P. 1
Pendahuluan Anemia

Pendahuluan Anemia

|Views: 25|Likes:
Published by siti_ana_2

More info:

Published by: siti_ana_2 on Jun 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/20/2012

pdf

text

original

Pendahuluan

Anemia dalam kehamilan merupakan masalah yang penting karena mencerminkan nilai kesejahteraan ibu hamil. Anemia pada kehamilan disebut “Potencial danger of mother and child” (potensial membahayakan ibu dan anak), karena anemia memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan pada hari terdepan (Manuaba, 1998). Menurut WHO 4% kematian para ibu di negara yang sedang berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan. Kebanyakan anemia disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut, bahkan tidak jarang keduanya saling terkait (Sarwono, 2000). Anemia dalam kehamilan adalah suatu kondisi ibu dengan kadar nilai hemoglobin di bawah 11 gr% pada trimester satu dan tiga, atau kadar nilai hemoglobin kurang dari 10,5 gr% pada trimester dua (Centers for Disease Control, 1998). Perbedaan nilai batas diatas dihubungkan dengan kejadian hemodilusi (Cunningham, 2007). Beberapa faktor yang bisa menjadi etiologi anemia pada masa kehamilan adalah :      Kurang gizi (malnutrisi) Kurang zat besi dalam diet Malabsorbsi dan pencernaan yang tidak lancar Kehilangan darah yang banyak di persalinan yang lalu, haid, dll Penyakit-penyakit kronik : TBC, paru, cacing usus, malaria, dll

Pemerintah sendiri telah berusaha untuk mengatasi masalah resiko ibu hamil mengalami anemia pada masa kehamilannya, dengan memberikan tablet zat besi/tambah darah yang bisa dengan mudah diperoleh di Puskesmas daerah. Pada ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi tablet zat besi minimal 90 tablet selama hamil. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan, mengingat anemia bisa membawa efek buruk bagi kehamilan dan juga janin dalam kandungan. Anemia di antaranya bisa mengakibatkan keguguran, partus prematurus, inersia uteri dan partus lama, ibu lemah, atonia uteri dan perdarahan, syok, afibrinogemia atau hipofibrinogemia, infeksi intrapartum dan nifas. Dan bagi janin bisa berakibat kematian janin dalam kandungan atau pada waktu lahir, prematuritas, dapat pula terjadi cacat bawaan (Rustam Mochtar, 1998).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->