P. 1
Khutbah Idul Fitri 1432 h

Khutbah Idul Fitri 1432 h

|Views: 177|Likes:
Published by Japar Sadiq Assaqaf

More info:

Categories:Types, Speeches
Published by: Japar Sadiq Assaqaf on Jun 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

1

KHUTBAH IDUL FITRI 1432 H

BERSYUKUR, HIKMAH PUASA, PASCA PUASA, FITRAH MANUSIA, KEUTAMAAN PEMAAF, HIKMAH
SILATURAHMI

ّ

سلا
ا
ل

م
ا
ع
ا
ل

ي

ك

م
ا
و
ا
ر

ح

ة
ه
لا
ا
و
ا
ب
ا
كر
ا
ا

ت و















Ma’asyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah.
Puji syukur marilah senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah, SWT, yang masih memberikan nikmat
yang tak terhitung jumlahnya kepada kita semua.
Perlu disadari , bahwa kita bisa berjalan, bukan karena kita memiliki sepasang kaki, tetapi lebih karena
ruh kita masih diberikan kekuasaan oleh Allah SWT, sehingga kaki kita bergerak menurut perintah ruh
kita. Orang sakit semacam struk tidak bisa berjalan, sebetulnya hati dan pikiranya juga punya
berkeinginan untuk berjalan, tetapi ruhnya sudah tidak diberi kuasa untuk memerintahkan kakinya lagi,
walaupun kakinya masih utuh dia tidak mampu berjalan.
Hadirin rakhimakumullah …
Kita bisa berdiri dengan tegak juga karena karena ruh kita diberi kekuasaan oleh Allah untuk menjaga
keseimbangan kita, Karena menurut teori, dengan luas telapak kaki kita yang sedemikian kecil
seharusnya tidak mampu menyangga berat badan kita. Sebagai bukti, kalau manusia telah meninggal
dunia jasad tidak bisa lagi berdiri dengan tegak dan seimbang.
Oleh karena itu, tidak sepantasnyalah kita mengingkari atau mengkufuri nikmat yang diberikan oleh
Allah SWT. Dengan selalu berusaha meningkatkan ketaqwaan kita.
Hadirin hadirat sidang jamaah idul fitri rakhimakumullah . . . .
ا ربكا x3
Bulan ramadhan telah berlalu, di hari yang mulia ini, kita merayakan hari kemenangan, karena telah
berhasil mengendalikan hawa nafsu kita, dengan berbagai tantangan dan godaan. Berbagai hikmah,
faredah dan kenikmatan puasa telah kita rasakan dan dosa-dosa kita yang telah lewat insya Allah,
2

diampuni oleh Allah Azza Wa Jalla, sebagaimana dijamin sendiri oleh Rasulullah saw. Dalam haditsnya,
beliau bersabda :
نم ماص ناضمر اناميا اباستحاو رفغ هل ام مّ دقت نم هبنذ
Artinya : “Barang siapa telah melaksanakan puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dri
Allah, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lewat”
Hari ini ketaqwaan kita juga bertambah , sesuai dengan tujuan diperintahkannya puasa, dalam QS Al
baqarah 183 :
E_GCÒ^4C 4ׯg~-.- W-ONL4`-47
=Ug-7 Nª¬:^OÞU4× N¯4O´_¯- E©E
=Ug-7 OÞ>4N ¬-¯g~-.- }g` ¯ª¬:)U¯l·~
¯ª7¯+UE¬·¯ 4pO¬³+-·> ^¯g@÷
183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas
orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Ibarat kupu kupu, kita baru saja keluar dari kepompong, yang sebelumnya berwujud ulat, setelah
berhasil menahan lapar dan dahaga, semua sifat sifatnya berubah. Dari yang sebelumnya sering
membuat gatal, menyakitkan, merusak dan merugikan lingkungan serta banyak dibenci, menjadi kupu
kupu yang warna warni, menyenangkan, tidak pernah menyakitkan orang lain, bermanfaat membantu
penyerbukan, dan tidak ada yang membencinya. Itulah gambaran yang diharapkan bagi orang yang telah
selesai menjalankan puasa.
ا ربكا x3
Hari ini adalah hari raya Idul Fitri atau kembalinya jiwa dan raga kita kepada fitrah, jiwa yang suci, ibarat
kertas putih yang bersih, akan sempurna tatkala terhapusnya dosa kita kepada Allah diikuti dengan
terhapusnya noda dan dosa kita kepada sesama manusia.
Dosa kita kepada sesama manusia, tidak bisa hilang atau terhapus dengan puasa dan istihgfar, tetapi
kita harus memohon maaf dan memaafkan. Dosa kita kepada Orang tua, dosa kita kepada istri, dosa kita
kepada suami, dosa kita kepada anak, dosa kita kepada tetangga, akan kita tuntaskan hari ini, marilah
kita hidupkan silaturrahmi untuk saling maaf memaafkan,

