P. 1
kekuatan shodaqoh

kekuatan shodaqoh

|Views: 134|Likes:

More info:

Published by: Yanuar Tambah Gondrong on Jun 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2012

pdf

text

original

KEKUATAN SHODAQOH

Disusun 1. 2. 3. 4. 5.

Disusun guna memenuhhi tugas tasyawuf yang di ampu oleh BAPAK ghufron oleh: Abdul ckamim (11111075) tenny riskya(11111112) atik zakiyah(11111116) muh azim asror(11111077) hetti indayani(11111107)

Sekolah tinggi agama islam negeri salatiga 2012

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala hidayah dan rahmat-Nya, sehingga pen ulis dapat menyelesaikan makalah tentang kekuatan shodaqoh yang kami susun mulai pengertian sampai cara-cara bershodaqoh yang benar. Makalah ini disusun selain guna memenuhi tugas mata kuliyah tasywuf, juga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kepada para pembaca mengenai kekuatan shodaqoh. Penulis mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua piha k yang telah membantu, membimbing dan memberikan dukungan kepada penulis dalam m enyelesaikan makalah tasyawuf ini. Dalam menyusun makalah ini penulis telah berusaha secara maksimal, tapi penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, namun hal tersebut menutup k emungkinan adanya kelebihan dan kekurangan, untuk itu kritik dan saran yang memb angun sangat penulis harapkan untuk perbaikan. Penulis berharap makalah ini akan memberi manfaat bagi pembaca, penulis, dan gen erasi-generasi yang berikutnya. Salatiga, 8 juni 2012 Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i KATA PENGANTAR ii DAFTAR ISI iii BAB I PENDAHULUAN A. latar belakang 1 B. rumusan 1 C. Tujuan 1 D. Manfaat 1 BAB II ISI A. pengertian shodaqoh 2 B. dasar alqur’an dan hadits tentang shodaqoh a. dasar dalam alqur’an 3 b. dasar dari hadits 5 C. macam kekuatan shodaqoh 6 a. menambah rizki 7 b. menolak balak 7 c. menyembuhkan penyakit 8 d. memenjangkan umur 8 D. keimanan parasufi (Rabiah al adawiyah) E. cara bershodaqoh yang benar 9 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 11 B. Saran 11 DAFTAR PUSTAKA.

3

8

BAB I PENDAHULUAN A. Latarbelakang Shodaqoh merupakan hal yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT kepada hamb aNya. Shodaqoh diartikan sebagai pemberian sesuatu kepada orang lain atau makhlu k lain yang disertai dengan niat karena Allah. Telah masyhur untuk diketahui bah wa shodaqoh merupakan salah satu ibadah yang mulia. Firman Allah dalam al-Qur’an s urat Al-Baqarah : 261 Kemuliaan shodaqoh ini bisa kita lihat dari kekuatan-kekuatan yang diber ikan shodaqoh. Ada dua kekuatan yang akan dirasakan dan dimiliki oleh sebab shod aqoh, yakni kekuatan pada diri yang bershodaqoh dan kekuatan pada diri yang dibe ri shodaqoh. Bagi diri yang mengeluarkan shodaqoh paling tidak ada empat keutama an yang akan diterimanya yaitu : Shodaqoh mengundang datangnya rezeki, menolak b alak, dapat menyembuhkan penyakit dan dapat memanjangkanumur. B. rumusan a. apa pengertian dari shodaqoh? b. adakah dasar dasar dari alqur,an dan hadits tentang shodaqoh? c. macam apasaja yang muncul menjadi kekuatan shodaqoh? d. bagai mana keimanan para sufi tentang shodakoh? e. bagaimana cara shodaqoh yang benar ,supya mendapat kan kekuatan dari sho daqoh tersebut? C. Tujuan a. untuk mengetahui dari apa pengertian dari shodaqoh. b. untuk mengetahui dasar dasar dalam alqur,an dan hadis tentang shodaqoh. c. untuk mengatahui macam dari kekuatan kekuatan shodaqoh d. untuk mengetahui keimanan para sufi mengenai shodaqoh. e. untuk mengetahui cara-cara bershodaqoh yang benar. D. Manfaat Untuk pemperkaya bacaan dan pandangan /pengalaman mengenai kekuatan shod aqoh bagi mahasiswa,maupun dosen BAB II

