P. 1
Kul.3.4.Peran Dan Struktur Tubuh Jamur

Kul.3.4.Peran Dan Struktur Tubuh Jamur

|Views: 350|Likes:
Published by Rudy D'tomz

More info:

Categories:Types, Sheet Music
Published by: Rudy D'tomz on Jun 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2013

pdf

text

original

PERANAN JAMUR

Kuliah Mikologi ke 2
Oleh Syamsafitri,SP.MP
FAKULTAS PERTANIAN UISU- MEDAN
2010

►Jamur juga menyebabkan sejumlah penyakit
tanaman dan hewan: pada manusia, kadas,
athletes foot, dan beberapa penyakit yang lebih
serius disebabkan oleh jamur.
► Karena jamur secara kimia dan genetik yang
mirip dengan hewan dibandingkan organisme lain,
ini membuat penyakit jamur sangat sulit diobati.
Penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur
termasuk jamur karat, jamur api, dan daun, akar,
dan membusuk batang, dan dapat menyebabkan
kerusakan parah pada tanaman.
►Namun, sejumlah jamur, juga bermanfaat bagi
manusia dan alam lingkungan

►Seperti tanaman dan hewan, jamur adalah organisme
eukariotik multiseluler. Tidak seperti kelompok-kelompok
lain, jamur terdiri dari filamen yang disebut hifa, sel
mereka panjang dan seperti benang seperti yang Anda
lihat pada gambar di bawah.

►Karena asosiasi ini menyebar dari sel
mereka, tubuh organisme diberi nama
miselium, sebuah istilah yang diterapkan
pada seluruh tubuh jamur apapun.
►hifa reproduksi yang diproduksi,
membentuk struktur terorganisir besar yang
disebut sporocarp, atau jamur.
► Ini diproduksi hanya untuk pelepasan
spora,.

Definisi fungi adalah:

Eukaryotik mempunyai selaput inti & selaput organel
(mitokondria, vakuola dll), aliran sitoplasma,
membran mengandung sterol, ribosom.

Filamentous mempunyai filamen tunggal “hifa”, hifa

bercabang membentuk miselium
Pertumbuhan hifa dicirikan mempunyai
pertumbuhan apikal.

Heterotrofik memerlukan senyawa organik sebagai
sumber energi dan sebagai sumber
karbon untuk sintesis selnya.
►Reproduksi seksual dan aseksual menghasilkan spora

Karakter umum Fungi

►Eukariotik (mempunyai membran inti)
►Terdiri atas filamen (rangkaianhifa yang kemudian membentuk miselium)
►Beberapa diantaranya Uniseluler, yeast misalnya
►Mempunyai dinding sel, tersusun dari kitin dan glukan
►Mampu bereproduksi baik secara seksual maupun aseksual
►Inti sel umumnya haploid, hifa biasanya multinukleid. pada Oomycota dan
bbrp yeast, intinya diploid
►Tidak berklorofil
►Kemoheterotrof
►Terkadang hidup dengan organisme lain (simbiosis misalnya)

Nutrisi Fungi

►Karena semua fungi bersifat kemoheterotrof, nutrisi diperoleh secara
absorpsi, dimana :
►Molekul kecil diserap langsung melalui membran/dinding sel
►Molekul yang lebih besar (kompleks) dipecah menjadi senyawa yg lebih
sederhana

Sifat umum

►Untuk hidupnya memerlukan zat organik sebgai
sumber energi ( jasad yang bersifat heterotrop)
►Menggunakan enzim untuk mengubah zat organik
untuk pertumbuhannya (saprofit / parasit)
►Umumnya tumbuh baik ditempat yang lembab,
namun dapat menyesuaika diri denga
lingkungannya, sehingga dapat ditemukan
disemua tempat diseluruh dunia

►Hifa dapat bersifat sebagai :

hifa vegetatif, berfungsi mengambil makanan
untuk pertumbuhan
hifa reproduktif, membentuk spora
hifa udara, berfungsi mengambil oksigen

