P. 1
bahaya api dan keselamatan hidup

bahaya api dan keselamatan hidup

|Views: 1,394|Likes:
Published by Eko Pamungkas
bu atiek k3 tl its
bu atiek k3 tl its

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: Eko Pamungkas on Jun 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2013

pdf

original

TUGAS KESEHATAN dan KESELAMATAN KERJA (K3

)

OLEH : 1. Bernaded Oka Anggarani 2. Irin Ruli Manggali 3. Siti Rohmah 4. Bagus Wicaksana 5. Eko Pamungkas 6. Etik Rahmawati 7. Dewi Qurrotu A’yun 8. Afina Fajri 9. Jimmi P. Siburian (3311100056) (3311100004) (3311100054) (3311100038) (3311100013) (3311100019) (3311100001) (3311100077) (3311100025)

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2012

Bahaya Api dan Keselamatan Hidup
DEFINISI BAHAYA API Bahaya api adalah sebuah kondisi yang memicu adanya kebakaran Tiga elemen yang dibutuhkan untuk memulai dan mempertahankan api : (1) oksigen, (2) bahan bakar, (3) panas. Bahaya api biasanya melibatkan penyalahgunaan bahan bakar atau panas. Api atau pembakaran adalah sebuah reaksi antara oksigen dan bahan bakar yang mudah terbakar. Pembakaran adalah proses dimana api merubah bahan bakar dan oksigen menjadi energi. Dan biasanya dalam bentuk panas. Hasil dari pembakaran termasuk cahaya dan asap. Hampir setiap zat akan terbakar dengan diberikannya temperatur yang cukup tinggi. Temperatur pembakaran atau titik pembakaran adalah temperatur yang dimana pemberian bahan bakar dapat meledak menjadi nyala api. Agar pembakaran dapat berlangsung secara kontinu, harus terdapat sumber bahan bakar konstan, oksigen, dan panas. Cara penyalaan api direpresentasikan oleh tetrahedron yang menghasilkan dari rantai reaksi kima. Reaksi eksoterm menyebabkan panas, sehingga pembakaran dan api merupakan reksi eksoterm karena mereka mampu menghasilkan panas. Sedangkan reaksi endoterm adalah reksi yang membutuhkan panas yang cukup banyak. Prinsip yang penting yaitu pendinginan dapat digunakan untuk mengontrol bahkan mematikan api. Pada saat proses pembakaran, bahan akan diputus ikatan kimianya menjadi elemen dasar antara lain:  Karbon Setelah dilepas ke udara, karbon akan berikatan dengan oksigen membentuk karbon monoksida (pembakaran tidak sempurna karena kekurangan oksigen) maupun karbon dioksida (terbentuk karena kelebihan oksigen).
 Hidrogen

Unsur ini banyak ditemukan dalam suatu bahan plastik, bahan bakar maupun senyawa organik. Pembakaran , pendinginan plastik dapat melepaskan uap yang beracun. Api dapat dihindari dengan mengontrol panas, mengeliminasi percikan, dan membuka kobaran api. Api selalu mengalir dari suhu lebih tinggi ke suhu yang lebih rendah. Api menghasilkan panas, kelebihan panas yang terdapat pada api akan disalurkan ke sekeliling benda atau bahan. Penyaluran panas dilakukan dengan tiga cara yang biasanya terjadi secara serentak : konduksi, radiasi, dan konveksi. Konduksi adalah perpindahan energi panas secara langsung. Penumpukan panas pada satu sisi akan disalurkan ke sisi yang lain dengan konduksi. Radiasi adalah perpindahan panas seperti gelombang cahaya ke padatan. Keseluruhan perpindahan langsung panas dari api sama baiknya seperti absorban menyerapnya. Api yang terjadi pada satu tangki dapat menyebar ke tangki terdekatnya dengan radiasi, mencapai suhu dan tekanan pada isi tangki yang lain. Konveksi adalah perpindahan panas melalui gerakan gas panas. Konveksi menentukan penyebaran api secara langsung dan menyeluruh.

