P. 1
Jurnal - Implementasi Radio Frequency Identification (Rfid) Sebagai Sistem Inventaris Dan Transaksi Pada Rental Video Menggunakan Visual Basic 6.0

Jurnal - Implementasi Radio Frequency Identification (Rfid) Sebagai Sistem Inventaris Dan Transaksi Pada Rental Video Menggunakan Visual Basic 6.0

|Views: 1,005|Likes:
Published by Angga Prasetya
IMPLEMENTASI RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) SEBAGAI SISTEM INVENTARIS DAN TRANSAKSI PADA RENTAL VIDEO MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0 IMPLEMENTATION of RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) FOR INVENTORY SYSTEM AND VIDEO RENT TRANSACTIONS USING VISUAL BASIC 6.0
1

Angga Yuda Prasetya
1,2,3

2

Efri Suhartono, ST., MT.

3

Sholekan, ST

Fakultas Elektro dan Komunikasi – Institut Teknologi Telkom Jln. Telekomunikasi Dayeuhkolot Bandung 40257 Indonesia 1 ayeepee@gmail.com

ABSTRAK Radio Frequen
IMPLEMENTASI RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) SEBAGAI SISTEM INVENTARIS DAN TRANSAKSI PADA RENTAL VIDEO MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0 IMPLEMENTATION of RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) FOR INVENTORY SYSTEM AND VIDEO RENT TRANSACTIONS USING VISUAL BASIC 6.0
1

Angga Yuda Prasetya
1,2,3

2

Efri Suhartono, ST., MT.

3

Sholekan, ST

Fakultas Elektro dan Komunikasi – Institut Teknologi Telkom Jln. Telekomunikasi Dayeuhkolot Bandung 40257 Indonesia 1 ayeepee@gmail.com

ABSTRAK Radio Frequen

More info:

Published by: Angga Prasetya on Jun 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2013

pdf

text

original

IMPLEMENTASI RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) SEBAGAI SISTEM INVENTARIS DAN TRANSAKSI PADA RENTAL VIDEO MENGGUNAKAN VISUAL

BASIC 6.0 IMPLEMENTATION of RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) FOR INVENTORY SYSTEM AND VIDEO RENT TRANSACTIONS USING VISUAL BASIC 6.0
1

Angga Yuda Prasetya
1,2,3

2

Efri Suhartono, ST., MT.

3

Sholekan, ST

Fakultas Elektro dan Komunikasi – Institut Teknologi Telkom Jln. Telekomunikasi Dayeuhkolot Bandung 40257 Indonesia 1 ayeepee@gmail.com

ABSTRAK Radio Frequency Identification (RFID) merupakan sebuah teknologi compact wireless yang diunggulkan untuk mentransformasi dunia komersial sebagai suksesor dari barcode. Sistem pada RFID menawarkan peningkatan efisiensi pengendalian inventory control dalam pengidentifikasian barang. Adopsi yang meluas dari RFID banyak memunculkan persoalan dalam peningkatan layanan khususnya layanan self-service, mengurangi layanan contact-less, jaminan kemudahan dalam bertransaksi, serta jaminan pengadaan dan pengidentifikasian barang. Tujuan Proyek Akhir ini adalah untuk membuat sebuah sistem inventaris serta proses pelayanan transaksi pelanggan rental video dengan menggunakan teknologi RFID sehingga kita dapat mengetahui bagaimana cara kerja teknologi RFID dapat diterapkan dalam penyediaan jasa rental video dan keunggulan teknologi ini dibandingkan dengan teknologi yang dipakai saat ini. Hardware yang digunakan berupa RFID tag (kartu pelanggan dan tag film) dibaca oleh RFID reader ACR 120U yang terhubung ke sebuah PC (Personal Computer) dalam pembacaan database sistem serta fitur SMS Gateway dengan menggunakan sebuah mobile phone Siemens M55 sebagai gateway beserta kabel datanya sebagai sistem SMS reminder pengembalian film kepada pelanggan. Sedangkan software yang digunakan adalah Visual Basic, MySQL, PHP, dan Gammu. Kesimpulan yang dapat diambil dari pembuatan Proyek Akhir ini adalah tingkat kesalahan pembacaan dan pengidentifikasian RFID adalah 0%. Berdasarkan hasil pengujian, jarak deteksi maksimal RFID tag pelanggan terhadap RFID reader adalah 5 cm dengan maksimum sudut baca 60˚ sedangkan untuk RFID tag film adalah 2,5 cm dengan maksimum sudut baca 25˚. Sedangkan pada sistem SMS reminder pengembalian film kepada pelanggan, kecepatan pengiriman dari gateway ke mobile phone rata-rata 3,5detik/user pada jam biasa (21:00-09:00) dan pada jam sibuk (09:00-21:00) rata-rata waktu pengiriman 4,2detik/user dengan delay pengiriman antar sms adalah 10 detik. Sistem Diharapkan dengan adanya sistem pelayanan rental video berbasis RFID ini lebih memudahkan dalam proses pengidentitifikasian data pelanggan, data inventaris film serta kemudahan dalam hal bertransaksi. Kata Kunci : RFID, Visual Basic, MySQL, SMS Gateway ABSTRACT Radio Frequency Identification (RFID) is a compact technology wireless is seeded to transform the commercial world as successor of the barcode. On RFID systems offer increased efficiency control inventory control in the identification of goods. Adoption which extends from the RFID raises many issues in improving services, particularly services self service, reducing the contact-less service, guarantee the ease of transactions, and guarantee the supply and identification of goods. The purpose of this Final Project is to create an inventory system and service processes customer transactions rental videos using RFID technology so that we can determine how RFID technology can be applied to work in the provision of rental services of video and advantages of this technology compared to the technology used today. Hardware used in the form of RFID tags (customer cards and tags the film) is read by an RFID reader ACR 120U connected to a PC (Personal Computer) in the reading of the database system and also features SMS Gateway using a Siemens M55 mobile phone as a gateway along with its data cable as the system SMS reminders to customers return movies. While the software used is Visual Basic, MySQL, PHP and Gammu. The conclusion that can be taken from the making of this Final Project is the level of errors and identifies the RFID reading is 0%. Based on test results, the maximum detection distance of an RFID tag to RFID reader customers is 5 cm with a maximum of 60 ˚ angle to read RFID tags, while for the film is 2.5 cm with a maximum of 25 ˚ angle reading. While at SMS reminder system returns the film to the customer, speed of delivery from the gateway to the mobile phone on average 3,5 seconds / user while off peak (21:00-09:00) and on peak (09:0021:00) average 4,2 seconds / user with the delay between sending an sms is 10 seconds. It is expected that the system with a system of RFID-based video rental services are becoming easier pengidentitifikasian process customer data, inventory data in terms of movies and an easy transaction. Keywords: RFID, Visual Basic, MySQL, SMS Gateway

