BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Sekolah merupakan tempat penyelenggaraan pendidikan secara formal dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas manusia seoptimal mungkin. Menurut Prayitno ”manusia yang berkualitas adalah manusia yang dapat menggembangkan dimensi keindividualan, kesosialan moralitas dan dimensi keberagamaanya”. Dalam rangka menjadikan siswa sebagai generasi penerus dalam membangun bangsa serta menjadikan pribadi yang mandiri dan mampu berkarya bagi nusa dan bangsa. Untuk itu salah satu kegiatan mahasiswa dilambaga pendidikan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup khususnya jurusan tarbiyah, program studi Bimbingan dan Konseling adalah melakukan Praktik Lapangan Konseling di Sekolah (PLK-S) yang salah satu tujuanya adalah menghasilkan mahasiswa yang bermutu dan profesional. Dalam rangka menuju tujuan tersebut prodi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri mewajibkan kepada mahasiswanya untuk melaksanakan program praktik lapangan konseling di sekolah (PLK-S) yang sekaligus merupakan wadah untuk dan mengaplikasikan teori bimbingan dan konseling. Di samping itu kegiatan prktek PLK-S juga diarahkan untuk memperluas sasaran layanan bimbingan dan konseling, khususnya untuk layanan konseling. Hal ini sesuai dengan yang ada dalam memorandum IPB (1996) yang menyatakan bahwa sasaran konseling selain siswa juga meliputi individu-individu dan lingkungan, para pekerja di dunia usaha dan industri serta instansi dan warga masyarakat atau negara yang dikehendaki mengembangkan diri dan menjalani kehidupan mereka secara optimsl dan bahagia. Praktik lapangan konseling di sekolah (PLK-S) wajib dilakukan oleh semua mahasiswa program studi bimbingan dan konseling karena ini sebagai salah sati persyaratan pokok dalam menyelesaikan kegiatan perkuliahan di semester VIII khususnya di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Curup. B. Tujuan Kegiatan PLK-S Adapun tujuan dilaksanakanya praktik lapangan konseling di sekolah (PLK-S) ini adalah : 1. Tujuan Umum Melalui PLK-S ini diharapkan mahasiswa dapat menerapkan dan mengembangkan kompetensi profesi konseling pendidikan secara penuh melalui pengalaman nyata dalam melaksanakan pelayanan konseling di sekolah dengan standar prosedur oprasional (SPO) yang tepat. Dan mahasiswa sebagai seorang guru

1

pembimbing dapat membantu peserta didiknya untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya serta meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilannya yang sesuai dengan norma-norma didalam memberikan pelayanan BK. Dan mengungkapkan berbagai masalah yang dialami siswa, baik masalah-masalah yang bersifat pribadi, sosial, belajar, ataupun masalah-masalah yang lainnya. 2. Tujuan Khusus Tujuan khusus PLK-S adalah untuk : 1. Agar mahasiswa terampil dalam menjabarkan panduan bimbingan konseling pendidikan berbasis kompetensi sesuai dengan arah dan tujuan profesional konseling, menjadi program-program konseling terhadap siswa. 2. Agar mahasiswa mampu menyusun proram kegiatan bimbingan dan konseling sesuai dengan kebutuhan, tingkat perkembangan dan permasalahan siswa di sekolah. 3. Agar mahasiswa dapat melaksanakan jenis-jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling sesuai dengan kebutuhan siswa melalui standar prosedur oprasional SPO masing-masing kegiatan layanan dan kegiatan pendukung konseling 4. Berpartisipasi dalam pelaksanaan dan pengembangan pengelolaan kegiatan pelayanan konseling di sekolah. 5. Agar mahasiswa dapat mengadakan evaluasi terhadap program bimbingan konseling yang disusunnya serta mampu menyusun laporan tertulis tentang kegiatan PLK-S di sekolah dengan pola yang di tetapkan C. Ruang Lingkup Materi dan Kegiatan 1. Lingkup Materi a. Materi BK pola 17 Plus b. Kompetensi standar konselor c. Penyusunan program BK di sekolah d. Kegiatan kelompok belajar mahasiswa e. Penilaian hasil dan proses layanan serta kegiatan pendukung BK f. Manajemen BK pelayana BK di sekolah g. Dasar-dasar standarisasi profesi konseling (DSPK) h. Bimbingan teman sebaya 2. Lingkup Kegiatan a. Lingkup kegiatan PLK-S adalah agar mahasiswa mempraktikan seluruh isi dalam lingkup materi di atas terhadap siswa minimal dalam satu kelas di sekolah tempat PLK-S diselenggarakan yaitu di SMP Negeri 2 Curup Tengah. b. Praktik diselenggarakan selama dua bulan mjulai dari tanggal 27 Januari sampai tanggal 31 Maret 2009. 2

Untuk kegiatan ini Praktik Lapangan Konseling di Sekolah mengacu pada pola 17 plus yang terdiri dari 6 bidang bimbingan, 9 jenis layanan, dan 5 kegiatan pendukung yang telah di fokuskan pada kegiatan layanan pembelajaran : 6 Bidang bimbingan dan konseling 1.Bidang bimbingan pribadi 2.Bidang bimbingan sosial 3.Bidang pengembangan kegiatan belajar 4.Bidang pengembangan karir 5.Bidang pengembangan kehidupan berkeluarga 6.Bidang pengembangan kehidupan beragama 9 jenis layanan bimbingan dan konseling 1. layanan orentasi 2. layanan informasi 3. layanan penempatan dan penyaluran 4. layananpenguasaan konten 5. layanan konseling perorangan 6. layanan bimbingan kelompok 7. layanan konseling kelompok 8. layanan konsultasi 9. layanan mediasi 5 kegiatan pendukung bimbingan dan konseling 1. aplikasi Instrumentasi 2. himpunan Data 3. konfernsi Kasus 4. kunjungan rumah 5. alih tangan kasus D. Kondisi Umum Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Curup Tengah SMP Negeri 2 Curup Tengah ini didirikan di Kelurahan Air Merah, dengan status negeri pada tanggal 5 Mei tahun 1992, dengan nama SMP N 7 Curup, kemudian berubah nama menjadi SMP N 9 Curup, kembali lagi menjadi SMP N 7 Curup, dan sekarang berubah lagi menjadi SMP N 2 Curup Tengah, karena adanya pemekaran wilayah dalam kecamatan Curup hingga setiap sekolah dalam kecamatan pemekaran maupun yang lama mengalami perubahan nomor urut disesuaikan dengan kecamatan tersebut termasuklah SMP N 7 Curup, yang kini menjadi SMP N 2 Curup Tengah. Dari sejak berdirinya Sekolah Menegah Pertama (SMP) tersebut sudah beberapa kali berganti kepemimpinan atau kepala sekolah, adapun kepala sekolah yang pernah menjabat di SMPN 2 Curup Tengah ini adalah sebagai berikut : 3

1. W .S. Silalahi Ka.SMP N 7 pertama pada tahun 1992 s/d 1998 1. Faudi. BA menjabat pada tahun 1998 s/d 1999 3. Drs. Rusli. S.Pd menjabat pada tahun 1999 s/d 2005 4. Iman Supriadi. S.Pd menjabat pada tahun 2005 s/d 2006 5. Drs. A Wahid Kadar menjabat pada tahun 2006 s/d 2008 6. Syuaib Surawijaya. S.Pd menjabat pada tahun 2008 s/d sekarang Dilihat dari kondisi geografisnya SMP Negeri 2 Curup Tengah menempati posisi yang agak sulit untuk dijangkau yakni terletak di daerah dataran tinggi dan tidak dilewati angkot, dengan adanya jalan yang menurun dan mendaki tepatnya terletak Jalan Setia Budi di kelurahan Air Merah kecamatan Curup Tengah, dengan batas-batas sebagai berikut: 1. Sebelah Utara berbatasan dengan rumah penduduk dan perkebunan masyarakat 2. Sebelah Selatan berbatasan dengan jalan dan perumahan masyarakat 3. Sebelah Timur berbatasan dengan rumah penduduk dan perkebunan penduduk 4. Sebelah Barat berbatasan rumah penduduk Selain dari itu dalam kegiatan belajar mengajar sarana dan prasarana sangat mendukung bagi terciptanya pendidikan efektif yang bersifat internal maupun eksternal, kelengksapan sarana ini dapat terlihat dari ruangan kelas, ruang guru, ruang perputakaan, Lab komputer dan IPA, beserta sarana fisik yang mendukung dalam kegiatan belajar mengajar lainnya. Dalam rangka meningkatkan mutu dan pencapaian pendidikan di SMP Negeri 2 Curup Tengah dibantu oleh beberapa orang guru baik sebagai guru tetap maupun guru honorer yang kesemuanya berjumlah kurang lebih 33 orang yang kesemuanya berkompeten dalam bidangnya masing-masing. Pada umumnya siswa-siswa SMP Negeri 2 Curup Tengah barasal dari desa yang berbeda-beda serta memiliki agama yang berbeda-beda pula. Terkait dengan agama siswa SMP Negeri 2 Curup Tengah ini pada umumnya beragama Islam dengan jumlah presentase 97% dan 3% beragama non Islam. Adapun jumlah siswa di SMP Negeri 2 Curup Tengah adalah : Jumlah siswa SMP Negeri 2 Curup Tengah
NO KELAS LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH

1 2 3

VII 1-4 VIII 1-4 IX 1-3 Jumlah

52 45 47 144 BAB II

52 61 49 162

104 106 96 306

PROGRAM LAYANAN KONSELING DALAM DUA BULAN A. Penyusunan Program 4

Penyusunan program BK adalah membuat rencana pelayanan bimbingan konseling dalam bidang bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar dan bimbingan karir, pelaksanaan bimbingan dan konseling adalah melaksanakan fungsi pelayana pemahaman, pencegahan, pengentasan, pemeliharaan dan pengembangan dalam bidang-bidang bimbingan dan konseling. Evaluasi pelaksanaan bimbingan dan konseling adalah kegiatan menilai layanan bimbingan dan konseling dalam bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar dan karir. Analisis evaluasi pelaksanaan BK adalah menelaah hasil evaluasi pelaksanaan BK yang mencakup layanan orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, konseling dan bimbingan kelompok serta kegiatan pendukungnya. B. Materi Program Program bimbingaan dan konseling untuk setiap periode disusun dengan memperhatikan secara sungguh-sungguh unsur-unsur yang sangat erat kaitanya dengan berbagai ketentuan yang ada. Unsur-unsur yang harus diperhatikan dan menjadi isi program Bimbingan Konseling di sekolah adalah : 1. Kebutuhan siswa akan layanan BK ( kebutuhan ini diungkapkan melalui format dan / atau Alat Ungkap Masalah (AUM) baik AUM UMUM dan AUM PTSDL yang didisain untuk itu. 2. Kegiatan BK ini dilaksanakan di : a.Dalam jam belajar sekolah b.Luar jam belajar sekolah 3. unsur-unsur “ BK 17 Plus “ a. 1) 2) 3) 4) Bimbingan pribadi Bimbingan sosial Bimbingan belajar Bimbingan karir b. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Jenis-jenis layanan BK yaitu Layanan Orientasi Layanan Informasi Layanan Penempatan dan Penyaluran Layanan Pembelajaran Layanan Konseling Perorangan Layanan Konseling Kelompok Layanan Bimbingan Kelompok Layanan Mediasi Layanan Konsultasi 5 Bidang-bidang bimbingan

c. Kegiatan Pendukung BK 1) Aplikasi Instrumentasi 2) Himpunan Data 3) Konferensi Kasus 4) Kunjungan Rumah 5) Alih Tangan Kasus C. Penjabaran Program Kegiatan PLK-S yang akan dilaksanakan pada dua jenis, yaitu kegiatan layanan bimbingan dan konseling, dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. Rencana kegiatan tersebut diuraikan dalam program bulanan dan program mingguan. 1. Program Bulanan Program bulanan adalah program yang akan dilaksanakan selama dua bulan mulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2009.(terlampir) 2. Program Mingguan Program mingguan adalah program yang akan dilaksanakan beberapa kegiatan dalam seminggu yang kegiatan tersebut dirangkum beberapa hari dalam seminggu. Adapun program bulanan dan program mingguan untuk siswa kelas VIII 1 SMP N 2 Curup Tengah selama PLK-S adalah sebagai berikut : Program Mingguan Mahasiswa PLK-S di SMP Negeri 2 Curup Tengah No 1 Minggu ke Pertama Kegiatan • Penyerahan mahasiswa PLK-S • Pembuatan program • Membuat daftar siswa asuh • Memberi layanan orientasi + perkenalan penjelasan pentingnya kegiatan BK pola 17 Plus dan manfaatnya bagi siswa mekanisme dan lama kegiatan BK asas-asas kegiatan BK 2 Kedua • Evaluasi kegiatan • Pengadministrasian AUM UMUM • Pengadministrasian AUM PTSDL • Aplikasi Instrumentasi (tekhnik Sosiometri) • Pemberian layanan informasi (belajar Efektif) • Pemberian layanan informasi perkembanga fisik remaja • Bimbingan Kelompok 6

• Layanan penempatan dan penyaluran 3 Ketiga • Evaluasi Kegiatan • Pengadministrasian AUM PTSDL • Pengadministrasian AUM Umum • Konseling Individual • Bimbingan kelompok • Pemberian layanan informasi tentang perkembangan teknologi dan dampaknya • Petak Jauhari • Layanan Penguasaan Konten tentang cara mengatur waktu • Layanan Penguasaan Konten tentang catatan menarik/merapikan catatan 4 Empat • Evaluasi Kegiatan • Penampilan data (AUM UMUM-AUM PTSDL) • Konseling kelompok • Layanan informasi (Narkoba, AIDS, dan Alat Reproduksi) • Layanan penguasaan konten (KPMP) • Konseling individual 5 Lima • Evaluasi kegiatan • Layanan informasi (Rokok dan Dampak merokok) • Konseling individual • Konseling kelompok • Layanan Penguasaan Konten tentang cara meingkas 6 7 8 Enam Tujuh Delapan • Evaluasi kegiatan • Konseling individual • Layanan Penguasaan Konten tentang Karya Ilmiah • Konseling individual • Evaluasi kegiatan Meminta pesan dan kesan kepada siswa asuh Perpisahan mahasiswa PPL kepada pihak sekolah

BAB III IDENTIFIKASI MASALAH PESERTA DIDIK A. Data Masalah Umum

7

AUM umum merupakan salah satu instrument dalam bimbingan dan konseling yang bertujuan untuk mengungkapkan masalah-masalah siswa yang bersifat umum sehingga dapat diketahui dan diberi bantuan layanan. Identifikasi masalah peserta didik khususnya siswa asuh kelas VIII 4 dapat dilihat dari hasil pengolahan AUM Umum format 3 SMP di SMP N 2 Curup Tengah terdiri dari 16 orang perempuan dan 10 orang laki-laki yang dilaksanakan pada hari senin, 3 Februari 2009, sebagai berikut : 1. Pada bidang Jasmani dan Kesehatan (JDK) yang jumlah itemnya ada 20, masalah tertinggi 5 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, sedangkan masalah yang terendah 0 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, dengan jumlah keseluruhan 53 Dengan persentase 0,53 jika dirata-ratakan setiap siswa mengalami masalah 2,15 sedangkan masalah berat yang dialami siswa dengan jumlah 26 jika dirata-ratakan setiap siswa mengalami masalah berat sebanyak 1 2. Pada bidang Diri Pribadi (DPI) jumlah itemnya 15, masalah yang tertinggi 10 yang dialami oleh satu atau beberapa siswa, sedangkan masalah terendah 0 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, dengan jumlah secara keseluruhan 74 dengan persentase 0,74 jika dirata-ratakan setiap siswa mengalami masalah sebanyak 2,84 sedangkan masalah berat yang dialami oleh siswa dengan jumlah 19 jika dirata-ratakan setiap siswa mengalami masalah berat sebanyak 0,73 3. Pada Hubungan Sosial (HSO) yang jumlah itemnya ada 25, masalah tertinggi 15 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, sedangkan masalah yang terendah 0 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, dengan jumlah secara keseluruhan 96 dengan persentase 0,9 jika dirata-ratakan setiap siswa mengalami masalah 3,69 dangkan masalah berat yang dialami siswa dengan jumlah 16 jika dirata-ratakan setiap siswa mengalami masalah berat sebanyak 0,615 4. Pada bidang Ekonomi dan Keuangan (EDK) yang jumlah itemnya 10, masalah tertinggi 6 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, dan masalah yang terendah 0 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, dengan jumlah secara keseluruhan 34 Dengan persentase 0,34 jika dirata-ratakan setiap siswa mengalami masalah 1,307 sedangkan masalah berat yang dialami siswa sebanyak 5 dengan rata-rata siswa mengalami masalah berat 0,19 5. Pada bidang Karir dan Pekerjaan (KDP) jumlah itemnya ada 5, masalah tertinggi 4 yang dialami oleh satu atau beberapa siswa, dan masalah terendah 0 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, dengan jumlah secara keseluruhan sebanyak 11 dengan persentase 0,11 jika dirata-ratakan setiap siswa mengalami masalah sebanyak 0,42 sedangkan masalah berat yang dialami oleh siswa sebanyak 3 sehinnga rata-rata setiap siswa mengalami masah berat 0,11

8

6.

Pada bidang Pendidikan dan Pelajaran (PDP) yang jumlah

itemnya ada 50, masalah tertinggi 33 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, dan masalah yang terendah 1 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, dengan jumlah keseluruhan 262 dengan persentase 2,62 jika dirata-ratakan setiap siswa mengalami masalah 10,07 sedangkan masalah berat yang dialami siswa sebanyak 65 jika dirata-ratakan setiap siswa mengalami masalah berat sebanyak 2,5 7. Pada bidang Agama, nilai-nilai dan Moral (ANM) yang jumlah itemnya ada 15 , masalah tertinggi 7 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, sedangkan masalah yang terendah 0 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, dengan jumlah keseluruhan 53 Dengan persentase 0,53 jika dirata-ratakan setiap siswa mengalami masalah 2,03 sedangkan masalah berat yang dialami siswa dengan jumlah 15 jika dirata-ratakan setiap siswa mengalami masalah berat sebanyak 0,57 8. Pada bidang Keadaan dan Hubungan dalam Keluarga (KHK) tertinggi 13 yang dialami oleh satu atau yang jumlah itemnya ada 25, masalah

beberapa siswa, dan masalah terendah 0 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, dengan jumlah secara keseluruhan sebanyak 69 dengan persentase 0,69 jika dirata-ratakan setiap siswa mengalami masalah sebanyak 2,65 sedangkan masalah berat yang dialami oleh siswa sebanyak 17 sehinnga rata-rata setiap siswa mengalami masah berat 0,65 9. Pada bidang Waktu Senggang (WSG) yang jumlah itemnya ada 5, masalah tertinggi 2 yang dialami oleh satu atau beberapa siswa, dan masalah terendah 0 yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswa, dengan jumlah secara keseluruhan sebanyak 21 dengan persentase 0,21 jika dirata-ratakan setiap siswa mengalami masalah sebanyak 0,80 sedangkan masalah berat yang dialami oleh siswa sebanyak 3 sehinnga rata-rata setiap siswa mengalami masah berat 0,115 Dari sepuluh bidang di atas dapat disimpulkan bahwa masalah terbanyak yang dialami siswa adalah pada bidang Pendidikan dan Pelajaran (PDP) dan Pada Hubungan Sosial (HSO). B. Data Tentang Mutu Belajar AUM PTSDL di berikan kepada siswa untuk melihat lebih jelas bidang-bidang masalah yang dialami oleh siswa, selain itu untuk membahas setiap masalah melalui konsultasi dan ada yang dilanjutkan dengan konseling bersama siswa. Setelah dilanjutkan dengan mengadakan pengadministrasian AUM PTSDL diketahui bahwa data mutu belajar siswa di kelas VIII 4 adalah sebagai berikut dengan skor mutu belajar siswa tertinggi 256 terendah 56 Rata-rata per siswa 127,61 sedangkan data masalah belajar yang dialami siswa juga diperoleh dari pengadministrasian AUM PTSDL diperoleh data sebagai berikut : masalah belajar yang dialami siswa tertinggi 9

adalah 87 terendah 21 Rata-rata persiswa 54,46 Dan kategori masalah yang paling banyak ditandai siswa sebagai masalah adalah masalah yang berhubungan dengan keterampilan belajar (T) berjumlah 780 dan masalah yang berhubungan dengan diri pribadi (D) berjumlah 256 (terlampir). Hal ini menunjukkan banyaknya masalah yang dialami siswa dalam belajar dan sangat berkaitan sekali dengan keadaan diri pribadi dalam mempersiapkan diri dalam belajar.