Senyawa organik dapat terurai secara kimiawi. Pada proses reaksi akan menghasilkan gas metana (gas alam) sebagai bahan bakar yang baik. Proses degradasi kimia menghasilkan panas. Reaksi hypergolic terjadi ketika bahan bakar pencampuran. Oksidator menghasilkan pemanasan yang cepat menyebabkan pembakaran langsung pada suhu kamar tanpa sumber yang jelas dari pengapian. Bahan bakar pyrophor hypergolic adalah yang memicu kehadiran oksigen pada konsentrasi atmosfer normal. Contohnya adalah fosfor putih yang disimpan di bawah air. Jika mulai kering, fosfor meletus dan terbakar. SUMBER BAHAYA KEBAKARAN Hampir segala sesuatu di lingkungan industri dapat membakar. Logam mebel, mesin, plester, dan dinding beton yang dicat. Kebanyakan cat dan lak akan mudah terbakar. Oleh karena itu, metode utama pencegah kebakaran pasif adalah tidak adanya panas. Dalam lingkungan kita, berbagai kondisi meningkatkan resiko kebakaran yang disebut dengan bahaya kebakaran. Api diklasifikasikan menurut sifat yang berhubungan dengan bahan bakar. Tanpa sumber bahan bakar, tidak ada bahaya kebakaran. Namun, hampir segala sesuatu di lingkungan kita dapat menjadi bahan bakar. Bahan bakar sebagai padatan, cairan, uap, dan gas. Bahan bakar padatan dapat dibuat sebagai penahan api. Bahkan dinding api tidak menghasilkan api, meskipun mereka didefinisikan oleh kemampuan mereka untuk memperlambat penyebaran api. Kesalahan penanganan bahan bakar cair yang mudah terbakar dan gas yang mudah terbakar merupakan penyebab utama kebakaran industri. Dua hal yang menyebabkan cairan mudah terbakar adalah titik nyala dan titik api. Titik nyala adalah suhu terendah untuk bahan bakar menghasilkan uap dalam konsentrasi yang cukup untuk flash dengan adanya sumber api. Titik api adalah suhu minimum di mana uap terus menyala sebagai sumber api. Suhu otomatis pengapian adalah titik terendah dimana uap dari zat cair atau padat terbakar tanpa ada suatu sumber api. Cairan mudah terbakar memiliki titik nyala pada atau lebih tinggi dari 100 F. Cairan yang mudah terbakar diklasifikasikan sebagai berikut Kelas A : Bahan padat seperti kayu, plastik, tekstil, dan kertas produk perumahan, pakaian. Kelas B : Bahan mudah terbakar berupa cairan dan gas Kelas C : Listrik Kelas D : Bahan mudah terbakar, mudah teroksidasi logam seperti aluminium, magnesium, titanium, dan zirkonium. Khusus : Oksidasi aktif atau campuran, bahan mudah terbakar yang mengandung oksigen, asam nitrat, hidrogen peroksida, propelan padat. CAIRAN MUDAH TERBAKAR Kelas I-A Kelas I-B Kelas I-C Kelas II Kelas III-A Kelas III-B Flash point dibawah 73 F, Titik Didih Dibawah 100 F Flash point ddibawah 73 F. Titik didih diatas 100 F Flash point diatas 73 F, Titik didih dibawah 100 F Flash point diatas 100 F, tetapi dibawah 140 F Flash point diatas 140 F, tetapi dibawah 200 F Flash Point dibawah 200 F.

Banyak cairan yang mudah terbakar mempunyai massa yang lebih ringan dibandingkan air. Jika cairan yang mudah terbakar lebih ringan, maka air tidak dapat dipakai untuk memadamkan api tersebut. Tidak seperti benda padat dan benda lainnya, gas tidak mempunyai bentuk. Sifat Gas ialah mengisi tempat dimana gas tersebut terisolasi dan biasanya gas mempunyai volume yang lebih ringan daripada air. Hasil dari suatu pembakaran ialah gas, api, panas dan asap. Asap ialah kombinasi dari gas air dan partikel sisa, diman partikel sisa itu ialah partikel yang terbentuk dari sisa pembakaran. Banyak gas yang terdapat pada kebakaran itu berbahaya bagi manusia. Gas yang terprodukis dari suatu kebakaran mengandung acrolein, amonia, karbon monoksida, karbon dioksida, hidrogen sulfur, sulfur dioksida, dan nitrogen dioksida. Gas yang dihasilkan dapat berpindah tempat jika memungkinkan secara tidak teratur. NFPA (The National Fire Protection Association) telah mengeluarkansistem NFPA 704 untuk memudahkan identifikasi bahan berbahaya ketika terbakar

