P. 1
Hukum Perdata

Hukum Perdata

|Views: 563|Likes:
Published by Ghaisandi Oktrianda

More info:

Published by: Ghaisandi Oktrianda on Jun 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2012

pdf

text

original

HUKUM PERDATA

1. Bisnis dapat diterjemahkan sebagai suatu urusan / kegiatan dagang. Apa sesungguhnya pengertian bisnis dalam arti luas dan bagaimana hubungan antara bisnis dan hukum perdata? 2. Apakah yang dimkasud dengan hukum perdata?(menurut pakar hukum yang sesuai dengan pendapat anda) Dan bagaimanakah sistematika hukum perdata menurut KUH perdata? 3. Menurut hukum perdata, orang adalah subjek hukum dan dapat berupa manusi dan badan hukum. Dimanakah masing-masing subjek ini diatur dalam KUH perdata? 4. Mengapa suatu domisili itu penting bagi subjek hukum? Dan apakah yang dimaksud dengan domisili pilihan? 5. Apakah pengertian perkawinan menurut KUH Perdata dan UU No.1 tahun 1974? Dimana letak perbedaannya? 6. Apakah yang dimaksud dengan harta perkawinan? Dan sebutkan macam-macamnya! 7. Apa yang dimaksud dengan benda swbagai subjek hukum secara yuridis dan bagaimana pembagian benda menurut KUH Perdata? 8. Diantara semua pembedaan benda, pembedaan antara benda bergerak dan tidak bergerak merupakan hal penting mengapa dimikian? 9. Jelaskan perbedaan antara hak gadai, hak hipotik dan hak tanggungan? 10. Dalam perikatan baik yang timbul dari perjanjian maupun tidak terdapat prestasi, dapat berupa apa sajakah prestasi itu dan apa persyaratan prestasi? 11. Buku ke III KUH Perdata menganut asas kebebasan dalam hal memmbuat perjanjian sehingga ada perjanjian yang bertitel maupun perjanjian yang tidak bertitel. Dimanakah hal ini diatur dalam KUH Perdata? 12. Jelaskan yang dimaksud bahwa buku ke III KUH Perdata menganut system terbuka, sedangkan buku ke II menganut system tertutup. Jelaskan apa maksudnya! 13. Apa syarat sahnya suatu perjanjian itu? Serta apa yang diatur pada pasal 1320, maupun pasal 1331 KUH Perdata? 14. Apakah yang dimaksud dengan resiko, wanprestasi, dan forcemajeur? 15. Jelaskan tentang alat-alat bukti dalam perkara perdata yang anda ketahui! 16. Jelaskan bagaimana penggolongan kaula Hindia-Belanda berdasarkan pasal 163 I.S. (Indische Staarstrecht) dan bagaimana pemberlakuan hukum perdata bagi masing-masing golongan berdasar pasal 131 I.S.!

17. Dimana letak perbedaan sistematika hukum perdata menurut pembentuk KUH Perdata dan menurut para tokoh hukum(doktrin), jelaskan! Serta jelaskan apa alasan para pakar hukum sehingga timbul perbedaan ini! 18. Dengan adanya berbagai peraturan hukum baru dibidang hukum perdata, terdapat beberapa ketentuan KUH Perdata yang dinyatakan tidak berlaku lagi. Ketentuan KUH Perdata yang manakah ini? Dan peraturan hukum mana yang berperan sebagai penggantinya? 19. Bagaimana kedudukan KUH Perdata menurut MA dan apa alasannya? 20. Jelaskan yang dimaksud dengan ketentuan KUH Perdata yang bersifat sebagai pelengkap (aanvallend) dan yang bersifat memaksa (dwinged)? Berikan contoh! 21. Jelaskan syarat-syarat apa yang harus dipenuhi manusia alami untuk dapat disebut sebagai subjek hukum yang dapat melakukan perbuatan hukum! 22. Apa yang dimaksud dengan perjanjian kawin? 23. Apa hak dan kewajiban orangtua dan anak kandung (termasuk anak sah yang disahkan) dalam suatu keluarga menurut UU perkawinan? 24. Menurut pasal 1997 KUH Perdata bezit atas barang-barang bergerak objek perdagangan merupakan hakyang sempurna. Jelaskan! 25. Jelaskan ada berapa macam cara untuk memperoleh Bezit atas benda bergerak maupun benda tak bergerak! 26. Dalam hukum perdata terdapat hak kebendaan dan hak perorangan (yang bersifat relative) terdapat pula hak kebendaan yang memberikan kenikmatan dan yang memberikan jaminan. Berikan contoh dan jelaskan masing-masing! 27. Jelaskan yang dimaksud dengan perwalian, pengampuan (curatele), dan jaminan Fidusia!

