P. 1
FIDUCIA Micro Teaching

FIDUCIA Micro Teaching

|Views: 79|Likes:
Published by Eddo Febriansyah

More info:

Published by: Eddo Febriansyah on Jun 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2012

pdf

text

original

Oleh APRILA NIRAVITA, SH, MKn

1

Sejarah Lembaga Jaminan Fiducia
 Merupakan salah satu lembaga jaminan yang

ada di Indonesia (Gadai, hipotik, HT)  Berkenaan dengan ketentuan Pasal 1152 ayat (2) KUH Perdata tentang Gadai, yg mensyaratkan bahwa kekuasaan atas benda yang digadaikan tidak boleh berada di tangan Pemberi Gadai  menghambat pemberi

gadai melakukan usaha dengan barang gadainya.

2

Istilah Fidusia
Fiducia cum creditora  zaman Romawi Bezitloos pand  gadai tanpa bezit FEO (Fiduciaire

eigendomoverdracht)

3

Lembaga Fidusia dalam Hukum Romawi
 Fiducia cum creditora  janji kepercayaan

yang dibuat kreditor  Isi janji yang dibuat debitur dengan krediturnya  debitur akan mengalihkan kepemilikan atas suatu benda sebagai jaminan utangnya dengan kesepakatan bahwa debitur tetap akan menguasai secara fisik benda tersebut dan kreditur akan mengalihkan kembali kepemilikan tersebut kepada debitur bilamana hutangnya telah dibayar lunas
4

Asal kata
 Fidusia berasal dari kata fiduciair atau fides 

kepercayaan  Yaitu  penyerahan hak milik atas benda secara kepercayaan sebagai jaminan bagi pelunasan piutang kreditur.  Penyerahan tersebut memberikan kedudukan yang diutamakan kepada penerima fidusia (kreditur) terhadap kreditur lain  preferensi

5

UU No 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia
 Dimaksud untuk menampung kebutuhan

masyarakat mengenai peraturan jaminan fidusia sebagai salah satu sarana untuk membantu kegiatan usaha dan untuk memberikan kepastian hukum kepada para pihak yang berkepentingan.

6

Pasal 1 angka 1 UUJF
 FIDUCIA  Pengalihan hak

kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda

7

Unsur-unsur fidusia
1. Pengalihan hak kepemilikan suatu benda 2. Dilakukan atas dasar kepercayaan
3. Kebendaannya tetap dalam

penguasaan pemilik benda

8

Cara penyerahan dan pemindahan kebendaan fidusia
 Dilakukan secara Constitutum

Possessorium

  sebab benda yang diserahkan dan

dipindahtangankan tersebut tetap berada dalam penguasaan pemilik barang/pemberi fidusia

9

Kontra dengan Ps 612 KUHPerdata
 Pasal 612 KUHPerdata  penyerahan

benda bergerak dilakukan dengan penyerahan nyata  Jadi dalam KUHPerdata tidak mengenal Constitutum Possessorium  Tetapi penyerahan secara Constitutum Possessorium tetap dapat dilakukan  ingat azas kebebasan berkontrak
10

So……
Hak kepemilikan secara yuridis atas benda yang dijaminkan

beralih kepada kreditur/penerima fidusia Hak kepemilikan secara ekonomis tetap dalam penguasaan pemiliknya

11

 Dengan adanya penyerahan hak

kepemilikan tersebut tidak berarti kreditur penerima fidusia akan benarbenar menjadi pemilik.  Dalam kedudukannya sebagai kreditur, mempunyai hak untuk menjual benda tersebut seolah-olah dia sebagai pemilik benda tersebut  bila debitur wanprestasi
12

Pasal 1 angka 2 UUJF
 JAMINAN FIDUSIA  Hak jaminan

atas benda bergerak baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud dan benda tidak bergerak khususnya bangunan yang tidak dapat dibebani dengan Hak Tanggungan.

13

Unsur-unsur Jaminan Fidusia
1. Sebagai lembaga hak jaminan kebendaan dan
2. 3. 4.

