P. 1
Apa Perbedaan Pidana Kurungan Dan Pidana Penjara

Apa Perbedaan Pidana Kurungan Dan Pidana Penjara

|Views: 829|Likes:
Published by Yudha Maltha

More info:

Published by: Yudha Maltha on Jun 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/21/2013

pdf

text

original

Apa perbedaan pidana kurungan dan pidana penjara ? 1.

Sebelum menjawab pertanyaan Anda, ada baiknya kami sampaikan jenis-jenis pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 10 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP): Pidana terdiri atas: a. 1. 2. 3. 4. 5. b. 1. 2. 3. pidana pokok: pidana mati; pidana penjara; pidana kurungan; pidana denda; pidana tutupan. pidana tambahan pencabutan hak-hak tertentu; perampasan barang-barang tertentu; pengumuman putusan hakim.

Baik pidana kurungan maupun pidana penjara adalah merupakan pidana pokok dalam hukum pidana. Mengenai pembedaan pidana penjara dan pidana kurungan, pada dasarnya merupakan sama-sama bentuk pidana perampasan kemerdekaan sebagaimana dipaparkan oleh S.R Sianturi dalam bukunya berjudul “Asas-asas Hukum Pidana di Indonesia dan Penerapannya” (2002: 471), berikut kutipannya:

“Pidana kurungan adalah juga merupakan salah satu bentuk pidana perampasan kemerdekaan, akan tetapi dalam berbagai hal ditentukan lebih ringan dari pada yang ditentukan kepada pidana penjara.”

“Ketentuan tersebut ialah : a. Para terpidana kurungan mempunyai hak pistole, yang artinya mempunyai hak atau kesempatan untuk mengurusi makanan dan

alat tidur sendiri atas biaya sendiri (Pasal 23 KUHP). b. Para terpidana mengerjakan pekerjaan-pekerjaan wajib yang lebih ringan dibandingkan dengan para terpidana penjara (Pasal 19 KUHP). Maksimum ancaman pidana kurungan adalah 1 (satu) tahun, maksimum sampai 1 tahun 4 bulan dalam hal terjadi pemberatan pidana, karena perbarengan, pengulangan atau karena ketentuan Pasal 52 atau 52a (Pasal 18 KUHP). Apabila para terpidana penjara dan terpidana kurungan menjalani pidana masing-masing dalam satu tempat pemasyarakatan, maka para terpidana kurungan harus terpisah tempatnya (Pasal 28 KUHP). Pidana kurungan dilaksanakan dalam daerah terpidana sendiri (Biasanya tidak di luar daerah Kabupaten yang bersangkutan) (Pasal 21 KUHP)”

c.

d.

e.

Selain itu Jan Remmelink dalam bukunya berjudul “Hukum Pidana” (2003: 476) menyebutkan bahwa : “Terhadap tindak pidana pelanggaran, maka pidana kurungan merupakan satusatunya bentuk pidana badan yang dimungkinkan. Namun demikian, pidana kurungan tidak terbatas pada pelanggaran saja tetapi juga terhadap beberapa bentuk kejahatan, yaitu yang dilakukan tanpa kesengajaan (Pasal 114, 188, 191ter, 193, 195, 197, 199, 201, 359, 360, 481 KUHP), semua diancamkan pidana penjara maupun pidana kurungan.” Sehingga, dapat kami simpulkan bahwa perbedaan pidana kurungan dan pidana penjara antara lain adalah sebagai berikut : Perbedaan Pidana Penjara Tindak pidana Kejahatan (yang diatur dalam KUHP) Maksimum Lamanya pemidanaan Lokasi Seumur hidup Pidana Kurungan Pelanggaran dan Kejahatan (tertentu) Pasal 114, 188, 191ter, 193, 195, 197, 199, 201, 359, 360, 481 - Paling lama 1 tahun. Di mana saja Jika ada pemberatan pidana paling lama 1 tahun 4 bulan. Dalam daerah di mana terpidana

pemidanaan Perbedaan lain a. b.

berdiam ketika putusan hakim dijalankan Tidak memiliki hak pistole; a. Memiliki hak pistole; Wajib menjalankan segala b. Pekerjaan yang diwajibkan pekerjaan yang dibebankan lebih ringan. kepadanya.

Mengenai lamanya pidana penjara dan pidana kurungan yang Anda contohkan yakni 10 tahun pidana penjara dan 10 tahun pidana kurungan, maka dapat kami sampaikan bahwa perbandingan yang Anda sampaikan kurang tepat. Karena merujuk pada uraian di atas dapat diketahui bahwa untuk pidana kurungan hanya dapat dijatuhkan paling lama 1 tahun dan dengan pemberatan menjadi 1 tahun 4 bulan. Jadi, tidak mungkin pidana kurungan diberikan sampai 10 tahun lamanya. 2. Mengenai penafsiran pidana seumur hidup, seperti telah kami sampaikan sebelumnya dalam jawaban klinik Pidana Seumur Hidup bahwa yang dimaksud dengan pidana penjara seumur hidup adalah satu dari dua variasi hukuman penjara yang diatur dalam pasal 12 ayat (1) KUHP. Selengkapnya, pasal 12 ayat (1) KUHP berbunyi, pidana penjara ialah seumur hidup atau selama waktu tertentu. Dalam pasal 12 ayat (4) KUHP dinyatakan, pidana penjara selama waktu tertentu sekali-kali tidak boleh melebihi dua puluh tahun. Dari bunyi pasal 12 ayat (1) KUHP tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan pidana penjara seumur hidup adalah penjara selama terpidana masih hidup hingga meninggal. Ketentuan tersebut sekaligus menolak pendapat bahwa hukuman penjara seumur hidup diartikan hukuman penjara yang dijalani adalah selama usia terpidana pada saat vonis dijatuhkan. Apabila pidana penjara seumur hidup diartikan hukuman penjara yang dijalani adalah selama usia terpidana pada saat vonis dijatuhkan, maka yang demikian menjadi pidana penjara selama waktu tertentu. Contohnya, jika seseorang dipidana penjara seumur hidup ketika dia berusia 21 tahun, maka yang bersangkutan hanya akan menjalani hukuman penjara selama 21 tahun. Hal itu tentu melanggar ketentuan Pasal 12 ayat (4) KUHP, di mana lamanya hukuman yang dijalani oleh terpidana - yaitu 21 tahun - melebihi batasan maksimal 20 tahun. Jadi, yang dimaksud dengan pidana penjara seumur hidup adalah pidana penjara yang dijalankan sampai berakhirnya usia/meninggalnya terpidana yang bersangkutan. Dasar Hukum: Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Wetboek van Strafrecht, Staatsblad 1915 No 73) Perbedaan Pidana Kurungan dan Pidana Penjara

berdasarkan tempat Bedanya pidana kurungan dengan pidana penjara adalah pada pidana kurungan terpidana tidak dapat ditahan diluar tempat daerah tinggalnya kalau ia tidak mau sedangkan pada pidana penjara dapat dipenjarakan dimana saja, pekerjaan paksa yang dibebankan kepada terpidana penjara lebih berat dibandingkan dengan pekerjaan yang harus dilakukan oleh terpidana kurungan dan terpidana kurungan mempunyai Hak Vistol (hak untuk memperbaiki nasib) sedangkan pada hukuman penjara tidak demikian. berdasarkan waktu 1. Pidana kurungan itu paling sedikit satu hari dan paling lama 1 tahun (psl 18 KUHP) 2. Pidana penjara itu bisa seumur hidup atau selama waktu tertentu (psl 12 (1) KUHP) dalam hal pemberatan 1. pemberatan pidana penjara 20 th tidak boleh 2. pemberatan pidan kurungan 1 th 4 bln tidak boleh lebih dalam hal Prinsip : pidana penjara tidak ada keringanan2 sedangkan pidana kurungan ada keringanan Dalam hal beban pekerjaan : pidana penjara dibebankan pekerjan tetapi tanpa di bayar dan aktivitasnya boleh di luar tembok penjara selama 8 jam, Pidana kurungan dibebankan pekerjaan tetapi tidak boleh di luar tembok kurungan

Perlu juga diketahui ada perbedaan antara Hukuman Penjara dan Hukuman Kurungan.

Hukuman Penjara Terhukum menjalaninya di gedung atau di rumah penjara negara; Batas maksimum hukuman penjara adalah seumur hidup; Pekerjaan yang harus dilakukan oleh para tahanan penjara biasanya lebih banyak dan lebih berat; Kebebasan para tahanan penjara amat terbatas. Pengawasan terhadap mereka amat ketat. Misalnya, kiriman makanan bagi tahanan yang diantarkan keluarganya saja harus diperiksa dahulu. Para tahanan tidak diperbolehkan membawa alat-alat hiburan apa pun. Orang tidak bisa sembarangan (dengan mudah) mengunjungi, dan sebagainya. Para tahanan dalam penjara dibagi atas kelas-kelas menurut kualitas dan kuantitas kejahatan mereka, dari yang tergolong terberat (kelas I) sampai pada yang teringan (kelas IV) dengan ketentuan bahwa yang berkelakuan baik dapat dinaikkan kelasnya (Pasal 13 KUHP); Merupakan jenis hukuman penahanan maksimal terhadap para pelaku delik kejahatan; Tidak dapat menjadi pengganti hukuman denda. Hukuman Kurungan Selain di penjara negara, dalam kasus-kasus tertentu terhukum mungkin diizinkan menjalaninya di rumahnya sendiri dengan pengawasan yang berwajib (hukuman kurungan rumah); Batas maksimum hukuman kurungan adalah 1 (satu) tahun; Pekerjaan yang harus dilakukan oleh para tahanan kurungan biasanya lebih sedikit dan lebih ringan; Kebebasan para tahanan kurungan lebih banyak daripada tahanan penjara. Bagi yang dikurung di penjara, mereka masih bisa lebih mudah dikunjungi, boleh membawa alat-alat sendiri yang dianggap perlu seperti kasur, buku-buku tertentu, alat-alat hiburan tertentu dan sebagainya; Pada dasarnya tidak ada pembagian atas kelas-kelas yang demikian terhadap pada tahanan kurungan; Merupakan jenis hukuman penahanan maksimal terhadap para pelaku delik pelanggaran; Dapat menjadi pengganti hukuman denda. Persamaan antara Hukuman Penjara dan Hukuman Kurungan adalah: 1.Hukuman Penjara dan Hukuman Kurungan merupakan hukuman penahanan yang termasuk dalam hukuman pokok, sehingga dalam penjatuhannya masih dapat disertai oleh hukuman-hukuman tambahan pula; 2.Sama-sama berinti pada penghilangan kebebasan seseorang selama hukumannya; 3.Batas minimum hukuman penjara sama dengan batas minimum hukuman kurungan, yaitu 1 (satu) hari. Pada saat dilakukan penyidikan oleh pihak penyidik (baik kepolisian maupun instansi lain) atau pada saat proses persidangan, mungkin saja seseorang itu dikenakan status tahanan sampai dengan putusan perkara tersebut mempunyai kekuatan hukum tetap dan masa

menjalani tahanan itulah yang akan diperhitungkan/dipotong dengan hukuman penjara atau hukuman kurungan yang sedianya akan dijalaninya. Yang dimaksud dengan hukuman subsidair adalah hukuman kurungan sebagai pengganti hukuman denda apabila terhukum tak membayarnya. Sedangkan tuduhan/dakwaan subsidair adalah tuduhan/dakwaan sebagai pengganti tuduhan/dakwaan primair dalam hal tuduhan/dakwaan primair tersebut tidak terbukti.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->