P. 1
Apa Itu Biopori

Apa Itu Biopori

|Views: 278|Likes:

More info:

Published by: Stepanus Tri Hartanto on Jun 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/26/2014

pdf

text

original

Apa itu Biopori ?

oleh bioporijogja pada 16 Oktober, 2008

Kesadaran manusia dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup semakin berkembang akhir-akhir ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan teknologi biopori . . . Tetapi,apa itu biopori?

Biopori adalah pori-pori makro berbentuk liang sinambung yang berfungsi untuk mempercepat peresapan air, khususnya air hujan, ke dalam tanah. Sehingga Tanah memiliki ketersediaan banah organik yang cukup dan fauna tanah dapat berkembang dengan baik. Cara membuat biopori adalah dengan membuat lubang vertikal ke dalam tanah sehingga diperoleh permukaan seluas permukaan dinding lubang. Lubang ini disebut Lubang Resapan Biopori (LRB). Lubang ini akan diisi dengan sampah organik, seperti daun-daun kering,rantingranting halus, dan lainnya. Tujuannya adalah memikat fauna tanah, seperti cacing tanah, untuk memakan sampah organik dalam membentuk biopori, dan melindungi permukaan lubang resapan dari penyumbatan yang diakibatkan sedimen – sedimen halus dan lumut. Tingkat peresapan air dalam lubang akan menigkat seiring dengan bertambahnya biopori yang telah terbentuk sehingga proses pelapukan sampah organik oleh fauna tanah berlangsung aerobik (kondisi beroksigen). Hasilnya, sampah-sampah organik tersebut akan menjadi kompos yang bisa digunakan sebagai pupuk. Disamping itu, air yang keluar dari sampah organik tersebut (leachate) akan diserap tanah menjadi perekat/pengikat unsur tanah dan pori tanah. Untuk jangka menengah dan jangka panjang, tentunya akan berimbas pada peningkatan air tanah, sehingga persediaan air tanah akan mencukupi di masa mendatang. (sumber : Lubang Resapan Biopori karangan Kamir R. Brata dan Anne Nelistya)
http://bioporijogja.wordpress.com/2008/10/16/apa-itu-biopori/

Biopori: Solusi Murah Meriah Mengatasi Kelangkaan Air Gugun April 1, 2010 0 Comment How to, Knowledge

Dilihat: 926 kali Akhir-akhir ini kian marak dengan isu Global Warming atau Pemanasan Global. Tadi pagi saya menonton Metro TV ada acara tentang bagaimana cara menghadapi krisis ketersediaan air, emang sih sebagian besar dunia terdiri dari air tapi hanya 25% yang dapat dikonsumsi manusia. Akhir-akhir ini sebagian daerah di jawa barat seperti kabupaten Bandung dan Karawang malah sangat berlimpah dengan air alias banjir hehe , tapi yang dimaksud kekurangan bukan kekurangan seperti itu melainkan kurangnya ketersediaan air minum yang rata-rata berasal dari air tanah.

Gambar dari duniashinichi.blogspot.com Nah dari acara Metro TV tersebut mengusulkan salah satu solusi yang murah yaitu dengan Biopori hasil karya dari IPB (Institut Pertanian Bogor). Karena saya tidak tahu apa itu Biopori, saya langsung bertanya ke mbah Google yang segala tahu. Tadinya saya berniat mencari tahu langsung ke situs Kementrian Lingkungan Hidup tapi entah kenapa situs tersebut tidak bisa diakses, tanya kenapaaa?? :confused: Sampai akhirnya saya “nyasar” ke situs Pemerintah Provinsi Jakarta, seperti inilah keterangannya: Apa itu Lubang Resapan Biopori (LRB)? LRB adalah lubang yang dibuat secara tegak lurus (vertikal) kedalam tanah, dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman 100cm. Atau tidak melebihi muka air tanah dangkal. Lubang perlu diisi sampah organik sebagai sumber makanan fauna tanah dan akar tanaman yang mampu membuat biopori atau liang (terowongan-terowongan kecil) di dalam tanah.

