P. 1
Tes Bahasa

Tes Bahasa

|Views: 52|Likes:
Published by gustinidian

More info:

Published by: gustinidian on Jun 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2013

pdf

text

original

ANALISIS TES BAHASA INDONESIA DITINJAU DARI.

SEGI PENDEKATAN KOMUNIKATIF DAN INTEGRATIF PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NO I PENEBEL oleh Ni Lob Potu Puji Astoti ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas tes fonnatif dan sumatif ditinjau dari pendekatan komunikatif dan integratif, serta mengetahui hambatanhambatan yang dihadapi guru kelas V yang mengajar bahasa Indonesia dalam menyusun tes yang baik. Penelitian ini dilakukan pada kelas V Sekolah Dasar tahun ajaran 2007/2008. Penelitian ini merupakan studi evaluatif yang datanya dikumpu1kan melalui studi dokumen dan teknik wawancara. Data tentang kualitas tes dikumpulkan dari dokumen tes buatan guru, sedangkan data tentang hambatan-hambatan yang dihadapi dalam penyusunan tes dikumpulkan lewat teknik wawancara terstruktur. Data yang diperoleh dikaji kebersesuaiannya berdasarkan aspek-aspek kompetensi sesuai dengan dimensi-dimensi pendekatan komunikatif dan integratif. Data yang diperoleh selanjumya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Analisis data menunjukkan hasil sebagai berikut. 1) Tes formatif dan sumatif lebih dominan mengukur kompetensi gramatika. 2) Tes formatif sebagian digunakan untuk mengukur kompetensi penggunaan saluran bebahasa lisan. 3) Tes sumatif sepenuhnya mengukur kompetensi penggunaan saluran berbahasa secara tertulis. 4) Kendala yang umumnya dihadapi oleh guru bahasa Indonesia dalam menyusun tes formatif dan sumatif adalah rendahnya wawasan dan kemampuan dalam menyusun tes yang mencerminkan pendekatan kommrlkatif dan integratif. Mengingat kurangnya wawasan dan kemampuan guru dalam menyusun tes, maka disarankan agar guru-guru. mengikuti pelatihan untuk menambah wawasan dan kemampuan dalam menyusun tes fonnatif dan sumatif yang sesuai dengan pendekatan komunikatif dan integratif serta dibiasakan membuat kisi-kisi tes sebelum merumuskan tes.

Kata Kunci: tes fonnatif dan sumatif, pendekatan komunikatif dan integratif

AN ANALYSIS OF THE INDONESIAN LANGUAGE TEST ADMINISTERED TO THE FWfII GRADE STUDENTS OF SD 1 PENEBEL VIEWED FROM THE COMMUNICATIVE-INTEGRATIVE APPROACH ABSTRACT -~ The present: research is focused on evaluating the formative and summative, test qualitY vi~~ed from the communicative-integrative approach. It also studied the contraints encOl.mteredby the Indonesian language teachers in constructing a good test. The study was cunducted on the fifth grade students of SD 1 Penebel in the academic year of 2007/2008. This study was an evaluative research. The intended data were collected by means of document study and . interview. Data on test quality were
JIPP, Juni 2009 1141

gathered through a study on the. teacher-made test, whereas the contrainsts were gathered through a structured interview. The obtained data were reviewed from the items' congruency on the competency aspects related on the communicative-integrative dimensions. Finally, the data were analyzed descriptively and interpretatively. The results of data analysis show that: 1) the formative tests constructed by the teachers were dominated with items measuring the grammatical competency, 2) the formative tests were partially measuring the oral language use competency, 3) the summative tests were fully measuring the written aspect of language use competency; and 4) the general constraint faced by the teacher was due to their lack of insight and knowledge in constructing a good test with a communicative-integrative approach. The study result implies that the Indonesian language teachers need to be upgraded in an in-service training program to facilitate the improvement of their skill and knowledge in developing a good communicative-integrative test. Key words: formative and summative tests, communicative and integrative approach 1. PENDAHULUAN Prosesbelajar - mengajar merupakan proses yang memiliki sistem dan cukup kompleks. Berbagai variabel yang terlibat di dalam proses tersebut
harus

