INTERAKSI SOSIAL DALAM HUBUNGAN ANTAR MANUSIA Tue Dec 22, 2009 12:18 am A.

Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara individu yang satu dengan individu lainnya, antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya, maupun antara kelompok dengan individu. Dalam interaksi juga terdapat simbol, di mana simbol diartikan sebagai sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadanya oleh mereka yang menggunakannya B. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Bentuk-bentuk interaksi sosial yang berkaitan dengan proses asosiatif dapat terbagi atas bentuk kerja sama, akomodasi, dan asimilasi. Kerja sama merupakan suatu usaha bersama individu dengan individu atau kelompok-kelompok untuk mencapai satu atau beberapa tujuan. Akomodasi dapat diartikan sebagai suatu keadaan, di mana terjadi keseimbangan dalam interaksi antara individu-individu atau kelompok-kelompok manusia berkaitan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Usaha-usaha itu dilakukan untuk mencapai suatu kestabilan. Sedangkan Asimilasi merupakan suatu proses di mana pihak-pihak yang berinteraksi mengidentifikasikan dirinya dengan kepentingankepentingan serta tujuan-tujuan kelompok Bentuk interaksi yang berkaitan dengan proses disosiatif ini dapat terbagi atas bentuk persaingan, kontravensi, dan pertentangan. Persaingan merupakan suatu proses sosial, di mana individu atau kelompok-kelompok manusia yang bersaing, mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan. Bentuk kontravensi merupakan bentuk interaksi sosial yang sifatnya berada antara persaingan dan pertentangan. Sedangkan pertentangan merupakan suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan kekerasan. Untuk tahapan proses-proses asosiatif dan disosiatif Mark L. Knapp menjelaskan tahapan interaksi sosial untuk mendekatkan dan untuk merenggangkan. Tahapan untuk mendekatkan meliputi tahapan memulai (initiating), menjajaki (experimenting), meningkatkan (intensifying), menyatupadukan (integrating) dan mempertalikan (bonding). Sedangkan tahapan untuk merenggangkan meliputi membeda-bedakan (differentiating), membatasi (circumscribing), memacetkan (stagnating), menghindari (avoiding), dan memutuskan (terminating). Pendekatan interaksi lainnya adalah pendekatan dramaturgi menurut Erving Goffman. Melalui pendekatan ini Erving Goffman menggunakan bahasa dan khayalan teater untuk menggambarkan fakta subyektif dan obyektif dari interaksi sosial. Konsep-konsepnya dalam pendekatan ini mencakup tempat berlangsungnya interaksi sosial yang disebut dengan social establishment, tempat mempersiapkan interaksi sosial disebut dengan back region/backstage, tempat penyampaian ekspresi dalam interaksi sosial disebut front region, individu yang melihat interaksi tersebut disebut audience, penampilan dari pihak-pihak yang melakukan interaksi disebut dengan team of performers, dan orang yang tidak melihat interaksi tersebut disebut dengan outsider. Erving Goffman juga menyampaikan konsep impression management untuk menunjukkan usaha individu dalam menampilkan kesan tertentu pada orang lain. Konsep expression untuk individu yang membuat pernyataan dalam interaksi. Konsep ini terbagi atas expression given untuk pernyataan yang diberikan dan expression given off untuk pernyataan yang terlepas. Serta konsep impression untuk individu lain yang memperoleh kesan dalam interaksi. Bentuk – Bentuk interaksi yang mendorong terjadinya lembaga ,kelompok dan organisasi sosial . 1. Bentuk Interaksi Sosial Menurut Jumlah Pelakunya .

