P. 1
Laporan PLK S

Laporan PLK S

|Views: 568|Likes:
Published by Andriyani Utama

More info:

Published by: Andriyani Utama on Jun 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/06/2013

pdf

text

original

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sekolah merupakan tempat penyelenggaraan pendidikan secara formal dengan
tujuan untuk meningkatkan kualitas manusia seoptimal mungkin. Menurut Prayitno
”manusia yang berkualitas adalah manusia yang dapat menggembangkan dimensi
keindividualan, kesosialan moralitas dan dimensi keberagamaanya”. Dalam rangka
menjadikan siswa sebagai generasi penerus dalam membangun bangsa serta
menjadikan pribadi yang mandiri dan mampu berkarya bagi nusa dan bangsa. Untuk itu
salah satu kegiatan mahasiswa dilambaga pendidikan Sekolah Tinggi Agama Islam
Negeri (STAIN) Curup khususnya jurusan tarbiyah, program studi Bimbingan dan
Konseling adalah melakukan Praktik Lapangan Konseling di Sekolah (PLK-S) yang
salah satu tujuanya adalah menghasilkan mahasiswa yang bermutu dan profesional.
Dalam rangka menuju tujuan tersebut prodi Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Tinggi Agama Islam Negeri mewajibkan kepada mahasiswanya untuk melaksanakan
program praktik lapangan konseling di sekolah (PLK-S) yang sekaligus merupakan
wadah untuk dan mengaplikasikan teori bimbingan dan konseling.
Di samping itu kegiatan prktek PLK-S juga diarahkan untuk memperluas sasaran
layanan bimbingan dan konseling, khususnya untuk layanan konseling. Hal ini sesuai
dengan yang ada dalam memorandum IPB (1996) yang menyatakan bahwa sasaran
konseling selain siswa juga meliputi individu-individu dan lingkungan, para pekerja di
dunia usaha dan industri serta instansi dan warga masyarakat atau negara yang
dikehendaki mengembangkan diri dan menjalani kehidupan mereka secara optimsl dan
bahagia.

Praktik lapangan konseling di sekolah (PLK-S) wajib dilakukan oleh semua
mahasiswa program studi bimbingan dan konseling karena ini sebagai salah sati
persyaratan pokok dalam menyelesaikan kegiatan perkuliahan di semester VIII
khususnya di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Curup.

B. Tujuan Kegiatan PLK-S

Adapun tujuan dilaksanakanya praktik lapangan konseling di sekolah (PLK-S)

ini adalah :

1. Tujuan Umum

Melalui PLK-S ini diharapkan mahasiswa dapat menerapkan dan
mengembangkan kompetensi profesi konseling pendidikan secara penuh melalui
pengalaman nyata dalam melaksanakan pelayanan konseling di sekolah dengan standar
prosedur oprasional (SPO) yang tepat. Dan mahasiswa sebagai seorang guru

1

pembimbing dapat membantu peserta didiknya untuk mengembangkan potensi yang
dimilikinya serta meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilannya yang sesuai
dengan norma-norma didalam memberikan pelayanan BK. Dan mengungkapkan
berbagai masalah yang dialami siswa, baik masalah-masalah yang bersifat pribadi,
sosial, belajar, ataupun masalah-masalah yang lainnya.

2. Tujuan Khusus

Tujuan khusus PLK-S adalah untuk :
1.Agar mahasiswa terampil dalam menjabarkan panduan bimbingan
konseling pendidikan berbasis kompetensi sesuai dengan arah dan tujuan
profesional konseling, menjadi program-program konseling terhadap siswa.
2.Agar mahasiswa mampu menyusun proram kegiatan bimbingan dan
konseling sesuai dengan kebutuhan, tingkat perkembangan dan permasalahan
siswa di sekolah.
3.Agar mahasiswa dapat melaksanakan jenis-jenis layanan dan kegiatan
pendukung konseling sesuai dengan kebutuhan siswa melalui standar prosedur
oprasional SPO masing-masing kegiatan layanan dan kegiatan pendukung
konseling
4.Berpartisipasi dalam pelaksanaan dan pengembangan pengelolaan kegiatan
pelayanan konseling di sekolah.
5.Agar mahasiswa dapat mengadakan evaluasi terhadap program bimbingan
konseling yang disusunnya serta mampu menyusun laporan tertulis tentang
kegiatan PLK-S di sekolah dengan pola yang di tetapkan