Warna Merah Untuk Zat Yang Mudah terbakar 0 Tidak berbahaya, Tidak akan terbakar (misalnya, air) 1 Titik Nyala beradda dibawah Temperatur titik nyala pada normalnya 2 Titik Nyala sekitar 38 C dan 93 C 3 Cairan dan zat padat yang dapat terbakar pada hampir semua kondisi suhu sekitar 4 Dengan cepat atau sepenuhnya menguap pada suhu dan tekanan atmosfer normal, atau segara tersebar di udara dan akan mudah terbakar Warna Biru untuk Kesehatan 0 Tidak menimbulkan bahaya kesehatan, tidak ada tindakan pencegahan yang diperlukan 1 Paparan hanya menyebabkan iritasi dengan luka residual kecil. Dibutuhkan respirator 2 Paparan besar atau terus menerus tapi tidak kronis dapat mengakibatkan cacat sementara atau kemungkinan luka residual. Respirator dan pelindung mata diperlukan 3 Sedikit paparan dapat mengakibatkan luka sementara atau luka residual sedang yang serius. Diperlukan Baju Pelindung 4 Sangat sedikit paparan dapat mengakibatkan kematian atau luka residual parah. Dibutuhkan baju pelindung yang melindungi seluruhbtubuh Warna Kuning untuk Ketidakstabilan ataur reaktivitas 0 Stabil, bahkan apabila terpapar dengan api, dan tidak bereaksi dengan air 1 Stabil, namun dapat tidak stabil pada tekanan dan suhu tinggi. 2 Mengalami perubahan kimia yang besar pada tekanan dan suhu tinggi, bereaksi keras dengan air, atau dapat membentuk campuran eksplosif dengan air

3 4

Dapat terjadi detonasi atau dekomposisi eksplosif namun membutuhkan sumber inisiasi yang kuat, harus dipanaskan di bawah penjagaan sebelum inisiasi, bereaksi eksplosif dengan air. Dapat terjadi detonasi atau dekomposisi eksplosif pada tekanan udara dan suhu normal

Warna Putih Untuk Informasi spesial Area ini untuk memberitahukan hal yang spesial yang dapat membuat zat itu berbahaya BAHAYA API UNTUK MANUSIA Kontak langsung dengan api sangat berbahaya untuk manusia. Faktanya Tubuh kita terdiri dari 80 persen air dan 20 persen material mudah tebakar, tetapi data dari NFPA menyebutkan kebanyakan orang yang mati dalam kebakaran bukan mati karena luka bakar yang dialaminya tetapi dari terlalu banyak menghirup asap dan gas berbahaya. Pembunuh nomor satu dalam suatu kebakaran ialah gas karbon monoksida, dimana dalam suatu kebakaran pasti menhasilkan gas ini. Karbon monoksida terbentuk dalam jumlah yang banyak dan dengan cepat mencapai batas dosis mematikan.
Produk Akrolein Bahan bakar Cat, selulosa, hutan Pathology Kadar tinggi toxiksitas untuk mengiritasi mata dan sistem pernafasan Agak iritasi terhadap mata dan pernafasan Tidak beracun tetapi menghabiskan oxygen yang tersedia Dapat menyebabkan mati Dapat menyebabkan sesak nafas Gas yang beracun Iritasi lambung, kematian dan kerusakan Iritasi beracun

NH3

Senyawa hidrogen, nitrogen, nilon melamin, wol Semua karbon dan senyawa organik Semua karbon dan senyawa organik Wol, kain, nilon, kertas, plastek, kulit, plastik, hutan Senyawa yang mengandung sulfur, minyak mentah Nitrat selulosa, tekstil, oksida nitrogdn lainnya Sulfur dan senyawa yang mengandung sulfur

