P. 1
Puasa Ditinjau Dari Segi Kesehatan

Puasa Ditinjau Dari Segi Kesehatan

|Views: 172|Likes:
Published by naluvlypooh

More info:

Published by: naluvlypooh on Jun 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/04/2013

pdf

text

original

PUASA DITINJAU DARI SEGI KESEHATAN

Puasa bukan sekedar kewajiban. Bukan hanya mendatangkan pahala. Dan tidak pula sekedar melebur dosa. Akan tetapi lebih jauh lagi dari itu.

Banyak hikmah-hikmahnya yang terkandung di dalamnya. Maka kalau dikaji dengan seksama, diteliti dan dianalisa, akhirnya akan bermuara kepada suatu kesimpulan, bahwa puasa itu merupakan kebutuhan, baik itu rohani maupun jasmani. Dengan berpuasa, jiwa akan tenang, pikiran akan damai. Sementara jasmani akan semakin segar dan tegar.

Hal ini sejalan dengan apa yang disabdakan nabi, dalam salah satu hadisnya yang berbunyi: “Shuumuu tashih-huu” (berpuasalah kamu nanti akan sehat)

Para dokter dan pakar-pakar kesehatan mencoba mengkaji dan menganalisa hadis Nabi ini sampai di mana kebenarannya. Ternyata kebenaran hadis Nabi ini tidak bisa dipungkiri. Banyak dokter-dokter yang mengakuinya. Bukan hanya sekedar mengakui, akan tetapi mereka ikut menjalankannya. Bahkan kepada pasien-pasien mereka, tidak jarang mereka perintahkan untuk berpuasa sebagai alat pengobatan.

Salah seorang pakar kesehatan yang bernama Dr. Wernan Macfadan mengatakan: “Saya tertarik dan percaya bahwa puasa sanggup menyembuhkan segala macam penyakit di mana segala usaha pengobatan lainnya telah mengalami kegagalan”. Justru itulah, maka puasa ini bukan hanya sekedar kewajiban, akan tetapi sudah merupakan kebutuhan.

Menurut analisa atau hasil penyelidikan Dr. Robert Partolo dari Amerika, puasa adalah usaha yang sangat baik untuk menyelamatkan tubuh manusia dari kuman-kuman, diantaranya kuman syphilis yang banyak membinasakan darah manusia.

Dr. Peter Schimidberger dalam bukunya “Zero diet” menjelaskan, bahwa puasa bukan sekedar untuk melangsingkan tubuh, akan tetapi merupakan sarana yang paling efektif untuk penyembuhan berbagai macam gangguan tubuh. Dengan puasa akan membuat larutnya gumpalan lemak (Kolestrol) bersama dengan

sisa-sisa makanan yang mengandung zat-zat beracun.

Demikian juga zat putih telur yang menumpuk dalam tubuh ikut menjadi larut. Maka dengan jalan demikian itu, keseimbangan pembagian zat asam antara pembuluh darah dan sel-sel lain yang dengan sendirinya membawa pengaruh yang begitu baik terhadap kesehatan tubuh.

Kesepakatan ahli medis Sebagian besar (jumhur) ahli-ahli kesehatan sepakat mengatakan, bahwa alat pencernaan (perut) adalah merupakan sumber dari berbagai macam penyakit. Hal ini sejalan dengan ajaran Nabi yang dilukiskan para hukamah yang berbunyi: “ Al-bithnu ashlid-daai wal miyatu ashlud-dawaa i “ (Perut itu pangkal segala penyakit, dan memeliharanya itu pangkal dari pada pengobatan)

Perut adalah merupakan terminal dalam tubuh. Tempat berlabuh dan berhenti segala makanan dan minuman. Ikan, daging, nasi, sayur, dan segala macam bertumpuk di sana dan tersimpan dalam beberapa waktu. Justru itulah perut perlu dibersihkan setidaknya sekali dalam setahun dengan jalan mengerjakan puasa.

Kalau kita ibaratkan kepada mesin industri atau mesin mobil, maka puasa merupakan servis besar yang dilakukan sekali dalam setahun. Mesin apabila bekerja terus menerus tanpa istirahat dan tanpa diservis akan membuat mesin cepat aus dan cepat rusak. Demikian juga halnya dengan perut yang merupakan mesin yang sehari-hari mengolah berbagai macam makanan dan minuman, yaitu memerlukan istirahat dan servis. Maka istirahat dan servis bagi perut adalah puasa.

