P. 1
Laporan Praktikum Tekstur n Warna Tanah Winarno

Laporan Praktikum Tekstur n Warna Tanah Winarno

|Views: 335|Likes:
Published by tulus

More info:

Published by: tulus on Jun 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2013

pdf

text

original

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN POLITEKNIK NEGERI JEMBER JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN LAB.

TANAH Acara praktikum Tujuan : Penentuan Tekstur Tanah di Laboratorium : Mahasiswa diharapkan mampu : 1. Memahami prosedur pelaksaan penentuan tekstur metode Beyoecous 2. Menentukan tekstur tanah secara laboratoris Nama Pratikan Program Studi Partner : Tulus Yudi Widodo : 1. Winarno (A4 11 1965) 2. Vey Bona Banoet (A4 11 1963) 3. Wagino A4 11 1964 4. Yetri Zeruya Abisai Naboet (A4 11 1966) Jurusan Hari/Tanggal Tempat Pembimbing : Produksi Pertanian : Jum’at, 13 Januari 2012 : Laboratorium Ilmu Tanah Politeknik Negeri Jember : Ir. A. Madjid MP. ( Selaku Dosen ) Dony Haryadi ( Selaku Teknisi ) NIM : A4 111 962

: D4 Teknik Produksi Benih Kelompok : IV

LABORATORIUM ILMU TANAH JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN Januari, 2012 Telah Diperiksa

Penentuan tekstur tanah di laboratorium _ Tulus Yudi WidodoWibowo

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tekstur tanah adalah susunan relative dari tiga ukuran zarah tanah, yaitu pasir berukuran 2 mm-5mikrometer, debu berukuran 50-2 mikrometer dan liat berukuran < 2 mikrometer. Untuk keperluan pemeliharaan ada 13 kelas tekstur tanah yaitu : pasir, debu, liat, pasir berlempung, lempung berpasir, lempung, lempung berdebu, lempung berliat, lempung liat berpasir, lempung dan liat berdebu. Pembagian itu kemudian disederhanakan menjadi tujuh kelas yang terdiri dari pasir, lempung kasar, lempung alus, debu kasar, debu alus, liat debu dan liat sangat halus. Penetapan tektur tanah secara garis besar dibagi dua yaitu : 1. Penetapan dilapang dan penetapan dilaboratorium. Penetapan lapang dilakukan dengan membasahi tanah kering atau lembab, kemudian dispirit diantara ibu jari dan telunjuk sehingga membentuk pita lembab sambil di perhatikan adanya rasa kasar atau licin, dapat ditentukan kelas tekstur lapang. 2. Penetapan tekstur tanah dilaboratorium, ada melalui tiga tahapan dalam analisis ukuran artikel yaitu menghilangkan bahan-bahan pengikat tanah, dispersikan kimiawi partikel-partikel tanah dan pecahan. Untuk dapat mengerti dan memahami juga mempelajari tekstur tanah, maka dilakukan praktikum mengenal tekstur tanah. B. Tujuan Adapun tujuan praktikum penentuan tekstur tanah di laboratorium ini adalah : 3. Memahami prosedur pelaksaan penentuan tekstur metode Beyoecous 4. Menentukan tekstur tanah secara laboratoris

