P. 1
Kelompok 3_LAPORAN Saklar Cepat Tepat

Kelompok 3_LAPORAN Saklar Cepat Tepat

|Views: 211|Likes:
Published by Rina Martina

More info:

Published by: Rina Martina on Jun 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/12/2015

pdf

text

original

LAPORAN ELEKTRONIKA DASAR II SAKLAR CEPAT TEPAT

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Elektronika Dasar II

Disusun Oleh:
Rina Martina K2310084

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

Saklar Cepat Tepat
Pada lomba cepat tepat jika penguji memberikan soal maka peserta lomba harus cepat mengacungkan tangan, siapa yang mengacungkan tangan lebih dulu maka peserta tersebut berhak menjawab sedangkan yang lain menunggu pertanyaan berikuitnya.Untuk mengefektifkan siapa yang lebih dahulu

mengacungkan tangan berikut ini ada solusi dibantu dengan peralatan elektronik yang disebut saklar cepat tepat. Prinsip kerja alat ini adalah siapa yang lebih dahulu menekan tombol saklar maka maka indicator LED peserta tersebut mernyala sedangkan tombol yang lain mati. Maka LED yang menunjukan identitas tesebut yang berhak menjawab sedangkan yang lain menunggu soal berikutnya. Untuk soal berikutnya penguji menkan tombol saklar reset sehiungga LED yang nyala padam maka peserta siap mengikuiti lomba berikutnya. Rangkain Elektronika Saklar Cepat Tepat

Prinsip Kerja Rangkaian Saklar Tepat Cepat

Jika S1, S2, S3 dan S4 terbuka, keempat masukan D1, D2, D3 dan D4 pada KUNCI D EMPAT KAWAN akan “rendah “ karena masing-masing terhubung dengan 0 V melalui R1, R2, R3 dan R4. Masukan „polaritas‟ POL (kaki 6) juga „rendah‟ jika saklar „reset „ terbuka, dalam hal ini R5 menghubungkan kaki 6 dengan 0 V. Masukan „pulsa detak‟ PD (kaki 5) biasanya „rendah‟dan karena POL dan PD tidak berbeda keadaannya, kempat keluaran benar Q1, Q2, Q3 dan Q4 mempunyai keadaan yang sama dengan masukan D, yakni „rendah‟. Keempat keluaran komplementer Q1, Q2, Q3 dan Q4 dengan demikian „tinggi‟ yang berarti kedua ujung tiap LED „tinggi‟ maka keempat LED tidak menyala karena tidak dicatu dalam arah maju Jika S1 ditekan, D1 menjadi „tinggi‟ (karena terhubung dengan 9 V), menyebabkan Q1 menjadi „tinggi‟. Ini menyebabkan Q1 „rendah” , jadi menyalakan LED 1 dengan „menyerap‟ arus dari catu 9 V, LED 1 mendeteksi „o‟ pada Q1. Pada saat yangh sama , keluaran dari gerbang OR (kaki 13) menjadi „tinggi‟ karena satu dari masukannya (dari Q1 pada KUNCI) menjkadi „tinggi‟. Sekarang PD berbeda dengan POL . Hal ini „ mengunci „semua LED , berarti LED tetap pada keadaan masing-masing, tidak akan ada perubahan meskipun salah satu masukan D berubah oleh ditekannya salah satu saklar peserta lain. Semua ini terjadi dalam waktu sangat singkat. Semua LED direset (tidak satupun menyala) dengan menekan saklar‟reset‟ yang membuat POL menjadi „tinggi‟ sama dengan PD. Keluaran Q mempunyai keadaan yang sama dengan masukan Dnya – artinya „rendah‟ jika semua saklar peserta terbuka. Efek dwi nada loudspeaker dihasilkan dengan menggunakan kedua belah IC 556 ASTABIL. Belahan „bawah „ berlaku sebagai astabil „cepat‟ yang membangkitkan pulsa persegi dengan kecepatan yang ditentukan oleh R7, R8 dan C1 (kira-kira 700 Hz) . Belahan „atas‟ bekerja sebagai astabil „lambat‟; kecepatan pulsanya ditentukan oleh R9, R10 dan C2 (kira-kira 8 Hz). Pulsa persegi yang lambat ini (pada kaki 9) diterapkan pada „tegangan pengatur‟ (kaki 3) astabil „cepat‟ melalui R11 dan memodulasi frekuensi keluarannya, artinya frekuensi pulsa keluaran meloncak dari 700 Hz atau sekitar itu ke suatu frekuensi tertentu yang lebih tinggi dan kembali ke 700 Hz lagi kira-kira delapan kali per detik.Semua itu terjadi pada saat

keluaran dari gerbang OR menjadi „tinggi‟ karena „reset‟ pada kedua astabil (kaki 4 dan 10) menjadi „tinggi‟, diatas 0,7 V yang dibutuhkan untuk membuatnya bekerja. Catatan: Gerbang OR dibuat dengan menghubungkan salah satu dari dua gerbang NOR dalam IC 4002B sebagai gerbang NOT 9dengan menggabungkan keempat masukannya) dan menghubungkan keluaran dasri gerbang NOR yang lain ke masukan gerbang NOR yang telah diubah. Daftar Komponen : No Nama Alat dan Bahan 1 Resistor 100Kohm 2 Resistor 680 ohm 3 Resistor 1Kohm 4 Resistor 10 Kohm 5 Resisto 27 Kohm 6 Kapasitor keramik 0,01µF 7 Kapasitor elektrolit 1 µF 8 Kapasitor elektrolit 4,7 µF 9 Spiker 2 ½ inci 10 Kabel penghubung 11 Catu daya/ baterai 9V 12 Switch/saklar 13 IC 556 14 IC 4002 15 IC 4042B 16 Soket IC 17 LED 18 PCB Pembahasan keterangan komponen:  RESISTOR Resistor adalah suatu komponen elektronika yang dapat menghambat arus listrik. Fungsi resistor dapat digambarkan sebagai sekeping papan yang dipergunakan untuk menahan aliran air yang deras di selokan/parit kecil. Dengan memakai tahanan papan ini, maka arus air dapat terhambat alirannya. Makin besar papan yang dipergunakan untuk menahan arit parit, makin kecil air yang mengalir. Begitu pula kejadian ini dapat diterapkan dalam pelajaran Jumlah 6 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah Secukupnya 1 buah 5buah 1buah 1buah 1 buah 3 buah 27 buah 2 buah

elektronika. Makin besar resistansi (tahanan), makin kecil arus listrik dan tegangan yang melaluinya. Jadi resistor berfungsi sebagai: 1. Menahan sebagian arus listrik agar rangkaian elektronika. 2. Menurunkan tegangan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh rangkaian elektronika. 3. Membagi tegangan. 4. Bekerja sama dengan transistor dan kondensator dalam suatu rangkaian untuk membangkitkan frekuensi tinggi dan frekuensi rendah.  SAKLAR Saklar adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan jaringan listrik, atau untuk menghubungkannya. Jadi saklar pada dasarnya adalah alat penyambung atau pemutus aliran listrik. Selain untuk jaringan listrik arus kuat, saklar berbentuk kecil juga dipakai untuk alat komponen elektronika arus lemah. sesuai dengan kebutuhan suatu

Tiga macam saklar tekan/tombol Secara sederhana, saklar terdiri dari dua bilah logam yang menempel pada suatu rangkaian, dan bisa terhubung atau terpisah sesuai dengan keadaan sambung (on) atau putus (off) dalam rangkaian itu. Material kontak sambungan umumnya dipilih agar supaya tahan terhadap korosi. Kalau logam yang dipakai terbuat dari bahan oksida biasa, maka saklar akan sering tidak bekerja. Untuk mengurangi efek korosi ini, paling tidak logam kontaknya harus disepuh dengan logam anti korosi dan anti karat. Pada dasarnya saklar tombol bisa diaplikasikan untuk sensor mekanik, karena alat ini bisa dipakai pada mikrokontroller untuk pengaturan rangkaian pengontrolan.

 KONDENSATOR (KAPASITOR) Kondensator adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk memuat (menyimpan) elektron-elektron atau tenaga listrik selama waktu yang tidak tertentu. Kemampuan untuk menyimpan tenaga listrik pada kondensator disebut kapasitas (kasiteit) kondensator. Penyimpanan tenaga listrik oleh kapasitor tidak disertai proses kimia, berbeda dengan akumulator yang dipakai pada kendaran bermotor yang juga menyimpan tenaga listrik tetapi mengalami proses kimia. Tiap-tiap kapasitor mempuyai daya tampung elektron dan daya tahan terhadap tegangan tertentu. Daya tahan ini perlu diperhatikan betul-betul pada waktu praktek. Pemberian tegangan (Volt) melebihi batas tegangan yang ditetapkan akan mengakibatkan kondesator itu meledak, kondensator dapat meledak biasanya kondensator elektrolit yang disingkat ELCO. Cara pemasangan elco ini harus diperhatikan, kaki kondensator yang

berkutub positif harus dipasang bersambung dengan kutub positif dari catu daya (sumber tengangan), begitu juga kaki kondensator yang berkutub negatif. Jika terjadi kesalahan pemasangan, kondensator itu dapat rusak dan mungkin juga meledak. Fungsi – fungsi dari kapasitor secara umum adalah sebagai berikut: – balik

 LED Dioda ini akan mengeluarkan cahaya bila diberi tegangan sebesar 1,8V dengan arus1,5 mA. LED digunakan sebagai alat peraga (display), digunakan sebagai indikator aktif atau tidaknya suatu rangkaian elektronik, sebagai lampu isyarat dan lampu hias. Simbol dioda pemancar cahaya dapat digambarkan pada gambar 2.26.

Sinar LED dapat dibentuk menjadi angka-angka melalui suatu proses kerja komputer mini yang ada pada suatu kalkulator. Setiap angka pada kalkulator merupakan suatu rangkaian dari 7 buah LED. LED ada bermacam-macam warna antara lain warna merah, hijau, kuning, dan putih.

 IC 556

Pin 1 dan 13 (DISCHARGE) : Merupakan jalur pembuangan arus yang berasal dari kaki kolektor transistor NPN yang terdapat pada IC 556. Pin ini biasanya dihubungkan pada sebuah kapasitor yang juga berfungsi untuk mengatur pewaktuan (timing) IC 556. Pin 2 dan 12 (THRESHOLD) : Saat tegangan input pin ini berubah dari LOW ke HIGH dan besarnya lebih dari 2/3 tegangan supply (Vs) maka

komparator bagian atas akan mereset flip-flop sehingga akan dihasilkan output IC 556 dalam kondisi LOW. Pin 3 dan 11 (CONTROL) : Merupakan salah satu input komparator bagian atas dimana input lain dari komparator adalah pin Threshold pada IC 556. Pin ini digunakan untuk mengatur tegangan ambang (threshold) yang telah diatur secara default sebesar 2/3 tegangan supply (Vs). Biasanya pin ini jarang digunakan dan saat tidak digunakan pin ini dihubungkan pada titik ground rangkaian melalui sebuah kapasitor 0,01uF yang berguna untuk mengurangi gangguan noise (desah). Pin 4 dan 10 (RESET) : Digunakan untuk membuat output IC 556 dalam kondisi LOW (reset) untuk semua kondisi input. Reset akan terjadi saat pin ini diberikan tegangan sebesar ≤ 0,7V. Pin 5 dan 9 (OUTPUT) : Output IC 556 dinyatakan pada pin ini. Pin 6 dan 8 (TRIGGER) : Merupakan salah satu input komparator bagian bawah yang akan dibandingkan dengan input lain pada komparator tersebut yang telah direferensikan nilainya sebesar 1/3 tegangan supply (Vs). Jika input trigger berubah dari HIGH ke LOW dan besarnya kurang dari 1/3 Vs maka komparator bagian bawah ini akan mengaktifkan flip-flop sehingga akan dihasilkan output IC 556 dalam kondisi HIGH. Pin trigger ini mempunyai impedansi yang sangat besar, yaitu > 2MΩ Pin 7 (GROUND) : Merupakan titik 0V komponen yang dihubungkan dengan ground rangkaian atau ground supply. Pin ini ditunjukkan oleh titik (notch) yang terdapat pada badan komponen. Pin 14 (VCC) : Sebagai input sumber tegangan DC yang digunakan untuk mengaktifkan IC 556. Sumber tegangan yang dapat digunakan sebesar 5V – 15V.

Skema komponen dalam IC 556:

 IC 4042B Empat flip-flop D identik terhubung dalam kemasan IC yang sama, dengan masukan pulsa detak (PD) bersama. Tiap flip-flop memiliki masukan D, keluaran Q dan Q, masing-masing. Segera setelah masukan D diberikan, dalam hal ini masukan diteruskan ke keluaran Q yang bersangkutan yang tersedia, PD dan POL ada pada keadaan yang sama, keduanya “tinggi” atau keduanya “rendah”. Jika keadaan PD kemudian berubah demikian hingga berbeda dengan keadaan POL, keadaan “tinggi‟ atau “rendah” dari tiap keluaran Q (dan Q) dismpan atau terkunci. Suatu perubahan berikut dari masukan D yang mana saja tidak akan mempengaruhi keluaran Q (atau Q), selama PD dan POL tetap berbeda.

•Block diagram

•Logic circuit diagram

 IC 4002B The 4002 is a member of the 4000 Series CMOS range, and contains two independent NOR gates, each with four inputs. The pinout diagram, given on the right, is the standard four-input CMOS logic gate IC layout: o Pin 7 is the ground supply (GND) o Pin 14 is the positive supply (VDD) o Pins 2-5 and 9-12 are gate inputs for the two gates o Pin 1 and 13 are gate outputs o Pin 6 and 8 are not connected The truth table for one of the two gates is shown below. For more infomation about the NOR gate in general, see this module.

DAFTAR PUSTAKA

http://ELECTRONIC EXPERIMENTS BLOG.htm http://rangkaian-saklar-cepat-tepat.html http://www.datasheetdir.com/BU4042B+download http://en.wikibooks.org/wiki/Practical_Electronics/IC/4002 http://id.wikipedia.org/wiki/Sakelar

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->