1

1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang RFID (Radio Frequency Identification) dewasa ini berkembang sangat pesat. Teknologi identifikasi ini banyak digunakan di berbagai bidang untuk membantu dalam pengidentifikasian suatu objek sebagai pengganti atau penerus teknologi sebelumnya, seperti barcode. Diantaranya mampu membaca suatu objek data dengan ukuran tertentu tanpa melalui kontak langsung (contact-less) dan tidak harus sejajar dengan objek yang dibaca, selain itu dapat menyimpan informasi pada tag RFID sesuai dengan kapasitasnya penyimpanan. Aplikasi dari teknologi RFID dapat dijumpai pada kartu jalan tol, kartu parkir, maupun kartu daftar hadir pegawai. Berkaitan dengan pengidentifikasian suatu objek, rental video telah menerapkan proses barcode card dalam pengidentifikasian pelanggan, namun masih dengan cara input manual untuk pengidentifikasian barang. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh rental video maka proses peningkatan self-service perlu ditingkatkan sehingga dibutuhkan suatu perangkat yang dapat membaca data pelanggan serta data film pada rental video. Proses peminjaman film, pengembalian film, serta proses transaksi memanfaatkan dan mengoptimalkan berbagai sumber data yang ada. Untuk itu diperlukan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) dalam hal pengidentifikasi data pelanggan dan data barang pada rental video untuk mempermudah dalam sistem inventarisnya. Oleh karena itu, pada proyek akhir ini penulis mengambil judul “Implementasi Radio Frequency Identification (RFID) sebagai Sistem Inventaris dan Transaksi pada Rental Video Menggunakan Visual Basic 6.0”. Sistem ini akan menggabungkan teknologi RFID yang berfungsi sebagai penghubung antara RFID reader dengan pembacaan database dan pengolahan data pada komputer serta membuat sistem reminder pengembalian film kepada pelanggan menggunakan fitur SMS Gateway. 1.2 Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan penulisan Proyek Akhir ini sebagai berikut: 1. Dapat memanfaatkan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) sebagai alat identifikasi data pelanggan serta inventaris disc film pada rental video. 2. Dapat membuat interface antara RFID reader dengan PC menggunakan software Visual Basic 6.0. 3. Dapat membuat database pada PC dengan menggunakan MySQL. 4. Dapat membuat SMS reminder kepada pelanggan dengan menggunakan SMS Gateway. 5. Dapat mengetahui cara mengevaluasi performansi (pengukuran jarak baca,

fungsionalitas, serta lama pengiriman SMS). 1.3 Perumusan Masalah Permasalahan yang dijadikan objek pada Proyek Akhir ini adalah: 1. Bagaimana memanfaatkan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) sebagai alat identifikasi data pelanggan serta inventaris disc film pada rental video? 2. Bagaimana membuat interface antara RFID reader dengan PC menggunakan software Visual Basic 6.0? 3. Bagaimana membuat database pada PC dengan menggunakan MySQL? 4. Bagaimana membuat SMS reminder kepada pelanggan dengan menggunakan SMS Gateway? 5. Bagaimana cara mengevaluasi performansi (pengukuran jarak baca, fungsionalitas, serta lama pengiriman SMS)? 1.4 Batasan Masalah Dalam penyusunan proyek akhir ini, permasalahan dibatasi dalam beberapa hal, yaitu : a. Menggunakan reader ACR 120U untuk membaca Radio Frequency Identification (RFID) Tag. b. Radio Frequency Identification (RFID) Tag yang digunakan adalah Mifare Classic 1k dan TK-01 Mifare 1k Keychain. c. Radio Frequency Identification (RFID) Tag bekerja pada high frequency 13,56 MHz. d. Perancangan aplikasi inventaris dan sistem transaksi menggunakan software Visual Basic 6.0. e. Program database yang digunakan menggunakan software MySQL. f. Perancangan sistem reminder berbasis SMS Gateway menggunakan software Gammu dan trigger menggunakan PHP. g. Pengukuran jarak baca RFID tag ke RFID reader, fungsionalitas, serta lama pengiriman SMS dari sistem ke pelanggan. h. Tidak membahas aspek keamanan dari sistem. 1.5 Metode Penyelesaian Masalah Metodologi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah adalah :  Studi literatur dan diskusi, yaitu studi yang dilakukan dengan mengumpulkan dan mempelajari berbagai buku-buku teks dan jurnal-jurnal ilmiah yang bersangkutan dengan Proyek Akhir ini serta berdiskusi dengan dosen pembimbing dan instansi yang terkait.  Tahap Perancangan, pada tahap ini dilakukan perancangan database pelanggan, sistem inventaris dan transaksi rental video berbasis teknologi

2

RFID (Radio Frequency Identification) serta sistem reminder dengan menggunakan beberapa software Visual Basic 6.0, MySQL, PHP, dan Gammu.  Tahap Pengujian Sistem dan Analisa, pada tahap ini alat yang sudah dirancang dan disimulasikan sedemikian rupa sehingga mampu mengefisiensi sistem pelayanan dan memberikan kemudahan bertransaksi pada rental video. 1.6 Sistematika Penulisan Sistematika yang digunakan dalan penulisan proyek akhir ini adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Berisi latar belakang masalah, maksud dan tujuan, perumusan masalah, batasan masalah, pemodelan sistem, metode penyelesaian masalah, dan sistematika penulisan. BAB II DASAR TEORI Pada bab ini dikemukakan berbagai teori yang mendukung pengembangan, antara lain meliputi teori tentang Radio Frequency Identification (RFID), MySQL sebagai program perancangan database, Visual Basic 6.0 sebagai interface serta mengakses database, dan perancangan sistem reminder dengan menggunakan Gammu dan PHP. PEMODELAN SISTEM DAN SIMULASI Berisi tentang tahap-tahap perancangan dan tahap-tahap implementasi awal sistem. ANALISIS HASIL SIMULASI Bab ini membahas hasil uji performansi pengidentifikasian data pelanggan, data inventaris barang, sistem transaksi serta sistem reminder pada rental video. KESIMPULAN DAN SARAN Berisi tentang kesimpulan akhir dan saran pengembangan Proyek Akhir.

yang akan memancarkan gelombang radio dan menangkap sinyal yang dipancarkan oleh kartu RFID. Reader meminta isi yang dipancarkan oleh signal Radio Frekuensi (RF). Tag merespon dengan memancarkan kembali data secara lengkap meliputi serial nomor urut yang unik. RFID mempunyai beberapa keuntungan yang utama melebihi sistem barcode yaitu kemungkinan data dapat dibaca secara otomatis tanpa memperhatikan garis arah pembacaan, melewati bahan non-konduktor seperti kartun kertas dengan kecepatan akses beberapa ratus tag per detik. Tag RFID terbuat dari microchip dengan dasar bahan dari silikon yang mempunyai kemampuan fungsi identitas sederhana yang disatukan dalam satu desain. Kemampuan tag RFID yaitu untuk membaca dan menulis (read/write), menyimpan data storage untuk mendukung enkripsi dan control access.

