P. 1
Laporan Pengambilan Sampel Tanah

Laporan Pengambilan Sampel Tanah

|Views: 1,123|Likes:
Published by tulus

More info:

Published by: tulus on Jun 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2013

pdf

text

original

BAB I TINJAUAN TEORI Contoh tanah adalah suatu volume massa tanah yang diambil dari suatu bagian

tubuh tanah (horizon/ lapisan/ solum) dengan cara-cara tertentu disesuaikan dengan sifat-sifat yang akan diteliti. Sifat-sifat fisika tanah, dapat kita analisis melalui dua aspek, yaitu dispersi dan fraksinasi.( Agus, Cahyono. 1998 ). Contoh tanah adalah suatu volum massa tanah yang diambil dari suatu bagian tubuh tanah (horizon/lapisan/solum) dengan cara-cara tertentu disesuaikan dengan sifat-sifat yang akan diteliti secara lebih detail di laboratorium (Agus et.al,2008). Pengambilan contoh tanah dapat dilakukan dengan 2 teknik dasar yaitu pengambilan contoh tanah secara utuh/tak terusik dan pengambilan contoh tanah tak utuh atau terusik (Agus et.al,2008). Fraksinasi adalah penganalisisan sifat-sifat fisika tanah dengan cara memisahkan butirbutir primer tanah tersebut. Untuk mencari dan atau mengetahui sifat fisik tanah, kita dapat menggunakan pengambilan contoh tanah dengan tiga cara, yaitu : tidak terusik,terusik,agregat tidak terusik(Soegiman,1982) Untuk mencari dan atau mengetahui sifat fisik tanah, kita dapat menggunakan pengambilan contoh tanah dengan tiga cara, yaitu :  Contoh tanah tidak terusik, yang diperlukan untuk analisis penetapan berat isi atau berat volume, agihan ukuran pori, dan untuk permeabilitas  Contoh tanah terusik, yang diperlukan untuk penetapan kadar lengas, tekstur, tetapan atterberg, kenaikan kapiler, sudut singgung, kadar lengas kritik, indeks patahan, konduktivitas hidroulik tak jenuh, luas permukaan, erodibilitas tanah menggunakan hujan tiruan.  Contoh tanah dalam keadaan agregat tidak terusik, yang diperlukan untuk penetapan agihan ukuran agregrat dan derajad kemantapan agregrat.  Contoh tanah tak terusik diperlukan untuk analisis penetapan berat jenis atau berat volum,agihan ukuran pori dan permeabilitas (Agus et.al,2008).  Contoh tanah terusik diperlukan untuk penetapan kadar lengas, tekstur, tetapan Atterberg, kenaikan kapiler, sudut singgung, kadar lengas kritik, indeks patahan, konduktifitas hidroulik tak jenuh, luas permukaan, erodibilitas tanah menggunakan hujan tiruan (Agus et.al,2008).

BAB II METODOLOGI 3.1 Tempat Dan Waktu Hari Tanggal waktu Tempat : Jumat : 13 Januari 2012 : 09.00-11.00 WIB : Kebun Sawit Politeknik Negeri Jember

3.2 Alat Dan Bahan Alat : - Karet gelang - Pisau carter - Bor - Plastik transparan - Nampan - Kertas label Bahan : -Tanah 3.3 Prosedur Kerja  Bersihkan permukaan atas tanah.  Mata bor diletakkan di permukaan tubuh tanah.  Pegangan bor diputar perlahan-lahan ke arah kanan dengan disertai tekanan sampai seluruh kepala bor terbenam.  Kepala bor perlahan-lahan dikeluarkan dari tubuh tanah dengan memutar pegangan bor tanah ke arah kiri dengan disertai tarikan.  Contoh tanah yang terbawa kepala bor dilepaskan perlahansampai bersih dan diusahakan tidak banyak merusak susunan tanah.  Pengeboran dilanjutkan lagi pada setiap ketebalan tanah 20 cm sampai kedalaman 80 cm.  Contoh tanah hasil pengeboran pada setiap ketebalan 20 cm itu diletakkan tersusun menurut kedalaman aslinya, sehingga akan diperoleh gambaran profil tanah.  Masukan contoh tanah yang telah diambil kedalam plastik kemudian beri label.

