LAPORAN PRAKTIKUM PENGETAHUAN BAHAN ACARA 2 PENENTUAN DENSITAS BAHAN PANGAN

Disusun oleh : Eko Susanto ( 10031004 ) Silvia Suci Rahayu (10031004)

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS AGROINDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA 2012

rapat jenis adalah perbandingan yang dinyatakan dalam decimal. suhu benda padat yang di ukur harus sama dengan suhu cairan yang diketahui densitasnya. Dasar Teori Kerapatan (Density) adalah masa suatu bahan dibagi dengan isi (volume) bahan tersebut. Kerapatan produk teraerasi atau aerated product (overrun) adalah produk yang dalam prosesnya ada penggabungan udara kedalam cairan dan menghasilkan busa. cara pengukuran. Dalam farmasi. Menentukan densitas dan berat jenis bahan pangan berbentuk cairan 3. 1985) Menurut defenisi. Dengan mengetahui komposisi suatu bahan pertanian. Menentukan Bulk Density B. ukuran. hydrogen atau udara untuk gas. Busa distabilkan oleh surface active yang terdapat di antaranya. 2007 ) Berat jenis (specific gravity) merupakan rasio massa cairan dengan massa air (volume) dan di ukur pada basis suhu yang sama. Kerapatan curah dipengaruhi oleh kerapatan padat. (Buckle. butiran atau tepung ditangani dalam jumlah banyak maka isi curahan sama dengan isi benda padat ditambah dengan isi ruang . dari berat suatu zat terhadap berat dari standar dalam volume yang sama kedua zat mempunyai temperature yang sama atau temperature yang telah diketahui. Aanya penggabungan udara akan menyebabkan penurunan kerapatan produk. bentuk geomnetri dan sifat permukaan. namun di bidang teknik bahan padat dan cairan dianggap tidak termampatkan sehingga kerapatannya dianggap tidak terpengaruh suhu dan tekanan yang tidak begitu besar. Kerapatan benda dapat dipengaruhi oleh kondisi pengolahan. ( Maryanto. penentuan kerapatan padat dapat dilakukan dengan prinsip pengapungan menggunakan cairan yang telah diketahui terlebih dahulu densitasnya.ACARA 2 PENENTUAN DENSITAS BAHAN PANGAN A. Menentukan densitas dan berat jenis bahan pangan berbentuk butiran 2. Dalam penggunaannya harus dipastikan semua udara dapat dihilangkan dari botol ketika cairan ditambahkan ke dalam padatan. dengan syarat. Botol dencity digunakan untuk mengukur berat jenis suatu cairan yang tidak diketahui dan suatu padatan butiran yang tidak larut dalam cairan. misalnya dehidrasi dan aglomerasi akan mempengaruhi tingkat dan sifat pembentukan pori sehingga perancangan alat dan data kerapatan padat harus akurat. . Disini udara bertindak sebagai fase dispersi sedangkan cairan sebagai fase kontinyu. Air digunakan untuk standar untuk zat cair dan padat. Kenaikan suhu biasanya akan menurunkan kerapatan suatu bahan. kita dapat menentukan kerapatan bahan tersebut karena kerapatan padat merupakan hasil bagi masa partikel dengan volume partikel dalam suatu bahan. Conth aerated product adalah adonan kue dan es krim. Kerapatan curah merupakan kerapatan bahan curah alam keadaan volume seimbang. Tujuan Praktikum : 1. Bila biji-bijian.

1. Optimun ini terletak sekitar isi ruang 30 ml. Untuk penentuan kerapatan bentuk pdata yang volumenya tidak teratur. METODE PRAKTIKUM a. 1. yaitu menggunakan piknometer. V dapat ditentukan melalui pendesakan volume cairan. Ada beberapa alat untuk mengukur bobot jenis dan rapat jenis. Ruang piknometer dilakukan dengan menimbang air. Pinsip metode ini didasarkan atas penentuan massa cairan dan penentuan rungan yang ditempati cairan ini. 8. Menurut peraturan apotek. 2. timbangan hidrostatik (timbangan MohrWestphal) dan cara manometris. neraca Reimann. 5. dengan isi ruang dalam ml dan suhu tetentu (20oC). 4. 2. Metode Piknometer . 4. (Tim Asisten. Volume V dengan permukaan bentuk teratur dapat dihitung dari bentuk geometrisnya. 7. beraca Mohr Westphal. neraca hidrostatis (neraca air). 2006). (Sutoyo.perhitungan bobot jenis terutama menyangkut cairan. Berat jenis partikel memperlihatkan kerapatan dari partikel secara keseluruhan. 7. harus digunakan piknometer yang sudah ditera. Penentuan bobot jenis zat padat dapat ditentukan pada volume V suatu bentuk pada dengan menimbangan massa m. b. keduanya diukur dalam udara dan pada 200C. 3.1993). 6. Areometer. Bobot jenis relative dari farmakope-farmakope adalah ebaliknya suatu besaran ditarik dari bobot dan menggambarkan hubungan berat dengan bagian volume yang sama dari zat yang diteliti dengan air. Alat yang digunakan : Laktodencimeter Salometer Botol densitas Picnometer Timbangan analitis Pengaduk Gelas Beaker 500 ml Gelas Ukur 250 ml Bahan yang digunakan : Susu sapi segar Larutan garam Kacang hujau Beras Jagung Akuadesh Toluent . 6. zat padat dan air merupakan pilihan yang tepat untuk digunakan sebagai standar karena mudah didapat dan mudah dimurnikan. Ketelitian metode piknometer akan bertambah sampai suatu optimum tertentu dengan bertambahnya volume piknometer. Hal ini menunjukkan sebagai perbandingan massa total dari partikel padatan dengan total volume dan tidak termasuk ruang pori diantara partikel (termasuk berat air dan udara). C . 3. Ada dua tipe piknometer. Penentuan bobot jenis berlangsung dengan piknometer. yaitu tipe botol dengan tipe pipet. 5.