A. PENGERTIAN SHODAQOH Pengertian shadaqoh atau sedakah secara bahasa berasal dari kata "shadaqa" yang artinya "benar" tersurat dari kata ini bahwa yang bersedekah adalah orang yang b enar imannya. Pengertian shadaqoh sama dengan pengertian infaq sama juga hukum dan ketentuanny a, perbedaannya adalah infaq hanya berkaitkan dengan meteri sedangan shadaqoh me miliki arti luas menyangkut juga hal yang bersifat non mareril. Hadist riwayat i mam muslim Abu Zar, Rasulullah menyatakan bahwa tidak mampu bersedekah dengan ha rta, membaca tasbih, tahmid, tahlil, berhubungan suami istri atau melakukan kegi atan amar ma aruf nahi mungkar adalah sedekah. Dalam hadist lain dikatakan senyu m adalah shadoqoh Shadaqah atau sedekah adalah pemberian sukarela yang dilakukan olehg seseorang k epada orang lain, terutama kepada orang-orang miskin, setiap kesempatan terbuka yang tidak ditentukan baik jenis, jumlah maupun waktunya. Lembaga sedekah sangat digalakkan oleh ajaran islam untuk menanamkan jiwa sosial dan mengurangi pender itaan orang lain. Sedangkan tidak terbatas pada pemberian yang bersifat material saja, tetapi juga berupa jasa yang bermanfaat bagi orang lain. Bahkan senyum ya ng dilakukan dengan ikhlas untuk menyenangkan orang lain. Termasuk dalam katagor i shadaqah. Adapun secara termenologi syariat shadaqah adalah pemberian sukarela yang dilaku kan oleh seseorang kepada orang lain, terutama kebada orang-orang miskin setiap kesempatan terbuka yang tidak di tentukan baik jenis, jumlah maupun waktunya, se dekah tidak terbatas pada pemberian yang bersifat material saja tetapi juga dapa t berupa jasa yang bermanfaat bagi orang lain. Bahkan senyum yang dilakukan deng an ikhlas untuk menyenangkan orang lain termasuk kategori sedekah. Shadaqoh memp unyai cakupan yang sangat luas dan digunakan al-qur an untuk mencakup segala jen is sumbangan. Sedekah berarti memberi derma, termasuk memberikan derma untuk mematuhi hukum di mana kata zakat digunakan didalam al-qur an dan sunah. Zakat telah disebut pula sedekah karena zakat merupakan sejenis derma yang diwajibkan sedangkan sedekah a dalah sukarela, zakat dikumpulkan oleh pemerintah sebagai suatu pengutan wajib, sedegkan sedekah lainnya dibayarkan secara sukarela. Jumlah dan nisab zakat di t entukan, sedangkan jumlah sedekah yang lainya sepenuhnya tergantung keinginan ya ng menyumbang. Pengeluaran infak tidak ditentukan jumlah dan waktunya. Dapat disimpulkan bahwas anya infak adalah pengeluaran secara sukarela setiap kali seorang muslim menerim a rizki dari allah swt sejumlah yang dikehendaki oleh si penerima rizki tersebut . Shadaqah dapat bermakna infaq, zakat dan kebaikan non materi. Dalam hadist Rasul ullah memberi jawaban kepada orang-orang miskin yang cemburu terhadap orang kaya yang banyak bershadaqah dengan hartanya, beliau bersabda: "Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap takbir shadaqah, setiap tahmid shadaqah, setiap amar ma ruf ad alah shadaqah, nahi munkar shadaqah dan menyalurkan syahwatnya kepada istri shad aqah". Dan shadaqah adalah ungkapan kejujuran iman seseorang. Selain itu ada istilah shadaqah dan infaq, sebagian ulama fiqih, menyatakan bahw a shadaqah wajib dinyatakan zakat, sedangkan shadaqah sunah dinamakan infaq. Seb agian yang lain mengatakan infaq wajib dinamakan zakat, sedangkan infaq sunah di namakan shadaqah. B. DASAR DASAR ALQUR’AN DAN HADITS MENGENAI SHODAQOH a. Dasar dalam alqur’an disini sya mengutip beberapa ayat alqur’an mengenai shodaqoh. • • 5. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, 6. Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), 7. Maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. 8. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup[1580], [1580] yang dimaksud dengan merasa dirinya cukup ialah tidak memerlukan lagi pe rtolongan Allah dan tidak bertakwa kepada-Nya.

 

 

 

 

• 261. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjara n) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Me ngetahui. [166] pengertian menafkahkan harta di jalan Allah meliputi belanja untuk kepenti ngan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penyelidikan ilmiah dan la in-lain. Ini perupamaan yang diberikan ALLAH SWT menyangkut pelipatgangandakan bagi orang yang berinfak di jalan Allah untuk mencari kerindhoanNya;bahwa kebaikan itu dil ipatgandakan mulai dari srpuluh kali hingga 700 kali lipat.maka Allah barfirman ,”perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah “yakni dalam rangk a ketaatan kepada Allah ,eperti berinfak untuk jihad,misalnya untuk pengadaan ka valeri,perlengkapan senjata dan semacamnya .dari ibnu abbas dikatakan ,”dirham yan g di infakkan dalam jihad dan haji akan dilipatkan hingga 700 kali lipat ,”oleh ka rena itu Allah berfirman ,”adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuh kan tu juh bulir ,dan tiap-tiap bulir :seratus biji .” perumpamaan lebih menarik dari pad a hanya dengan menyebut 700 kali lipat ,karena perumpamaan itu mengandung isyara t bahwa pahala seseorang itu dikembang kan oleh Allah Azza wajalla bagi pelakuny a ,seperti berkembang biaknya biji yang ditanam di tanah yang subur .sunnah juga menyebut ihwah pelipat gandaan kebaikan higga 700 kali . Ahmad meriwayatkan dari ibnu ma’sud bahwa ada seseorang yang menyedekahkan onta yang romping hudungnya untuk perjuangan dijalan Allah .maka Rosulullah saw bersabda (412) ,”niscaya ia akan datang pada hari kiamat membawa 700 ekor onta ya ng romping hidungnya .”(HR Muslim dan Nasa’i) Firman Allah ,”Allah melipat gandakan pahala bagi siapa yang dia kehendaki “selaras dengan keikhlasannya dalam beramal.telah dikemukkn dalam hadits abu usma n an Nah di dari abi hurairh tentang pelipatgandaan hingga dua juta kali dalam p enafsiran ayat ,’barangsiapa yang meminjamkan pinjaman yang baik kepada Allah ,mak a Dia akan melipatgandakan pahala untuk nyadengan banyak .”(lihat,hadis nomor 398) Dan Allah Mha luas lagi M aha mengetahui .”yakni,karunia Allah itu Maha luas dan banyak ,lebih banyak dari pada Mahluk Nya .Dia Maha mengethui bagi siapa yang be rhak menerima karuniaNya dan siapa yang tidakn.Maha suci Dia dengan segala puji Nya.(tafsir ibnu katsir ) b. dasar dalam hadits Beberapa hadits juga banyak sekali menerngkan tentang shodaqoh salah satunya seb agai berikut: 1. RasulAllah SAW bersabda, “Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, adadua malaikat menyeru kepada manusia dibumi. Yang satu menyeru, “YaTuhan, karuniakanla h ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kepada Allah”. Yang satu lagi men yeru “musnahkanlah orang yang menahan hartanya”.Tolak Bala dengan Sedekah Orang-oran g yang beriman sangat sadar dengan kekuatan sedekah untuk menolak bala, kesulita n dan berbagai macam penyakit, sebagaimana sabdaRasulAllah SAW, sbb :”Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah”.”Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah”.”Obatilah penyakitmu dengan sedekah”. 2. Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, “Sodaqoh yang bagaimana ya ng paling besar pahalanya?” Nabi Saw menjawab, “Saat kamu bersodaqoh hendaklah kamu sehat dan dalam kondisi pelit (mengekang) dan saat kamu takut melarat tetapi men gharap kaya. Jangan ditunda sehingga rohmu di tenggorokan baru kamu berkata untu k Fulan sekian dan untuk Fulan sekian.” (HR. Bukhari) 3. Abu Dzarr Ra berkata bahwa beberapa sahabat Rasulullah Saw berkata, “Ya Ra sulullah, orang-orang yang banyak hartanya memperoleh lebih banyak pahala. Merek a shalat sebagaimana kami shalat dan berpuasa sebagaimana kami berpuasa dan mere ka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Nabi Saw lalu berkata, “Bukankah Allah telah memberimu apa yang dapat kamu sedekahkan? Tiap-tiap ucapan tasbih ad alah sodaqoh, takbir sodaqoh, tahmid sodaqoh, tahlil sodaqoh, amar makruf sodaqo