BAB III

BAB IV

BAB V

2. Landasan Teori 2.1 Teknologi Radio Frequency Identification (RFID) 2.1.1 Pengenalan Radio Frequency Identification Radio Frecuency Identification (RFID) merupakan teknologi baru yang mampu mengirimkan identitas berupa digit tertentu dengan menggunakan gelombang radio. RFID sudah banyak digunakan pada pabrik dan sangat bermanfaat untuk mendukung manajemen persediaan barang. RFID dapat mengidentifikasi objek secara otomatis dan diprediksi dapat menggantikan barcode yang telah lebih dahulu kenal. Kartu RFID terdiri dari sebuah microchip yang mempunyai sebuah antena. Untuk membaca data dari kartu RFID ini diperlukan sebuah piranti pembaca

Gambar 2.1 Bagian-bagian RFID Tag Karena setiap RFID tag adalah unik, maka dua buah produk dengan jenis yang sama akan memiliki kode yang berbeda, dimana sebaliknya jika menggunakan barcode semua produk sejenis akan menggunakan kode yang sama. Perbedaan lain antara barcode dan RFID adalah RFID tag memerlukan sumber tenaga listrik untuk menggerakkan sirkuit rangkaian terpadu di dalam tag tersebut, dan biasanya dengan cara mengirimkan energi listrik melalui medan elektromagnet dari reader ke RFID tag. Sebaliknya reader dapat membaca banyak RFID tag dalam waktu bersamaan dalam jarak antara beberapa cm sampai 10 meter atau lebih. 2.1.2 Jenis- Jenis RFID Metode pengiriman data kartu RFID pasif ke piranti pembaca dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu: 1. Inductive Coupling Gulungan tembaga pada piranti pembaca membangkitkan medan elektromagnetik, kemudian gulungan yang ada di kartu RFID terinduksi oleh medan ini, hasil induksi inilah yang menjadi sumber tenaga bagi kartu RFID untuk mengirimkan kembali sinyal yang berisi data ke piranti pembaca. Karena menggunakan prinsip induksi ini, maka jarak antara kartu RFID dengan piranti pembaca juga harus pendek agar induksi dapat ditangkap. Inductive coupling ini digunakan pada kartu RFID dengan low frequency dan high frequency. 2. Propagation Coupling Pada sistem ini, energi yang digunakan berasal dari energi elektromagnetik (gelombang radio) yang dipancarkan oleh piranti pembaca. Kartu RFID kemudian akan mengumpulkan energi elektromagnetik ini untuk digunakan sebagai sumber daya mengirimkan data yang dimilikinya ke piranti pembaca. Mekanisme ini disebut dengan backscatter. Modulasi bit data ke frekuensi bisa menggunakan amplitude shift keying, phase shift keying, atau frequency shift keying.

3

2.1.3 Bagian-bagian dari teknologi RFID 2.1.4.1 Pembaca RFID (RFID Reader) Sebuah RFID reader harus menyelesaikan dua buah tugas, yaitu: a. Menerima perintah dari software aplikasi b. Berkomunikasi dengan tag RFID Pembaca RFID adalah merupakan penghubung antara software aplikasi dengan antena yang akan meradiasikan gelombang radio ke tag RFID. Gelombang radio yang diemisikan oleh antena berpropagasi pada ruangan di sekitarnya. Akibatnya data dapat berpindah secara wireless ke tag RFID yang berada berdekatan dengan antena.

Gambar 2.2 Sistem kerja RFID 2.1.4.2 Tag RFID (Kartu RFID/Transponder) Tag RFID adalah perangkat yang dibuat dari rangkaian elektronika dan antena yang terintegrasi di dalam rangkaian tersebut. Rangkaian elektronik dari tag RFID umumnya memiliki memori sehingga tag ini mempunyai kemampuan untuk menyimpan data. Memori pada tag dibagi menjadi sel-sel. Beberapa sel menyimpan data Read-Only, misalnya serial number yang unik yang disimpan pada saat tag tersebut diproduksi. Sel lain pada RFID mungkin juga dapat ditulis dan dibaca secara berulang. Berdasarkan catu daya tag, tag RFID dapat digolongkan menjadi: 1. Tag Aktif: yaitu tag yang catu dayanya diperoleh dari baterai, sehingga akan mengurangi daya yang diperlukan oleh RFID reader dan tag dapat mengirimkan informasi dalam jarak yang lebih jauh. 2. Tag Pasif: yaitu tag yang catu dayanya diperoleh dari medan yang dihasilkan oleh RFID reader. Rangkaiannya lebih sederhana, harganya jauh lebih murah, ukurannya kecil, dan lebih ringan. Setiap bagian Tag terdiri dari : 1. Silicon Mikroprosesor Ini adalah sebuah chip yang terletak dalam sebuah tag yang berfungsi sebagai penyimpan data. 2. Metal Coil Sebuah komponen yang terbuat dari kawat alumunium yang berfungsi sebagai antena yang dapat beroperasi pada frekuensi 13,56 MHz. Jika sebuah tag masuk ke dalam jangkauan reader maka antena ini akan mengirimkan data yang ada pada tag kepada reader terdekat. 3. Encapsulating Material Encapsulating Matrial adalah bahan yang membungkus tag yang terbuat dari bahan kaca. Tag RFID telah sering dipertimbangkan untuk digunakan sebagai barcode pada masa yang akan datang. Pembacaan informasi pada tag RFID tidak memerlukan kontak sama sekali. Karena kemampuan rangkaian terintegrasi yang modern, maka tag RFID dapat menyimpan jauh lebih banyak informasi dibandingkan dengan barcode.