A. Data Tentang Hubungan Sosial Selain itu juga untuk melihat data hubungan sosial siswa dalam belajar yang tampak dari hasil sosiometri bahwa di kelas VIII 4 bahwa ada 3 orang siswa yang terpopuler dalam belajar dengan masing-masing 8, 2, dan 2 jumlah pemilih, dan 9 orang siswa terisolir, serta 2 pasangan siswa yang melakukan klik-klik, dan diketahui teman yang terpopuler memang siswa yang juara dikelasnya. Kemudian dari hasil sosiometri dalam pemilihan teman bermain diketahui bahwa siswa terfavorit berjumlah 1 orang siswa dengan jumlah pemilih 3 orang, dan untuk yang terisolir terdapat 8 orang siswa artinya tidak ada yang memilih mereka dalam bermain, dan 3 orang siswa pasangan yang melakukan klik-klik, artinya mereka benar-benar memilih itulah teman yang paling asyik diajak bermain begitu juga sebaliknya. Penyelenggaraan Aplikasi Instrumentasi AUM UMUM AUM UMUM untuk siswa SMP adalah AUM Umum format-3 yang didalamnya terdapat 170 butir pertanyaan, terdiri dari sepuluh kelompok masalah yaitu : Jasmani dan kesehatan (JDK) terdiri dari 20 butir masalah Diri pribadi (DPI) terdiri dari 15 butir masalah Hubungan sosial (HSO) terdiri dari 25 butir masalah Ekonomi dan keuangan (EDK) terdiri dari 10 butir masalah Karier dan pekerjaan (KDP) terdiri dari 5 butir masalah Pendidikan dan pelajaran (PDP) terdiri dari 50 butir masalah Agama nilai dan moral (ANM) terdiri dari 15 butir masalah • Keadaan dan hubungan dalam keluarga (KHK) terdiri dari 25 butir masalah Waktu senggang (WSG) terdiri dari 5 butir masalah] 1) yaitu : Waktu Tempat : 5 Februari 2009 : Ruang Kelas VIII 4 Pelaksanaan

Pelaksanaan AUM Umum dilaksanakan setelah pengadministrasian AUM Umum,

10

Jumlah peserta Sasaran 2). Tujuan • :

: 26 Orang : Siswa Kelas VIII 4 SMP N 2 Curup Tengah

Pengadministrasian AUM Umum bertujuan untuk : Mendapatkan gambaran mengenai masalah pribadi dan masalah berat yang dialami siswa, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu dasar untuk pemberian bantuan serta tindak lanjut terhadap masalah • a) b) c) d) e) g) h) 4). Hasil : Adapun hasil yang diperoleh adalah : Siswa merasa puas dan menunjukkan kesungguhan dalam mengisi AUM dengan menandai butir pertanyaan masalah sesuai dengan yang dialami oleh masing-masing siswa. 5). Tindak Lanjut : Sebagai tindak lanjut dari hasil pengisian AUM Umum ini, data yang diperoleh akan digunakan sebagai pertimbangan untuk melakukan bimbingan ataupun konseling perorangan nantinya. AUM PTSDL AUM PTSDL merupakan alat untuk mengungkapkan skor mutu kegiatan be ajar siswa dan masalah belajar yang dialaminya. Dalam AUM PTSDL ada 145 butir pertanyaan /pernyataan, meliputi : a. Persyaratan penguasaan materi pelajaran (P) terdiri dari 10 butir b. Keterampilan belajar (T) terdiri dari 75 butir c. Sarana dan prasarana be ajar (S) terdiri dari 10 butir d. Keadaan Diri pribadi (D) terdiri dari 30 butir e. Lingkungan belajar dan sosiol ekonomi (L) terdiri dari 20 butir Pelaksanaan Mengetahui masalah kelompok dikalangan siswa sesuai bidang masalah Membuka kegiatan Menjelaskan apa, untuk apa, dan cara pengolaah AUM Umum Membagikan buku dan lembar jawaban AUM Umum kepada siswa. Membaca serta menjelaskan petunjuk pengisian AUM Umum Siswa yang belum paham diminta untuk mengajukan pertanyaan Mengumpulkan dan memeriksa kelengkapan lembar 3). Langkah-Langkah Kegiatan

f)Meminta siswa mengisi identitas dan lembaran jawaban AUM Umum jawaban AUM PTSDL yang diisi oleh siswa. Menutup kegiatan.

)

11

Pelaksanaan AUM PTSDL dilaksanakan setelah pengadministrasian AUM Umum, yaitu : Waktu Tempat Jumlah peserta Sasaran 2). Tujuan: Untuk mengetahui mutu skor belajar dan masalah-masalah belajar yang dialami oleh siswa baik secara perorangan maupun secara kelompok. 3). Langkah-Langkah Kegiatan - Membuka kegiatan - Menjelaskan apa, untuk apa, dan cara pengolaah AUM PTSDL - Membagikan buku di lembar jawaban AUM PTSDL kepada siswa. - Membaca serta menjelaskan petunjuk pengisian AUM PTSDL - Meminta siswa mengisi lembaran jawaban AUM PTSDL 4). Hasil : Adapun hasil yang diperoleh adalah : - Setiap siswa merasa senang karena setidaknya dapat mengungkapkan masalahnya. - Semua siswa menunjukkan keaktifan mengikuti pengadministrasian AUM tersebut.. 5). Tindak Lanjut: Siswa diinformasikan bahwa mereka dapat melihat hasil pengolahan AUM PTSDL secara individu dan hasil pengolahan secara kelompok (data terlampir). Adapun hasil dari kegiatan pengadministrasian AUM PTSDL ini dijadikan sebagai :  Acuan dasar untuk memberikan bimbingan belajar, terutama menumbuhkan motifasi belajar siswaserta membentuk sikap belajar yang baik.  Bahan pertimbangan dalam bentuk kelompok belajar dan bimbingan kelompok dengan keadaan anggota yang bervariasi dilihat dari sudut keberadaan siswa seperti nilai hasil belajar , jenis kelamin dan tempat tinggal siswa. Mengumpulkan dan memeriksa kelengkapan lembar jawaban AUM PTSDL yang diisi oleh siswa. Menutup kegiatan. : 9 Februari 2009 : Ruang Kelas VIII 4 : 26 Orang : Siswa Kelas VIII 4 SMP N 2 Curup Tengah

12

SOSIOMETRI Sosiometri merupakan salah satu instrumen BK yang dipakai untuk mengungkapkan keadaan hubungan sosial dalam kelompoknya. Data dari hasil sosiometri dapat dimanfaatkan untuk mengetahui hubungan sosial dalam kelompok atau kelas, kedudukan siswa dalam kelompok memberikan gambaran mengenai taraf penyesuaian diri sebagai dasar dalam membentuk kelompok. Pelaksanaan Pelaksanaan sosiometri dilakukan dengan meminta siswa memilih satu teman yang mereka senangi dalam belajar dan memilih satu teman yang mereka sukai dalam bermain. Pengisian sosiometri untuk siswa kelas VIII 1 di lakukan pada : Hari Tempat Jumlah peserta Sasaran Tujuannya adalah : Agar siswa memahami urgensi hubungan sosial dalam proses belajar mengajar Agar siswa memahami kemungkinan berbagai faktor penyebab kesulitan belajar baik dalam penguasaan materi pelajaran maupun lingkungan be ajar dan pengaruhnya terhadap hasil belajar. Langkah-langkah kegiatan Membuka kegiatan Meminta siswa mengeluarkan kertas selembar dan menjelaskan pengertian dan tujuan dari sosiometri Memberikan kesempatan kepada siswa yang belum paham dan menanyakannya Memberikan waktu secukupnya kepada siswa untuk mengerjakannya Mengumpulkan lembar sosiometri Pengolahan Sosiometri Adapun pengolahan sosiometri dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : Menyiapkan tabel sosiometri Memasukkan pilihan siswa ke dalam tabel yang telah ditentukan - Menetapkan siswa yang popular dengan kriteria bahwa ia memperoleh pilihan terbanyak - Menetapkan siswa yang terisolir serta siswa yang klik-klik dalam kelompok kelas Membuat sosiogaram Hasil : Senin, 16 Februari 2009 : Ruang kelas : 26 orang : Siswa Kelas VIII 4 SMP N 2 Curup Tengah

13

Siswa dengan perasaan puas mengumpukan kertas isian sesuai dengan jumlah siswa asuh Tindak Lanjut Sebagai tindak lanjutnya adalah dibentuk kelompok belajar untuk kegiatan bimbingan dan konseling kelompok dengan siswa yang lebih bervariasi yaitu siswa popular, terisolir serta siswa yang klik-klik dipisahkan. KPMP Tujuan dari pengisian format KPMP oleh siswa adalah untuk mengetahui kesulitan siswa dalam memahami, menguasai dan menyerap materi pelajaran yang diberikan oleh guru mata pelajaran sesuai dengan kurikulum yang ada : 1) Pelaksanaan Adapun pelaksanaan pengisian Kesulitan Penguasaan Materi Pelajaran (KPMP) siswa asuh pada lokal VIII 4 SMP Negeri 2 Curup Tengah adalah : • • • 2) • • Waktu Tempat Jumlah : Selasa, 26 Februari 2009 : Ruang kelas VIII 4 : 26 orang Tujuan Kegiatan Tujuan kegiatan ini adalah Untuk mengetahui keadaan kesulitan belajar siswa Mengetahui tingkat kesulitan belajar siswa 3) • • • • • Langkah-langkah Kegiatan Membuka kegiatan Menjelaskan tujuan dari KPMP Menjelaskan cara pengisian KPMP Memberikan kesempatan bertanya kepada siswa yang belum faham Siswa diminta segera mengisi sesuai dengan waktu.