C. Ruang Lingkup Materi dan Kegiatan

1. Lingkup Materi
a.Materi BK pola 17 Plus
b.Kompetensi standar konselor
c.Penyusunan program BK di sekolah
d.Kegiatan kelompok belajar mahasiswa
e.Penilaian hasil dan proses layanan serta kegiatan pendukung BK
f.Manajemen BK pelayana BK di sekolah
g.Dasar-dasar standarisasi profesi konseling (DSPK)
h.Bimbingan teman sebaya
2. Lingkup Kegiatan

a.Lingkup kegiatan PLK-S adalah agar mahasiswa mempraktikan seluruh
isi dalam lingkup materi di atas terhadap siswa minimal dalam satu kelas di
sekolah tempat PLK-S diselenggarakan yaitu di SMP Negeri 2 Curup Tengah.
b.Praktik diselenggarakan selama dua bulan mjulai dari tanggal 27
Januari sampai tanggal 31 Maret 2009.

2

Untuk kegiatan ini Praktik Lapangan Konseling di Sekolah mengacu pada pola 17
plus yang terdiri dari 6 bidang bimbingan, 9 jenis layanan, dan 5 kegiatan pendukung
yang telah di fokuskan pada kegiatan layanan pembelajaran :

6 Bidang bimbingan dan konseling

1.Bidang bimbingan pribadi
2.Bidang bimbingan sosial
3.Bidang pengembangan kegiatan belajar
4.Bidang pengembangan karir
5.Bidang pengembangan kehidupan berkeluarga
6.Bidang pengembangan kehidupan beragama

9 jenis layanan bimbingan dan konseling

1.layanan orentasi
2.layanan informasi
3.layanan penempatan dan penyaluran
4.layananpenguasaan konten
5.layanan konseling perorangan
6.layanan bimbingan kelompok
7.layanan konseling kelompok
8.layanan konsultasi
9.layanan mediasi

5 kegiatan pendukung bimbingan dan konseling

1.aplikasi Instrumentasi
2.himpunan Data
3.konfernsi Kasus
4.kunjungan rumah
5.alih tangan kasus

D. Kondisi Umum Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Curup Tengah

SMP Negeri 2 Curup Tengah ini didirikan di Kelurahan Air Merah, dengan status
negeri pada tanggal 5 Mei tahun 1992, dengan nama SMP N 7 Curup, kemudian
berubah nama menjadi SMP N 9 Curup, kembali lagi menjadi SMP N 7 Curup, dan
sekarang berubah lagi menjadi SMP N 2 Curup Tengah, karena adanya pemekaran
wilayah dalam kecamatan Curup hingga setiap sekolah dalam kecamatan pemekaran
maupun yang lama mengalami perubahan nomor urut disesuaikan dengan kecamatan
tersebut termasuklah SMP N 7 Curup, yang kini menjadi SMP N 2 Curup Tengah. Dari
sejak berdirinya Sekolah Menegah Pertama (SMP) tersebut sudah beberapa kali
berganti kepemimpinan atau kepala sekolah, adapun kepala sekolah yang pernah
menjabat di SMPN 2 Curup Tengah ini adalah sebagai berikut :

