P. 1
Kepribadian Dan Emosi

Kepribadian Dan Emosi

|Views: 105|Likes:
Published by wakmen

More info:

Published by: wakmen on Jun 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/03/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Studi prilaku organisasi adalah telaah tentang pribadi dan dinamika kelompok dan konteks organisasi, serta sifat organisasi itu sendiri. Setiap kali orang berinteraksi dalam organisasi, banyak faktor yang ikut bermain. Studi organisasi berusaha untuk memahami dan menyusun model-model dari faktor-faktor ini. Seperti halnya dengan semua ilmu sosial, perilaku organisasi berusaha untuk mengontrol, memprediksikan, dan menjelaskan. Namun ada sejumlah kontroversi mengenai dampak etis dari pemusatan perhatian terhadap perilaku pekerja. Karena itu, perilaku organisasi (dan studi yang berdekatan dengannya, yaitu psikologi industri) kadang-kadang dituduh telah menjadi alat ilmiah bagi pihak yang berkuasa. Terlepas dari tuduhan-tuduhan itu, Perilaku Organisasi dapat memainkan peranan penting dalam perkembangan organisasidan keberhasilan kerja, yang diantaranya membahas tentang Kepribadian dan Emosi, kedua hal tersebut sangat berkaitan erat dengan prilaku organisasi. Kepribadian dan emosi akan mempengaruhi individu didalam sebuah organisasi. Maka dari itu sangat diperlukan seseorang untuk tahu dan mengerti apa itu kepribadian dan emosi baik dari segi pengertian, ciri – ciri, dll. Dengan penguasaan materi tentang Kepribadian dan Emosi ini diharapkan setiap individu akan bisa menempatkan dirinya didalam sebuah organisasi setelah menguasai materi tersebut. Keberhasilan sebuah organisasi sangat ditentukan oleh setiap individu di dalamnya. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Apakah definisi dari Kepribadian dan emosi, ciri – ciri, dimensi emosi, serta pengaruhnya terhadap prilaku dalam organisasi ? 1.3 Tujuan Penulisan 1.3.1 Untuk mengetahui definisi dari Kepribadian dan emosi secara psikologis maupun definisi sehari harinya, ciri – ciri, atribut kepribadian utama yang mempengaruhi prilaku oraganisasi, serta mengetahui kepribadian dan budaya nasional. 1.3.2 Untuk mengetahui dimensi dimensi emosi dan batas ekternal emosi terhadap prilaku organisasi.

1.4 Manfaat Penulisan 1.4.1 Manfaatnya untuk Mahasiswa adalah sebagai panduan atau tunjangan dalam mata kuliah Prilaku organisasi. 1.4.2 Manfaatnya Untuk Fakultas adalah sebagai tambahan karya tulis untuk memperkaya materi mengenai Prilaku Organisasi. 1.4.3 Manfaatnya untuk Masyarakata dan dunia kerja, jika seseorang telah mengerti apa itu kepribadian dan emosi dan tau cara mengendalikannya dalam dunia organisasi maka akan sangat berguna untuk kemajuan sebuah perusahaan dan masyarakat.