Berikut ditunjukkan perbedaan utama antara barcode dan RFID. Sistem Barcode RFID Transmisi Data Optik Elektromagnetik Ukuran Data 1 - 100 byte 128 – 8096 byte Modifikasi Data Tidak Bisa Bisa Posisi Pembawa Kontak Tanpa Kontak Data Cahaya Jarak Beberapa Dari cm sampai Komunikasi meter meter Supseptibilitas Debu Dapat Diabaikan Lingkungan Pembacaan Tidak bisa Bisa Jamak Tabel 2.1 Perbandingan antara teknologi barcode dengan RFID 2.1.4 Cara Kerja RFID Pada label tag RFID, antena yang berfungsi sebagai pencatu sumber daya dengan memanfaatkan medan magnet dari pembaca (reader) dan memodulasi medan magnet, yang kemudian digunakan kembali untuk mengirimkan data yang ada dalam tag label RFID. Data yang diterima reader diteruskan ke database komputer.

Gambar 2.3 Cara kerja reader RFID RFID terdiri dari tiga bagian:  Sebuah scanning antenna.  Sebuah penerima (transceiver) dengan decoder untuk menterjemahkan data.  Sebuah pengirim (transponder) atau disebut juga tag yang telah deprogram untuk sebuah informasi. Antena akan mengirimkan melalui sinyal frekuensi radio dalam jarak yang relative dekat. Dalam proses transmisi tersebut terjadi 2 hal: 1. Antena melakukan komunikasi dengan transponder, dan 2. Antena memberikan energi kepada tag untuk berkomunikasi (untuk tag yang sifatnya pasif) 2.1.5 Mifare 1 Kbytes RFID tag yang digunakan pada kartu pelanggan serta pada tag film adalah Mifare 1 Kbytes dengan spesifikasi sebagai berikut:  Mifare, RF Interface (ISO/IEC 14443 A) 1. Pertukaran data secara contactless dan tidak dibutuhkan baterai untuk pertukaran data dan supply energy 2. Jarak operasi hingga 10 cm 3. Frekuensi operasi 13,56 MHz 4. Kecepatan transfer data 106 kbps  Security 1. Mutual three pass authentication (ISO/IEC DIS 9798-2) 2. Enkripsi data pada kanal RF 3. Serial Number yang unik pada setiap device  EEPROM

4

EEPROM 1 Kbytes, 16 sektor dengan 4 blok tiap sektor dengan masing-masing 16 byte (satu blok terdiri dari 16 bytes) 2. Lama penyimpanan 10 tahun 3. Kemampuan tulis 100.000 kali 4. Transport key melindungi akses ke EEPROM saat pengiriman chip 2.2 MySQL MySQL adalah open source Relational Database Management System (RDBMS) yang bersifat open source, multiplatform, dan berbasis database relasional. RDBMS terdiri dari suatu database, tabel, record, field, query, dan view. MySQL didasari pada Structured Query Language (SQL) yang menjadi standar bahasa dalam mengolah database. MySQL dapat dikatakan lebih unggul dibandingkan dengan database server lainnya dalam hal query data. Kecepatan query yang dilakukan MySQL bisa sampai sepuluh kali lebih cepat. MySQL digunakan untuk menyimpan informasi dimana user dapat melihatnya dengan cara yang berbeda, bisa dipakai untuk database pribadi atau pada level korporat berskala kecil hingga besar, serta bersifat free, walaupun ada juga yang bersifat komersil. Perintah dalam SQL dapat dibagi menjadi DDL dan DML: 1. Perintah DDL (Definiton Data Language) digunakan untuk kepentingan menciptakan database, tabel, hingga penghapusan database atau tabel. Contoh: CREATE DATABASE; CREATE TABLE; DROP TABLE; ALTER TABLE. 2. Perintah DML (Data Manipulation Language) digunakan untuk memanipulasi data. Contoh: SELECT untuk mengambil data, DELETE untuk menghapus data, INSERT untuk menyisipkan data, UPDATE untuk mengubah data. 2.3 Visual Basic 6.0 Dalam pembuatan sistem inventaris dan transaksi menggunakan RFID, diperlukan sebuah masukan untuk menghasilkan keluaran. Untuk membuat interface RFID agar dapat terhubung ke PC dan masukan dalam kartu pelanggan dan barang/disc film sampai terhubung dengan database digunakan program Visual Basic 6.0. Visual BASIC (Beginners All-Purpose Symbolic Instruction Code) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk membuat suatu aplikasi dalam Microsoft Windows. Bahasa pemrograman Visual Basic, yang dikembangkan oleh Microsoft sejak tahun 1991, merupakan pengembangan dari pendahulunya yaitu bahasa pemrograman BASIC (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code) yang dikembangkan pada era 1950-an. Visual Basic merupakan salah satu Development Tool yaitu alat bantu untuk membuat berbagai macam program komputer, khususnya yang menggunakan sistem operasi Windows. Visual BASIC menggunakan metode Graphical User Interface (GUI) dalam pembuatan program aplikasi (project). Istilah visual mengacu pada metode pembuatan tampilan program (Interface) atau objek pemrograman yang biasa dilakukan secara langsung terlihat oleh programmer.

1.

Dalam Visual BASIC, pembuatan program aplikasi harus dikerjakan dalam sebuah project. Sebuah Project dapat terdiri dari File Project (.vbp), File Form (.frm), File data binary (.frx), Modul Class (.cls), Modul Standar (.bas), dan file resource tunggal (.res). Bahasa yang digunakan adalah bahasa BASIC yang sangat popular pada era sistem operasi DOS. Kelebihan visual basic 6.0 :  Pengguna dengan dasar pemrograman apapun bisa dengan mudah menggunakan VB  Ketika kita melakukan instalasi program lain yang mendukung penggunaannya dalam VB, maka komponen dari program tersebut bisa di masukkan dalam daftar komponen VB.  Ketika kita melakukan kesalahan penulisan kode, VB secara otomatis membetulkannya dan tidak perlu kita bersusah payah mendeklarasikan komponen ke dalam list code. Kekurangan visual basic 6.0 :  Sifatnya komersial  File VB sering menjadi target serangan virus. 2.4 SMS Gateway Secara logika, cara kerja SMS Gateway sangat mudah. Idenya mulai dari bagaimana agar perangkat PC atau laptop bisa berkomunikasi dengan mobile phone.

Gambar 2.5 Cara Kerja SMS Gateway Dari gambar diatas bisa diambil contoh user sebagai pengguna mobile phone mengirim pesan berupa sms kepada operator. User ini ingin tahu berapa sisa pulsa yang dimilikinya. Pesan ini diterima oleh sms gateway dan dihubungkan ke PC. SMS Gateway ini menerjemahkan bahasa dari mobile phone ke PC. Karena bahasa yang digunakan PC dan mobile phone berbeda. Setelah PC tahu apa yang diinginkan oleh user, maka segera di load dari database dan hasilnya diterima oleh user. Sedangkan yang menjadi operator yaitu PC yang telah terhubung dengan SMS Gateway. Sangatlah repot jika yang menjadi operator adalah manusia. Karena jumlah pelanggan suatu perusahaan bukan satu atau dua orang saja tetapi ribuan bahkan jutaan orang. SMS Gateway menjadi penghubung antara mobile phone dan PC atau laptop. Data-data dari mobile phone juga dapat diambil dan disimpan dalam database yang telah terhubung melalui SMS Gateway ini. Perangkat yang digunakan dalam membangun SMS Gateway ini mudah didapatkan. Sebuah PC atau laptop, mobile phone beserta kabel datanya atau modem GSM. PC atau laptop ini berfungsi untuk mengatur SMS sedangkan mobile phone atau modem GSM ini menjadi gateway atau gerbangnya. Pada Proyek Akhir ini, yang akan menjadi gatewaynya adalah mobile phone.

5

2.4.1 GAMMU (GNU All Mobile Management Utilities) Gammu adalah tool yang digunakan untuk membangun sms gateway. tool ini meliputi aplikasi, script, dan driver untuk mengatur atau memanajemen berbagai macam fungsi dari telepon selular dan device yang sejenis. Gammu dapat dijalankan diatas Linux maupun Windows dan bersifat open source. Hal-hal yang diperlukan dalam menginstall gammu adalah sebuah mobile phone atau modem GSM serta kabel data dan drivernya. Installasi gammu di Windows sebagai berikut: a. Siapkan modem GSM atau bisa mobile phone sebagai modem GSM dan sambungkan melalui kabel data ke PC. Untuk mobile phone yang sudah mempunyai OS, install terlebih dahulu dengan installer yang tersedia dari vendor mobile phone tersebut. Hubungkan modem GSM tersebut ke PC atau laptop. b. Cek port dari modem GSM tersebut. Klik kanan my computer > manage > device manager > pastikan mobile phone tersambung ke port COM. c. Lalu ekstrak file gammu ke folder di hardisk, misal ke C:/. d. Dalam folder tersebut ada file gammurc. Edit file tersebut pada bagian port dan connection. Hapus # pada port dan connection. Pada port isi sesuai dengan port yang digunakan oleh modem dan isi connection sesuai dengan jenis modem yang sudah terdaftar (jenis connection beserta mobile phone terlampir). Save file tersebut. e. Masuk ke folder gammu melalui dos prompt. Ketikan: gammu --identify f. Jika semua berjalan dengan baik maka gammu akan mengenali modem yang terpasang dan mengeluarkan imei dari modem tersebut. g. Dalam folder gammu juga terdapat file smsdrc. Edit file ini untuk menghubungkan gammu dengan MySQL dengan memasukan root dan password dari MySQL. Save. h. Masuk ke MySQL lalu import file mysql.sql yang ada pada folder gammu di MySQL ke database yang digunakan. i. Setelah semua selesai ketikkan pada dos prompt: gammu --smsd MYSQL smsdrc Maka Gammu siap dijalankan. 2.5 PHP PHP dikenal sebagai sebuah bahasa scripting yang menyatu dengan tag-tag HTML, dieksekusi di server dan digunakan untuk membuat halaman WEB yang dinamis seperti halnya ASP. PHP versi 1 dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Versi 1 ini berupa sekumpulan script PERL yang digunakan untuk membuat halaman web yang dinamis pada home page pribadinya. Rasmua menulis ulang script-script PERL tersebut menggunakan Bahasa C, kemudian menambahkan fasilitas Form HTML, koneksi MySQL dan meluncurlah PHP versi 2 pada tahun 1996. PHP versi 3 dirilis pertengahan 1997. Pada versi ini pembuatannya tidak lagi oleh Rasmus sendiri, tapi melibatkan beberapa programmer lain. Versi 4 dirilis pada bulan Oktober 2000. Perubahan mendasar pada PHP 4.0 adalah integrasi Zend Engine yang merupakan

penyempurnaan dari PHP 3 scripting engine. Hal lain adalah built-in HTTP session, tidak lagi menggunakan library tambahan seperti pada PHP 3. Keuntungan PHP  Life Cycle yang singkat, sehingga PHP selalu up to date mengikuti perkembangan teknologi internet  Cross Platform, PHP dapat dipakai di hampir semua web server yang ada di pasaran (Apache, AOLServer, fhttpd, phttpd, Microsoft IIS, dll) yang dijalankan pada berbagai sistem operasi (Linux, FreeBSD, Unix, Solaris, Windows). Dengan demikian, proses developing dapat dilakukan menggunakan sistem operasi yang berbeda dengan sistem operasi yang digunakan setelah publish (misalkan, developing di Windows kemudian dipasang di web server yang menggunakan sistem operasi Linux).  PHP mendukung banyak paket database baik yang komersil maupun non komersil seperti postgreSQL, mSQL, MySQL, Oracle, Infomix, Microsoft SQL Server, dll. 3. Perancangan dan Implementasi Sistem 3.1 Alur Perancangan Sistem 3.1.1 Data Flow Diagram Perancangan aplikasi pada Proyek Akhir ini menggunakan perangkat bantuan berupa Data Flow Diagram (DFD) yang terdiri dari beberapa level yang disesuaikan dengan tingkat kedalaman dan keluasan dari seluruh proses pada aplikasi ini. Perancangan aplikasi menggunakan DFD diawali dengan diagram konteks yang merupakan gambaran umum dari alur data yang terjadi dari suatu aplikasi, dari proses masukan hingga keluaran. Kemudian dilakukan penjabaran lebih rinci dari sistem dengan menyusun level-level berikutnya dari DFD, dimana semakin besar levelnya menunjukkan tingkat kerincian yang lebih tinggi 3.1.2.1 Diagarm Konteks Keseluruhan ruang lingkup, batasan sistem dan interaksi sistem terhadap entitas luar dapat dilihat pada diagram konteks berikut :
Data Pelanggan, Data Film Admin Data Peminjaman, SMS Gateway Aplikasi Rental Video Data Peminjaman, SMS Gateway Data Pelanggan, Data Film Pelanggan

Gambar 3.1 Diagram konteks 3.1.2.2 DFD Level 1 Admin bertugas mengatur semua sistemnya sehingga dapat melihat data pelanggan, data film, dan data peminjaman. Pada proses 1, pelanggan scanning RFID tag pelanggan dan kemudian diolah. Didapatkan data pelanggan yang diambil dari dbpelanggan. Pada proses 2, admin input data film yang selanjutnya diatur dalam tabel dbfilm. Pada proses 3, pelanggan scanning RFID tag pelanggan dan tag film untuk mendapatkan data film dari tabel db film dan data pelanggan dari dbpelanggan. Setelah itu, data pelanggan dan data film disimpan ke dbpinjam sehingga proses peminjaman selesai. Selain itu admin bisa mengetahui data peminjaman, sehingga admin juga menjalankan SMS reminder berdasarkan data yang terdapat pada dbpinjam.

