P. 1
8048Cd01

8048Cd01

|Views: 3,565|Likes:
Published by Imam Baihaqi

More info:

Published by: Imam Baihaqi on Jun 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2014

pdf

text

original

a Rudder Stock

b Rudder blade

c Rudder Trunk

d Rudder Coupling

e Bearing Sterring Gear

a Rudder Stock

Bahannya dari SF-50 yang juga bisa disebut poros kemudi, bukan seperti

poros yang biasanya poros ini memiliki beberapa bagian. Antara lain :

1) Ring bolt yang berfungsi untuk membantu penarikan rudder stock ke

dalam lambung kapal. Pemasangannya pada rudder stock dengan di ulir,

sehingga jika rudder stock sudah terpasang, maka ring bolt akan dilepas.

2) Eye bolt(mata segel) yang berbentuk seperti gantungan. Eye bolt ini

terbuat dari bahan JIS B 1168.

3) Bolt for stopper plate dari bahan SS-41.

4) Stopper plate dari bahan SS-41, agar segel tidak terlalu rapat dengan tiller.

5) Nut dari bahan SF-50, tempat ulir dalam.

6) Washer dari bahan SS-41.

Bagian ini yang akan dihubungkan dengan sistem penggerak dari

kemudi,memiliki bagian-bagian, yaitu :

1) Hex head cap screw for key dari bahan SUS-316,

46

2) Key for upper rudder stock dari bahan SF-45, spy untuk mengunci rudder

stock dengan bagian tiller

Poros kemudi atau sumbu kemudi pada umumnya dibuat dari bahan baja

tuang atau tempa. Garis tengah poros ditentukan berdasarkan hasil perhitungan,

agar mampu menahan beban puntiran atau beban lenturan yang terjadi pada

kemudi.

Tongkat kemudi dipasang menembus lambung dalam selubung tongkat.

Hal ini untuk menjamin kekedapan dari air laut.

Pada bagian atas, poros kemudi dihubungkan dengan instalasi penggerak

kemudi dan bagian bawah dihubungkan dengan daun kemudi melalui kopling

mendatar atau kopling tegak.

Tongkat kemudi ada yang direncanakan memiliki satu bantalan atau dua

bantalan, tergantung pada panjang tongkat dan sistem peletakan daun kemudi.

Bantalan tongkat kemudi hanya ada pada bagian atas saja atau pada kedua-

duanya, atas dan bawah. Sebagai bahan bantalan, dapat dipakai bahan baja anti

karat, bahan logam,kayu pokok atau bahan sintetis.

Bantalan poros kemudi bagian bawah pada umumnya dibuat tidak kedap

air, sehingga air dapat digunakan sebagai pelumas poros dengan bantalan. Dan

bantalan bagian atas menggunakan sistem pelumas minyak. Pemakaian sistem

kedap air itu supaya air tidak masuk kedalam ruang kapal seperti pada gambar

berikut :

Gambar 4.8 (tongkat kemudi)

47

Keterangan :

1. Celaga kemudi

2. Tempat pelumasan

3. Pelumas

4. Tongkat kemudi

5. Selubung poros kemudi

6. Paking

7. Penekan paking

8. Bantalan

9. Bantalan penyangga

10 Geladak

b Rudder blade

Rudder blade(daun kemudi) dibagi dalam dua tempat: upper rudder

frame(bagian atas) dan bottom rudder frame(bagian bawah).

Gambar 4.9 (daun kemudi)

Daun kemudi pada awalnya dibuat dari pelat tunggal dan penegar. Penegar yang

dikeling pada bagian sisi pelat. Jenis kemudi ini sekarang sudah diganti dengan

bentuk kemudi pelat ganda, terutama pada kapal-kapal yang berukuran relatif

besar. Kemudi pelat ganda terdiri atas lembaran pelat ganda dan didalamnya

berongga, sehingga membentuk suatu garis aliran yang baik (streamline) yang

bentuk penampangnya seperti sayap (foil).

Upper rudder
frame

Bottom rudder
frame

48

Konstruksi daun kemudi dari pelat ganda memiliki kerangka yang dibuat

dari bahan baja tuang atau dapat juga dibentuk dari pelat bilah penegar yang

dilaskan kedaun kemudi.