Bentuk Interaksi Sosial Menurut Proses Terjadinya . Motivasi Motivasi juga diberikan dari seorang individu kepada kelompok. Imitasi Imitasi adalah pembentukan nilai melalui dengan meniru cara. rangsangan \ Stimulus kepada individu lainnya . Lingkungan fisik .cara orang lain. berupa alam seperti keadaan alam atau keadaan tanah serta musim b. Kelompok kepada kelompok kepada seorang individu . saling menegur . Tanpa memikirkan akibatnya kelak . maka perasaan empati menempatkan kita seolah-olah ikut celaka. Lingkungan tersebut terbagi dalam beberapa kategori yaitu : a. C. 2. Interaksi antara Kelompok dan Kelompok Bentuk interaksi seperti ini berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok lain . Lingkungan sosial primer : yaitu lingkungan yang anggotanya saling kenal 2). Simpati Perasaan simpati itu bisa juga disampaikan kepada seseorang / kelompok orang atau suatu lembaga formal pada saat –saat khusus. Bentuk semacam ini menunjukkan bahwa kepentingan individu berhadapan dengan kepentingan kelompok . Wujud interaksi bisa dalam dalam bentuk berjabat tangan . Empati Empati itu dibarengi perasaan organisme tubuh yang sangat dalam. B. C. Contoh : Seorang remaja putus sekolah akan dengan mudah ikut-ikutan terlibat “ Kenalan Remaja “ . F. Contoh : Seorang anak laki – laki yang begitu dekat dan akrab dengan ayahnya suka mengidentifikasikan dirinya menjadi sama dengan ayah nya . Sugesti Sugesti dapat diberikan dari seorang individu kepada kelompok . Lingkungan sosial . Hubungan individu dengan lingkungannya ternyata memiliki hubungan timbal balik .Contoh : Pemberian tugas dari seorang guru kepada muridnya merupakan salah satu bentuk motivasi supaya mereka mau belajar dengan rajin dan penuh rasa tanggung jawab E. Lingkungan sosial dibedakan dalam dua bentuk : 1). A. Lingkungan sosial sekunder : lingkungan yang hubungan anatar anggotanya bersifat longgar. Interaksi antara individu dan kelompok Bentuk interaksi antara individu dengan kelompok : Misalnya : Seorang ustadz sedang berpidato didepan orang banyak . Misalnya apabila perasaan simpati itu timbul dari seorang perjaka terhadap seorang gadis / sebaliknya kelak akan menimbulkan perasaan cinta kasih / kasih saying. Interaksi antara individu dan individu Individu yang satu memberikan pengaruh . D. B. C. Identifikasi Identifikasi adalah menirukan dirinya menjadi sama dengan orang yang ditirunya . bercakap – cakap \ mungkin bertengkar . Contoh jika kita melihat orang celaka sampai luka berat dan orang itu kerabat kita. Hubungan Individu Dengan Lingkungan Pada teori konvergensi disebutkan bahwa lingkungan memiliki peranan penting dalam perkembangan jiwa manusia. berupa lingkungan tempat individu berinteraksi. Contoh : Satu Kesebelasan Sepak Bola bertanding melawan kesebelasan lain . Contoh : Seorang anak sering kali meniru kebiasan – kebiasan orang tuanya .A.

Lingkungan Membuat Wajah Budaya Bagi Individu Lingkungan dengan aneka ragam kekayaannya merupakan sumber inspirasi dan daya cipta untuk diolah menjadi kekayaan budaya bagi dirinya. maka penyesuaian dirinya itu akan berlangsung sangat lambat sekali. Terhadap faktor lingkungan ini ada pula yang menyebutnya sebagai empirik yang berarti pengalaman. Dalam hal ini. Alat untuk kepentingan dan kelangsungan hidup individu dan menjadi alat pergaulan sosial individu. akan tetapi serentak dia dihadapkan kepada pergaulan manusia. Sehingga kalaupun dia kemudian dididik. Contoh : seorang anak yang senantiasa bergaul dengan temannya yang rajin belajar. Penyesuaian diri alloplastis artinya individu itu berusaha untuk merubah lingkungannya. sebagai : a. termasuk didalamnya adalah belajar. Lingkungan Membuat Individu Sebagai Makhluk Social Yang dimaksud dengan lingkungan pada uraian ini hanya meliputi orang-orang atau manusiamanusia lain yang dapat memberikan pengaruh dan dapat dipengaruhi. sehingga kenyataannya akan menuntut suatu keharusan sebagai makhluk sosial yang dalam keadaan bergaul satu dengan yang lainnya. Sikap individu terhadap lingkungan dapat dibagi dalam 3 kategori yaitu : a) Individu menolak lingkungan jika tidak sesuai dengan yang ada dalam diri individu b) Individu menerima lingkungan jika sesuai dengan dengan yang ada dalam diri individu c) Individu bersikap netral atau