ا ربكا x3
Hadirin hadirat sidang idul fitri rakhimakumulloh . . . .
Salah satu di antara ajaran Islam yang sangat agung adalah ajaran untuk saling memaafkan. Memafkan
berarti, orang lain yang yang mempunyai kesalahan, kemudian kita memberi maaf. Sementara kalau kita
yang mepunyai kesalahan maka wajib bagi kita untuk meminta maaf.
Orang yang mulia adalah orang yang suka memafkan. Dalam sebuah hadis yang di riwayatkan oleh Abu
Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah saw bersabda:
Musa bin Imran as, berkata: Wahai Tuhanku diantara hamba-hamba-Mu, siapakah orang yang paling
mulia dalam pandangan-Mu ? Allah Azza Wajalla menjawab, “ Orang yang memaafkan walaupun ia
mampu membalas. “ ( HR. Imam Baihaqi )
Hadis riwayat Ibnu Hibban :
Maafkanlah , maka kalian akan bertambah sabar.
3

menghadapi kesalahan orang lain Allah swt menujukan tiga kelas manusia, sebagaimana yang terdapat
dalam surat ali imran ayat 133 dan 134, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
¯ W-EONNjOEc4Ò _OÞ¯)³ ±E4Og¼^¯4` }g)`
¯ª¬:)Þ·O ·OE4E_4Ò E_¬¯¯O4N
÷ª4OE©OO¯- O·¯O·-4Ò ;ªO³gNq¡
4×-´³+-÷©·Ug¯ ^¯@@÷ 4ׯg~-.-
4pO¬³g¼LNC O)× g7.-·O-O¯-
g7.-·O-ׯ-4Ò 4×-g©g¬E:^¯-4Ò
E^^O4¯^¯- 4×-g·E¬^¯-4Ò ^}4N
+EE4¯- ¯ +.-4Ò OUg47©
¬--gL´O¯·÷©^¯- ^¯@j÷
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang seluas langit dan bumi
yang disediakan untuk orasng-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya)
baik diwaktu lapang maupun sempit dan orang orang yang menahan amarahnya dan memmaafkan
(kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan,”.(QS*3+:133-134).
manusia tingkatan yang pertama adalah manusia yang mampu menahan amarah atau al-Kazhimiin pada
saat ada orang yang berbuat salah kepada kita,
Tingkatan yang kedua adalah manusia yang memaafkan atau al-Aafin, manusia ini tidak hanya mampu
menahan amarahnya ketika ada orang lain yang berbuat salah kepadanya tetapi dia mampu dengan
ikhlas memaafkannya.
Sedangkan manusia tingkat ketiga ( yang paling mulia dan disukai oleh Allah SWT ) , yakni manusia yang
bukan sekedar mampu menahan amarah, atau mampu memaafkan kesalahan orang lain, tetapi lebih
dari itu, manusia tersebut mampu berbuat baik kepada orang yang pernah melakukan kesalahan
kepadanya.
ا ربكا x3
Hadirin hadirat sidang idul fitri rakhimakumullah . . . .
Apabila kita tidak mau memaafkan orang lain, tentu dihatinya akan ada rasa dendam, Rasa ini akan
menjadi energy negative dan merupakan beban bagi dirinya sendiri, menurut beberapa ahli, dapat
menyebabkan penyakit struk, jantung, darah tinggi, rusaknya pencernaan dan insomnia karena selalu
membawa kegelisahan, kecemasan dan tekanan negatif bagi dirinya sendiri. Hanya orang-orang bodoh
yang tidak memiliki sikap pemaaf. Seorang sufi Syaqiq Al Zahid mengatakan ,’ Pada saat kamu teringat
atau bertemu orang jahat, kemudian kamu tidak merasa belas kasihan kepadanya, berarti kamu lebih
jahat dari dia.’ Dalam satu hadis disebutkan bahwa salat dan puasa belum cukup membawa seseorang
ke surga sampai dadanya bersih dari dendam, hatinya penyayang, dan berbelas kasih terhadap sesama.
Khalifah Umar bin Abdul Aziz menjelaskan, amal yang paling disenangi Allah SWT ada tiga, ‘ Memberi
maaf sewaktu sempat membalas dendam, berlaku adil saat emosi, dan menaruh belas kasihan terhadap
sesama hamba Allah.’ Sesungguhnya sikap lapang dada dan sikap saling memaafkan satu sama lain
merupakan salah satu ajaran moral Islam yang mesti dijunjung tinggi.
ا ربكا x3
Hadirin hadirat rakhimakumullah . . . .
4

