P. 1
Buku Bse Kelas 10 Kimia

Buku Bse Kelas 10 Kimia

|Views: 4,882|Likes:
Published by Achmad Shofi

More info:

Published by: Achmad Shofi on Jun 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2014

pdf

text

original

•Elektron
•Stabil
•Konfigurasi
•Ikatan kimia
•Oktet

Kata Kunci

Pada umumnya atom tidak berada dalam
keadaan bebas, tetapi bergabung dengan atom lain
membentuk senyawa. Dari 90 buah unsur alami
ditambah dengan belasan unsur buatan, dapat dibentuk
senyawa dalam jumlah tak hingga. Atom-atom
bergabung menjadi senyawa yang lebih stabil dengan
mengeluarkan energi. Atom-atom bergabung karena
adanya gaya tarik-menarik antara dua atom. Gaya
tarik-menarik antar atom inilah yang disebut ikatan kimia.

Konsep ikatan kimia pertama kali dikemukakan oleh Gilbert Newton Lewis dan
Langmuirdari Amerika Serikat, serta Albrecht Kossel dari Jerman pada tahun 1916.
Adapun konsep tersebut sebagai berikut:

Kenyataan bahwa gas mulia (He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn) sukar membentuk senyawa
(sekarang telah dapat dibuat senyawa dari gas mulia Kr, Xe, dan Rn), merupakan
bukti bahwa gas-gas mulia memilki susunan elektron yang stabil.

Setiap atom memiliki kecenderungan untuk mempunyai susunan elektron yang
stabil seperti gas mulia, dengan cara melepaskan elektron, menerima elektron,
atau menggunakan pasangan elektron secara bersama-sama. Bagaimana hal ini
terjadi?

Sebuah atom cenderung melepaskan elektron apabila memiliki elektron terluar 1,
2, atau 3 elektron dibandingkan konfigurasi elektron gas mulia yang terdekat.

Contoh:

11Na : 2 8 1

Gas mulia terdekat ialah

10Ne : 2 8. Jika dibandingkan dengan atom Ne, maka atom
Na kelebihan satu elektron. Untuk memperoleh kestabilan, dapat dicapai dengan cara
melepaskan satu elektron.

Na (2 8 1) Na+

(2 8) + e–

Sebuah atom cenderung menerima elektron apabila memiliki elektron terluar 4, 5,
6, atau 7 elektron dibandingkan konfigurasi elektron gas mulia yang terdekat.

Contoh:

9F : 2 7
Konfigurasi elektron gas mulia yang terdekat ialah

10Ne : 2 8. Konfigurasi Ne dapat

dicapai dengan cara menerima satu elektron.

F (2 7) + e–

F–

(2 8)

43

Jika masing-masing atom sukar untuk melepaskan elektron (memiliki
keelektronegatifan tinggi), maka atom-atom tersebut cenderung menggunakan elektron
secara bersama dalam membentuk suatu senyawa. Cara Ini merupakan peristiwa yang
terjadi pada pembentukan ikatan kovalen. Misalnya atom fluorin dan fluorin, keduanya
sama-sama kekurangan elektron, sehingga lebih cenderung memakai bersama elektron
terluarnya.

Jika suatu atom melepaskan elektron, berarti atom tersebut memberikan elektron
kepada atom lain. Sebaliknya, jika suatu atom menangkap elektron, berarti atom itu
menerima elektron dari atom lain. Jadi, susunan elektron yang stabil dapat dicapai
dengan berikatan dengan atom lain.

Tabel 3.1
Konfigurasi elektron atom gas mulia

Dari konfigurasi elektron gas mulia tersebut, Lewis dan Kossel menarik kesimpulan
bahwa konfigurasi elektron suatu atom akan stabil apabila elektron terluarnya 2 (duplet)
atau 8 (oktet).

Pada saat terbentuk ikatan kimia, setiap atom yang bergabung harus memenuhi
aturanduplet atau oktet, dengan cara menerima atau melepaskan elektron (terjadi
perpindahan elektron).

Kecenderungan atom-atom untuk memiliki delapan elektron di kulit terluar
disebutKaidah Oktet.

Latihan 1

Buatlah konfigurasi elektron untuk:

a.

19K

d.

35Br

b.

33As

e.

35Cs

c.

49In

f.

87Fr

He

Ne

Ar

Kr
Xe

Rn

Unsur

Nomor Atom

Konfigurasi Elektron

2

10

18

36
54

86

2
2 8

2

8 8

2

8

18 8

2

8

1818 8

2

8

183218 8

44

•Ikatan
•Ion
•Logam
•Non logam

Kata Kunci

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->