5. 6.

hak yang diutamakan Obyeknya adalah benda bergerak Benda tidak bergerak yang tidak dapat dibebani HT juga menjadi obyek Jaminan fidusia Kebendaan menjadi obyek jaminan fidusia tersebut dimaksudkan sebagai agunan Untuk pelunasan suatu hutang tertentu Memberikan kedudukan yang diutamakan kepada penerima fidusia terhadap kreditur lain.

14

Latar belakang timbulnya lembaga fidusia
 Mengatasi masalah yuridis ketentuan gadai yang

 

 

mensyaratkan adanya penguasaan benda gadai oleh kereditur/pemegang gadai Memenuhi kebutuhan masyarakat akan lembaga hak jaminan baru Menampung kebendaan bergerak yang tidak dapat dibebani gadai dan benda tidak bergerak yang tidak dapat dibebani HT atau hipotik Menciptakan bentuk lembaga hak jaminan yang proses pembebanannya lebih sederhana, mudah dan cepat Memungkinkan pembebanan benda2 dalam persediaan, benda dagangan, piutang, peralatan mesin dan kendaraan bermotor Sudah dikenal masyarakat secara luas

15

Sebab lain………….
 Kebutuhan praktik akan jaminan

yang kuat  Resiko atas barang gadai  Masalah tempat  Sehubungan dengan UUPA untuk hak2 atas tanah tertentu
16

Ciri Lembaga Fidusia
 Perjanjian fidusia merupakan perjanjian  

 

obligatoir Bersifat accessoir selalu mengikuti obyek yang dijaminkan di tangan siapapun obyek tersebut berada. (droit de suite) Ps. 20 UUJF memberikan kedudukan yang mendahulu kepada kreditor penerima fidusia terhadap kreditor lainnya (hak preferensi) Ps 27 dan 28 UUJF memenuhi asas spesialitas dan publisitas (Ps. 6 dan 11 UUJF) mudah dan pasti pelaksanaan eksekusinya (Ps. 29 UUJF)

17

Obyek lembaga fidusia Ps 1 angka 4 UUJF
1.
2. 3. 4. 5. 6. 7.

benda tersebut harus dapat dimiliki dan dialihkan secara hukum benda bergerak berwujud benda bergerak tidak berwujud, termasuk piutang Benda bergerak yang terdaftar Benda bergerak yang tidak terdaftar benda tidak bergerak yang tidak dapat diikat dengan hak tanggungan. benda tidak bergerak yang tidak dapat diikat dengan hipotik
18

baik atas benda yang sudah ada maupun terhadap benda yang akan diperoleh kemudian kemudian  Dalam hal benda yang akan diperoleh kemudian, tidak diperlukan suatu akta pembebanan fidusia tersendiri. 2. dapat atas satu satuan atau jenis benda. 3. dapat juga atas lebih dari satu jenis atau satuan benda. 4. benda persediaan (inventory, stock perdagangan)
1.
19

Jika tidak diperjanjikan, JF meliputi
 hasil dari benda yang telah menjadi

obyek fidusia  termasuk juga hasil klaim asuransi dari benda yang menjadi obyek jaminan fidusia.

20

Uraian Obyek dalam AJF
 Identifikasi benda obyek JF
 Surat Bukti Kepemilikan  Termasuk benda inventory  di buat daftar

untuk menjelaskan jenis, merk dan kualitasnya

21

Pemberi Fidusia adalah orang perseorangan atau korporasi pemilik benda yang menjadi obyek JF  bisa debitor sendiri maupun pihak ketiga  Penerima Fiducia adalah orang perseorangan atau korporasi yang mempunyai piutang yang pembayarannya dijamin dengan JF

22

Subyek Jaminan Fidusia

Utang yang pelunasannya dijamin dengan fidusia
  

Hutang yang telah ada Hutang yang akan ada dikemudian hari tetapi telah diperjanjikan dan jumlahnya tertentu. Hutang yang dapat ditentukan jumlahnya pada saat eksekusi berdasarkan suatu perjanjian pokok