Hari ini kita juga diharapkan, dapat kembali ke fitrah, yang diibaratkan seperti bayi, bukan berarti kita
harus minta gendong lagi kepada orang tua kita, tetapi kita diharapkan dapat meniru sifat sifat bayi.
Mari kita cermati sifat bayi, yang kami maksud disini bukan bayi yang baru lahir saja, tetapi bayi sampai
dibawah umur dua tahun yang masih kelihatan sifat fitrahnya , yaitu diantaranya;
1. Bayi tidak pernah marah, tidak pernah emosi, kepada siapapun.
Kita orang dewasa, diharapkan menjauhi marah : Rasulullah bersabda ;
Jauhi Marah ( HR: Ibnu Abidunya )
2. Bayi tidak pernah dendam, bayi tidak pernah memiliki rencana akan membalas kesalahan orang lain.
3. Bayi tidak pernah berprasangka buruk ( su udhon) / curiga kepada siapapun, naum tetap hati hati
dalam melangkah.
4. Bayi selalu menyenangkan siapa saja, dengan selalu tersenyum walaupun mungkin sedang ditakut
takuti.
5. Bayi selalu memiliki rasa ingin tahu, dengan selalu bertanya dan mencoba sesuatu yang baru.
6. Bayi selalu berfikir tenang, tidak pernah gelisah apapun keadaannya, karena percaya bahwa Allah
SWT, pasti mentaqdirkan yang terbaik bagi dirinya, walaupun mungkin kelihatannya tidak
menyenangkan.
7. Bayi selalu mudah tidur karena ketenangan jiwanya, karena merasa semuanya sudah ada yang
menjaga dan sudah ada yang mengaturnya.
8. Bayi merupakan harapan orang tua, untuk dapat tumbuh menjadi manusia yang berguna, dan
bermanfaaf bagi orang lain di kemudian hari.
Sesuai Hadis yang diriwayatkan Adliya;
سانلل مهعفنا سانلا ريخ
Sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat manusia lainnya
9. Bayi yang baunya selalu wangi dan harum, karena hanya makan makanan yang baik dan halal.
10. Bayi yang selalu bekerja keras untuk berlatih berjalan, menjalani hidup ini, walaupun sering jatuh
atau gagal berkali kali , dia tidak kenal putus asa dari rahmad Allah, SWT, karena kewajiban kita adalah
berusaha, dan hasilnya ditentukan oleh Allah, SWT. Rasulullah, bersabda :

Bekerjalah, karena usaha itu diwajibkan atas kalian ( HR : Tabrani )
ا ربكا x3
Hadirin hadirat sidang idul fitri rakhimakumullah . . . .
janji Rasulullah.saw yang patut untuk direnungkan. Beliau bersabda, “Barangsiapa menjamin untukku
satu perkara, aku jamin untuknya empat perkara. Hendaknya dia bersilaturrahim, niscaya keluarganya
akan mencintainya, diperluas baginya rezekinya, ditambah umurnya dan Allah memasukkannya ke
dalam syurga yang dijanjikan-Nya.” (HR. Ar-Rabii’)
Dari hadist tersebut, betapa besar nilai silaturahmi. Oleh karena itu tidak keliru saudara kita yang rela
mengeluarkan tenaga dan biaya yang tidak sedikit untuk mudik silaturohmi dengan orang tua, keluarga
dan tetangga.
Apalagi bagi yang memiliki rizki lapang berkenan berbagai kepada yang lain, sabda Rasulullah SAW;
kenalkan dirimu kepada Allah pada saat engkau dalam keadaan lapang, Allah akan mengenalimu pada
saat engkau dalam kesulitan.
5