Menurut Duncan dalam Thoha (2007:5) hal-hal yang perlu organisasi adalah sebagai berikut: dipertimbangkan dalam suatu perilaku a) Studi perilaku organisasi termasuk didalamnya bagian-bagian yang relevan dari semua ilmu tingkah laku yang berusaha menjelaskan b) Tindakan-tindakan manusia didalam organisasi. parasaan (feelings) adalah .1 Pengertian Perilaku Organisasi Menurut Thoha (2007:5) perilaku organisasi merupakan suatu studi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku manusia dalam suatu organisasi atau suatu kelompok tertentu.3 Pengertian Emosi Istilah emosi menurut Daniel Goleman (1995). seorang pakar kecerdasan emosional. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa emosi merujuk kepada suatu perasaan dan pikiran-pikiran yang khas.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. nafsu. 2. dan serangkaian kecendrungan untuk bertindak. perasaan. namun perilaku organisasi masih memusatkan pada kebutuhan manajer untuk menjamin bahwa keseluruhan tugas pekerjaan yang bisa dijalankan.2 Pengertian Kepribadian Kepribadian merupakan pola khas seseorang dalam berpikir. 2. yang digunakan untuk bereaksi dan menyesuaikan diri terhadap rangsangan. dapat disimpulkan bahwa kepribadian meliputi segala corak perilaku dan sifat yang khas dan dapat diperkirakan pada diri seseorang. Menurut Chaplin (1989) dalam Dictionary of psychology. yang diambil dari Oxford English Dictionary memaknai emosi sebagai setiap kegiatan atau pergolakan pikiran. Kepribadian juga merupakan jumlah total kecenderungan bawaan atau herediter dengan berbagai pengaruh dari lingkungan serta pendidikan. suatu keadaan biologis dan psikologis. yang membentuk kondisi kejiwaan seseorang dan mempengaruhi sikapnya terhadap kehidupan (Weller. 2005). Berdasarkan pengertian tersebut. sehingga corak tingkah lakunya itu merupakan satu kesatuan fungsional yang khas bagi individu itu. merasakan dan berperilaku yang relatif stabil dan dapat diperkirakan (Dorland. 2002). c) Perilaku organisasi sebagaiman suatu disiplin ilmu mengenai bahwa individu dipengaruhi oleh bagaimana pekerjaan diatur adan siapa yang bertanggung jawab untuk pelaksanaannya. d) Walaupun dikenal adanya keunikan pada individu. setiap keadaan mental yang hebat dan meluap-luap. emosi adalah sebagai suatu keadaan yang terangsang dari organisme mencakup perubahan-perubahan yang disadari. yang mendalam sifatnya dari perubahan perilaku. Chaplin (1989) membedakan emosi dengan perasaan.

diimbangi dengan pertimbangan-pertimbangan akan perasaan dan keyakinan individu lain.kanakan. Menurut pandangan Skinner (1977) esensi kematangan emosi melibatkan kontrol emosi yang berarti bahwa seseorang mampu memelihara perasaannya. Individu yang matang. tidak dapat mengubah moodnya. Menggunakan kemampuan kritis mental. Pemahaman diri. dapat meredam emosinya. kemudian memutuskan bagaimana cara bereaksi terhadap situasi tersebut Kematangan emosi (Wolman dalam Puspitasari. Menurut Kartono (1988) kematangan emosi sebagai kedewasaan dari segi emosional dalam artian individu tidak lagi terombang ambing oleh motif kekanak. Jadi. tidak mudah berubah pendirian. Menurut Crow & Crow (1958). Orang yang demikian mampu mengekspresikan rasa cinta dan takutnya secara cepat dan spontan. 2005). Sedangkan pribadi yang tidak matang memiliki kebiasaan menghambat perasaanperasaannya. emosi adalah “an emotion. . meredam balas dendam dalam kegelisahannya.pengalaman disadari yang diaktifkan baik oleh perangsang eksternal maupun oleh bermacam-macam keadaan jasmaniah. serta bertindak atas dasar fakta dari pada perasaan. Dapat melakukan kontrol diri yang bisa diterima secara sosial. Individu yang matang berusaha menilai situasi secara kritis sebelum meresponnya. individu yang dikatakan matang emosinya yaitu: a. 2002) dapat didefinisikan sebagai kondisi yang ditandai oleh perkembangan emosi dan pemunculan perilaku yang tepat sesuai dengan usia dewasa dari pada bertingkahlaku seperti anak-anak. Senada dengan pendapat di atas Covey (dalam Puspitasari. 2002) mengemukakan bahwa kematangan emosi adalah kemampuan untuk mengekspresikan perasaan yang ada dalam diri secara yakin dan berani. and that shows it self in his evert behaviour”. emosi adalah warna afektif yang kuat dan ditandai oleh perubahan-perubahan fisik. is an affective experience that accompanies generalized inner adjustment and mental and physiological stirredup states in the individual. Menurut Hurlock (1990). b. mampu membedakan perasaan dan kenyataan. Semakin bertambah usia individu diharapkan dapat melihat segala sesuatunya secara obyektif. belajar memahami seberapa banyak kontrol yang dibutuhkannya untuk memuaskan kebutuhannya dan sesuai dengan harapan masyarakat c. Individu yang emosinya matang mampu mengontrol ekspresi emosi yang tidak dapat diterima secara social atau membebaskan diri dari energi fisik dan mental yang tertahan dengan cara yang dapat diterima secara sosial. Sehingga dapat dikatakan pribadi yang matang dapat mengarahkan energi emosi ke aktivitas-aktivitas yang sifatnya kreatif dan produktif. Chaplin (2001) menambahkan emosional maturity adalah suatu keadaan atau kondisi mencapai tingkat kedewasaan dari perkembangan emosi dan karena itu pribadi yang bersangkutan tidak lagi menampilkan pola emosional yang tidak pantas. Smith (1995) mendefinisikan kematangan emosi menghubungkan dengan karakteristik orang yang berkepribadian matang. Kematangan emosi juga dapat dikatakan sebagai proses belajar untuk mengembangkan cinta secara sempurna dan luas dimana hal itu menjadikan reaksi pilihan individu sehingga secara otomatis dapat mengubah emosi-emosi yang ada dalam diri manusia (Hwarmstrong.