mengetahui
pembelajaran

keberhasilan di dalam

proses sistem

pembelajaran itu sendiri. Dalam hal ini, basil evaluasi proses tersebut digunakan

sebagai masukan untuk memperbaiki
subsistem keseluruhan bersama-sama yang ada,
sehingga

diperhltungkan

dalam

meningkatkan mutu pendidikan, baik yang menyangkut proses dan sistem itu sendiri maupun

subsistem (secara

dapat bekerja sinergis). Di

output-nya,

yakni

samping untuk mengetahui keselarasan
mekanisme

lulusan sebagai hasil proses dan sistem tersebut, Untuk meningkatkan kualitas lulusan, sejumlah komponen seperti

sistem, evaluasi juga dapat untuk mengetahui tingkat

digunakan

pencapaian hasil belajar peserta didik. Untuk melakukan

guru, fasilitas belajar slswa, lingkungan,
kesadaran orang tua atau masyarakat

evaluasi tersebut,

salah satu instrumen yang digunakan adalah tes, baik pada tingkatan formatif maupun sumatif. Mulai tahun 2004, Pemerintah memberlakukan kurikulum barn yang Iazim disebut Kurikulum Berbasis ditegaskan
1142

akan

arti

dan

manfaat

pendidikan

merupakan faktor yang sangat penting. Dick dan Carey (1985:2), di dalam peraneangan sistem pengajaran penting sebagai evaluasi untuk adalah menyatakan bahwa, evaluasi merupakan salah sa~fangK~yang subsistem. dalam
JIPP, JUDi 2009

Kompetensi (KBK). Untuk pengajaran bahasa, dalam kurilkulum kembali, bahwa fungsi bahasa adalah

Diperlukannya

pembelajaran

sebagai

alat

komunikasi.

Karena

ito,

secara lisan maupun proses pembelajaran, banyak dilatih

tertulis. siswa

Di dalam

pengajaran bahasa pada dasarnya adalah memberikan

hams Iebih
terampil di dalam belajar bahasa

kesempatan kepada siswa
baik lisan

untuk
bahasa ketimbang atau kaidah

untuk belajar berkomunikasi, maupun tulis. Komunikasi proses dilakukan penyampaian oleh

menggunakan berkomunikasi

merupakan maksud

suatu
yang kepada saluran dapat

tentang Indonesia. juga

aturan

Materi tes bahasa Indonesia

komunikator

diarahkan

untuk

mengukur siswa

orang lain dengan menggunakan tertentu. berupa Bentuk komunikasi

kemampuan/keberhasilan berkomunikasi.

pengungkapan pikiran, gagasan,
persetuiuan, keinginan,

Terkait

dengan

tuntutan

ide, pendapat,

kurikulum tersebut, evaluasi hasil belajar siswa juga hams diarahkan untuk lebih mereka

penyampaian
peristiwa, komunikasi disampaikan

informasi tentang suatu
dan tertulis, melalui lain-lain. makna Dalam

banyak mengukur

kemampuan

atau pesan
aspek

di dalam menggunakan bahasa Indonesia
sebagai sarana komunikasi. Dengan kata

beberapa

kebahasaan yang berupa kata, kalimat,
paragraf, ejaan, dan tanda baca. Dalam komunikasi

lain, sebagai salah satu alat ukur, tes yang digunakan juga harus lebih banyak
mengukur menggunakan berbagai jenis kemampuan siswa

lisan, penggunaan
prasodi,

aspekyakni dan

untuk

aspek kebahasaan tersebut ditambah lagi dengan unsur-unsur

bahasa Indonesia di dalam

komunikasi, baik lisan mencapai
yang dikehendaki tujuan oleh

intonasi, nada, irama, tekanan
tempo.

