P. 1
Pengorganisasian

Pengorganisasian

|Views: 1,161|Likes:
Published by Imam Syahdani

More info:

Published by: Imam Syahdani on Jun 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2014

pdf

text

original

•Aktivitas manajer dalam perencanan,
pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan
pengendalian memerlukan waktu untuk mengambil
keputusan tentang kecocokan antarindividu, tugas
pekerjaan dan efektivitas.
•Keputusan tersebut secara spesifik dipengaruhi oleh
manajer maupun oleh ciri bawahan. Pengambilan
keputusan tentang siapa yang melaksanakan tugas,
tanpa mengetahui perilaku dapat memberikan
dampak negatif jangka panjang yang amat sulit
untuk diubah kembali.

VARIABEL
FISIOLOGIS

VARIABEL
LINGKUNGAN

PERILAKU
INDIVIDU

VARIABEL
PSIKOLOGIS

Kemampuan fisik,
kemampuan mental

Persepsi, sikap,
kepribadian, belajar,
dan motivas

Keluarga, kebudayan,
dan kelas sosial

Variabel yang mempengaruhi perilaku

•Gibson dan kawan-kawan
mengemukakan bahwa terdapat empat
ciri utama dari individu yang
mempengaruhi efetivitas organisasi. Ciri
yang dimaskud adalah :

1.Persepsi (pecrception)
2.Sikap (attitudes),
3.Kepribadian (personality), dan
4.Pembelajaran (learningi)

1.Persepsi (pecrception)

Persepsi adalah proses pemberian arti
terhadap lingkungan oleh individu. Karena
setiap individu memberi arti kepada stimulus
maka individu yang berbeda akan melihat
barang yang sama dengan cara yang
berbeda.

Faktor –faktor yang mempengaruhi persepsi
seseorang atau orang lain, objek, dan tanda
adalah sebagai berikut :
a.Organisasi Persetual

Salah satu prinsip organisasi yang paling dasar yang
paling bertalian dengan organisasi adalah
kecenderungan individu menyusun pola stimulus
maka individu yang berbeda akan melihat barang
yang sama dengan cara yang berbeda.

b.Stereotip

Cara manajer mengelompokkan bawahan seringkali
merupakan suatu refleksi dari prasangka
konseptualnya (conceptual bias). Stereotip
digunakan untuk deskripsi penilaian mengenai
seseorang atas dasar keanggotaan kelompok
etnisnya.

c.Persepsi selektif

Konsep persepsi selektif (selective perception) amat
penting bagi manajer karena mereka seringkali
menerima sejumlah besar informasi yang mendukung
pandangan mereka. Individu cenderung mengabaikan
informasi yang dapat membuat mereka merasa tidak
senang.
d.Karakteristik manajer
Manajer yang mempersepsi perilaku dan perbedaan
indiviudal dari para bawahan dipengaruhi oleh
sifatnya sendiri. Apabila mereka memahami bahwa
sifat-sifat dan nilai mereka sendiri memengaruhi
persepsi, mungkin mereka dapat melaksanakan
evaluasi yang lebih teliti mengenai bawahan mereka.

e.Faktor situasional

Tekanan waktu, sikap yang bekerja sama dengan
manajer, dan faktor-faktor situasi lain memengaruhi
ketelitian persepsi.

f.Kebutuhan

Kebutuhan dan keinginan individu, demikian pula
manajer akan memengaruhi persepsi.

g.Emosi

Emosi seseorang lebih banyak memengaruhi
persepsi yang kuat, seperti rasa benci yang
berlebihan terhadap suatu peraturan organisasi
dapat menyebabkan individu tersebut tidak
menyenanngi sebagian besar kebijakan dan
peraturan organisasi.
Demikian pula sebaliknya terhadap individu yang
memiliki emosi yang rendah hanya berpengaruh
sedikit terhadap persepsi.

2.Sikap

Adalah kesiapsiagaan mental yang diorganisasikan
melalui pengalaman yang memiliki pengaruh tertentu
kepada tanggapan seseorang terhadap orang, objek,
dan situasi yang berhubungan denganya.
Definisi ini memberikan pengaruh kepada manajer
sebagai berikut :
1.Sikap menentukan kecenderungan individu
terhadap segi tertentu dari dunia ini.
2.Sikap memberikan dasar emosional bagi
hubungan interpersonal seseorang dan
pengenalannya terhadap orang lain.
3.Sikap di organisasi dan dekat dengan inti
kepribadian.

•Salah satu hal yang dapat digunakan sebagai
cara mengorganisasi sejumlah sikap adalah
nilai.

•Nilai (value), sebagaimana didefinisikan oleh
Edwar Spranger (1975:11) adalah kumpulan
dari perasaan senang dan tidak senang,
pandangan, keharusan, kecenderungan dalam
diri individu, pendapat rasional dan yang tidak
rasional, prasangka, dan pola asosiasi yang
menentukan pandangan seseorang tentang
dunia.
•Nilai amat penting untuk memahami perilaku
manajemen yang efektif. Akan tetapi, nilai tidak
hanya memengaruhi persepsi dari alat yang
tepat untuk mencapai tujuan.

3.Kepribadian

Salah satu masalah rumit yang harus dipahami oleh
manajer suatu organisasi adalah hubungan antara
perilaku, dan kepribadian. Faktor-faktor hasil cipta
karya manusia dan sosial dapat memengaruhi
kepribadian individu. Secara singkat Salvatore R.
Maddi (1980:41) membatasi bahwa kepribadian
seseorang adalah serangkaian ciri yang relatif
mantap, kecenderuangan dan perangai yang
sebagian besar bentuk oleh faktor keturunan dan
oleh faktor-faktor sosial, kebudayaan, dan
lingkungan. Serangkaian variabel ini menentukan
persamaan dan perbedaan dalam perilaku individu.

Pendekatan konseptual yang seringkali digunakan untuk
memahami kepribadian individu adalah pendekatan ciri dan
teori psikodinamis.

a.Pendekatan ciri

Ciri adalah kecenderungan yang dapat diduga, yang
mengarahkan perilaku individu berbuat dengan cara yang
konsisten dan khas. Ciri menghasilkan perilaku yang
konsisten karena ciri merupakan sifat yang menetap dan
memiliki jangkauan yang umum.
b.Teori psikodinamis
Sifat dinamis dari kepribadian belum dikemukakan secara
sungguh-sungguh sampai terbitnya karangan Sigmund
Freud mengemukakan perbedaan individu dalam kepribadian
dengan mengajukan pendapat bahwa individu menghadapi
motivasinya yang utama secara berbeda. Tetapi perang terus
menerus antara dua bagian dari kepribadian, yaitu Id dan
superego yang diperlemah oleh ego.

•Id diartikan sebagai yang primitif dan tidak sadar
dari kepribadian, gudang stimulus pokok.
•Id bekerja secara tidak rasional dan secara
impulsif, tetapi tanpa mempertimbangkan hal-hal
yang diiinginkan tersebut mungkin atau dapat
diterima dari segi moral.
•Superego adalah gudang dari nilai individu,
termasuk sikap moral yang dibentuk oleh
masyarakat

Kepribadian
individu

Kelas Sosial
dan kekuatan

Kekuatan
Keturunan

Kekuatan
Kebudayaan

Kekuatan
Hubungan keluarga

Determinan Kepribadian Individu

c.Teori Humanistis

Pendekatan humanistis terhadap pemahaman
memberi tekanan pada perkembangan dan
aktualisasi diri (self-actualization) dari individu. Teori
humanistis menekankan pentingnya cara
meresepsikan dunia mereka dan kekuatan yang
mempengaruhinya. Teori humanistis menekankan
individu dan pentingnya aktualisasi diri bagi
kepribadian

4.Belajar

Belajar adalah proses terjadinya perubahan
yang relatif tetap dalam perilaku sebagai
akibat dari praktik.
Relatif menunjukkan bahwa perubahan
dalam perilaku harus banyak bersifat
permanen. Praktik dimaksudkan untuk
mencakup formal dan juga pengalaman
yang tidak terkendalikan. Perubahan yang
menjadi ciri belajar mungkin adaptif dan
memajukan efektivitas tetapi mungkin juga
tidak adaptif dan tidak efektif.