4) Hasil KPMP terlampir 5). Tindak Lanjut Sebagai tindak lanjut dari pengisian format KPMP dan setelah diolah maka dibentuklah kelompok belajar. Di samping itu guru mata pelajaran dapat pula diajak bekerja sama untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan berkaitan dengan materi pelajaran yang diajarkan. B. Identifikasi Melalui Analisis Himpunan Data(subjek, waktu, dan pelaksanaan kegiatan pendukung) Aplikasi instrumentasi dilaksanakan bertujuan untuk mengungkapkan data yang berhubungan dengan masalah-masalah yang dialaminya, baik masalah umum maupun 14

masalah belajar, hubungan sosial siswa yang materi pelajaran yang sulit dikuasainya. Untuk mengungkapkan data tersebut diselenggarakan pengadministrasian format KPMP adapun rincian pelaksanaan kegiatan tersebut adalah sebagai berikut : Data Kehadiran Siswa Data kehadiran siswa menggambarkan tentang kehadiran siswa dalam proses belajar mengajar setiap hari khusus kelas Siswa Kelas VIII 4 SMP N 2 Curup Tengah, dari rekapitulasi absensi siswa selama 2 bulan diketahui bahwa siswa yang tidak masuk karena sakit orang, izin atau alfa hanya sedikit. Ketika mengikuti BK, pada umumnya siswa hadir dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang dilakukan. Kemudian di luar jam belajar digunakan untuk konseling perorangan. 2) Biodata siswa

Biodata siswa ini diperoleh dengan meminta siswa untuk menuliskan biodata yang terdiri dari nama, tempat tanggal lahir, asal sekolah, pekerjaan orang tua dan alamat siswa. Berdasarkan hasil analisis ini terlihat bagaimana kondisi sosial ekonomi keluarga yang bervariasi.

15

BAB IV KEGIATAN LAYANAN KONSELING Layanan Bimbingan dan Konseling dilaksanankan selama PLK-S BK di SMP N 2 Curup Tengah yang mencakup sembilan jenis layanan, enam bidang bimbingan dan lima kegiatan pendukung yang keseluruhanya terdapat dalam pola “17 Plus” BK yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Layanan Bimbingan Konseling yamg dilaksanakan adalah : 1. Layanan Orientasi Layanan Orientasi adalah layanan BK yang memungkinkan siswa memahami lingkungan baru, kegiatan layanan orientasi ini dilaksanakan di minggu pertama ketika mahasiswa PLK-S berada di lingkungan SMP N 2 Curup Tengah yaitu diberikan kepada siswa sasaran (siswa asuh) Siswa Kelas VIII 3 SMP N 2 Curup Tengah. adapun rincian kegiatan Orientasi tersebut adalah sebagai berikut : 1. 2. a. b. c. Waktu Tempat : Senin, 18 Januari 2010 : Ruang kelas

3. Tujuan : Menyelengarakan maksud, tujuan dan kegiatan mahasiwa PLK-S. Menjelaskan peran Unit Bimbingan dan Konseling (UBK) di sekolah Siswa dapat mengetahui dan memahami bentuk pelayanan BK di sekolah

dalam rangka membantu siswa mengembangkan potensi seoptimal mungkin dan memanfaatkanya dalam mengembangkan potensi seoptimal mungkin Timbul persepsi yang positif tentang BK 4. Metode 5. Materi : Ceramah, diskusi dan tanya jawab :

a. Perkenalan antara Mahasiswa PLK-S dengan siswa asuh b. Menjelaskan pentingnya kegiatan BK bagi siswa asuh c. Menjelaskan pola 17 Plus dan manfaatnya bagi siswa d. Menjelaskan bagaimana pelaksanaan kegiatan BK di sekolah e. Menjelaskan asas-asas yang ada di Bimbingan dan Konseling 6. Sasaran 7. Hasil 8. Tindak Lanjut : Siswa Kelas VIII 3 SMP N 2 Curup Tengah : Siswa dapat mengetahui dan memahami tujuan, manfaat, dan bagaimana pelaksaan kegiatan BK di sekolah : Siswa sangat merespon sekali kedatangan mahasiswa PLK-S BK dan menyatakan akan bersedia mengikuti kegiatan BK sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

16

2.

Layanan Informasi Layanan Informasi adalah layanan Bimbinngan dan Konseling yang dapat memberikan pengaruh yang besar kepada peserta didik, menerima dan memahami informasi seperti informasi pendidikan dan informasi karir yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan sehari-hari sebagai seorang pelajar, anggota keluarga, dan masyarakat. (Dewa Ketut Sukardi, 2004 : 44) Jenis informasi yang diberikan dapat berupa informasi tentang belajar, pribadi, karir dan sosial. Cara pemberian informasi ini dapat dilakukan melalui ceramah, diskusi dan tanya jawab, dalam hal ini akan diberikan kepada Siswa Kelas VIII 4 SMP N 2 Curup Tengah. Adapun tujuanya untuk memberikan pemahaman baru kepada siswa sehingga siswa dapat menjalani kehidupan yang baik melalui informasi-informasi yang berguna bagi pengembangan bakat, minat, dan cita-citanya serta memperoleh keterampilan belajar yang baik. Selama menjalankan PLK-S di SMP N 2 Curup Tengah, penulis dapat melaksanakan kegiatan layanan informasi sebagaimana yang terlampir. Dalam pemberian layanan informasi di kelas, siswa sangat aktif mengikuti dan mendengarkan materi yang diberikan, materi layanan informasi yang diberikan ini berdasarkan hasil pengolahan Aum PTSDL dan berdasarkan kebutuhan siswa. 3. Layanan Penempatan dan Penyaluran Layanan Penempatan dan Penyaluran adalah layanan Bimbingan dan Konseling yang memungkinkam peserta didik (klien) memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar, kegiatan ekstra kulikuler, sesuai dengan potensi, bakat dan minat serta kondisi pribadinya. ( seri pemandu III, 1997 : 35) Layanan Penempatan dan Penyaluran juga bertujuan untuk membantu individu yang mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan dalam menyalurkan potensi bakat, minat dan hobinya serta mengembangkan dirinya agar individu tersebut dapat menentukan pilihan yang tepat sehingga dapat mencapai perkembangan secara optimal. ( Prayitno dan Erman Emti, 1994 : 272 ) Melihat dari hasil sosiometri Siswa Kelas VIII 4 SMP N 2 Curup Tengah, maka layanan Penempatan dan Penyaluran yang penulis diberikan adalah : NO Hari/tanggal 1 Sabtu,7-02-09 2 3 Sabtu,7-02-09 Sabtu,14- 2-09 Materi layanan Pembagian kelompok dalam Bimbingan Kelompok Pembagian kelompok dalam Konseling Kelompok Penempatan posisi dalam melaksanakan Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok

17

Hasilnya siswa dapat menjalani kegiatan kegiatan bimbingan dan konseling kelompok dengan semangat dan lancar. ini dibuktikan dengan komitmen anggotaa kelompok yang positif dan dinamis terhadap topik yang telah dibahas, dan mengenai bimbingan belajar sudah berjalan di luar jam sekolah. 4. Layanan Penguasaan Konten Layanan Penguasaan Konten adalah salah satu jenis layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan siswa dapat memahami dan mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, keterampilan dan materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya, serta tuntutan kemampuan yang berguna dalam kehidupan dan perkembangan dirinya. (Prayitno, 1997) Ada beberapa upaya yang dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar dengan pengajaran perbaikan, kegiatan pengayaan, meningkatkan motivasi belajar, dan pengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, serta keterampilan belajar yang baik. Adapun layanan Penguasaan Konten yang diberikan untuk siswa binaan Siswa Kelas VIII 1 SMP N 2 Curup Tengah adalah : NO Hari/tanggal 1 Kamis, 26-02-09 2 3 Jum’at, 26-02-09 Kamis, 07-03-09 Materi layanan Motivasi Mengatur jadwal kegiatan Trik Cara Cepat Memahami Materi dengan Membaca.. Trik Meringkas Efektif

5. Layanan Konseling Perorangan Layanan konseling perorangan bertujuan memungkinkan siswa mendapatkan layanan langsung secara tatap muka dengan guru pembimbing dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahan. (prayitno,dkk, 1997) Materi yang dapat diangkat melalui layanan konseling perorangan ini tidak terbatas. Layanan ini dilaksanakan untuk segenap masalah siswa secara perorangan dalam segenap bidang bimbingan, yaitu bimbingan pribadi, belajar, sosial dan karir. Setiap siswa secara perorangan dapat membawa masalah yang dialaminya kepada guru pembimbing. Lebih lanjut guru pembimbing akan melayani semua siswa dengan berbagai permasalahanya itu tanpa membedakan pribadi siswa atau permasalah yang dihadapinya. Adapun kegiatan layanan konseling perorangan yang penulis laksanakan selama PLK-S di SMP N 2 Curup Tengah adalah sebagai berikut :

Klien 1 18

Waktu Tempat Nama Jenis Kelamin Deskripsi Masalah :