Satu sisi pelat daun kemudi dilas pada kerangka kemudi dan sisi lainnya

dilas dengan las lubang (slot welding).

Jika daun kemudi diperkuat dengan pelat bilah mendatar dan tegak, pada

salah satu pelat bilah dipasangkan pelat hadap. Kegunaan pelat hadap adalah

untuk pengikatan pelat daun kemudi terhadap salah satu sisi kerangka kemudi

dengan las lubang seperti gambar berikut :

Gambar 4.10 (kerangka daun kemudi)

Keterangan :

1. Pelat sisi daun kemudi

2. Penegar tegak

3. Penegar mendatar

4. Pelat hadap

5. Las lubang

Besar gaya yang dialami daun kemudi dapat dihitung pada buku

peraturan Biro klasifikasi. Tebal pelat daun kemudi tersebut diatas tidak boleh

kurang dari tebal pelat lambung pada ujung-ujung kapal.

Pada bagian ujung depan daun kemudi harus 25 % lebih tebal dari pelat

daun kemudi. Kontruksi daun kemudi dapat dilihat pada gambar berikut:

49

Gambar 4.11 (konstruksi daun kemudi)

Keterangan :

1. Tongkat kemudi

2. Kopling mendatar

3. Bilah penegar mendatar

4. Bilah penegar tegak

5. Sumbat alas

6. Pena kemudi

7. Pelat penutup

8. Pelat ujung depan daun

9. Linggi kemudi

10. Bantalan pena kemudi

c Rudder Trunk

Barangnya tersembunyi dan asalnya dilas dan dibungkus dalam rudder plate

sehingga tidak terlihat dari luar,karena tertutup oleh plat yang tebal.

d Rudder Coupling

Rudder coupling ini, sebenarnya hanya penghubung rudder plate dengan

rudder stock, dan hanya digunakan pada kapal yang berukuran besar.

50

Gambar 4.12 (kopling kemudi)

Kopling kemudi adalah salah satu bagian dari kemudi yang menghubungkan

poros kemudi dengan daun kemudi.

Pada umumnya kopling dibuat sedemikian rupa, sehingga kemudi dapat

dilepas tanpa mengganggu celaga (rudder tiler) dan mesin kemudi. Kopling yang

dibuat harus mampu menyalurkan seluruh beban puntir dari poros kemudi.

Konstruksi kopling kemudi dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 4.13 ( konstuksi kopling kemudi)

Keterangan :

1. Tongkat kemudi

2. Kopling kemudi

3. Baut kopling

4. Kerangka daun kemudi

51

e Bearing Steering Gear

Gambar 4.14 (bantalan stearing gear)

1. Bearing Atas dari Rudder Stock

Didalamnya memiliki, antara lain :

1) Top cover dari bahan SC-42, atau tutup dari rumah bearing atas.

2) Bolt for top cover dari bahan SS-41 untuk mengecangkan tutup bearing pada

rumah bearing.

3) Dust seal dari bahan o-ring(cloth or felt), penutup agar tidak ada kotoran yang

masuk ke dalam bearing.

4) Spherical roller bearing dari bahan FAG-22328 MB yang diletakkan dalam

rumah bearing.

5) Bearing housing dari bahan SC-42 dan steel(grade-A),rumah bearing sebagai

tempat bearing roll.

6) Lock nut dari bahan FAG- KM27, berfungsi sebagai pengunci antara bearing

dan poros.

7) Lock washer dari bahan FAG- MB27, seperti halnya lock nut, tapi ini untuk

ring.

8) Washer dari bahan SS-41, atau biasa disebut ring dari lock nut.

9) Stud bolt & nut for bearing housing dari bahan SS-41, pengunci antara rumah

bearing atas dengan lambung kapal.

10) Jumping upper dari bahan SC-42, penutup bagian bawah bearing atas.

11)Bolt,nut & lock nut for jumping stopper dari bahan SUS-304, pengunci

jumping stopper di bagian bawah dari bearing atas.

52

2. Bushing Bawah dari Rudder Stock

1) Retaining ring dari bahan SS-41, penutup bearing bawah

2) Hex head cap screw for retaining ring dari bahan SUS-318,

3) Rudder carier dari bahan SC-42,

4) Lower bushing dari bahan phenol resyn,

5) Lower sleeve dari bahan SUS-318,

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->