P. 1
Proposal Pembuatan Posyandu

Proposal Pembuatan Posyandu

|Views: 84|Likes:
Published by Ach Jubaidi

More info:

Published by: Ach Jubaidi on Jun 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2013

pdf

text

original

proposal pembuatan posyandu

No : 02/PY D19/HM/VIII/2011 Lamp: Hal : Permohonan Dana

Kepada Yth Kepala Desa Wadas Di Tempat

Assalamu a’laikum wr wb

Puji serta syukur kita panjatkan kehadirat Alloh swt yang masih memberikan kepada kita kesehatan baik itu diri sendiri, keluarga,serta lingkungan kita. Shalawat serta salam tercurah selalu kepada tauladan ummat baginda besar nabi Muhammad saw kepada keluarga sahabat sampai ummatnya hingga akhir zaman.

Berdasarkan Undang-undang nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menyatakan bahwa Pemerintah wajib memenuhi hak-hak anak, yaitu tentang kelangsungan

hidup, pertumbuhan dan perkembangannya serta perlindungan demi kepentingan terbaik anak. Seluruh komponen bangsa (pemerintah, legislatif, swasta dan masyarakat) bertanggung jawab dalam pemenuhan hak-hak tersebut. Di bidang kesehatan, pemerintah wajib menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang komprehensif bagi anak melalui upaya kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang optimal sejak dalam kandungan. Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh dan berkembang, oleh sebab itu kami atas nama pengurus RW 12 perumhan Harmony Mas merasa perlu untuk menyediakan sarana tersebut dan kami pun memberanikan diri mengajukan pengajuan proposal ini. Atas perhatian dan realisasiny sangat kami harapkan. Dorongan dan partisipasinya kami haturkan banyak terima kasih

Ketua Pembangunan Posyandu Dahlia 19
Perumahan Harmony Mas

Ketua RW 12 Perumahan harmony Mas

Deni Rachmat

Dadan Teja S

PROPOSAL PENGAJUAN PEMBUATAN POS YANDU

I. Pendahuluan A. Landasan Hukum Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan UUD 1945 pasal 28 H ayat (1) dan Undang-undang nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai investasi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sekaligus investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi dan pendidikan, serta berperan penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Oleh karenanya, pembangunan kesehatan bukanlah tanggung jawab pemerintah saja namun merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat termasuk swasta. Undang-undang nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menyatakan bahwa Pemerintah wajib memenuhi hak-hak anak, yaitu tentang kelangsungan hidup, pertumbuhan dan perkembangannya serta perlindungan demi kepentingan terbaik anak. Seluruh komponen bangsa (pemerintah, legislatif, swasta dan masyarakat) bertanggung jawab dalam pemenuhan hak-hak tersebut. Di bidang kesehatan, pemerintah wajib menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang komprehensif bagi anak melalui upaya kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang optimal sejak dalam kandungan. Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh dan berkembang, yaitu

(1) (2)

Kasih sayang dan perlindungan; Makanan bergizi seimbang (sejak lahir sampai 6 bulan hanya ASI saja, sesudah 6 bulan sampai 2 tahun ASI ditambah Makanan Pendamping ASI);

(3)Imunisasi dasar dan suplementasi kapsul vitamin A: (4)Pendidikan dan pengasuhan dini; (5)Perawatan kesehatan dan pencegahan kecacatan, cedera dan lingkungan yang sehat dan aman; (6) Orangtua berkeluarga berencana.