3

1. W .S. Silalahi Ka.SMP N 7 pertama pada tahun 1992 s/d 1998
1. Faudi. BA menjabat pada tahun 1998 s/d 1999
3. Drs. Rusli. S.Pd menjabat pada tahun 1999 s/d 2005
4. Iman Supriadi. S.Pd menjabat pada tahun 2005 s/d 2006
5. Drs. A Wahid Kadar menjabat pada tahun 2006 s/d 2008
6. Syuaib Surawijaya. S.Pd menjabat pada tahun 2008 s/d sekarang
Dilihat dari kondisi geografisnya SMP Negeri 2 Curup Tengah menempati posisi
yang agak sulit untuk dijangkau yakni terletak di daerah dataran tinggi dan tidak
dilewati angkot, dengan adanya jalan yang menurun dan mendaki tepatnya terletak
Jalan Setia Budi di kelurahan Air Merah kecamatan Curup Tengah, dengan batas-batas
sebagai berikut:
1. Sebelah Utara berbatasan dengan rumah penduduk dan perkebunan masyarakat
2. Sebelah Selatan berbatasan dengan jalan dan perumahan masyarakat
3. Sebelah Timur berbatasan dengan rumah penduduk dan perkebunan penduduk
4. Sebelah Barat berbatasan rumah penduduk
Selain dari itu dalam kegiatan belajar mengajar sarana dan prasarana sangat
mendukung bagi terciptanya pendidikan efektif yang bersifat internal maupun
eksternal, kelengksapan sarana ini dapat terlihat dari ruangan kelas, ruang guru, ruang
perputakaan, Lab komputer dan IPA, beserta sarana fisik yang mendukung dalam
kegiatan belajar mengajar lainnya.
Dalam rangka meningkatkan mutu dan pencapaian pendidikan di SMP Negeri 2
Curup Tengah dibantu oleh beberapa orang guru baik sebagai guru tetap maupun guru
honorer yang kesemuanya berjumlah kurang lebih 33 orang yang kesemuanya
berkompeten dalam bidangnya masing-masing.
Pada umumnya siswa-siswa SMP Negeri 2 Curup Tengah barasal dari desa
yang berbeda-beda serta memiliki agama yang berbeda-beda pula. Terkait dengan
agama siswa SMP Negeri 2 Curup Tengah ini pada umumnya beragama Islam dengan
jumlah presentase 97% dan 3% beragama non Islam. Adapun jumlah siswa di SMP
Negeri 2 Curup Tengah adalah :
Jumlah siswa SMP Negeri 2 Curup Tengah

NO

KELAS

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

JUMLAH

1

VII 1-4

52

52

104

2

VIII 1-4

45

61

106

3

IX 1-3

47

49

96

Jumlah

144

162

306

BAB II
PROGRAM LAYANAN KONSELING DALAM DUA BULAN

A. Penyusunan Program

4

Penyusunan program BK adalah membuat rencana pelayanan bimbingan
konseling dalam bidang bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar dan
bimbingan karir, pelaksanaan bimbingan dan konseling adalah melaksanakan fungsi
pelayana pemahaman, pencegahan, pengentasan, pemeliharaan dan pengembangan
dalam bidang-bidang bimbingan dan konseling. Evaluasi pelaksanaan bimbingan dan
konseling adalah kegiatan menilai layanan bimbingan dan konseling dalam bidang
bimbingan pribadi, sosial, belajar dan karir. Analisis evaluasi pelaksanaan BK adalah
menelaah hasil evaluasi pelaksanaan BK yang mencakup layanan orientasi, informasi,
penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, konseling dan bimbingan kelompok
serta kegiatan pendukungnya.

B. Materi Program

Program bimbingaan dan konseling untuk setiap periode disusun dengan
memperhatikan secara sungguh-sungguh unsur-unsur yang sangat erat kaitanya dengan
berbagai ketentuan yang ada. Unsur-unsur yang harus diperhatikan dan menjadi isi
program Bimbingan Konseling di sekolah adalah :
1.Kebutuhan siswa akan layanan BK ( kebutuhan ini diungkapkan melalui format
dan / atau Alat Ungkap Masalah (AUM) baik AUM UMUM dan AUM PTSDL
yang didisain untuk itu.
2.Kegiatan BK ini dilaksanakan di :
a.Dalam jam belajar sekolah
b.Luar jam belajar sekolah
3.unsur-unsur “ BK 17 Plus “
a.

Bidang-bidang bimbingan

1)

Bimbingan pribadi

2)

Bimbingan sosial

3)

Bimbingan belajar

4)

Bimbingan karir
b.