Menimbang botol picnometer Menimbang botol picnometer + air Menimbang botol picnometer dan toluen Menimbang sampel dan ditambah toluen Mengisi botol picnometer yang telah diketahui beratnya dan menambahnya dengan larutan toluena kemudian menimbangnya . Cara Kerja : 1. Memasukkan salometer ke dalam gelas ukur Melihat skalanya 3. Memasukkan Laktodencimeter ke dalam gelas ukur Melihat skalanya 2. Pengukuran Berat Jenis dan Densitas Susu Memasukkan susu sapi segar ke dalam gelas ukur 250 ml.c. dan Jagung ). Menentukan Densitas dan Berat Jenis Bahan Pangan yang Berbentuk Butiran (sampel : Beras. Kacang hijau. Pengukuran Berat Jenis dan Densitas Larutan Garam Memasukkan larutan garam ke dalam gelas ukur 250 ml.

kacang hijau. HASIL PENGAMATAN 1. dan jagung ) hingga volumenya 100 ml kemudian menimbangnya Mengetuk-ketuk gelas ukur yang berisi sampel ± 5 menit kemudian menimbangnya Menghitung Bulk Density sebelum diketuk-ketuk dan setelah diketuk-ketuk D.4. Tabel hasil pengukuran berat jenis susu dan larutan garam Sampel Susu sapi segar Susu sapi segar Larutan garam 20 % Volume 250 ml 250 ml 250 ml Berat Jenis 22 4(garam) 15 . Menentukan Bulk Density Menimbang wadah kosong ( gelas ukur 100 ml ) Mengisi gelas ukur 100 ml yang telah diketahui beratnya dengan sampel ( beras.

8 79. Jagung 180 – 100. Kacang Hijau 173 – 95 = 78 g 78 / 96 = 0.792 g/ml = 78 g = 0. Beras .2 / 100 c.2 / 95 = 79.895 g/ml c.2 g = 0.78 g/ml Perhitungan Bulk Density setelah diketuk a. Kacang Hijau 173 – 95 78 / 100 b. Jagung 180 – 100.9 g 100 ml 91 ml Perhitungan Bulk Density sebelum diketuk a.9 – 95 81.9 g = 0.2. Beras 176.9 / 100 = 81.2 g = 0.8 g 180 g 100 ml 95 ml Beras 95 g 176. Tabel hasil penentuan densitas dan berat jenis bahan pangan berbentuk butiran Perlakuan Berat gelas ukur kosong Berat gelas ukur + sampel Volume sebelum diketuk Volume setelah diketuk Kacang Hijau 95 g 173 g 100 ml 96 ml Sampel Jagung 100.8 79.8125 g/ml b.819 g/ml = 79.

1859 Keterangan : W1 : berat botol kosong W2 : berat botol + akuadesh W3 : berat botol + cairan ( toluena ) W4 : berat botol + padatan W5 : berat botol + padatan + cairan ( toluena ) Pehitungan 1.4150 42.7745 25.8533 W5 (g) 50.(50.6674 45.8635 1.0757 .6387 x 0.9 / 91 3.4419 17.2925 19.0757 0.7673 Kacang Hijau 6.5473 39.5675 42.6674 x 42. Beras SG cairan = = = = SG padatan = = = = = W3 – W1 W2 – W1 42.6251 25.9707 45.6674 – (8.6507 Sampel Berat Sampel (g) Beras 21.747 Jagung 19.2925 W4 (g) 42.9 g = 0.4419 – 20.7431 – 20.4419 – 20.8623927 W4 – W1 x W3 – W1 W3 – W1 – (W5 – W4) W2 – W1 42.6674 W2 (g) 45. = 81.7431 – 20.6674 10.4419 – 20.6674 21.6674 45.9 – 95 81.7431 20.4866 ) 1.9285 – 42.2925 – 20.6674 21.9285 22 48.6674 .8140 20.9 g/ml Tabel hasil penentuan bulk density W1 (g) 20.4419) 21.176.7431 W3 (g) 42.7745 x 42.4419 – 20.