Kalau kita balik-balik lembaran hadis Nabi, maka akan terbacalah oleh kita nanti, betapa peranan perut dalam tubuh manusia. Menurut Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa: “Perut adalah seumpama kolam air dalam tubuh manusia. Dan pembuluh darah terus mengalir ke sana untuk diisi. Kalau perut itu sehat, maka kesehatanlah yang dibawa kembali oleh pembuluh darah itu. Tapi kalau perut itu kotor, maka penyakit pulalah yang dibawanya.”

Dengan berpuasa berarti memberi peluang kepada tubuh untuk membuang segala racun dari sisa-sisa makanan dalam tubuh dengan jalan mengosongkannya. Dr. Med. Ahmad Ramali mengatakan, bahwa istirahat yang diberikan oleh alat pencernaan makanan, tidak lain akan menambah tenaga (energi). Seperti halnya membiarkan ladang beberapa lama, untuk mengembalikan kesuburannya.

Faktor Psikologis Dr. Carel yang pernah mendapat hadiah nobel mengatakan: “ketentraman yang ditimbulkan karena ibadah dan do’a, merupakan pertolongan besar pada pengobatan.”

Maka kalau kita kaitkan antara ibadah puasa dengan kejiwaan (Psikologis) sebagai alat penyembuh suatu penyakit, memang mempunyai hubungan yang cukup erat. Sebab ibadah puasa membuat pikiran menjadi tenang dan hati menjadi damai. Disamping itu membuat seseorang menjadi lebih gembira terutama ketika setiap akan berbuka. Hal ini dilukiskan oleh Nabi dalam hadisnya yang berbunyi: “Orang yang berpuasa itu mendapat dua kegembiraan. Pertama ketika berbuka, dan yang kedua ketika akan berjumpa dengan Tuhannya dikemudian hari.”

Perasaan gembira ketika berbuka itu memang luar biasa. Sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata, dengan angka dan aksara. Maka apabila kita kaitkan ketentraman jiwa dan perasaan gembira dengan usaha penyembuhan atau alat pertolongan pada pengobatan sebagaimana yang dikatakan oleh Dr. Carel, berarti puasa termasuk dalam bahagian itu (pengobatan).

Hal ini sejalan dengan perintah Nabi ketika menjenguk orang sakit, yaitu untuk menggembirakan hati mereka. Dengan kata lain jangan sekali-kali berbicara atau memberi informasi yang akan menambah beban pikiran mereka yang sedang menderita sakit. Tapi hiburlah agar hati mereka menjadi gembira.

Menurut ahli-ahli psikologis banyak manusia ini yang sakitnya berawal dari tekanan batin dan perasaan. Persoalan-persoalan yang tidak bisa diselesaikan oleh alam pikiran, sering membawa dampak yang begitu besar

terhadap tubuh (psikologis).

Bahkan tidak jarang terjadi bisa fatal. Sebab jiwa yang sudah remuk, hati yang sudah rapuh akan mempengaruhi kepada daya tahan tubuh. Kalau daya tahan tubuh sudah berkurang maka akan mudah dihinggapi segala macam penyakit.

Komplikasi jiwa bisa menimbulkan ketegangan pada otak. Dan kemudian bisa mengganggu system peredaran darah. Misalnya jantung, hati, dan limpah. Bukan hanya sekedar tensi darah menjadi tinggi tapi juga menyebabkan jaringan-jaringan syaraf yang begitu halus menjadi putus satu demi satu, yang pada gilirannya nanti bisa menyebabkan pendarahan pada otak, yang berawal dari tekanan darah yang begitu tinggi. Maka untuk pencegahan ini salah satu diantaranya adalah mengadakan ibadah puasa.

Pendek kata puasa bukan hanya sekedar mendapat pahala dan melebur dosa, akan tetapi membuat manusia semakin menjadi tambah sehat, menyembuhkan berbagai macam penyakit termasuk penyakit psikomatik. Yaitu penyakit yang erat hubungannya dengan kejiwaan dan saling berpengaruh antara jiwa dengan tubuh. Maksudnya kalau jiwa ditimpa kesulitan maka tubuh ikut menderita. Demikian pula sebaliknya, bila tubuh diserang penyakit, maka jiwa ikut susah.

KESEMPURNAAN PUASA ditinjau dari kesehatan September 25, 2008, 5:52 am Filed under: Kesehatan Posted : bay-Haqi_ahmad at 15.00 pm Ibadah Puasa merupakan salah satu rukun islam dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim, sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an, Surat AlBaqoroh : 183 ‖Hai Orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa segaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa‖. Ibadah puasa adalah Menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti Makan, minum, bersetubuh, haid nifas sejak terbitnya fajar sodiq sampai terbenamnya mega merah (subuh sampai maghrib). Oleh karena itu memerlukan persiapan yang sungguh –sungguh agar puasa menjadi optimal dapat meraih predikat taqwa. Persiapan itu antara lain meliputi: (1) Persiapan mental/Psikhis, (2) Persiapan Fikriah (pemikiran), (3) Persiapan Jasadiah (kesehatan), (4). Persiapan Maal (harta), (5) Persiapan Keluarga , (6) Persiapan Lingkungan Masyarakat. Persiapan-persiapan ini mempermudah kita

mendapatkan kesempurnaan Ibadah puasa Ramadhan. Segi kesehatan merupakan faktor penting dalam menjalankan puasa romadhon, karena bila seseorang tidak sehat maka Allah swt. Memberi keringanan berupa penggantian puasa yang ditinggal itu di hari lain. Salah satu upaya kita untuk mempersiapkan kesehatan dengan mengetahui lebih dalam bagaimana perspektif Islam dalam memandang ibadah Puasa ramadhan . FISIOLOGI PUASA Kesempurnaan Ibadah puasa didapatkan dengan memenuhi rukun dan sunnah yang telah diajarkan Rosulullah SAW. Adapun rukun puasa itu adalah (1) Niat dan. (2) Meninggalkan apa saja yang membatalkan puasa. Sedangkan Sunnah puasa antara lain: (1) Mengahirkan sahur, (2) Menyegerakan berbuka, dan berbuka dengan sesuatu yang manis, (3) Memperbanyak bacaan al Quran, dan hadist (4) memperbanyak sodaqoh . Niat ketika hendak berpuasa dengan sadar dan motivasi yang tinggi akan mengkoordinasi hipotalamus, dimana terdapat pusat makan dan pusat kenyang. Pusat makan adalah area dalam otak kita di hipotalamus lateralis yang berfungsi menentukan kapan kita berhenti makan, sedangkan pusat kenyang adalah area dalam otak kita di nuclei ventralis medialis yang berfungsi menentukan kapan ingin makan. Maka dengan niat yang benar dan ikhlas akan menahan dari keinginan makan, sesuai dengan penekanan pada nuclei ventralis medialis. Tidak makan dan tidak minum selama sehari ( sekitar 14 jam) tidak akan menyebabkan seseorang kehabisan tenaga dan panas, oleh karena masih terdapat cadangan-cadangan energi yang berasal dari KH (Karbohidrat) dalam bentuk glikogen, ju berasal dari lemak yang berbentuj trigliserid dan dari protein.. Penyediaan tenaga mula-mula diuraikan dari KH baik langsung melalui proses glikolisis maupun proses Glikogenolisis yang mampu bertahan selama 25 jam. Haus akan timbul bila keadaan tubuh dehidrasi, apabila cairan tubuh yang berjumlah sekitar 60 % BB tubuh dalam tonisitas dan volume yang normal maka otak tidak mengisyaratkan haus, Namun bila tubuh dehidrasi, organ yang lain akan mempertahankan tonisitas dan volume cairan dalam tubuh kita dengan cara meningkatkan hormon Vasopresin agar dapat menahan air dan melalui cortec adrenal mengeluarkan hormon Aldosteron untuk retensi Na+. Menahan dari nafsu Lauwamah. Berkata kotor, marah-marah, mencaci maki dan berkta bohong termasuk nafsu lauwamah, Bila seseorang yang sedang tidak terkendali nafsu lauwamahnya maka akan dapat meningkatkan pengeluaran adrenalin yang menyebabkan pembuluh-pembuluh darah menyempit. Dengan penyempitan pembuluh darah ini akan meningkatkan kerja jantung sehingga tekanan darah akan naik. Firman Allah: ―Sesungguhnya nafsu itu selalu menjurus kepada kejahatan kecua;I nafsu yang diberi rahmat oleh Allah (Robku)……… (SQ> Yususf: 53) Dari Abu Huroiroh R.A. berkata, Rosululloh bersadbda:‖Apabila salah seorang diantara kamu sekalian itu berpuasa maka janganlah berkata kotor dan janganlah ribut-ribut. Jika ada orang mencaci maki atau mengajak berkelahi maka hendaklah ia berkata: Sesungguhnya saya sedang berpuasa.‖ (HR> Buchori dan Muslim). Sunnah puasa antara lain dengan mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka : Dari Abu Dzar, Rosululloh SAW. Telah bersabda: Senantiasa umatku dalam kebaikan selama mereka mengahkhirkan sahur dan menyegeerakan berbuka. (HR Ahmad) Makanan didaur ulang dalam sistem pencernaan sekitar 8 jam, dengan perincian 4 jam makanan disiapkan dengan keasaman tertentu dengan bantuan asam lambung, untuk selanjutnya dikirim ke usus, 4 jam kemudian makanan diubah wujudnya menjadi sari-sari makanan di usus kecil kemudian diabsorobsi oleh pembuluh darah dan dikirim keseluruh

tubuh. Waktu sisa 6 jam merupakan waktu yang ideal bagi sistem percernaan untuk istirahat. Makanan yang manis ketika berbuka puasa biasanya mengandung KH yang tinggi, hal ini untuk mengganti KH yang telah diuraikan menjadi tenaga dan panas. Merperbanyak bacaan Al Qur’an, dengan tartil dan memahami makna yang dikandungnya dapat menciptakan suasana ketenangan jiwa dan menjadi penyembuh penyakit-penyakit yang berada dalam dada. Sebagaimana firman Allah SWT: Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk bagi orang-orang beriman, (SQ: Yunus : 57) Stressor yang kita hadapi sangat tergantung dengan cara kita mengadaptasinya, Kalau berhaasil maka berdampak positif terhadap pertumbuhn dan perkembangan Jiwa, Identitas diri dan harga diri. Sebaliknya bila gagal (maladaptasai) maka akan terjadi gangguan kesehatan fisik maupun rohani. Memperbanyak sodaqoh, merupakan latihan kita untuk ikhlas. Ikhlas merupakan Respon perilaku yang positif manakala kita menghadapi masalah yang kita hadapi: Skema: Respon terhadap stimulus yang menegangkan menimbulkan adaptasi dan maladaptasi (Disadur dari buku Perawatan Medikal Bedah, Barbara C.Long ) PENGARUH PUASA TERHADAP FUNGSI LIVER Kadar SGOT dan SGPT dalam darah menggambarkan normal tidaknya fungsi liver. Penurunan SGOT dan SGPT dalam darah merupakan indikasi semakin membaiknya fungsi liver. Menurut penelitian DR. dr. H. Wahjoetomo menyatakan bahwa semakin tinggi motivasi, semakin nyata perbedaan yang dihasilkan dan pada motivasi tinggi ini akan diperoleh peningkatan fungsi liver yang sangat nyata (tabel.1) Dan Juga didapatkan peningkatan fungsi liver yang nyata dihasilkan pada individu yang merasakan beban yang ringan terhadap puasa Ramadhan (tabel.2). Hal ini dikarenakan ketika berpuasa pola makanan lebih dapat dikendalikan, baik dari segi frekweunsi dan jumlah atau kuantitasnya, maka liver dapat lebih istirahat atau lebih ringan kerjanya.

Hasil penelitian DR.dr. Wahjoetomo juga mengenai kadar trigliserida yang mana menunjukkan pada motivasi rendah terjadi kecenderungan peningkatan triglesrida, tetapi pada motivasi yang tinggi terjadi sebaliknya, walaupun secara statistika tidak berbeda nyata. Dengan penurunan Trigleserida yang merupakan unsur lemak yang memberi resiko buruk terhadap kesehatan maka berarti berpuasa dengan motivasi tinggi bermanfaat pada kesehatan manusia. Disamping itu ditemukan pula korelasi negatif terhadap Gula darah, Kolesterol, dan LDL terjadi peningkatan, dan pada HDL terjadi penurunan. Hal ini disebabkan karena kurang sempurnanya pelaksanaan puasa Ramadhan dengan motivasi yang rendah dan puasa dirasakan sebagai beban yang berat. KESIMPULAN Ibadah puasa Ramadhon apabila dilakukan dengan ikhlas, dan motivasi yang tinggi, serta menjalani rukun dan sunnah puasa dengan sempurna dapat meningkatkan derajat kesehatan. Baik dari segi Fisik (fisiologis), Psikhis, maupun Sosial. Manfaat puasa, setelah diteliti melalui berbagai penelitian ilmiah dan terperinci terhadap organ tubuh manusia serta aktivitas fisiologisnya, peneliti menemukan bahwa puasa, secara jelas adalah sesuatu yang sebaiknya dilakukan oleh tubuh manusia sehingga ia bisa terus

melakukan aktivitasnya dengan baik. Dan puasa benar-benar sangat penting dan dibutuhkan bagi kesehatan manusia sebagaimana manusia membutuhkan makan, bernafas, bergerak, dan tidur. Oleh karena itu puasa adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia agar tetap sehat. Jika manusia tidak bisa tidur, tidak makan selama rentang waktu yang lama maka ia akan sakit. Demikian pula tubuh manusia pun akan mengalami hal yang jelek jika ia tidak berpuasa. Pentingnya puasa bagi tubuh karena puasa bisa membantu badan dalam membuang sel-sel yang sudah rusak, sekaligus membuang sel-sel atau hormon atau pun zat-zat yang melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh. Dan puasa, sebagaimana dituntunkan oleh agama Islam, lamanya adalah rata-rata 14 jam, kemudian baru makan untuk durasi waktu beberapa jam. Ini adalah metode yang bagus untuk sistem pembuangan sel-sel atau hormon yang rusak dan membangun kembali badan dengan sel-sel baru. Dan ini sangat berbeda dengan dengan apa yang difahami kebanyakan orang : ―bahwa puasa menyebabkan orang menjadi lemah dan lesu‖. Puasa yang baik bagi tubuh manusia itu syaratnya adalah dengan melakukannya selama satu bulan berturut-turut dalam setahun, dan bisa ditambahkan 3 hari setiap bulan. Tom Branch dari Columbia Press mengatakan : ―Aku menganggap bahwa puasa adalah pengalaman rohani yang sangat luar biasa, lebih besar daripada pengalaman biologis/badan semata. Semula aku berpuasa dengan tujuan mengurangi berat badan yang berlebih. Akan tetapi, ternyata aku mendapati bahwa puasa tersebut bermanfaat sekali bagi kejernihan fikiran. Puasa sangat membantu pandangan mata sehingga pandangan menjadi jelas sekali. Demikian juga sangat membantu dalam menganalisis ide-ide baru atau pun persepsi. Belum berlalu beberapa hari aku melakukan puasa, namun aku telah mendapat pengaruh kejiwaan yang demikian besar ! ― ―Aku telah berpuasa beberapa kali hingga sekarang. Dan aku biasanya memilih waktu antara 1 sampai 6 hari. Pada awalnya tujuan puasaku adalah untuk menghilangkan efek negatif dari makanan yang aku konsumsi. Selanjutnya aku berpuasa untuk membersihkan jiwaku dari halhal yang aku alami sepanjang hidupku, khususnya setelah memperhatikan dunia dalam beberapa bulan terakhir, aku melihat banyak kedhaliman dan kebrutalan di dalamnya hidup manusia. Aku banyak berpikir dan merasa bertanggung jawab terhadap keadaan mereka, maka akhirnya aku berpuasa untuk menghilangkan fikiran-fikiran itu.‖ ―Setiap kali aku berpuasa perasaan tertarik pada makanan benar-benar hilang, dan aku merasakan badanku sangat rileks dan nyaman. Dan aku merasakan diriku jauh dari fantasifantasi, emosi-emosi negatif seperti dengki, cemburu, suka ngerumpi, juga hilang perasaan takut, perasaan tidak enak, dan bosan. Semua perasaan-perasaan ini hilang dengan sendirinya ketika aku berpuasa. Dan sungguh aku merasakan pengalaman yang begitu mengesankan bersama dengan banyak manusia ketika berpuasa. Dan mungkin juga puasa yang dilakukan selama 1 bulan oleh kaum muslimin (sebagaimana aku melihat mereka di Turki, Suriah, dan Quds) adalah penyebab yang menjadikan jiwa-jiwa mereka begitu mengesankan yang tidak pernah aku temukan di belahan dunia manapun.‖ Puasa Adalah Dokter Yang Paling Murah Sesungguhnya puasa, tanpa berlebih-lebihan makan waktu berbuka puasa, adalah ―dokter‖ yang paling murah. Sebab puasa bisa menurunkan berat badan secara signifikan, dengan catatan ketika berbuka puasa memakan makanan dengan menu seimbang dan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman langsung ketika berbuka. Rasullulah ketika memulai ifthar dari puasa adalah dengan memakan beberapa biji kurma dan bukan yang lain, atau seteguk air putih lalu shalat. Inilah petunjuk.