Ciri Utama

Deskripsi

Faktor-faktor yang mempengaruhi

1.Persepsi

Proses pemberian arti terhadap
lingkungannya

1.Organisasi perspektual
2.Stereotip
3.Persepsi selektif
4.Karakteristik manajer
5.Faktor situasional
6.Kebutuhan
7.Emosi

2. Sikap

Kesiapsiagaan mental yang diorganisasi
lewat pengalaman

1.Keluarga
2.Teman sekerja dalam kelompok
3.Masyarakat
4.Lingkungan
5.Pengalaman bekerja sebelumnya

3. Kepribadian

Ciri yang relatif mantap, kecenderungan,
dan perangai yang dimiliki oleh individu

1.Faktor keturunan
2.Faktor sosial
3.Kebudayaan
4.Pendidikan
5.Lingkungan

4. Belajar

Proses pematangan diri melalui perilaku
dan praktik

1.Motivasi
2.Kecerdasan
3.Tuntutan pekerjaan
4.Lingkungan

Ciri Utama Individu dan Pengaruhnya Terhadap Efektivitas Organisasi

C. Kelompok dan Perilaku Pengorganisasian

•J.W. McDavid dan M. Harari (1968:237)
mendefinisikan kelompok sebagai suatu sistem
yang terorganisasi yang terdiri atas dua orang
atau lebih yang saling berhubungan sedemikian
rupa sehingga sistem tersebut melakukan fungsi
tertentu, memiliki serangkaian peran hubungan
antar anggotanya, dan memiliki serangkaian
norma yang mengatur fungsi kelompok dan tiap-
tiap anggotanya.

Beberapa ciri dari kelompok, seperti peran dan norma.
Peran yang ada dalam kelompok terdiri dari :

Peran yang dirasakan adalah serangkaian perilaku yang
dianggap harus dilakukan oleh orang yang menduduki posisi
yang bersangkutan;
Peran yang dimainkan adalah perilaku yang benar-benar
dilakukan oleh seseorang.

Norma adalah standar yang diterima oleh para anggota
kelompok. Norma memiliki karakteristik tertentu yang
penting bagi para anggota kelompok, yaitu :

1.Norma hanya dibentuk sehubungan dengan hal-hal yang
penting bagi kelompok.
2.Norma diterima dalam berbagai macam hierarki oleh para
anggota kelompok;
3.Norma mungkin berlaku bagi setiap anggota atau mungkin
hanya berlaku bagi beberapa anggota kelompok.

•Kelompok menurut Gibson adalah dua orang
bawahan atau lebih yang saling mempengaruhi
dengan cara sedemikian rupa sehingga perilaku
dan/atau hasil seorang angota dipengaruhi oleh
perilaku dan/atau hasil karya para anggota
lainnya (Gibson, Ivancevich, dan Donnely, 1984
:324-325).
•Dua tipe kelompok, yaitu kelompok formal dan
kelompok informal dibentuk karena beberapa
alasan.

Alasan yang dimaksudkan Gibson sebagai berikut :

1.Pemuasan Kepuasan

Untuk mempengaruhi kepuasan atas terpenuhinya
kebutuhan dapat merupakan daya stimulus yang kuat
untuk pembentukan kelompok. Khususnya kebutuhan
keamanan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri
dari beberapa bawahan dapat dipuaskan dengan
cara bergabung dalam kelompok.

2.Kedekatan dan Daya Tarik

Kedekatan adalah jarak fisik antara bawahan yang
melaksankan pekerjaan. Sedangkan daya tarik
menunjukkan daya tarik individu yang satu dengan
yang lainnya karena mereka memiliki kesamaan
persepsi, sikap, hasil karya, atau motivasi.

3.Tujuan Kelompok

Apabila dipahami secara seksama tujuan
kelompok dapat merupakan alasan mengapa
individu tertarik kepada kelompok.

4.Alasan EKonomi

Seringkali individu membentuk kelompok
karena berpendapat bahwa mereka dapat
memperoleh keuntungan ekonomis yang
lebih besar daripada pekerjaan mereka.

