P. 1
hukum ohm

hukum ohm

|Views: 144|Likes:
Published by Ramadhan Ilham

More info:

Published by: Ramadhan Ilham on Jun 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2015

pdf

text

original

Form.

No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

1. TUJUAN 2.1 Tujuan Umum : mahasiswa dapat menentukan tegangan suatu penghantar kuat arus dan tegangan dalam suatu rangkaian dengan menggunakan prinsip hukum ohm 2.2 Tujuan Khusus:- mahasiswa dapat mengukur hambatan dalam ampermeter - Mahasiswa dapat mengukur hambatan dalam voltmeter - Mahasiswa dapat mengukur hambatan dalam dari ampermeter dengan menggunakan resistor 270 Ω - Mahasiswa dapat mengukur hambatan dalam dari voltmeter dengan menggunakan resistor 270 Ω

2. RUANG LINGKUP
Hukum Ohm menyatakan bahwa besar arus yang mengalir pada suatu konduktor pada suhu tetap sebanding dengan beda potensial antara kedua ujung-ujung konduktor

Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan:

1

Form. No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

dimana I adalah arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satuan Ampere, V adalah tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt, dan R adalah nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm.
Hukum ini dicetuskan oleh George Simon Ohm, seorang fisikawan dari Jerman pada tahun 1825 dan dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun 1827. Pengertian Arus, Hambatan dan Tegangan 1. Arus Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya. 2. Hambatan Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik dapat dirumuskan sebagai berikut

2

Form. No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

3. Tegangan Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensi listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial sebuah medan listrik untuk menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensi listrik satu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi.

Resistor adalah komponen elektronik dua saluran yang didesain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi penurunan tegangan listrik di antara kedua salurannya sesuai dengan arus yang mengalirinya Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam kompon dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-kromium). Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat diboroskan.

3

Form. No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, desah listrik, dan induktansi. Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak, bahkan sirkuit terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, resistor harus cukup besar secara fisik agar tidak menjadi terlalu panas saat memboroskan daya.

3. PENGERTIAN ( Dasar Teori) 3.1 Hukum Ohm a. Hukum Ohm I: Tegangan (V) yang melewati sebuah penghantar, berbanding lurus dengan arus (I) dari elemen rangkaian. Faktor perbandingan tegangan dengan arus disebut resistensi (Ω) V=I . R Ket: - V: Tegangan (V)beda potensial antara kedua ujung hambatan - I : Kuat arus (A) - R : Hambatan (Ω) Potensial (V) dan kuat arus (I) dapat dilakukan grafik Grafik hubungan V dan I berbentuk garis lurus / linier. Berdasarkan grafik ditunjukan bahwa semakin besar

4

Form. No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

tegangan, maka semakin besar kuat arusnya dalam perhitungan V I dan V I R ( V sebanding I) dan =C

( IPA Fisika 3A:Yudhistira:38) b. Hukum Ohm II Dalam rangkaian tertutup kuat arus listrik berbanding terbalik dengan jumlah GGL dan berbanding terbalik dengan jumlah hambatan dari rangkaian tersebut. Dalam sumber arus searah (accu) memiliki 1 GGL ditambahkan dengan E dan mempunyai hambatan dalam (R) Jika kutub-kutubnya saling di tutupi dengan hambatan luar (R) maka sumber arus listrik menghasilkan arus listrik. E = I (R + r) Ket : E: sumber arus searah I : Arus listrik R: Hambatan luar r: Hambatan dalam

3.2 Hukum Kirchoff a. Hukum Kirchofff I: Jumlah kuat arus yang masuk dalam titik ppercabangan sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan

5

Form. No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

I masuk = I keluar atau ∑I masuk = ∑I keluar I masuk = I1 + I2 + I3 (aljabbar wordpress.com/2008/04/06/hukum kirchoff I) b. Hukum kirchoff II : Jumlah aljabar GGl (E) dan jumlah penurunan potensial sama dengan nol. GGL (E) dalam sumber tegangan menyebabkan arus mengalir sepanjang loop (aljabar wordpress.com/2008/04/06/hukumkirchoffII)   

Voltmeter adalah alat untuk mengukur besar tegangan listrik dalam suatu rangkaian Ampermeter adalah alat untuk mengukur kuat arus listrik yang ada dalam rangkaian tertutup Potensio adalah resistor 3 terminal dengan sambungan geser yang membentuk pembagi tegangan dapat disetel. Potensio meter berperan sebagai resistor variabel r kertas

Resistor adalah komponen elektronik-elektronik satuan yang didisain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi

6

Form. No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

penurunan tegangan diantara kedua salurannya sesuai dengan arus yang mengalir.  Adaptor adalah suatu alat yang menurunkan tegangan dan merubah arus listrik AC ke DC 4. METODOLOGI a. Alat dan Bahan No 1 2 3 4 5 6 Nama Voltmeter Ampermeter Potensio meter Adaptor Kabel penghubung Resistor 270 Ω Jumlah 1 1 1 1 4 1

b. Langkah Kerja Rangkaian IB Hubungkan kabel dari adaptor (+) ke resistor

Hubungkan kabel dari resistor ke ampermeter lalu ke potensio meter 7

Form. No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

Menghubungkan kabel dari potensio meter ke adaptor (-)

Menghubungkan kabel dari voltmeter ke ampermeter resistor

Menghubungkan kabel dari potensio meter ke adaptor

Menyalakan adaptor dan menentukan tegangan

Memutar potensio agar mendapatkan besar pada voltmeter dan apermeter sesuai yang diinginkan

8

Form. No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

Catat besarnya arus dan tegangan yang ada

Putar potensio sampai dapat 4 data Rangkaian IIA

Hubungkan adaptor potensio meter multimeter secara seri

Setelah semuaa terhubung alirkan arus, tekan tombol on pada adaptor

Atur tegangan sesuai keinginan pada adaptor

Pilih tegangan / kuat arus yang dijadikan patokan pada multimeter

9

Form. No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

Putar potensio meter dan amati kemudian catat hasilnya

Ulangi selama 4 kali untuk memperoleh data

Rangkaian IIB

Susun adaptor, potensio, multimeter, resistor secara paralel menggunakan kabel penghubung

Tentukan tegangan pada adaptor

Nyalakan adaptor

Putar potensiometer untuk memperoleh data yang berbeda sebanyak 4 kali

10

Form. No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

Amati kemudian catat hasilnya

5. PEMBAHASAN Rangkaian I B Rangkaian ke 1 2 3 4 Rata – rata Ra Rangkaian II A Rangkaian ke 1 2 3 4 Rata – rata Ra Rb V 42.10
-3

Rb 270 270 270 270

V 20.10-3 30.10 39.10
-3 -3

I 10.10-6 22.10 30.10
-6 -6

Ra 1730 1090 1030 1141 1247,75

48.10-3

34.10-6

I 22.10
-6

Ra 1,90. 103 1. 103 1. 103 O,906. 103 1,4515.103

44.10-3 52.10-3 50.10-3

44.10-6 52.10-6 64.10-6

11

Form. No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

Rangkaian II B Rangkaian ke 1 2 3 4 Rata – rata Ra Pembahasan tabel a. Pembahasan tabel I B Dalam rangkaiaan R pada tabel di atas dalam rangkaian IB menggunakan rumus R = . Rumus ini digunakan karena letak Rb 270 270 270 270 V 22.10-3 44.10 48.10
-3 -3

I 4.10-6 8.10
-6 -6

Ra 117 112 117 113 113,5

10.10

67.10-3

12.10-6

resistornya secara seri terhadap ampermeter. Dalam percobaan ini diperoleh rata-rata Ra sebesar 1247,75 Ω b. Pembahasan tabel II A Pada rangkaian ini tidak menggunakan resistor dan rangkaian di susun secara seri. Dalam rangkaan ini menggunakan rumus R = Dalam rangkaian ini diperoleh rata – rata Ra sebesar 1,4515.103Ω. dan dari ketiga rangkaian, rangkaian IIA paling tinggi hambatannya, dikarenakan tidak ada hambatan yang dipasang dalam rangkaian IIA c. Pembahasan tabel IIB .

12

Form. No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

Dalam rangkaian ini Rt menggunakan rumus

=

+

karena

rangkaian ini adalah rangkaian paralel. Dimana Ra adalah hambapermeter, Rt adalah hambatan dalam. Dalam percobaan ini diperoleh rata – rata Ra sebesar 113,5 Ω Perbandingan dengan data kelompok A8 Rangkaian IB Rangkaian ke 1 2 3 4 Rata – rata Ra Rangkaian IIA Rangkaian ke 1 2 3 4 Rata – rata Ra Rb V 24.10-3 40.10-3 16.10-3 24.10-3 I 19.10-6 18.10-6 6.10-6 64.10-6 Ra 1,60. 103 2,22. 103 2,6. 103 2,6. 103 2,2. 103 Rb 270 270 270 270 V 5.10-3 10.10-3 6.10-3 8.10-3 I 20.10-6 28.10-6 16.10-6 30.10-6 Ra 20.103 80.103 105.103 4.103 40,2.103

13

Form. No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

Rangkaian IIB Rangkaian ke 1 2 3 4 Rata – rata Ra Rb 270 270 270 270 V 20.10-3 12.10-3 40.10-3 48.10-3 I 14.10-6 6.10-6 20.10-6 6.10-6 Ra 6,28. 103 2. 103 2,3. 103 0,73. 103 0,115. 103

Hasil pengamatan dengan kelompok lain dengan resistor yang sama a. Pada rangkaian IB, kelompok A8 memperoleh rata –rata hambatan sebesar 1,41. 103 Ω berbeda dengan hasil pengamatan yang kami lakukan diperoleh 1247,75 Ω b. Pada rangkaian IIA kelompok A8 memperoleh rata – rata hambatan sebesar 2,2. 103 Ω dan pada percobaan yang kami lakukan sebesar 1,4515. 103 Ω c. Pada rangkaian IIB kelompok A8 memperoleh rata – rata hambatan sebesar 0,115. 103 Ω dan pada percobaan yang kami lakukan sebesar 113,5 Ω

14

Form. No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

6. KESIMPULAN Hambatan dalam ampermeter pada rangkaian seri dapat di cari dengan rumus : Ra = Rb, dengan Ra (hambatan dalam), V (tegangan), I

(kuat arus), Rb (hambatan yang digunakan). Hambatan dalam voltmeter pada rangkaian pararel dapat dicari dengan rumus , dengan Rv (hambatan dalam voltmeter), Rb

(hambatan yang digunakan). Pada percobaan diperoleh rata-rata hambatan pada rangkaian IB sebesar 1247,75 Ω, pada rangkaian IIA sebesar 1451,5 Ω dan pada rangkaian IIB sebesar 1135 Ω Hal – hal mempengaruhi praktikum 1. Pemahaman prosedur kerja Jika tidak tahu percobaan ohm maka berakibat pada kesalahan merangkai suatu rangkaian. 2. Ketelitian dalam menyusun rangkaian Menyusun rangkaian sangat berpengaruh terhadap pengamatan besar hambatan yang dicari 3. Ketelitian mengukur skala pada voltmeter dan ampermeter 4. Ketelitian dalam pembacaan skala

15

Form. No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

Dalam membaca skala dapat berpengaruh terhadap besarnya hambatan dalam yang dicari

7. PERHITUNGAN Rangkaian I B Amperemeter 1. 10  2. 22  3. 30  4. 34  Voltmeter 1. 20  2. 30  3. 39  4. 48  x 100 x 100 x 100 x 100 = 20 = 30 = 39 = 48 = 20.10-3 = 30.10-3 = 39.10-3 = 48.10-3 × 100 x 100 x 100 x 100 = 10 = 22 = 30 = 34 = 10.10-6A = 22. 10-6A = 30. 10-6A = 34. 10-6A

16

Form. No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

Ra = 1. Ra1 = 2. Ra2 = 3. Ra3 = 4. Ra4 = – 270 = 1730Ω – 270 = 1090 Ω – 270 = 1030 Ω – 270 = 1141 Ω

Rǡ = = 1247,75 Ω

Rangkaian IIA Ampermeter 1. 22  2. 44  3. 52  4. 64  × 100 × 100 × 100 × 100 = 22 = 44 = 52 = 64 = 22.10-6A = 44.10-6A = 52.10-6A = 64.10-6A

17

Form. No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

Voltmeter 1. 42  2. 44  3. 52  4. 58  Ra = 1. Ra1 = 2. Ra2 = 3. Ra3 = 4. Ra4 = = 1,90.103 = 1. 103 = 1.103 = 0,906.103 x 100 x 100 x 100 x 100 = 42 = 44 = 52 = 58 = 42.10-3 = 44.10-3 = 52.10-3 = 58.10-3

Rǡ = = 1,4515 Ω

18

Form. No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

Rangkaian IIB Ampermeter 1. 4  2. 8  3. 10  4. 12  Voltmeter 1. 22  2. 44  3. 48  4. 62  x 100 x 100 x 100 x 100 = 22 = 44 = 48 = 62 = 22.10-3 = 44.10-3 = 48.10-3 = 62.10-3 × 100 × 100 × 100 × 100 =4 =8 = 10 = 12 = 4.10-6A = 8.10-6A = 10.10-6A = 12.10-6A

=

+

Rv =

1. Rv = = = +

= 181

= 112 Ω

19

Form. No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

2. Rv = = = 3. Rv = = = 4. Rv = = = + + +

= 181

= 112 Ω = 208

= 117 Ω = 193

= 113 Ω

8. DAFTAR PUSTAKA      Htttp://aljabar.wordpress.com/2008/04/06/hukum-kirchoffI Htttp://aljabar.wordpress.com/2008/04/06/hukum-kirchoffII Htttp://id.wikipedia.org/wiki/ampermeter Htttp://id.wikipedia.org/wiki/potensiometer Htttp://id.wikipedia.org/wiki/resistor

20

Form. No : LABORATORIUM DIII Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Tanggal Praktek: 15 November 2011 Halaman : Judul Materi : Rangkaian Hk. Ohm

PRAKTIKUM (Laboratorium Fisika Terapan)

  

Htttp://id.wikipedia.org/wiki/voltmeter Htttp://kepengenero.blogspot.com/2008/04/06/pengertian-adaptorcarapemeliharaan.html Htttp://www.scribd/dok/hukum

9. TANDA TANGAN Dosen Pembimbing Praktikan 1. Meidiyanto I.N. 2. Moh.Ilham R. 3. Oka rose V. Hadi NIP. Mengetahui Kepala laboratorium Pranata Laboratorium Pendidikan 1. ........ 2. ........ 3. ........

21

22

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->