Gambar dari duniashinichi.blogspot.com Alat apa saja yang digunakan untuk membuat LRB? Alat yang digunakan: bor tanah (Bor Biopori) atau alat lain yang dapat membuat lubang vertikal, seperti linggis dan alat untuk mengeluarkan tanah dari mata bor. Bagaimana membuat Lubang Resapan Biopori 1. Cari lokasi yang tepat untuk membuat lubang LRB, yaitu pada daerah air hujan yang mengalir seperti taman, halaman parkir, dsb nya. 2. tanah yang akan dilubangi disiram dengan air supaya mudah untuk dilubangi. 3. Letakkan mata bor tegak lurus dengan tanah untuk memulai pengeboran. 4. Lubangi tanah dengan bor Biopori, (bor Biopori adalah bor untuk tanah mineral), dengan menekan bor kekanan sambil diputar kekanan hingga bor masuk kedalam tanah. 5. Dan untuk memudahkan dalam pengeboran, lakukan penyiraman dengan air selama pengeboran. 6. Nah setiap kurang lebih 15 cm atau sedalam mata bor berhenti, tarik mata bor sambil tetap diputar kearah kanan, untuk membersihkan tanah yang berada didalam mata bor. 7. Bersihkan tanah dari dalam mata bor dengan menggunakan pisau atau alat tusuk lainnya, dimulai dengan menekan tanah dari sisi dalam mata bor sehingga tanah mudah dilepaskan. 8. Lakukan terus proses pelubangan tanah berulang-ulang hingga mencapai kedalaman kurang lebih 100cm. 9. Apabila tanah berbatu atau kerikil, sehingga terhambatnya pengeboran, maka pengeboran dapat dihentikan hingga kedalamn yang bisa ditembus oleh mata bor saja, walaupun hanya mencapai kedalaman kurang lebih 50 cm. 10. lalu isi dengan sampah organik.

Apa saja yang bisa dimasukkan ke dalam LRB? adalah bahan-bahan yang mudah terurai oleh fauna tanah, misalnya daun, rumput dan sisa-sisa makanan atau yang biasa disebut sampah organik. Tapi jangan memasukkan sampah anorganik ya, seperti plastik, kaleng, mika/fiber karena tidak dapat terurai loh!! Bagaimana LRB bisa meningkatkan daya resap air? Nah, bila fauna tanah telah membuat terowongan kecil dalam tanah maka luas bidang permukaannya akan bertambah. Sebagai contoh bila lubang bor berdiameter 10 cm maka luas bidang resapan menjadi 3.218 cm2 (setara dengan volume air 1 ember/321.800 cm3)! Wah bayangkan banyaknya air tanah yang tersedia di lahan kita jika kita bisa membuat banyak lubang LRB! Apa sih manfaatnya? a. meresapkan air hujan kedalam tanah b. menjaga ketersediaan air tanah Selain itu LRB bisa dimanfaatkan untuk membuat kompos loh!!! Kapan dan Bagaimana memanen kompos dari LRB? Yang wajib dilakukan adalah memberikan pakan bagi fauna tanah, usahakan untuk mengisi lubang dengan sampah organik seiap 5 (lima) hari sekali ya! Dalam 3 bulan kompos umumnya sudah terbentuk dan siap untuk diangkat (dipanen). Untuk mengambil kompos dari dalam LRB, lakukan seperti saat melakukan pengeboran, tapi yang kita ambil komposnya. Selesai panen, isi kembali lubang dengan sampah organik. Tidak sulitkan? Dimana lokasi pembuatan Lubang Resapan Biopori 1. Dihalaman rumah, perkantoran, lapangan parkir 2. Di parit / selokan yang berfungsi hanya untuk aliran pembuangan air hujan saja 3. Dilahan kebun dan areal terbuka lainnya Jangan biarkan air hujan terbuang percuma…! Ukuran bor biopori: tinggi/panjang bor 120 cm,

diameter bor 10 cm, lebar gagang pegangan kurang lebih 40 cm Ternyata, sangat mudah dan praktis loh kalau kita mau sedikit berusaha Ayo kita buat LRB sebanyak mungkin, supaya kita bisa mendapatkan manfaatnya….!!!! untuk menghindari bahaya terperosok dan longsoran tanah pada lubang resapan biopori, bisa dilakukan dengan: a. beri paralon (pipa pvc) seukuran lubang dengan panjang 10-15 cm b. bila diperlukan, tambahkan penyemenan (campuran semen dan pasir) di sekeliling mulut lubang c. bila daerah lubangsering dilalui orang, tutup lubang dengan kawat atau jaring (Sumber: jakarta.go.id) Sekarang ilmu saya bertambah lagi :thumbup: , semoga bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Walaupun didaerah saya merasa belum terlalu dibutuhkan karena masih aman-aman saja. Tapi upaya apapun tidak akan berhasil jika tidak didukung kesadaran masyarakat luas, betul?? Incoming search terms for the article:
    

