P. 1
8048Cd01

8048Cd01

|Views: 3,560|Likes:
Published by Imam Baihaqi

More info:

Published by: Imam Baihaqi on Jun 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2014

pdf

text

original

Untuk mengoperasikan kemudi pada kapal dapat dilakukan dengan 3 cara

yaitu :

a Operasi secara remot kontrol atau anjungan,

b Operasi secara manual atau lokal,

c Operasi secara langsung dengan rantai.

Untuk operasi secara remot kontrol, kepekaan mencapai 0.60

, jika kurang

dari tersebur maka tidak ada reaksi dari kemudi. Mesin kemudi elektrik hanya ada

satu jika gagal tidak ada yang lain. Dari pengoperasian secara remot kontrol (

anjungan ) ke operasi manual atau lokal tidak ada katup-katup yang diubah,

kwadran meneruskan kekemudi poros, kemudian dikuatkan dengan spie. Batang

penghubung antara batang penghubung kanan dengan batang penghubung bias

diatur 2.5 mm. Hubungan hidraulik kemudi dengan kwadran dihubungkan dengan

katup searah untuk menjamin posisinya. Untuk mengoperasikan secara manual

terdapat katup bypass yang harus dibuka agar tidak terjadi perlawanan tekanan.

Beda voltage

41

mengakibarkan reaksi suatu pompa yang mana pompa ini akan mendorong

kemudi sesuai yang dikehendaki, seterusnya atau terjadi feed back.

Pada daun kemudi itu sendiri, dapat dibedakan menjadi dua yaitu :

1 Daun kemudi yang diisi olie,

2 Daun kemudi yang dibiarkan kosong.

Olie yang diisikan pada daun kemudi itu bertujuan untuk menambah berat

atau bobot dari kemudi, sehingga daun kemudi dapat setabil. Atau olie yang

diisikan hanya sekedar untuk mengetes dari daun kemudi itu sendiri. Jika pada

waktu diisi oleh olie terjadi kebocoran maka kebocoran dapat dideteksi oleh

adanya olie yang diisikan tadi dan setelah itu daun kemudi diperbaiki dengan cara

dilas. Tujuan dari semuanya itu adalah untuk mendapatkan daun kemudi yang

baik. Apabila terdapat lubang pada daun kemudi hal ini bisa memicu terjadinya

kekeroposan dan akan menyebabkan kerusakan pada daun kemudi. Sedangkan

untuk jenis kemudi yang kosong, kekosongan ini dimaksudkan untuk

menimbulkan daya apung dan untuk memperingan dari daun kemudi itu sendiri.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->