: Sabtu , 7 Februari 2009 : Ruang UKS : SL :P

Ki merasa sangat susah untuk konsentrasi belajar disekolah karena merasa terbebani dan merasa malu kepada kawan – kawan serta orang – orang (tetangga sekitar) karena kedua orangtuanya sering bertengkar. Hal ini disebabkan karena ayah kandungnya telah berselingkuh dengan seorang perempuan. Ia merasa kasihan dan marah kepada kedua orang tuanya karena adiknya (kelas 2 SD) menjadi terlantar dirumah sehingga ia harus labih berat mengasuh adiknya dirumah. a. Pengantaran Ki adalah siswa yang dengan datang sendirinya untuk konseling. Pada langkah pertama ko terlebih dahulu menciptakan suasana hangat agar ki lebih terbuka untuk menceritakan masalahnya, kemudian dilakukan penstrukturan karena ki belum pernah konseling sebelumnya. Karena itu terlebih dahulu ki diperkenalkan dengan apa itu konseling dan bagaimana proses konseling itu berlangsung. Setelah ki menyatakan kesanggupanya untuk melakukan apa yang menjadi keputusanya sebelum konseling, kemudian dilanjutkan dengan tahap penjajakan. b. Penjajakan Dalam proses penjajakan ditemukan data sebagai berikut : 1) Orant tua (ayah dan ibu) ki jarang dirumah karena bekerja. Ibunya berjualan dipasar dan ayahnya berprofesi sebagai petugas kemanan pada sebuah kantor dan juga berkerja sebagai ojek jika diwaktu senggang. 2) Ki merasa sangat tidak nyaman dengan keadaanya terbebani dengan kenyataan bahwa orang tuanya sering bertengkar karena ayahnya telah berselingkuh dengan seorang perempuan. 3) Ki merupakan anak pertama dan ia hanya memiliki seorang adik sehingga ia mempunyai tanggung jawab mengasuh adiknya dirumah karena ayah dan ibunya sering pergi untuk bekerja. 4) Ki ingin kedua orang tuanya kembali akur / harmonis seperti dahulu. c. Penafsiran dari data yang diperoleh dapat ditafsirkan sebagai berikut : 1. Rasa aman 2. Kompetensi : Merasa tidak nyaman karena orang tuanya sering bertengkar dirumah. : Ki tidak berani untuk mengatakan kepada kedua orang tuanya tentang tekanan yang ikut ia rasakan karena permaslahan 3. Aspirasi mereka berdua. : Ki ingin menyadarkan kedua orang tuanya agar mampu untuk 19

berusaha untuk memahami tentang dirinya dan adiknya dan 4. Semangat 5. Kesempatan d. Pembinaan 1. Rasa aman 2. Kompetensi : Mambahas bahwa ki tidak perlu merasa tidak nyaman dengan kondisi yang sedang terjadi dengan keluarganya. : Meyakinkan kalau ki sebenarnya bisa membuat kedua orang tuanya dapat kembali menjadi harmonis dan lebih perhatian 3. Aspirasi 4. Semangat 5. Kesempatan e. Penilaian 1. U (Understanding) 2. C (Comfort) : : Ki menyadari jika masalah ini terus berlarut – larut maka akan berimbas pada perkembangan dirinya dan adiknya. Ki merasa nyaman dan tidak takut lagi karena sudah dapat mengungkapkan perasaan, dan permasalahanya serta mengetahui cara untuk menjelaskan pada kedua 3. A (Action) : orang tuanya. Ki berjanji akan berani berbicara kepada kedua orang tuanya dan menjelaskan bahwa ia dan adiknya ingin mereka berdua lebih perhatian dan kembali menjadi harmonis. f. Tindak Lanjut Menanyakan perkembangan keadaaan ki dalam beberapa waktu. Setelah beberapa hari kemudian ki kembali dan menceritakan bahwa ia ternyata berhasil untuk membuat kedua orang tua nya kembali bersatu dan lebih memperhatikan dirinya serta adiknya. Klien 2 Waktu Tempat Nama Jenis Kelamin Deskripsi Masalah :Kamis, 12 Februari 2009 : Ruang Bimbingan Konseling : SR :P kepada ki dan adiknya. : Menguatkan bahwa ki bisa menghadapi dan lebih dewasa dalam bertindak. : Ki tidak tahu bagaimana cara menjelaskan yang tepat agar orang tuanya tidak tersinggung : Ki belum tahu kapan waktu yang tepat untuk menjelaskan berbicara orang tuanya

membicarakannya kepada orang tuanya. : Memotivasi ki agar berani mengutarakan isi hatinya pada orang tuanya.. : Membuat ki berfikir dan dapat mengambil waktu yang tepat untuk dapat menjelaskan kepada orang tuanya..

Ki adalah siswi kelas IX SMP Negeri 2 Curup tengah. Ia adalah siswa baru sekitar satu tahun pindahan dari daerah lain karena ikut ayahnya tinggal di Curup. Ia 20

dirumah memiliki seorang adik perempuan (SD kelas 4) dan ayuk (MAN kelas 2). Sedangkan ibunya tidak pernah kembali setelah bertengkar dengan ayahnya dan sekarang berada di Medan dan bekerja disana sejak tiga tahun yang lalu. Ayahnya berada di Bangko karena berkebun disana dan hanya pulang sekali dalam tiga bulan.. Ia merasa tersiksa dirumah karena ayuknya berbuat semena – mena terhadap dirinya dan adiknya. Sedangkan ayah dan ibunya tidak tahu karena tidak berada si rumah. Ia sering dipukul begitu juga dengan adiknya oleh ayuknya walupun hanya melakukan kesalahan kecil. Ia sudah tidak bisa menahan rasa ketersiksaannya karena ayuknya sudah keterlaluan, tidak segan - segan untuk memukul adiknya yang paling kecil hingga kakinya cidera. Langkah-langkah proses konseling : Pengantaran Ki datang secara sukarela, dan menyatakan ingin konseling. Pada langkah pertama ko terlebih dahulu menciptakan suasana hangat agar ki lebih terbuka untuk menceritakan masalahnya, kemudian dilakukan penstrukturan karena ki belum pernah konseling sebelumnya. Karena itu terlebih dahulu ki diperkenalkan dengan apa itu konseling dan bagaimana proses konseling itu berlangsung. Setelah ki menyatakan kesanggupanya untuk melakukan apa yang menjadi keputusanya sebelum konseling, kemudian dilanjutkan dengan tahap penjajakan. b. Penjajakan selama proses penjajakan ditemukan data sebagai berikut : 1) Ki bingung harus berbuat apa untuk menghentikan kekejaman ayuk kandungnya sendiri. 2) Ki tidak tahu apa yang menyebabkan sehingga ayuknya menjadi kasar dan kejam. 3) Ki menjadi tidak dapat berkonsentrasi belajar, karena terus dihantui rasa tidak nyaman akibat masalah tersebut. 4) Ki ingin agar kedua orang tuanya kembali kerumah dan dapat hidup bersama dirumah.

c. Penafsiran Dari data yang diperoleh dapat ditafsirkan sebagai berikut : 1. Rasa aman : Merasa tersiksa karena ayuknya menjadi kasar dan kejam, sering menyiksa dirinya dan adiknya serta takut untuk 2. Kompetensi 3. Aspirasi mengatakan kepada ayahnya nanti. : Ki tidak bisa menghentikan kekejaman yang dilakukan oleh ayuknya terhadap dirinya serta adiknya., : Ki ingin membicarakan kepada ayahnya dan ingin ayuknya 21

berubah menjadi baik dan dapat membimbing dirinya serta 4. Semangat 5. Kesempatan adiknya. : Ki tidak berani melawan ketika ayuknya sedang marah : Ki belum tahu kapan waktu yang terpat untuk mengungkapkan perasaanya dan ki tidak tahu bagaimana cara mengawalinya nanti. d. Pembinaan 1. Rasa aman : Mambahas ki tidak perlu merasa cemas dan khawatir terhadap masalah tersebut, karena masalah ini akan terselesaikan apabila ki ingin mengadakan komunikasi yang 2. Kompetensi 3. Aspirasi 4. Semangat 5. Kesempatan e. Penilaian 1. U (Understanding) : Ki menyadari kelemahanya selama ini yang kurang berkomunikasi dengan baik dengan ayuknya dan 2. C (Comfort) : memahami perubahan yang terjadi pada ayuknya. Ki merasa lebih bisa menghadapi kenyataan yang sedang ia alami dan memahami konsisi ayuknya hingga berubah 3. A (Action) : seperti demikian. Ki berjanji akan membicarakanya dengan ayahnya dan berusaha meminta pengertian kepada ayuknya, baik dengan ayuknya. : Meyakinkan kalau ki sebenarnya pasti mempunyai

keberanian untuk membicarakan dengan ayah dan ayuknya. : Menguatkan bahwa ki bisa memberi penjelasan terhadap dengan ayah dan ayuknya. : Memotivasi ki agar berani mengutarakan isi hati dan persanaannya. : Membuat ki berfikir dan dapat mengambil waktu yang tepat untuk dapat membicarakannya.

f. Tindak Lanjut Ki berjani akan melaksanakan apa yang diputuskanya dalam proses konseling. 6. Layanan Bimbingan Kelompok Bimbingan kelompok adalah suatu kegiatan bimbingan konseling yang bersifat kelompok dimana disanan ada pemimpin kelompok dan anggota kelompok dengan membentuk dinamika kelompok. Bimbingan kelompok membahas tentang berita-berita yang hangat dan aktual, yang ada kaitanya dengan bimbingan konseling itu sendiri. Dalam bimbingan kelompok ada dua jenis topik yaitu topik tugas dan topik bebas. Lebih jauh dengan layanan bimbingan kelompok para siswa dapat diajak untuk bersama-sama mengemukakan pendapat tentang topik yang sedang dibahas karena tujuan dari bimbingan konseling adalah mengembangkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan anggota kelompok. 22