cara mengatasi kelangkaan air biopori cara mengatasi kelangkaan solusi kelangkaan air kelangkaan air

http://www.idebagusku.com/biopori-solusi-murah-meriah-mengatasi-kelangkaan-air Hidroponik : Istilah hidroponik berasal dari istilah Yunani yaitu hidro yang berarti air dan ponos berarti kerja. Hidroponik adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan cara bercocok tanam tanpa tanah tetapi menggunakan air atau bahan porous lainnya dengan pemberian unsur hara terkendali yang berisi unsurunsur esensial yang dibutuhkan tanaman. Dilontarkan pertama kali oleh W.A. Setchell dari University of California, sehubungan dengan keberhasilan W.F. Gericke dari university yang sama, dalam pengembangan teknik bercocok tanam dengan air sebagai medium tanam. Berdasarkan media tumbuh yang digunakan, hidroponik dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu : Kultur Air

Teknik ini telah lama dikenal, yaitu sejak pertengahan abad ke-15 oleh bangsa Aztec. Dalam metode ini tanaman ditumbuhkan pada media tertentu yang di bagian dasar terdapat larutan yang mengandung hara makro dan mikro, sehingga ujung akar tanaman akan menyentuh larutan yang mengandung nutrisi tersebut. Kultur Agregat Media tanam berupa kerikil, pasir, arang sekam padi (kuntan), dan lain-lain yang harus disterilkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Pemberian hara dengan cara mengairi media tanam atau dengan cara menyiapkan larutan hara dalam tangki atau drum, lalu dialirkan ke tanaman melalui selang plastik. Nutrient Film Technique Pada cara ini tanaman dipelihara dalam selokan panjang yang sempit, terbuat dari lempengan logam tipis tahan karat. Di dalam saluran tersebut dialiri air yang mengandung larutan hara. Maka di sekitar akar akan terbentuk film (lapisan tipis) sebagai makanan tanaman tersebut. Faktor-faktor Penting dalam Budidaya Hidroponik Unsur Hara Pemberian larutan hara yang teratur sangatlah penting pada hidroponik, karena media hanya berfungsi sebagai penopang tanaman dan sarana meneruskan larutan atau air yang berlebihan. Hara tersedia bagi tanaman pada pH 5.5 - 7.5 tetapi yang terbaik adalah 6.5, karena pada kondisi ini unsur hara dalam keadaan tersedia bagi tanaman. Unsur hara makro dibutuhkan dalam jumlah besar dan konsentrasinya dalam larutan relatif tinggi. Termasuk unsur hara makro adalah N, P, K, Ca, Mg, dan S. Unsur hara mikro hanya diperlukan dalam konsentrasi yang rendah, yang meliputi unsur Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, dan Cl. Kebutuhan tanaman akan unsur hara berbeda-beda menurut tingkat pertumbuhannya dan jenis tanaman (Jones, 1991). Larutan hara dibuat dengan cara melarutkan garam-garam pupuk dalam air. Berbagai garam jenis pupuk dapat digunakan untuk larutan hara, pemilihannya biasanya atas harga dan kelarutan garam pupuk tersebut. Media Tanam Hidroponik Jenis media tanam yang digunakan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Media yang baik membuat unsur hara tetap tersedia, kelembaban terjamin dan drainase baik. Media yang digunakan harus dapat menyediakan air, zat hara dan oksigen serta tidak mengandung zat yang beracun bagi tanaman. Bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai media tanam dalam hidroponik antara lain pasir, kerikil, pecahan batu bata, arang sekam, spons, dan sebagainya. Bahan yang digunakan sebagai media tumbuh

