P. 1
Bagaimana Menjadi Pemimpin Yang Disegani Karyawan

Bagaimana Menjadi Pemimpin Yang Disegani Karyawan

|Views: 291|Likes:
Published by septiadhi wirawan

More info:

Published by: septiadhi wirawan on Jun 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2014

pdf

text

original

Bagaimana menjadi pemimpin yang disegani karyawan??

October 28th, 2009 • Related • Filed Under Bagi Anda para manager dan direktur, pernahkah mengalami kesulitan saat berinteraksi dengan bawahan? Maksud saya bukan kesulitan bicara atau menyampaikan pesan. Tapi, mungkin Anda menangkap kesan karyawan Anda tidak melakukan tugas-tugas yang Anda berikan secara sungguh-sungguh dan meremehkan Anda. Kita semua tahu, rasa hormat pasti diberikan para karyawan kepada atasannya secara otomatis. Seorang karyawan pasti tidak akan bertingkah keterlaluan di depan atasan. Akan tetapi, bisa saja karyawan bersikap hormat hanya di depan Anda dan sebaliknya melecehkan di belakang punggung Anda. Padahal, kita memerlukan kinerja maksimal dari para karyawan kita, bukan? Bayangkan jika Anda bekerja dengan orang-orang yang tidak berdedikasi tinggi dan bekerja asalasalan. Apa yang Anda perintahkan tidak dilaksanakan sebaik mungkin. Apakah situasi ini menyenangkan? Tentu tidak. Oleh karena itu, kita harus menjadi pemimpin yang hebad dan disenangi agar rekan kerja kita juga nyaman bekerja. Hasilnya, prestasi kerja mereka meningkat dan perusahaan pun bisa cepat berkembang. Nah, untuk menjadi boss yang disegani sebenarnya mudah. Anda tidak perlu menjadi manajer yang galak dan suka berteriak-teriak di kantor. Rasa hormat karyawan bisa Anda dapatkan jika Anda paham situasi kantor Anda. Tapi tidak cuma itu saja yang dibutuhkan. Memahami saja tidak cukup. Anda pun harus menjadi manajer yang punya sikap elegan. Seperti apa contoh manajer yang elegan? Yang begini ini… 1. Berada di tengah Jangan posisikan diri Anda di atas, jangan pula di bawah. Anda harus bisa membaur dengan bawahan. Tapi, tetap jaga wibawa Anda sebagai seorang penentu kebijakan (decision maker). Dengan berada di tengah, berarti Anda tidak mendominasi karyawan Anda. Artinya, Anda memberi ruang longgar pada karyawan untuk berinteraksi dengan Anda. Anda bukan orang yang sulit dijangkau sehingga para karyawan dapat mengutarakan pendapat apapun dengan nyaman. Dan, Anda tidak berada di bawah agar karyawan tetap menganggap Anda sebagai figur yang patut dihormati. 2. Tunjukkan bahwa Anda berkompeten menjadi pemimpin Anda tahu bidang yang Anda geluti. Tunjukkan kemampuan Anda agar karyawan dengan

sendirinya merasa hormat pada Anda. Dalam hati mereka pasti ada ketertarikan dengan prestasi dan pengetahuan Anda. 3. Jadi role model yang baik Lakukan apa yang Anda ucapkan! Jika Anda mengeluarkan perintah karyawan dilarang keras datang terlambat, maka Anda harus mengikuti peraturan tersebut. Jadilah bos yang rajin, maka karyawan Anda pun tidak akan malas berangkat ke kantor. Mereka malu terlambat ke kantor karena Anda sebagai pimpinan saja tidak terlambat, kok mereka yang karyawan malah terlambat. 4. Jangan sok tahu Jika Anda tidak menguasai satu permasalahan, ajak karyawan Anda untuk berdiskusi. Dan, percayakan tugas itu pada orang yang lebih menguasai sambil Anda mempelajarinya. Meski Anda adalah pemimpin, bukan berarti Anda harus tahu segalanya. Anda juga perlu berproses dan mendidik diri Anda sendiri. Dan, dengan meminta bantuan karyawan untuk berkontribusi ikut menyelesaikan permasalahan perusahaan, Anda mengikat hati mereka. Mereka akan memiliki rasa bangga karena telah membantu mengembangkan perusahaan. dari sini Anda bisa mendapatkan rasa hormat dari mereka. 5. Kenali kondisi perusahaan Anda Bagi manajer baru, adakan pertemuan dengan para staf dan diskusikan kondisi perusahaan. Tetapkan tujuan Anda dan tujuan perusahaan. Ajak semua karyawan ikut menetapkan tujuan ini. Jadi, semua orang merasa memiliki perusahaan. Semua karyawan ikut andil dalam memajukan perusahaan. Dengan demikian semua orang merasa terikat dan memberikan dukungan penuh atas kesuksesan perusahaan. 6. Pahami setiap keputusan ada konsekuensinya Jika ada masalah yang muncul dan Anda perlu mengambil kesulitan sulit, Anda harus pahami bahwa setiap keputusan yang diambil pasti ada konsekuensinya. Saat memberikan instruksi pada karyawan pun Anda harus berhati-hati. Jauhkan kesan mendikte, sebaliknya sampaikan dengan cara yang halus seolah-olah Anda menasehati mereka. Pendekatan ini akan membuat karyawan Anda nyaman bekerja dengan Anda. Begitu pula saat karyawan Anda membuat kesalahan. Jangan menekan mereka dengan cara-cara yang mengintimidasi. Untuk menjadi seorang pemimpin luar biasa sebenarnya tidak sulit. Jika Anda ingin disegani bawahan, Anda harus apresiatif, terbuka, bertanggung jawab, dan melakukan pendekatan yang baik pada karyawan. Sebuah perusahaan adalah keluarga besar yang di dalamnya interaksi antara karyawan dan manajer tidak terhindarkan. Bukankah lebih baik menjadi pemimpin yang dihormati daripada menjadi pemimpin yang ditakuti?! Anda pilih yang mana?? http://www.siswonugroho.com/2009/10/28/bagaimana-menjadi-pemimpin-yang-diseganikaryawan.html

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->