Jadi dapat disimpulkan bahwa tujuan bimbingan kelompok adalah : -Melatih siswa berani mengemukakan pendapat di depan orang banyak -Melatih siswa mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain. -Menambah pengetahuan dan wawasan siswa tentang berbagai permasalahan yang sedang dihadapi sehari-hari. Adapun kegiatan layanan bimbingan kelompok yang telah dilaksanakan selama PLK-S di SMPN 2 Curup Tengah adalah : Pertemuan 1 Waktu Tujuan Peserta : Kamis, 05 februari 2009 : Dengan diberikanya topic Bebas yang membahas tentang tradisi Valentine. : Anggota Kelompok 1 dan 2 (nama terlampir) Langkah-Langkah Kegiatan : a. Tahap Pembentukan : 1) Pemimpin kelompok membuka kegiatan dengan mengucapkan salam 2) Pemimpin kelompok mengucapkan terima kasih atas kesediaan anggota kelompok untuk datang dalam kegiatan ini 3) Pemimpin kelompok memimpin do’a bersama 4) Pemimpin kelompok menjelaskan apa itu bimbingan kelompok, tujuan bimbingan kelompok, asas-asas yang diperlukan dalam bimbingan kelompok dan cara pelaksanaan bimbingan kelompok. 5) Pemimpin kelompok memperkenalkan diri setelah itu anggota kelompok diminta secara sukarela untuk memperkenalkan dirinya, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian nama agar suasana kelompok lebih akrab. 6) Untuk mengakhiri tahap pembentukan diadakan permainan “ Rangkaian nama” b. Tahap Peralihan : 1) Menjelaskan kembali apa itu bimbingan kelompok dan tujuan bimbingan kelompok 2) Pemimpin kelompok menanyakan tentang kesiapan anggota kelompok untuk mengikuti kegiatan selanjutnya 3) Pemimpin kelompok memberi contoh topik yang dapat dikemukakan dan dibahas dalam kegiatan bimbingan kelompok. Dan pada pertemuan pertama pemimpin kelompok yang memberikan topik tugas yaitu tentang “Tradisi valentine” c. Tahap Kegiatan 1) Pemimpin kelompok telah menentukan topik yang akan dibahas 2) Pemimpin kelompok memberikan sedikit gambaran tentang tradisi valentine. 3) Pemimpin kelompok mempersilahkan siswa bergiliran untuk mengemukakan pendapat tentang apa sebenarnya valentine itu ? 23 Tempat: Ruang Kelas VIII 4

4) Setelah itu, pemimpin kelompok mempersilahkan siswa bergiliran untuk mencari apa landasan dalam merayakan valentine 5) Setelah terjawab apa itu valentine, pemimpin kelompok mengadakan suatu permainan “tebak tokoh”. Dan kemudian dilanjutkan lagi dengan membahas topik. 6) Pemimpin kelompok mempersilahkan siswa bergiliran untuk mencari apa untung dan ruginya merayakan valentine. 7) Setelah itu, pemimpin kelompok dan anggota kelompok bersama-sama menyimpulkan apa, mengapa, dan bagaimana dalam menyikapi tentang valentine itu. 8) Pemimpin kelompok meminta komitmen anggota kelompok tentang kesediaanya melaksanakan apa yang telah diputuskan secara berasama dalam kegiatan bimbingan kelompok. d. Tahap Pengakhiran : 1) Pemimpin kelompok menjelaskan bahwa kegiatan akan segera diakhiri. 2) Pemimpin kelompok meminta anggota kelompok mengemukakan kesan dan tanggapanya terhadap kegiatan bimbingan kelompok yang baru dilaksanakan. 3) Pemimpin kelompok mengucapkan terima kasih kepada anggota kelompok. 4) Berdo’a bersama atas terlaksanaya kegiatan bimbingan kelompok dengan lancar. 5) Mengakhiri dengan bejabatan tangan sambil menyanyikan lagu “Sayonara”

Pertemuan 2 Waktu Tujuan Peserta : Jum’at, 06 Februari 2009 : memanfaatkan Media Masa secara positif : Anggota Kelompok 3 dan 4 (nama terlampir) 1) Pemimpin kelompok membuka kegiatan dengan mengucapkan salam 2) Pemimpin kelompok mengucapkan terima kasih atas kesediaan anggota kelompok untuk datang dalam kegiatan ini 3) Pemimpin kelompok memimpin do’a bersama 4) Pemimpin kelompok menjelaskan apa itu binbingan kelompok, tujuan bimbingan kelompok, asas-asas yang diperlukan dalam bimbingan kelompok dan cara pelaksanaan bimbingan kelompok. Tempat: Ruang Kelas VIII 4

a. Tahap Pembentukan :

24

5) Pemimpin kelompok memperkenalkan diri setelah itu anggota kelompok diminta secara sukarela untuk memperkenalkan dirinya, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian nama agar suasana kelompok lebih akrab. 6) Untuk mengakhiri tahap pembentukan pemimpin kelompok menyanyakan kepada anggota apa keinginaya pada hari itu yang belum terpenuhi, sehingga suasana menjadi akrab. b. Tahap Peralihan : 1) Menjelaskan kembali apa itu bimbingan kelompok dan tujuan bimbingan kelompok 2) Pemimpin kelompok menanyakan tentang kesiapan anggota kelompok untuk mengikuti kegiatan selanjutnya 3) Pemimpin kelompok memberi contoh topik yang dapat dikemukakan dan dibahas dalam kegiatan bimbingan kelompok. c. Tahap Kegiatan 1) Pemimpin kelompok mempersilahkan anggota kelompok mengemukakan topik permasalahan yang akan dibahas 2) Masing-masing anggota kelompok mengemukakan topik permasalahan yang ingin dibahas 3) Pemimpin kelompok meminta pendapat anggota kelompok tentang topik apa yang ingin dibahas terlebih dahulu. Setelah terjadi perdebatan maka pada akhirnya disepakati topik “memanfaatkan Media Masa secara positif” dibahas terlebih dahulu 4) Pemimpin kelompok meminta masing-masing anggota kelompok mengungkapkan apa pendapat mereka tentang apa yang dimaksud Media Masa, , manfaat dan dampaknya dalam kehidupan. 5) Pemimpin kelompok mengklarisifikasi tentang Media Masa kepada anggota kelompok. 6) Pemimpin kelompok memberi kesempatan kepada anggota kelompok untuk tanya jawab 7) Pemimpin kelompok bersama-sama anggota kelompok menyimpulkan dan apa yang dapat dilakukan dengan Mdia Masa. Kesimpulan tersebut dijadikan sebagai keputusan bersama anggota kelompok yang akan dilaksanakan oleh seluruh anggota kelompok. 8) Pemimpin kelompok meminta komitmen anggota kelompok tentang kesediaannya melaksanakan apa yang telah diputuskan secara bersama dalam kegiatan bimbingan kelompok. d. Tahap Pengakhiran : 1) Pemimpin kelompok menjelaskan bahwa kegiatan akan segera diakhiri. 25

2) Pemimpin kelompok meminta anggota kelompok mengemukakan kesan dan tanggapanya terhadap kegiatan bimbingan kelompok yang baru dilaksanakan. 3) Pemimpin kelompok mengucapkan terima kasih kepada anggota kelompok. 4) Berdo’a bersama atas terlaksanaya kegiatan bimbingan kelompok dengan lancar. 5) Mengakhiri dengan bejabatan tangan sambil menyanyikan lagu “Sayonara” 7. Layanan Konseling Kelompok Konseling kelompok membahas masalah pribadi yang dialami masingmasing anggota kelompok. Satu persatu anggota kelompok mengungkapkan masalah pribadinya secara bebas, kemudian dipilih masalah mana yang akan dibahas dan dientaskan pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Konseling Kelompok terfokus pada pembahasan masalah pribadi individu peserta layanan. Melalui layanan konseling kelompok yang intensif dalam upaya pemewcahan masalah tersebut para peserta memperoleh dua tujuan sekaligus yaitu : o o Terkembangkannya perasaan, pikiran, persepsi, wawasan dan sikap terarah kepada tingkah laku khususnya dalam bersosialisasi atau berkomunikasi Terpecahkannya masalah individu yang bersangkutan dan diperolehnya imbasan pemecahan masalah tersebut bagi individu lain peserta layanan konseling kelompok. Tujuan dari layanan ini untuk mengentaskan masalah anggota kelompok melalui dinamika kelompok, sekaligus untuk melatih anggota kelompok mengeluarkan ide atau gagasan dan mengembangkan sikap tenggang rasa. Adapun materi konseling kelompok yang dibahas dalam kelas VIII 4 SMP N 2 Curup Tengah adalah sebagai berikut : Kelompok Materi I Merasa sulit memahami penjelasan guru II III IV mata pelajaran tenrtentu. Kurang percaya diri terhadap diri sendiri Sulit Membagi Waktu Belajar & Menonton Mengalami kesulitan berbicara didepan Anggota (terlampir) (Terlampir) (Terlampir) (Terlampir)

umum Tabel ini disesuaikan dengan satlan dan satkung terlampir 8. Layanan Konsultasi Layanan konsultasi merupakan layanan konseling yang dilaksanakan oleh konselor terhadap konsulti yang memungkinkan konsulti memperoleh wawasan, pemahaman dan cara-cara yang perlu dilaksanakannya dalam menangani kondisi atau permasalahan pihak ke tiga. Konsultasi pada dasarnya dilaksanakan secara perorangan dalam format tatap muka antara konselor (sebagai konsultan) dengan konsulti. 26

Konsultasi dapat juga dilakukan terhadap dua orang konsulti atau lebih kalau konsultikonsulti itu menghendakinya. Layanan konsultasi ini bersifat insidental, sesuai dengan kebutuhan. Dalam pelaksanaan PLK-S di SMP N 2 Curup Tengah masalah yang dialami siswa masih bisa ditangani guru pembimbing. Sehingga layanan konsultasi ini belum perlu dilakukan. Layanan Mediasi Layanan mediasi merupakan layanan konseling yang dilaksanakan konselor terhadap dua pihak atau lebih yang sedang dalam keadaan saling tidak menemukan kecocokan. Ketidakcocokan itu menjadikan mereka saling berhadapan, saling bertentangan dan saling bermusuhan. Pihak-pihak yang berhadapan itu jauh dari rasa damai bahkan mungkin berkehendak saling menghancurkan. Keadaan yang demikian itu akan merugikan kedua belah pihak. Dengan layanan mediasi konselor berusaha mengentarai atau membangun hubungan diantara mereka sehingga mereka menghentikan dan terhindar dari pertentangan lebih lanjut yang merugikan semua pihak. Selama PLK-S mahasiswa tidak menemukan klien yang bermasalah dengan temanya, sehingga layanan mediasinya tidak terlaksana.

