P. 1
Laporan Praktikum Pengukuran Hambatan Darul

Laporan Praktikum Pengukuran Hambatan Darul

|Views: 798|Likes:
Published by Itoez DEewanto

More info:

Published by: Itoez DEewanto on Jun 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/06/2015

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM MESIN LISTRIK

Pengukuran Hambatan Kumparan Motor Dan Generator

Nama Pelapor Nama Partner

: Darul Ulum : 1. Aris Munandar 2. Bayu Hermawan 3. Cahyo Adi W 4. Dona Hilmi A 5. Gilang Panggalih

(KE-2C/10) (KE-2C/ 07) (KE-2C/ 08) (KE-2C/09) (KE-2C/ 10) (KE-2C/ 11)

Tanggal Percobaan : 19 Maret 2012 Tanggal Penyerahan : 26 Maret 2012

PROGRAM STUDI TEKNIK KONVERSI ENERGI JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 2012

A. TUJUAN Setelah melakukan percobaan diharapkan mahasiswa dapat : - Menggambarkan diagram rangkaian percobaan - Merangkai sesuai dengan gambar - Mengukur hambatan langsung pada jangkar - Mengukur hambatan medan secara langsung - Mengukur hambatan jangkar secara tak langsung - Mengukur hambatan medan secara tak langsung

B. DASAR TEORI Besar hambatan dari generator searah digunakan untuk menghitung : Efisiensi secara konvensional Tegangan jatuh pada hambatan

Kumparan pada generator searah menggunakan shunt terdiri dari : Kumparan jangkar (armatur winding) Kumparan bantu pada kutub-kutub (auxialiry poles winding) Kumparan penguat shunt (shunt excitation winding)

Arus beban mengalir melalui dua kumparan pertama, kedua kumparan tersebut mempunyai hambatan yang sangat kecil (besar hambatan menurun bilamana ukuran daya dari mesin bertambah). Kumparan lainnya, kumparan penguatan shunt dihubungkan paralel dengan keluaran, besar hambatannya sangat besar. Pengukuran dilakukan dengan tegangan searah dan mesin dalam keadaan mantap, dalam beberapa keadaan pengukuran perlu dalam operasi mesin dingin, contoh mesin tidak dioperasikan sejak beberapa jam, dipastikan bahwa setiap bagian dari mesin telah mencapai temperatur ruangan. Dalam keadaan ini, metode pengukuran tidak akan menghasilkan suatu keadaan panas, jadi besar hambatan yang terukur pada temperature ruangan sama dengan temperature ruangan percobaan (temperature dengan mudah diukur dengan thermometer). Diantaranya metode yang memungkinkan, dipilih metode Volt Amperemeter karena lebih mudah.

Diagram listrik untuk pengukuran hambatan Percobaan 1.a (kumparan jangkar dan kumparan bantu kutub-kutub).
A

V1

M

V2

Gambar 1.1. Rangkaian pengukuran hambatan jangkar V1/I1 = hambatan kumparan jangkar V2/I1 = hambatan kumparan bantu kutub - kutub Catatan : untuk pengukuran dilakukan dengan voltmeter tunggal yang dihubungkan pada posisi V1 dan V2. Catatan - catatan : a. Voltmeter selalu pada posisi downstream yang dihubungkan dengan acuan sebab, kedua hambatan yang tidak diketahui besarnya rendah, hubungan ini sangat tepat, tidak perlu disempurnakan dengan pemakaian koreksi dari alat ukur. b. Mengukur tegangan jatuh pada kumparan jangkar (posisi) V1 dari voltmeter). Pengukuran perlu pada posisi downstream menghubungkan voltmeter dengan acuan kesikat. Sentuhan pengukuran yang menyinggung bagian - bagian ujung dari komutator pada sikat. Hal ini dikehendaki untuk mencegah hambatan kontak antara sikat dengan komutator yang diukur. Penyimpangan kelakuan mesin dihitung dengan cara khusus (lihat perhitungan rugi - rugi sikat dari penentuan efisiensi secara konvensional). c. Mengukur tegangan jatuh pada kumparan bantu kutub - kutub adalah perlu pada percobaan penetapan b sikat yang dihubungkan dengan kumparan tersebut. Untuk tujuan ini cukup menhubungkan suatu voltmeter pada terminal HB, lalu titik ujung yang lain dihubungkan le dua sikat pada mesin. Hubungan ini akan menunjukan pembacaan voltmeter sangat kecil yang akan berisi a sikat. Penunjukan voltmeter sebenarnya penjumlahan dari tegangan jatuh pada kumparan bantu kutub- kutub, jangkar dan hubungan sikat komutator.

d.