JAWAB
1. Bisnis adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang & jasa dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Griffin dan Ebert Bisnis merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Dari kedua pengertian tersebut, Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi. Bisnis dan hukum perdata memiliki kaitan yang sangat erat. Bisnis merupakan kegiatan yang melibatkan dua pihak baik perorangan ataupun kolektif dan kegiatan itu diatur dalam hukum

perdata. Tidak hanya dalam KUH Perdara tetapi juga dalam KUH Dagang. Selain itu, bisnis juga berhubungan dengan perjanjian, masalah kepailitan, dan masalah perizinan. 2. Hukum perdata adalah semua hukum “privat materiil”, yaitu segala hukum pokok yang mengatur kepentingan-kepentiangn perseorangan. Menurut Prof. DR. Rahmat Sanusi, SH, Hukum Perdata adalah himpunan kaedah-kaedah hukum yang pada asasnya mengatur kepentingan-kepentingan perserorangan dan sebagian kepentingan masyarakat. Sistematika hukum perdata dalam KUH Perdata (BW) terdiri atas empat buku, yaitu:  Buku I, perihal orang (van personen): memuat hukum perorangan dan keluarga  Buku II, perihal benda (van zaken): memuat hukum kebendaan dan waris  Buku III, perihal perikatan (van verbintenis): memuat hukum kekayaan, terutama mengenai hak dan kewajiban yang berlaku bagi orang-orang tertentu.  Buku IV, perihal pembuktian dan lewat waktu (van bewijz en verjaring): memuat hal alat pembuktian dan akibat dari lewat waktu terhadap berbagai hubungan hukum. 3. Ketentuan manusia alami (natuurlijke person) sebagai subjek hukum diatur dalam buku I KUH Perdata perihal orang (van personen). Sedangkan untuk badan hukum, tidak dikenal dalam KUH Perdata. Tetapi dalam pengertian yang sama sebagai hasil dari suatu perjanjian yang dikenal dalam buku III KUH Perdata bab IX tentang Perjanjian Khusus pasal 1653-pasal 166 tentang perkumpulan (zedeijk lichaam), buku I KUH Dagang, dan berbagai perundang-undangan. 4. Domisili penting karena untuk menetapkan a. Di mana seseorang harus menikah b. Di mana seseorang dapat dipanggil oleh pengadilan c. Pengaadilan mana yang berwenang terhadap seseorang Domisili pilihan adalah domisili dimana pihak-pihak dalam suatu perjanjian memilih domisili di kantor seorang notaris atau kepanitraan pengadilan negeri tertentu, badan hukum memilih domisilinya di kantor pusat kegiatan usahanya. Hal ini bermaksud untuk memudahkan pihak penggugat bila sampai terjadi suatu perkara di muka hakim. 5. Pengertian perkawinan menurut UU No.1 tahun 1974 Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Mahaesa. Pengertian perkawinan menurut KUH Perdata adalah pertalian yang sah antara seseorang lelalki dan seorang perempuan untuk waktu yang sama. Undang-Unsanh memandang perkawinan hanya dari hubungan keperdataan (pasal 26 Bugerlijk Wetboek). Perbedaan perkawinan menurut UU No.1 tahun 1974 dan menurut KUH Perdata

