yang baik sebagai obat rakyat. Hal ini yang membidangi lahirnya disiplin ilmu baru yaitu kimia medisinal. yaitu : Farmakologi. Tanaman merupakan sumber bahan obat serta sumber inspirasi bagi pembuatan prototipe obat baru melalui pengetahuan tentang senyawa kimia kandungannya. Keadaan ini didukung dengan meningkatnya informasi mengenai efek samping obat sintetis serta manfaat yang diperoleh melalui pemakaian obat alam. yang berhubungan dengan semisintesis obat Perkembangan selanjutnya pada akhir abad 20.Pada akhir abad 19. Kimia medisinal. Dengan demikian. Perkembangan teknologi DNA rekombinan dan rekayasa genetika yang . masyarakat semakin menyukai bahan obat alam. melalui pengetahuan tentang khasiat bahan alam telah berkembang tiga disiplin ilmu dasar. Farmakognosi.

mekanisme aktivitas farmakologi. dan analisis genetik bahan alam. yaitu : Bahan alam menyediakan sejumlah bahan obat yang sangat potensial. Berdasarkan sikap masyarakat dan ilmuwan tersebut. yang dapat dimodifikasi menghasilkan senyawa dengan sifat fisika-kimia yang lebih menguntungkan. Senyawa bahan alam yang aktivitasnya kurang poten dapat dimodifikasi melalui metode bioteknologi untuk menghasilkan obat yang lebih poten yang tidak mudah diperoleh melalui metode lain. Senyawa bahan alam merupakan model bagi sintesis obat yang mempunyai aktifitas fisiologi sama dengan senyawa asli. glikosida digitalis. formulasi obat tradisional. Untuk pengembangan kegiatan diatas diperlukan kerjasama dengan institusi nasional. Bagian Farmakognosi Fitokimia adalah bagian yang bertugas mempelajari: standarisasi tumbuhan obat berdasarkan studi farmakognosi dan fitokimia. serum dan vaksin. regional dan internasional. biosintesis. Bahan alam merupakan sumber senyawa induk (basic compounds). antibiotika. telah dirumuskan empat peran penting senyawa bahan alam bagi perkembangan obat modern. senyawa racun. seperti lebih efektif dan tidak toksik. elusidasi struktur kimia.memungkinkan transfer genetic material dari satu organisme ke organisme lain. . misalnya : alkaloida opium dan ergot. pengujian manfaat. kandungan.

Ilmu Kesehatan. Pada tahun 2007 nama Bagian Farmasi Praktis berubah menjadi Departemen Farmasi Komunitas. III dan IV. Mata Ajaran yang dikelola oleh bagian Farmasi Praktis terdiri dari 8 mata kuliah dan 4 mata praktikum untuk program S1. Staf pengajar Departemen Farmasi Komunitas terdiri dari 14 orang dosen tetap dan 2 orang dosen yang diperbantukan di Apotek Farmasi Airlangga. Departemen Farmasi Komunitas mempunyai 1 buah ruang praktikum yang digunakan untuk praktikum Preskripsi II. Farmasi Komunitas adalah hibrida dari disiplin Ilmu Farmasetika. Dari 14 staf pengajar tersebut memiliki kualifikasi sbb: 3 orang dengan kualifikasi S3 7 orang dengan kualifikasi S2 8 orang dengan kualifikasi S1-Apoteker (2 orang sedang menjalani program S2 di Australia) Sedangkan staf non-edukatif terdiri dari 3 orang tenaga dengan kualifikasi SLTA.1. Departemen Farmasi Komunitas menerapkan paradigma Pharmaceutical Care sebagai landasannya. Juga digunakan sebagai sarana Praktek Kerja Profesi (PKP) tingkat Profesi Apoteker bidang Apotek. Fakultas Farmasi memiliki sebuah apotek yang merupakan apotek pendidikan dan digunakan sebagai sarana praktikum Farmasi Masyarakat.20/PP/2001. ditambah dengan program profesi apoteker bidang perapotikan dan bidang pemerintahan serta program S2 bidang minat Farmasi Masyarakat. 11-04-2009 Bagian Farmasi Praktis berdiri pada 6 Agustus 2001 berdasarkan SK Dekan Nomor 2063/JO3. sejalan dengan perkembangan terbaru di dunia kefarmasian . Ilmu Dasar dan Ilmu Sosial/Humaniora.Farmasi Komunitas Profil Singkat Farmasi Unair. 1 orang dengan kualifikasi SAA dan 1 orang dengan kualifikasi S1 yang bertugas sebagai tenaga administrasi dan laboratorium.

dibutuhkan kerjasama antara apoteker. termasuk sayuran dan buahbuahan. Karenanya.yang menerapkan konsep tersebut sebagai tujuan pelaksanaan praktek kefarmasian (pharmacy practice). ekonomi dan humaniora. tapi memiliki efek yang menguntungkan bagi kesehatan atau memiliki peran aktif bagi pencegahan penyakit. dan ketiadaan zat-zat ini tidak akan mengakibatkan penyakit defisiensi. Dalam pelaksanaan pharmaceutical care. pasien dan tenaga kesehatan lainnya untuk mencapai tujuan kesehatan. Hasil-hasil tersebut meliputi aspek-aspek klinik. Dalam penggunaan umum. dalam arti luas adalah segala jenis zat kimia atau nutrien yang diturunkan dari sumber tumbuhan. Fitokimia biasanya digunakan untuk merujuk pada senyawa yang ditemukan pada tumbuhan yang tidak dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh. paling tidak. zat-zat ini berbeda dengan apa yang diistilahkan sebagai nutrien dalam pengertian tradisional. Pharmaceutical Care (Asuhan Kefarmasian) adalah praktek kefarmasian yang berorientasi pada pasien. tidak dalam jangka waktu yang normal untuk defisiensi tersebut. ensiklopedia bebas Fitokimia atau kadang disebut fitonutrien. fitokimia memiliki definisi yang lebih sempit. yaitu bahwa mereka bukanlah suatu kebutuhan bagi metabolisme normal. Tujuan utama dari Pharmaceutical Care adalah mencapai hasil positif yang meningkatkan kualitas hidup penderita (yang berhubungan dengan kesehatan). . Fitokimia Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->