akan mempengaruhi sifat lingkungan media. Tingkat suhu, aerasi dan kelembaban media akan berlainan antara media yang satu dengan media yang lain, sesuai dengan bahan yang digunakan sebagai media. Arang sekam (kuntan) adalah sekam bakar yang berwarna hitam yang dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna, dan telah banyak digunakan sabagai media tanam secara komersial pada sistem hidroponik. Komposisi arang sekam paling banyak ditempati oleh SiO2 yaitu 52% dan C sebanyak 31%. Komponen lainnya adalah Fe2O3, K2O, MgO, CaO, MnO, dan Cu dalam jumlah relatif kecil serta bahan organik. Karakteristik lain adalah sangat ringan, kasar sehingga sirkulasi udara tinggi karena banyak pori, kapasitas menahan air yang tinggi, warnanya yang hitam dapat mengabsorbsi sinar matahari secara efektif, pH tinggi (8.5 - 9.0), serta dapat menghilangkan pengaruh penyakit khususnya bakteri dan gulma. Oksigen Keberadaan Oksigen dalam sistem hidroponik sangat penting. Rendahnya oksigen menyebabkan permeabilitas membran sel menurun, sehingga dinding sel makin sukar untuk ditembus, Akibatnya tanaman akan kekurangan air. Hal ini dapat menjelaskan mengapa tanaman akan layu pada kondisi tanah yang tergenang. Tingkat oksigen di dalam pori-pori media mempengaruhi perkembangan rambut akar. Pemberian oksigen ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti: memberikan gelembung-gelembung udara pada larutan (kultur air), penggantian larutan hara yang berulang-ulang, mencuci atau mengabuti akar yang terekspose dalam larutan hara dan memberikan lubang ventilasi pada tempat penanaman untuk kultur agregat. Air Kualitas air yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman secara hidroponik mempunyai tingkat salinitas yang tidak melebihi 2500 ppm, atau mempunyai nilai EC tidak lebih dari 6,0 mmhos/cm serta tidak mengandung logam-logam berat dalam jumlah besar karena dapat meracuni tanaman. Keuntungan dan Kendala Hidroponik Beberapa kelebihan bertanam secara hidroponik adalah produksi tanaman persatuan luas lebih banyak, tanaman tumbuh lebih cepat, pemakaian pupuk lebih hemat, pemakaian air lebih efisien, tenaga kerja yng diperlukan lebih sedikit, lingkungan kerja lebih bersih, kontrol air, hara dan pH lebih teliti, masalah hama dan penyakit tanaman dapat dikurangi serta dapat menanam tanaman di lokasi yang tidak mungkin/sulit ditanami seperti di lingkungan tanah yang miskin hara dan berbatu atau di garasi (dalam ruangan lain) dengan tambahan lampu. Sedangkan kelemahannya adalah ketersediaan dan pemeliharaan perangkat hidroponik agak sulit, memerlukan keterampilan khusus untuk menimbang dan meramu bahan kimia serta investasi awal yang mahal.

Biopori : Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas organisme di dalamnya, seperti cacing, , perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah laiinya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara, dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah. Atau dengan perkataan lain akan dapat mengurangi bahaya banjir yang mungkin terjadi. Peningkatan jumlah biopori tersebut dapat dilakukan dengan membuat lubang vertikal kedalam tanah. Lubanglubang tersebut selanjutnya diisi bahan organik, seperti sampah-sampah organik rumah tangga, potongan rumput atau vegetasi lainnya, dan sejenisnya. Bahan organik ini kelak akan dijadikan sumber energi bagi organisme di dalam tanah sehinga aktifitas mereka akan meningkat. Dengan meningkatnya aktifitas mereka maka akan semakin banyak biopori yang terbentuk. Kesinergisan antara lubang vertikal yang dibuat dengan biopori yang terbentuk akan memungkinkan lubang-lubang ini dimanfaatlkan sebagai lubang peresapan air artifisial yang relatif murah dan ramah lingkungan. Lubang resapan ini selanjutnya di beri julukan LUBANG RESAPAN BIOPORI atau disingkat sebagai LRB. Penjelasan Biopori di Wikipedia : Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Dr. Kamir R Brata, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor. Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan poripori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori. http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080425030552AAsndFY Hidroponik berasal dari bahasa Latin hydros yang berarti air dan phonos yang berarti kerja. Hidroponik arti harfiahnya adalah kerja air. Bertanam secara hidroponik kemudian dikenal dengan bertanam tanpa medium tanah (soilless cultivation, soilless culture). Pada awalnya bertanam secara hidroponik menggunakan wadah yang hanya berisi air yang telah dicampur dengan pupuk, baik pupuk mikro maupun pupuk makro. Pada perkembangannya, bertanam hidroponik meliputi berbagai cara yaitu bertanam tanpa medium tanah, tidak hanya menggunakan wadah yang hanya diisi air berpupuk saja. Medium pasir, perlite, zeolit, rockwool, sabut kelapa, adalah beberapa bahan yang digunakan oleh para praktisi di dunia dalam bertanam secara hidroponik. Menurut pengertian ini, maka menanam anggrek (kecuali anggrek tanah) sebenarnya merupakan salah satu praktek bertanam secara hidroponik. Ada beberapa sistem hidroponik yaitu NFT (Nutrient Film Technique), Ebb-Flow, Deep Flow Technique,

