P. 1
Karakteristik Diversitas Dan Agrofungsional Makrofauna Dan Mesofauna Kel 1 (1)

Karakteristik Diversitas Dan Agrofungsional Makrofauna Dan Mesofauna Kel 1 (1)

|Views: 81|Likes:
Published by ino's

More info:

Published by: ino's on Jun 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/20/2012

pdf

text

original

RIZQA PERDANA SAMUEL REZA STEVIANA BAITY SONY GUMELAR TINA PRABANINGRUM UMI SARAH VETY VERIA M.

S YUNIASRI DIAN

 Keberadaan

makrofauna tanah sangat berperan dalam proses yang terjadi dalam tanah diantaranya proses dekomposisi, aliran karbon, bioturbasi, siklus unsur hara dan agregasi tanah

Berdasarkan kebiasaan makan dan distribusinya makrofauna dibagi menjadi

EPIGEIK

ANESIK

ENDOGEI K

 Ciri-ciri

umum :  Kelompok epigeik hidup dan makan serasah di permukaan tanah  mempengaruhi penghancuran dan pelepasan nutrien, tetapi tidak secara aktif mendistribusikannya

CHILOPODA

EPIGEIK

ARACHNIDA

MAKROFAUNA KELOMPOK EPIGEIK

INSECTA

merupakan jenis kelabang & memiilki satu kaki dalam tiap segmen tubuhnya, bergerak cepat dan bersifat karnivora Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai anus. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi. Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas. Habitat (tempat hidup) di bawah batubatuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk. Kelas ini sering disebut Sentipede.

 contoh

dari chilopoda

 Fungsi

: Lithobius forticatus Scolopendra morsitans.

chilopoda :  Chilopoda berperan dalam hal penghancuran serasah untuk membentuk humus

    

Ciri-ciri : badan terdiri dari tiga bagian yaitu kepala, thorax dan abdomen. Alat mulut dilengkapi dengan chelicera dan pedipalpus Arachnida mempunyai empat pasang kaki di bagian cephalothorax hidup di dalam gua dan banyak terdapat di gua-gua Indonesia

Sistem reproduksi

Reproduksi terjadi secara seksual, yaitu dengan persatuan ovum dan sperma yang terjadi dalam tubuh betinanya (fertilisasi internal). Hewan jantan dan betina terpisah (diesis). Ada yang ovipar, ovovivipar dan vivipar. Organ respirasi berupa paru-paru buku yang terletak di daerah perut depan Makanan ditangkap dengan jaring tepi dan ada pula yang diisap dari inangnya oleh Arachnida yang hidup sebagai parasit Sistem peredaran darahnya terbuka dan menggunakan jantung pembuluh serta arteri Alat indera terdiri atas delapan buah mata sederhana dan sepasang pedipalpus yang fungsinya mirip antena.

Sistem respirasi Sistem Pencernaan

Sistem peredaran darah Alat indera

Klasifikasi Kelas arachnida dapat di kelompokkan atas 3 ordo, yaitu sebagai berikut -Ordo Spcorpionida Ordo ini meliputi segala macam golongan kala. -Ordo Araneae Ordo ini meliputi bangsa laba-laba. -Ordo Acarima Ordo ini meliputi jenis laba-laba yang bersifat parasit dan merugikan manusia. Mencakup caplak dan tungau  Manfaat arachnida antara lain sebagai pemangsa atau perombak serasah. Arachnida bermanfaat untuk pengendalian populasi serangga terutama serangga hama.

 Ciri-ciri :  Sebagian

anggotanya hidup di darat dan sebagian kecil saja yang hidup di air tawar. Jarang sekali hewan ini yang hidup di dalam air laut.  Tubuhnya terdiri atas caput (kepala), thoraks (dada), dan abdomen (perut).  Pada serangga betina terdapat ovipositor yang berguna untuk menyimpan telur.  Hewan ini tidak mempunyai zat warna merah, tetapi ada sel darah dan pembuluh

 Terdapat

empat bentuk mulut : a )Alat mulut menggigit pada semut , belalang , ratap , jangkrik b) Alat mulut menggigit dan menjilat pada lebah c) Alat mulut mengisap pada kupu-kupu d) Alat mulut menusuk dan mengisap pada nyamuk

 Berdasarkan

ada atau tidaknya sayap, Insecta dibedakan menjadi dua (2) kelompok : a) Apterygota (tak bersayap) b) Pterygota (bersayap)  Berdasarkan metamorfosisnya, serangga dibedakan atas dua kelompok : a) Hemimetabola b) Holometabola.

a)

b)

Hemimetabola : serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna dalam daur hidupnya. Tahapannya meliputi telur > nimfa > imago. Kelompok Hemimetabola meliputi beberapa ordo, antara lain: 1. Archyptera atau Isoptera 2. Orthoptera 3. Odonata 4. Hemiptera 5. Homoptera Holometabola : serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Dalam daur hidupnya Holometabola, serangga mengalami tahapan perkembangan sebagai berikut: telur –> larva (ulat) –> kepompong (pupa) –> hewan dewasa (imago)

 Holometabola

ini meliputi 6 ordo, yaitu

ordo:  1. Neuroptera 2. Lepidoptera 3. Diptera 4. Coleoptera 5. Siphonoptera 6. Hymenoptera

Insecta terutama golongan kupu-kupu dan lebah sangat membantu para petani karena dapat membantu proses penyerbukan pada bunga.  Insecta dibudidayakan karena dapat menghasilkan madu. Misal: lebah madu (Apis mellifera).  Dalam bidang industri, kupu-kupu, ulat sutera membuat kepompong yang dapat menghasilkan sutra (contoh: Bombix mori).  Untuk dimakan, misal laron, gangsir dan larva lebah (tempayak) yang dapat diperoleh secara musiman.  Merupakan mata rantai makanan yang amat penting bagi kehidupan.  Beberapa Insecta tanah berperan sebagai “traktor alami”.

 Ciri-ciri

umum :  Kelompok anesic mengambil serasah di permukaan tanah kemudian membawanya ke dalam tanah dan memakannya.  Kelompok anesic terdiri dari annelida dan rayap

Annelida (dalam bahasa latin, annulus = cincin) atau cacing gelang adalah kelompok cacing dengan tubuh bersegmen.  Rongga tubuh Annelida berisi cairan yang berperan dalam pergerakkan annelida dan sekaligus melibatkan kontraksi otot.  Sistem pencernaan annelida sudah lengkap, terdiri dari mulut, faring, esofagus (kerongkongan), usus, dan anus

Cacing ini sudah memiliki pembuluh darah sehingga memiliki sistem peredaran darah tertutup.Darahnya mengandung hemoglobin, sehingga berwarna merah.Pembuluh darah yang melingkari esofagus berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Sebagian besar annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit dengan menempel pada vertebrata, termasuk manusia.Habitat annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar, dan juga ada yang segaian hidup di tanah atau tempat-tempat lembap.

 Reproduksi

: Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembentukan gamet.Namun ada juga yang bereproduksi secara fregmentasi, yang kemudian beregenerasi.Organ seksual annelida ada yang menjadi satu dengan individu (hermafrodit) dan ada yang terpisah pada individu lain (gonokoris).  Klasifikasi : Polychaeta (cacing berambut banyak), Oligochaeta (cacing berambut sedikit), dan Hirudinea.

merupakan annelida berambut banyak  Polychaeta memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut parapodia (tunggal = parapodium) pada setiap segmen tubuhnya  Fungsi parapodia adalah sebagai alat gerak dan mengandung pembuluh darah halus sehingga dapat berfungsi juga seperti insang untuk

merupakan annelida berambut sedikit.  Oligochaeta tidak memiliki parapodia, namun memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen  Cacing ini memakan organisme hidup yang ada di dalam tanah dengan cara menggali tanah.Kemampuannya yang dapat menggali bermanfaat dalam menggemburkan tanah

 Hewan

ini tidak memiliki arapodium maupun seta pada segmen tubuhnya  Sebagian besar Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya. Hirudinea parasit hidup dengan mengisap darah inangnya, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput  Contoh Hirudinea parasit adalah Haemadipsa (pacet) dan hirudo (lintah).

 Kotoran

(feses) cacing tanah mengandung banyak bahan organik yang tinggi, berupa N total dan nitrat, Ca dan Mg yang bertukar, pH, dan % kejenuhan basa dan kemampuan penukaran basa. Disini membuktikan bahwa cacing tanah berpengaruh baik terhadap produktivitas tanah. Karena cacing tanah dalam sifat kimia tanahnya berperan menghasilkan bahan organik, kemampuan dalam pertukaran kation, unsur P dan K yang tersedia akan meningkat.

 

Merupakan ordo Isoptera, Pada umumnya rayap mengkonsumsi pohon yang sudah mati/kering, dalam bentuk kayu, tangkai daun, tanah atau bangkai hewan. Kelimpahan rayap juga dapat dipengaruhi oleh kandungan N total tanah dan kelembaban tanah. Rayap merupakan makrofauna tanah yang penting peranannya pada pembentukan struktur tanah dan pendekomposisian bahan organik serta ketersediaan unsur hara.

 Kelompok

endogeik adalah fauna tanah yang secara permanen berada di dalam tanah, serta makan bahan organik tanah atau perakaran tumbuhan.  Anggota kelompok endogeik adalah cacing endogeik

 Cacing

Endogeik, adalah cacing tanah yang jarang muncul dipermukaan tanah. Beberapa janis cacing endogeik menghuni rhizosfer, daerah yang dekat dengan akar tanaman. Tempat dimana cacing tanah tersebut memakan tanah yang sudah diperkaya dengan akar, bakteri, dan fungi yang membusuk menjadi warna merah muda.