Brends Bass (1965:197-198)
mengemukakan suatu model dari
perkembangan kelompok dengan suatu
asumsi bahwa kelompok menempuh tahap
perkembangan sebagai berikut :

a.Saling menerima
b.Komunikasi dan pengambilan keputusan
c.Motivasi dan produktivitas
d.Pengendalian dan organisasi

a.Saling menerima

Pada tahap permulaan dari pembentukan kelompok, pada
umunya para anggota segan untuk saling berkomunikasi. Para
anggota secara spesifik tidak bersedia menyatakan
pendapatnya, sikap dan kepercayaannya.

b.Komunikasi dan pengambilan keputusan

Tahap kedua setelah sekelompok saling menerima, para
anggotanya mulai mengadakan komunikasi terbuka diantara
satu dengan yang lainnya.komunikasi tersebut menghasilkan
kepercayaan yang meningkat dan bahkan menimbulkan
interaksi yan lebih banyak diantara para anggota kelompk.

c.Motivasi dan produktivitas

Para anggota kelompok berusaha mencapai tujuan kelompok
kelompok bekerja sebagai unit yang bekerja sama dan tidak
sebagai unit yang saling berkompetisi.

d.Pengendalian dan organisasi

Dimana afiliasi kelompok dinilai para anggotanya dikelola oleh
norma kelompok. Tujuan kelompok lebih penting daripada tujuan
individu. Norma kelompok dipegang teguh. Oleh karena itu,
setiap pelanggaran diberi sanksi.

Untuk memahami perilaku kelompok perlu
diketahui karakteristik umum sebagai berikut :

1.Struktur

Pada tiap kelompok berkembang beberapa tipe struktur
setelah melewati jangka waktu tertentu.

2.Hierarki status

Status yang diberikan kepada posisi tertentu merupakan
konsekuensi dari karakteristik tertentu, yang membedakan
antara posisi yang satu dengan posisi yang lainnya
.

3.Peran

Setiap posisi dalam struktur kelompok memiliki peran
yang saling berhubungan, yang terdiri atas perilaku yang
diharapkan dari mereka yang menduduki posisi tersebut.

4.Norma

Seperti pernah disinggung di muka bahwa norma adalah
standar yang diterima oleh para anggota kelompok.

5.Kepemimpinan

Peran kepemimpinan dalam kelompok merupakan
suatu karakteristik penting dalam kelompok.
Pemimpin kelompok memiliki pengaruh tertentu para
anggota kelompok.

6.Kesatupaduan.

Baik formal maupun informal tampaknya memiliki
hubungan yang amat erat kesamaan sikap, perilaku
dan perbuatan. Kedekatan ini biasanya disebut
kesatupaduan. Kesatupaduan dipandang sebagai
suatu kekuatan yang memaksa para anggota untuk
tetap berada dalam satu kelompok. Kekuatan
tersebut lebih besar daripada kekuatan yang menarik
para anggota untuk keluar dari kelompok

D. Cartrivright dan A. Zander (1968), Robbin (1994)
mengemukakan bahwa suatu kelompok dapat memiliki
daya tarik, disebabkan oleh hal-hal berikut :
1.Tujuan kelompok dan tujuan para anggota dapat
sinkron dan ditemukan secara jelas.
2.Kelompok mempunyai seorang pemimpin yang
berkharisma.
3.Kelompok tersebut cukup kecil dan memungkinkan
para anggotanya dapat saling mendengar pendapat
dan saling mengevaluasi.
4.Para anggotanya dapat mengatasi hambatan dan
rintangan dan mereka saling mendukung serta tidak
membatasi perkembangan dan kemajuan pribadi.

Peran yang
ada

Alasan
Pembentukan

Tahap
perkembangan

Karakteristik
setelah
berkembang

Daya tarik

1.Peran yan
dirasakan
2.Peran
yang
dimainkan

1.Pemuasaan
kepuasan
2.Kedekatan
dan daya
tarik.
3.Tujuan
kelompok
4.Alasan
ekonomi

1.Saling
menerima
2.Komunikasi
dan
pengambilan
keputusan
3.Motivasi dan
produktivitas

1.Struktur
2.Hierarki status
3.Peran
4.Norma
5.Kesatupaduan

1.Sinkoronisasi
tujuan individu
dengan tujuan
kelompok
2.Adanya
pemimpin yang
karismatik
3.Reputasi dan
nama baik
kelomopok
4.Kelompok relatif
kecil
5.Saling
mendukung dan
mengatasi
hambatan

Karakteristik Kelompok dan Perilaku Organisasi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->