23

Proses terjadinya JF
 Pembebanan Jaminan Fidusia ( Ps 5

UUJF )  Pendaftaran Jaminan Fidusia ( Ps 11 UUJF )

24

Pembebanan jaminan fidusia
 Dibuat dengan akta notariil  Dalam bahasa Indonesia  Merupakan Akta Jaminan Fidusia

(AJF)

25

Akta Jaminan Fidusia
memuat : ( Ps 6 UUJF )
hari dan tanggal serta jam pembuatan

akta, identitas pemberi dan penerima fidusia, data perjanjian pokok yang dijamin fidusia, uraian tentang obyek JF, nilai penjaminannya, nilai benda obyek JF.
26

Pendaftaran Jaminan Fidusia
1. Benda yang dibebani dengan JF wajib

didaftarkan 2. Dilaksanakan ditempat kedudukan pemberi fidusia 3. Didaftarkan pada kantor pendaftaran fidusia setempat (Ps 12 UUJF) 4. Permohonan pendaftaran JF dilakukan oleh penerima fidusia, kuasa atau wakilnya dengan melampirkan pernyataan JF ( Ps 13 UUJF )
27

Pernyataan pendaftaran JF
 Memuat :
 Tanggal & No Akta JF  Nama & tempat kedudukan notaris

yang membuat AJF  Isi dari AJF

28

Tujuan Pendaftaran jaminan fidusia
1. Melahirkan jaminan fidusia bagi

penerima fidusia 2. Memberikan hak didahulukan terhadap kreditor lain (hak preferensi) 3. Memenuhi asas publisitas

29

Lanjut…..
 Kantor Pendaftaran Fidusia mencatat JF dalam

Buku Daftar Fidusia pada tanggal yang sama dengan tanggal penerimaan permohonan pendaftaran JF  JF lahir pada tanggal yang sama dengan tanggal dicatatnya JF dalam Buku Daftar Fidusia  KPF menerbitkan dan menyerahkan kepada penerima fidusia sertifikat JF pada tanggal yang sama dengan tanggal penerimaan permohonan JF
30

Sertipikat Jaminan Fidusia
 Sebagai bukti telah didaftarkan, maka diterbitkan Sertipikat Jaminan Fidusia.  Merupakan salinan dari Buku Daftar Fidusia yang memuat catatan tentang pernyataan JF  Pada sertipikat Jaminan Fidusia dicantumkan pula irah-irah dengan tulisan “

Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.”,  sertifikat jaminan fidusia mempunyai kekuatan eksekutorial, yakni
mempunyai kekuatan yang sama dengan kekuatan dari suatu putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan tetap.

31

Perubahan Isi Sertipikat JF
 Bila terjadi perubahan tentang isi dalam

sertipikat JF, penerima fidusia wajib mengajukan permohonan pendaftaran atas perubahan tersebut kepada KPF, dan selanjutnya KPF mencatat dalam buku daftar fidusia dan menerbitkan pernyataan perubahan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sertipikat JF.

32

Tata cara pendaftaran JF
 Permohonan diajukan kepada Menteri Hukum dan HAM RI melalui

Kantor Pendaftaran Fidusia di tempat kedudukan pemberi fidusia secara tertulis dalam bahasa Indonesia oleh penerima fidusia, kuasa atau wakilnya, dengan melampirkan pernyataan Pendaftaran Jaminan Fidusia dan mengisi formulir, yang isinya: 1 Identitas pihak pemberi dan penerima yang meliputi: - Nama lengkap. - Tempat tinggal/tempat kedudukan. - Pekerjaan. 2 Tanggal dan nomor akta Jaminan Fidusia, nama dan tempat kedudukan Notaris yang memuat akta Jaminan Fidusia. 3 Data perjanjian pokok yaitu mengenai macam perjanjian dan utang yang dijamin dengan fidusia. 4 Uraian mengenai benda yang menjadi obyek Jaminan Fidusia 5 Nilai penjamin 6 Nilai benda yang menjadi obyek Jaminan Fidusia.
33

Tata cara permohonan pendaftaran perubahan pada sertipikat JF
1. Permohonan diajukan oleh penerima fidusia, kuasa atau

2.
3. 4.