CO2

CO HCN H2S NO2 SO2

Bahan kimia utama hasil dari pembakaran

DETEKSI BAHAYA KEBAKARAN Pada saat sekarang sistem deteksi bahaya kebakaran sering digunakan di kalangan industri. Dengan tujuan untuk memperingatkan keberadaan asap, intensitas cahaya yang semakin teran, elevasi temperatur dan radiasi. THERMAL EXPANSION DETECTORS, menggunakan sebuah panas yang sensitif terhadap hubungan metal yang akan meleleh akibat suhu naik kemudian membunyikan alarm. PHOTOELECTRIC FIRE SENSOR, mendeteksi adanya perubahan dalam energi inframerah yang diradiasikan oleh asap, yang kemudian akan membuka sirkuit alarm. IONIZATION or RADIATION SENSOR, digunakan untuk kecenderungan substansi radioaktif yang berionisasi menjadi asap. Substansi akan menjadi konduktor dengan asapnya sehingga akan menghubungkan circuit alarm. ULTRAVIOLET OR INFRARED DETECTOR, ketika perubahan intensitas radioaktif yang sangat cepat dideteksi, signal alarm akan diberikan. Osha, sebuah hidrostastik tes untuk mendeteksi pemadam api dipergunakan untuk mencoba kapabilitas dari lapisan yang mengandung tekanan dalam yang pindah dan diharapkan untuk menghadapi saat kebakaran. MENGURANGI BAHAYA KEBAKARAN Cara yang paling bagus adalah mencegahnya. Kebakaran mungkin dapat dicegah dengan mengisolasi barang-barang cair yang mudah tebakar seperti minyak, bensin dan sebagianyan ditempat yang khusus. Cairan nya harus di simpan dengan cara sebagai berikut: 1. Drainase yang tepat dan ventilasi harus ada dalam setiap gedung yakni In Flame Resistant Building dimana para pekerja berada 2. Tanki-tanki ditempatkan di Groun Level 3. Lantai pertama adalah multy story building Penggantian material yang mudah tebakar adalah salah satu teknik efektif untuk mengurangi resiko kebakaran. Beberapa sumber api dapat dieliminasi atau di isolasi terhadap bahan bakar : 1. Pelarangan untuk merokok disekitar tempat bahan bakar 2. Tempat bahan bakar harus dijauhkan dari area listrik dan peralatan listrik 3. Jaga agar bahan bakar jauh dari api yang menyala, sepertialat pemanas, furnace dan sebagainya 4. Jauhkan bahan bakar dari peralatan yang mungkin menghasilkan listrik statis maupun mekanik Strategi lain untuk mengurangi resiko dari kebakaran : 1. Bersihkan tumpahan dari cairan yang mudah terbakar secepatnya saat kejadian 2. Jaga tempat kerja dari material yang mudah terbakar 3. Matikan alat listrik jika tidak terpakai

4. Jangan menggunakan alat yang menghasilkan percikan api SISTEM PEMADAMAN API Standpipe and hose system atau sering disebut sistem perpipaan adalah salah satu teknik untuk memadamkan api menggunakan air. Pipa tersebut biasanya berdiameter 1 sampai 2.5 inchi Ketika telah diketahui keadaan yang panas, air akan mengalir dan keluar dari pipa dalam bentuk alat penyiram. Fire class Konten pemadam Mekanisme Kerugian A Busa, air, zat kimia kering Karbon dioksida, dry chemical, senyawa halogen, busa Bromotriflourometan, co2 Pendinginan, pelembutan, Perisai, pendinginan, Pembekuan jika dipertahankan panas Senyawa halogen adalah beracun Senyawa halogen merupakan racun, Pelindung bubuk mungkin rusak dengan tanda nyala nya api

B

C

Perisai, pendinginan,

D

Pasir, pasir, serbuk , sodium klorida, bubuk soda

pelembutan, pendinginan,

OSHA Regulasi untuk Regu Kebakaran Regulasi regu kebakaran diatur dalam 29 C.F.R. 1910.156 ( Subpart L, App. A ). Ketentuan – ketentuan yang sesuai adalah sebagai berikut: 1. Scope ( cakupan ). Pengusaha tidak termasuk dalam regu kebakaran. Tapi bagaimanapun, jika seorang pekerja memutuskan untuk mengatur regu kebakaran,
2. Pre-fire Planning. Memiliki rencana sebelum kebakaran dikondisikan dengan pengenalan

tempat kerja regu kebakaran, sehingga mereka dapat mengenal kondisi tempat kerja dan bahaya – bahayanya.
3. Organizational statement. Pernyataan yang terorganisasi harus berisi informasi : deskripsi

tugas anggota regu kebakaran, kewenangan kepala regu kebakaran, dan bagian dari officers dan sebagian pelatih, serta deskripsi tipe – tipe penghargaan anggota yang memenuhi syarat untuk disetujui.
4. Physical capability. Kemampuan fisik hanya dibutuhkan pada anggota regu kebakatran

yang memiliki struktur tubuh dan fisik yang pantas untuk menjadi seorang pemadam kebakaran.

5. Training and edukasi.

Pelatihan dan pendidikan harus sepadan dengan fungsi yang diperlukan dalam performa regu kebakaran. perbaikan dan penggantian beberapa peralatan pemadam kebakaran yang rusak atau yang tidak dapat diperbaiki lagi. Hal ini untuk mencegah regu kebakaran menggunakan peralatan kebakaran yang tidak aman yang menyebabkan kesalahan.