psikologis. kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Allport (Calvin S. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang. tingkat energi dan irama biologis adalah karakteristik yang pada umumnya dianggap. Terdapat tiga dasar penelitian yang berbeda yang memberikan sejumlah kredibilitas terhadap argumen bahwa faktor . frustrasi dan konflik.1. pengecut. bentuk wajah. ketegangan emosional. komposisi otot dan refleks.1 Definisi Kepribadian Kepribadian adalah keseluruhan cara di mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Berangkat dari studi yang dilakukannya. dan semacamnya diberikan atribut “tidak punya kepribadian”.2 Kepribadian menurut psikologi Berdasarkan penjelasan Gordon Allport tersebut kita dapat melihat bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. entah sepenuhnya atau secara substansial.1 Kepribadian menurut pengertian sehari-hari Disamping itu kepribadian sering diartikan dengan ciri-ciri yang menonjol pada diri individu. gender. Secara eksplisit Allport menyebutkan.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa emosi adalah suatu respons terhadap suatu perangsang yang menyebabkan perubahan fisiologis disertai perasaan yang kuat dan biasanya mengandung kemungkinan untuk meletus. serta memelihara keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan (norma) lingkungan. 2005) menemukan hampir 50 definisi tentang kepribadian yang berbeda-beda. 3. dan psikologis bawaan dari individu. Scheneider (1964) mengartikan penyesuaian diri sebagai “suatu proses respons individu baik yang bersifat behavioral maupun mental dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri. Jadi. Hall dan Gardner Lindzey. Dalam suatu penelitian kepustakaan yang dilakukan oleh Gordon W. kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.2. akhirnya dia menemukan satu rumusan tentang kepribadian yang dianggap lebih lengkap. 3. Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri.2 Faktor Penentu Kepribadian 3. temperamen. seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. dipengaruhi oleh siapa orang tua dari individu tersebut. Kepada orang supel diberikan atribut “berkepribadian supel” dan kepada orang yang plin-plan. BAB III PEMBAHASAN 3.1. yaitu komposisi biologis. Menurut pendapat dia bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Tinggi fisik. 3.1 Faktor keturunan Keturunan merujuk pada faktor genetis seorang individu.

Temuan ini mengemukakan bahwa beberapa sifat kepribadian mungkin dihasilkan dari kode genetis sama yang memperanguhi faktor-faktor seperti tinggi badan dan warna rambut. ini menandakan bahwa bagian variasi yang signifikan di antara anak-anak kembar ternyata terkait dengan faktor genetis. dipengaruhi oleh perasaan – stabil secara emosional. Dasar ketiga meneliti konsistensi kepuasan kerja dari waktu ke waktu dan dalam berbagai situasi. praktis – imaginatif. kurang cerdas – lebih cerdas. dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menghasilkan konsistensi seiring berjalannya waktu sehingga ideologi yang secara intens berakar di suatu kultur mungkin hanya memiliki sedikit pengaruh pada kultur yang lain. kerja sama. konservatif. dan agresif dapat dikaitkan dengan karakteristik genetis bawaan. 3. dan etika kerja Protestan yang terus tertanam dalam diri mereka melaluibuku. tergantung kelompok – mandiri. Faktor lingkungan ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian seseorang. rasa takut. Misalnya. orang orang Amerika Utara memiliki semangat ketekunan. suka bereksperimen. b. Pencarian awal atas ciri-ciri primer : Ada 16 ciri-ciri yang dianggap sebagai sumber perilaku yang konstan dan mantap yaitu : pendiam – ramah. dan pengaruh-pengaruh lain yang seorang manusia dapat alami. santai – tegang. . yakin – ragu-ragu. penurut – dominan. serius – tak kenal susah. maka semakin penting ciri-ciri itu untuk menggambarkan individu. sistem sekolah. Para peneliti telah mempelajari lebih dari 100 pasangan kembar identik yang dipisahkan sejak lahir dan dibesarkan secara terpisah. sehingga orang-orang tersebut cenderung ambisius dan agresif bila dibandingkan dengan individu yang dibesarkan dalam budaya yang menekankan hidup bersama individu lain. malu-malu – suka bertualang. Individu pada akhirnya akan diklasifikasikan sebagai ekstrovet (E) dan intovert (I). percaya – curiga. kompetisi. keberhasilan. Ternyata peneliti menemukan kesamaan untuk hampir setiap ciri perilaku.2. Sebagai contoh. keluarga. serta memprioritaskan keluarga daripada pekerjaan dan karier.keturunan memiliki peran penting dalam menentukan kepribadian seseorang. dan teman. bijaksana – berhati-hati. kepribadian dari seorang kembar identik yang dibesarkan di keluarga yang berbeda ternyata lebih mirip dengan pasangan kembarnya dibandingkan kepribadian seorang kembar identik dengan saudara-saudara kandungnya yang dibesarkan bersama-sama. Penelitian ini juga memberi kesan bahwa lingkungan pengasuhan tidak begitu memengaruhi perkembangan kepribadian atau dengan kata lain. Dasar kedua berfokus pada anak-anak kembar yang dipisahkan sejak lahir. tak terkendali – terkendali. The Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) : adalah salah satu kerangka kerja kepribadian dengan 100 pertanyaan yang menanyakan kepada orang bagaimana mereka biasanya bertindak atau merasa dalam situasi tertentu.3 Ciri – ciri Kepribadian Semakin konsisten karakteristik individu dan semakin sering terjadi dalam berbagai situasi. dan kelompok sosial. Bukti menunjukkan bahwa sifat-sifat seperti perasaan malu.2 Faktor lingkungan Faktor lain yang memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah lingkungan dimana seseorang tumbuh dan dibesarkan norma dalam keluarga. kebebasan. sikap. teman. budaya membentuk norma. Penelitian terhadap anak-anak memberikan dukungan yang kuat terhadap pengaruh dari faktor keturunan. 3. jujur – lihai. keras – sensitif. Dasar pertama berfokus pada penyokong genetis dari perilaku dan temperamen anak-anak. a.

dan tidak handal. percaya diri. terorganisir. Sifat mendengarkan suara hati : merupakan ukuran dari keandalan. tertekan. Kaum introvert cenderung pendiam. ESTJ adalah pengorganisasi. Sedangkan yang sebaliknya akan mudah bingung.1 Evaluasi inti diri Evaluasi inti diri adalah tingkat di mana individu menyukai atau tidak menyukai diri mereka sendiri. Sedangkan yang sebaliknya akan konvensional dan menemukan kenyamanan dalam keakraban. b. tegas. Orang yang terbuka akan kreatif. kerja keras. dan antagonistik. dan berorientasi pada prestasi cenderung memilki jabatan yang lebih tinggi dalam sebagian besar atau semua kedudukan. mempertahankan jarak emosional. Penelitian atas kredibilitas Lima Besar ini menghasilkan sejumlah besar bukti bahwa individu yang dapat dipercaya. dllnya.4 Kepribadian Utama Yang Mempengaruhi Prilaku Organisasi 3.2 Machiavellianisme Machiavellianisme adalah tingkat di mana seorang individu pragmatis. dan sensitif secara artistik. Ekstraversi : mencakup tingkat kesenangan seseorang akan hubungan. 3. Orang yang skornya tinggi akan kooperatif. Hasilnya nanti akan dirangkai seperti misalnya INTJ dalah kaum visioner. Kemampuan untuk bersepakat : merujuk pada kecennderungan untuk tunduk pada orang lain. mampu membuat rencana. 3. malu-malu. tidak terorganisir. d. c. andal.4. yaitu : a. apakah mereka menganggap diri mereka cakap dan efektif. dan tenang. Sedangkan yang rendah akan dingin. terorganisasi. dan yakin bahwa hasil lebih penting daripada proses. hati-hati. Orang yang peka terhadap suara hati akan bertanggung jawab. hangat. dan mampu bersosialisasi. teliti. tidak mampu bersepakat. Harga diri didefinisikan sebagai tingkat menyukai diri sendiri dan tingkat sampai mana individu menganggap diri mereka berharga atau tidak berharga sebagai seorang manusia. Model lima besar : adalah 5 dimensi dasar hasil riset terbaru yang melandasi semua ciri dan meliputi sebagian besar variasi yang signifikan dalam kepribadian manusia. cemas. dan gigih. c. Orang yang ekstravert akan cenderung suka berkelompok. dan memahami (P) atau menilai (J). Orang yang skornya tinggi akan cenderung tenang. Karakteristik kepribadian Machiavellianisme berasal . gigih. Yang sebalinya akan cenderung gelisah. ingin tahu. Evaluasi inti diri seorang individu ditentukan oleh dua elemen utama: harga diri dan lokus kendali. Keterbukaan terhadap pengalaman : merujuk pada kisaran minat individual dan kekaguman terhadap hal baru. dapat dipercaya. berpikir (T) atau merasa (F). gugup. dan tidak aman. e. ENTP adalah pengagas.sensing (S) atau intuitif (N). dan aman. dan percaya. dan apakah mereka merasa memegang kendali atau tidak berdaya atas [lingkungan]] mereka. Stabilitas emosional : merujuk pada kemampuan untuk bertahan terhadap stress.4.

karakteristik ini cenderung dihargai dan dikaitkan secara positif dengan ambisi dan perolehan barang-barang material yang berhasil. 3.5 Kepribadian tipe A Kepribadian tipe A adalah keterlibatan secara agresif dalam perjuangan terus-menerus untuk mencapai lebih banyak dalam waktu yang lebih sedikit dan melawan upaya-upaya yang menentang dari orang atau hal lain.4.4. Individu narsisis juga cenderung egoisdan eksploitif.3 Narsisisme Narsisisme adalah kecenderungan menjadi arogan. Individu narsisis seringkali ingin mendapatkan pengakuan dari individu lain dan penguatan atas keunggulan mereka sehingga individu narsisis cenderung memandang rendah dnegan berbicara kasar kepada individu yang mengancam mereka. Dalam kultur Amerika Utara. dan acap kali memanfaatkan sikap yang dimiliki individu lain untuk keuntungannya. Individu dengan tingkat pemantauan diri yang tinggi menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam menyesuaikan perilaku dengan faktor-faktor situasional eksternal. Pribadi proaktif menciptakan perubahan positif daalam lingkungan tanpa memedulikan batasan atau halangan. mengukur keberhasilan dalam bentuk jumlah hal yang bisa mereka peroleh. 3. penulis pada abad keenam belas yang menulis tentang cara mendapatkan dan menggunakan kekuasaan. berusaha keras untuk melakukan atau memikirkan dua hal pada saat yang bersamaan. membutuhkan pengakuan berlebih.6 Kepribadian proaktif Kepribadian proaktif adalah sikap yang cenderung oportunis. 3. dan makan cepat. Sebuah penelitian mengungkap bahwa ketika individu narsisis berpikir mereka adalah pemimpin yang lebih baik bila dibandingkan dengan rekan-rekan mereka.4. dan tekun hingga berhasil mencapai perubahan yang berarti. Karakteristik tipe A adalah: selalu bergerak. terobsesi dengan angka-angka. atasan mereka sebenarnya menilai mereka sebagai pemimpin yang lebih buruk. 3. berani bertindak. tidak dapat menikmati waktu luang. Bukti menunjukkan bahwa individu dengan tingkat pemantauan diri yang tinggi cenderung lebih memerhatikan perilaku individu lain dan pandai menyesuaikan diri bila dibandingkan dengan individu yang memiliki tingkat pemantauan diri yang rendah. dan mengutamakan diri sendiri. berjalan.dari nama Niccolo Machiavelli.4 Pemantauan diri Pemantauan diri adalah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan perilakunya dengan faktor situasional eksternal. merasa tidak sabaran.4. mempunyai rasa kepentingan diri yang berlebihan. berinisiatif. .