h, nahi mungkar sodaqoh, bersenggama dengan isteri pun sodaqoh.” Para sahabat lalu bertanya, “Apakah melampiaskan syahwat mendapat pahala?” Nabi menjawab, “Tidakkah kam u mengerti bahwa kalau dilampiaskannya di tempat yang haram bukankah itu berdosa ? Begitu pula kalau syahwat diletakkan di tempat halal, maka dia memperoleh paha la. (HR. Muslim). 4. Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan ketrampilan tangannya un tuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh.” Mereka bertanya lagi. Bagaimana kal au dia tidak mampu?” Nabi menjawab: “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang ter aniaya” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi menjawab: “Menyu ruh berbuat ma’ruf.” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh.” (HR. Bukhari dan M uslim) C. MACAM KEKUATAN SHODAQOH Dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sbb : Tatkala Allah Ta’ala menciptakan bumi, maka bumipun bergetar. Lalu Allah menciptak an gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya,ternyata bumi pun terdi am. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka be rtanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada gunu ng ?”Allah menjawab, “Ada, yaitu besi” (kita mafhum bahwa gunung batupunbisamenjadi ra ta ketika dibor dan diluluh lantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi), Para malaikat bertanya lagi “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang leb ih kuat daripada besi ?”Allah yang Maha Suci menjawab, “Ada, yaitu api” (besi, bahkan baja pun bisa menjadi cair dan lumer setelah dibakar api), Para malaikat kembali bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api ?”Allah yang Maha Agung menjawab, “Ada, yaitu air” (api membar a sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram air), Para malaikatpun bertanya kembali “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu ya ng lebih kuat daripada air ?”Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, “Ada , yaitu angin”(air disamudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung da n menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tiada lain karena kekuatan an gin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat), Akhirnya para malaikatpun bertanya lagi “Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan -Mu yang lebih dahsyat dari itu semua ?”Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat keh ebatannya menjawab, “Ada,yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tan gan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya” . Artinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya adalah ora ng yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya,sehingga sedekah yang di lakukannya bersih, tulus dan ikhlas tanpa adaunsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain. Kemuliaan shodaqoh ini bisa kita lihat dari kekuatan-kekuatan yang diberikan sho daqoh. Ada dua kekuatan yang akan dirasakan dan dimiliki oleh sebab shodaqoh, ya kni kekuatan pada diri yang bershodaqoh dan kekuatan pada diri yang diberi shoda qoh. Bagi diri yang mengeluarkan shodaqoh paling tidak ada empat keutamaan yang akan diterimanya yaitu : Shodaqoh mengundang datangnya rezeki, menolak balak, da pat menyembuhkan penyakit dan dapat memanjangkan umur. a. shodaqoh mengundang rizki Tiada seorang bersodaqoh dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan waris annya. (HR. Ahmad) Allah Tabaraka wata’ala berfirman (di dalam hadits Qudsi): “Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim) Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (H R. Al-Baihaqi) b. shodaqoh menolak balak Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sodaqoh) sebutir kurma. (M utafaq’alaih) Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sodaqohnya. (HR. Ahmad)