6. Fire-fighting equipment. Hal ini merupakan hal yang penting untuk merubah dari segi

7. Protective clothing. Pada paragarf e 1910.156 tidak mencantumkan bahwa semua anggota

dari regu kebakaran untuk mengenakan pakaian pelindung. Hal ini disebabkan pakaian ini digunakan pada anggota yang memang memerlukan untuk melindungi diri dari bahaya dari lingkungan yang mungkin terpapar. Itulah mengapa pakaian pelindung hanya digukana oleh mereka yang memiliki struktur tubuh yang memadai sebagai pemadam kebakaran.
8. Respiratory protective device. Pelindung pernafasan dibutuhkan untuk anggota regu

kebakaran ketika bekerja didalam ruangan atau ruangan terbatas yang beracun atau minim oksigen, alat pernapasan ini juga digunakan selama terlibat dengan materi beracun. Ketika regu kebakaran terlibat dalam situasi mendesak, mereka mungkin tidak mengetahui konsentrasi gas – gar berbahaya. Itulah menagapa mereka perlu mengenakan alat pelindung pernafasan ketika bertugas. PERSIAPAN BENCANA Pelatihan pekerja mungkin yang paling sukses untuk persiapan dalam bencana kebakaran. Anggota pemadam kebakaran harus dilatih dan diuji setidaknya triwulan. Persiapan bencana awalnya membutuhkan komitmen dalam manajemen, perencanaan, meneruskan respon dan praktik pemulihan oleh regu pemadam kebakaran secara teratur. Teratur penting, tapi dalam frekuensi yang rendah, latihan menghadapi kebakaran untuk semua personel. MENCEGAH KEBAKARAN KANTOR Lantai toko bukanlah hanya satu bagian yang dapat terancam bahaya kebakaran. Menurut Vogel, “setiap tahun terdapat 7000 kebakaranterjadi di gedung kantor, yang menyebabkan luka, kematian dan kerugian jutaan dolar”. Strategi untuk mencegah kebakaran kantor adalah sebagai berikut: • Merokok dilakukan di area yang telah disediakan asbak dan perabotannya tahan api. • • • Secara berkala memeriksa sirkuit listrik dan koneksi. Segera diganti jika robek dengan kabel. Memastikan bahwa perpanjangan kabel dan aksesoris UL lainnya disetujui dan digunakan hanya seperti yang direkomendasikan. Menempatkan peralatan yang memproduksi panas jauh dari dinding atau apapun yang dapat terbakar

Sering memeriksa peralatan pribadi seperti pelat pemanas, teko kopi, dan penghangat cangkir

PENGEMBANGAN STANDAR KESELAMATAN KEBAKARAN Tujuan dari standar keselamatan yang modern adalah untuk melindungi hidup dan pencegahan dari kerusakan properti. Tren dalam standart keselamatan kebakaran adalah terhadap kinerja yang berbasis standart dan jauh dari spesifikasi berbasis pendekatan tradisional. Contohnya adalah setiap jenis standart akan membantu untuk mengilustrasikan perbedaannya. Sebuah standart yang berbasis spesifikasi mungkin memerlukan batu bata, beton atau bahan baja yang digunakan dalam jenis tertentu untuk membangun. Standar kebakaran OSHA Standar OSHA untuk perlindungan kebakaran muncul di 29 C.F.R. 1919.156 (Subpart L). Bagian ini berisi standart untuk regu pemadam kebakaran, peralatan pencegah kebakaran tetap, dan sistem perlindungan kebakaran lainnya. Berikut adalah standart dalam Subpart L: • Perlindungan kebakaran 1910.155 1910.156 cakupan, aplikasi, dan definisi regu pemadam kebakaran

• Peralatan pencegah kebakaran portabel 1910.157 1910.158 pemadam kebakaran portabel standpipe dan sistem selang

• Peralatan pencegah kebakaran tetap 1910.159 1910.160 1910.161 1910.162 1910.163 sistem sprinkler otomatis sistem pemadam kebakaran, umum sistem pemadam kebakaran, dry chemical sistem pemadam kebakaran, gaseous agent sistem pemadam kebakaran, water spray dan busa

• Sistem perlindungan kebakaran lainnya 1910.164 1910.165 sistem pendeteksi kebakaran sistem alarm pekerja