Jenis-jenis layanan BK yaitu

1)

Layanan Orientasi

2)

Layanan Informasi

3)

Layanan Penempatan dan Penyaluran

4)

Layanan Pembelajaran

5)

Layanan Konseling Perorangan

6)

Layanan Konseling Kelompok

7)

Layanan Bimbingan Kelompok

8)

Layanan Mediasi

9)

Layanan Konsultasi

5

c. Kegiatan Pendukung BK
1)Aplikasi Instrumentasi
2)Himpunan Data
3)Konferensi Kasus
4)Kunjungan Rumah
5)Alih Tangan Kasus

C. Penjabaran Program

Kegiatan PLK-S yang akan dilaksanakan pada dua jenis, yaitu kegiatan layanan
bimbingan dan konseling, dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. Rencana
kegiatan tersebut diuraikan dalam program bulanan dan program mingguan.
1. Program Bulanan

Program bulanan adalah program yang akan dilaksanakan selama dua bulan mulai
dari bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2009.(terlampir)
2. Program Mingguan

Program mingguan adalah program yang akan dilaksanakan beberapa kegiatan
dalam seminggu yang kegiatan tersebut dirangkum beberapa hari dalam seminggu.
Adapun program bulanan dan program mingguan untuk siswa kelas VIII 1 SMP N 2
Curup Tengah selama PLK-S adalah sebagai berikut :

Program Mingguan
Mahasiswa PLK-S di SMP Negeri 2 Curup Tengah

No

Minggu ke

Kegiatan

1

Pertama •Penyerahan mahasiswa PLK-S

•Pembuatan program

•Membuat daftar siswa asuh

•Memberi layanan orientasi + perkenalan

penjelasan pentingnya kegiatan BK
pola 17 Plus dan manfaatnya bagi siswa
mekanisme dan lama kegiatan BK
asas-asas kegiatan BK

•Evaluasi kegiatan

2

Kedua

•Pengadministrasian AUM UMUM

•Pengadministrasian AUM PTSDL

•Aplikasi Instrumentasi (tekhnik Sosiometri)

•Pemberian layanan informasi (belajar Efektif)

•Pemberian layanan informasi perkembanga fisik remaja

•Bimbingan Kelompok

6

•Layanan penempatan dan penyaluran

•Evaluasi Kegiatan

3

Ketiga

•Pengadministrasian AUM PTSDL

•Pengadministrasian AUM Umum

•Konseling Individual

•Bimbingan kelompok

•Pemberian layanan informasi tentang perkembangan teknologi

dan dampaknya

•Petak Jauhari

•Layanan Penguasaan Konten tentang cara mengatur waktu

•Layanan Penguasaan Konten tentang catatan

menarik/merapikan catatan

•Evaluasi Kegiatan

4

Empat

•Penampilan data (AUM UMUM-AUM PTSDL)

•Konseling kelompok

•Layanan informasi (Narkoba, AIDS, dan Alat Reproduksi)

•Layanan penguasaan konten (KPMP)

•Konseling individual

•Evaluasi kegiatan

5

Lima

•Layanan informasi (Rokok dan Dampak merokok)

•Konseling individual

•Konseling kelompok

•Layanan Penguasaan Konten tentang cara meingkas

•Evaluasi kegiatan

6

Enam

•Konseling individual

•Layanan Penguasaan Konten tentang Karya Ilmiah

7

Tujuh •Konseling individual

•Evaluasi kegiatan

8

Delapan

Meminta pesan dan kesan kepada siswa asuh
Perpisahan mahasiswa PPL kepada pihak sekolah

BAB III
IDENTIFIKASI MASALAH PESERTA DIDIK

A. Data Masalah Umum

7

AUM umum merupakan salah satu instrument dalam bimbingan dan konseling
yang bertujuan untuk mengungkapkan masalah-masalah siswa yang bersifat umum
sehingga dapat diketahui dan diberi bantuan layanan.
Identifikasi masalah peserta didik khususnya siswa asuh kelas VIII 4 dapat dilihat
dari hasil pengolahan AUM Umum format 3 SMP di SMP N 2 Curup Tengah terdiri
dari 16 orang perempuan dan 10 orang laki-laki yang dilaksanakan pada hari senin, 3
Februari 2009, sebagai berikut :
1.