9707 – 10.2925 – 20.7535 10.1859 x 42.6674 45.8140 20.8624 W4 – W1 x W3 – W1 W3 – W1 – (W5 – W4) W2 – W1 39.1257 19.5193 x 0.5675 – 10.8533 – 20.1567 PEMBAHASAN .5675 – 10.5183 x 0.6674 21.0603 ) 1.9707 – 10.8140 20.9397) 7.1567 0.2925 – 20.8618 W3 – W1 W2 – W1 42.0757 0.8140 19.2925 – 20.(22 – 17.8140 8.6251 25.9974 ) 1.7431 – 20.8618 1.6251 25.7535 10.6674 – (8.(48.8140 8.8624 1.2.2925 – 20.8533) 19.6674 x 42.8140 – (4. W4 – W1 x W3 – W1 – (W5 – W4) 17.7617 42.6674 .5675 – 10.5675 – 10.8507 – 39.6674 21. Jagung SG cairan = = = = W3 – W1 W2 – W1 19.0757 SG padatan = = = = = E.7431 – 20.6674 45. Kacang Hijau SG cairan = = = = SG padatan = = = = = 3.3085 W3 – W1 W2 – W1 x x 19.9397 – 10.8140 .

Pada beras dan jagung volume yang tadinya 100 ml berturut-turut berubah menjadi 91 ml dan 95 ml. (Tien . BJ susu bisa berubah sebab berat jenis dipengaruhi oleh perubahan kondisi lemak susu atau pun karena gas di dalam susu. sedangkan pada kacang hijau volume yang tadinya 100 ml berubah menjadi 96 ml. Alat yang digunakan adalah salometer. Hal ini dikarenakan sifat fisik beras ( bentuk dan ukuran ). Untuk melakukan percobaan penetapan bobot jenis. kacang hijau.Sedangkan BJ larutan garam 20% adalah 15.9 g/ml. cara atau lama pengetukan. Untuk ini dibutuhkan wadah untuk menimbang yang dinamakan piknometer. bulk density yang dimiliki oleh kacang hijau dan jagung.8125 g/ml dan 0. piknometer dibersihkan dengan menggunakan aquadest. tidak jauh berbeda dengan bul density dari beras. kemudian dibilas dengan alkohol untuk mempercepat pengeringan piknometer kosong tadi. yang akhirnya juga mempengaruhi nilai bobot jenis sampel.895 g/ml. Dalam penggunaannya harus dipastikan semua udara dapat dihilangkan dari botol ketika cairan ditambahkan ke dalam padatan. Jadi sisa-sisa yang tidak diinginkan dapat hilang dengan baik. yang ditempati cairan ini. hal ini dikarenakan rongga antar bahan pada beras dan jagung lebih besar dibanding dengan ronnga antar bahan pada kacang hijau sehingga setelah dilakukan pengetukan rongga tersebut akan terisi oleh bahan den kerapatannya akan semakin rapat karena posisi antar bahan lebuh teratur sehingga volume pada gelas ukur menjadi berkurang. Lactometer adalah hydrometer dimana skalanya sudah disesuaikan dengan berat jenis susu. bentuk geomnetri dan sifat permukaan. Prinsip kerja alat ini mengikuti hokum Archimedes yaitu jika suatu benda dicelupkan ke dalam cairan maka benda tersebut akan mendapatkan tekanan ke atas sesuai dengan berat volume cairan yang dipindahkan atau diisi. baik yang ada di luar. Dari praktikum diperoleh hasil bahwa terjadi perubahan volume sebelum bahan diketuk dengan setelah bahan diketuk. secra berturut-turut adalah 0. Dari ketiga sampel diperoleh hasil bahwa bulk density paling besar adalah pada beras yaitu 0. dan jagung. karena biasanya pencucian meninggalkan tetesan pada dinding alat yang dibersihkan. Kerapatan curah dipengaruhi oleh kerapatan padat. mudah menguap dan bersifat antiseptikum. Ketelitian metode piknometer akan bertambah hingga mencapai keoptimuman tertentu dengan bertambahnya volume piknometer.R muhtadi dan Sugiono. Perubahan volume pada gelas ukur dipengaruhi oleh jenis bahan. Namun. Untuk mengukur berat jenis susu digunakan lactodensimeter. Bentuk beras yang elips dan ukuran beras yang kecil dan seragam dibandingkan dengan bentuk dan ukuran pada kacang hijau dan jagung. butiran atau tepung ditangani dalam jumlah banyak maka isi curahan sama dengan isi benda padat ditambah dengan isi ruang (pori-pori).Pada praktikum pengukuran BJ susu sapi segar menggunakan lactodencimeter diperoleh hasil 22. Prinsip metode ini didasarkan atas penentuan massa cairan dan penentuan ruang. Tetapi tidak terjadi perubahan pada beratnya. pengukuran merupakan cara pengukuran kerapatan bahan curah dalam keadaan volume seimbang. Pemakaian alkohol sebagai pembilas memiliki sifatsifat yang baik seperti mudah mengalir. ukuran. maupun yang ada di dalam . sehinggga dapat mempengaruhi hasil penimbangan piknometer kosong. Picnometer digunakan untuk mengukur berat jenis suatu cairan yang tidak diketahui dan suatu padatan butiran yang tidak larut dalam cairan. cara pengukuran. Metode Piknometer. 1992 ) Pada penentuan densitas dan berat jenis bahan pangan berbentuk butiran digunakan gelas ukur volume 100 ml. Pembilasan dilakukan untuk menghilangkan sisa dari permbersihan. Bila biji-bijian. bentuk bahan. Pada praktikum digunakan sampel biji-bijian diantaranya beras. Winarno (1997).

Bulk density longgar pada kacang hijau diperoleh hasil 0.8623927. Disamping itu penentuan bobot jenis dengan menggunakan piknometer memerlukan waktu yang lama.4150. . jagung 0.4150 .8618.775 g/ml. 2006). Beat jenis susu sapi segar 23. kacang hijau 0.8624 dan SG padatan = 1. kacang hijau.8624 dan jagung sebesar 0.Beras mempunyai SG cairan = 0.8698 g/ml. Sedangkan pada SG cairan angka yang dihasilkan tidak berbeda terlalu jauh.piknometer itu sendiri. (Buckle. Pada penentuan densitas menggunakan piknometer dihasilkan data sebagai berikut : . KESIMPULAN 1.7908 g/ml. 5. 4.76 g/ml dan beras 0.Jagung mempunyai SG cairan = 0. dan jagung . Pengisiannya harus melalui bagian dinding dalam dari piknometer untuk mengelakkan terjadinya gelembung udara. maka nilai porositas akan semakin rendah. 3. Pada praktikum pengukuran densitas menggunakan piknometer didapat 1. Pada SG cairan diperoleh data SG cairan beras 0. Berat jenis larutan garam 15. merupakan angka yang tertinggi dibandingkan beras dan kacang hijau yang berturut adalah 1.Kacang hijau mempunyai SG cairan = 0.835 g/ml. Proses pemindahan piknometer harus dengan menggunakan tissue. Semakin tinggi nilai densitas bulk.(Tim Asisten.3085. Adapun keuntungan dari penentuan bobot jenis dengan menggunakan piknometer adalah mudah dalam pengerjaan. Kemudian piknometer yang berisi sampel ditimbang. sebagai pembanding nantinya dengan sampel diantaranya adalah beras. 2.8623927 dan SG padatan = 1. Sedangkan pada bulk density padatan diperoleh hasil : kacang hijau 0. Sedangkan kerugiannya yaitu berkaitan dengan ketelitian dalam penimbangan. Angka tersebut. F. Jika proses penimbangan tidak teliti maka hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan hasil yang ditetapkan literatur. 1985) Akhirnya piknometer ditimbang pada timbangan analitik dalam keadaan kosong.4150 dan 1. Setelah ditimbang kosong.7617 pada SG padatan jagung.7917 g/ml dan beras 0. jagung 0.7617 .8618 dan SG padatan = 1. piknometer lalu diisikan dengan sampel mulai dengan aquadest.

(2006). Penerbit Universitas Indonesia: Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Maryanto. 1985. Jember : Fakultas Teknologi Pertanian UNEJ.”Fisika”.A. Ilmu Pangan. 2007. Winarno (1997). Universitas Hasanuddin. Tim Asisten. Bogor: pusat antar universitas pangan dan gizi..(1993). Eka Putra : Surabaya Yogyakarta. 39. 34. Diktat Sifat Fisik Pangan dan Bahan Hasil Pertanian. 1992. 2 Januari 2012 Co Ass Praktikan ( Agus S ) (Eko Susanto) (Silvia Suci Rahayu) . K. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan.35.. Jakarta.”Penuntun Praktikum Farmasi Fisika”. Sutoyo. M. Buckle. Pentingnya penentuan warna pada bahan pangan mempengaruhi selera konsumen.45. Tien R muhtadi dan Sugiono. Bina Usaha. dkk. Jurusan Farmasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful