P. 1
laporan PKL

laporan PKL

4.0

|Views: 18,744|Likes:
Published by ekobudisampurno

More info:

Published by: ekobudisampurno on Jun 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/04/2015

pdf

text

original

Proses pengolahan / penanganan limbah PKS pagar Marbau ada dua jenis yaitu :
1. Pengolahan / penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun ( B3 )
2. Pengolahan / penanganan limbah cair dari hasil pengolahan CPO

1.1 Pengolahan / Penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun
(B3)

Pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun di lakukan dengan
cara :

Menyediakan alat – alat pencegahan pencemaran lingkungan,
antara lain :

Membuat tempat khusus penampungan B3 ( pelumas
bekas )
Mengupayakan badab ( tangan ) tidak bersinggungan
langsung dengan minyak pelumas bekas
Memakai alat pelindung diri dan menggunakan alat
pelumas standart atau sesuai dengan fungsinya
Menyediakan bahan yang mudah menyerap minyak,
misalnya : pasir, goni tebal dan lain – lain
Sisa penggantian minyak pelumas tersebut di tampung / di
kumpulkan dalam suatu waduk dan tempat yang sudah di
tentukan sebelumnya. Kemudian sisa minyak pelumas
tersebut setelah penggantian di manfaatkan kembali ke
instalasi peralatan terutama kepada alat transportasi
pengolahan sperti minyak pelumas rantai ( chain ) baik yang
kecil maupun yang besar di mana hal ini juga di laksanakan
setiap hari mengolah TBS
Pemakaian minyak pelumas bekas ini tidak di benarkan
kepada lantai yang langsung tersentuh TBS

1.2 Pengolahan / Penanganan limbah cair dari hasil Pengolahan CPO

Pengolahan / penanganan limbah cair pada PKS Pagar Marbau di
lakukan dengan cara yaitu :

I. Pendinginan

Limbah cair yang telah di kutip minyak pada Fat Pit
mempunyai karakteristik bersifat asam dengan pH sekitar 4
– 4,5 dan suhu 70 – 78®C. Sebelum limbah dialirkan ke
kolam pengasaman, suhu perlu di turunkan menjadi 40 –
45® C agar bakteri mesophilik dapat berkembang dengan
baik.

II. Pengasaman

Setelah dari limbah kolam pendingin limbah akan mengalir
pengasaman yang lebih berfungsi sebagai pra kondisi bagi
limbah sebelum masuk ke kolam anaerobik. Pada kolam
akan di rombak menjadi asam lemak yang mudh menguap.

88

III Resirkulasi

Resirkulasi di lakukan dengan mengalirkan cairan dari kolam
anaerobik yang terakhir ke saluran masuk kolam
pengasaman yang bertujuan menaikan pH, menambah
nutrisi bakteri dan membantu pendinginan.

IV Pembiakan Bakteri

Bakteri yang di gunakan dalam proses anaerobik pada
awalnya di pelihara dalam satu tempat yang bertujuan untuk
memulai pembiakan bakteri. Di dalam pembiakan awal perlu
di tambahkan nutrisi yang merupakan sumber energi dalam
metabolisme bakteri seperti urea, phospate, dan limbah
yang telah di encerkan. Setelah bakteri menunjukan
perkembangan dengan indikasi timbulnya gelembung –
gelembung gas, bakteri tersebut di masukan ke kolam
pembiakan yang sebelumnya di isi dengan limbah matang.

V Proses Anaerobik

Kolam pengasaman limbah akan mengalir ke kolam
anaerobik primer. Dalam kolam anaerobik, bakteri anaerobik
yang aktif akan membentuk asam organik dan gas karbon
oksida. Selanjutnya bakteri akan mengubah asam organik
menjadi menthana dan karbon dioksida

VI Proses Fakultatif

Proses yang terjadi dalam kolam ini adalah penoonaktifan
bakteri anaerobik. Aktvitas ini dapat di ketahui dengan pada
permukaan kolam tidak di jumpai scum dan cairan tampak
kehijauan

VII Proses Aerobik

Proses yang terjadi dalam kolam ini adalah proses aerobik.
Pada kolam ini telah tumbuh ganggang dan mikroba
heterotrop yang membentuk plok. Hal ini merupakan proses
penyedian oksigen yang di butuhkan mikroba

89

VIII Masa Tinggal

Dari seluruh rangkaian tersebut di atas, masa tinggal limbah
selama proses berlangsung mulai kolam pendingin sampai air
di buang ke badan penerima membutuhkan waktu masa
tinggal selama ± 120 – 150 hari.
Berikut ini adalah data – data kolam air limbah PKS Pagar
Merbau :

No

Nama Kolam

Ukuran ( meter )

Volume
( m ³ )

Panjang Lebar Dalam

1

Seeding Pond

28

28

6

1.848

2

Anaerobik Pond I

80

40

6

15.096

3

Anaerobik Pond II

80

40

6

15.096

4

Anaerobik Pond III

80

40

6

15.096

5

Anaerobik Pond IV

80

40

6

15.096

6

Fakultatif Pond I

70

40

6

13.668

7

Fakultatif Pond II

70

40

3

13.668

8

Aeration Pond

70

90

3

17.487

9

Polisihing Pond I

45

35

3

4.032

10

Polisihing Pond II

45

35

3

4.032

11

Aeration Pond Lumpur Aktif

35

15

4

2.100

12

Polisihing Pond Lumpur Aktif

5

15

4

231

90

BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Setelah penulis mengadakan kerja praktek di PTPN II PKS Pagar Merbau. Maka penulis dapat
memberikan beberapa kesimpulan yaitu :
1. Pabrik Kelapa Sawit ( PKS ) PTPN II Pagar Merbau adalah salah satu pabrik
pengolahan kelapa sawit menjadi minyak sawit ( crude palm oil ) dan inti sawit (
Kernel )

2. Kapasitas pengolahan di PTPN II ( PERSERO ) PKS Pagar Merbau adalah 50 Ton TBS /

Jam

3. PTPN II PKS Pagar Merbau selain mengolah TBS hasil kebun sendiri juga mengolah
TBS dari Pihak – III

SARAN

1. Perlunya menambah mesin – mesin berteknologi tinggi serta mengganti mesin –
mesin yang sudah rusak atau tidak dapat di gunakan lagi guna mempelancar
produksi.
2. Bahan – bahan yang berupa hasil pemotongan logam teknik dan sisa dari
pengolahan TBS sebaiknya di buang pada tempat tertentu, agar lingkungan pabrik
teratur dan rapi.
3. Kedisplinan dan kebersihan di lingkungan pabrik agar tetap di pertahankan
4. penggunaan alat – alat pendukung seperti alat pengaman dan perlindungan kerja
perlu di tingkatkan lagi agar kesehatan dan keselamatan kerja lebih terjamin.

91

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->