►Hifa dapat berwarna atau tidak berwarna
& jernih

►Aspergilus fumigatus

►Spora seksual dibentuk oleh dua sel atau
hifa, mencakup :

zigospora
oospora
askospora
basidiospora

►Candida albicans

Bentuk pertumbuhan fungi

Ada 3 (tiga) bentuk utama pertumbuhan fungi:
1. Miselium (filamen) ; tersusun atas jaring-jaring hifa, biasanya
sering

dikategorikan sebagai moulds (kapang) Tersusun dari hifa yang
kmdn membentuk miselium.
2. Hifa berbentuk tabung, mengandung protoplasma , dan
dilapisi dinding sel

3. Hifa muncul dari tips (ujung hifa) atau Gern Tube
(perkecambahan spora)

(misal.Chytridiomycota)/ sel bulat dan bercabang dengan

rhizoid

4. yeast uniseluler (misal. Saccharomyces cerevisiae)

Uniseluller atau primitif Chytrids.
Fungi bentuk bulat dan mempunyai struktur rizoid yang
melekat pd substrat Yeast. Biasa digunakan dlm fermentasi.
Reproduksinya secara Budding (pertunasan) atau Binnary
Fission (pembelahan binner) Dimorfisme
Ada fungi dengan 2 bentuk hidupnya scr miselium dan dlm
fase yeast .Dikerenakan kondisi lingkungan, beberapa bersifat
patogen

Aktivitas fungi

Semua fungi membutuhkan nutrien organik yang akan digunakan sebagai
sumber energinya dan untuk keperluan sintesis sel.
Berdasar cara fungi memperoleh nutriennya dapat dibuat beberapa kategori
yaitu:
Parasit (atau simbion) mengambil senyawa organik dari organisme hidup.
Saprofit menggunakan senyawa organik pada organisme yang telah mati.

Fungi parasit tanaman

Parasit : organisme yang memperoleh beberapa atau keseluruhan
nutriennya dari jaringan hidup organisma lain .
Berdasar cara parasit memperoleh nutriennya
1. Nekrotrofik membunuh jaringan inang, misalnya dengan
menghasilkan toksin atau enzim pendegradasi; nekrotrofik.ppt
2. Biotrofik hidup pada sel hidup, biasanya dengan bantuan struktur
khusus untuk penyerapan;
3. Patogen menyebabkan penyakit.pathogen.ppt
4. Simbiosis parasit menguntungkan, misal pada lichenes (fungi dan
alage) dan mikorhiza (fungi dan akar tanaman). mikorhiza.ppt

Fungi parasit sebagai agen biokontrol

► Mikoparasit, fungi yang menjadi parasit pada fungi lain.
►Entomopatogen, fungi yang hidup pada serangga.
►Nematofagous, fungi yang parasit pada nematoda.

Fungi saprofit

►Fungi saprofit mempunyai peran utama dalam
mendekomposisi senyawa-senyawa organik yang
penting untuk pendaur-ulangan nutrien di alam. Di alam
senyawa-senyawa tersusun dari yang sederhana hingga
yang kompleks, dan hanya ada sedikit senyawa yang
bisa didegradasi oleh satu jenis fungi saja.
►Pada umumnya adalah dekomposer :

Fungi dalam bioteknologi

Dalam bidang ini banyak fungi dimanfaatkan untuk
keperluan komersial.
Makanan dan penyedap makanan misal, telah
diproduksi + 1,5 juta ton jamur (edible
mushroom)/ tahun (Agaricus bisporus dan
Volvariella volvacea) diseluruh dunia;
Quorn mycoprotein (Fusarium graminearum,
Fusarium sp) sebagai sumber protein sel tunggal;
Makanan dan minuman tradisional, misal minuman
beralkohol (Saccharomyces cerevisiae), keju blue-
veined (Penicillium requefortii), tempe (Rhizopus
oligosporus).

