P. 1
BAB XII Spesifikasi Teknis

BAB XII Spesifikasi Teknis

|Views: 6,941|Likes:
Published by Arya Wibawa

More info:

Published by: Arya Wibawa on Jun 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2015

pdf

text

original

1. Peraturan-Peraturan, Ijin-Ijin
a.Kontraktor/Pemasokharus mendapatkan ijin-
ijinyang berhubungan dengan pajak-pajak /
retribusi dari Instansi yang berhubungan dengan
dilaksanakannya Pekerjaan Instalasi Kebakaran.

XII-65

SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR

b.Biaya yang timbul sehubungan dengan hal
tersebut di atas menjadi tanggungan dari Kontraktor /
Pemasok.
c. Pekerjaan ini harus dikerjakan oleh Kontraktor /
Pemasok yang mempunyai Surat Ijin Instalasi
Pemadam Kebakaran.
2. Petunjuk Operasi / Sistem Instalasi
a.Sesudah pekerjaan Instalasi selesai dan berjalan
dengan baik, Kontraktor diharuskan menyediakan
tenaga yang cakap untuk memberi latihan kepada
operator-operator yang ditunjuk oleh Pemberi
Tugas, supaya Operator-operator tersebut dapat
menjalankan Instalasi maupun Pemeliharaannya.
b.Sesudah pekerjaan Instalasi selesai, Kontraktor
diwajibkan pula menyerahkan dokumen yang berisikan
cara operasi maupun cara pemeliharaan dari system
Instalasi. Dokumen ini harus disetujui dahulu oleh
CM sebelum diserahkan kepada Pemberi Tugas.
Banyak dokumen yang diserahkan rangkap 3 (tiga) set.
3. Pemeliharaan Dan Masa Pemeliharaan
a.Kontraktor diharuskan menyediakan tenaga yang
cakap guna keperluan pemeliharaan terhadap
instalasi yang telah selesai dipasang dan temasuk
dalam kontrak, selama 6 bulan dihitung dari masa
penyerahan Instalasi kepada Pemberi Tugas.
b.Kontraktor harus bersedia dating sewaktu-waktu
jika terjadi kemacetan atau kerusakan, serta
memperbaiki masalah tersebut dengan segera. Semua

XII-66

SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR

pekerjaan perbaikan tersebut harus
menjadi tanggung jawab Main Kontraktor jika
kerusakan disebabkan oleh Kualitas Pekerjaan
maupun Kualitas Material yang jelek.
c.Kontraktor harus mengadakan pemeriksaan berkala
terhadap instalasi yang telah berjalan dan membuat
catatan yang perlu guna pemeliharaan dari Instalasi
system Tersebut.

4.Pengujian

a.Kontraktor harus melaksanakan pengujian
terhadap Sistem Instalasi yang telah dipasang baik
secara sebagian maupun secara keseluruhan, sesuai
dengan peraturan-peraturan yang telah berlaku atau
yang ditentukan oleh Spesifikasi.
b.Kontaktor harus mengadakan pengujian dan
pengetesan yang disaksikan Pihak Direksi.
Kontraktor harus menanggung segala biaya yang
timbul dalam pengujian - pengujian ini.
c. Apabila didalam pengetesan Instalasi ini menyangkut
pihak lain, maka pihak lain tersebut harus ikut
menyaksikan pengetesan ini dan diminta memberikan
saran-saran / masukan agar jalannya testing aman.
d.Kontraktor harus memberikan hasil pengujian
kepada Direksi Lapangan. Hasil - hasil pengujian akan
dipakai untuk menentukan apakah system Instalasi
yang telah dipasang berfungsi sebagaimana
mestinya.

XII-67

SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR

e.Pengujian harus dilakukan oleh Dinas kebakaran
sampai mendapatkan Surat Ijin / Rekomendasi untuk
pengurusan IBP (Ijin Penggunaan Bangunan) segala
sesuatunya merupakan Tanggung Jawab Kontraktor.
5.Syarat Teknis Pelaksanaan
5.1Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan Instalasi Proteksi Kebakaran meliputi :
a.Pengadaan dan Pemasangan Perlengkapan
Instalasi Hydrant dan Sprinkler
b.Pekerjaan Sipil yang berhubungan dengan
Pekerjaan Ini.
c.Semua Ijin yang berhubungan dengan Dinas
Kebakaran Pemerintah Daerah Setempat menjadi
tanggungan Kontraktor.
d. Pengujian system secara keseluruhan.
5.2 Penjelasan Mengenai Sistem
System Proteksi kebakaran untuk Proyek ini terdiri
atas system hydrant dan system Sprinkler. System
Hydrant yang diinginkan untuk proyek ini adalah
menggunakan hydrant Box Type Indoor. System
Sprinkler yang digunakan adalah system dengan
pancaran ke bawah. Tipe dari system tersebut diatas
direncanakan memakai “Tipe Basah” (Wet System),
ini berarti bahwa semua katup penyediaan air untuk
system harus dalam kondisi terbuka penuh dan
tekanan dalam air dalam jaringan pemipaan dijaga
setiap saat.

