P. 1
Perbedaan Kejang Demam Dan Epilepsi

Perbedaan Kejang Demam Dan Epilepsi

|Views: 378|Likes:
Published by Melati Pratiwi

More info:

Published by: Melati Pratiwi on Jun 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/04/2015

pdf

text

original

PERBEDAAN KEJANG DEMAM DAN EPILEPSI

RIAMA NOVERIA SIANTURI
08-151

Kejang demam adalah
“ bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu

rektal/anus di atas 38 derajat celsius) tanpa disertai adanya infeksi susunan saraf pusat, gangguan elektrolit (misalnya, akibat diare/muntah yang hebat) atau gangguan metabolik (misalnya akibat kadar glukosa dalam darah turun)”. Kondisi ini umum terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun. Akan tetapi kejang yang disertai demam pada bayi yang berusia kurang dari 1 bulan tidak termasuk dalam kejang demam.

DEFINISI

Epilepsi adalah
“manifestasi gangguan fungsi otak dengan berbagai etiologi, namun dengan gejala tunggal yang khas yaitu serangan berkala yang disebabkan lepas- muatan listrik neuron-neuron otak secara berlebihan dan paroksismal.” cnth : bengong sesaat, kesemutan, gangguan kesadaran, kejang-kejang dan atau kontraksi otot.

DEFINISI

I. Kalsifikasi KD menurut Prichard dan Mc Greal. Prichard dan Mc Greal membagi kejang demam atas 2 golongan, yaitu: • Kejang demam sederhana • Kejang demam tidak khas  Ciri–ciri kejang demam sederhana ialah:

Klasifikasi Kejang Demam

Kejangnya bersifat simetris, artinya akan terlihat lengan dan tungkai kiri yang kejang sama seperti yang kanan Usia penderita antara 6 bulan - 4 tahun Suhu 100°F (37,78°C) atau lebih Lamanya kejang berlangsung kurang dari 30 menit Keadaan neurology (fs saraf) normal dan setelah kejang juga tetap normal EEG (electro encephalography – rekaman otak) yang dibuat setelah tidak demam adalah normal

II. Klasifikasi KD menurut Livingston • Livingston membagi dalam: • KD sederhana • Epilepsy yang dicetuskan oleh demam

Ciri-ciri KD sederhana: Kejang bersifat umum Lamanya kejang berlangsung singkat (kurang dari 15 menit) Usia waktu KD pertama muncul kurang dari 6 tahun Frekuensi serangan 1-4 kali dalam satu tahun EEG normal

III. Klasifikasi KD menurut Fukuyama Fukuyama juga membagi KD menjadi 2 golongan, yaitu: • KD sederhana • KD kompleks

 Ciri-ciri KD sederhana menurut Fukuyama:
Pada keluarga penderita tidak ada riwayat epilepsy Sebelumnya tidak ada riwayat cedera otak oleh penyebab apapun Serangan KD yang pertama terjadi antara usia 6 bulan - 6 tahun Lamanya kejang berlangsung tidak lebih dari 20menit Kejang tidak bersifat fokal Tidak didapatkan gangguan atau abnormalitas pasca kejang Sebelumnya juga tidak didapatkan abnormalitas neurologist atau abnormalitas perkembangan Kejang tidak berulang dalam waktu singkat

Sub Bagian Saraf Anak Bagian IKA FKUI – RSCM Jakarta, menggunakan kriteria Livingston yang telah dimodifikasi sebagai pedoman untuak membuat diagnosis kejang demam sederhana, yaitu: 1. Umur anak ketika kejang antara 6 bulan – 6 tahun 2. Kejang berlangsung hanya sebentar saja, tidak lebih dari 15 menit 3. Kejang bersifat umum 4. Kejang timbul 16 jam pertama setelah timbulnya demam 5. Pemeriksaan saraf sebelum dan sesudah kejang normal 6. Pemeriksaan EEG yang dibuat setidaknya 1 minggu sesudah suhu normal tidak menunjukkan kelainan 7. Frekuensi bangkitan kejang dalam satu tahun tidak melebihi 4 kali

Klasifikasi ILAE (International League Against Epilepsy ) 1981

TERIMA KASIH

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->