Pembagian Jamur

►Berdasarkan sifat koloni, hifa & spora yang
dibentuk oleh kapang atau khamir, jamur
dibagi menjadi beberapa kelas :

ACTINOMYCETES
MYXOMYCETES
CHYTRIDIOMYCETES
ZYGOMYCETES
ASCOMYCETES
BASIDIOMYCETES
DEUTEROMYCETES

Spora

►Aseksual disebut talospora, yaitu spora yang
langsung dibentuk dari hifa reproduktif,
mencakup :

blastospora
artrospora
klamidospora
aleuriospora
sporangiospora

Bermacam bentuk dari fungi

►Miselium (filamen) .Tersusun dari hifa yang kmdn
membentuk miselium.
►Hifa berbentuk tabung, mengandung protoplasma , dan
dilapisi dinding sel
►Hifa muncul dari tips (ujung hifa) atau Gern Tube
(perkecambahan spora)
►Uniseluller atau primitif Chytrids
►Fungi bentuk bulat dan mempunyai struktur rizoid yang
melekat pd substrat Yeast. Biasa digunakan dlm
fermentasi. Reproduksinya secara Budding (pertunasan)
atau Binnary Fission (pembelahan binner) Dimorfisme
►Ada fungi dengan 2 bentuk hidupnya scr miselium dan
dlm fase yeast .Dikerenakan kondisi lingkungan,
beberapa bersifat patogen

Kelompok Utama Taksonomi

Tradisional Berdasar perbandingan morfologi dan pola
perkembangan struktur reproduksi seksual.
Saat ini Berdasar pada berbagai informasi termasuk dari
dunia biomolekuler, seperti analisa urutan asam nukleat
DNA, RNA.

Untuk keperluan praktis : (Alexopoulos, et al. 1996)

►Nama baru Nama lama
►Oomycota Oomycetes
►Chytridiomycota Chytridiomycetes
►Zygomycota Zygomycetes
►Ascomycota Ascomycetes
►Deuteromycota Deuteromycetes
►Basidiomycota Basidiomycetes

Ciri-ciri utama pada fungi → Sebagai alat pembeda fungi.
1. Tahapan somatik (Tahapan non reproduksi)

sel tunggal besar →Chytridiomycetes
Ada yang berupa yeast atau hifa.
Hifa → Ada yang bersepta dan tidak.
Bersepta → Ascomycetes, Deuteromycetes, Basidiomycetes
Tidak bersepta → Zygomycetes, Oomycetes.

2. Fase reproduksi aseksual

►Spora → juga berfungsi sebagai alat dispersal
►Spora tersimpan di dalam sporangium, misal :
Chytridiomycetes, Zygomycetes, Oomycetes
►Sporogenesis → proses pembentukan spora;
dengan pemecahan sitoplasma.
►Spora aseksual pada ascomycetes,
deuteromycetes dan basidiomycetes → konidia

Bab 2

STRUKTUR DAN ULTRASTRUKTUR
2. 1. Hifa

►Hifa adalah sebuah buluh berdinding
kokoh yang mengandung protoplasma,
multinukleat, bercabang atau tidak,
bersekat atau tidak, diameter 1 – 30 m,
dan mempunyai pertumbuhan apikal. Hifa
yang bersekat mempunyai lubang
penghubung antar sekat.

►Selain menjadi filamen, sel-sel jamur sering memiliki beberapa inti.
Dalam chytrids dan zygomycetes, sel-sel yang coenocytic, dengan
tidak ada perbedaan antara sel-sel individual.
►Sebaliknya, filamen panjang dan tubular, dengan lapisan sitoplasma
dan vakuola besar di tengah.
►ascomycetes dan Basidiomycetes yang septate; filamen mereka
dipartisi oleh seluler lintas-dinding yang disebut septa. Struktur ini
septanya bervariasi dan menentukan dalam taksonomi
Fitur lain dari jamur adalah adanya kitin dalam dinding sel mereka.
Merupakan polimer karbohidrat panjang yang juga terjadi di
eksoskeleton serangga, laba-laba, dan arthropoda lainnya.
►Kitin menambahkan kekakuan dan dukungan struktural untuk sel-sel
tipis jamur, dan membuat jamur segar renyah.