maupun tertulis. Untuk
sebagaimana kurikulum,

Fungsi utama bahasa sebagai alat komunikasi telah dikemukakan kurikulum tersebut bahasa tahun 2004.' bahwa di dalam Kurikulum pelajaran haruslah

pendekatan
juga

pembelajaran harus sesuai

yang

digunakan

menegaskan,

dengan hakikat belajar bahasa. Dalam
hal ini, pendekatan adalah dalam pendekatan sejarah

dan sastra Indonesia
hakikat

yang dianggap sesuai
komunikatif. Di penyempurnaan

memperhatikan

bahasa sebagai
Karena ito,

saiitiia·~.:"Jmmunikasi. ,,~i:
siswa terampil JIPP. Juni 2009

pengajaran bahasa harus mengarahkan
berkomunikasi

kurikulum,
digunakan ~

pendekatan
sejak berlakunya

ini

sudah

baik

kurikulum _ 1143

1984. 1994,

Ketika

kurikulum
menjadi

tersebut

integratif, menggunakan

penilaiannyapun kedua juga

hams pendekatan Kurikulum

disempurnakan

Kurikulum pendekatan
dengan Menurut

penggunaan
dilengkapi integratif.

tersebut,
sekarang pendekatan

Termasuk

komunikatif pendekatan pendekatan pengajaran

Tingkat Satuan Pendidikan yang berlaku masih menggunakan kedua

ini,

komponen-komponen

ini dalam

membelajarkan dan

bahasa tidak lagi disajikan
tetapi dengan Dengan

siswa eli kelas. sumatif

Jadi, tes formatif
harlan

secara terpisah atau didiskriminasi, secara terpadu, terintegrasi

( ulangan

dan u1angan dalam

umum
penilaian

),

yang

digunakan

konteks belajar berkomunikasi.

tersebut

harus sesuai dengan
dan pendekatan

kata lain, menurut
pengajaran

KurikuIum

1994,

pendekatan integratif.

komunikatif Keserasian

bahasa dan sastra Indonesia menggunakan dan pendekatan pendekatan integratif. 2004,

inilah

yang

harus

menjadi fokus penelitian

melalui kasus

komunikatif

yang terjadi di Kelas V SD N. I Penebel. Di dalam berkomunikasi, tidak akan berpikir menggunakan bahasa tentang orang

Di dalam pelaksanaan

Kutikulum

penggunaan pendekatan komunikatif dan integratif tetap dipertahankan. Secara dirangkum oleh

bagaimana benar

ini secara

teori,
Heaton

sebagaimana (Ed.1984) di

sesuai dengan sistem yang berlaku. Jadi, bahasa lebih merupakan suatu bentuk daripada sebuah

dalam bukunya yang berjudul Language

kineria dan performansi sistem iImu. Berdasarkan sastra

Testing,
apapun

pengetesan haruslah

untuk cocok dan

program serasi yang proses demikian,

orientasi ini, tes bahasa dan perIu diarahkan pada tutur, relevan

(compatible)
digunakan pembelajaran.

dengan di

metode dalam

Indonesia dasar

kompetensi sehingga digunakan komunikatif tersebut menuju kemampuan

dan situasi
yang

Dengan

pendekatan adalah

program pengajaran komunikatif dengan Berdasarkan harns

dengan pendekatan dinilai

pendekatan Pendekatan siswa suatu .agar untuk tingkat mereka

(assessed)
komunikatif. tersebut, yang

dan integratif. mengarahkan kepada berbahasa,

pendekatan

pengajaran,,:.'"'bahasa menurut Kurikul~

..

pendapat Indonesia,

2004 menggunakan dan pendekatan

mampu berkomunikasi

secara nyata dan

pendekatan komunikatif JIPP, Juni 2009

terpadu, balk. lisan maupun tulisan. Oleh 1144

karena ito, dalam pengajaran bahasa Indonesia, penggunaan pendekatan tepat pada
kompetensi

meliputi

beberapa

persyaratan akan

pengetahuan dan kemampuan berikut.
(l) pengetahuan dan penguasaan

komunikatlf dan pendekatan integratif merupakan pilihan yang semua jenjang pendidikan.
Secara teori,

kosa kata bahasa yang digunakan; (2) pengetahuan akan kaidah-kaidah penggunaan bahasa dalam berbicara, seperti memulai percakapan,
dan mengakhiri

komunikatif

terdiri

atas

empat

komponen, yaitu kompetensi gramatikal, kompetensi sosiolinguistik, kompetensi wac ana,
(Sudiana, gramatikal

mengetahui
serta

topik

pembicaraan sesuai dengan berbagai tipe pertuturan, bentuk-bentuk danpantas;
(3) penguasaan meaguasai

