P. 1
Tugas Jawaban Soal Pasar

Tugas Jawaban Soal Pasar

|Views: 2,469|Likes:
Published by Yunita Rahmayanti

More info:

Published by: Yunita Rahmayanti on Jun 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2015

pdf

text

original

Soal :  1. Apakah yang dimaksud dengan faktor – faktor produksi ? Apa pula pasar input dan pasar  output ? Bagaimana keduanya berhubungan ?  2.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, banyak negara telah berubah dari perekonomian  terpimpin menjadi perekonomian pasar. Menurut Anda mengapa hal itu bisa terjadi ?  3. Mengapa inflasi itu baik sekaligus jelek ? Bagaimana pemerintah mengendalikannya ?  4. Apa itu Out Sourcing ?  Apa manfaat dan resikonya ?  5. Mengapa penting bagi manajer untuk memahami lingkungan dimana bisnis mereka  beroperasi ?    Jawaban :  1. Faktor produksi adalah sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi barang  dan jasa. Sumber daya yang termasuk adalah :  a. Tenaga kerja   Orang  –  orang  yang  bekerja  di  bisnis  –  bisnis  mencerminkan  tenaga  kerja  atau  Sumber Daya Manusia (SDM) mencakup kontribusi orang – orang baik fisik maupun  mental sewaktu mereka terlibat dalam produksi perekonomian.  b. Modal  Dana yang dibutuhkan untuk memulai suatu bisnis maupun untuk menjaga kegiatan  perusahaan  tersebut  dapat  bertahan  hidup,  berkembang,  dan  tumbuh  menjadi  pasar.  c. Wirausaha  Orang – orang yang memulai bisnisnya dan membuat keputusan – keputusan untuk  memperluas  bisnis  kecil  menjadi  bisnis  besar.  Pelaku  bisnis  ini  menggunakan  kesempatan – kesempatan dan menerima resiko yang ada dalam menciptakan dan  menjalankan bisnis.  d. Sumber Daya Alam  Merupakan bahan dasar yang disediakan oleh alam. Sumber daya alam yang paling  umum adalah tanah , air , kandungan mineral dan tumbuh – tumbuhan.    Pasar  Input  atau  dapat  disebut  juga  pasar  faktor  produksi  merupakan  interaksi  antara  permintaan  dan  penawaran  terhadap  barang  dan  jasa  sebagai masukan  pada  suatu  proses  produksi  (sumber  daya  alam,  berupa  bahan  tambang,  hasil  pertanian,  tanah,  tenaga  kerja,  dan barang modal).    Pasar  Output  atau  dapat  disebut  juga  pasar  produk  merupakan  pasar  yang  memperjualbelikan barang‐barang hasil produksi (biasanya dalam bentuk jadi).    Hubungan  kedua  pasar  tersebut  dapat  terjadi  karena  berkaitan  dengan  proses  produksi  dengan  masyarakat  yang  terlibat  dalam  2  sektor  yaitu  :  sektor  proses  produksi  dan  sektor  rumah  tangga.Transaksi  yang  terjadi  antar  kedua  sektor  tersebut  terjadi  di  kedua  pasar  tersebut. 

  2. Karena perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk  menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan  membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas‐batas tertentu). Sebagai akibatnya,  barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran‐ permintaan.  Sedangkan perekonomian terpimpin lebih mengandalkan pemerintah pusat untuk  mengendalikan semua atau sebagian besar faktor – faktor produksi dan untuk membuat  semua atau sebagian besar keputusan produksi.    3. Inflasi dikatakan baik dan buruk dilihat dari dampaknya tergantung parah atau tidaknya  inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat  mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan  membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya,  dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi),  keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi  tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga  meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau  karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi  harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.    Cara pemerintah mengatasi inflasi :  a. Kebijakan Moneter  Kebijakan moneter dapat dilakukan melalui instrumen – instrumen berikut :  ‐ Politik Diskoto (Politik Uang Ketat) : bank menaikkan suku bunga sehingga jumlah  uang yang beredar dapat dikurangi.Kebijakan diskonto dilakukan dengan menaikkan  tingkat bunga sehingga mengurangi keinginan badan‐badan pemberi kredit untuk  mengeluarkan pinjaman guna memenuhi permintaan pinjaman dari masyarakat.  Akibatnya, jumlah kredit yang dikeluarkan oleh badan‐badan kredit akan berkurang,  yang pada akhirnya mengurangi tekanan inflasi.  ‐ Politik Pasar Terbuka : bank sentral menjual obligasi atau surat berharga ke pasar  modal untuk menyerap uang dari masyarakat dan dengan menjual surat berharga  bank sentral dapat menekan perkembangan jumlah uang beredar sehingga jumlah  uang beredar dapat dikurangi dan laju inflasi dapat lebih rendah.Operasi pasar  terbuka (open market operation), biasa disebut dengan kebijakan uang ketat (tight  money policy), dilakukan dengan menjual surat‐surat berharga, seperti obligasi  negara, kepada masyarakat dan bank‐bank. Akibatnya, jumlah uang beredar di  masyarakat dan pemberian kredit oleh badan‐badan kredit (bank) berkurang, yang  pada akhirnya dapat mengurangi tekanan inflasi.  ‐ Peningkatan Cash Ratio : Kebijakan persediaan kas artinya cadangan yang diwajibkan  oleh Bank Sentral kepada bank‐bank umum yang besarnya tergantung kepada  keputusan dari bank sentral/pemerintah. Dengan jalan menaikan perbandingan  antara uang yang beredar dengan uang yang mengendap di dalam kas  mengakibatkan kemampuan bank untuk menciptakan kredit berkurang sehingga  jumlah uang yang beredar akan berkurang. Menaikkan cadangan uang kas yang ada 