Penentuan tekstur tanah di laboratorium _ Tulus Yudi WidodoWibowo

2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Tekstur tanah menunjukan komposisi partikel penyusun tanah (separate) yang dinyatakan dalam perbandingan proposi (%) relative antara fraksi pasir (sand)(berdiameter 2,00 – 0,20 mm / 2000 – 200 mikrometer, debu (slit) (berdiameter 0,20 – 0,002 mikrometer atau 200 – 2 mikrometer dan liat (clay)(< 2 mikrometer). Partikel berukuran diatas 2 mm seperti kerikil dan bebatuan kecil tidak tergolong sebagai tanah fraksi, tetapi menurut Lal(1979) harus diperhitungankan evaluasi tekstur tanah. Fraksi pasir umumnya didominasi oleh mineral kuarsa (SiO2) yang sangat tahan terhadap pelapukan, sedangkan fraksi debu biasanya berasal dari mineral feldspar dan mika yang cepat lapuk, pada saat pelapukannya akan membebaskan sejumlah hara, sehingga tanah bertestur debu umumnya lebih subur ketimbang tanah bertekstur pasir (Hanafiah, 2007) Besar partikel tanah relative sangat kecil, diistilahkan dengan tekstur. Tekstur menunjukan sifat halus atau kasar butiran-butiran tanah lebih khas lagi tekstur ditentukan oleh perimbangan kandungan antara pasir (sand) liat (clay) dan debu (slit) yang terdapat dalam tanah. Suatu gumpal tanah tidak pernah tersusun hanya oleh satu macam tekstur sendiri. Langkah pertama untuk menentukan tektur tanah dengan cara menganalisis fraksi-fraksi (butiran-butiran tanah tersebut). Liat adalah fraksi yang berpengaruh terhadap campuran fraksi lain, dengan ini kata sifat liat dipergunakan dalam nama kelas kebanyakan tanah yang berisikan persentase yang lebih besar dari pada yang lain. Untuk menentukan tekstur tanah USDA telah membuat suatu diagram bidang untuk membandingkan persentase fraksi-fraksi liat, debu dan pasir. Diagram tersebut dinamakan segitiga tekstur tanah. Segitiga tersebut adalah segitiga sama sisi dengan titik puncak liat. Kemudian titik sudut debu dan pasir. Titik-titik fraksi tersebut adalah titik-titik kedudukan 100 % fraksi yang bersangkutan ( Suryatna Rafi’1989). Tekstur tanah merupakan salah satu sifat tanah yang sangat menentukan kempuan tanah untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Tektur tanah akan mempengaruhi kemampuan tanah menyimpan dan menghantarkan air, menyimpan dan menyediakan hara tanaman. Tanah bertekstur pasir yaitu tanah dengan kandungan pasir > 70 %, prositasnya rendah (<40%), sebagian ruang pori berukuran besar sehingga airasi nya baik, daya hantar air cepat, tetapi kemampuan menyimpan zat hara rendah. Tanah pasir mudah diolah, sehingga juga disebut tanah ringan. Tanah disebut bertekstur berliat jika