XII-68

SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR

5.3Cara Kerja Sistem
Apabila katup kebakaran pada system hydrat
terbuka atau kepala sprinkler pada system sprinkler
pecah berdasarkan system yang telah ditetapkan
yaitu Tipe Basah, maka air dalam jaringan pemipaan
dari system akan langsung keluar sehingga tekanan
air dalam pipa akan turun. Hal ini mengakibatkan
pompa kebakaran akan bekerja secara otomatis.
5.4 Sistem Pemadam Kebakaran
5.4.1 Pipa Pemadam Kebakaran
Jenis pipa yang dipakai adalah Pipa
Black steel Schedule 40.BS.1387/67,
Produk yang digunakan merk Bakrie,
PPI. Semua fitting harus dari jenis/bahan
yang sama dengan pipa yang digunakan.
Diameter dan jalur pipa adalah seperti yang
tercantum dalam gambar Perencanaan.
5.4.2 Hydrant Box Type Indoor
a.Fire Landing Valve, terdiri dari valve
diameter 65 dan 40 mm dan dilengkapi
dengan hand wheel untuk membuka
dan menutup.
b. Accessories

• Fire Hose Cabinet : Terbuat dari plat
baja, tebal 1.2 mm sedang untuk rangka
dan pintu plat baja 1.6 mm. Dilapisi dengan
cat dasar dan cat finishing berwarna

XII-69

SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR

merah. hose rack, hose dan
nozzle.
• Fire Hose : Selang kebakaran) untuk
In Door Unit mempunyai Diameter 40
mm dan Panjang 30 mm. fire
Hose yang dipasang harus dari bahan
kanvas dengan lapisan luar dapat
mencegah pejamuran serta
couplingnya sesuai dengan standard
coupling Dinas Kebakaran Pemerintah
Setempat.
• Nozzle. : dari bahan baja galvanized
(GS), besi galvanized (GI), Kuningan
atau Perunggu. Untuk Outdoor Unit
dipakai Nozzle Tipe jet. Ukuran
disesuaikan dengan hose yang ada.
• Hose Rack : Hose Rack adalah alat
penempatan hose dalam box agar
terlindungi dari kelembaban dan mudah
dioperasikan. Ukuran disesuaikan dengan
hose yang ada.
• Siamese Connection : Siamese
Connection yang dipasang adalah tipe
kepala ganda ukuran 100 x 2 x 65 mm
dan couplingnya harus sesuai dengan
standard Dinas Kebakaran Pemerintah
Setempat.

XII-70

SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR

• Valve Box : Bak Kontrol untuk valve
terbuat dari konstruksi beton bertulang
dengan dimensi panjang x lebar = 50 x 50
cm dan dapat disesuaikan dengan
kedalaman pipa. Lokasi penempatan valve
box adalah seperti yang terlihat dalam
gambar perencanaan.

5.5Pemasangan
Pipa induk proteksi kebakaran
• Pemasangan pipa adalah sesuai
dengan gambar perencanaan. Pada
header dipasang pressure switch yang
mengatur mati/hidupnya masing-masing
pompa, pipa serta perlengkapan untuk
pengetesan pompa. Pada bagian -bagian
tertinggi dari pia dipasang air valve dia.25
mm.
• System Penyambungan Pipa dia.< 2.5
Inch, harus menggunakan sambungan Ulir.
Pipa dia > 2.5 Inch, harus menggunakan
sambungan Las.
• Penggantung Pipa Pipa horizontal dalam
bangunan, harus diberi penggantung
dengan persyaratan ;
-Bahan dari besi.
-Mampu menahan 5 x berat pipa berisi
air.

XII-71

SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR

-Jarak antar penggantung maksimum
3.5 meter.
-Sebelum dipasang harus dicat dengan
zink chromate.
Pipa yang menembus beton bangunan
harus disediakan selubung dengan
persyaratan :

-Bahan dari besi tuang / pipa baja
-Lebar celah antara selubung dengan
dinding luar pipa minimal 25 mm.
-Pipa yang menembus beton bangunan
yang mempunyai lapisan kedap air,
maka celah antara selubung dengan
pipa harus dibuat kedap air.
-Pipa dibawah jalan dibungkus dengan
pipa baja, celah antara selubung
dengan pipa diisi pasir.
-Pipa dalam tanah :

Kedalaman galian > 75 cm dari

permukaan tanah.
Sekeliling pipa harus diberi pasir

setebal 15 cm.

Sebelum dipasang, pipa harus

dicat flinkut (flincoat),
minimal 3 lapis.

Pipa harus diberi tumpuan setiap

jarak 3 meter.

XII-72

SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR

5.6Testing

Instalasi Pipa
Seluruh instalasi Pipa harus dilaksanakan
testing dengan Test Pressure 15 ATm
bagian per bagian, masing-masing selama 4
jam terus menerus, tanpa ada kebocoran /
penurunan pada test Pressure.
Setiap kali dilakukan penyambungan pipa
pemadam kebakaran dilakukan testing ini
(sehubungan dengan pekerjaan pemasangan
yang bertahap).
Pompa :
a.Dapat bekerja secara otomatis dan manual.
b. Dapat berfungsi dengan sumber daya
dari PLN maupun dari Genset.
Seluruh system dilakukan percobaan sampai
berfungsi dengan baik. Perlatan testing
disediakan oleh Kontraktor dan atau
beban/biaya kontraktor sendiri. Pada waktu
testing dan percobaan diawasi oleh wakil
Owner dan Direksi Lapangan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->