Tiada suatu kaum menolak mengeluarkan zakat melainkan Allah menimpa mereka denga n paceklik (kemarau panjang dan kegagalan panen). (HR. Ath-Thabrani) sabdaRasulAllah SAW, :”Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak per nah mendahului sedekah”.”Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah”.”Obatilah penyakitmu dengan sedekah”. c. shodaqoh menyembuhkan penyakit Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) deng an bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Th abrani) d. shodaqoh dapat memanjangkan umur Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya. (HR. Muslim) Yang dapat menolak takdir ialah doa dan yang dapat memperpanjang umur yakni keba jikan (amal bakti). (HR. Ath-Thahawi) D. KEIMANAN PARA SUFI /ORANG SHOLIH TENTENG SHODOQOH (RABIAH AL ADAWIYAH) Suatu saat waliyullah Rabiah al adawiyah kedatangan dua tamu ulama,untuk menghor mati keduanya ,Rabiah ingin menyuguhkan makanan yang terbaik .namun dirumah nya hanya ada dua roti kering.roti itupun di hidangkan untuk kedua tamunya .sang tam u Nampak bahagia,karena setelah menempuh perjalanan jauh ,tersedia makanan yang di hidangkan dan itu berasal berasal dari eorang yang dikenal sebagai kekasih Al lah. Belum sempat Rabiah mempersilahkan kedua tamunya untuk mempersilahkan makan ,tib a-tiba ada seorang fakir miskin meminta sodakoh .serta merta Rabiah mengambil du a roti kering dang langsung diberikan kepada si peminta tadi.kedua tamu Rabiah N ampak kecewa .hilang sudng kesempatan menikmati roti yang sudah dihidang kan tad i. Setelah sekian waktu tuan rumah dan tamunya berbincang ,datang seorang pemuda me mbawa nampan yang tertutup kain.pemuda itu mengatakan bahwa nampan dan isi nya d iperuntkkn untak Rabiah,sejanak Rabiah membuka tutup nampan itu .diatasnya ada r oti yang masih hangat yang masih hngat ,Rabiah menghitung jumlah roti itu yang m asih hangat .dan ternyata ada 18 buah.Rabiah mengatakan kepada si pengantar roti bahwa itu bukan bagiaan nya .sipengantar rotipun mohon diri. Kedua tamu itu Nampak bingung dengan kejadian itu .namun mereka belum berani ber tanya tentang maksut semua itu.tidak lama berselang datang si pengantar roti yan g membawa nampan tertutupkain dan menyerahkan kepada Rabiah .beliao menghitunhg jumlah roti ,ternyata ada 20 buah .robiah berkata ,roti itu memang diperunntuk k an baginya ,robiah menerima roti tersebut dn langsung menyuguhkan kepada tamu ny a.Kejadian itu ,kedua tamu tadi bertaanyatentang semua yang telah berjadi ,robia h pun menjelaskan ,ketika anda berdua datang bertamu kerumah ini,saya ingin meng hurmati sebaik baik nya ,termasuk menyuduhkan makanan .tapi hanya ada 2 riti ker ing.roti itu saya suguhkan kepada anda .pada saat itu adaseorang peminta datang ,dan saya ingat pesan Allah bahwa kwbaikan satu akan dibalas 10 kebaikan ,mak se gera saya serah kan kepada si peminta dengan harapan mendapatkan balasan dari Al lah .kemudian ada pengantar roti yang mengatakan itu untuk saya .sya hitung tern yata hanya 18 .saya mengatakan itu bukan milik saya .manun ketika kedua datang d an saya hitung ada 20 ,maka saya terimanya.Allah berfirman dalam firman nya ,bah wa 1 kebaikan menjadi 10 kebaikan.kalau saya menyedekahkan 2 roti .maka balasan yang diberikan kepada saya 20.dan jumlah itulah yang saya terima .sekarang kami persilahkan tuan-tuan untk menikmati roti itu. E. CARA –CARA BERSHODAKOH YANG BENAR Subhanallah ,betapa besar kekuatan shodaqoh yang diterima oleh orang yang mengel uarkannya, maka perlu bagi kita untuk memahami shodaqoh lebih lanjut sebab kekua tan shodaqoh itu akan dimiliki oleh orang yang mengeluarkannya jika orang terseb ut memenuhi syarat-syarat tertentu. Paling tidak ada dua hal yang sangat menentu kan apakah shodaqoh tersebut akan dapat mendatangkan keutamaannya atau kekuatann ya bagi orang yang mengeluarkannya atau tidak yaitu meliputi cara bershodaqoh ya ng benar dan tujuan bershodaqoh.

Cara bershodaqoh yang benar meliputi : 1. Niat tulus dan ikhlas hanya karena Allah SWT. Niat yang tulus dan ikhlas semata-mata hanya karena Allah merupakan pangkal dari shodaqoh. Apabila kita niat bershodaqoh untuk suatu tujuan yang lain, misalnya untuk tujuan duniawiyah, maka akan memberikan efek keajaiban shodaqoh yang besif at duniawiyah semata. Padahal kita sama-sama mengetahui bahwasanya sifat kedunia wiyahan hanyalah fakta kekinian saja, sedang kita lebih membutuhkan keajaiban ya ng bersifat ukhrawi yang kita dapatkan melalui jalan shodaqoh. Niat tulus ikhlas karena Allah ini berarti membebaskan diri dari semua belenggu, ketergantungan, ikatan dan halangan apapun sekaligus menyadarkan diri kita seca ra sempurna dan mutlak hanya kepada Allah. Jadi ketika anda memberikan shodaqoh, tanamkan dalam hati bahwa shodaqoh yang anda keluarkan hanya semata-mata karena Allah SWT. Bukan karena yang lain. 2. Bebaskan diri anda dari keraguan tentang jumlah. Setelah kita memiliki niat yang tulus, maka kita juga harus menyingkirkan keragu an tentang jumlah yang akan kita shodaqohkan. Jika muncul keraguan maka percayal ah bahwasanya tak ada perkara apapun di dunia ini yang dapat diselesaikan tanpa memiliki keraguan dan ketetapan hati. Allah pun tidak akan pernah peduli dengan seberapapun jumlah yang anda keluarkan untuk bershodaqoh. 3. Merahasiakan Sebisa mungkin jangan pernah memperlihatkan shodaqoh yang anda keluarkan kepada orang lain termasuk kepada orang yang anda beri shodaqoh tersebut. Kita dapat me lakukannya dengan cara melalui perantara seseorang yang anda percayai, atau anda berikan kepada orang yang memerlukannya secara diam-diam. 4. Berikan pada orang yang tepat. Ada beberapa kreteria mereka yang berhak menerima shodaqoh. Misalnya anak yatim, fakir miskin, ibnu sabil atau untuk kepentingan syi’ar Islam. Yang paling penting di sini pemberi shodaqoh harus mengetahui keadaan sesungguhnya dari pihak pener ima shodaqoh dan jika memang perlu lakukan survai terlebih dahulu. 5. Berikanlah yang terbaik. Bershodaqoh dianjurkan memberikan yang terbaik dari harta yang kita miliki. Jadi jangan menyimpan yang baik dan memberikan yang buruk kepada orang lain. 6. Hanya mengharap ridha Allah. Memberikan sesuatu secara cuma-cuma tetapi didalam hati terbersit ingin dipuji o rang lain misalnya, prilaku tersebut dalam Islam disebut ria’. Untuk perbuatan ria’ Allah tidak memberikan balasan setimpal apalagi berlipat ganda. Jadi dalam bersh odaqoh jangan mengharap pujian dari orang lain. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Shadaqah atau sedekah adalah pemberian sukarela yang dilakukan olehg seseorang k epada orang lain, terutama kepada orang-orang miskin, setiap kesempatan terbuka yang tidak ditentukan baik jenis, jumlah maupun waktunya. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh b ulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui . Bagi diri yang mengeluarkan shodaqoh paling tidak ada empat keutamaan yang akan diterimanya yaitu : Shodaqoh mengundang datangnya rezeki, menolak balak, dapat m enyembuhkan penyakit dan dapat memanjangkan umur. Cara bershodaqoh yang benar meliputi : 1. Niat tulus dan ikhlas hanya karena Allah SWT. 2. Bebaskan diri anda dari keraguan tentang jumlah 3. Merahasiakan 4. Berikan pada orang yang tepat. 5. Berikanlah yang terbaik

6.

Hanya mengharap ridha Allah.

B. Saran 1. Jadilah orang yang kaya dan berilmu sehingga kamu bias shhodaqoh dan bia s membatu orang. 2. Jadikan shodaqoh sebagai wirid mu sahabat 3. Mari kita semangat shodaqoh untuk kekeyaan kita

DAFTAR PUSTAKA Alqur’an nulkarim Sultoni ahmad,2010,sang maha segalanya mencintai sang maha siswa.salatiga.stain salatiga Tafsir ibnu katsir

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->