ا ربكا x3
Muslimin muslimat rakhimakumullah . . . .
Marilah kita saling mendoakan dan saling minta maaf dan memaafkan, dengan mengucapkan ;
Taqobalallahu Minnaa wa Minkum, shiyamana wa shiyamakum , qiyamana wa qiyamakum, Minal ‘Aidin
wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Batin,
Arti kalimat ini adalah semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian. Maksudnya, menerima amal
ibadah kita semua selama bulan Ramadhan. juga puasaku dan kalian diterima, semoga sholat ku dan
sholat kalian diterima, Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali kepada yang fitrah dan (semoga
kita) menjadi orang yg beruntung dengan mendapatkan rahmat, pengampunan dari segala dosa dari
Allah, SWT. Mohon maaf jika ada kesalahan dan dosa, baik secara lahir maupun batin.

KHUTBAH KEDUA
ّ

ر
ا
ب

ك
ا
اّ

لا ( 7 )×
ا
ب

ك
ا
اّ

لا
ا
وّ

لاّ

ل
ه
اّ
ا
و
ا
ل
ه
اّ
ا
لّ
ً
ل

ي

صاأّ
ا
وّ
ً
ة
ا
ر ك

بّ لاّ
ا
نا
ا
ح

ب

س
ا
وّ ا
ً
ر

ي
ه
ث
ا
كّ
ه
لّ

د

م
ا
ل

ا
ا
وّ ايبكّ

ر
ا
ب

ك
ا
اّ

لا
ه
ل
ا
وّ

ر
ا
ب

ك
ا
اّ

لاّ

ر
ّ
ا
س

ح
ه
اّ
ا
ىل
ا
عّ
ه
لّ

د

م
ا
ل

اّ.

د

م
ا
ل

ا
ه
و
ه
نا
ا
ن
ه
ت

م
ه
ا
ا
وّ
ه
و
ه
ق

ي
ه
ف

و
ا
تّ
ا
ىل
ا
عّ

و
ا
لّ

ر كّ شلا
ا
وّ
ه
و
ه
نا .