KESELAMATAN HIDUP

Keselamatan hidup termasuk perlindungan terhadap kendaraan, kapal dan keselamatan hidup dari orang dalam bangunan dan stuktur dari kebakaran. Sumber referensi utama untuk keselamatan hidup adalah Kode Keselamatan Hidup, yang dipublikasikan oleh National Fire Protection Association. Berikut adalah bagian utamanya: • Menggunakan bahan yang tidak mudah terbakar dimanapun, sebisa mungkin • Menganalisis perusahaan untuk menentukan jenis potensial kebakaran dan membuktikan peralatan spinkler dan pemadam • Mengembangkan database dari bahan yang mudah terbakar yang tersedia di perusahaan • Tidak mengizinkan merokok di dekat bahan yang mudah terbakar • Mengisolasi bahan bakar dari sumber panas • Mengecek peralatan pemadam kebakaran secara teratur dan sebagainya. DASAR KEBUTUHAN Struktur ini merujuk pada struktur dan bangunan.

Setiap struktur, pembaharuan dan keberadaan, terdapat tempat seseorang untuk jalan keluar dan menjaga proteksi kebakaran, kebersamaan, memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. Memastikan bahwa penghuni dapat segera mengevakuasi atau dilindungi secara memadai tanpa mengevakuasi. 2. Memberikan perlindungan cadangan yang cukup untuk memastikan bahwa kehidupan manusia tidak terancam jika satu sistem gagal. Setiap struktur harus dibangun atau direnovasi, dipertahankan dan dioperasikan sedemikian rupa sehingga penghuninya: 1. Terlindungi dari kebakaran atau asap 2. Terlindungi dari kepanikan api 3. Cukup lama terlindungi dalam jumlah waktu yang wajar untuk evakuasi 4. Cukup lama terlindungi untuk mempertahankan diri tanpa evakuasi

Dalam memberikan struktur dengan jalan keluar dan perlindungan kebakaran, faktor-faktor berikut harus dipertimbangkan: 1. Karakter tempat 2. Kemampuan tempat 3. Jumlah tempat 4. Perlindungan kebakaran yang tersedia 5. Ketinggian struktur 6. Tipe bangunan 7. Apapun masalah yang berlaku Terdapat kunci atau perangkat lain yang mungkin diperbolehkan untuk menghalangi jalan keluar dalam setiap bagian struktur setiap saat yang ditempati. Pengecualian hanya pada persyaratan ini adalah kesehatan mental dan penahanan fasilitas koreksi. . Dalam kriteria diperlukan: 1. Respon seseorang harus tersedia untuk bertindak dalam kasus kebakaran atau keadaan darurat serupa. 2. Prosedur harus tersedia untuk memastikan bahwa penghuni yang dievakuasi dalam keadaan darurat. Semua jalan keluar dalam struktur harus memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. Terlihat jelas atau ditandai sehingga individu tak terhalang dengan mudah dapat membedakan rute untuk melarikan diri 2. Semua rute ke tempat yang aman harus diatur atau diberi tanda dengan jelas 3. Setiap pintu dan jalan yang mungkin keliru sebagai rute untuk keselamatan harus diatur atau jelas ditandai untuk mencegah kebingungan dalam keadaan yang darurat. 4. Semua langkah yang tepat harus diambil untuk memastikan bahwa penghuni tidak keliru masuk jalan buntu. Jalan keluar rute dan fasilitas harus disertakan dalam desain pencahayaan, pencahayaan buatan mana pun diperlukan dalam struktur. Sistem alarm kebakaran harus disediakan dalam setiap fasilitas yang cukup besar atau lebih diatur bahwa api itu sendiri mungkin tidak cukup memperingatkan penghuni bahaya. Alarm kebakaran harus waspada untuk memulai prosedur darurat yang sesuai. Dalam setiap struktur atau bagian dari struktur di mana sarana tunggal jalan keluar mungkin diblokir atau penuh sesak dalam situasi darurat, setidaknya dua cara jalan keluar harus disediakan. Dua sarana jalan keluar harus diatur sedemikian rupa untuk meminimalkan kemungkinan keduanya menjadi tidak mungkin dalam situasi darurat yang sama. Semua tangga, landai, dan apapun yang bergerak dari lantai ke lantai harus diapit (atau dilindungi) untuk membayar perlindungan penghuni bila digunakan sebagai sarana jalan keluar dalam situasi darurat. Sarana pergerakan vertical ini juga harus berfungsi untuk menghambat penyebaran api, dan asap dari lantai ke lantai.

• •

Memenuhi persyaratan yang dirangkum di sini tidak menghilangkan atau mengurangi kebutuhan untuk mengambil tindakan pencegahan lain untuk melindungi penghuninya dari bahaya kebakaran, juga tidak mengizinkan penerimaan kondisi apapun yang bisa berbahaya dalam kondisi hunian yang normal.