Drip Irrigation, Aeroponics, aquaponics. Biopori Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan poripori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori. Metode ini dicetuskan oleh Dr. Kamir R Brata, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor.

Pengertian Biopori & Cara Membuat Lubang Resapan Biopori Air (LRB) Pada Lingkungan Sekitar Kita
Sat, 14/06/2008 - 12:17pm — godam64 Kondisi kota besar seperti DKI Jakarta yang memiliki lahan resapan air yang sangat sedikit sekali disertai dengan penggunaan air tanah yang sangat berlebihan menyebabkan penurunan permukaan tanah serta mengakibatkan sulitnya untuk mendapatkan air berkualitas baik dan cukup di kawasan tersebut. Dengan demikian keseimbangan lingkungan yang harus terus menerus dilestarikan dan dijaga pun semakin rusak dan tidak terkendali. Untuk itulah diperlukan adanya gerakan pelestarian alam sekitar yang dilakukan secara bersama-sama oleh semua pihak serta berkesinambungan. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mencegah mengalirnya air hujan ke selokan yang kemudian terbuang percuma ke laut lepas adalah dengan pembuatan lubang biopori resapan atau LBR. Arti definisi dan penmgertian lubang biopiro menurut organisasi.org adalah lubang yang dengan diameter 10 sampai 30 cm dengan panjang 30 sampai 100 cm yang ditutupi sampah organik yang berfungsi untuk menjebak air yang mengalir di sekitarnya sehingga dapat menjadi sumber cadangan air bagi air bawah tanah, tumbuhan di sekitarnya serta dapat juga membantu pelapukan sampah organik menjadi kompos yang bisa dipakai untuk pupuk tumbuh-tumbuhan. Tujuan / Fungsi / Manfaat / Peranan Lubang Resapan Biopori / LRB : 1. Memaksimalkan air yang meresap ke dalam tanah sehingga menambah air tanah. 2. Membuat kompos alami dari sampah organik daripada dibakar. 3. Mengurangi genangan air yang menimbulkan penyakit. 4. Mengurangi air hujan yang dibuang percuma ke laut.

5. Mengurangi resiko banjir di musim hujan. 6. Maksimalisasi peran dan aktivitas flora dan fauna tanah. 7. Mencegah terjadinya erosi tanah dan bencana tanah longsor. Tempat yang dapat dibuat / dipasang lubang biopori resapan air : 1. Pada alas saluran air hujan di sekitar rumah, kantor, sekolah, dsb. 2. Di sekeliling pohon. 3. Pada tanah kosong antar tanaman / batas tanaman. Cara Pembuatan Lubang Biopori Resapan Air : 1. Membuat lubang silindris di tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman 30-100 cm serta jarak antar lubang 50-100 cm. 2. Mulut lubang dapat dikuatkan dengan semen setebal 2 cm dan lebar 2-3 centimeter serta diberikan pengaman agar tidak ada anak kecil atau orang yang terperosok. 3. Lubang diisi dengan sampah organik seperti daun, sampah dapur, ranting pohon, sampah makanan dapur non kimia, dsb. Sampah dalam lubang akan menyusut sehingga perlu diisi kembali dan di akhir musim kemarau dapat dikuras sebagai pupuk kompos alami. 4. Jumlah lubang biopori yang ada sebaiknya dihitung berdasarkan besar kecil hujan, laju resapan air dan wilayah yang tidak meresap air dengan rumus = intensitas hujan (mm/jam) x luas bidang kedap air (meter persegi) / laju resapan air perlubang (liter / jam). Sumber informasi lubang air biopori tambahan : biopori.com Selamat mencoba membuat lubang resapan biopori / LRB untuk ikut serta dalam melestarikan kondisi alam sekitar kita.

http://organisasi.org/pengertian-biopori-cara-membuat-lubang-resapan-biopori-air-lrb-padalingkungan-sekitar-kita

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->