و
ا
لّ

و
ا
لّ
ا
ك

ي
ه
ر
ا
شّ
ا
لّ

ه
ا
د

ح
ا
وّ

لا
ا
وّ

لاّ

ل
ه
اّ
ا
و
ا
ل
ه
اّ
ا
لّ

ن
ا
اّ

د
ا
ه

ش
ا
ا
ا
و
ّ

هللاّ
ه
و
ه
نا
ا
و

ض
ه
رّ
ا
ل
ه
اّ ى
ه
عا دلاّ

و

ل

و

س
ا
ر
ا
وّ

ه

د

ب
ا
عّ ا
ً
د

م
ا

مّ ا
ا
ن
ا
د
ّ
ي
ا
سّ ن
ا
اّ

د
ا
ه

ش
ا
ا
ا
وّ
ه
و
ه
نأ
ا
ش
ه
لّ ا
ً
م

ي
ه
ظ

ع
ا
ت
ه
و
ه
ل
ا
اّ ى
ا
ل
ا
ع
ا
وّ
ٍ
د

م
ا

مّ ا
ا
ن
ه
د
ّ
ي
ا
سّ ى
ا
ل
ا
عّ
ّ
ل
ا
صّ

م
ّ

و

ه
ا
ت

نا
ا
وّ
ا
ر
ا
م
ا
اّا
ا
م

ي
ه
فّ
ا
لااو

قت
ه
اّ

سانلاّا
ا
ه
ّ
ي
ا
اّ
ا
اي
ا
فّ

د

ع
ا
بّا

م
ا
اّ.ا
ً
ر

يث
ا
كّا
ً
م

ي
ه
ل

س
ا
تّ

م
ّ
ل
ا
س
ا
وّ
ه
و
ه
با
ا
ح

ص
ا
ا
ا
و

م

ك
ا
ر
ا
م
ا
اّ
ا
لاّ ن
ا
اّا

و

م
ا
ل

عا
ا
و.
ا
ر
ا
ج
ا
ز
ا
وّى
ا
ه
ا
نّا

م
ا
عّا
ّ
ه
فّاأ
ا
د
ا
بّ
ٍ
ر

م
ا
ا
ه
ب يّ ه بنلاّ
ا
ىل
ا
عّ
ا
ن

و
ّ
ل
ا
ص

يّ

و
ا
ت
ا
ك
ه
ئّل
ا
م
ا
وّ
ا
لاّ ن
ه
اّ
ا
ل
ا
اع
ا
تّ
ا
لا
ا
ق
ا
وّ
ه
و
ه
س

د

ق
ه
بّ
ه
و
ه
ت
ا
ك
ه
ئّل
ا
ه
بّ
ا
ن
ا
ث
ا
وّ
ه
و
ه
س

ف
ا
ن
ه
بّ
ه
و

ي ا

و
ّ
ل
ا
صّا

و

ن
ا
مآّ
ا
ن

ي
ه
ذ

لاّا
ا
ه
ّ
ي
ا
اّآ
ّ
ا
عّ

لاّى

ل
ا
صّ
ٍ
د

م
ا

مّا
ا
ن
ه
د
ّ
ي
ا
سّى
ا
ل
ا
عّ
ّ
ل
ا
صّ

م

هللاّ.ا
ً
م

ي
ه
ل

س
ا
تّا

و

م
ّ
ل
ا
س
ا
وّ
ه
و

ي
ا
ل
ا
ع
ا
ك
ه
ل

س

ر
ا
وّ
ا
ك
ه
ئآي
ه
ب

ن
ا
اّى
ا
ل
ا
ع
ا
وّ
ٍ
د

م
ا

مّ
ا
ان
ه
د
ّ
ي
ا
سّ
ه
لآّى
ا
ل
ا
ع
ا
وّ

م
ّ
ل
ا
س
ا
وّ
ه
و

ي
ا
ل
ّ
ا
بّ

ن
ا
ع
ا
وّ ى
ه
ل
ا
ع
ا
وّ نا
ا
م

ث

ع
ا
ور
ا
م

ع
ا
و
ٍ
ر ك
ا
بّ ه ب
ا
اّ
ا
ن

ي
ه
د
ه
شا

رلاّ
ه
ءا
ا
ف
ا
ل

ل

اّ
ه
ن
ا
عّ
ا
ض

راّ

م

هللاّ
ا
ي
ه
ب

ر
ا
ق

ل

اّ
ه
ة
ا
ك
ه
ئل
ا
م
ا
و ي
ه
ع
ه
با
ا
ت
ا
وّ
ا
ي
ه
ع
ه
باتلا
ا
وّ
ه
ة
ا
با
ا
ح

صلاّ
ه
ة

ي
ه
ق
للاّ .
ا
ي
ه
ه
حا

رلاّ
ا
م
ا
ح

ر
ا
اّ ا
ا
يّ
ا
ك
ه
ت
ا

ح
ا
ر
ه
بّ

م

ه
ا
ع
ا
مّ ان
ا
عّ
ا
ض

را
ا
وّ
ه
ن

ي ّ دلاّ
ه
م

و
ا
يى
ا
ل
ه
اّ
ٍ
نا
ا
س

ح
ه
ا
ه
بّ

م

ا
لّ
ا
ي
ه
ع
ه
باتلا
ه
تا
ا
ن
ه
م

ؤ

ل

ا
ا
وّ
ا
ي
ه
ن
ه
م

ؤ

م ل
ه
لّ

ر
ه
ف

غاّ

م

ه
ّ
ا
اّ

م

هللاّ
ه
تا
ا
و

م
ا
ل

ا
ا
وّ

م

ه

ن
ه
مّ

ءآي

ح
ا
ل

اّ
ه
تا
ا
م
ه
ل

س

ل

ا
ا
وّ
ا
ي
ه
م
ه
ل

س

ل

ا
ا
و
ا
ك
ا
دا
ا
ب
ه
عّ

ر

ص

نا
ا
وّ
ا
ي
ه
ك
ه
ر

ش

ل

ا
ا
وّ
ا
ك

رّ شلاّ

ل
ه
ذاأ
ا
وّ
ا
ي
ه
م
ه
ل

س

ل

ا
ا
وّ
ا
م
ا
ل

س
ه
ل

اّ

ز
ه
ع
ّه ل

عا
ا
وّ
ه
ن

ي ّ دلا
ا
ءا
ا
د

ع
ا
اّ

ر
ّ
م
ا
دّ
ا
وّ
ا
ي
ه
م
ه
ل

س

ل

اّ
ا
ل
ا
ذ
ا
خّ

ن
ا
مّ ل

ذ

خا
ا
وّ
ا
ن

ي ّ دلاّ
ا
ر
ا
ص
ا
نّ

ن
ا
مّ

ر

ص

نا
ا
وّ
ا
ة

ي
ه
د
ّ
ح
ا
و

ل

ا .
ه
ن

ي ّ دلاّ
ا
م

و
ا
يّ
ا
ل
ه
اّ
ا
ك
ه
تا
ا
م
ه
ل
ا
ك

م

هللا
ّ
ا
بّا
ا
م
ا
وّا
ا
ه

ن
ه
مّ
ا
ر
ا
ه
ا
ظّا
ا
مّ
ا
ن
ا
ح
ه
ل

ا
ا
وّ
ه
ة
ا
ن

ت
ه
فل

اّ
ا
ء

و

س
ا
وّ
ا
ن
ا
ح
ه
ل

ا
ا
وّ
ا
ل
ه
ز
ا
ل

زلا
ا
وّ
ا
ءا
ا
ب
ا
ول

ا
ا
وّ
ا
ء
ا
ل
ا
بل

اّان
ا
عّ

ع
ا
ف

دا
ه
ر
ه
ئا
ا
س
ا
وّ
ً
ة

صآخّا

ي
ه
س

ي
ه
نو

د

ن
ه
اّا
ا
ن
ه
د
ا
ل
ا
بّ

ن
ا
عّ
ا
ن
ا
ط
ّ
ا
رّ.
ا
ي
ه
م
ا
لا
ا
عل

اّ

ب
ا
رّ ا
ا
يّ
ً
ة

مآعّ
ا
ي
ه
م
ه
ل

س

ل

اّ
ه
نا
ا
د ل

بل

ا
ه
رانلاّ
ا
با
ا
ذ
ا
عّ ا
ا
ن
ه
ق
ا
وّ
ً
ة
ا
ن
ا
س
ا
حّ
ه
ة
ا
ر
ه
خل

اّ
ه
ف
ا
وّ
ً
ة
ا
ن
ا
س
ا
حّا
ا
ي

ن ّ دلاّ
ه
فّ
ا
ان
ه
تآّا
ا
ن

ب . ا
ا
ن

م
ا
ل
ا
ظّ ا
ا
ن

ب
ا
ر
ا
ا
ن

ر

مأ
ا
يّ
ا
لاّ ن
ه
اّ !ّ
ه
لا
ا
دا
ا
ب
ه
عّ .
ا
ن

ي
ه
ر
ه
سا
ا
ل

اّ
ا
ن
ه
مّ

ن
ا
ن

و

ك
ا
ن
ا
لّ ا
ا
ن
ا
ح

ر
ا
ت
ا
وّ ا
ا
ن
ا
لّ

ر
ه
ف

غ
ا
تّ

ا
لّ

ن
ه
ا
ا
وا
ا
ن
ا
س

ف

ن
ا
ا

ح
ه
ل

ا
ا
وّ
ه
ل

د
ا
عل

ا
ه
ب
ا
ب

ر

قل

اّ ى
ه
ذّ
ه
ءآت

ي
ه
إ
ا
وّ
ه
نا
ا
س
ّ

ر

ك ذ
ا
يّ
ا
م

ي
ه
ظ
ا
عل

اّ
ا
لااو

ر

كذا
ا
وّ
ا
ن

و

ر

ك
ا
ذ
ا
تّ

م

ك

ل
ا
ع
ا
لّ

م

ك

ظ
ه
ع
ا
يّ ي

غ
ا
بل

ا
ا
وّ
ه
ر
ا
ك

ن

ل

ا
ا
وّ
ه
ءآش

ح
ا
فل

اّ
ه
ن
ا
عّ ى
ا
ه

ن
ا
ي
ا
و

م

ك د
ه
ز
ا
يّ
ه
و
ه
م
ا
ع
ه
نّ
ا
ىل
ا
عّ

ه

و

ر

ك

شا
ا
وّ

م

ك
ّ

ر
ا
ب

ك
ا
اّ
ه
لاّ

ر

ك
ه
ذ
ا
ل
ا
و

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->