5.

wakilnya kepada Menteri Hukum dan HAM RI secara tertulis dalam bahasa Indonesia melalui Kantor Pendaftaran Fidusia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, apabila Sertifikat Jaminan Fidusia dikeluarkan oleh Kantor Pendaftaran Fidusia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Melampirkan Sertifikat Jaminan Fidusia dan pernyataan perubahan. Biaya permohonan. Pernyataan perubahan dilakukan pada tanggal yang sama dengan tanggal pencatatan permohonan, setelah selesai dilekatkan pada Sertifikat Jaminan Fidusia untuk diserahkan kepada pemohon yaitu penerima fidusia, kuasa atau wakilnya. Melampirkan Lembar Pernyataan Lampiran II Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M.01.UM.01.06 Tahun 2000. 34

Tata cara permohonan sertipikat pengganti
1. Apabila rusak atau hilang, permohonan

2. 3. 4.

5.

diajukan oleh penerima fidusia, kuasa atau wakilnya kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia secara tertulis dalam bahasa Indonesia. Surat keterangan hilang dari kepolisian atas permohonan yang bersangkutan. Sertifikat Pengganti diterbitkan dengan nomor dan tanggal yang sama dengan yang rusak atau hilang. Penyerahan pada tanggal yang sama dengan penerimaan permohonan Sertifikat Pengganti. 35 Biaya permohonan Sertifikat Pengganti.

Hak Pemberi Fidusia
1. Menguasai barang fidusia dan dapat

mengalihkan benda persediaan 2. Menerima sisa hasil penjualan barang fidusia 3. Menerima kembali kepemilikan atas barang fidusia jika telah melunasi hutangnya

36

Kewajiban Pemberi Fidusia
1. Menjaga dan merawat Barang Fidusia agar

tidak turun nilainya 2. Melaporkan keadaan Barang Fidusia kepada Penerima Fidusia 3. Melunasi hutangnya

37

Hak Penerima Fidusia
Mengawasi dan mengontrol Barang Fidusia 2. Menjual Barang Fidusia jika Debitur Wanprestasi 3. Mengambil piutangnya dari hasil penjualan Barang Fidusia 4. Memindahkan Barang Fidusia ketempat lain jika Pemberi Fidusia menelantarkan Barang Fidusia
1.

38

Kewajiban Penerima Fidusia
1. Melaksanakan pendaftaran Akta Jaminan

Fidusia ke KPF 2. Memberikan kekuasaan kepada Pemberi Fidusia atas Barang Fidusia secara pinjam pakai 3. Menyerahkan kelebihannya kepada Pemberi Fidusia 4. Menyerahkan kembali kepemilikan atas Barang Fidusia kepada Pemberi Fidusia jika piutangnya telah dilunasi oleh Debitur
39

Pengalihan Jaminan Fidusia
 -Suatu piutang dapat saja dialihkan kepada pihak

lain dengan jalan cessie piutang, dalam hal ini harus dibuat dengan akta cessie. Jika Piutang dialihkan kepada pihak lain, maka fidusia yang menjamin hutang tersebut juga ikut beralih kepada pihak yang menerima pengalihan fidusia.  -Ada pengecualian dari prinsip beralihnya fidusia jika benda obyek fidusia berupa barang persediaan ( stock perdagangan ). Dimana sifat barang persediaan sifatnya memang selalu beralih, maka beralihnya benda persediaan tidak menyebabkan beralihnya fidusia yang bersangkutan.
40

Pengalihan JF Ps 19 UUJF
 Pengalihan atas piutang yang dijamin

dengan fidusia mengakibatkan beralihnya demi hukum segala hak dan kewajiban penerima fidusia kepada kreditor baru