dan

kompetensi

strategi

1996: 3 - 4). Kompetensi mencakup penguasaan

sapaan

yang wajar untuk

kebahasaan, kompetensi sosiolinguistik menyangkut penguasaan konteks sosial penggunaan bahasa, kompetensi wacana
menyangkut kemampuan

pengetahuan dan pertuturan

menggunakan beberapa

menjawab yang cocok,

misalnya, permohonan, permintaan, pemafaan, pengucapan terima kasih, dan pengundangan; serta
(4) penguasaan dan pengetahuan tentang

menggabungkan kompetensi penguasaan mengkompensasi penguasaan menjaga bahasa

kalimat, strategi siasat dalam agar

dan untuk rangka dapat

menyangkut

ketidaksempurnaan

bahasa yang cocok dan wajar. Sen ada dengan yang dikemukakan oleh Dardjowidjojo di atas, Nababan (1993:86-88), yang dikutip dari Hymes (1972), menyimpulkan bahwa, pendekatan komunikatif mengandung

komunikasi

berlangsung dengan baik Dardjowidjojo(1987: 142-147) memaparkan, bahwa kemampuan untuk menerapkan
kaidah-kaidah

bahasa

dua hal yang sangat mendasar: (1) kebermaknaan dari setiap bentuk bahasa yang dipelajari, dan (2) bentuk ragam dan makna bahasa berhubungan dan terkait dengan
itu.

dengan benar harus mengetahui secara tepat tentang: bila, di mana, terhadap siapa, tentang kaliJtfat-~J!mat
.

apa,

dan bagaimana

,.;;:-~

itu harns digunakan,

situasi Hal

dan yang
_

konteks pertama
1145

Oleh karena ito, kemampuan komunikasi
JIPP, JUDi 2009

berbahasa

mengisyaratkan, bahwa semua bentuk

bahasa

yang

dipelajari

(seperti

kata,

menentukan kreatif cakupan dan

bagi

seorang

guru yang
Di dalam seorang berbagai

frasa, dan kalimat), serta struktur bahasa
(seperti

professional.

urutan
dengan adalah

kata,

irnbuhan,

dan

tugas

profesionalnya, memiliki

berbagai kategori struktur) harus selalu
dikaitkan bahasa konsep artilmakna, karen a ide,

guru.

. harus

kemampuan menguasai strategi mampu

dasar,

di

antaranya:
menguasai

alat pengungkapan

materi pelajaran,

atau nosi

(notion)+ Hal yang
bahwa bentuk

dan cara-cara menilai hasil

mengajar,serta belajar

kedua
dan

mengisyaratkan,

peserta

makna bahasa tergantung
faktor penentu

pada

didik, Selanjutnya, mengenai tes sebagai salah satu instrumen penilaian, Arikunto (2005: yang 57-58)

sejumlah

komunikasi

yang ada dl dalam situasi dan konteks penggunaan penentu bahasa itu. Faktor-faktor

menegaskan, bahwa .tes
minimal persyaratan apa hams : (I) yang (2) selalu yang

berkualiatas sejumlah yakni diukur yakni

Itu disebut juga sebagai faktorsosiolinguistik yang yang siapa meliputi:

memenuhi validitas, hendak reIiabilitas, menunjukkan

faktor

mengukur

siapa-siapa
berbahasa, berbahasa

berbicara/
mereka

secara
hasil gambaran

tepat,
tes hasil

dengan
(pendengar,

si alamat), topik untuk tujuan

yang dibicarakan, apa,pada waktu konteks

relatif sama bila digunakan pada subjek yang relatif berbeda. menyusun sama dalam situasi yang dalam

dan tempat
apa (peserta

dimana,
lain,

dalam

Selain syarat tersebut,

kebudayaan, dan jalur/modus media

suasana),

dengan

tes hasil belajar, guru harns prinsip-prinsip belajar
seperti

apa (lisan/ tulisan), dengan surat kawat,

memperhatikan

apa (tatap muka,

berikut, (I)
Tes hasil hendaknya

buku, koran, televisi, radio), dan dalam peristiwa apa lamaran (upacara, kerja, ceramah, laporan,

mengukur secara jelas hasil belajar yang

khotbah,

telah ditetapkan;
(2) Tes hasil sampel belajar hendaknya dari mengukur pengajaran representatif

pemyataan cinta, dan sebagainya). Di atas telah disinggung,. bahwa
evaluasi merupakan salah satu subsistem

di

dalam- sistem
'_'X

.'.

yang relevan

dengan tugas-

pengajaran.