di bank sehingga jumlah uang bank yang dapat dipinjamkan kepada  debitur/masyarakat menjadi berkurang. Hal ini berarti dapat mengurangi jumlah  uang yang beredar.  b. Kebijakan Fiskal  Kebijakan Fiskal dapat dilakukan melalui instrumen berikut :  ‐ Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah, sehingga pengeluaran  keseluruhan dalam perekonomian bisa dikendalikan. Pemerintah tidak menambah  pengeluarannya agar anggaran tidak defisit.  ‐ Menaikkan pajak. Dengan menaikkan pajak, konsumen akan mengurangi jumlah  konsumsinya karena sebagian pendapatannya untuk membayar pajak. Dan juga  akan mengakibatkan penerimaan uang masyarakat berkurang dan ini berpengaruh  pada daya beli masyarakat yang menurun, dan tentunya permintaan akan barang  dan jasa yang bersifat konsumtif tentunya berkurang.  c. Kebijakan Non Moneter  Kebijakan non moneter dapat dilakukan melalui instrumen berikut :  ‐ Mendorong agar pengusaha menaikkan hasil produksinya.  ‐ Menekan tingkat upah  ‐ Pemerintah melakukan pengawasan harga dan sekaligus menetpakan harga  maksimal.  ‐ Pemerintah melakukan distribusi langsung.  ‐ Sanering (pemotongan nilai mata uang)  ‐ Kebijakan yang berkaitan dengan output  ‐ Kebijakan penentuan harga dan indexing  ‐ Devaluasi      4. Outsourcing atau alih daya dalam dunia bisnis dapat diartikan sebagai penyerahan sebagian  pelaksanaan pekerjaan yang sifatnya non‐core atau penunjang oleh suatu perusahaan  kepada perusahaan lain melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa  pekerja/buruh.    Manfaat Outsourcing :  STAKEHOLDER  MANFAAT 

Bagi perusahaan  Pengguna 

strategic focus, cost, masa penilaian, quality guarantee 

Bagi karyawan  outsourcing 

karier, perlindungan, motivasi, aktualisasi, economy  source 

Bagi Penyedia Jasa 

desain service unggul, partisipasi pembinaan dan  pengembangan, peluang usaha) 

  Fokus kepada ‘Core Competencies’  Mempertahankan dan Mengurangi Biaya Operasional   Menyadari Perusahaan penyedia jasa lebih kompeten dalam melakukan proses‐ proses kerja yang menjadi bidang utama mereka   ‐ Meningkatkan Produktivitas   ‐ Meningkatkan Fleksibilitas   ‐ Memiliki kontrol yang lebih tegas dan penuh jika proses bisnis tersebut  dilakukan  oleh pihak luar   ‐ Dalam rangka pelepasan kepemilikan aset Perusahaan yang tidak efisien   ‐ Berbagi Resiko   ‐ Mudah untuk mengidentifikasikan dan mengalokasikan biaya‐biaya kepada fungsi‐ fungsi terkait   ‐ Kontrol yang lebih jelas terhadap Variabel cost dan Fixed Cost  ‐ Keleluasaan melakukan penilaian terhadap karyawan outsourcing  ‐ Keleluasaan tentang jaminan kualitas (proses dan akhir)    5. Karena manajer sudah seharusnya sadar akan lingkungan tempat mereka dan organisasinya  berkiprah. Bahkan mempertahankan keselarasan (alignment) yang efektif antara organisasi  dan lingkungan adalah kunci dari pekerjaan manajer. Dan manajer sendiri juga harus  memahami lingkungan dimana mereka, sebagai individu dan sebagai anggota dari kelompok,  melaksanakan tanggung jawab mereka.  ‐ ‐ ‐

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->