Penentuan tekstur tanah di laboratorium _ Tulus Yudi WidodoWibowo

3

liatnya > 35 % kemampuan menyimpan air dan hara tanaman tinggi. Air yang ada diserap dengan energi yang tinggi, sehingga liat sulit dilepaskan terutama bila kering sehingga kurang tersedia untuk tanaman. Tanah liat juga disebut tanah berat karena sulit diolah, tanah berlempung, merupakan tanah dengan proporsi pasir, debu, dan liata sedemikian rupa sehingga sifatnya berada diantara tanah berpasir dan berliat. Jadi aerasi dan tata udara serta udara cukup baik, kemampuan menyimpan dan menyediakan air untuk tanaman tinggi. Mineral liat merupakan kristal yang terdiri dari susunan silika tetrahedral dan alumia oktahedral. Didalam tanah selain dari mineral liat, muatan negatif juga berasal dari bahan organik. Muatan negatif ini berasal dari inonisasi hidrogen pada gugusan karboksil atau penolik (Islami dan Utomo, 1995). Usuran relatif partikel tanah dinyatakan dalam istilah tekstur, yang mengacu pada kehalusan dan kekasaran tanah. Lebih khasnya tekstur adalah perbandingan relatif pasir, debu dan tanah liat. Partikel pasir berukuran relatif lebih besar dan oleh karena itu menunjukan permukaan yang kecil dibandingkan dengan yang ditunjukan oleh partikel-partikel debu dan tanah liat yang berbobot sama. Tanah yang bertekstur kasar dengan 20 % bahan organik atau lebih dan tanah bertekstur halus dengan 30 % bahan organik atau lebih berdasarkan robot mempunyai sifat yang didominasi oleh fraksi organik dan bukanya oleh fraksi mineral. Penentuan tekstur tanah sering perlu bila memerikasa tanah dilapangan, menggunakan metode rasa untuk menentukan tekstur tanah berbagai horizon, polipedon, dan untuk mengindentifikasi tanah dengan seri dan tipe dan untuk membedakan antara tanah tanah yang berbeda langskap. Lempung yang terasa sangat berpasir merupakan lempung berpasir (Foth, 1994) Tektur tanah menunjukan kasar atau halusnya suatu tanah. Terdapat perbedaan penting lainya antara pasir, dan liat pada beberapa tanah yang dihubungkan dengan kemampuan tanah tertentu untuk menyediakan element-element tanaman yang esensial (kesuburan tanah). Pada umumnya unsur hara yang esensial dan dapat tersedia sebagai partikel debu, area permukaanya per gram lebih besar, dan tingkat pelapukannya lebih cepat dari pada pasir yang menyebabkan tanah lebih subur dari pada tanah berpasir. Hukum stokes menghubungakan kecepatan penurunan sebatas dari suatu bola yang lunak dan kasar dalam suatu cairan yang kental yang diketahui densitas dan viskositas terhadap diameternya jika dicoba pada kekuatan lapang yang ketahui (Foth, 1991).

Penentuan tekstur tanah di laboratorium _ Tulus Yudi WidodoWibowo

4

BAB III METODOLOGI A. Waktu dan tempat Hari dan Tanggal : Jum’at, 10 - 11 Februari 2012 Waktu : 09.00 s/d selesai Tempat : Laboratarium Imu Tanah Politeknik Negeri Jember B. Alat dan Bahan 1. Alat – alat yang digunakan : a. Ayakan b. Erlenmeyer c. Neraca analitis d. Pipet e. Gelas ukur 1000 cc f. Pengaduk g. Termometer h. Hidrometer i. Labu dispersi 2. Bahan yang diperlukan : C. Prosedur Pelaksaan Praktek 1. Timbang 50 gr contoh tanah, kemudian masukkan dalam erlemeyer 250 ml 2. Tambahkan 100 ml natrium pirofosfat dan aduk sampai rata dan biarkan semalam 3. Pindahkan suspensi nsecara kuantitatif ke dalam tabung dispersi dan tambahkan air bebas ion kurang lebih 5 cm dari tabung 4. Pindahkan suspensi secara kuantitatif ke dalam gelas ukur 1000 ml dan tambahkan air hingga tanda batas 5. Masukkan alat pengaduk dan aduk sampai homogen . catat waktu pada saat pengaduk tersebut diangkat 6. Masukkan hydrometer hati-hati dan catat skala penunjukkan pada 40 detik setelah pengaduk dicelupkan, pembacaan ini merupakan perhitungan untuk kandungan liat dan debu 7. Ulangi pembacaan hidrometer setelah 6 jam 52 menit, pembacaan ini untuk menghitung kandungan liat (clay) 8. Setiap pembacaan skala hidrometer tentukan juga temperatur airnya. 9. Ulangi prosedur tersebut di atas untuk pembuatan blanko 10. Hitung persentase pasir, liat dan debu 11. Tentukan kelas teksturnya dengan segitiga tekstur
Penentuan tekstur tanah di laboratorium _ Tulus Yudi WidodoWibowo 5

Perhitungan :

Dimana : R1 = pembacaan pertama Hydrometer pada contoh R2 = pembacaan kedua Hydrometer pada contoh B1 = pembacaan pertama Hydrometer pada blanko B2 = pembacaan kedua Hydrometer pada blanko T1 = pembacaan pertama suhu T2 = pembacaan kedua suhu 0,36 = faktor koreksi hydrometer 20 = suhu kalibrasi hydrometer W = berat kering contoh tanah yang digunakan análisis M = % contoh tanah kering udara

Penentuan tekstur tanah di laboratorium _ Tulus Yudi WidodoWibowo

6

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan Dari serangkaian kegiatan dilaksanakan, diperoleh data sebagai berikut: R1 = 1015 R2 = 1003 B1 = 1001 B2 = 1001 T1 = 26,60C T2 = 320C W = 15,73 M = 50 Dari data tsb maka dapat kita hitung:

= 100 – (1015 – 1001) + 0,36(26,5 – 20) x (100 + 15,73) 50 = 100 – 1891,028 50 = 62,18 %

= (1003 – 1001) + 0,36(32 – 20) x (100 + 15,73) 50 = 14,63 %

% Debu = 100 - 62,18 – 14,63 = 23,19 %

Penentuan tekstur tanah di laboratorium _ Tulus Yudi WidodoWibowo

7

B. Pembahasan Gambar Segitiga Tekstur:

Jenis tanah Regosol

Pasir 62,18

Persentase (%) Debu 23,19

Liat 14,63

Tekstur Sandy loam

Hasil penetapan tekstur tanah regosol yang dilakukan di laboratorium tanah polije berdasarkan segitiga tekstur adalah Sandy loam Tekstur tanah menunjukan kasar atau halusnya suatu tanah. Teristimewa tekstur merupakan perbandingan relatif pasir debu dan liat atau kelompok partikel dengan ukuran lebih kecil dari kerikil (diameternya < 2 mm). Pada beberapa tanah, kerikil, batu, dan batuan induk dari lapisan tanah yang ada juga mempengaruhi tekstur dan mempengaruhi penggunaan tanah. Tekstur tanah merupakan ukuran relatif partikel tanah yang mengacu pada kehalusan dan kekasaran tanah. Atau tekstur tanah adalah perbandingan relatif pasir, debu dan liat, laju dan berapa jauh berbagai reaksi fisika dan kimia penting dalam pertumbungan tanaman, diatur oleh tekstur, karena menentukan jumlah permukaan tempat terjadinya reaksi.
Penentuan tekstur tanah di laboratorium _ Tulus Yudi WidodoWibowo 8

Tekstur tanah sangat mempengaruhi jumlah air. Semakin tinggi persentasi pasir dalam tanah maka semakin banyak ruang pori pori diantara partikel partikel tanah tersebut, sehingga kadar air dalam tanah menjadi rendah. Dan menyebabkan tanah menjadi tidak subur. Liat dan debu memiliki kemampuan yang tinggi mengikat air, sehingga persentase liat dan debu tinggi, dan kadar airnya pun tinggi. Hukum ”stokes” menghubungkan kecepatan penurunan terbatas dari suatu bola yang lunak dan kasar dalam suatu cairan yang kental yang diketahui densitas dan viskositas terhadap diameternyajika dicobakan dengan kekuatan lapang yang diketahui. Bila dihubungkan dengan antara hukum stokes dengan tekstur tanah yakni debu, liat, dan pasir, terdapat per bedaan dengan kemampuan tanah tertentu untuk menyediakan elemen-elemen tanaman yang esensial atau kesuburan tanah. Tanah-tanah dengan kandungan liat tinggi cendrung mempunyai kapasitas yang tinggi, menahan air maupun unsur hara yang tersedia. Kelebihan penetapan tekstur tanah di laboratorium adalah lebih akurat melalui perconaan dan perhitungan yang tepat dan dengan catatan tidak ada faktor pengganggu. Sedangkan kelemahannya adalah lebih banyak menggunakan peralatan dan faktor-faktor pengganggunya harus diminimalisir agar mendapat hasil yang lebih akurat. Dan kelebihan penetapan tekstur di lapang diantaranya adalah lebih sederhana dan lebih menghemat waktu, karena bisa dilakukan secara langsung tanpa menggunakan alat-alat dan lebih mudah dilaksanakan. Sedangkan kelemahannya adalah hasilnya tidak akurat, dan tidak bisa tepat karena hanya menggunakan metode mengira-ngira. Selain itu keunggulan dari penetapan di laboratorium yaitu pisahan pasir, debu dan liat dapat terpisah dengan baik, tekanan dari debu dan liat dapat diukur. Sedangkan kelemahannya yaitu memerlukan ketelitian yang tinggi dan kurang praktis dilakukan. Tekstur tanah memiliki efek bagi pengolahan tanah, kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Dalam pengelolaan kesuburan tanah, penetapan tekstur tanah sangat perlu untuk dilakukan, karena dapat memberikan gambaran yang luas mengenai sifat-sifat tanah lainnya.