Oleh
yang

tugas belajar; (3) Tes hasil belajar hendaknya meliputi tipe-tipe dari item tes yang sangat cocok ~-1146

Arikunto (2001:5'0), evaluasi juga diakui

.salah llPP,Jurn2009
sebagai

satu

faktor

babasa yang dipelajari (seperti kata,
frasa, dan

menentukan bagi seorang guru yang kreatif dan professional. memiliki Di dalam berbagai

kalimat), serta struktur bahasa
urutan dengan

(seperti dikaitkan

kata,

imbuhan,

dan karena

cakupan tugas profesionalnya, seorang. guru . harus
kemampuan

berbagai kategori struktur) harus selalu

arti/makna,

dasar,

di

antaranya:

bahasa adalah a1at pengungkapan ide, konsep atau nosi (llotion). dan makna bahasa
Hal yang

menguasai materi pelajaran, menguasai strategi dan cara-cara mengajar,serta mampu menilai hasil belajar peserta
didik.

kedua mengisyaratkan, bahwa bentuk tergantung pada sejumlah faktor penentu komunikasi yang ada di dalam situasi dan konteks penggunaan bahasa itu. Faktor-faktor penentu ito disebut juga sebagai faktorfaktor sosiolinguistik siapa-siapa berbahasa, dengan yang meliputi: berbicara/ mereka tojuan lain. yang
siapa

Selanjutnya, mengenai tes sebagai

salah satu instrumen penilaian, Arikunto (2005: 57-58) menegaskan, bahwates yang berkualiatas
minimal

harus

memenuhi sejumlah persyaratan : (1)
validitas,

yakni mengukur
diukur

apa yang tepat, tes (2) selalu yang

hendak

secara hasil gambaran

reliabilitas, menunjukkan

yakni

berbahasa (pendengar, si alamat), topik yang dibicarakan, dalam konteks untuk. apa (peserta .dengan apa,pada waktu dan tempat dimana, kebudayaan, dan suasana),

basil

relatif sarna bila digunakan pada subjek yang relatif sama dalam situasi yang berbeda. Selain syarat tersebut, dalam menyusun tes hasil belajar, guru harus memperhatikan
berikut,

jalur/modus apa (lisanl tulisan), dengan media apa (tatap muka, surat kawat, buku, koran,televisi, peristiwa khotbah, apa lamaran radio), dan dalam ceramah, laporan, kerja, (upacara,

prinsip-prinsip belajar

seperti

(1)

Tes

hasil

hendaknya

mengukur secara jelas basil belajar yang telah ditetapkan; (2) Tes hasil sampel belajar hendaknya dari mengukur representatif

pemyataan cinta, dan sebagainya). Di atas telah disinggung,. bahwa evaluasi merupakan salah satu subsistem .... di dal~,; sistem pengajaran. .Oleh
"\';-'

pengajaran yang relevan dengan tugastogas belajar; (3) Tes hasil belajar hendaknya meliputi tipe-tipe dari item tes yang sangat cocok
~1146

Arikunto (2001 :5l), evaluasi juga diakui sebagai .salah satu faktor
~

yang

JIPP, Juni 2009

untuk

mengukur

hasil

bela jar

yang

dengan pendekatan integratif melakukan pengukuran penguasaan atas gabungan komponen berbahasa. dasar antara kemampuan penguasaan beberapa dan bahasa ; berbahasa terhadap bagian kemampuan

dimaksud; (4) Tes hasil pada hasil suatu belajar hendaknya didasarkan pembelajaran; (5) Tes belajar pendekatan mengenai tes hendaknya ~entu bahasa menganut

rencana-rencana

Bahasa, dalam

konteks hanya dapat dipahami melalui
pemahaman terhadap gabungan berbagai

yang digunakan dalam pembelajaran. Khusus dikemukakan menggunakan pendekatan Indonesia, sesuai dengan pendapat yang