9.

BAB V KEGIATAN KHUSUS A. Kegiatan Kelompok Belajar Selain melaksanakan kegiatan-kegiatan BK yang termasuk dalam BK pola 17 plus, guru pembimbing juga melaksanakan kegiatan-kegiatan khusus seperti kelompok belajar dan bimbingan teman sebaya. Kelompok belajar adalah sejumlah siswa yang melakukan aktifitas bersama dan saling membantu dalam proses pembelajaran. Kelompok tersebut juga

menyelenggarakan kegiatan di luar jam belajar resmi sesuai dengan kesepakatan anggotanya. Secara khusus tujuan Bimbingan kegiatan kelompok belajar diarahkan pada hal-hal sebagai berikut : 1. Isi dan hasil belajar. Melalui kegiatan kelompok siswa dapat : -Mendalami materi pelajaran, 27

-Menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru -Menanggulangi kesulitan belajar yang dirasakan, -Mempersiapkan diri untuk ujian. -Memperoleh nilai tinggi untuk pelajaran yang diikuti 2. Kegiatan belajar siswa. Melalui kegiatan kelompok belajar siswa dapat -Mengembangkan keterampilan belajar, -Mengoptimalkan penggunaan sarana belajar yang ada, -Mengembangkan motifasi dan disiplin belajar Dalam pelaksanaan PLK-S di SMP N 2 Curup Tengah ini tidak dapat terlaksana sesuai dengan apa yang diharapkan karena keterbatasan waktu dan tenaga. Tetapi secara tidak langsung ada beberapa siswa yang dinilai memiliki kemampuan dalam belajarnya yang bagus dibandingkan teman sekelasnya dan diminta untuk membantu teman-temanya yang mengalami kesulitan dalam belajar. B. Bimbingan Teman Sebaya Bimbingan teman sebaya atau disingkat BTS merupakan kegiatan bimbingan yang mengikut sertakan siswa sebagai subjek pembimbing. BTS adalah pelayanan bimbingan yang diberikan oleh siswa tertentu terhadap siswa lainya dalam mengentaskan permasalahanya, baik masalah dalam bimbingan pribadi, sosial, belajar dan karir. Siswa yang memberikan bantuan terlebih dahulu dibina atau dilatih oleh guru pembimbing sampai mampu melaksanakan bimbingan teman sebaya yang memberi bantuan koordinasi dan supervise guru pembimbing. Adapun tujuan umum dari BTS adalah membantu mensukseskan program bimbingan dan konseling di sekolah dalam rangka mengoptimalkan perkembangan siswa. Sedangkan tujuan khusus darI BTS adalah : 1.Untuk siswa yang bimbing (SISBIN) adalah membantu siswa bersangkutan memperoleh kesempatan dalam mengembangkan hubungan social, mengentaskan persoalan yang dihadapi, mengembangkan potensi dan manfaat layanan BK 2.Untuk siswa yang memberikan bantuan (SISBAN) tujuan BTS adalah memberikan kesempatan pada siswa tersebut meningkatkan keperdulian, meningkatkan kualitas pribadi, mengembangkan potensi dan motivasi temanya dalam belajar.

28

Dalam pelaksanaan PLK-S di SMP N 2 Curup Tengah, bahwa bimbingan teman sebaya ini telah berjalan dengan adanya PKR sekolah, selama menjalankan PLK-S di sekolah mahasiswa juga melibatkan diri didalamnya dengan memberikan layananlayanan yang sesuai dengan tugas perkembangan siswa diantaranya adalah tentang tugas perkembangan remaja, kenakan remaja, dan penyakit AIDS dan penyebabnya. (satlan dan satkung terlampir)

BAB VI KEGIATAN PENDUKUNG

Kegiatan pendukung dalam pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah dilaksanakan untuk menunjang atau memperkuat terlaksananya jenis layanan bimbingan dan konseling, kegiatan pendukung bimbingan dan konseling terdiri dari : Aplikasi Instrumentasi, Himpunan Data, Konferensi Kasus, Kunjungan Rumah, Alih Tangan Kasus dan Tampilan Kepustakaan. Pelaksanaan PLK-S SMP N 2 Curup Tengah penulis telah melaksanakan beberapa kegiatan pendukung di atas. 1. Aplikasi Instrumentasi dan Himpunan Data Aplikasi instrumentasi bimbingan dan konseling untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang peserta didik, baik secara individual maupun kelompok. Pengumpulan data dan keterangan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai instrumen

29

baik tes maupun non tes. Hasil instrumentasi dipakai dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Adapun aplikasi instrumentasi yang telah penulis laksanakan di Curup adalah : a. Pengadministrasian AUM Umum Format-3 untuk Siswa Kelas VIII 1 SMP N 2 Curup Tengah b. Pengadministrasian AUM PTSDL Format -3 untuk Siswa Kelas VIII 1 SMP N 2 Curup Tengah c. Pelaksanaan teknis Sosiometri d. Pelaksanaan pengisian format KPMP, instrumentasi yang dilaksanakan satlan dan Lapelprog terlampir. Himpunan data meliputi : Mengumpulkan semua data yang telah diperoleh melalui aplikasi instrumentasi, dari data tersebut dikelompokkan menjadi data pribadi, data kelompok, dan data umum. Adapun data yang telah penulis himpun dalam PLK-S di SMP N 2 Curup Tengah sebagai berikut : a. b. c. d. e. Data hasil pengolahan AUM Umum (Pribadi dan kelompok) Data hasil pengolahan AUM PTSDL (Pribadi dan Kelompok) Data hasil pengolahan sosiometri Data hasil pengisian format KPMP Biodata siswa (Semua data tersebut terlampir). 2. Konferensi Kasus Guru pembimbing melaksanaan konferensi kasus apabila untuk penanganan masalah siswa diperlukan data atau keterangan tambahan atau masukan dari pihaktertentu. Untuk itu guru pembimbing mengundang dengan pengetahuan kepala sekolah. Pihak-pihak yang dianggap dapat membantu penanganan masalah siswa, misalnya

orang tua, wali kelas, guru mata pelajaran, kepala sekolah dan pihak-pihak lain yang bersangkutan. Tujuan dari konferensi kasus adalah : Diperolenya gambaran yang jelas, mendalam dan menyeluruh tentang permasalahan siswa - Terkomunikasikannya sejumlah aspek permasalahan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sehingga penanganan masalah itu tuntas Terkoordinasinya penanganan masalah yang dimaksud sehingga upaya penanganan masalah lebih efisien dan efektif 30

3. Kunjungan Rumah Penanganan permasalahan siswa seringkali memerlukan pemahaman yang lebih jauh tentang suasana rumah atau keluarga siswa. Untuk itu perlu kunjungan rumah. Adapun tujuan kegiatan kunjungan rumah adalah : o Memperoleh data tambahan tentang permasalahn siswa khususnya ynag

bersangkut paut dengan keadaan ekonomi o Menyampaikan kepada orang tua tentang permasalahannya o Membangun komitmen orang tua terhadap penanganan masalah anaknya. Kunjungan rumah merupakan kegiatan pendukung layanan bimbingan konseling yang bertujuan untuk mencari tau lebih lanjut kondisi keluarga siswa atau klien yang terkait dengan permasalahannya, akan tetapi kunjungan rumah ini juga merupakan kegiatan pendukung yang bersifat insidental maka dalam proses PLK-S ini kunjungan rumah belum dapat dilaksanakan dengan maksimal karena keterbatasan waktu yang ada.

4. Alih Tangan Kasus Alih tangan kasus hanya dilakukan apabila guru pembimbing menjumpai kenyataan bahwa sebagian atau keseluruhan inti permasalahan siswa di luar kemampuan/kewenangan guru pembimbing. Dalam pelaksanaan praktek ini kegiatan alih tangan kasus tidak dlaksanakan karena masalah-masalah yang dihadapi siswa masih dapat diselesaikan. Sejauh mahasiswa PLK-S dilaksanakan, tidak ditemukan masalah siswa yang perlu dialih tangankan pada orang lain. 5. Tampilan Kepustakaan Tampilan kepustakaan (TKP) membantu siswa atau klien dalam memperkaya dan memperkuat diri berkenaan dengan permasalahan yang dialami dan dibahas bersama konselor pada khususnya dan dalam pengembangan diri pada umumnya. Adapun tujuannya adalah : o Melengkapi sustansi pelayanan konseling berupa bahan-bahan tertulis yang ada dalam tampilan kepustakaan o Mendorong klien memanfaatkan bahan-bahan yang ada tampilan

diperpustakaan untuk memperkuat pengentasan masalah dan pengembangan diri dari pihak-pihak yang bersangkutan.

31

BAB VII MANAJEMEN PELAYANAN KONSELING DI SEKOLAH

Pelayanan Bimbingan dan Konseling akan terlaksana dengan baik apabila dikelola dengan manajemen yang baik pula. Pengelolaan pelayanan bimbingan dan konseling di SMK Negeri 1 Curup ditunjang oleh adanya organisasi, pelaksana program layanan dan operasionalisasi pelayanan BK. Pola Menejemen yang ada Pola manajemen atau keorganisasian bimbingan dan konseling di sekolah menengah atas, Prayitmo dan kawan-kawan (2002) menjelaskan bahwa organisasi BK meliputi unsure organigram berikut : Kadis Pendidikan Pengawas Sekolah Bidang BK Komite Sekolah Wakasek 32 Kepala Sekolah

A.

Tata Usaha

GMP/Praktek

Wali Kelas SISWA

Koor.BK/GP

Secara ideal, organisasi Bimbingan dan Konseling dalam pelaksanaan sudah mengikuti pola yang ada, namun pola manajemen yang tersurat belum tersedia (gambar organisasi masih memakai pola yang lama). Pelaksanaan BK di SMP N 2 Curup Tengah, diawasi dan dibina oleh unsur kantor Dinas Pendidikan Personil pelaksana pelayanan bimbingan dan konseling di SMP N 2 Curup Tengah adalah segenap unsur yang terkait di dalam organigram pelayanan bimbingan dan konseling, dengan koordinator dan guru pembimbing sebagai pelaksana utamanya.