Penentuan tekstur tanah di laboratorium _ Tulus Yudi WidodoWibowo

9

BAB V KESIMPULAN Dari hasil praktikum ini dapat diambil kesimpulan bahwa : Penetapan tekstur tanah dapat dilakukan dalam dua cara yaitu penetapan tekstur tanah menurut perasaan di lapang dan penetapan tekstur tanah di laboratorium. Dari sampel tanah regosol yang di teliti di laboratorium polije, maka dapat disimpulkan tanah regosol tersebut memiliki tekstur sandy loam. Jenis tanah Regosol Persentase (%) Debu 23,19 Tekstur Sandy loam

Pasir 62,18

Liat 14,63

tekstur tanah merupakan satu sifat fisik tanah yang secara praktis dapat dipakai sebagai alat evaluasi atau jugging (pertimbangan) dalam suatu potensi penggunaan tanah dan berupa perbandingan partikel-partikel tanah yang terdiri dari liat, debu dan pasir. Selain itu tekstur tanah ditentukan oleh ukuran perbandingan relatif antara pasir, debu dan liat. Dan tekstur tanah ini sangat mempengaruhi terhadap kesuburan tanah, sebab semakin halus tekstur tanah semakin bertambah kesuburan tanah dan daya menahan air serta unsur – unsur hara dan bahan organik yang dibutuhkan tanaman lebih kuat. Tekstur tanah juga ditentukan oleh unsur – unsur penyusun tanah seperti suhu, bahan induk, mikroorganisme, relief dll. Dengan mengetahui tekstur suatu tanah maka kita dapat menentukan jenis tanaman yang cocok untuk mendapatkan hasil yang maksimum. Kelebihan penetapan tekstur tanah di laboratorium adalah lebih akurat melalui perconaan dan perhitungan yang tepat dan dengan catatan tidak ada faktor pengganggu. Sedangkan kelemahannya adalah lebih banyak menggunakan peralatan dan faktor-faktor pengganggunya harus diminimalisir agar mendapat hasil yang lebih akurat.

Penentuan tekstur tanah di laboratorium _ Tulus Yudi WidodoWibowo

10

DAFTAR PUSTAKA

Foth, Hendry D. 1994. DDIT edisi keenam. Jakarta : PT Gelora Aksara Pratama Foth, Hendry D. 1991. DDIT edisi ketujuh. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press http://www.scribd.com/doc/22391635/TEKSTUR-TANAH di akses pada hari Sabtu 18 Februari 2012. Hanafiah, Kemas Ali. 2007. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada Islami, titiek dan Utomo, Wani Hadi. 1995. Hubungan Tanah, Air, dan Tanaman. Malang : IKIP Semarang Press Rafi’, Suryatna. 1995. Ilmu Tanah. Bandung : Angkasa TIM Dosen DDIT. 2010. Penuntun Praktikum DDIT. Bandar Lampung : Universitas Lampung

Penentuan tekstur tanah di laboratorium _ Tulus Yudi WidodoWibowo

11

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->