Hambatan depan Ra digunakan sebagai hambatan pemberat. Pemakaian ini diperlukan untuk membuat pengaturan daya secara perlahan. Penambahan ini akan mencegah rangkaian terbebani hambatan yang sangat rendah dari kumparan yang diuji.

Percobaan 1.b (kumparan penguatan shunt)
A

Rf
V

G

Gambar 1.2. Pengukuran medan penguat V/I = hambatan kumparan penguatan shunt. Catatan : voltmeter dihubungkan upstream dengan acuan pada ammeter. Nilai yang sangat besar sari kumparan penguatan shunt hubungan ini sangat balk, sebab hambatan dalam dari alat diabaikan. C. LANGKAH PERCOBAAN a) Percobaan pengukuran hambatan jangkar 1. Membuat rangkaian seperti pada gambar praktek dibawah ini :
A

V1

M

V2

Gambar 1.3. Pengukuran hambatan jangkar 2. Mengeset control sebagai berikut :  Pengatur tegangan pada posisi nol  Hambatan depan pada nilai maksimum 3. Menyambung rangkaian ke sumber dengan tegangan searah sekkitar 10 V. 4. Menghubungkan sepasang kawat yang dilengkapi dengan ujung pengukur ke

voltmeter dan hubungan voltmeter dalam posisi V1 dan V2 sesuai dengan gambar. Mencatat pembacaan kedalam tabel. 5. Membuka hubungan voltmeter dan membuka rangkaian dan mematikan sumber. b) Percobaan pengukuran hambatan medan 1. Membuat rangkaian seperti pada gambar praktek dibawah ini :
If

R

Rf
Vs
Vf

Gambar 1.4. Pengukuran hambatan medan Mengeset control sebagai berikut :  Pengatur tegangan pada posisi nol  Hambatan depan pada nilai maksimum  Voltmeter tidak dihubungkan 2. Menutup saklar dari sumber daya, mengatur sampai 200V 3. Memasukan voltmeter dan mencatat dalam tabel 4. Membuka voltmeter dan rangkaian dan mematikan sumber.

D. ALAT DAN BAHAN 1. Multimeter 2. Voltmeter 3. Mesin arus searah penguatan shunt 4. Generator arus searah penguatan shunt 5. Kabel crocodile 6. Kabel banana 7. Obeng 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 bendel 1 bendel 1 buah

E. TABEL PERCOBAAN PENGUKURAN TAHANAN Tabel 1. Pengukuran Tak Langsung Tahanan Jangkar Motor DC No Vt (Volt) 1 2 3 3 6 8 Va (Volt) 3 6 8 Ia (Ampere) 0,41 0,9 0,71

Tabel 2. Pengukuran Medan Tak Langsung Motor DC No 1 2 3 Vsumber (V) 30 40 50 Vr (V) 30 40 50 Ir (A) 0,06 0,08 0,09 Rr (ohm) 500 500 555,56

Tabel 3. Pengukuran Tak Langsung Tahanan Generator Jangkar Generator DC No Vt (Volt) 1 2 3 3 6 8 Va (Volt) 3 6 8 Ia (ohm) 1,5 3 4 Ra (ohm) 2 2 2

Tabel 4. Pengukuran Medan Generator DC No 1 2 3 Vsumber (V) 30 40 50 Vf (V) 30 40 50 If (A) 0,2 0,3 0,4 Rf (ohm) 150 133 125

F. Analisa Data a. Pada percobaan pengukuran hambatan jangkar dan hambatan medan pada motor DC diperlukan tegangan sumber (Vt) yang rendah < 10 volt pada pengukuran tahanan jangkar agar tidak terjadi hubung singkat, dan tegangan sumber (Vt) < 100 volt pada pengukuran tahanan medan. b. Pada percobaan pengukuran hambatan jangkar dan hambatan medan pada generator DC diperlukan tegangan sumber (Vt) yang rendah < 10 volt pada pengukuran tahanan jangkar agar tidak terjadi hubung singkat,

G. Kesimpulan Pada pengukuran hambatan jangkar kumparan motor dan generator DC apabila tegangan sumber dan arus jangkar (Ia) kecil maka tahanan (R) juga kecil. Sedangkan pada pengukuran hambatan medan kumparan motor dan generator DC apabila tegangan sumber dan arus jangkar (Ia) besar maka tahanan (R) juga besar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->