bagian dapat
bahasa kalimat

dati

komponen berbahasa, dalam kalimat, teks

bahasa
seperti

dan yang

kemampuan

oleh Healton yang dikutip
pendekatan yang digunakan komunikatif di dalam

ditemukan

penggunaan Bentuk tes .dengan melengkapi

di depan, penyusunan tes bahasa hams dan pendekatan integratif sesuai dengan pembelajaran bahasa Indonesia. Menurut Djiwandono 13). tes bahasa Indonesia Dari pendekatan karakteristik pendekatan pandangan dalam senyatanya. berdasarkan berorientasi peran sosiolinguistik integratif tertentu. komunikatif pada Tes pada (1996: 11dengan segi mempunyai tes bahasa bahasa Indonesia komunikatif dan mementingkan non kebahasaan yang komunikasi terkait yang

senyatanya. atau

menggunakan mempersyaratkan satu bagian

bacaan

penggunaan lebfh dati bahasa atau berbahasa

komponen bentuk-bentuk

kemampuan merupakan dikatakan,

sekaligus
tes .dengan
,

pendekatan integratif. Selanjutnya dapat bahwa tes bahasa . dengan atau

pendekatan interatif dapat mengukur dua
atau lebih komponen berbahasa kemampuan integratif. Konsep dasar tentang tes bahasa Indonesia komunikatif seperti senada yang pula dengan dan pendekatan dikemukakan dengan tes adalah pendekatan integratif di atas, yang
w

Indonesia yang komunikatif mendasari penggunaan bahasa komunikasi sehari-hari

berbahasa sekaligus secara

pendekatan yang

psikoliaguistlk

unsur-unsur

pendapat bahasa tes bahasa

teruiiima'';\:)UlSUfRunsur dengan terlaksananya

diutarakan Menurutnya, komunikatif
--'---

oleh Oller (1979 :; 32 37). yang yang

baik:. Selanjutnya, tes bahasa Indonesia nPp. Juni 2009

----,- 1147

berusaha kemampuan merangkai situasi dan

untuk pelajar

mengaktifkan meningkatkan menyusun, sesuai dengan Tes

mendeskripsikan
kualitas samping tes itu,

dan
bahasa dalam

menganalisis Indonesia. Di ini yang

penggunaan tatabahasa,

penelitian latar

kata-kata
kebutuhan

diselenggarakan program evaluasi

pelajar.

alamiah, yakni penggunaan tes di dalam sumatif pada akhir Semester I dan II Tahun 2007/2008. Lata! alamiah juga berlangsung ketik:a Peneliti melakukan observasi kelas saat proses Indonesia belajar-mengajar diselenggarakan bahasa oleh guru,

bahasa yang disusun berdasarkan tata bahasa secara pragmatis serta melibatkan kemampuan mengembangkan tata bahasa setiap peJajar dapat dikatakan tes yang valid. Sementara itu, tes bahasa dengan pendekatan integratif adalah tes yang mengukur

penguasaan

siswa

termasuk evaluasi formatif dalam bentuk ulangan-ulangan harlan yang dilakukan sebanyak dna kali .. Sesuai dengan fokus dan tujuan penelitian, data penelitian ini bersumber pada populasi, yakni selumh individu sumber data yang menjadi perhatian

terhadap banyak bagian atau unsur-unsur kebahasaan secara mengukur dan bersama-sama kemampuan secara juga berbicara (1990:120)

misalnya bersama-sama.

mendengarkan Bachman

mempunyai pendapat yang sarna tentang pendekatan komunikatif di dalam tes bahasa. Menurutnya, tes bahasa dengan pendekatan komunikatif adalah tes yang menekankan dalam kemarnpuan seseorang atau menggunakan bahasa

dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang ditentukan (Margono, 2000:118) Sehubungan dengan pengertian tersebut, populasi penelitian ini adalah sebagai berikut.