Informasi dalam bagian ini adalah ringkasan dari persyaratan dasar yang luas dari Life Safety Code of the National Fire Protection Association. Persyaratan yang lebih khusus yang berhubungan dengan sarana jalan keluar dan fitur proteksi kebakaran tersebut dijelaskan dalam bagian berikut. SARANA JALAN KELUAR Bagian ini menjelaskan beberapa masalah yang lebih penting dalam Life Safety Code yang berkaitan dengan jalan keluar. Mahasiswa dan praktisi yang memerlukan informasi lebih rinci dianjurkan untuk merujuk pada Life Safety Code. 1. Pintu. Pintu yang berfungsi sebagai pintu keluar harus dirancang, dibangun, dan dipelihara sedemikian rupa sehingga sarana jalan keluar bersifat langsung dan jelas. Jendela yang bisa salah untuk pintu dalam situasi darurat harus dibuat tidak bisa diakses untuk penghuni. 2. Sarana kapasitas jalan keluar. Sarana jalan keluar harus memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung beban penghuni, struktur dihitung sesuai dengan persyaratan Life Safety Code. 3. Sarana jumlah jalan keluar. Komponen struktur harus memiliki minimal dua sarana jalan keluar (dengan pengecualian sebagaimana diatur dalam kode). Jumlah minimum sarana jalan keluar dari setiap cerita atau setiap bagian dari sebuah cerita adalah tiga untuk beban hunian 500 sampai 1000 dan empat untuk beban hunian lebih dari 1000. 4. Sarana penataan jalan keluar. Semua jalan keluar harus mudah diakses setiap saat baik dari segi lokasi dan pengaturan. 5. Pengukuran jarak perjalanan untuk keluar. Jarak perjalanan setidaknya satu pintu keluar harus diukur pada permukaan berjalan sepanjang jalur asli dari awal perjalanan dengan ruang yang ditempati paling terpencil dan berakhir di tengah pintu keluar. Jarak harus mematuhi kode. 6. Debit dari keluar Semua jalan keluar dari struktur harus berakhir pada jalan umum atau di lahan pekarangan, pengadilan, atau ruang terbuka yang mengarah ke bagian luar struktur. 7. Sarana penerangan jalan keluar Semua sarana jalan keluar harus diterangi terus-menerus selama masa ketika struktur ditempati. Pencahayaan buatan harus digunakan sesuai kebutuhan untuk mempertahankan tingkat yang diperlukan pencahayaan penerangan harus diatur sedemikian rupa sehingga suatu daerah tidak ada yang tersisa dalam kegelapan oleh kegagalan pencahayaan singel. 8. Pencahayaan darurat Pencahayaan darurat untuk semua sarana jalan keluar harus disediakan sesuai dengan kode. Dalam kasus in di mana pertahanan cahaya yang dibutuhkan tergantung pada

perubahan dari satu sumber daya yang lain, tidak akan ada gangguan yang cukup pencahayaannya. 9. Sarana pemasaran jalan keluar Keluar harus ditandai dengan mudah terlihat, tanda-tanda disetujui dalam semua kasus di mana sarana jalan keluar tidak jelas jelas bagi penghuni. Ada gunanya akses keluar koridor harus lebih dari 100 meter dari tanda yang terdekat. 10. Ketentuan khusus untuk wilayah bahaya tinggi Jika suatu daerah mengandung isi yang diklasifikasikan sebagai sangat berbahaya, penghuni dapat keluar dengan melakukan perjalanan tidak lebih dari 75 kaki. Setidaknya ada dua sarana jalan keluar harus disediakan dan tidak akan ada koridor buntu. Persyaratan diringkas dalam bagian ini berkaitan dengan dasar spesifikasi Life Safety Code yang berkaitan dengan sarana jalan keluar. Untuk informasi lebih lanjut mengenai persyaratan umum, sarana jalan keluar, dan faktor lain seperti perlindungan kebakaran dan peralatan proteksi kebakaran, dapat dilihat pada kode aktual. PAKAIAN TAHAN API Bagi karyawan yang bekerja dalam sebuah pekerjaan yang mana kebakaran atau kontak listrik mungkin akan terjadi, penggunaan pakaian tahan api dapat menjadi penyelamat hidup. Kontak listrik adalah hasil dari listrik yang melewati udara yang terionisasi. Apparel C.F.R. 1910.269, paragrafd I(6) 1. ketika pekerjaan dalam jarak menyentuh sebuah bagian alat dari energi yang telepas , para pekerja harus memastikan karyawan pindah dari tempatnya. 2. Para karyawan harun berlatih antara dengan karyawan lainnya yang terkena bahaya atau api atau kesengat listrik dalam pengaruh bahaya 3. Para karyawan harus memastikan bahwa tipa karyawan yang terkena bahaya dari api atau bahay kontak listrik tidak memegang apapun. 4. Fuse Handling. Ketika fusi harus diinstal atau dipindahkan dengan salah satu atau keduanya lebih dari 300 volts atau terkena energi bagian lebih dari 50 volts, para karyawan harus memastikan bahwa alat yang berhubungan voltage harus digunakan PROGRAM KESELAMATAN KEBAKARAN Cara terbaik untuk mempersiapkan adalah menetapkan sebuah program keselamatan kebakaran secara lengkap meliputisemua dari akegiatan yang dibutuhkan sudah dipersiapkan Sebah cara yang efektif mengimplementasikan, dan memelihara program keselamatan kebakaran yang komprehensif adalah untuk membentuk suatu komite kebakaran”Cross Functional”. ”Cross Functional yang berarti harus memiliki anggota dari seluruh organisasi PENILAIAN Penilain dari sebuah tempat kerjauntuk bahaya kebakaran seharusya dilanjutkan dan terus berjalan.walaupun organisasi dan kesehatan secara profesional akan menjadi tanggung jawab yang