BAB III PEMBAHASAN Pengambilan sampel tanah digunakan untuk suatu metode analisis tanah. Analisis tanah dilakukan terhadap suatu sampel.Tanah yang diambil dilapangan dengan metode tertentu sesuai tujuan yang diharapkan. Sampel tanah yang diambil langsung menggunakan bor ini digunakan untuk menentukan kadar air kering udara dan juga untuk sifat fisik dan kimia tanah. Pengamatan contoh tanah dengan bor: 1. 20 cm Hitam Halus Kurang lembab Tanah hitam dan bertekstur halus ini didominhasi oleh tanah dengan tekstur yang lembut dan licin yang memiliki permukaan yang lebih halus dibandingkan dengan tanah bertekstur kasar yang biasanya berbentuk pasir. Pada bagian ini memiliki kapasitas dalam proses penyerapan unsur-unsur hara yang lebih besar dibandingkan dengan tanah yang kedalamannya lebih, dan umumnya lebih subur karena banyak mengandung unsur hara dan bahan organik yang dibutuhkan oleh tanaman serta mudah dalam menyerap unsur hara. 1 2 3 40 cm kecoklatan Agak kasar Sedang 60 cm Coklat muda halus Sangat lembab 80 cm coklat tua agak kasar sangat lembab

Pengambilan contoh tanah juga sangat berpengaruh terhadap tingkat kebenaran hasil analisis sifat fisik dan sifat kimia tanah. Ada tiga cara pengambilan contoh tanah yaitu : 1. Contoh tanah utuh (undisturbed soil sampel), digunakan untuk penetapan berat jenis tanah, berat jenis partikel, porositas tanah, kurva pf, dan permeabilitas tanah. 2. Contoh tanah tidak utuh ( disturbed soil sampel), digunakan untuk penetapan kadar air tanah, tekstur tanah, konsistensi, warna, dan analisis kimia tanah. 3. Contoh tanah dengan agregat utuh (undisturbed soil agregate), digunakan untuk penetapan kemantapan agregat, pontesi mengembang dan mengkerut yang dinyatakan dengan nilai COLE (coofficient of linear extencibility). (penuntun dasar-dasar ilmu tanah, 2009).

BAB IV PENUTUP

Kesimpulan Pengambilan contoh tanah merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam penelitian tanah khususnya menentukan kadar air kering udara dan juga untuk sifat fisik dan kimia tanah. Contoh tanah yang diambil menjadi ”sample” atau mewakili (representiative) satuan-satuan tanah. Contoh tanah merupakan refleksi dari satu titik pengamatan yang diwakili hanya dengan beberapa kilogram tanah. Selanjutnya tanah yang hanya beberapa kilogram dari contoh tersebut dianggap mewakili wilayah yang luas hingga puluhan hektar atau km2.

DAFTAR PUSTAKA http://llmu-tanah.blogspot.com/2011/12/laporan-pengambilan-sampel-tanah.html

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN POLITEKNIK NEGERI JEMBER JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN LAB. TANAH pppe Acara praktikum Tujuan :Pengambilan Sampel Tanah : Mahasiswa diharapkan mampu a). Memahami prosedur pengambilan contoh tanah b).Mahasiswa mengetahui perbedaan pengambilan contoh tanah Nama Praktikum Program Studi : Tulus Yudi Widodo Wibowo NIM : A4111962

: Teknik Produksi Benih/Kelompok IV 1. Yetri Z.A Nabut 2. Vey Bona Banoet 3.Wagino 4.Winarno (A4111966) (A4111963) (A4111964) (A4111965)

Jurusan Hari Tempat Pembimbing

: Produksi Pertanian : Jum’at, 10 Februari 2012 : Laboratorium Tanah : Ir. A. Madjid M.si ( Selaku Dosen ) Mas Doni ( Selaku Teknisi )

LABORATORIUM ILMU TANAH JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN Februari, 2012 Telah Diperiksa

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->