 Dalam KUH Perdata, umur yang dibolehkan untuk kawin adalah 18 tahun untuk pria dan 15 tahun untuk wanita, sedangkan menurut UU No.1/1974 adalah 19 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk wanita  Dalam KUH Perdata batas umur untuk tetap memerlukan izin dari orang tua untuk menikah adalah 30 tahun, sedangkan pada UU No.1 /1974 adalah 21 tahun. 6. Harta perkawinan adalah harta benda yang dapat digunakan oleh suami-isteri untuk membiayai biaya hidup mereka sehari-hari beserta anak-anaknya. Suami dan isteri sebagai suatu kesatuan bersama anak-anaknya dalam masyarakat adat disebut somah atau serumah Macam-macam harta perkawinan:  Harta pribadi adalah harta bawaan dari masing-masing suami isteri dan harta yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan.  Harta Bersama (syirkah) adalah harta yang diperoleh baik sendiri-sendiri maupun bersama suami isteri selama dalam ikatan perkawinan berlangsung tanpa mempersoalkan terdaftar atas nama siapapun. 7. Pengertian benda sebagai subjek hukum secara yuridis adalah segala sesuatu yang dapat di haki atau yang dapat menjadi objek hak milik (pasal 499 BW). Benda merupakan objek hukum secara yuridis: a. Benda tidak diperoleh secara bebas dari alam, seperti angin, cahaya matahari, panas matahari, dan air hujan. b. Benda itu bernilai, berguna, atau bermanfaat bagi manusia meskipun tidak memiliki nilai ekonomis seperti keris pusaka. c. Benda itu secara hukum dianggap sebagai suatu kesatuan yang utuh, seperti pintu mobil sebagai bagian dari sebuah mobil. Pembagian benda menurut KUH Perdata: a. Digolongkan benda bergerak (menurut pasal 504 KUH Perdata) karena sifatnya mudah dipindahkan (mobil) dan karena ketentuan undang-undang (saham). Benda bergerak terdiri atas:  Benda yang berwujud seperti alat tulis, alat rumah tangga.  Benda yang tidak berwujud seperti piutang atas nama, hak gadai, saham. b. Benda tidak bergerak (benda tetap) menurut pasal 506-508 KUH Perdata, benda digolongkan sebagai benda tidak bergerak karena sifatnya, ketentuan undang-undang, tujuan pemakaiannya seperti mesin-mesin pabrik. Benda tidak bergerak terdiri atas:  Benda yang berwujud seperti tanah dan gedung.

 Benda yang tidak berwujud seperti hak guna bangunan. 8. Penggolongan benda bergerak dengan benda tidak bergerak penting karena: 1. Cara penyerahannya (levering) Penyerahan benda bergerak dilakukan dengan penyerahan nyata (rieele levering), sedangkan penyerahan benda tidak bergerak (tetap) dilakukan tanpa harus menyerahkan bendanya tetapi cukup surat yang memberikan hak atas benda itu. 2. Cara pembebanannya sebagai agunan atas suatu pinjaman Pembebanan atas benda bergerak menimbulkan hak gadai (pand) yang harus dilakukan dengan penyerahan nyata (pasal 612), pembebanan atas benda tidak bergerak menimbulkan hak hipotik yang harus dilakukan dengan memenuhi syarat hukum tertentu (pasal 612) seperti Akta Notaris dan dalam hal jual-belii/pemindahan hak atas tanah/bangunan menimbulkan Hak Tanggungan (UU No 4 tahun 1996) yang harus dibuat dengan Akta PPAT (Notaris, Camat karena jabatannya). 9. Hak gadai adalah hak kebendaan yang bersifat memberikan jaminan hutang atas benda bergerak yang diserahkan debitur atau orang lain atas namanya disertai pemberian kuasa kepada kreditur untuk menjual benda itu dan didahulukan daripada orang-orang berpiutang lainnya apabila debitur tidak dapat melunasi kewajiban membayar hutangnya dengan pengecualian untuk mendahulukan biaya lelang benda tersebut dan biaya yang telah dikeluarkan untuk menyelamatkannya setelah benda digadaikan (pasal 1150 – 1160) Hak hipotik adalah hak kebendaan yang bersifat memberikan jaminan atas benda tidak bergerak untuk mengambil penggantian dari padanya bagi pelunasan suatu perikatan utang-piutang apabila debitur tidak dapat memenuhi kewajiban membayar utangnya dan mengambil pelunasan dari benda tersebut secara didahulukan dari pada orang-orang berpiutang lainnya (pasal 1162 – pasal 1232) Hak tanggungan adalah hak jaminan yang dibebankan pada hak atas atan sebagai mana dimaksud dalam UU No. 5/1960 tentang UU Pokok Agraria, berikut atau tidak berikut bendabenda lain yang merupakan satu kesatuan dengan tanah itu untuk pelunasan utang tertentu. 10. Prestasi adalah objek dari perikatan yang merupakan hak kreditur dan kewajiban debitur yang dapat dituntut, dapat berupa : 1. Memberikan sesuatu: membayar harga, menyerahkan barang 2. Berbuat sesuatu: memperbaiki barang yang rusak,membongkar bangunan,berdasarkan putusan pengadilan 3. Tidak berbuat sesuatu: tidak mendirikan suatu bangunan berdasar putusan pengadilan Syarat dari suatu prestasi adalah:

 Objeknya harus tertentu (menurut pasal 1320 menyebutkan sebagai unsur terjadinya persetujuan suatu objek tertentu, tetapi hendaknya ditafsirkan sebagai dapat ditentukan).  Objek harus diperbolehkan (pasal 1335), artinya tidak boleh bertentangan dengan UU, ketertiban umum, dan kesusilaan.  Objeknya dapat dinilai dengan uang  Objeknya harus mungkin dilakukan, artinya mungkin dilaksanakan menurut kemampuan manusia. 11. Perjanjian bertitel adalah perjanjian-perjanjian yang banyak dipakai masyarakat dan oelh pembentuk KUH Perdata diatur dan diberi title tertentu serta dimuat dalam bagian khusus (bab V – bab XVIII) Perjanjian tak bertitel adalah perjanjian di luar perjanjian bertitel yang tumbuh dalam masyarakat dengan sebutan sesuai dengan kebutuhan pihak-pihak yang mengadakan perjanjian, seperti perjanjian pemasana dan pengelolaan. 12. Buku KUH Perdata III menganut sistem terbuka yang berarti setiap orang bebas membuat macam-macam perjanjian yang melahirkan macam-macam perjanjian yang melahirkan macammacam hak perseorangan yang tidak melanggar undang-undang, ketertiban umum dan/atau kesusilaan. Buku KUH Perdata II perihal benda menganut sistem tertutup yang berarti macam Hak Kebendaan terbatas, orang tidak dapat mengadakan hak kebendaan lain kecuali yang telah ditetapkan. Hak Kebendaan dibedakan atas: 1) 2) 3) 4) Hak Kebendaan menurut KUH Perdata Hak Kebendaan atas tanah Hak Kebendaan yang member jaminan Hak Atas Kekayaan Intelektual

13. Syarat sahnya suatu perjanjian menurut pasal 1320 diperlukan 4 syarat:  Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya.  Kecakapan untuk membuat perikatan  Adanya suatu hal tertentu  Suatu sebab yang halal atau diperbolehkan Pasal 1321 KUH Perdata berbunyi “Tiada sepakat yang sah apabila sepakat itu diberikan karena kekhilafan, atau diperolehnya dengan paksaan atau penipuan.” Menurut pasal 1321 kesepakatan tidak akan terjadi apabila terjadi kekhilafan:

 Kekhilafan mengenai orangnya  Kekhilafan mengenai barangnya 14. Resiko adalah kewajiban yang memikul kerugian jika ada sesuatu kejadian di luar kesalahan salah satu pihak yang menimpa benda yang dimaksudkan dalam perjanjian. Wan prestasi, artinya apabila ada seorang debitur yang tidak memenuhi kewajiban atau terlambat memenuhinya atau memenuhinya tidak seperti yang dijanjikan. Keadaan memaksa (force major), artinya keadaan yang timbul yang tidak dapat diketahui pada waktu perjanjian itu dibuat atau setidak-tidaknya tidak dipikul resikonya oleh si debitur, sehingga debitur tidak perlu membayar ganti rugi. 15. R 16.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->