6

scan_plg Pelanggan 1 Manage Data Pelanggan
data_plg data_plg

data_plg
data peminjaman, SMS reminder scan_plg, scan_film

dbpelanggan data_plg, data_film data_plg

3 Peminjaman data_plg, data_film
data_plg, data_film data peminjaman, SMS reminder data_film

Admin data_plg
data_film

scanning RFID tag pelanggan dan film diolah pada proses 3.2, setelah itu pelanggan akan mendapatkan form peminjaman dimana data pelanggan dan data film akan masuk ke tabel dbpinjam. Seluruh proses pada sistem ini dipantau oleh admin, sehingga admin dapat melihat data peminjaman. Selain itu admin juga mengaktifkan SMS reminder berdasarkan data pada dbpinjam.
data_pelanggan Pelanggan id_pelanggan 3.1 Registrasi data_pelanggan data_pelanggan

dbpinjam

2 Manage Data Film

data_pinjam, SMS reminder

data_pinjam

scan_plg, scan_film

Admin

data_film

data_film

SMS reminder

data_pelanggan

data_pelanggan

dbfilm

data_plg, data_film 3.2 Peminjaman data_pinjam, SMS reminder
data_film data_film

Gambar 3.2 DFD Level 1 3.1.2.3 DFD Level 2 Proses 1 Pada proses 1.1, pelanggan melakukan scanning RFID tag yang selanjutnya pelanggan mendapatkan data identitas yang tersimpan dalam tabel dbpelanggan dan pelanggan hanya bisa mengubah identitas. Untuk melakukan penginputan data identitas, pelanggan dibantu oleh admin. Pada proses 1.2, admin melakukan input data pelanggan ke tabel dbpelanggan. Pada proses 1.3, admin mengubah data pelanggan ke tabel dbpelanggan. Pada proses 1.4, admin menghapus data pelanggan ke tabel dbpelanggan.
data_pelanggan 1.2 Input Pelanggan data_pelanggan data_pelanggan data_pelanggan

dbpinjam

dbpelanggan

dbfilm

scan_tag Pelanggan data_pelanggan 1.1 Ubah Pelanggan

data_pelanggan dbpelanggan data_pelanggan

data_pelanggan 1.3 Ubah Pelanggan data_pelanggan

data_pelanggan Admin data_pelanggan

data_pelanggan 1.4 Hapus Pelanggan data_pelanggan

data_pelanggan

data_pelanggan

Gambar 3.3 DFD Level 2 Proses 1 3.1.2.4 DFD Level 2 Proses 2 Admin dapat melihat dbfilm dan menjalankan proses. Admin input film dan diolah di proses 2.1 data film yang yang diinputkan masuk ke dbfilm. Pada proses 2.2 admin mengubah film dan datanya masuk ke dbfilm. Pada proses 2.3 admin menghapus film dan datanya terhapus dari dbfilm.
data_film 2.1 Input Film data_film data_film data_film

Gambar 3.5 DFD Level 2 Proses 3 3.2 Implementasi Sistem Mengunakan RFID (Radio Frequency Identification) RFID yang digunakan adalah ACR 120U sebagai reader dengan interface USB. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah PC untuk menginstall aplikasi yang digunakan dalam sistem. Awal dari sistem ini adalah pelanggan melakukan pembacaan database pelanggan secara otomatis dengan cara mendekatkan tag ke RFID reader. Di dalam tag ini terdapat sebuah chip yang akan terbaca di RFID reader. Reader akan membaca isi dari tag tersebut, lalu melakukan autentikasi. Apabila autentikasi diterima, pelanggan tersebut dapat melakukan transaksi penyewaan film. Selanjutnya pelanggan melakukan scanning tag film ke RFID reader yang akan membaca database film tersebut. Proses transaksi seperti harga total penyewaan serta sisa deposit akan ditampilkan pada komputer. Data pelanggan serta data film tersebut tercatat dan akan update pada database peminjaman pada komputer. Saat trigger dijalankan, maka program SMS Gateway aktif. Gateway akan mengirimkan SMS ke mobile phone pelanggan yang berisi peringatan pada tanggal pengembalian film.

data_film Admin data_film 2.2 Ubah Film

data_film dbfilm data_film
Tag Pelanggan

Admin

data_film 2.3 Hapus Film data_film

data_film
Tag Film

RFID Reader

Computer

data_film

Gambar 3.4 DFD Level 2 Proses 2 3.1.2.5 DFD Level 2 Proses 3 Pelanggan input nomer ID pelanggan untuk diolah pada proses registrasi 3.1, lalu data nomer ID pelanggan tersebut diambil dari dbpelanggan. Jika ada datanya maka mahasiswa itu mendapatkan data pelanggan. Saat melakukan peminjaman, pelanggan

SMS Gateway

Gambar 3.6 Sistem Menggunakan RFID 3.3 Hasil Data Simulasi Data yang dihasilkan dari sistem aplikasi pembacaan oleh reader RFID ke sistem adalah sebagai berikut : 1. Jarak scanning antara RFID tag ke RFID reader.

7

2. 3. 4.

5.

Data pelanggan dari database yang bersangkutan. Data film dari database yang bersangkutan. Transaksi peminjaman dan pengembalian dengan melakukan input data pelanggan dan data film dalam data peminjaman maupun data pengembalian jika ID pelanggan dan ID film terdaftar dalam database. Lama dan proses pengiriman SMS reminder pada tanggal pengembalian dari gateway ke mobile phone pelanggan.

membutuhkan interfacenya. 4.

