P. 1
Medan Magnet

Medan Magnet

|Views: 491|Likes:

More info:

Published by: Arnes Yudistira Tarek on Jun 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/09/2014

pdf

text

original

MAKALAH MEDAN MAGNET,MAGNET PADA KAWAT BERARUS, GAYA LORENZ DAN HUKUM BIOTSAVART

Disusun Oleh: 1. ACIH 2010 4350 1529 2. ARIEF SUGIARTO 2010 4350 1483 3. EDI MURDANI SUTRISNO 2010 4350 1459 4. ERNA JUWITA SARI 2010 4350 1506 5. FANDI AHMAD 2010 4350 1450 6. HENDRA HERDIANA 2010 4350 1438 7. HERMANSAH 2010 4350 1472 8. OKTO KRISTIAWAN 2010 4350 1524 9. SYAIFUL BAHRI 2010 4350 1439

UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
FAKULTAS MIPA JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA JAKARTA 2011

1

KATA PENGANTAR
Puji syukur Kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia Nya sehingga Kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul: MEDAN MAGNET,MAGNET PADA KAWAT BERARUS, GAYA LORENZ DAN HUKUM BIOT-SAVART Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu dari beberapa materi , yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini kami susun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri kami maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan yang Maha Esa akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Kami menyadari bahwa isi dari makalah ini sangat jauh dari

kesempurnaan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk lebih menyempurnakan materimateri kami. Semoga isi materi kami ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun kami menyadari isi dari materi ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Akhir kata kami mengucapkan terima kasih , semoga isi materi dari makalah kami ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

Jakarta, 24 Juni 2011 Penyusun

2

DAFTAR ISI
COVER KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I : PENDAHULUAN 1. BAB II Latar Belakang Medan Magnet, Magnet pada kawat berarus Gaya Lorentz Hukum Biot - Savart 4 4 1 2 3

: PEMBAHASAN 1. Medan Magnet - Definisi Medan Magnet - Macam – macam bentuk magnet 2. Magnet Pada Kawat berarus - Contoh percobaan Oersted 7 - Induksi magnetic disekitar arus lurus - Induksi magnetic di pusat arus lingkaran - Induksi magnetic di pusat lingkaran - Solenoide - Toroida 3. Gaya Lorentz - Definisi Gaya Lorentz - Menentukan arah Gaya Lorentz 4. Hukum Biot – Savart

5 5 5 6 7 8 9 9 9 10 11 11 11 12

3

Daftar pustaka

Definisi Hukum Biot – Savart Contoh dr Hukum Biot – Savart 14

12 13

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Medan magnet adalah daerah sekitar magnet yang masih merasakan adanya gaya magnet, adanya medan magnet didalam ruang dapat ditunjukkan dengan mengamati pengaruh yang ditimbulkan. Magnet pada kawat berarus yang ditemukan Oersted menentukan adanya medan magnet disekitar kawat yang berarus. Gaya Lorentz adalah gaya yang dialami kawat berarus listrik didalam medan magnet. Arah gaya lorentz dapat ditentukan dengan aturan tangan kanan. Hukum Biot – Savart adalah besar induksi magnetic di satu titik disekitar elemen arus, sebanding dengan panjang elemen arus, besar kuat arus, sinus sudut yang diapit arah arus dengan jaraknya sampai titik tersebut dan berbanding terbalik dengan kwadrat jaraknya.

4

BAB II PEMBAHASAN
1. MEDAN MAGNET
Pengertian Medan Magnet. Medan magnet adalah daerah disekitar magnet yang masih merasakan adanya gaya magnet.
Adanya medan magnet di dalam ruang dapat ditunjukkan dengan mengamati pengaruh yang ditimbulkan. 1. Bila di dalam ruang tersebut ditempatkan benda magnetik maka benda tersebut mengalami gaya. 2. Bila di ruang terdapat partikel/benda bermuatan, maka benda tersebut mengalami gaya. • Medan magnet merupakan besaran vektor, adapun kuat/lemahnya medan tersebut ditunjukkan oleh intensitas magnet (H). • Efek medan magnet disebut induksi magnetik (B), juga merupakan besaran vektor. • Hubungan antara H dan B : B = µο H dimana : B = induksi magnetik, satuan dalam SI = Weber/m2 atau Tesla H = intensitas magnet µo = permeabilitas = 4π x 10-7 Wb/A.m (udara)

Arah medan magnetik dapat ditentukan dengan aturan tangan kanan.

5

Jika arah arus sesuai dengan arah melingkar jari tangan kanan arah ibu jari menyatakan arah medan magnet.