1) Naskah tes sumatif (dua unit) yang
digunakan di dalam ulangan umum Siswa Kelas V Sekolah Dasar, masing-masing satu unit pada akhir

mengukur kemampuan seseorang dalam
melakukan komunikasi secara nyata. 2. METODE PENELITIAN ini menggunakan .. rancangan-penelitian evaluatif-kualitatif. Penelitian
-

Semester I dan II Tahun Ajaran 2007/2008 . 2) Naskah tes formatif (empat unit) yang digunakan di dalam ulangan harian siswa kelas V, masing-masing
1148

.....-,

--"':

Rancangan ini dIgunakan karena sesuai dengan tujuan penelitian, yakni untuk
JIPP, Juni 2009

dua unit di Semester I dan Il tabun ajaran 2007/2008. 3) seorang mengajarkan

disimpulkan, .terdapat kompetensi

bahwa pengukuran' gramatika,

didalamnya . terhadap .. sosiolinguistik,

guru
bahasa

kelas Indonesia

yang di data ini

wacana, strategi komunikasi tertuIis, dan kompetensi kesastraan. Dengan
sudah bahasa

Kelas V SD Negeri 1 Penebel.
Sesuai dengan karakteristik dan sumber data, dalam penelitian digunakan pengumpulan untuk dna jenis

demikian, berdasarkan

teori yang ada,

kedua unit tes sumatif tersebut dapat digolongkan ke dalarntes

metode

data: studi dokumen dan data tentang

yang komunikatif. Hanya saia, di dalam
kedua unit tes sumatif tersebut, aspek

wawancara. Studi dokumen digunakan mengumpulkan kualitas tes sumatif dan tes formatif yang digunakan semester pada semester ganjil dan genap tahun data
dan

kornpetensi gramatika sangat dominan.
Di samping ito, strategi komunikasi lisan

sama

sekali tidak tersentuh

di dalam

2007/2008. untuk informasi

kedua unit tes sumatif tersebut. Akan tetapi, berdasarkan hasil wawancara dan observasi kedalam, kompetensi dalam fonnatif bentuk semua Berdasarkan strategi yakni di dan tes bentuk komunikasi lisan sebagian telah diteskan

Metode wawancara mengumpulkan

digunakan

tentang kesulitan dan hambatan

yang

dialami oleh guru bahasa tahun ajaran 2007/2008.

Indonesia

tes formatif
unit dalam

siswa kelas V di SD Negeri 1 Penebel Setelah terkumpul, data diolah

dalam proses belajar-mengajar

ulangan harlan.
gambaran

dengan

metode

deskriptif-kualitatif,

di atas,
di kelas V teorl masih

Melalui langkah-langkah deskripsi data
dan interpretasi data, penarikan simpulan hasil kualitatif induktif. 3. BASIL PENELlTIAN DAN penelitian dengan dilakukan metode secara berpikir

secara keseluruhan, tes bahasa (fonnatif dan sumatit) yang digunakan sudah Hanya memenuhi saja, Sd N I Penebel Tabun Ajaran 2007/2008 persyaratan tes sebagai tes bahasa yang komunikatif. item-item didominasi oleb komponen kompetensi dari segi pendekatan tes (baik
1149

...

:~.J~El\1BAHASAN DiI deskripsi item-item tes pada unit tes sumatif dapat

gramatika.
Ditinjau integratif gambaran kualitas

kedua

JIPP, Juni 2009

sumatif maupun fonnatif) relatif sama dengan gambaran tinjauan dari segi pendekatan komunikatif Hanya sebagian keeil item tes sumatif yang memenuhi kriteria sebagai tes bahasa yang integratif. Terkait dengan kesu1itanl hambatan yang dihadapi oleb guru di dalam menyusun tes bahasa yang komunikatif dengan integratif penelitian ini menemukan dua hal. Pertama, guru merasakan kurangnya pengetahuan dan pengalaman. merasakan
Kedua,

dianggap sebagai langkah yang tepat. Misalnya, usaha guru dalam bentuk: siaran di televisi dan pemberian tugas kepada siswa untuk mendengarkan kemudian melaporkan hasilnya secara tertulis dapat dipandang sebagai sebuah tes ketrampilan menyimak

yang
dengan

kemudian keterampilan penguasaan

diintegrasikan menulis

(laporan),

gramatika, sintaksis, dan (EYD). Begitu buku dan

kaidah-kaidah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempumakan pula, membuat resensi

guru

juga didalam

adanya kesulitan

"mencari materi peJajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, Gambaran basil penelitian di atas menunjukkan, integratif telah menyusun tes. bahwa konsep dasar tentang tes babasa yang komunikatif dan diterapkan di dalam

melaporkannya

seeara lisan di kelas membaca dan

dapat dianggap sebagai tes integratif antaraketerampilan keterampilan berbicara. 4. PENUTUP Secara umum. dapat disimpulkan bahwa tes sumatif dan formatif bahasa dan
sastra

Hanya saja, dominan

aspek gramatika perlu dikurangi dengan memberikan porsi yang lebih besar dan merata kepada aspek kompetensi yang lain, yakni kompetensi sosiolingustik, wacana, Memang, tes dan dari strategi segi komunikasi. kepraktisan dan

Indonesia

siswa

kelasV

sekolah dasar Negeri 1 Penebel telah menerapkan prinsip dasar teorl tentang tes bahasa yang komunikatif dan

integratif. Hanya saja, materi tes sumatif masih didominasi oleh aspek kompetensi gramatika dan sepenuhnya mengukur keterampilan bahasa tulis. Di pihak lain) tes fonnatif dan pertanyaan-pertanyaan di dalam proses belajar-mengajar di
1150

(practicality») sulit untuk memberikan
keterampilan" berbicara menyimak secara klasikal. Oleh karena itu, upay;gpru untuk "mengalihkan" tes
::':",", .'-.,j

ini ke dalam tege:formatif
JIPP, JUDi 2009

dan proses

belajar-mengajar di dalam kelas dapat

kelas sebagian besar digunakan untuk

mengukur komunikatif merasakan

kompetensi

bahasa

lisan.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2005. Prosedur Peni/alan Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Dalam upaya menyusun tes bahasa yang

dan

itItegratif,

guru

adanya

kekurangan

pengetahuafi dan wawasan di bidang
penyusunan tes bahasa, serta kesulitan

Bachman, Lyle F. 1990. Funditllumtal University Prss.
Dardjowidjojo,
Lingufstik "

Considerations Testing. New

Yoir

in

: Oxford 1987.

Language

untuk mencar! mated pelajaran yang
sesuai dengan kebutuhan siswa. Berdasarkan
agar

simpulan

hasil

penelitian tersebut di atas disarankan

Jakarta: Arcan,

Teort

Soenjono.

dan Tel'apan.

guru lebih banyak melakukan

Dick, Walter dan carey, Lou. 1985. The
Systematic Design of Instruction. Glenview. IIlionis : Scott Foresman

diskusi dan mengikuti forum ilmiah tentang pembelajaran bahasa (terutama yang berkaitan dengan penyusunan tes
bahasa) pengetahuan untuk dan meningkatkan

and Company.
Dwijondono,
Bahasa

M Sunardi.
dalam

1996. Tes PengajafdH.

wawasan

tentang

Bandung ! ITB.
Heaton, Brian (Ed). 1984. Language Testing. Great Britain: David

pembelaiarsn bahasa dan penyusunan tes
bahasa yang komunikatif dan integratif. Upaya iui perlu mendapat dukungan dan fasilitas dari berbagai instansi terkait. Di samping wawasan
itu,

Green Printers Ltd. Margono, 2000. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta. Nababan, Sri Utari Subiakto. 1993.
Metodologi Pengajaran Bahasa. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

untuk

meningkatkan tentang

dan

pengetahuan

kebermaknaan pernbelaiaran bahasa dan .
penyusunan alat evaluasinya, guru juga

perlu mendalamt strategi dan
untuk memperoleh

teknik

DUet, John.

informasi tentang

1979. Language Test. London! Longman Group Limited.

mated yang menjadi kebutuhan slswa,
.,

Soejono, Ali. 1987. Aliran Baru dalam

Pendidikan, Bandung : CV Ilmu.

Sudiana, I Nyoman. "Tes Keterampilan Berbahasa dalam Pengajaran". Evaluasi Negeri
Makalah disajikan daJam Seminar Pendidikan di IKIP

Singaraja
_
1151

JIPp. Junl2009

~

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->