►Kebanyakan anggota kingdom Fungi kurangnya flagela,
struktur yang benar-benar tidak ada di semua tahap siklus
hidup mereka.
► Satu-satunya pengecualian adalah chytrids, yang
menghasilkan gamet flagellated.
►Tidak adanya flagela kemudian, adalah synapomorphy
yang menyatukan semua kelompok sisa jamur.
► Ini memiliki dampak besar pada biologi jamur, karena itu
berarti bahwa jamur tidak dapat menghasilkan gamet
motil, dan dua organisme karena itu harus datang ke
dalam kontak fisik langsung untuk efek reproduksi seksual.
Untuk lebih lanjut tentang reproduksi pada jamur

►Struktur sel fungi adalah tipikal sel eukaryotik, namun
sebagian besar fungi mempunyai mitokondria yang
cristae-nya berbentuk pipih (mirip pada binatang), hanya
pada oomycota dan sejumlah kecil kelompok yang
mempunyai cristae tubular (mirip tumbuhan). Daerah
pucuk yang aktif tumbuh tersusun atas protoplasma
yang padat (sangat aktif) dengan sedikit vakuola dan
sekelompok- vesikel-vesikel kecil (vesikel apikal) yang
mengandung enzim dan material dinding.Sementara, di
belakang daerah pucuk terdapat protoplasma yang
kurang aktif dan mengalami penuaan dengan cepat.
Bagian yang tertua akan rusak dengan cara autolisis.
Pada waktu bagian apikal tumbuh, protoplasma bergerak
dari bagian hifa yang lebih tua dan membawa suplai
material pertumbuhan.

Gambar 2.1.

►Gambaran diagramatik dari sebuah hifa, menunjukkan bagian apikal,
penuaan progresif dan terbentuknya vakuola dibelakang bagian apikal, dan
adanya autolisis pembentukan klamidospora pada bagian yang tertua. AVC,
vesikel kluster apikal; MT, mikrotubul; G, badan golgi; M, mitokondria; ER,
retikulum endoplasma; N, nukleus; W, dinding (wall); P, plasmalemma; R,
ribosom; S, septum; WO, woronin body; V, vakuola; Gl, glikogen; sp, septal
plug; Aut, autolisis; MW, dinding termelanisasi; L, lipid; Chlam, klamidospora

►Sebagian hifa fungi bersepta (ascomycota,
deuteromycota dan basidiomycota) dan sebagian lainnya
tidak bersepta (oomycota dan zygomycota). Perbedaan
fungsional antara hifa bersepta dan tidak bersepta
tidaklah terlalu signifikan karena dinding septa
mempunyai lubang (porus) yang dapat dilalui
sitoplasma, bahkan inti dapat mengalir bersama
sitoplasma kebagian apikal. Fungi yang tidak bersepta
mempunyai banyak inti yang terletak di dalam
sitoplasma sehingga disebut juga fungi coenocytic,
sementara fungi bersepta mempunyai beberapa inti
pada bagian apikal dan 1-2 inti pada kompartmen di
belakangnya. Pada fungi bersepta yaitu pada daerah
yang lebih tua terdapat badan woronin (woronin bodies)
yang berfungsi menutup lubang septa jika hifa telah
rusak atau menjalani diferensiasi.

Miselium adalah hifa yang mengalami pertumbuhan dengan membentuk
koloni sirkuler dengan banyak percabangan. Dominansi apikal membatasi
percabangan dekat pucuk dan percabangan yang terbentuk akan
menyerupai jala (retikulum).

Gambar 2.2. Tahapan-tahapan perkembangan koloni fungi yang berasal dari
perkecambahan spora. Garis putus-putus di (e) menggambarkan anastomose hifa
yang sempit di dekat pusat koloni.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->