Sehubungan dengan sifat-sifat kemagnetan, benda dibedakan atas Diamagnetik dan Para magnetik. Benda magnetik : bila ditempatkan dalam medan magnet yang tidak homogen, ujung-ujung benda itu mengalami gaya tolak sehingga benda akan mengambil posisi yang tegak lurus pada kuat medan. Benda-benda yang demikian mempunyai nilai permeabilitas relatif lebih kecil dari satu. Contoh : Bismuth, tembaga, emas, antimon, kaca flinta. Benda paramagnetik : bila ditempatkan dalam medan magnet yang tidak homogen, akan mengambil posisi sejajar dengan arah kuat medan. Benda-benda yang demikian mempunyai permeabilitas relatif lebih besar dari pada satu. Contoh : Aluminium, platina, oksigen, sulfat tembaga dan banyak lagi garam-garam logam adalah zat paramagnetik. Benda feromagnetik : Benda-benda yang mempunyai effek magnet yang sangat besar, sangat kuat ditarik oleh magnet dan mempunyai permeabilitas relatif sampai beberapa ribu. Contoh : Besi, baja, nikel, cobalt dan campuran logam tertentu ( almico ) Macam-macam bentuk magnet, antara lain :

magnet batang, magnet ladam, magnet jarum Magnet dapat diperoleh dengan cara buatan. Jika baja di gosok dengan sebuah magnet, dan cara menggosoknya dalam arah yang tetap, maka baja itu akan menjadi magnet.

Baja atau besi dapat pula dimagneti oleh arus listrik.

6

Baja atau besi itu dimasukkan ke dalam kumparan kawat, kemudian ke dalam kumparan kawat dialiri arus listrik yang searah. Ujung-ujung sebuah magnet disebut Kutub Magnet. Garis yang menghubungkan kutub-kutub magnet disebut sumbu magnet dan garis tegak lurus sumbu magnet serta membagi dua sebuah magnet disebut garis sumbu.

Sebuah magnet batang digantung pada titik beratnya. Sesudah keadaan setimbang tercapai, ternyata kutub-kutub batang magnet itu menghadap ke Utara dan Selatan.kutub Utara jarum magnet deklinasi yang seimbang didekati kutub Utara magnet batang, ternyata kutub Utara magnet jarum bertolak. Bila yang didekatkan adalah kutub selatan magnet batang, kutub utara magnet jarum tertarik.

Kesimpulan : Kutub-kutub yang sejenis tolak-menolak dan kutub-kutub yang tidak sejenis tarik-menarik.

2. MAGNET PADA KAWAT BERARUS
Percobaan OERSTED, menentukan adanya medan magnet disekitar kawat yang berarus listrik Pengaruh kawat berarus terhadap kompas Di atas jarum kompas yang seimbang dibentangkan seutas kawat, sehingga kawat itu sejajar dengan jarum kompas. jika kedalam kaewat dialiri arus listrik, ternyata jarum kompas berkisar dari keseimbangannya. Kesimpulan : Disekitar arus listrik ada medan magnet.

7

cara menentukan arah perkisaran jarum. a. Bila arus listrik yang berada anatara telapak tangan kanan dan jarum magnet mengalir dengan arah dari pergelangan tangan menuju ujung-ujung jari, kutub utara jarum berkisar ke arah ibu jari. b. Bila arus listrik arahnya dari pergelangan tangan kanan menuju ibu jari, arah melingkarnya jari tangan menyatakan perkisaran kutub Utara. Induksi magnetik di sekitar arus lurus.

Besar induksi magnetik di titik A yang jaraknya a dari kawat sebanding dengan kuat arus dalam kawat dan berbanding terbalik dengan jarak titik ke kawat. B = μ○ . I ¯¯¯ ¯¯ 2 πּ a B= dalam W/m² I = dalam Ampere
a = dalam meter

Kuat medan dititik H =

=

=

mr udara = 1

Jika kawat tidak panjang maka harus digunakan 8

Rumus:

Induksi Induksi magnetik di pusat arus lingkaran.

Titik A berjarak x dari pusat kawat melingkar besarnya induksi magnetik di A dirumuskan : Jika kawat itu terdiri atas N lilitan maka :

B=

.

atau B =

.

Induksi magnetik di pusat lingkaran. Dalam hal ini r = a dan a = 900, Besar induksi magnetik di pusat lingkaran. B = dalam W/m² B= . I = dalam ampere N = jumlah lilitan A = jari-jari lilitan dalam meter . Solenoide

9

Solenoide adalah gulungan kawat yang di gulung seperti spiral. bila kedalam solenoide dialirkan arus listrik, di dalam selenoide terjadi medan magnet dapat ditentukan dengan tangan. Contoh gambar :

Besar induksi magnetik dalam solenoide.

Jari-jari penampang solenoide a, banyaknya lilitan N dan panjang solenoide 1. Banyaknya lilitan pada dx adalah : atau n dx, n banyaknya lilitan tiap satuan panjang di titik P.

Bila 1 sangat besar dibandingkan dengan a, dan p berada di tengah-tengah maka a1= 0 0 dan a2 = 180 0 Induksi magnetik di tengah-tengah solenoide :

Bila p tepat di ujung-ujung solenoide a1= 0 0 dan a2 = 90 0

Toroida Sebuah solenoide yanfg dilengkungkan sehingga sumbunya membentuk lingkaran di sebut Toroida.

10

Bila keliling sumbu toroida 1 dan lilitannya berdekatan, maka induksi magnetik pada sumbu toroida.

n dapat diganti dengan N banyaknya lilitan dan R jari-jari toroida.

3. GAYA LORENTZ
Definisi : gaya yang dialami kawat berarus listrik di dalam medan magnet. dapat disimpulkan bahwa gaya Lorentz dapat timbul dengan syarat sebagai berikut : (a)ada ada kawat penghantar yang dialiri arus (b) penghantar berada di dalam medan magnet MENENTUKAN ARAH GAYA LORENTZ Arah gaya lorentz dapat ditentukan dengan aturan tangan kanan. Jari-jari tangan kanan diatur sedemikian rupa, sehingga Ibu jari tegak lurus terjadap telunjuk dan tegak lurus juga terhadap jari tengah. Bila arah medan magnet (B) diwakili oleh telunjuk dan arah arus listrik (I) diwakili oleh ibu jari, maka arah gaya lorentz (F) di tunjukkan oleh jari tengah. perhatikan gambar berikut :

Gaya lorentz pada penghantar bergantung pada faktor sebagai berikut : (1) kuat medan magnet (B) (2) besar arus listrik (I) (3) panjang penghantar sehingga dapat dirumuskan F = B.I.L 11

keterangan : F adalah gaya lorentz (N) B adalah kuat medan magnet (Tesla) I adalah kuat arus listrik (A) L adalah panjang penghantar (m)

4. HUKUM BIOT SAVART.
Definisi : Besar induksi magnetik di satu titik di sekitar elemen arus, sebanding dengan panjang elemen arus, besar kuat arus, sinus sudut yang diapit arah arus dengan jaraknya sampai titik tersebut dan berbanding terbalik dengan kwadrat jaraknya.

B=k.

k adalah tetapan, di dalam sistem Internasional

k=

= 10-7

Vektor B tegak lurus pada I dan r, arahnya dapat ditentukan dengan tangan kanan Secara matematis untuk menentukan besarnya medan magnet disekitar kawat berarus listrik digunakan metode kalkulus. Hukum Biot Savart tentang medan magnet disekitar kawat berarus listrik adalah Keterangan dB = perubahan medan magnet dalam tesla ( T ) k = μo = permeabilitas ruang hampa = i = Kuat arus listrik dalam ampere ( A ) 12

dl = perubahan elemen panjang dalam meter (m) θ = Sudut antara elemen berarus dengan jarak ke titik yang ditentukan besar medan magnetiknya r = Jarak titik P ke elemen panjang dalam meter (m) Hukum Biot- Savart memiliki kemiripan dengan hokum Coloumb ( untuk menentukan medan listrik ) . Contoh : Medan Magnet di titik P akibat elemen dℓ.

Dengan r adalah satuan dalam arah r ( yaitu vector posisi titik P dari elemen dℓ. k adalah tetapan yang besarnya bergantung pada medium tempat system berada, jika dalam medium hampa maka,

arah medan magnet yang ditimbulkan oleh elemen dℓ ditentukan dari hasil operasi perkalian vector untuk menentukan medan magnet yang disebabkan oleh seluruh bagian kawat , maka

13

DAFTAR PUSTAKA http://basicsphysics.blogspot.com/2009/08/medan-magnet.html http://www.e-edukasi.net/index.php?mod=script&cmd=Bahan %20Belajar/Materi%20Pokok/view&id=194&uniq=1933 http://dunia-listrik.blogspot.com/2009/08/hukum-interaksibiot-savart.html http://www.scribd.com/doc/20922279/MEDAN-MAGNETIK

14

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->