Dan ini sebaik-baik petunjuk bagi orang yang berpuasa dari makanan dan minuman untuk waktu yang lama. Maka, gula ada dalam kurma dan orang akan merasa kenyang ketika memakan kurma, sebab ia sangat mudah dicerna dan dikirim ke dalam darah, dan pada saat yang sama ia memberikan energi atau kekuatan kepada badan. Adapun jika kita langsung makan daging, sayuran dan roti, setelah lapar karena puasa, maka tubuh memerlukan waktu yang lumayan lama untuk bisa mencerna dan menyerap sari makanannya dan baru kemudian kita merasa kenyang. Dan pada saat seperti ini, maka orang ketika awal-awal berbuka akan tetap merasa lapar. Dan akhirnya, orang yang berpuasa itu kurang bisa memperoleh manfaat langsung dari puasanya, yaitu memperoleh kesehatan, afiat dan vitalitas, bahkan ia akan tetap kebanyakan lemak dan kegemukan. Mencegah Tumor Puasa juga berfungsi sebagai ―dokter bedah‖ yang menghilangkan sel-sel yang rusak dan lemah di dalam tubuh. Maka, rasa lapar yang dirasakan orang yang sedang berpuasa akan bisa menggerakkan organ-organ internal di dalam tubuh untuk menghancurkan atau memakan sel-sel yang rusak atau lemah tadi untuk menutupi rasa laparnya. Maka hal itu merupakan saat yang bagus bagi badan untuk mengganti sel-selnya dengan sel-sel baru sehingga bisa kembali berfungsi dan beraktivitas. Dengan hal itu juga bisa menghilangkan atau memakan organ-organ yang sakit dan memperbaharuinya. Puasa juga berfungsi menjaga badan dari berbagai penumpukan zat-zat berbahaya, seperti kelebihan kalsium, kelebihan daging, dan lemak. Juga bisa mencegah terjadinya tumor ketika awal-awal pembentukannya. Menjaga Kadar Gula Dalam Darah Puasa sangat bagus dalam menurunkan kadar gula dalam darah hingga mencapai kadar seimbang. Berdasarkan hal ini, maka sesungguhnya puasa memberikan kepada kelenjar pankreas kesempatan yang baik untuk istirahat. Maka, pankreas pun mengeluarkan insulin yang menetralkan gula menjadi zat tepung dan lemak dikumpulkan di dalam pankreas. Apabila makanan kelebihan kandungan insulin, maka pankreas akan mengalami tekanan dan melemah. Hal ini akhirnya pankreas tidak bisa menjalankan fungsinya. Maka, kadar gula darah pun akan merambat naik dan terus meningkat hingga akhirnya muncul penyakit diabetis. Sudah banyak dilakukan usaha pengobatan terhadap penyakit diabetis ini di seluruh dunia dengan mengikuti ―sistem puasa‖ selama lebih dari 10 jam dan kurang dari 20 jam. Setiap kelompok mendapatkan pengaruh sesuai dengan keadaannya. Kemudian, para penderita tersebut mengkonsumsi makanan ringan selama berurutan yang kurang dari 3 minggu. Dan metode semacam ini telah mencapai hasil yang menakjubkan dalam pengobatan diabetis tanpa menggunakan sedikitpun obat-obatan kimiawi. Mengobati Penyakit-Penyakit Kulit Sesungguh puasa memberikan manfaat untuk mengobati berbagai penyakit kulit. Hal ini disebabkan karena dengan berpuasa maka kandungan air dalam darah berkurang, maka berkurang pula kandungan air pada kulit. Hal ini pada gilirannya akan berpengaruh pada: 1. Menambah kekuatan kulit dalam melawan mikroba dan penyakit penyakit mikroba dalam perut. 2.-Meminimalisir kemungkinan penyakit-penyakit kulit —yang menyebar di sekujur badan seperti sakit psoriasis —(sakit kulit kronis). 3. Meminimalisir alergi kulit dan membatasi masalah kulit —-berlemak.

Ny. Ilham Husain, seorang puteri Mesir menuturkan pengalamannya : ―Ketika aku berusia 10 tahun, aku menderita penyakit kulit yang kronis. Penyakit ini muncul dengan warna merah, dan aku tidak menemukan satu jenis obat pun. Dokter-dokter spesialis kulit terkenal di Mesir berkata kepada ayahku: ―Kalian harus membiasakan dengan hal ini dan membiasakan hidup dengan penyakit ini, karena penyakit ini adalah tamu yang memberatkan dan memakan waktu lama.‖ ―Ketika usiaku mencapai akhir 20 tahun dan dekat dengan waktu pernikahanku, aku semakin berduka dan mengucilkan diri dari masyarakat, aku benar-benar tertekan.‖ Akhirnya, salah seorang sahabat ayahku yang selalu membiasakan diri melakukan puasa memberi nasihat kepadaku: ―Cobalah wahai puteriku, engkau berpuasa sehari, kemudian engkau berbuka (makan) sehari, sebab hal itulah yang menyembuhkan suamiku dari penyakit yang sampai sekarang tidak diketahui obatnya oleh dokter. Akan tetapi, lakukanlah dengan pengertian bahwa pemberi obat adalah Allah, dan sesungguhnya sebab terjadinya penyembuhan seluruhnya ada di tangan-Nya. Maka, mohonlah kesembuhan terlebih dahulu kepada-Nya dari penyakit yang engkau derita ini, lalu berpuasalah.‖ ―Maka aku pun melakukan puasa dan mulai meneliti hal-hal yang bisa membebaskan aku dari penyakit yang menyelimutiku itu. Aku membiasakan diri ketika berbuka puasa mengkonsumsi berbagai sayuran dan buah-buahan, kemudian setelah 3 jam aku baru makan makanan berat. Aku makan (tidak puasa) pada hari ke dua, lalu berpuasa para hari ke tiga, dan demikian seterusnya. Maka mulailah terjadi hal yang mengherankan semua orang, yaitu sakit yang aku derita itu mulai sembuh setelah melewati waktu 2 bulan sejak aku berpuasa. Aku sampai tidak percaya pada diriku, dan aku memulai hidup seperti orang biasa. Aku melihat bekas sakitku itu sedikit-demi sedikit mulai hilang dan sampai akhirnya benar-benar sembuh. Akhirnya, aku pun tidak pernah tertimpa penyakit kulit tersebut sampai kini.‖ Mencegah Penyakit Asam Urat. Penyakit asam urat (gout) yang sering dijuluki ―penyakit orang kaya‖, disebabkan karena kelebihan makanan yang banyak mengandung asam urat (hati, otak, jeroan, sarden, remis, angsa, alkohol, makanan yang diawetkan dalam kaleng, kacang-kacangan, emping, kembang kol, bayam, asparagus). Terlalu banyak makan makanan yang banyak mengandung asam urat tersebut akan menyebabkan kelebihan asam urat (uric acid) dan menumpuk di persendian, khususnya pada persendian jari-jari besar di kaki. Juga jika kelebihan makan daging yang mengandung asam urat, tubuh tidak bisa mengurai berbagai protein yang ada dalam daging, akibatnya asam urat akan menumpuk di persendian. Dan ketika persendian terkena penyakit ―asam urat‖ (gout), maka ia akan membengkak dan memerah dan disertai nyeri yang luar biasa. Terkadang kadar asam urat berlebih dalam darah, kemudian ia mengendap di ginjal dan akhirnya mengkristal di dalam ginjal dan akan menjadi batu ginjal. Dengan mengurangi porsi makan dapat menyembuhkan penyakit ini. Mengurangi Tertimbunnya Kolesterol Para profesor yang melakukan penelitian medikal ilmiah ini (mayoritasnya adalah nonmuslim) menegaskan akan manfaatnya puasa, karena puasa bisa mengurangi lemak dalam tubuh dan pada gilirannya akan menyebabkan berkurangnya kolesterol. Kelebihan kolesterol dalam tubuh, bisa menyebabkan penyakit jantung. Menghilangkan Sakit Persendian Tulang

