P. 1
Teori Atom

Teori Atom

|Views: 146|Likes:
Published by Santi Dwi Cahyani

More info:

Published by: Santi Dwi Cahyani on Jun 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

text

original

TEORI ATOM

TEORI ATOM BOHR DAN TEORI ATOM MEKANIKA KUANTUM

TUGAS TERSTRUKTUR Disusun untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran Kimia Semester Ganjil Tahun Ajaran 2011/2012

Oleh: Santi Dwi Cahyani (XI-Akselerasi/22)

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 PURWOREJO 2012

Sekilas Mengenai Perkembangan Teori Atom  Democritus (460-370 SM) Atom merupakan materi yang terbentuk dari partikel yang sudah tak terbagi. - Gambar Model Atom Democritus

Model atom Dalton Atom merupakan bagian terkecil dari suatu zat yang tidak dapat dibagi lagi secara reaksi kimia biasa; atom adalah suatu unsur yang tidak dapat berubah menjadi atom unsur lain. Hal penting dari teori Dalton : a. Atom unit pembangun segala macam materi. b. Atom merupakan bagian terkecil unsur yang masih mempunyai sifat sama. c. Dalam reaksi kimia, atom tidak dimusnahkan, diciptakan, dan diubah menjadi atom unsur lain. Kelemahan teori Dalton : a. Tidak dapat menjelaskan perbedaan antara atom unsur satu dengan yang lain. b. Tidak dapat menjelaskan sifat listrik materi. c. Tidak dapat menjelaskan cara atom-atom saling berikatan. - Gambar Model Atom Dalton

Model atom J.J. Thomson a. Atom terdiri dari materi bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron bagaikan kismis dalam roti kismis. b. Secara keseluruhan atom bersifat netral. - J.J. Thomson menemukan elektron melalui percobaan dengan sinar katode. - Gambar Model Atom Thomson

Model atom Rutherford a. Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan elektron yang bermuatan negative yang mengelilingi atom. b. Atom bersifat netral. c. Ukuran atom 10-8 cm dan inti atom 10-13 cm. Kelemahan model atom Rutherford a. Belum dapat menjelasakn bagaimana elektron tersusun dan tidak jatuh ke intinya. - Rutherford menemukan inti atom dan massa atom terpusat di inti dengan cara menembaki lempeng emas tipis dengan partikel sinar alfa berenergi tinggi. - Gambar Model Atom Rutherford

Model atom Niels Bohr a. Elektron dalam atom bergerak mengelilngi inti atom dengan tingkat energi tertentu. b. Ekektron dengan jumlah energy tertentu akan tetap pada tingkat energy tertentu. c. Ekektron dapat pindah ke tempat yang lain dengan disertai pemancaran/penyerapan energy. - Gambar Model Atom Bohr

Partikel penyusun atom : a. Proton : partikel penyusun inti atom yang bermuatan positif. Ditemukan pertama oleh Eugene Goldstein melalui percobaan dengan tabung sinar terusan yang menyerupai tabung sinar katode. b. Neutron : partikel penyusun inti atom yang bermuatan netral. Ditemukan oleh James Chadwick melalu percobaan penembakan lapisan tipis Berilium dengan partikel alfa.

c. Ekektron : partikel penyusun kulit atom yang bermuatan negative. Ditemukan oleh J.J. Thomson melalui percobaan dengan sinar katode.  Radiasi Elektromagnetik  Radiasi elektromagnetik adalah suatu pancaran energi yang merambatnya digambarkan berupa gelombang.  Semua gelombang elektromagnetik merambat dengan kecepatan sama, tetapi berbeda panjang gelombang ( ) dan frekuensinya (f). Jarak antara dua puncak adalah panjang gelombang ( ) sedangkan frekuensi (f) adalah jumlah gelombang ( tiap detik.  Hubungan antara panjang gelombang dengan frekuensi dinyatakan dalam persamaan : 

Spektrum radiasi elektromagnetik (dari yang berfrekuensi tinggi ke rendah/dari yang mempunyai panjang gelombang tertinggi ke pendek): sinar gama, sinar X, utra violet, cahaya tampak, inframerah, gelombang mikro, dan gelombang radio.

Spektrum Atom  Spektrum kontinu adalah uraian warna yang sinambung seperti pelangi.  Spektrum diskontinu/spektrum garis adalah radiasi (cahaya) yang dihasilkan oleh unsure gas yang berpijar hanya mengandung beberapa panjang gelombang (warna) secara terputus-putus. Contoh : spektrum dari lampu hydrogen hanya mengandng beberapa garis warna secara terputus-putus, yaitu ungu, biru, merah. Teori Kuantum Max Planck  Teori kuantum dari Max Planck mencoba menerangkan radiasi karakteristik yang dipancarkan oleh benda mampat. Radiasi inilah yang menunjukan sifat partikel dari gelombang. Radiasi yang dipancarkan setiap benda terjadi secara tidak kontinyu (discontinue) dipancarkan dalam satuan kecil yang disebut kuanta (energi kuantum).  Max Planck berpendapat bahwa kuanta yang berbanding lurus dengan frekuensi tertentu dari cahaya, semuanya harus berenergi sama dan energi ini E berbanding lurus dengan.  Jadi : E = h.V E = Energi kuantum h = Tetapan Planck = 6,626 x 10-34 J.s V = Frekuensi

Planck menganggap bahwa energi elektromagnetik yang diradiasikan oleh benda, timbul secara terputus-putus walaupun penjalarannya melalui ruang merupakan gelombang elektromagnetik yang kontinyu.