berstaus quo. Manusia tidak bisa melepaskan diri secara mutlak dari pengaruh lingkungan itu. Lingkungan yang beraneka ragam senantiasa memberikan rangsangan kepada individu untuk berpartisipasi dan mengikutinya serta berupaya untuk meniru dan mengidentifikasinya. Contoh : dalam keadaan cuaca panas individu memasang kipas angin sehingga dikamarnya menjadi sejuk. dapat kita ikuti pada uraian berikut 1. b. Pengaruh Lingkungan Terhadap Individu Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu. 2. Terputusnya hubungan manusia dengan masyarakat manusia pada tahun-tahun permulaan perkembangannya. individu melakukan manipulation yaitu mengadakan usaha . Contoh : air dapat dipergunakan untuk minum atau menjamu teman ketika berkunjung ke rumah. karena manusia hidup adalah manusia yang berfikir dan serba ingin tahu serta mencoba-coba terhadap segala apa yang tersedia di alam sekitarnya. Lingkungan dapat membentuk pribadi seseorang. Dapat kita bayangkan andaikata seorang anak manusia yang sejak lahirnya dipisahkan dari pergaulan manusia sampai kira-kira berusia 10 tahun saja. karena dengan lingkungan itu individu mulai mengalami dan mengecap alam sekitarnya. Sesuatu yang diikuti individu. d.lingkungan mempengaruhi individu dan individu mempengaruhi lingkungan. c. Berubahnya tabiat manusia sebagai manusia dalam arti bahwa ia tidak akan mampu bergaul dan bertingkah laku dengan sesamanya. maka sudah dapat dipastikan bahwa dia tidak akan mampu berbicara dengan bahasa yang biasa. sedikit banyaknya sifat rajin dari temannya akan diikutinya sehingga lama kelamaan dia pun berubah menjadi anak yang rajin. baik secara alloplastis maupun autoplastis. akan mengakibatkan berubahnya tabiat manusia sebagai manusia. Tantangan bagi individu dan individu berusaha untuk dapat menundukkannya. Contoh : air banjir pada musim hujan mendorong manusia untuk mencari cara-cara untuk mengatasinya. apabila dianggap sesuai dengan dirinya. Obyek penyesuaian diri bagi individu. baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis. canggung pemalu dan lain-lain. walaupun diberinya cukup makanan dan minuman. karena lingkungan itu senantiasa tersedia di sekitarnya. Lingkungan memiliki peranan bagi individu. Sejauh mana pengaruh lingkungan itu bagi diri individu.

orang-orang dalam lingkungan) serta lingkungan rohaniah (keyakinan-keyakinan. Proses tersebut disebut juga dengan interpretative process Interaksi sosial dapat terjadi bila antara dua individu atau kelompok terdapat kontak sosial dan komunikasi. Karp dan Yoels menunjukkan beberapa hal yang dapat menjadi sumber informasi bagi dimulainya komunikasi atau interaksi sosial. penampilan berbusana. yaitu Ciri Fisik dan Penampilan. Lingkungan di sini bisa berupa lingkungan fisik (alam benda-benda yang konkrit). Individu dapat bertentangan dengan lingkungannya. Thomas. Definisi situasi ini dibuat oleh individu dan masyarakat. dan filsafat-filsafat yang terdapat di lingkungan individu). Penampilan di sini dapat meliputi daya tarik fisik. Faktor – Faktor Yang Mendorong Terjadinya Interaksi Sosial 1. karena dirinya telah sesuai dengan lingkungannya D. Contoh : seorang juru rawat di rumah sakit. Tindakan Rasional Instrumental : Tindakan yang dilakukan dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan . Dan terakhir adalah Makna tidak bersifat tetap namun dapat dirubah. F. dan wacana. Menurut MAX WEBER . 4. lingkungan psikis (jiwa. dan jarak publik. adalah segala sesuatu yang dimiliki seorang individu sejak lahir yang meliputi jenis kelamin. E. Sedangkan penyesuaian diri autoplastis. Hall membagi ruangan dalam interaksi sosial menjadi 4 batasan jarak. 2.untuk memalsukan lingkungan panas menjadi sejuk sehingga sesuai dengan dirinya.I. dan ras. Tindakan Sosial Tidak semua tindakan manusia dinyatakan sebagai tindakan sosial misalnya : Seorang pemuda yang sedang mengkhayalkan gadis impiannya secara diam – diam . Definisi situasi merupakan penafsiran seseorang sebelum memberikan reaksi. Pada dimensi waktu ini terlihat adanya batasan toleransi waktu yang dapat mempengaruhi bentuk interaksi. Thomas.I. tindakan sosial adalah tindakan seorang individu yang dapat mempengaruhi individu – individu lainnya dalam masyarakat . Selain aturan mengenai ruang Hall juga menjelaskan aturan mengenai Waktu. 