utama untuk ini. Anggota darikomite penyelamatan harus dilatih hal-hal dasar dari penilaian bahaya kebakaran dengan penyelamatan dan kesehatan. PERENCANAAN OSHA membutuhkan organisasi darurat penyelamatan kebakaran harus sedikitnya memiliki komponen ini 1. Prosedur pelarian darurat dan rute 2. Prosedur krirts “shutdown” 3. Prosedur penyelamatan karyawan 4. Prosedur penyelamatan dan medis 5. Prosedur untuk pelaporan kebakaran dalam keadaan darurat 6. Penting untuk kontak personal untuk penambahan informasI KESADARAN DAN PENCEGAHAN Setelah komite penyelamatan kebakaran telah lengkap pada rencana dalam keadaan darurat manajemen atas telah menyetujui itu, karyawan harus berkenalan dengan itu. para panitia keselamatan kebakaran harus mengevaluasi program pelatihan berkala, dengan menggunakan pedoman sebagai berikut: Apakah karyawan tahu peran yang mereka mainkan dalam menerapkan rencana darurat Bagaimana ketidakmampuan para karyawan dalam membagikannya? Apakah supaya semua karyawan mengerti cara melarikan diri? Prosedur evakuasi? apakah semua baru dan para karywan secara berkala menerima pelatihan 5. apakah semua karyawan diinformasikan ketika semua telah direvisi? 6. Adakah latihan yang lengkap dilakukan setiap tahunny? 7. Apakah semua karyawan mengerti dengan suara sistem alarm? 8. Apakah sistem alarm diperiksa secara berkala? 9. adalah api perangkat deteksi yang cukup di tempat? Apakah semuanya diujicoba secara berkala? 10. Apakah semua karyawan mengenal yang paling umum penyebab kebakaran
1. 2. 3. 4.

RESPON Kecelakaan dapat terjadi bahkan di tempat yang paling aman. Oleh karena itu, semuanya itu penting bahwa karyawan mengerti rencana keadaan darurat dan uji coba respon secara berkala. BAHAYA LEDAKAN Banyak senyawa kimia dan toksik yang digunakan perusahaan adalah mudah terbakar atau mudah meledak. Akibatnya, di dalam suatu kondisi tertentu, senyawa tersebut dapat meledak. Konsep Ledakan 1. Senyawa yang mudah terbakar adalah sebuah senyawa titik nyala dibawah 100 F( 37.8 C)

dan tekanan uap dibawah 40 pound per meter kuadrat inchi at 100 F. Dan dikenal sebagai Class I liquid 2. Senyawa yang mudah terbakar adalh senyawa dengan titik nyala pada 100 F ( 37.8 C) atau lebih tinggi. Dan cairan seperti ini dikenal Class II liquid 3. Titik Nyala adalah suhu yang paling rendah yang mana senyawa tersebut memberikan uap yang secukupnya untuk bereaksi dengan udara membentuk campuan. 4. Suhu auto ignition adalah suhu yang paling rendah yang mana uap yang dihasilkan atau gas yang terbakar bahkan kehadiran api.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->