Untuk memenuhi hak-hak dasar anak tersebut diperlukan upaya-upaya yang menyeluruh yang melibatkan sektor kepemerintahan, dunia usaha/swasta dan masyarakat. Dalam undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah dan nomor 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, telah diatur peranan pemerintah daerah (propinsi kabupaten/kota) dan pusat dalam penyelenggaraan pembangunan nasional termasuk dalam pemenuhan hak-hak dasar anak. Kesepakatan global yang dituangkan dalam Millenium Development Goals (MDGs) yang terdiri dari 8 tujuan, 18 target dan 48 indikator, menegaskan bahwa tahun 2015 setiap negara menurunkan kemiskinan dan kelaparan separuh dari kondisi pada tahun 1990. Dua dari lima indikator sebagai penjabaran tujuan pertama MDGs adalah menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak balita (indikator keempat) dan menurunnya jumlah penduduk dengan defisit energi (indikator kelima). Sejalan dengan upaya mencapai kesepakatan global tersebut dan didasari oleh perkembangan masalah dan penyebab masalah serta lingkungan strategis, Pemerintah telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 20052009 Bidang Kesehatan, yang mencakup program-program prioritas yaitu: program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat; program Lingkungan Sehat; program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit; dan program Perbaikan Gizi Masyarakat. Salah satu sasarannya adalah menurunnya prevalensi gizi kurang menjadi setinggi-tingginya 20% (termasuk penurunan prevalensi gizi buruk menjadi 5 %) pada tahun 2009. B. Masalah Gizi Buruk

Berita munculnya kembali kasus gizi buruk di NTB dan NTT seperti diberitakan oleh Kompas (26/5 dan 27/5 2005) dan media masa lainnya, menunjukkan bahwa masalah kekurangan gizi di negeri tercinta ini masih “tersembunyikan”. Kejadian sekarang ini mirip seperti kejadian tahun 1998, ketika dilaporkan meningkatnya kejadian gizi buruk di berbagai media masa (Kompas 13/10/98) “Kasus Bayi-HO Pertanda Beratnya Kemiskinan”; Merdeka 13/10/98 “Fungsikan kembali Posyandu. Posyandu ( POS PELAYANAN TERPADU ) ini sebuah nama organisasi yang ada dilingkungan atau pemerintahan terendah yang memiliki berbagai fungsi Posyandu di Integrasi bisa berupa dengan kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga dan Tumbuh Kembang Anak

(BKTKA), Bina Lansia dsb.Di berbagai tempat muncul variasi dari berbagai kegiatan yang diwadahi dalam posyandu dan mencoba menjadikan posyandu sebagai sarana pemberdayaan masyarakat. Berkaitan dengan wacana posyandu sebagai sarana pemberdayaan masyarakat, menarik untuk dikaji berdasarkan pengalaman beberapa daerah yang mencoba menerapkannya. Sudah seyogyanya Posyandu kalau dimaknai sebagai suatu lembaga kemasyarakaran yang kegiatannya dari, oleh dan untuk masyarakat (DOUM) dapat memprakarsai berbagai kegiatan sesuai aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Semakin banyak dan bervariasi kegiatan yang dikelola melalui posyandu, tentu semakin menuntut kemampuan pengelolanya. Semakin tinggi motivasi para pengelola, semakin tinggi kreativitas yang muncul dan berkembang untuk menjawab tantangan masalah dan kebutuhan masyarakat dari berbagai aspek misalnya berkaitan dengan bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Jika ditilik dari sisi pengertian pemberdayaan masyarakat, tentu persepsi dan pemahaman tentang pemberdayaan akan sangat beragam. Banyak pengertian tentang pemberdayaan. Masing-masing pihak memberikan pengertiannya. Tentu hal ini tidak untuk dipertentangkan, karena setiap pengertian yang diberikan atau dirumuskan bergantung kepada latar belakang pemahaman, pengalaman dan tujuan dari pihak yang mengemukakannya. Salah satu pemahaman yang dikemukan oleh Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam konsep Manajemen Pembangunan Desa Terpadu (PDT) adalah “Upaya mengembangkan kemampuan dan kemadirian masyarakat dalam mendayagunakan sumber daya dan potensi yang ada untuk mempertahankan dan meningkatkan taraf hidup mereka” Ini merupakan hakikat dari pemberdayaan yang dimaksud dalam konsep PDT. Hakikat ini perludidukung oleh semua komponen yang ada baik pemerintahan desa/kelurahan, lembaga

kemasyarakatan, kader dll. Dengan demikian terwujud sinergitas dari semua pemeran pemberdayaan dalam pelaksanaan pembangunan di masyarakat bersama masyarakat.