 Lubang

cacing tanah untuk memperlancar aerasi dan drainase tanah.  Mencampur dan menggranulasikan butirbutir tanah.  Mengangkut bahan organik kebagian tanah yang lebih dalam  Memantapkan agregasi tanah  Meningkatkan infiltrasi  Sebagai penghancur sersesah  Memperbaiki struktur tanah

 Mesofauna

adalah semua fauna tanah yang berukuran lebih kecil, berkisar antara 0,2 mm – 10 mm.  Hidup secara bebas maupun parasit  Mesofauna tanah akan melumat bahan dan mencampurkan dengan sisa-sisa bahan organik lainnya, sehingga menjadi fragmen berukuran kecil yang siap untuk didekomposisi oleh mikrobio tanah

 Mesofauna

merupakan fauna tanah tak bertulang belakang yang terdiri dari : Nematoda, Arthropoda yang berupa tungau dan kutu, dan mollusca

hewan multiseluler yang paling banyak jumlahnya di bumi dan terdapat hampir di seluruh habitat  Tubuhnya tidak bersegmen.  Tubuhnya transparan (dan tidak berwarna).  Memiliki sistem organ tubuh lengkap, yang berupa sistem pencernaan (memanjang dengan bentuk esofagus yang bervariasi) sistem ekskresi, sistem syaraf, sistem pengeluaran, dan sistem reproduksi. Tidak memiliki sistem peredaran darah.

 Nematoda

memiliki fungsi yang sangat penting dalam menjaga kelestarian tanah, salah satunya adalah sebagai dekomposisi material racun atau secara istilah disebut bioremediasi. Nilai nematoda sebagai bioremediasi tanah ini sangatlah penting

sistem saraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada di sepanjang sisi ventral tubuhnya. Sistem pencernaan mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus.

Sistem syaraf

Sistem reproduksi

Habitat Cara hidup

terjadi secara seksual.Namun ada juga yang secara aseksual, yaitu dengan partenogenesis laut, perairan tawar, gurun pasir, dan padang rumput hidup bebas, parasit, komensal, atau simbiotik

Arthropoda yang termasuk mesofauna adalah tungau dan kutu  Tungau ,Tubuh tungau terdiri atas kepala dan thoraks yang menyatu. Daur hidup tungau berlangsung dalam tubuh inangnya terdiri atas lima tahapan yaitu telur berbentuk lonjong seperti gelondongan, menetas menjadi larva yang mempunyai enam buah kaki yang berujung dengan cakar, protonimfa dan deutonimfa yang berkaki delapan dan bentuk dewasa yang dapat dikenal dalam satu siklus di dalam tubuh inang yang berlangsung antara 18-24 hari

 Kutu

:  Panjang dewasa 1 - 5mm.  Mereka bisa berwarna hitam, putih, kuning, lavender, merah, hijau atau emas. Sebagian berpola, burik, warna-warni, atau bahkan metalik.  Selain memiliki antena dan tiga pasang kaki, springtail melompat dengan struktur silang yang tidak biasa di bagian ujung perut mereka, disebut dengan furkula.

 Daur

hidup :  Telur berbentuk bola dan diameternya kurang-lebih 0,2 mm.  Telur keluar satu-per satu atau secara berkelompok. Setelah kurang-lebih 10 hari, telur menetas menjadi anak-anak dan dalam 6 hari matang menjadi dewasa.  Dewasa hidup hingga satu tahun.

 hewan

yang bertubuh lunak.Tubuhnya lunak dilindungi oleh cangkang, meskipun ada juga yang tidak bercangkang

Tubuh mollusca terdiri dari tiga bagian utama : a. Kaki merupakan penjulur bagian ventral tubuhnya yang berotot b. Massa viseral adalah bagian tubuh mollusca yang lunak.Massa viseral merupakan kumpulansebagaian besar organ tubuh seperti pencernaan, ekskresi, dan reproduksi. c. Mantel membentuk rongga mantel yang berisi cairan

 Cara

hidup :

Mollusca hidup secara heterotrof dengan memakan ganggang, udang, ikan ataupun sisa-sisa organisme.Habitatnya di air tawar, di laut dan didarat.Beberapa juga ada yang hidup sebagai parasit.  Sistem pernapasan : Mollusca hidup secar heterotrof dengan memakan ganggang, udang, ikan ataupun sisa-sisa organisme.Habitatnya di air tawar, di laut dan didarat.Beberapa juga ada yang hidup sebagai parasit.

 Reproduksi

:

Mollusca bereproduksi secara seksual dan masing-masing organ seksual saling terpisah pada individu lain.Fertilisasi dilakukan secara internal dan eksternal untuk menghasilkan telur.Telur berkembang menjadi larva dan berkembang lagi menjadi individu dewasa.  menurut tipe kaki, posisi kaki, dan tipe cangkang, mollusca dibagi menjadi 3 :  Gastropoda  Pelecypoda  Cephalopoda.

Sumber makanan berprotein tinggi, misalnya tiram batu (Aemaea sp.), kerang (Anadara sp.), kerang hijau (Mytilus viridis), Tridacna sp., sotong (Sepia sp.) cumi-cumi (Loligo sp.), remis (Corbicula javanica), dan bekicot (Achatina fulica). b. . Perhiasan, misalnya tiram mutiara (Pinctada margaritifera). c. Hiasan dan kancing, misalnya dari cangkang tiram batu, Nautilus, dan tiram mutiara. d. Bahan baku teraso, misalnya cangkang Tridacna sp.
a.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->