Sakit persendian biasanya akan timbul setelah berlalunya waktu yang panjang. Dengan bertambahnya usia maka organ-organ tubuh mulai terasa nyeri dan sakit-sakitan pun akan menyertainya, dan kedua tangan dan kaki akan mengalami nyeri yang banyak. Penyakit ini terkadang menimpa manusia pada fase-fase akhir usianya, akan tetapi lebih khusus lagi pada usia antara 30 s/d 50 tahun. Dan masalah yang sesungguhnya, kedokteran modern belum mampu menemukan obat atas penyakit ini sampai sekarang. Akan tetapi percobaan ilmiah yang dilakukan di Rusia menegaskan bahwasanya puasa bisa menyembuhkan penyakit ini. Dan puasa bisa mengembalikan atau membersihkan tubuh dari hal-hal yang membahayakan. Puasa ini dilakukan selama tiga minggu berturut-turut. Pada kondisi puasa ini, badan manusia akan dibersihkan dari mikroba maupun bakteri penyebab penyakit. Percobaan ini dilakukan terhadap sejumlah penderita penyakit tersebut dan ternyata memperoleh hasil yang menakjubkan. Sulaiman Rogerz dari New York menuturkan pengalamannya: ―Aku pernah mengalami penyakit dis-fungsi persendian tulang yang sangat kronis selama tiga tahun yang lalu, padahal penyakit ini tidak terlalu berat waktu itu namun aku tidak bisa berjalan jauh dan tidak mampu duduk lebih dari setengah jam. Aku sudah mencari obat dari berbagai jenis akan tetapi semuanya gagal.‖ ―Kemudian aku berkenalan dengan seorang kawan namanya Zanji Irfani di sebuah jalan yang menuju masjid dan kami waktu itu sedang di bulan Ramadhan. Dia menganjurkan aku agar aku ikut berpuasa dengan harapan penyakitku bisa sembuh. Aku sangat terheran-heran dengan metode puasa itu sendiri, akan tetapi aku terus mempelajari aturan puasa Islam ini, karena aku merasa aturan puasa ini lebih menyejukkan hati dan juga aku merasa aturan puasa ini bisa mencegah munculnya zat-zat yang berbahaya dan menyeimbangkan hal-hal yang tidak stabil di dalam tubuh. Dua hal inilah masalah yang paling susah yang aku alami di New York.‖ ―Dan sungguh aku mencoba untuk berpuasa sehari waktu itu, aku hanya makan sayursayuran, buah-buahan dan kurma saja ketika berbuka puasa. Aku tidak makan apapun setelah itu kecuali ketika sahur. Akhirnya kini aku bisa berjalan jauh dan aku bersyukur bisa berjalan cepat. Dan akhirnyapun hilang semua nyeri yang selama ini aku alami. Puasa ini merupakan satu-satunya cara yang aku temui yang bisa mengobati penyakitku ini. Maka akupun mengucapkan syukur pada Allah atas limpahan nikmat-Nya .‖ Diakhir ceriteranya, Sulaiman berkata: ―Sesungguhnya puasa memiliki keutamaan besar sekali bagiku, andai engkau melihat bagaimana aku ikut menjalankan puasa di bulan Ramadhan setiap tahun, tentu engkau akan mengatakan: ―Ah, layaknya wajahmu seperti anak kecil saja tidak seperti orang yang berusia 40 atau 50 tahun.―

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->