BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Studi prilaku organisasi adalah telaah tentang pribadi dan dinamika kelompok dan konteks organisasi, serta sifat organisasi itu sendiri. Setiap kali orang berinteraksi dalam organisasi, banyak faktor yang ikut bermain. Studi organisasi berusaha untuk memahami dan menyusun model-model dari faktor-faktor ini. Seperti halnya dengan semua ilmu sosial, perilaku organisasi berusaha untuk mengontrol, memprediksikan, dan menjelaskan. Namun ada sejumlah kontroversi mengenai dampak etis dari pemusatan perhatian terhadap perilaku pekerja. Karena itu, perilaku organisasi (dan studi yang berdekatan dengannya, yaitu psikologi industri) kadang-kadang dituduh telah menjadi alat ilmiah bagi pihak yang berkuasa. Terlepas dari tuduhan-tuduhan itu, Perilaku Organisasi dapat memainkan peranan penting dalam perkembangan organisasidan keberhasilan kerja, yang diantaranya membahas tentang Kepribadian dan Emosi, kedua hal tersebut sangat berkaitan erat dengan prilaku organisasi. Kepribadian dan emosi akan mempengaruhi individu didalam sebuah organisasi. Maka dari itu sangat diperlukan seseorang untuk tahu dan mengerti apa itu kepribadian dan emosi baik dari segi pengertian, ciri – ciri, dll. Dengan penguasaan materi tentang Kepribadian dan Emosi ini diharapkan setiap individu akan bisa menempatkan dirinya didalam sebuah organisasi setelah menguasai materi tersebut. Keberhasilan sebuah organisasi sangat ditentukan oleh setiap individu di dalamnya. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Apakah definisi dari Kepribadian dan emosi, ciri – ciri, dimensi emosi, serta pengaruhnya terhadap prilaku dalam organisasi ? 1.3 Tujuan Penulisan 1.3.1 Untuk mengetahui definisi dari Kepribadian dan emosi secara psikologis maupun definisi sehari harinya, ciri – ciri, atribut kepribadian utama yang mempengaruhi prilaku oraganisasi, serta mengetahui kepribadian dan budaya nasional. 1.3.2 Untuk mengetahui dimensi dimensi emosi dan batas ekternal emosi terhadap prilaku organisasi.

1.4 Manfaat Penulisan 1.4.1 Manfaatnya untuk Mahasiswa adalah sebagai panduan atau tunjangan dalam mata kuliah Prilaku organisasi. 1.4.2 Manfaatnya Untuk Fakultas adalah sebagai tambahan karya tulis untuk memperkaya materi mengenai Prilaku Organisasi. 1.4.3 Manfaatnya untuk Masyarakata dan dunia kerja, jika seseorang telah mengerti apa itu kepribadian dan emosi dan tau cara mengendalikannya dalam dunia organisasi maka akan sangat berguna untuk kemajuan sebuah perusahaan dan masyarakat.

3 Pengertian Emosi Istilah emosi menurut Daniel Goleman (1995). Lebih lanjut ia mengatakan bahwa emosi merujuk kepada suatu perasaan dan pikiran-pikiran yang khas. yang membentuk kondisi kejiwaan seseorang dan mempengaruhi sikapnya terhadap kehidupan (Weller. 2005).BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Perilaku Organisasi Menurut Thoha (2007:5) perilaku organisasi merupakan suatu studi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku manusia dalam suatu organisasi atau suatu kelompok tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut. Menurut Duncan dalam Thoha (2007:5) hal-hal yang perlu organisasi adalah sebagai berikut: dipertimbangkan dalam suatu perilaku a) Studi perilaku organisasi termasuk didalamnya bagian-bagian yang relevan dari semua ilmu tingkah laku yang berusaha menjelaskan b) Tindakan-tindakan manusia didalam organisasi. perasaan. dan serangkaian kecendrungan untuk bertindak. d) Walaupun dikenal adanya keunikan pada individu. c) Perilaku organisasi sebagaiman suatu disiplin ilmu mengenai bahwa individu dipengaruhi oleh bagaimana pekerjaan diatur adan siapa yang bertanggung jawab untuk pelaksanaannya. seorang pakar kecerdasan emosional. suatu keadaan biologis dan psikologis. yang digunakan untuk bereaksi dan menyesuaikan diri terhadap rangsangan. dapat disimpulkan bahwa kepribadian meliputi segala corak perilaku dan sifat yang khas dan dapat diperkirakan pada diri seseorang. merasakan dan berperilaku yang relatif stabil dan dapat diperkirakan (Dorland. namun perilaku organisasi masih memusatkan pada kebutuhan manajer untuk menjamin bahwa keseluruhan tugas pekerjaan yang bisa dijalankan. 2. yang mendalam sifatnya dari perubahan perilaku.2 Pengertian Kepribadian Kepribadian merupakan pola khas seseorang dalam berpikir. 2002). Chaplin (1989) membedakan emosi dengan perasaan. 2. nafsu. yang diambil dari Oxford English Dictionary memaknai emosi sebagai setiap kegiatan atau pergolakan pikiran. Menurut Chaplin (1989) dalam Dictionary of psychology. Kepribadian juga merupakan jumlah total kecenderungan bawaan atau herediter dengan berbagai pengaruh dari lingkungan serta pendidikan. emosi adalah sebagai suatu keadaan yang terangsang dari organisme mencakup perubahan-perubahan yang disadari. parasaan (feelings) adalah . sehingga corak tingkah lakunya itu merupakan satu kesatuan fungsional yang khas bagi individu itu. setiap keadaan mental yang hebat dan meluap-luap.

Jadi. Menurut Hurlock (1990). Menurut Kartono (1988) kematangan emosi sebagai kedewasaan dari segi emosional dalam artian individu tidak lagi terombang ambing oleh motif kekanak. belajar memahami seberapa banyak kontrol yang dibutuhkannya untuk memuaskan kebutuhannya dan sesuai dengan harapan masyarakat c. Menurut pandangan Skinner (1977) esensi kematangan emosi melibatkan kontrol emosi yang berarti bahwa seseorang mampu memelihara perasaannya. Sedangkan pribadi yang tidak matang memiliki kebiasaan menghambat perasaanperasaannya. Chaplin (2001) menambahkan emosional maturity adalah suatu keadaan atau kondisi mencapai tingkat kedewasaan dari perkembangan emosi dan karena itu pribadi yang bersangkutan tidak lagi menampilkan pola emosional yang tidak pantas. Individu yang matang berusaha menilai situasi secara kritis sebelum meresponnya. mampu membedakan perasaan dan kenyataan. tidak dapat mengubah moodnya. kemudian memutuskan bagaimana cara bereaksi terhadap situasi tersebut Kematangan emosi (Wolman dalam Puspitasari. 2002) dapat didefinisikan sebagai kondisi yang ditandai oleh perkembangan emosi dan pemunculan perilaku yang tepat sesuai dengan usia dewasa dari pada bertingkahlaku seperti anak-anak. Menurut Crow & Crow (1958). serta bertindak atas dasar fakta dari pada perasaan. Orang yang demikian mampu mengekspresikan rasa cinta dan takutnya secara cepat dan spontan. b. Menggunakan kemampuan kritis mental. Kematangan emosi juga dapat dikatakan sebagai proses belajar untuk mengembangkan cinta secara sempurna dan luas dimana hal itu menjadikan reaksi pilihan individu sehingga secara otomatis dapat mengubah emosi-emosi yang ada dalam diri manusia (Hwarmstrong.kanakan. Dapat melakukan kontrol diri yang bisa diterima secara sosial. tidak mudah berubah pendirian. Semakin bertambah usia individu diharapkan dapat melihat segala sesuatunya secara obyektif. meredam balas dendam dalam kegelisahannya. diimbangi dengan pertimbangan-pertimbangan akan perasaan dan keyakinan individu lain. is an affective experience that accompanies generalized inner adjustment and mental and physiological stirredup states in the individual. Smith (1995) mendefinisikan kematangan emosi menghubungkan dengan karakteristik orang yang berkepribadian matang. Individu yang matang. dapat meredam emosinya. . 2002) mengemukakan bahwa kematangan emosi adalah kemampuan untuk mengekspresikan perasaan yang ada dalam diri secara yakin dan berani. individu yang dikatakan matang emosinya yaitu: a. Senada dengan pendapat di atas Covey (dalam Puspitasari. Sehingga dapat dikatakan pribadi yang matang dapat mengarahkan energi emosi ke aktivitas-aktivitas yang sifatnya kreatif dan produktif. emosi adalah warna afektif yang kuat dan ditandai oleh perubahan-perubahan fisik. emosi adalah “an emotion. 2005). Individu yang emosinya matang mampu mengontrol ekspresi emosi yang tidak dapat diterima secara social atau membebaskan diri dari energi fisik dan mental yang tertahan dengan cara yang dapat diterima secara sosial. Pemahaman diri. and that shows it self in his evert behaviour”.pengalaman disadari yang diaktifkan baik oleh perangsang eksternal maupun oleh bermacam-macam keadaan jasmaniah.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa emosi adalah suatu respons terhadap suatu perangsang yang menyebabkan perubahan fisiologis disertai perasaan yang kuat dan biasanya mengandung kemungkinan untuk meletus. psikologis. seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. BAB III PEMBAHASAN 3. Berangkat dari studi yang dilakukannya. serta memelihara keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan (norma) lingkungan.1 Faktor keturunan Keturunan merujuk pada faktor genetis seorang individu. kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Jadi. 3. 3. dipengaruhi oleh siapa orang tua dari individu tersebut. frustrasi dan konflik. Hall dan Gardner Lindzey. Dalam suatu penelitian kepustakaan yang dilakukan oleh Gordon W. temperamen. dan psikologis bawaan dari individu.1. yaitu komposisi biologis. Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri. Terdapat tiga dasar penelitian yang berbeda yang memberikan sejumlah kredibilitas terhadap argumen bahwa faktor . Allport (Calvin S. 3.1. Menurut pendapat dia bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.2.2 Faktor Penentu Kepribadian 3. kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan. Scheneider (1964) mengartikan penyesuaian diri sebagai “suatu proses respons individu baik yang bersifat behavioral maupun mental dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri. Secara eksplisit Allport menyebutkan. 2005) menemukan hampir 50 definisi tentang kepribadian yang berbeda-beda. Tinggi fisik. entah sepenuhnya atau secara substansial. bentuk wajah. tingkat energi dan irama biologis adalah karakteristik yang pada umumnya dianggap. komposisi otot dan refleks.1 Kepribadian menurut pengertian sehari-hari Disamping itu kepribadian sering diartikan dengan ciri-ciri yang menonjol pada diri individu. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang. pengecut. akhirnya dia menemukan satu rumusan tentang kepribadian yang dianggap lebih lengkap.2 Kepribadian menurut psikologi Berdasarkan penjelasan Gordon Allport tersebut kita dapat melihat bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. dan semacamnya diberikan atribut “tidak punya kepribadian”. Kepada orang supel diberikan atribut “berkepribadian supel” dan kepada orang yang plin-plan. gender.1 Definisi Kepribadian Kepribadian adalah keseluruhan cara di mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. ketegangan emosional.

a. tergantung kelompok – mandiri. Individu pada akhirnya akan diklasifikasikan sebagai ekstrovet (E) dan intovert (I). Penelitian ini juga memberi kesan bahwa lingkungan pengasuhan tidak begitu memengaruhi perkembangan kepribadian atau dengan kata lain. kebebasan. Pencarian awal atas ciri-ciri primer : Ada 16 ciri-ciri yang dianggap sebagai sumber perilaku yang konstan dan mantap yaitu : pendiam – ramah. kepribadian dari seorang kembar identik yang dibesarkan di keluarga yang berbeda ternyata lebih mirip dengan pasangan kembarnya dibandingkan kepribadian seorang kembar identik dengan saudara-saudara kandungnya yang dibesarkan bersama-sama. Para peneliti telah mempelajari lebih dari 100 pasangan kembar identik yang dipisahkan sejak lahir dan dibesarkan secara terpisah. serta memprioritaskan keluarga daripada pekerjaan dan karier. kurang cerdas – lebih cerdas. dan teman. dipengaruhi oleh perasaan – stabil secara emosional. malu-malu – suka bertualang. suka bereksperimen. dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menghasilkan konsistensi seiring berjalannya waktu sehingga ideologi yang secara intens berakar di suatu kultur mungkin hanya memiliki sedikit pengaruh pada kultur yang lain. yakin – ragu-ragu. Penelitian terhadap anak-anak memberikan dukungan yang kuat terhadap pengaruh dari faktor keturunan. orang orang Amerika Utara memiliki semangat ketekunan. Misalnya. Faktor lingkungan ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian seseorang. dan etika kerja Protestan yang terus tertanam dalam diri mereka melaluibuku. sistem sekolah. kerja sama. penurut – dominan. percaya – curiga. Dasar pertama berfokus pada penyokong genetis dari perilaku dan temperamen anak-anak. b. budaya membentuk norma. keberhasilan. konservatif. Bukti menunjukkan bahwa sifat-sifat seperti perasaan malu.3 Ciri – ciri Kepribadian Semakin konsisten karakteristik individu dan semakin sering terjadi dalam berbagai situasi. ini menandakan bahwa bagian variasi yang signifikan di antara anak-anak kembar ternyata terkait dengan faktor genetis. serius – tak kenal susah. Temuan ini mengemukakan bahwa beberapa sifat kepribadian mungkin dihasilkan dari kode genetis sama yang memperanguhi faktor-faktor seperti tinggi badan dan warna rambut. rasa takut. dan agresif dapat dikaitkan dengan karakteristik genetis bawaan. sikap.2. sehingga orang-orang tersebut cenderung ambisius dan agresif bila dibandingkan dengan individu yang dibesarkan dalam budaya yang menekankan hidup bersama individu lain. Ternyata peneliti menemukan kesamaan untuk hampir setiap ciri perilaku. teman. jujur – lihai. 3. praktis – imaginatif. The Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) : adalah salah satu kerangka kerja kepribadian dengan 100 pertanyaan yang menanyakan kepada orang bagaimana mereka biasanya bertindak atau merasa dalam situasi tertentu. dan kelompok sosial. dan pengaruh-pengaruh lain yang seorang manusia dapat alami. santai – tegang. keras – sensitif.2 Faktor lingkungan Faktor lain yang memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah lingkungan dimana seseorang tumbuh dan dibesarkan norma dalam keluarga. Sebagai contoh. kompetisi. bijaksana – berhati-hati. maka semakin penting ciri-ciri itu untuk menggambarkan individu. . tak terkendali – terkendali. Dasar ketiga meneliti konsistensi kepuasan kerja dari waktu ke waktu dan dalam berbagai situasi.keturunan memiliki peran penting dalam menentukan kepribadian seseorang. Dasar kedua berfokus pada anak-anak kembar yang dipisahkan sejak lahir. 3. keluarga.

percaya diri.4. Yang sebalinya akan cenderung gelisah. dan aman. ingin tahu. Harga diri didefinisikan sebagai tingkat menyukai diri sendiri dan tingkat sampai mana individu menganggap diri mereka berharga atau tidak berharga sebagai seorang manusia. yaitu : a. dllnya. berpikir (T) atau merasa (F). Ekstraversi : mencakup tingkat kesenangan seseorang akan hubungan. dan tenang. teliti. Keterbukaan terhadap pengalaman : merujuk pada kisaran minat individual dan kekaguman terhadap hal baru. dan memahami (P) atau menilai (J). Orang yang terbuka akan kreatif. ENTP adalah pengagas. dan yakin bahwa hasil lebih penting daripada proses. apakah mereka menganggap diri mereka cakap dan efektif. dan berorientasi pada prestasi cenderung memilki jabatan yang lebih tinggi dalam sebagian besar atau semua kedudukan. ESTJ adalah pengorganisasi. tidak mampu bersepakat. b. Penelitian atas kredibilitas Lima Besar ini menghasilkan sejumlah besar bukti bahwa individu yang dapat dipercaya. Orang yang ekstravert akan cenderung suka berkelompok. c. dan antagonistik. c.2 Machiavellianisme Machiavellianisme adalah tingkat di mana seorang individu pragmatis. Karakteristik kepribadian Machiavellianisme berasal .1 Evaluasi inti diri Evaluasi inti diri adalah tingkat di mana individu menyukai atau tidak menyukai diri mereka sendiri. dan apakah mereka merasa memegang kendali atau tidak berdaya atas [lingkungan]] mereka. Model lima besar : adalah 5 dimensi dasar hasil riset terbaru yang melandasi semua ciri dan meliputi sebagian besar variasi yang signifikan dalam kepribadian manusia. gigih. e. tegas. Evaluasi inti diri seorang individu ditentukan oleh dua elemen utama: harga diri dan lokus kendali. dan percaya.sensing (S) atau intuitif (N). malu-malu. terorganisir. mempertahankan jarak emosional. Orang yang skornya tinggi akan kooperatif. Orang yang skornya tinggi akan cenderung tenang. kerja keras. Kemampuan untuk bersepakat : merujuk pada kecennderungan untuk tunduk pada orang lain. Kaum introvert cenderung pendiam. Sedangkan yang sebaliknya akan konvensional dan menemukan kenyamanan dalam keakraban.4. tidak terorganisir. dan sensitif secara artistik. dan gigih. mampu membuat rencana. 3. gugup. Sifat mendengarkan suara hati : merupakan ukuran dari keandalan. Orang yang peka terhadap suara hati akan bertanggung jawab. hangat. Hasilnya nanti akan dirangkai seperti misalnya INTJ dalah kaum visioner. dan tidak aman. Sedangkan yang rendah akan dingin. tertekan. dan tidak handal. dan mampu bersosialisasi. terorganisasi. hati-hati. Stabilitas emosional : merujuk pada kemampuan untuk bertahan terhadap stress. 3. d.4 Kepribadian Utama Yang Mempengaruhi Prilaku Organisasi 3. cemas. andal. dapat dipercaya. Sedangkan yang sebaliknya akan mudah bingung.

berinisiatif. 3.5 Kepribadian tipe A Kepribadian tipe A adalah keterlibatan secara agresif dalam perjuangan terus-menerus untuk mencapai lebih banyak dalam waktu yang lebih sedikit dan melawan upaya-upaya yang menentang dari orang atau hal lain.4.4. 3.6 Kepribadian proaktif Kepribadian proaktif adalah sikap yang cenderung oportunis. berusaha keras untuk melakukan atau memikirkan dua hal pada saat yang bersamaan. Individu narsisis juga cenderung egoisdan eksploitif. dan makan cepat. dan acap kali memanfaatkan sikap yang dimiliki individu lain untuk keuntungannya. dan mengutamakan diri sendiri. dan tekun hingga berhasil mencapai perubahan yang berarti. atasan mereka sebenarnya menilai mereka sebagai pemimpin yang lebih buruk.3 Narsisisme Narsisisme adalah kecenderungan menjadi arogan.4. tidak dapat menikmati waktu luang. Pribadi proaktif menciptakan perubahan positif daalam lingkungan tanpa memedulikan batasan atau halangan. Individu narsisis seringkali ingin mendapatkan pengakuan dari individu lain dan penguatan atas keunggulan mereka sehingga individu narsisis cenderung memandang rendah dnegan berbicara kasar kepada individu yang mengancam mereka. berjalan. merasa tidak sabaran. mengukur keberhasilan dalam bentuk jumlah hal yang bisa mereka peroleh.4. Bukti menunjukkan bahwa individu dengan tingkat pemantauan diri yang tinggi cenderung lebih memerhatikan perilaku individu lain dan pandai menyesuaikan diri bila dibandingkan dengan individu yang memiliki tingkat pemantauan diri yang rendah. karakteristik ini cenderung dihargai dan dikaitkan secara positif dengan ambisi dan perolehan barang-barang material yang berhasil. . Dalam kultur Amerika Utara. terobsesi dengan angka-angka.dari nama Niccolo Machiavelli. membutuhkan pengakuan berlebih. Sebuah penelitian mengungkap bahwa ketika individu narsisis berpikir mereka adalah pemimpin yang lebih baik bila dibandingkan dengan rekan-rekan mereka. berani bertindak. mempunyai rasa kepentingan diri yang berlebihan. Karakteristik tipe A adalah: selalu bergerak. penulis pada abad keenam belas yang menulis tentang cara mendapatkan dan menggunakan kekuasaan. 3. Individu dengan tingkat pemantauan diri yang tinggi menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam menyesuaikan perilaku dengan faktor-faktor situasional eksternal. 3.4 Pemantauan diri Pemantauan diri adalah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan perilakunya dengan faktor situasional eksternal.

bersahabat. Karakternya adalah mampu bergaul. yang memungkinkan ekspresi yang kreatif. gembira. Realistis : menyukai kegiatan fisik yang menuntut ketrampilan. Beberapa emosi. Sementara dinegara seperti Swedia dan Prancis tidak. tidak luwes. kooperatif. dan pemahaman. Namun budaya suatu negara mempengaruhi karakteristik yang dominan dari penduduknya. kekuatan. pengorganisasian. stabil. Karakternya adalah pemalu. Investigatif : menyukai kegiatan yang mencakup pemikiran. asli. dalam budaya seperti Amerika Utara. e. 3. d. Teori ini dikemukakan oleh John Holland. dan praktis. Namun realitasnya . Kecocokan organisasi-orang : yaitu bahwa orang meninggalkan pekerjaan yang tidak cocok dengan kepribadiannya. takut. Misalnya saja. Emosi-emosi tersebut adalah antithesis dari rasionalitas. misalnya Amerika dan Kanada. Hal ini menyebabkan proporsi orang-orang internal dalam angkatan kerja Amerika lebih besar daripada angkatan kerja Arab saudi dan Iran. dan memahami. tahan. marah. energetik. idealistis. Teori ini mengatakan bahwa kepuasan paling tinggi berarti keluar masuknya karyawan paling rendah bila kepribadian dan kedudukan/jenis pekerjaannya sesuai. mudah menyesuaikan diri. tidak imaginatif. benci. Enterprising : menyukai kegiatan verbal dimana ada peluang untuk mempengaruhi yang lai dan mendapatkan kekuasaan. Karakternya adalah percaya diri. c. emosional. Artistik : menyukai kegiatan yang bersifat mendua dan tidak sistematik. sebaliknya dengan orang-orang di Timur Tengah. Karakternya adalah imaginatif. Karakternya adalah analitis. dan independen.6 Mencapai Kecocokan Kepribadian Kecocokan orang dengan pekerjaan adalah mencocokkan enam tipe kepribadian dan mengemukakan bahwa kecocokkan antara tipe kepribadian dan lingkungan kedudukan menentukan kepuasan dan keluar masuknya karyawan.5 Kepribadian Dan Budaya Nasional Tidak ada tipe kepribadian umum untuk satu negara tertentu. Sosial : menyukai kegiatan yang mencakup membantu dan mengembangkan yang lain. jelas. tidak teratur. dan tidak praktis. tipe-tipenya antara lain : a. Ini dapat dilihat dengan memperhatikan lokus kendali dan kepribadian tipe A. dan koordinasi. dan mendominasi. ingin tahu. dan tidak bersifat mendua.7 Defini Emosi Sebuah organisasi yang berjalan baik adalah organisasi yang berhasil meniadakan frustasi. dapat mengurangi kinerja karyawan. efisien.3. ambisi. Karakternya adalah mudahmenyesuaikan diri. orang percaya bahwa mereka dapat mendominasi lingkungan mereka. dls. praktis. f. terutama bila ditampilkan pada saat yang salah. Sedangkan kepribadian tipe A akan paling banyak di negara-negara kapitalis. b. dimana prestasi dan keberhasilan material sangat dihargai. marah. Konvensional : menyukai kegiatan yang diatur dengan peraturan. 3.

kesedihan. namun ada pula yang sebaliknya. dan yang kekurangan stimulus kontekstual. Emosi dapat berubah menjadi suasana hati bila kita kehilangan fokus pada objek yang kontekstual. yang terjadi apabila karyawan mengekspresikan secara organisasional emosi yang diinginkannya selama transaksi antar pribadi. suasana hati adalah perasaan yang cenderung menjadi kirang intens dibandingkan emosi. sementara kebahagiaan dan kemuakan jarang sekali. Enam emosi ini dapat dikonseptualisasikan sebagai terus ada sepanjang satu kontinuum. 3. harus menunjukkan intensitas emosi yang sesuai dengan acara yang dibawakannya. Emosi adalah reaksi terhadap suatu objek. yaitu kemarahan. Frekuensi dan durasi : frekuensi dan durasi yang diperlukan untuk tenaga kerja emosional juga harus disesuaikan dengan kemampuan frekuensi dan durasi yang dimiliki karyawan. kegembiraan. bukan suatu sifat. Pengaruh meliputi kisaran luas perasaan yang dialami orang. tidak pernah memperlihatkan rasa marah. Sedangkan suasana hati tidak dikaitkan dengan suatu objek.tetap saja bahwa karyawan membawa serta satu komponen emosi bersama mereka ke tempat kerjanya dan tidak ada studi yang komprehensif tanpa mempertimbangkan peran dari emosi ditempat kerja. ketakutan. Berkaitan dengan perilaku organisasi. lebih nyaman dalammengungkapkan emosi. Akhirnya. mengalami emosi secara lebih hebat. Ada orang yang terkendali. karyawan perlu membedakan antara emosi yang dirasakan dengan emosi yang ditunjukkan agar tidak terjadi dilema. merupakan satu konsep yang meliputi baik emosi maupun suasana hati. namun dewasa ini konsep tersebut telah menjadi relevan dengan hampir setiap pekerjaan. Intensitas : ekspresi yang berbeda dari intensitas emosi yang sama bisa disebabkan dari kepribadian ataupun tuntutan ditempat kerja. 3. lebih baik dalam membaca petunjuk-petunjuk non-verbal dan paralinguistik. kecuali kemarahan. kejijikan. Dulunya konsep ini dikembangkan berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan jasa. Dalam tuntutannya. Tentu saja hal ini harus disesuaikan dengan pekerjaan. emosi. . Presenter misalnya. Contohnya adalah kebahagiaan dan kejutan sering dikacaukan. yaitu pengaruh (affect). Berkaitan dengan emosi.9 Jenis kelamin dan emosi Bukti menunjukkan bahwa perbedaan antara pria dan wanita dalam hal emosi adalah bila menyangkut reaksi emosional dan kemampuan untuk membaca orang lain.8 Dimensi emosi Emosi ada beberapa jenis berdasarkan : Varietas : riset mengidentifikasikan enam emosi yang universal. satu istilah yang terkait adalah tenaga kerja emosional. dan kejutan. ada 3 hal yang terjalin erat satu sama lain. dan suasana hati (mood). dan lebih sering menampilkan ekspresi dari emosi yang positif maupun negatif. dimana semakin dekat jarak dua emosi apapun pada kontinuum tersebut akan semakin membingungkan orang. Wanita menunjukkan ungkapan emosi yang lebih besar daripada pria.

Batasan-batasan eksternal terhadap emosi Batasan-batasan eksternal ada 2. menyesuaikan dengan perangkat emosional yang dicari organisasi. . yaitu : . . BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.Pengaruh organisasional. Emosi dapat berubah menjadi suasana hati bila kita kehilangan fokus pada objek yang kontekstual 4.Pengaruh budaya.1 Kesimpulan Kepribadian adalah keseluruhan cara di mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.2 Saran Seperti yang kita ketahui kepribadian dan emosi memilki definisi dan ciri ciri yang sudah disebutkan diatas. Sedangkan suasana hati tidak dikaitkan dengan suatu objek. menyesuaikan dengan norma-norma budaya di negara setempat. maka untuk dapat meningkatkan kinerja dalam prilaku organisasi kita hendaknya tahu betul apa itu pengertian ciri manfaat serta memahami apa itu emosi dan kepribadian seseorang sehingga dalam proses pengorganisasian tidak terjadi kesalahan dalam perekrutan di dunia kerja nantinya. Emosi adalah reaksi terhadap suatu objek. bukan suatu sifat.