Pada bidang Jasmani dan Kesehatan (JDK) yang jumlah
itemnya ada 20, masalah tertinggi 5 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa,
sedangkan masalah yang terendah 0 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa,
dengan jumlah keseluruhan 53 Dengan persentase 0,53 jika dirata-ratakan setiap siswa
mengalami masalah 2,15 sedangkan masalah berat yang dialami siswa dengan jumlah
26 jika dirata-ratakan setiap siswa mengalami masalah berat sebanyak 1
2.

Pada bidang Diri Pribadi (DPI) jumlah itemnya 15, masalah
yang tertinggi 10 yang dialami oleh satu atau beberapa siswa, sedangkan masalah
terendah 0 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, dengan jumlah secara
keseluruhan 74 dengan persentase 0,74 jika dirata-ratakan setiap siswa mengalami
masalah sebanyak 2,84 sedangkan masalah berat yang dialami oleh siswa dengan
jumlah 19 jika dirata-ratakan setiap siswa mengalami masalah berat sebanyak 0,73
3.

Pada Hubungan Sosial (HSO) yang jumlah itemnya ada 25,
masalah tertinggi 15 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, sedangkan
masalah yang terendah 0 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, dengan
jumlah secara keseluruhan 96 dengan persentase 0,9 jika dirata-ratakan setiap siswa
mengalami masalah 3,69 dangkan masalah berat yang dialami siswa dengan jumlah 16
jika dirata-ratakan setiap siswa mengalami masalah berat sebanyak 0,615
4.

Pada bidang Ekonomi dan Keuangan (EDK) yang jumlah
itemnya 10, masalah tertinggi 6 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, dan
masalah yang terendah 0 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, dengan
jumlah secara keseluruhan 34 Dengan persentase 0,34 jika dirata-ratakan setiap siswa
mengalami masalah 1,307 sedangkan masalah berat yang dialami siswa sebanyak 5
dengan rata-rata siswa mengalami masalah berat 0,19
5.

Pada bidang Karir dan Pekerjaan (KDP) jumlah itemnya ada
5, masalah tertinggi 4 yang dialami oleh satu atau beberapa siswa, dan masalah
terendah 0 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, dengan jumlah secara
keseluruhan sebanyak 11 dengan persentase 0,11 jika dirata-ratakan setiap siswa
mengalami masalah sebanyak 0,42 sedangkan masalah berat yang dialami oleh siswa
sebanyak 3 sehinnga rata-rata setiap siswa mengalami masah berat 0,11

8

6.

Pada bidang Pendidikan dan Pelajaran (PDP) yang jumlah
itemnya ada 50, masalah tertinggi 33 yang dialami oleh satu atau beberapa orang
siswa, dan masalah yang terendah 1 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa,
dengan jumlah keseluruhan 262 dengan persentase 2,62 jika dirata-ratakan setiap siswa
mengalami masalah 10,07 sedangkan masalah berat yang dialami siswa sebanyak 65
jika dirata-ratakan setiap siswa mengalami masalah berat sebanyak 2,5
7.

Pada bidang Agama, nilai-nilai dan Moral (ANM) yang
jumlah itemnya ada 15 , masalah tertinggi 7 yang dialami oleh satu atau beberapa orang
siswa, sedangkan masalah yang terendah 0 yang dialami oleh satu atau beberapa orang
siswa, dengan jumlah keseluruhan 53 Dengan persentase 0,53 jika dirata-ratakan setiap
siswa mengalami masalah 2,03 sedangkan masalah berat yang dialami siswa dengan
jumlah 15 jika dirata-ratakan setiap siswa mengalami masalah berat sebanyak 0,57
8.

Pada bidang Keadaan dan Hubungan dalam Keluarga (KHK)
yang jumlah itemnya ada 25, masalah tertinggi 13 yang dialami oleh satu atau
beberapa siswa, dan masalah terendah 0 yang dialami oleh satu atau beberapa orang
siswa, dengan jumlah secara keseluruhan sebanyak 69 dengan persentase 0,69 jika
dirata-ratakan setiap siswa mengalami masalah sebanyak 2,65 sedangkan masalah berat
yang dialami oleh siswa sebanyak 17 sehinnga rata-rata setiap siswa mengalami masah
berat 0,65
9.