software

Gammu

sebagai

3.4 Perangkat Yang Digunakan Berikut ini adalah perangkat-perangkat yang digunakan untuk mengimplementasikan sistem. Perangkat tersebut dibagi ke dalam dua jenis, yaitu perangkat lunak dan perangkat keras: 3.4.1 Komponen Perangkat Lunak Perangkat lunak yang digunakan untuk mengimplementasikan sistem ini terdiri dari : 1. Windows XP SP 2 digunakan sebagai sistem operasi pada PC. 2. Visual Basic 6.0 digunakan sebagai perancangan aplikasi serta interface untuk menghubungkan RFID reader ke PC. 3. Xampp 1.7.0 digunakan untuk pembuatan database dengan MySQL dan pembuatan trigger dengan menggunakan PHP. 4. Gammu digunakan sebagai perancangan aplikasi SMS Gateway untuk menghubungkan mobile phone ke PC. 3.4.2 Komponen Perangkat Keras Perangkat keras yang digunakan dalam implementasi sistem ini sebagai berikut : a. PC (Personal Computer) PC digunakan untuk melakukan perangcangan database MySQL dan pembuatan desain VisualBasic. Spesifikasi PC bisa menggunakan berbagai macam Operating System sesuai dengan kebutuhan software yang digunakan. b. RFID ACR 120U RFID ACR 120U merupakan reader/writer alat yang digunakan untuk membaca dan menulis data pada RFID Tag. Interface yang dipakai adalah USB, memberikan tegangan 5V dan arus 100mA. Port USB maksimal yang dipakai untuk menghubungkan RFID reader adalah 8. c. RFID Tag RFID Tag/chip yang digunakan adalah kartu pelanggan dan barang/disc film rental video. RFID Tag yang digunakan adalah Mifare Classic 1k dan TK-01 Mifare 1k Keychain dengan spesifikasi sebagai berikut:  Sifat : tag pasif (tidak butuh baterai)  Frequensi : 13,56 MHz  Jarak operasi maksimal : 10 cm  EEPROM / OTP size : 1042 bytes d. Siemens M55 Digunakan untuk melakukan pengiriman SMS yang berisi notifikasi peringatan ke mobile phone pelanggan pada tanggal pengembalian film. Bertugas sebagai gateway yang terhubung ke PC dengan menggunakan kabel data dan

Analisis Sistem Analisis yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui performansi dari jaringan yang memberikan layanan triple play yang telah dibangun dan diimplementasikan. Ada pun data yang termasuk sebagai parameter QoS adalah throughput, one way delay, jitter dan packet loss. Untuk memperoleh data parameter QoS digunakan software network protocol analizer yaitu Wireshark-1.0.4 yang diinstall di sisi pemanggil. Wireshark digunakan untuk meng-capture paket-paket serta protokol yang ada pada jaringan. Sedangkan untuk melihat CPU utilization dan memory usage pada server digunakan tool TOP pada console yang telah di install di sisi server. 4.1 Implementasi Hasil perancangan menghasilkan bentuk aplikasi dan database yang digunakan dalam sistem. Pada tahap ini juga akan dilihat mengenai proses dari program yang digunakan. 4.2 Basis Data Database yang digunakan menggunakan 6 tabel dengan ketentuan tertentu yang telah ditetapkan pada tahap perancangan. Tabel yang digunakan sebagai berikut: 1. Tabel data pelanggan dengan nama dbpelanggan. 2. Tabel data film dengan nama dbfilm. 3. Tabel data peminjaman dengan nama dbpinjam. 4. Tabel detail peminjaman film dengan nama detailfilm. 5. Tabel detail film sementara dengan nama detailfilms. 6. Tabel data pengembalian dengan nama dbkembali. 4.3 Jarak ukur RFID Tag terhadap RFID Reader RFID Tag dalam Kartu Pelanggan yang digunakan adalah Mifare Classic 1k dengan jarak operasi maksimal: 10 cm. Namun pada kenyataannya jarak ukur maksimal yang didapatkan hanya 5 cm dengan maksimal sudut pembacaan 60˚. Sedangkan, pada RFID Tag film yang digunakan adalah TK-01 Mifare 1k dengan jarak ukur maksimal yang didapatkan hanya 2,5 cm dengan maksimal sudut pembacaan 30˚.

Gambar 4.12 Jarak Ukur RFID Tag Film ke RFID Reader

8

Gambar 4.13 Jarak Ukur RFID Tag Pelanggan ke RFID Reader Perubahan jarak ukur ini disebabkan oleh geometri antena pada RFID Tag maupun luas penampang dari RFID Tag. Sehingga menyebabkan energi yang diterima oleh RFID Tag juga semakin kecil. Kesimpulannya, semakin besar geometri antena dan luas penampang dari RFID Tag, semakin besar pula jarak ukurnya terhadap RFID Reader. 4.5 Hasil Uji RFID Reader Pengujian terhadap kemampuan RFID reader dalam pembacaan tag dilakukan langsung melalui program yang sudah dirancang. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel 4.1 di bawah ini: RFID RFID Pelanggan Terbaca Film Terbaca 1 s/d 10 10 1 s/d 10 10 11 s/d 20 10 11 s/d 20 10 21 s/d 30 10 21 /d 30 10 Tabel 4.1 Hasil Uji Reader Analisa Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa semua RFID tag dapat terbaca oleh RFID reader. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tingkat kesalahan pembacaan dan pengidentifikasian RFID sebesar 0%. No 1 2 3 4.6 Hasil Uji SMS Gateway Pengujian terhadap hasil SMS Gateway dilihat berdasarkan lamanya pengiriman dari gateway sampai pesan diterima di mobile phone pelanggan dengan diberi delay 10 detik antar pengiriman SMS. Hasil pengujian dapat dilihat dari Tabel 4.2 dan Tabel 4.3 berikut ini: Tabel 4.2 Hasil Uji SMS Gateway (pukul 21:00-09:00) SMS Waktu Waktu Lama keKirim Terima Pengiriman 1 21:36:03 21:36:05 2 detik 2 21:36:12 21:36:14 2 detik 3 21:36:23 21:36:24 1 detik 4 21:36:34 21:36:35 1 detik 5 21:36:43 21:36:45 2 detik 6 21:36:53 21:36:59 6 detik 7 21:37:04 21:37:09 5 detik 8 21:37:13 21:37:17 4 detik 9 21:37:21 21:37:26 5 detik 10 21:37:33 21:37:41 8 detik 11 21:37:42 21:37:44 2 detik 12 21:37:53 21:37:55 2 detik 13 21:38:01 21:38:05 4 detik

14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

21:38:13 21:38:22 21:38:33 21:38:44 21:38:56 21:39:05 21:39:13 21:39:22 21:39:33 21:39:43 21:39:54 21:40:03 21:40:11 21:40:23 21:40:33 21:40:42 21:40:53

21:38:19 21:38:27 21:38:39 21:38:49 21:39:00 21:39:07 21:39:14 21:39:23 21:39:37 21:39:45 21:39:56 21:40:09 21:40:16 21:40:27 21:40:37 21:40:44 21:40:55

6 detik 5 detik 6 detik 5 detik 4 detik 2 detik 1 detik 1 detik 4 detik 2 detik 2 detik 6 detik 5 detik 4 detik 4 detik 2 detik 2 detik

Tabel 4.3 Hasil Uji SMS Gateway (pukul 09:00-21:00) SMS Waktu Waktu Lama keKirim Terima Pengiriman 1 15:15:05 15:15:08 3 detik 2 15:15:15 15:15:19 4 detik 3 15:15:26 15:15:28 2 detik 4 15:15:35 15:15:38 3 detik 5 15:15:44 15:15:47 3 detik 6 15:15:53 15:15:58 5 detik 7 15:16:05 15:16:09 4 detik 8 15:16:16 15:16:20 4 detik 9 15:16:24 15:16:26 2 detik 10 15:16:32 15:16:33 1 detik 11 15:16:45 15:16:50 5 detik 12 15:16:51 15:16:55 4 detik 13 15:17:04 15:17:09 5 detik 14 15:17:17 15:17:20 3 detik 15 15:17:25 15:17:27 2 detik 16 15:17:35 15:17:39 4 detik 17 15:17:44 15:17:50 6 detik 18 15:17:55 15:18:01 6 detik 19 15:18:03 15:18:13 10 detik 20 15:18:15 15:18:23 8 detik 21 15:18:24 15:18:29 5 detik 22 15:18:35 15:18:38 3 detik 23 15:18:46 15:18:49 3 detik 24 15:18:55 15:18:59 4 detik 25 15:19:05 15:19:13 8 detik 26 15:19:14 15:19:19 5 detik 27 15:19:25 15:19:27 2 detik 28 15:19:33 15:19:35 2 detik 29 15:19:45 15:19:51 6 detik 30 15:19:54 15:19:57 3 detik Analisa Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa semua SMS yang dikirim gateway diterima oleh mobile phone dengan rata-rata waktu pengiriman 3,5detik/user pada jam biasa (21:00-09:00) dan pada jam sibuk (09:00-21:00) sebesar 4,2detik/user. 4.6 Pengujian dan Analisa Setelah sistem dapat diimplementasikan, maka sistem perlu diuji untuk kemudian dianalisa. Pengujian

9

perlu dilakukan dengan maksud agar dapat diketahui apakah tujuan dari pembuatan sistem telah tercapai. Pengujian dilakukan dengan menggunakan sebuah RFID Reader dengan 2 jenis RFID Tag yang berbeda. Proses pengujian transaksi peminjaman film ini dilakukan dengan cara melakukan simulasi transaksi dengan aplikasi yang sudah dibuat sebelumnya. Setelah itu, dilakukan proses pengujian cara kerja SMS Gateway dengan menggunakan sebuah mobile phone Siemens M55 yang berfungsi sebagai gateway pengiriman. Skenario pengujian yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Pengujian terhadap pembacaan RFID Tag Pelanggan yang telah terisi data. 2. Pengujian terhadap pembacaan RFID Tag Film yang telah terisi data. 3. Pengujian terhadap keberhasilan transaksi peminjaman film dilihat dari database yang sudah ada. 4. Pengukuran terhadap jarak ukur maksimal untuk scan RFID Tag Pelanggan maupun RFID Tag Film ke RFID reader. 5. Pengujian SMS Gateway sebagai reminder kepada pelanggan yang dikirimkan saat tanggal pengembalian film. 6. Pengujian lama pengiriman SMS dari gateway ke mobile phone pelanggan. 4.7 Prosedur Pemakaian Sistem Sistem transaksi peminjaman pada rental video ini menggunakan teknologi RFID yang telah dirancang dan dibuat pada Proyek Akhir ini memiliki prosedur pemakaian seperti berikut : 1. Pada suatu rental video memiliki satu buah reader RFID ACR 120U yang terhubung dengan sebuah PC. 2. PC memiliki program Visual Basic 6.0 untuk menjalankan aplikasi dari reader RFID ACR 120U. 3. Admin hanya dibutuhkan saat pelanggan meminta disc film dan menjalankan trigger untuk layanan SMS Gateway. 4. Proses transaksi peminjaman film dapat dilakukan setelah admin menginput data film yang tersedia. PC terkoneksi dengan mobile phone Siemens M55 yang berfungsi sebagai gateway pada sistem SMS reminder. 5 Kesimpulan dan Saran 5.1 Kesimpulan Berdasarkan proses implementasi, pengujian, dan analisis dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Berdasarkan hasil percobaan, dapat ditarik kesimpulan bahwa semua RFID tag dapat terbaca oleh RFID reader atau dengan kata lain tingkat kesalahan pembacaan dan pengidentifikasian RFID sebesar 0%. 2. RFID Tag dalam Kartu Pelanggan yang digunakan adalah Mifare Classic 1k dengan jarak ukur ke RFID reader ACR 120U maksimal yang didapatkan hanya 5 cm dengan maksimal sudut pembacaan 60˚. 3. RFID Tag film yang digunakan adalah TK-01 Mifare 1k dengan jarak ukur ke RFID reader ACR

120U maksimal yang didapatkan hanya 2,5 cm dengan maksimal sudut pembacaan 30˚. 4. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa semua SMS yang dikirim gateway diterima oleh mobile phone dengan delay 10 detik antar pengiriman SMS satu dengan yang lain membutuhkan rata-rata waktu pengiriman 3,5detik/user pada jam biasa (21:00-09:00) dan pada jam sibuk (09:00-21:00) rata-rata waktu pengiriman 4,2detik/user. 5.2 SARAN Saran yang dapat diajukan untuk penelitian lebih lanjut mengenai topik ini adalah: 1. Untuk kedepannya, agar sistem dibuat lebih kompleks lagi sehingga dengan media SMS Gateway juga dapat mengakses data pelanggan, data film terbaru, maupun transaksi melalui SMS. 2. Sistem tidak hanya terbatas pada transaksi rental video saja, tetapi diharapkan agar dibuat sistem yang lebih aplikatif lebih lanjut. DAFTAR PUSTAKA 1. Advance Card System Ltd, “Guidelines in Porting Applications From ACR 120S to ACR 120U and Vice-Versa ACR 120U Reader/Writer”, November 2005 2. Advance Card System Ltd, “Software Development Kit User Manual ACR 120U Reader/Writer”, April 2006 3. Advance Card System Ltd, “Technical Specification ACR 120 Reader/Writer”, April 2006 4. Hendry, ST. “Berbagai Aplikasi Database dengan VB 6.0”. Elex Media Komputindo. Jakarta. 2009. 5. MADCOMS. ”Panduan Pemograman dan Referensi Kamus Visual Basic 6.0”. Edisi I, 2006 6. Yogyakarta Andi. “Pemrograman Visual Basic 6.0”. Edisi II, 2002 7. www.ilmukomputer.com, Danu Wira Pangestu. Pemrograman Database Visual Basic – MySQL. 8. www.budileo.com, Modul Kuliah Pemrograman Visual Basic 6.0 9. www.tugasakhirvb.com/tutorial

10

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->