Investigatif : menyukai kegiatan yang mencakup pemikiran. Teori ini mengatakan bahwa kepuasan paling tinggi berarti keluar masuknya karyawan paling rendah bila kepribadian dan kedudukan/jenis pekerjaannya sesuai.7 Defini Emosi Sebuah organisasi yang berjalan baik adalah organisasi yang berhasil meniadakan frustasi. marah. c.3. Enterprising : menyukai kegiatan verbal dimana ada peluang untuk mempengaruhi yang lai dan mendapatkan kekuasaan. f. marah. Emosi-emosi tersebut adalah antithesis dari rasionalitas.5 Kepribadian Dan Budaya Nasional Tidak ada tipe kepribadian umum untuk satu negara tertentu. Ini dapat dilihat dengan memperhatikan lokus kendali dan kepribadian tipe A. gembira. orang percaya bahwa mereka dapat mendominasi lingkungan mereka. idealistis. 3. dimana prestasi dan keberhasilan material sangat dihargai. Karakternya adalah imaginatif. bersahabat. ambisi. dan mendominasi. Karakternya adalah mampu bergaul. Artistik : menyukai kegiatan yang bersifat mendua dan tidak sistematik. pengorganisasian. emosional. Sedangkan kepribadian tipe A akan paling banyak di negara-negara kapitalis. Hal ini menyebabkan proporsi orang-orang internal dalam angkatan kerja Amerika lebih besar daripada angkatan kerja Arab saudi dan Iran. dan koordinasi. Realistis : menyukai kegiatan fisik yang menuntut ketrampilan. Karakternya adalah percaya diri. Teori ini dikemukakan oleh John Holland. dapat mengurangi kinerja karyawan. tipe-tipenya antara lain : a. 3. d. Namun budaya suatu negara mempengaruhi karakteristik yang dominan dari penduduknya. sebaliknya dengan orang-orang di Timur Tengah. dan memahami. Sosial : menyukai kegiatan yang mencakup membantu dan mengembangkan yang lain. yang memungkinkan ekspresi yang kreatif. stabil. kooperatif. tidak teratur. tidak luwes. e. Beberapa emosi. Misalnya saja. dan praktis. Karakternya adalah pemalu. Sementara dinegara seperti Swedia dan Prancis tidak. dan pemahaman. praktis. dalam budaya seperti Amerika Utara. jelas. asli. b. Kecocokan organisasi-orang : yaitu bahwa orang meninggalkan pekerjaan yang tidak cocok dengan kepribadiannya. tidak imaginatif. mudah menyesuaikan diri. dan tidak bersifat mendua. Karakternya adalah mudahmenyesuaikan diri. kekuatan. ingin tahu. dan tidak praktis. takut.6 Mencapai Kecocokan Kepribadian Kecocokan orang dengan pekerjaan adalah mencocokkan enam tipe kepribadian dan mengemukakan bahwa kecocokkan antara tipe kepribadian dan lingkungan kedudukan menentukan kepuasan dan keluar masuknya karyawan. benci. misalnya Amerika dan Kanada. dls. Namun realitasnya . terutama bila ditampilkan pada saat yang salah. tahan. efisien. Konvensional : menyukai kegiatan yang diatur dengan peraturan. energetik. Karakternya adalah analitis. dan independen.