Pada bidang Waktu Senggang (WSG) yang jumlah itemnya
ada 5, masalah tertinggi 2 yang dialami oleh satu atau beberapa siswa, dan masalah
terendah 0 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, dengan jumlah secara
keseluruhan sebanyak 21 dengan persentase 0,21 jika dirata-ratakan setiap siswa
mengalami masalah sebanyak 0,80 sedangkan masalah berat yang dialami oleh siswa
sebanyak 3 sehinnga rata-rata setiap siswa mengalami masah berat 0,115
Dari sepuluh bidang di atas dapat disimpulkan bahwa masalah terbanyak yang
dialami siswa adalah pada bidang Pendidikan dan Pelajaran (PDP) dan Pada Hubungan
Sosial (HSO).

B. Data Tentang Mutu Belajar

AUM PTSDL di berikan kepada siswa untuk melihat lebih jelas bidang-bidang
masalah yang dialami oleh siswa, selain itu untuk membahas setiap masalah melalui
konsultasi dan ada yang dilanjutkan dengan konseling bersama siswa.
Setelah dilanjutkan dengan mengadakan pengadministrasian AUM PTSDL

diketahui bahwa data mutu belajar siswa di kelas VIII 4 adalah sebagai berikut dengan

skor mutu belajar siswa tertinggi 256 terendah 56 Rata-rata per siswa 127,61 sedangkan

data masalah belajar yang dialami siswa juga diperoleh dari pengadministrasian AUM

PTSDL diperoleh data sebagai berikut : masalah belajar yang dialami siswa tertinggi

9

adalah 87 terendah 21 Rata-rata persiswa 54,46 Dan kategori masalah yang paling

banyak ditandai siswa sebagai masalah adalah masalah yang berhubungan dengan

keterampilan belajar (T) berjumlah 780 dan masalah yang berhubungan dengan diri

pribadi (D) berjumlah 256 (terlampir). Hal ini menunjukkan banyaknya masalah yang

dialami siswa dalam belajar dan sangat berkaitan sekali dengan keadaan diri pribadi

dalam mempersiapkan diri dalam belajar.

A. Data Tentang Hubungan Sosial

Selain itu juga untuk melihat data hubungan sosial siswa dalam belajar yang

tampak dari hasil sosiometri bahwa di kelas VIII 4 bahwa ada 3 orang siswa yang

terpopuler dalam belajar dengan masing-masing 8, 2, dan 2 jumlah pemilih, dan 9

orang siswa terisolir, serta 2 pasangan siswa yang melakukan klik-klik, dan diketahui

teman yang terpopuler memang siswa yang juara dikelasnya. Kemudian dari hasil

sosiometri dalam pemilihan teman bermain diketahui bahwa siswa terfavorit berjumlah

1 orang siswa dengan jumlah pemilih 3 orang, dan untuk yang terisolir terdapat 8

orang siswa artinya tidak ada yang memilih mereka dalam bermain, dan 3 orang siswa

pasangan yang melakukan klik-klik, artinya mereka benar-benar memilih itulah teman

yang paling asyik diajak bermain begitu juga sebaliknya.

Penyelenggaraan Aplikasi Instrumentasi

AUM UMUM

AUM UMUM untuk siswa SMP adalah AUM Umum format-3 yang didalamnya

terdapat 170 butir pertanyaan, terdiri dari sepuluh kelompok masalah yaitu :

Jasmani dan kesehatan (JDK) terdiri dari 20 butir masalah
Diri pribadi (DPI) terdiri dari 15 butir masalah
Hubungan sosial (HSO) terdiri dari 25 butir masalah
Ekonomi dan keuangan (EDK) terdiri dari 10 butir masalah
Karier dan pekerjaan (KDP) terdiri dari 5 butir masalah
Pendidikan dan pelajaran (PDP) terdiri dari 50 butir masalah
Agama nilai dan moral (ANM) terdiri dari 15 butir masalah

Keadaan dan hubungan dalam keluarga

(KHK) terdiri dari 25 butir masalah
Waktu senggang (WSG) terdiri dari 5 butir masalah]

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->