Efek Fotolistrik  Efek foto listrik adalah peristiwa terlepasnya elektron dari permukaan suatu zat (logam), bila permukaan logam tersebut disinari cahaya (foton) yang memiliki energi lebih besar dari energi ambang (fungsi kerja) logam.  Efek fotolistrik ini ditemukan oleh Albert Einstein, yang menganggap bahwa cahaya (foton) yang mengenai logam bersifat sebagai partikel.  Energi kinetik foto elektron yang terlepas: Ek = h f - h fo Ek maks = e Vo Hf h fo E Vo   = energy foton yang menyinari logam = Fo frekuensi ambang = fungsi kerja = energi minimum untuk melepas electron = muatan electron = 1.6 x 10-19C = potensial penghenti

Proses kebalikan foto listrik adalah proses pembentukan sinar X yaitu proses perubahan energi kinetik elektron yang bergerak menjadi gelombang elektromagnetik (disebut juga proses Bremmsstrahlung). Kesimpulan: a. Agar elektron dapat lepas dari permukaan logam maka f > fo atau l < lo b. Ek maksimum elektron yang terlepas tidak tergantung pada intensitas cahaya yang digunakan, hanya tergantung pada energi atau frekuensi cahaya. Tetapi intensitas cahaya yang datang sebanding dengan jumlah elektron yang terlepas dari logam.

 Model Atom Niels Bohr  Pada tahun 1913, pakar fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Percobaannya ini berhasil memberikan gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah disekitar inti atom. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck, diungkapkan dengan empat postulat, sebagai berikut: a. Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom hidrogen. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap) elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti. b. Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi elektron tetap sehingga tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap.

c. Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. Pada peralihan ini, sejumlah energi tertentu terlibat, besarnya sesuai dengan persamaan planck, ΔE = hv. d. Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifatsifat tertentu, terutama sifat yang disebut momentum sudut. Besarnya momentum sudut merupakan kelipatan dari h/2∏ atau nh/2∏, dengan n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck. Menurut model atom bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam, semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya. Kelemahan: Model atom ini tidak bisa menjelaskan spektrum warna dari atom berelektron banyak.

 Hipotesis Louis De Broglie  Hipotesis yang dikemukakan oleh Louis Victor duc de Broglie (perancis, 1924) yaitu suatu partikel (proton dan electron) juga dapat bersifat sebagai gelombang. Salah satu besaran yang merupakan ciri gelombang adalah panjang gelombangnya. Panjang gelombang (λ) partikel mempunyai hubungan yang sama berpengaruh terhadap momentum (p) dalam radiasi elektromagnetik. Besarnya panjang gelombang dirumuskan : λ=h/p λ : panjang gelombang (m) h : konstanta Planck (6,63 x 10-34 J.s) p : momentum partikel (kg.m/s) Hipotesis de Broglie diuji kebenarannya oleh Davisson dan Germer. Mereka melakukan eksperimendengan menembakkan electron yang dipercepat oleh suatu medan listrik ke permukaan Kristal tunggal. Hasil eksperimen Davisson dan Germer menunjukkan bahwa partikel electron dapat mengalami difraksi. Sifat difraksi hanya dimiliki oleh gelombang sehingga dapat disimpulkan bahwa partikel memiliki sifat gelombang.

 Asas Ketidakpastian Werner Heisenberg  Werner Heisenberg menyimpulkan suatu keterbatasan dalam menentukan posisi dan momentum elektron, kesimpulan ini dikenal dengan Asas Ketidakpastian Heisenberg. Menurut Heisenberg, tidaklah mungkin menentukan posisi dan momentum elektron secara bersamaan dengan ketelitian tinggi.  Heisenberg merumuskan hubungan ketidakpastian posisi dan ketidakpastian momentum sebagai berikut :

Dengan,

= ketidakpastian momentum ( = ketidakpastian posisi

 Model Atom Mekanika Kuantum  Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926).Sebelum Erwin Schrodinger, seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”.  Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut orbital. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.Erwin Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi.  Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini, seperti terlihat pada gambar berikut ini.  Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. Orbital menggambarkan tingkat energi elektron. Orbitalorbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit.Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama.  Ciri khas model atom mekanika gelombang a. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang, sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom) b. Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya. (Elektron yang menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut) c. Posisi elektron sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti, tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron.  Kesimpulan a. Struktur atom menurut mekanika kuantum hampir sama dengan teori atom Niels Bohr dalam hal tingkat-tingkat energy dalam atom. Keduanya menyatakan bahwa ekektron dalam atom berada pada tingkat energi tertentu. b. Perbedaan teori atom mekanika kuantum dengan teori atom Niels Bohr terletak pada posisi elektron dalam atom tersebut. Menurut Bohr, posisi ekektron dipastikan berada dalam orbit berbentuk lingkaran dengan jarijari tertentu. Menurut mekanika kuantum, posisi elektron tidak pasti, hanya peluang untuk menemukannya, yaitu dalam orbital. c. Dalam teori atom Bohr menggunakan istilah orbit, sedangkan dalam teori atom mekanika kuantum menggunakan istilah orbital.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->