tetap saja bahwa karyawan membawa serta satu komponen emosi bersama mereka ke tempat kerjanya dan tidak ada studi yang komprehensif tanpa mempertimbangkan peran dari emosi ditempat kerja. 3. yaitu pengaruh (affect). lebih nyaman dalammengungkapkan emosi. Berkaitan dengan perilaku organisasi. bukan suatu sifat. Sedangkan suasana hati tidak dikaitkan dengan suatu objek. Intensitas : ekspresi yang berbeda dari intensitas emosi yang sama bisa disebabkan dari kepribadian ataupun tuntutan ditempat kerja. Berkaitan dengan emosi. dimana semakin dekat jarak dua emosi apapun pada kontinuum tersebut akan semakin membingungkan orang. Dalam tuntutannya. Pengaruh meliputi kisaran luas perasaan yang dialami orang. yang terjadi apabila karyawan mengekspresikan secara organisasional emosi yang diinginkannya selama transaksi antar pribadi. dan yang kekurangan stimulus kontekstual. Tentu saja hal ini harus disesuaikan dengan pekerjaan. kegembiraan. Contohnya adalah kebahagiaan dan kejutan sering dikacaukan. tidak pernah memperlihatkan rasa marah. merupakan satu konsep yang meliputi baik emosi maupun suasana hati. satu istilah yang terkait adalah tenaga kerja emosional. sementara kebahagiaan dan kemuakan jarang sekali. emosi. Enam emosi ini dapat dikonseptualisasikan sebagai terus ada sepanjang satu kontinuum. Presenter misalnya.8 Dimensi emosi Emosi ada beberapa jenis berdasarkan : Varietas : riset mengidentifikasikan enam emosi yang universal. Emosi dapat berubah menjadi suasana hati bila kita kehilangan fokus pada objek yang kontekstual. Emosi adalah reaksi terhadap suatu objek. dan suasana hati (mood). mengalami emosi secara lebih hebat. kecuali kemarahan. Frekuensi dan durasi : frekuensi dan durasi yang diperlukan untuk tenaga kerja emosional juga harus disesuaikan dengan kemampuan frekuensi dan durasi yang dimiliki karyawan. lebih baik dalam membaca petunjuk-petunjuk non-verbal dan paralinguistik. Ada orang yang terkendali. . 3. ketakutan. kejijikan. suasana hati adalah perasaan yang cenderung menjadi kirang intens dibandingkan emosi. Wanita menunjukkan ungkapan emosi yang lebih besar daripada pria. dan kejutan. namun dewasa ini konsep tersebut telah menjadi relevan dengan hampir setiap pekerjaan. kesedihan. namun ada pula yang sebaliknya. dan lebih sering menampilkan ekspresi dari emosi yang positif maupun negatif. Dulunya konsep ini dikembangkan berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan jasa.9 Jenis kelamin dan emosi Bukti menunjukkan bahwa perbedaan antara pria dan wanita dalam hal emosi adalah bila menyangkut reaksi emosional dan kemampuan untuk membaca orang lain. yaitu kemarahan. harus menunjukkan intensitas emosi yang sesuai dengan acara yang dibawakannya. ada 3 hal yang terjalin erat satu sama lain. karyawan perlu membedakan antara emosi yang dirasakan dengan emosi yang ditunjukkan agar tidak terjadi dilema. Akhirnya.

Sedangkan suasana hati tidak dikaitkan dengan suatu objek.1 Kesimpulan Kepribadian adalah keseluruhan cara di mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. . Emosi dapat berubah menjadi suasana hati bila kita kehilangan fokus pada objek yang kontekstual 4.Pengaruh budaya. yaitu : . Emosi adalah reaksi terhadap suatu objek. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. . bukan suatu sifat. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.2 Saran Seperti yang kita ketahui kepribadian dan emosi memilki definisi dan ciri ciri yang sudah disebutkan diatas. menyesuaikan dengan perangkat emosional yang dicari organisasi. maka untuk dapat meningkatkan kinerja dalam prilaku organisasi kita hendaknya tahu betul apa itu pengertian ciri manfaat serta memahami apa itu emosi dan kepribadian seseorang sehingga dalam proses pengorganisasian tidak terjadi kesalahan dalam perekrutan di dunia kerja nantinya. menyesuaikan dengan norma-norma budaya di negara setempat.Pengaruh organisasional.Batasan-batasan eksternal terhadap emosi Batasan-batasan eksternal ada 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->