  Beralihnya JF wajib didaftarkan oleh

kreditur baru ke KPF

41

Pengalihan JF
Pemberi Fidusia 10 jt Penerima Fidusia

D

K
JF

Piutang 10 jt

H&K

Pihak ke-3
KPF

42

Pengalihan Benda inventory
 Dapat dilakukan jika debitur tidak wanprestasi

 wajib diganti dengan obyek yang setara  Pembeli benda inventory bebas dari segala tuntutan meskipun telah mengetahui adanya JF asalkan telah membayar lunas sesuai dengan harga pasar.  Apabila debitur wanprestasi maka hasil pengalihan dan/atau tagihan yang timbul dari pengalihan, demi hukum menjadi pengganti dari obyek JF yang dialihkan tersebut
43

Pengalihan bukan benda inventory
 Jika dialihkan tanpa persetujuan tertulis dari

penerima fidusia maka pemberi fidusia dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak 50 jt  Ps 36 UUJF  JF tetap mengikuti Barang Fidusia ditangan siapapun barang fidusia berada, kecuali pengalihan atas benda persediaan  Ps 20 UUJF

44

Hapusnya Jaminan Fidusia


Hapusnya hutang yang dijamin oleh Jaminan Fidusia. Pelepasaan hak atas jaminan Fidusia oleh penerima fidusia Musnahnya benda yang menjadi jaminan Fidusia.
Apabila JF hapus, penerima fidusia memberitahukan kepada KPF dengan melampirkan pernyataan mengenai hapusnya JF Selanjutnya KPF mencoret pencatatan JF dari BDF serta menerbitkan surat keterangan yang menyatakan bahwa sertipikat JF tidak berlaku lagi

45

Penghapusan/pencoretan Sertifikat Jaminan Fidusia
1. Hapusnya Jaminan Fidusia wajib diberitahukan secara

tertulis kepada Kantor Pendaftaran Fidusia paling lambat 7 hari setelah hapus. 2. Lampiran dokumen pendukung:

3. Kantor Pendaftaran Fidusia mencoret pencatatan

Permohonan oleh penerima fidusia, kuasa atau wakilnya pada Kantor Pendaftaran Fidusia di tempat kedudukan pemberi fidusia. Sertifikat Jaminan Fidusia yang asli.

Jaminan Fidusia dari Buku Daftar Fidusia. 4. Kantor Pendaftaran Fidusia menerbitkan surat keterangan yang menyatakan Sertifikat Jaminan Fidusia yang bersangkutan tidak berlaku lagi dan sertifikat dicoret dan disimpan dalam arsip Kantor Pendaftaran Fidusia. 46

Eksekusi JF (Ps 29 UUJF)
 Pelaksanaan title eksekutorial oleh Penerima Fidusia
 Penjualan obyek fidusia atas kekuasaan

penerima fidusia sendiri melalui pelelangan umum  Penjualan di bawah tangan berdasarkan kesepakatan bersama, jika dengan demikian dapat diperoleh harga terbaik yang menguntungkan para pihak
47

Lanjut………
 Pemberi fidusia wajib menyerahkan

benda obyek JF dalam rangka pelaksanaan ekseskusi JF  Apabila tidak menyerahkan, penerima fidusia berhak mengambil benda yang menjadi obyek JF dan bila perlu dapat minta bantuan pihak yang berwenang

48

Pasal 8 UUJF
 JF dapat diberikan kepada lebih

dari satu penerima fidusia atau kepada kuasa atau wakil dari penerima fidusia tersebut  biasanya pada kredit konsorsium / kredit sindikasi

49

Pasal 17 & 28 UUJF
 Pemberi fidusia dilarang melakukan

fidusia ulang terhadap benda yang menjadi obyek JF yang sudah terdaftar  Ps 17 UUJF  Apabila atas benda yang sama menjadi obyek JF lebih dari satu perjanjian JF, maka hak yang didahulukan diberikan pada pihak yang lebih dahulu mendaftarkannya pada KPF  Ps 28 UUJF

50

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->