B. Maksud Dan Tujuan

Maksud dari pembangunan Pos yandu dilingkungan Perumahan Harmony Mas antara lain : Memberdayakan potensi Ibu – ibu secara positif Membantu Program pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat Mendorong agar terciptanya rasa kebersamaan dalam lingkungan Menciptakan kerja sama antara pos yandu dengan para dokter yang ada dilingkungan. Tujuan dari pembangunan pos yandu dilingkunagn harmony mas antara lain : Dengan sarana tersebut mudah- mudahan tercipta sebuah harmonisasi dalam lingkungan karena fungsi dan manfaat posyandu tidak hanya dari sisi menjaga kesehatan ibu dan anak saja tapi sebuah sarana yang multi fungsi dilingkungan masyarakat. Pemnafaatan sarana pasilitas Umum yang telah tersedia sehingga digunakan pemanfaatan untuk hal – hal fositif. C. Jenis Kegiatan Pembangunan sarana Pos Yandu Pembangunan sarana Umum lainnya yang lokasi bisa menggunakan tempat yang sama D. Aktivitas kegiatan. Pemeriksaan Ibu dan Anak secara Rutin setiap satu bulan sekali. Pelaksanaan PAUD Kegiatan- kegiatan ibu- ibu Sarana Bermain anak-anak

-

E. Kebutuhan sarana Prasarana Posyandu Bangunan

-

Meja Dan Kursi Peralatan Posyandu

a. Timbangan b. ATK c. Seragam Pos Yandu F. Gambar dan Anggran Biaya Terlampir G. Lokasi Terlampir H. Susunan Panitia Terlampir I. Penutup. Demikian proposal ini kami ajukan demi melengkapi sarana yang telah ada untuk lebih menunjang aktivitas posyandu tersebut dan dengan sebuah harapan bisa terealisasi karena pentingnya sebuah sarana tersebut diatas.

Ketua panitia Pembangunan Pos Yandu Dahlia 19

Sekertaris

Deni Rachmat Mengetahui Ketua RW 12

Suharto

Dadan Teja

Susunan Kepanitian

Penasehat

: Ketua RW 12 Perumahan Harmony Mas Ketua RT di lingkungan perumahan harmony mas Ketua DKM Masjid Fatimah azzahra harmony mas

Ketua Sekrtaris Bendahara Seksi Rancang bangun

: Deni Rachmat SE : Suharto : Ibu Ani : Ir. Agus

Seksi Perlengkapan teknis : Endang Seksi konsumsi Seksi dokumentasi : Dede : Ibu ibu pos yandu

No : 01/PPPY/HM/RW 12/01/2011 Lamp : 7 lembar Hal : Permohonan bantuan dana Kepada Yth Bapak Kepala Desa wadas Di Tempat Assalamu a’laikum Wr wb. Ber sama surat ini kami atas nama Panitia Pembangunan Pos Yandu perumahan harmony Mas yang terletak di RW 12 desa wadas mengajukan permohonan bantuan untuk pembangunan Pos yandu sebagai sarana untuk membantu program pemerintah dalam pemerataan kesehatan sampai dengan tingkat terendah. Adapun kebutuhan sarana baik berupa material ataupun sarana posyandu itu sendiri terlampir dihalaman berikutnya. Besar harapan kami pada bapak agar dapat membantu proses pembangunan sarana Pos yandu dilingkungan kami agar terciptanya sebuah lingkungan yang harmonis dan sejahtera. Demikian proposal ini kami sampaikan atas perhatian dan bantuannya kami haturkan banyak terima kasih.

Ketua Panitia Pembangunan Pos Yandu Dahlia 19

Sekertari

Deni Rahmat Mengetahui Ketua RW 12

Heri Yoga

Dadan Teja S

PROPOSAL PEMBANGUNAN

POS YANDU DAHLIA RW 12

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->