P. 1
TERAPI INTRAVENA

TERAPI INTRAVENA

|Views: 76|Likes:
Published by EgeSs Namae

More info:

Published by: EgeSs Namae on Jun 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2012

pdf

text

original

PROSEDUR PEMASANGAN INFUSE

DEFINISI    Pungsi vena merupakan teknik penusukan vena melalui transkutan dengan silet tajam yang kaku seperti angiokateter atau dengan jarum yang disambungkan dengan spuit (Eny Kusyati) Terapi intravena perifer digunakan untuk memberikan terapi cairan pada klien sakit akut atau kronis.(perry Peterson potter) Infus cairan intravena (intravenous fluids infusion) adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh, melalui sebuah jarum, ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik) untuk menggantikan kehilangan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh(http://astaqauliyah.com/2006/08/medicalinfo-pemberian-cairan-infus-intravena-intravenous-fluids/) Tata cara pemasangan jalur pemberian cairan infuse melalui Pembuluh vena perifer.((http://blog.ilmukeperawatan.com/prosedur-pemasangan-infus.html)

TUJUAN    Didapatkan jalur pemberian cairan infuse yang aman,aseptik dan Benar. Memulai dan mempertahankan terapi cairan IV Memberikan obat IV

INDIKASI (http://astaqauliyah.com/2006/08/medical-info-pemberian-cairan-infus-intravena-intravenous-fluids/)        Perdarahan dalam jumlah banyak (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah) Trauma abdomen (perut) berat (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah) Fraktur (patah tulang), khususnya di pelvis (panggul) dan femur (paha) (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah) “Serangan panas” (heat stroke) (kehilangan cairan tubuh pada dehidrasi) Diare dan demam (mengakibatkan dehidrasi) Luka bakar luas (kehilangan banyak cairan tubuh) Semua trauma kepala, dada, dan tulang punggung (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)

KONTRA INDIKASI (http://astaqauliyah.com/2006/08/medical-info-pemberian-cairan-infus-intravena-intravenous-fluids/)    Inflamasi (bengkak, nyeri, demam) dan infeksi di lokasi pemasangan infus. Daerah lengan bawah pada pasien gagal ginjal, karena lokasi ini akan digunakan untuk pemasangan fistula arteri-vena (A-V shunt) pada tindakan hemodialisis (cuci darah). Obat-obatan yang berpotensi iritan terhadap pembuluh vena kecil yang aliran darahnya lambat (misalnya pembuluh vena di tungkai dan kaki).

PERSIAPAN ALAT (http://blog.ilmukeperawatan.com/prosedur-pemasangan-infus.html)  Meja/trolly serupa meja suntik tersedia diatasnya: IV catheter yang akan digunakan.IV catheter cadangan atau wing needle.Transfusion set/infusion set terbungkus steril, kapas alkohol 70%,Bethadine, kasa steril, plester/hypafik, spalk, larutan infuse yang akan diberikan. Standar infuse. Pencahayaan yang baik. Tutup ruang pasien agar pelaksana dapat lebih konsentrasi Beritahukan kepada pasien tentang pemasangan infuse dan tenangkan pasien. Persiapkan cairan yang akan diberikan dengan menusukan bagian tajam infusion set kedalam botol larutan infuse. Buka saluran hingga cairan infuse memenuhi seluruh selang tanpa menyisakan udara dalam selang infuse.

    

PROSEDUR PELAKSANAAN (http://blog.ilmukeperawatan.com/prosedur-pemasangan-infus.html)  Tentukan lokasi pemasangan ,sesuaikan dengan keperluan rencana pengobatan, punggung tangan kanan/kiri,kaki kanan/kiri,1 hari/2 hari. Contoh pasien struma IV line dikaki kiri/kanan, Tomor mamae IV Line ditangan sisi berlawanan pasien shock :2 line atau vena sectie, pasien stroke pada sisi yang tidak lumpuh Ligasi bagian proximal dari lokasi vena yang akan ditusuk menggunakan ligator khusus. Lakukan tindakanaseptik dan antiseptik. Lencangkan kulit dengan memegang tangan/kaki dengan tangan kiri,siapkan IV catheter ditangan kanan. Tusukkan jarum sedistal mungkin dari pembulu vena dengan lubang jarum menghadap keatas, sudut tusukan 30-40 derajat arah jarum sejajar arah vena, lalu dorong. Bila jarum masuk kedalam pembuluh vena,darah akan tampak masuk kedalam bagian reservoor jarum . hentikan dorongan.

    

       

Pisahkan bagian jarum dari bagian kanul dengan memutar bagian jarum sedikit .Lanjutkan mendorong kanul kedalam vena secara perlahan sambil diputar sampai seluruh kanul masuk. Cabut bagian jarum seluruhnya perhatikan apakah darah keluar dari kanul . tahan bagian kanul dengan ibu jari kiri. Hubungkan kanul dengan infusan / tranfusion set . buka saluran infuse perhatikan apakah tetesan lancar.perhatikan apakah lokasi penusukan membengkak,menandakan elestravasasi cairan sehingga penusukan harus diulang dari awal. Bila tetesan lancar,tak ada ekstravasasi lakukan fiksasi dengan plester /hypafix dan pada bayi/balita diperkuat dengan spalk , kompres dengan kasa betadhin pada lokasi penusukan. Atur tetesan infuse sesuai intruksi. Laksanakan proses administrasi ,lengkapi berita acara pemberian infuse ,catat jumlah cairan masuk dan keluar,catat balance cairan selama 24 jam setiap harinya,catat dalam perincian harian ruangan.

PELEPASAN INFUS (http://blog.ilmukeperawatan.com/prosedur-pemasangan-infus.html) Bila sudah tidak diperlukan lagi,pemasangan infuse di stop, IV Catheter dapat dilepas dengan cara:      Tutup saluran infuse. Lepaskan plester dengan bantuan alkohol. Tindihkan kapas alkohol pada lokasi tusukan, cabut kanul IV catheter . Kapas difiksasi dengan plester. Seluruh alat infuse dibuang pada tempat sampah medis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->