3. Sumber Informasi tersebut dapat terbagi dua. Tindakan sosial dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu : a. yaitu jarak intim. . Ciri Fisik. Individu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. badan. dan aturan itu dapat dilihat melalui dimensi ruang dan dimensi waktu dari Robert T Hall dan Definisi Situasi dari W. usia. Kemudian makna yang dimiliki sesuatu itu berasal dari interaksi antara seseorang dengan sesamanya. jarak sosial. namun lama-kelamaan dia menjadi terbiasa dan tidak menjadi gangguan lagi. Interaksi sosial memiliki aturan. penyesusian diri yang dilakukan individu agar dirinya sesuai dengan lingkungannya. Kontak sosial merupakan tahap pertama dari terjadinya hubungan sosial Komunikasi merupakan penyampaian suatu informasi dan pemberian tafsiran dan reaksi terhadap informasi yang disampaikan. Aturan yang terakhir adalah dimensi situasi yang dikemukakan oleh W. bentuk tubuh. perubahan terhadap makna dapat terjadi melalui proses penafsiran yang dilakukan orang ketika menjumpai sesuatu. jarak pribadi. Individu dapat memanfaatkan lingkungannya. Proses Interaksi Sosial Proses Interaksi sosial menurut Herbert Blumer adalah pada saat manusia bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dimiliki sesuatu tersebut bagi manusia. Individu dapat berinteraksi dengan lingkungannya. Contoh : Bekerja Keras untuk mendapatkan nafkah yang cukup . pada awalnya dia merasa mual karena bau obat-obatan. Jenis Interaksi Sosial Ada empat jenis interaksi sosial dengan lingkungannya. ide-ide. yaitu : 1.

G. Contoh : Tindakan –Tindakan yang bersifat Religio – magis . orang yang menerima komunikasi disebut komunikan. Contoh : Berbagai macam upacara \ tradisi yang dimaksudkan untuk melestarikan kebudayaan leluhur . ingin mengerti dan ingin kerja sama dengan orang lain serta saling melengkapi satu sama lain. Faktor sugesti. Sugesti adalah suatu proses di mana individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman tingkah laku orang lain tanpa kritik terlebih dahulu. Tindakan Rasional Berorientasi nilai : Tindakan – Tindakan yang berkaitan dengan nilai – nilai dasar dalam masyarakat . 4. Faktor simpati.b. . pengaruh psikis baik yang datang dari diri sendiri maupun yang datang dari orang lain. 2. c. 2) Kontak Tidak Langsung : Pihak komunikator menyampaikan pesannya kepada pihak komunikan melalui perantara pihak ketiga . berbelit – belit . d. b. Contoh : Pesan yang disampaikan tidak jelas. Orang yang menyampaikan komunikasi disebut komunikator . Kontak Sosial Dalam kehidupan sehari-hari kontak sosial dapat dilakukan dengan cara : a. Tidak selamanya kontak sosial akan menghasilkan interaksi sosial yang baik apabila proses komunikasinya tidak berlangsungnya secara komunikatif . bahkan mungkin sama sekali tidak dapat dipahami . Tindakan yang tidak memperhitungkan pertimbangan Rasional . Tindakan Tradisional. Tindakan Ofektif : Tindakan – Tindakan yang dilakukan oleh seorang \ kelompok orang berdasarkan perasaan \ emosi 2. Faktor imitasi. orang memiliki kecenderungan tertarik pada orang lain. masyarakat merupakan pengelompokan manusia di mana tiap individu saling mengimitasi (meniru) dari orang lain dan sebaliknya. Simpati akan menjalin hubungan saling pengertian yang saling mendalam dalam inteaksi antarindividu. 3. 1) Kontak Primer 2) Kontak Sekunder 3. Ada 2 macam kontak sosial . sedangkan orang yang memiliki kecenderungan menolak orang lain disebut antipati. Cara kontak sosial itu ada 2 macam yaitu : 1) Kontak Langsung : Pihak komunikator menyampaikan pesannya secara langsung kepada pihak komunikan . Komunikasi Sosial Komunikasi artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain. yaitu : 1. Faktor identifikasi merupakan dorongan untuk menjadi identik atau sama dengan orang lain. Bahkan masyarakat baru menjadi masyarakat yang sebenarnya ketika manusia mulai mengimitasi kegiatan manusia lainnya. Kontak Sosial yang dilakukan menurut cara pihak-pihak yang berkomunikasi . Faktor Psikologi Pendorong Interaksi Sosial Terdapat empat faktor yang mendasari kelangsungan interaksi sosial. umumnya sugesti diterima tanpa adanya kritik dati individu yang bersangkutan. Kontak Sosial yang dilakukan menurut terjadinya proses komunikasi .