Gambar struktur organisasi BK yang ada di SMP N 2 Curup Tengah

Komite Sekolah

Kepsek Wakasek Tata Usaha

Guru Mata Pelajaran

Wali Kelas

Koor BK GP

SISWA

Uraian tugas masing-masing personil pada struktur organisasi BK yang ada di SMP N 2 Curup Tengah adalah sebagai berikut : 1. Kepala Sekolah Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan secara menyeluruh, khususnya pelayanan bimbingan konseling, tugas Kepala Sekolah adalah sebagai berikut :

33

a.

Mengkoordinator segenap kegiatan yang diprogramkan dan berlangsung di

sekolah, sehingga pelayanan pengajaran, latihan dan bimbingan dan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu, harmonis dan dinamis. b. Menyediakan prasarana, tenaga, sarana dan berbagai kemudahan bagi

terlaksananya pelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien. c. Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan

pelaksanaan program, penilaian dan upaya tindak lanjut pelayanan bimbingan dan konseling. d. Mempertanggung jawabkan pelaksanaan pelayanan bimbingan dan

konseling di sekolah kepala kanwil/kandep yang menjadi atasanya. 2. Wakil Kepala Sekolah Sebagai pembantu Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah membantu Kepala Sekolah dalam melaksanakan tugas Kepala Sekolah 3. Guru Pembimbing a. b. c. d. Membantu memasyarakatkan pelayanan BK kepada siswa Merencanakan Program Bimbingan dan Konseling Melaksanakan kegiatan program satuan layanan bimbingan dan konseling Melaksanakan segenap satuan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling e. Menilai proses dan hasil pelaksanaan satuan layanan dan kegiatan

pendukung bimbingan dan konseling f. Menganalisis tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian layanan dan kegiatan

pendukung bimbingan dan konseling g. Mengadministrasikan kegiatan satuan layanan dan kegioatan pendukung

bimbingan dan konseling h. Mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatannya dalam pelayanan

bimbingan dan konseling secara menyeluruh kepada coordinator BK serta kepala sekolah i. Bekerja sama dengan guru bidang studi dalam penyelenggaraan layanan

penguasaan konten 4. Guru Mata Pelajaran Sebagai tenaga ahli pengajaran dan praktik dalam bidang studi atau program latihan tertentu dan sebagai personil yang sehari-hari langsung berhubungan dengan siswa, peranan guru mata pelajaran dan guru praktekdalam pelayanan bimbingan dan konseling adalah : 34

a. siswa. b.

Menbantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada

Membantu guru pembimbing mengidentifikasikan siswa-siswa yang

memerlukan layanan BK, serta pengumpulan data tentang siswa-siswa tersebut. c. Mengalih tangankan siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan

konseling kepada guru pembimbing d. Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru, hubungan

siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan BK e. Memberikan kesempatan dan kemidahan kepada siswa yang memerlukan

layanan/kegiatan bimbingan dan konseling untuk mengikuti layanan yang dimaksudkan itu. f. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa, seperti

konferensi kasus. g. Membantu mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam rangka

penilaian pelayanan BK upaya tindak lanjutnya. 5. Wali Kelas Sebagai pengelola kelas tertentu, dalam pelayanan BK, wali kelas berperan : a. Membantu guru pembimbing melaksanakan tugas-tugasnya, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya b. Membantu guru mata pelajaran melaksanakan perananya dalam pelayanan BK khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya c. Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya, untuk mengikuti kegiatan BK d. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan khusus bimbingan dan konseling, seperti konferensi kasus e. Mengalih tangankan siswa yang memerlukan layanan BK kepada guru pembimbing. B. Kompetensi Personil Pelayanan Konseling Prayitno, dkk (2002) menjelaskan bahwa kompetensi adalah pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap dasar yang direflesikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak yang bersifat dinamis, berkembang dan dapat diraih. Jadi kompetensi personil BK adalah personil yang memiliki pengetahuan, keterampilan, nilai juga sikap dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak dinamis, berkembang dan dapat diraih setiap waktu. 35

Ditinjau dari segi latar belakang guru pembimbing di SMK N 1Curup, guru pembimbingnya sudah memenuhi syarat yaitu latar belakanya bimbingan dan konseling. Sedangkan dari kompetensi layanan BK yang diharapkan, bias dikatakan 80% telah terlaksana. Adapun kompetensi BK, sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Perencanaan Program layanan BK Pelaksanaan program Evaluasi program Analisis hasil evaluasi program Tindak lanjut hasil evaluasi Laporan pelaksanaan program

C. Fasilitas Pendukung Konseling Prayitno, dkk (2002) dalam bukunya Kurikulum Berbasis Kompetensi menjelaskan bahwa yang hendaknya ada untuk menunjang kegiatan BK di sekolah diantaranya lain : 1. Tempat Duduk a. Masing-masing guru pembimbing perlu memiliki ruang kerja

tersendiri dalam kesatuan pelayanan BK yang ada di sekolah. b. Ruang pelayanan memingkinkan siswa merasa sering dan betul-

betul dilayani dan memungkinkan dilaksananya asas-asas BK c. Secara Umum dalam Ruangan BK hendaknya :

Dapat menyimpan berbagai kelengkapan kegiatan BK - Dapat menyimpan bahan-bahan yang berguna dan dapat dimanfaatkan oleh siswa

2. Instrumentasi BK Di sekolah hendaknya tersedia : Tes standar seperti tes itelegensi, tes bakat diri Instrumen yang dapat disusun sendiri, seperti berbagai jenis angket dan Inventori standar seperti AUM, skala sikap, skala minat dan skala penilaian

daftar isian, pertanyaan untuk sosiometri, format penilaian dan format lainya D. Kepengawasan 1. Kegiatan pelayanan konseling di SMP N 2 Curup Tengah dipantau,

dievaluasi dan dibina melalui kegiatan pengawasan

36

2.

Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara interen oleh

kepala sekolah dan eksteren oleh pengawas SML bidang konseling 3. Fokus pengawasan adalah kemampuan professional konselor implementasi

kegiatan pelayanan konseling yang menjadi kewajiban tugas konselor di SMP N 2 Curup Tengah 4. Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara berkala dan

berkelanjutan 5. hasil pengawasan didokumentasikan, dianalisis dan ditindak lanjuti untuk

peningkatan mutu perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di SMP N 2 Curup Tengah.

BAB VIII LAPORAN KASUS Khusus untuk laporan kasus penulis tidak lagi menjabarkan apa itu konseling perorangan, konseling kelompok dan bimbingan kelompok. Dan bagaimana juga tahaptahap selama pelaksanaan bimbingan tersebut, karena penulis sudah menjelaskanya dalam layanan konseling perorangan, bimbingan kelompok, dan konseling kelompok yang ada di Bab IV. Satlan dan satkung juga terlampir.

37

BAB IX PENUTUP

A.

Gambaran Tentang Keberhasilan BK Selama dua bulan penulis telah melaksanakan layanan Bimbingan dan Konseling yang diprogramkan. Untuk menilai efektifitas dan pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan tersebut, maka perlu dilakukan penilaian. Secara umum dapat dikatakan bahwa kegiatan Bimbingan dan Konseling yang diprogramkan sebagian besar telah terlaksana. Dari layanan yang diberikan, klien mendapat pengetahuan baru seperti pemahaman diri, mengerti konsep BK sebenarnya.

B. Faktor, penunjang Penghambat dan upaya mengatasinya 1). Faktor Penunjang Kegiatan Bimbingan dan Konseling yang penulis programkan dapt terlaksana dengan baik karena adanya dukungan dari semua pihak, yaitu dari kepala sekolah dan 38

seluruh karyawan yang ada di SMP N 2 Curup Tengah. Selain itu pelayanan Bimbingan dan Konseling yang penulis laksanakan juga ditunjang oleh sarana dan prasarana yang tersedia, yang meliputi adanya ruangan khusus untuk konseling serta kelengkapan administrasi lainnya terutama ketika penulis sedang melaksanakan PLKS. 2). Faktor Penghambat Meskipun secara esensial tidak ada yang menjadi penghambat dalam melaksanakan kegiatan BK di sekolah ini, namun secara tekhnis ada hambatan yang dialami antara lain : Masalah kurangnya tenaga pembimbing. 3). Upaya mengatasinya Didukung dengan jam khusus BK sangat mencukupi namun penulis tetap kewalahan untuk melaksanakan beberapa layanan misalnya layanan yang hanya terbatas untuk kelompok, sehingga penulis harus meminta bantuan rekan PLK-s lain untuk dapat melaksanakannya. C. Saran-Saran • Mahasiswa ynag mengikuti PLK-S harus benar-benar mempersiapkan diri dengan berbagai wawasan dan keterampilan dalam memberikan layanan kepada siswa karena permasalahn yang muncul di lapangan terkadang berbeda dengan teori yang dipelajari di bangku kuliah. • Agar guru pembimbing senantiasa meningkatkan kerja sama dengan personil sekolah yang lain, seperti guru mata pelajaran, wali kelas, Pembina osis, guru piket serta tata usaha. Sehingga program yang telah direncanakan mendapat dukungan dari berbagai pihak di sekolah • Diharapkan kepada siswa agar dapat memanfaatkan layanan BK untuk mengatasi berbagai permasalahan yang mereka alami baik masalah umum maupun khusus atau masalah yang sangat mempribadi serta masalah belajar. Sehingga apa yang diharapkan dapat tercapai dengan baik. • Rasa terima kasih banyak kepada guru pamong yang telah mendukung kami, dan membantu kami selama PLK-S di sekolah. • Juga kepada Dosen DPL terima kasih atas bimbingan yang telah diberikan. • Kami harapkan kepada Prodi BK untuk dapat lebih memberikan kemudahan dalam prosedur teknis pelaksanaan PLK-S

39

40

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful